Just Like This [oneshot]

Standard

Author : Nisa Ayu Thayalisha Hadi (Nam Hyen Hyo)

Cast : Nam Hyen Hyo

Cho Kyuhyun (Super Junior)

Jonghyun (CN Blue)

Title : Just Like This

Length : One Shoot

Genre : Friendship, Romance

Rating : G

“kau masih tidak ingin berhubungan denganku?” suara seorang pria yang sangat ku kenal mengatakan hal ini berulang-ulang. Haruskah aku membalikkan badanku dan menjawabnya? Ku rasa tidak, haruskah aku pergi meninggalkannya tanpa memberi jawaban apapun? Ku rasa tidak juga. Lalu sekarang apa yang harus kulakukan? Aku tidak ingin berjalan lurus kedepan dan meninggalkannya, dan juga tidak ingin berjalan kembali ke belakang karna disana ada Kyuhyun yang sedang menunggu jawabanku. Haruskah aku berbelok arah dan menemui cintaku lagi?

Aku tau aku munafik karna tidak bisa menyatakan rasa cinta ini kepadanya, tapi apakah itu akan baik jika aku menyatakannya? Lebih baik aku bungkam daripada aku akan disebut sebagai ‘perebut kekasih orang’. Ya, aku mencintainya, sudah lama. Dulu kami seorang sahabat, sangat dekat. Dia selalu ada disampingku dan senantiasa memberikan senyumannya kepadaku setiap saat. Tapi kini tidak lagi, seluruhnya, sudah dia berikan kepada pacarnya. Lalu aku apa? Hanya seorang temannya bukan? Pantaskah aku membalikkan badanku dan berharap kenyataan ini tidak pernah terjadi? Mengulang waktu hanya untuk ke-egoisanku?

“aku tidak pernah bermaksud seperti itu” jawabku enteng, sekenanya saja, aku harap dia mengerti.

“mengapa kau terus menghindar dariku?” haruskah aku jawab? Tidak pernahkah dia merasa bersalah? Oke, dia memang tidak bersalah, itu pilihannya ingin berhubungan dengan siapapun. Tapi hatiku tidak rela karna memang aku mencintainya. Memangnya aku salah mencintainya?

“aku tidak menghindar, aku hanya ingin menghirup udara segar agar bisa menenangkan hatiku” ucapku selembut mungkin dan sebisa mungkin tidak terdengar sedikit isak tangispun. Aku menangis sekarang, aku tidak ingin melihat wajahnya, ku mohon tolonglah, mengapa kakiku rasanya berat sekali untung diangkat? Berat sekali untuk meninggalkan tempat ini, meninggalkannya dan pergi darinya. Mengapa? Aku tidak ingin dia tahu aku menangis, karna ini hanya akan membuatku semakin tidak bisa lepas darinya.

………..

2 hari sudah aku tidak bertemu lagi dengannya sejak kejadian di depan coffee cafe itu. Aku sudah tidak ingin lagi berurusan dengannya. Dengan refleks aku menggeliatkan tubuhku dan menguap. Hari apa sekarang? Aku melihat ke arah kalender yang terpampang jelas di dinding kamarku. SENIN? SUNGGUH? Hari ini kan…. ash! Benarkah? Hari ini kan harus masuk jam 6 karna akan ada Try Out dulu!

Dengan segera aku menyiapkan segala kebutuhan dan peralatanku untuk disekolah dan langsung berlari pergi tanpa pamit kepada ibu ataupun ayah. Maaf, aku sudah telat.

Aku terus berlari sampai ke tempat Halte Bus, berharap semoga busnya tidak akan lama datang. 15 menit kemudian…. 30 menit kemudian…. ash! Kemana perginya para bus-bus ini?!

35 menit kemudian…. akhirnya, ada juga bus yang lewat. Langsung saja aku menaikinya dan mencari tempat duduk kosong. Tempat duduk ketiga paling belakang urutannya disitulah aku duduk, disebelah seorang pria tampan yang terlihat sedikit dingin.

“permisi” seruku sopan lalu duduk.

Cepat… tolong jalankan mobilnya lebih cepat lagi pak… tolong… resahku dalam hati.

“kau kenapa? Sepertinya gelisah sekali?” katanya tiba-tiba, ahhhh tampan sekali…..

“tidak. Hanya saja, aku rasa aku sudah telat sekarang” jawabku masih saja gelisah. Ingin rasanya aku mengambil alih kendali, aku yang menyetir dan membiarkan supir bus ini menumpang saja dan duduk di tempatku tadi. Lama sekali jalannya! Tidak bisa apa di percepat sedikit?

“kau telat? Kalau sudah telat, ngapain masuk lagi? Ikut aku!” ucapnya dingin lalu menarik tanganku kasar keluar dari bus. Yang sudah terlebih dahulu di stop-nya tentunya. Tidak mungkin kan aku keluar dari bus dengan cara meloncat sementara bus ini masih berjalan? Gila saja, sepertinya setelah aku meloncat dari bus ini, nyawaku juga akan meloncat dan melayang jauh meninggalkan tubuhku yang terbaring di jalan.

“kau ingin membawaku kemana? Tolong!! Culik! Aku diculik!” teriakku memohon agar ada yang mendengar dan aku cepat bisa lolos darinya. Dia tampan, dandanannya seperti orang berada, tapi genggaman tangannya kenapa seperti preman? Mengerikan sekali.

“kau temani aku disini saja. Aku frustasi, butuh teman ngobrol. Inginkah?” dia membawaku ke sebuah resturant mahal, salah satu restaurant yang terkenal di Seoul. Memang benar dugaanku, dia orang kaya. Lalu dia punya masalah apa? Cinta? Apa dia kabur dari rumah? Buktinya, dia orang kaya tapi tadi naik bus? Aneh sekali.

“hm.. boleh” jawabku ragu. Tapi memang benar juga sih, daripada aku harus telat dan sampai sana tidak mengerjakan soal Try Out tapi malah mengerjakan tugas yang diberikan guruku –bersihin wc- mending aku disini saja. Aku senang dia ingin mengajakku mengobrol. Ah, maksudku, dia baru bertemu denganku, tapi dia sudah ingin menceritakan masalahnya kepadaku, berarti secara tidak sadar, dia mempercayaiku bukan? Senang rasanya jadi orang yang dipercayai seperti ini.

“kau ada masalah apa memang? Aku siap untuk mendengarnya. Nam hyen hyo^^” ujarku memperkenalkan diri dan mengulurkan tanganku. Tapi dia malah menepis tanganku “aku sudah tau. Sudah terpampang jelas di bajumu itu,” ucapnya sinis. Hhh. Kenapa hening? Aku tanyakan apa ya?

“namamu?” tanyaku ramah sambil mengulas sebuah senyum, rasanya aku sudah –agak- melupakan kejadian kemarin-kemarin bersama’nya’ –Kyuhyun-

“kau ingin mendengarkan ceritaku tidak sih?! Memangnya penting namaku bagimu?” ucapnya sengit. Kok menyebalkan ya? Pesanan yang sudah kami pesan tadipun datang, sebenarnya aku tidak memesan apapun, tapi dia memesankan makanan untukku. Lumayan sih, soalnya aku juga sedang sedikit lapar.

“iya, aku mau. Silahkan cerita, boleh aku makan?” izinku, “silahkan” lalu dia mulai menceritakan semuanya dari awal. Mengapa hidupnya begitu tragis? Aku yang sedari tadi sedang lapar saja jadi tidak napsu lagi gara-gara terlalu terbawa oleh suasana sedih dihatinya ini. Mengapa namja segalak dan sedingin ini pernah mengalami yang namanya permasalahan seperti ini? Bukannya namja seperti ini seharusnya malah dikejar-kejar wanita? Kenapa dia malah mengejar-ngejar wanita tapi bodohnya lagi, wanita yang dikejar malah meninggalkannya, dan lebih bodohnya lagi, dia percaya semua omongan wanita itu, bahwa dia akan kembali kepadanya, padahal sebenarnya wanita itu sudah tiada.

“aku bingung harus melakukan apa lagi, aku kabur. Kau tahu? Aku ini orang kaya, aku kabur karna apa? Kau bisa menebaknya?” dia menyodorkan sebuah pertanyaan kepadaku.

Karna apa ya? Aku masih berkutik dengan pikiranku sendiri. Pacarnya meninggal, dia frustasi, lalu dia kabur, karna apa memangnya? Ingin bunuh diri? “kau ingin bunuh diri? Tolong jangan lakukan itu! Kau harus tetap hidup! Kebahagianmu tidak berakhir sampai disini kok, aku yakin kau masih bisa bahagia walaupun tanpa dia. Kau harus semangat, aku akan…”

“bodoh!” dia menepak kepalaku pelan, pelan sih, tapi kenapa sakitnya membekas ya? Dia mengatakan aku apa tadi? Bodoh?? Kurang ajar!

“bukan itu! Aku kabur karna orang tuaku ingin menjodohkanku dengan anak temannya, berhubung Kang Hyun Ra –wanita yang disukai pria ini- sudah meninggal, jadi mereka mencarikan sebuah penggantinya untukku. Aku tidak mau. Dia tidak benar-benar meninggalkanku kok. Dia berjanji akan kembali lagi padaku dan membawaku pergi bersamanya. Aku terus menantikan hari itu, hari dimana dia kembali lagi demi aku, karna dia mencintaiku, tapi sampai sekarang dia tidak datang. Aku selalu sabar.” Jelasnya panjang lebar. Oh, jadi karna ingin dijodohkan.

“hm, kau.. maaf sebelumnya. Tapi kan kau bilang katanya Hyun Ra sudah meninggal, lalu mengapa kau yakin sekali bahwa dia akan datang lagi padamu? Dia sudah tidak ada, memangnya bisa apa? Kau jangan terlalu banyak mengkhayal” seruku membenarkan. Ada-ada saja, yang namanya orang sudah meninggal, tidak akan bisa lagi kembali ke bumi ini. Apalagi kembali kepadanya. Ah! siapa sih nama pria ini? Dari tadi aku masih penasaran.

“hya! Dia sudah berjanji! Kau tau yang namanya janji kan? Yang namanya janji itu pasti akan ditepati. Aku yakin sekali! Dia tidak pernah berbohong padaku kok. Lihat saja nanti, dia pasti akan kembali padaku. Suatu saat, aku akan menunggunya” matanya berkaca-kaca, mengapa aku jadi tidak tega melihatnya? Sikapnya yang dingin dan galak kenapa tiba-tiba berubah menjadi seperti ini? Wajahnya yang sangar kenapa jadi berubah seperti ini? Haruskah aku menghapus air mata yang mengalir dipipinya? Ingin sekali rasanya, tapi aku tidak mampu. Aku tidak tahu harus melakukan apa. Aku tidak tahu hal pas yang seperti apa yang akan menenangkannya.

“kau jangan menangis seperti itu dong. Kenapa kau berubah? Jadilah pria galak dan dingin seperti tadi, aku lebih menyukai kau yang seperti itu. Aku juga yakin, Hyun Ra pasti lebih menyukaimu yang seperti itu. Tertawalah, maafkan aku yang tidak bisa melakukan apapun untukmu” mataku menjadi panas, sepertinya akan ada sederet air yang mengalir dipipiku. Jangan keluar, jangan keluar air mata ini jangan sampai keluar. Kumohon.

“kenapa kau menangis? Memangnya cerita hidupku sebegitu tragisnya?” aku hanya mengangguk pelan dan semakin memperderas air mata yang keluar dari mataku “hya! Kenapa kau malah semakin menjadi? Kemarilah!” dia duduk di sampingku dan membawa kepalaku terbenam di dalam dadanya yang bidang, dia mengelus rambutku pelan.

“maaf sudah membuatmu menangis seperti ini. Tolong berhentilah. Aku tidak sanggup melihat wanita manapun jika sudah menangis. Kau ingin menambah pisau yang menusuk dihatiku dengan caramu menangis seperti ini hah? Berhentilah” dengan mengangguk kecil dan menurut, aku hapus air mataku dan berusaha untuk berhenti menangis, tapi tetap saja aku masih sesenggukan.

“aku Lee Jonghyun” sambungnya memperkenalkan diri. Jadi namja yang selama tadi bersamaku mempunyai nama Lee Jonghyun? Nama yang bagus.

“jonghyun-ah, kau ingin ikut aku? Aku akan membawamu kesuatu tempat” ajakku padanya. Aku ingin mengajaknya kesebuah tempat yang memang dia –kyuhyun- sering mengajakku juga kesini. Dulu. Tempat ini selalu berhasil membuatku tenang jika Kyuhyun pun berada disampingku. Tapi sekarang? Entahlah, dia sudah ada yang punya, masih sanggupkah aku memijakkan kakiku di ladang itu? Ladang yang pastinya akan selalu mengingatkanku padanya? Demi Lee Jonghyun, aku akan kesana, walaupun harus menahan perihnya hatiku yang tersayat. Harus menekan semua emosiku yang rasanya ingin meledak. Semuanya harus dikendalikan. Semuanya harus terkendali. Ya, Hyen Hyo, ayolah! Semangat!

…………

3 minggu sudah aku mengenalnya –Jonghyun- dia jadi sering mengantar jemputku sekolah -_- aku jadi ingat Kyuhyun. Dulu dia juga sering seperti itu. Tapi sekarang siapa yang menjadi korban antar jemputnya? Pasti kekasihnya itu. Aku merindukannya, aku rindu duduk disampingnya. Aku rindu dibikin tertawa olehnya. Aku rindu deretan giginya yang rapih dan akan terlihat saat dia tertawa. Tawanya yang indah dan hampir membunuhku perlahan itu. Cho Kyuhyun, kau dimana sekarang? Entahlah, sejak ada kekasihnya itu, lebih tepatnya lagi semenjak kejadian pada hari itu, aku sudah tidak pernah lagi bertemu dengannya.

“hey Hyen Hyo-ah! cepat sedikit! Aku sudah menunggumu lama tau!” dia marah-marah tidak jelas karna dia menungguku lama sekali. Lagipula, suruh siapa datang pagi-pagi seperti ini? Ini kan hari minggu! Tentu saja jam 8 aku belum bangun. Dia menjemputku jam setengah 8, aku belum mandi, belum terlalu sadar juga. Jadi aku butuh waktu untuk mengumpulkan nyawaku dulu sekitar 15 menit, baru setelah itu aku bisa melukan aktifitasku secara normal. Jadi jangan salahkan aku jika dia jengkel karna menunggu.

Dia terus menjalankan mobilnya tanpa arah, setiap kali aku bertanya, dia tidak pernah menjawab. Aku jadi was-was sendiri. Bagaimana jika dia akan mengajakku bunuh diri bersama? Itulah yang ada dipikiranku. Tapi ternyata tidak, dia memarkirkan mobilnya di depan sebuah Mall. Dia mengajakku ke Mall? Tidak salahkah?

“temani aku main di dalam,” katanya masih terputus “lama sekali setelah Hyun Ra meninggal, aku tidak pernah kesini lagi” lanjutnya. Oh begitu, kenapa aku jadi seperti pelampiasannya ya? Tapi jika dipikir-pikir, dia juga pelampiasanku, dari Kyuhyun.

Aku rindu Kyuhyun. Ya Tuhan, jika kau mengizinkan, tolong temui aku dengannya, hanya untuk melihat wajahnya saja. Sekali ini saja, ku mohon.

……

“hahaha, kau dasar! Aku mau es krim! Itung-itung kau membayarku, aku kan tadi sudah capek menemanimu main seharian” pintaku padanya

“hanya es krim kah? Murah sekali” dengan entengnya, tangannya kini merangkul pundakku, dia memesan satu es krim untukku.

“kau tidak mau?” tanyaku.

“barengan saja” jawabnya. Hah? Barengan? Tidak mau!!

“katanya murah, kenapa barengan? Kau beli lagi saja” kataku memutuskan.

“tidak. Aku inginnya barengan denganmu. Aku ingin sini!” dia menarik tanganku, jadi seolah-olah aku sedang menyuapi es krim ini kepadanya.

“hyen hyo-ah?” aku mendengar namaku dipanggil, siapa? Aku mencari asal suara itu. Dimana? Siapa yang memanggilku? Tiba-tiba mataku terpaku melihat pemandangan apa yang berada tidak jauh dariku. Kyuhyun???

“kyuh…” ah! aku tidak sanggup mengucapkannya. Bahkan untung mengucapkan namanya saja aku tidak sanggup! Bagaimana jika aku mengajaknya mengobrol? Aku rasa mustahil.

“bisakah kita cepat-cepat pergi dari sini?” bisikku pada Jonghyun, mudah-mudahan dia langsung mengerti dan membawaku pergi tanpa menanyakan sesuatu apapun.

“baik. Ayo pergi!” dia menarik tanganku erat, menggenggamku seolah-olah dia tidak ingin aku terlepas dan dibawa oleh Kyuhyun. Aku tahu Jonghyun menyadari adanya Kyuhyun, dia tidak kenal Kyuhyun, tapi aku rasa dia mengerti apa maksud dihatiku.

“terima kasih” ucapku saat dia mengantarku sampai rumah. Terimakasih karna sudah mengajakku jalan-jalan. Terima kasih karna sudah membuatku senang hari ini. Terima kasih karna sudah membuatku berhasil menghindar lagi darinya tanpa sebuah alasan. Terima kasih.

“seharusnya aku yang bilang terima kasih. Menyenangkan bersamamu. Sampai jumpa. Jangan tidur malam, besok kan kau masuk pagi” ah! dia ingat saja! Jangan bilang besok dia akan menjemputku juga? Hahaha biarkan saja ah, lumayan ongkos untuk naik bus kan jadi utuh.

“siap Mr. Lee^^”

…………….

“Jonghyun~~” aku menuruni tangga rumahku dan tersenyum senang. Hari ini dia menjemputku lagi hahaha. Aku memutar knop pintu dan membukanya, lalu menutupnya kembali “annyeong Lee Jong… Kyu?” aku kaget bukan main, yang sekarang berada di depanku, bukanlah Jonghyun, tapi Kyuhyun? Bagaimana bisa? Mengapa dia bisa ada disini? Ingin apa? Tolong, mood-ku sedang bagus hari ini. Jangan rusak ini hanya karna dia. Jangan bilang, dia kesini karna ingin memberitahuku bahwa dia dan pacarnya akan…. ah!!! dengan refleks aku menutupi kedua telingaku.

“kenapa? Ayo masuk” dia memaksaku masuk ke dalam mobilnya. Hanya suara radiolah yang memecah keheningan di antara kami berdua.

Ah… dia tidak membawaku kesekolah! Kalau kesekolah, harusnya kan belok kanan, kenapa ini lurus saja? Sepertinya aku tau, dia ingin membawaku kemana. Benar.

“turun” katanya, benar saja, dia membawaku ke ladang ini. Ladang dimana tersimpan banyak kenangan ku dengannya.

Dia turun dan meninggalkanku di mobil sendiri. Dia berjalan menginjaki rumput-rumput kecil dan duduk. Entah mengapa, tapi aku juga malah mengikutinya dan duduk disampingnya. Ah! hyen hyo bodoh! Mengapa kau mengikuti Kyuhyun???

“kenapa kau selalu menghindar dariku? Apa sih yang kau pikirkan? Memangnya kau pikir aku senang? Aku bahagia tidak ada kau disisiku? Tidak tahukah kamu aku sangat membutuhkanmu?” deg! Benarkah? Benarkah semua yang di ucapkannya ini? Kenapa hatiku merasa perih karna kata-katanya? Kata-katanya tajam seperti menyayat hatiku.

“kau sudah punya pacar hah? Pria yang kemarin bersamamu itu pacarmu? Kau menghilang dariku karna kau sudah memiliki pria yang jauh lebih segala-galanya dariku? Kau tidak pernah memikirkanku lagi?” desaknya terus. Hentikan Kyu, hentikan. Kau menyakiti hatiku. Air mata ini ingin jatuh, tapi aku tahan. Tolong, jangan jatuh sekarang.

“kau pikir aku juga bahagia tidak ada kamu dikehidupanku? Kenapa kau tidak pernah datang menjumpaiku? Tidak ada niat sedikitpun di hatimu sepertinya. Salahkah aku jika aku mempunyai pacar? Bukankah kau juga mempunyai pacar?” air mataku kini jatuh sekarang, semuanya sudah tidak bisa aku tahan lagi.

“kau tahu? Aku tidak bahagia dengannya! Aku tidak mencintainya! Dia yang mengejar-ngejar aku! Karna dia adalah anaknya teman ibuku, lalu apa yang harus aku perbuat lagi? Aku sudah tidak bisa berkutik jika ibuku sudah menentukan! Ayahku sudah meninggal, dan aku tidak akan membiarkan ibuku sedih untuk kedua kalinya hanya karna aku mengecewakannya! Aku bersamanya, tapi hatiku tetap singgah di hatimu! Hatiku akan tetap terjaga, disitu. Disana! Dihatimu! Kau masih mencintaiku kan? Kau tidak usah berbohong! Aku tau semuanya!” nadanya semakin lirih saja. Kyu, jangan menangis. Aku tidak sanggup.

“aku tidak bisa menggantikanmu dengan siapapun. Pria yang kemarin… dia adalah temanku. Aku terus mencintaimu. Setiap hari aku memikirkanmu. Berharap kau akan datang dan membawaku kembali kepelukanmu. Tapi semuanya hanya mimpi bagiku. Tidak mungkin kau kembali padaku. Kau pasti dengan segera akan menjadi miliknya. Lalu aku akan jadi apa? Aku akan jadi wanita dengan hati yang busuk! Busuk karna terus membiarkan hatiku mencintaimu, tidak pernah memberi kesempatan kepada siapapun. Membiarkanmu terus disini, sampai busuk!” air mataku merebak. Aku butuh sandaran, tapi tidak mungkin kan kalau aku menyandar kepadanya? Jonghyun, tolong bawa aku kabur darisini, sama seperti waktu kau membawaku kabur dari Kyu kemarin.

“aku mencintaimu hyen hyo-ah! aku mencintaimu! Hanya kamu! Aku akan kembali kepelukanmu, aku akan kembali padamu mulai detik ini juga. Aku tidak akan membiarkan hatimu busuk. Aku akan menjaganya, izinkan aku untuk menjaga hatimu, agar tidak busuk. Jika hatimu busuk, hatiku akan hancur berkeping-keping. Berhentilah menangis, kau masih ingat kata-kataku dulu? Aku tidak suka melihatmu menangis karna itu hanya akan menambah belatung yang ada dihatiku, belatung yang terus mengikis hatiku sampai habis. Tolong berhentilah” ucapnya lembut dan membawaku kedalam pelukannya, membelai rambutku lembut, lalu mencium keningku pada akhir katanya. Aku tidak menjawab, hanya mengangguk mengiyakan.

“kau, jadi milikku ya? Biarkan aku menjaga hatimu” ujarnya lagi, dan aku hanya mengangguk kecil saja.

“tetaplah seperti ini. Aku mencintaimu. Jangan biarkan aku memiliki wanita lain, dan jangan biarkan dirimu tergoda dengan pria lain yang jauh lebih tampan dan baik daripada aku” lagi-lagi aku tidak menjawabnya, hanya mengangguk. Aku tidak dapat bicara, susah sekali mulutku untuk digerakkan, hanya suara tangis yang aku keluarkan. Kyu, aku mencintaimu.

“kau milikku sekarang. Lupakan kejadian kemarin-kemarin, kita ulang semuanya dari awal”

“hm” aku hanya menggumam tidak jelas, karna masih disertai dengan suara isak tangis.

“aku mencintaimu” dia memperat pelukannya dan membiarkanku menangis sepuasnya di dadanya yang bidang. Yang selalu membuatku nyaman. Terima kasih ya Tuhan telah membantuku dalam segalanya. Terima kasih telah mengembalikan Kyuhyun kepadaku. Terima kasih telah membuat Kyuhyun membalas perasaanku. Terima kasih Tuhan. Aku mencintainya, aku akan menjaganya, aku akan menjaganya lebih dari aku menjaga diriku sendiri. Cho Kyuhyun, aku mencintaimu.

-END-

NB : mohon comment-nya ya^^ terima kasih🙂 jangan jadi silent readers plssss mohon comment-nya, sedikit kata juga berarti kok buat aku🙂 kamsha hamnida^^

11 responses »

  1. Annyeong! Aku fans berat mu looooh!!!!! -(ˆ▿ˆ)/-(ˆ▿ˆ)-(ˆ▿ˆ)- *heboh* suka bgt sma ff” kyuhyun-hyen hohohooh keep writting ya! Fighting!

  2. Ka Bebyyyyy, aku baru aja baca ffnya huehehe ^^
    Jonghyun di awal menyebalkan sekali hehe .___. ffnya bagus kak (y)
    it seems a bit angst yeah? eh atau bukan? hahaa

    pokoknya bagus ka!
    -ainu-

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s