My Nightmare [Part 1]

Standard

Author : Nisa Ayu Thayalisha Hadi (Nam Hyen Hyo)

Cast :

Nam Hyen Hyo

Cho Kyuhyun

Cho Ah Ra ( Kyuhyun’s Siter )

Title : My Nightmare [Part 1]

Length : on going~

Genre : Romance, Fluff, Comedy

Rating : PG-13

“ya! Hyen…” panggil Ah Ra unnie. Aku membalikkan tubuhku malas. Sebenarnya ini masih pagi, tapi aku ingin berangkat lebih awal, aku ingin menenangkan diriku di perpustakaan. Bertemu dengan anak-anak super junior bagaikan nightmare bagiku. Aku jadi tidak bisa tidur, sekalinya tidur langsung mimpi buruk. Tch!

“hh hh hh” dia ngos-ngosan karna sedaritadi mengejarku. Aku tidak peduli dia ini seniorku atau bukan, tidak peduli dengan umurnya yang 2 tahun di atasku. Bukankah kita sama saja? Kita sama-sama manusia, bukan?

“kau marah padaku heh?” tanyanya sambil menepuk bahuku, aku menepiskan tangannya dan berhasil membuat keseimbangannya goyah “menurutmu? Kenapa kau kemarin tidak bilang akan membawaku ke tempat seperti itu? Kau tau? Bahkan dorm itu tidak lebih dari ruangan kotor yang penuh dengan anak-anak childish. Dan lagi, tolong beri tahu adikmu untuk tidak bersikap kurang ajar seperti kemarin kepadaku!” bentakku lalu meninggalkannya. Apakah aku keterlaluan memarahinya? Lagi pula, dia juga salah! Suruh siapa dia memancing emosiku?


“mianhae ya” katanya yang terus mengejarku. Aku mempercepat langkahku agar bisa menghindarinya. Sungguh, bahkan dia sama saja dengan teman-temanku yang lainnya. Lebih baik aku hidup sendiri di dunia ini. Tidak ada satupun orang yang bisa aku percaya termasuk kedua orang tuaku sendiri.

“mianhae. maafkan aku. Tidak akan lagi-lagi deh, aku janji. Aku juga akan sampaikan pesanmu itu pada Kyuhyun. Maafkan ya?” katanya memohon. Hah, baiklah. “baiklah. Tapi seharian ini kau harus mentraktir ku. Eotte?” tawarku, dia mengangguk mantap dan tersenyum. Baguslah. Jadi uang sakuku hari ini masih utuh.

***

“hm, mashita” kataku sambil melumat es krim yang terhidang di depanku. Ah Ra hanya melihatiku dengan diam, dia on diet, jadi tidak makan es krim “hyen-ah” panggilnya. Aku hanya menggumam. “kau sebegitu bencinya pada super junior?” tanyanya. Kenapa di saat moodku sedang memuncak seperti ini dia harus membahas makhluk-makhluk tidak berguna itu sih?

“ne. Mereka itu tidak berguna. Tidak bisa apa-apa. Kekanak-kanakkan. Dan tidak sopan seperti adikmu!” tegasku. Ah Ra-unnie kaget mendengar jawabanku. Ya pantas saja. Sepertinya para antis-pun tidak akan berbicara seperti ini. Aku yang bukan antis malah berbicara seperti ini. Lagipula, apa peduliku?

“tapi mereka itu keren. Walaupun Kyuhyun adikku, aku sangat mengaguminya loh~ walaupun dia itu memang menyebalkan, tapi dia itu ternyata tampan sekali. Aku yang selama 23 tahun hidup dengannya saja baru sadar” serunya dengan mata yang berbinar-binar seperti memang benar-benar mengagumi Kyuhyun. Apa bagusnya orang itu?

“persetan dengan omonganmu Cho Ah Ra!” ucapku dingin lalu beranjak pergi meninggalkannya.

Tuli rasanya telingaku saat mendengar mereka-mereka semua membicarakan Super Junior. Apa bagusnya mereka? Apa yang harus di sukai dari mereka? Suaranya? Bahkan suaraku lebih bagus dari mereka. Wajahnya? Mereka tidak tau saja jika wajah mereka tanpa make-up itu seperti jalanan yang belum di aspal. Tariannya? Memangnya keren cowok menari? Menari itu kan identik dengan wanita, lalu jika ada pria menari? Sungguh seperti banci!

“mengapa semua orang mengidolakan mereka? Bahkan tergila-gila!” ocehku kesal. Hah. Angin bertiup cukup kencang sekarang, rambutku jadi terbang-terbang. Mengganggu. Aku mengikat rambutku asal dan berjalan lagi menembus orang-orang yang juga sedang berlalu lalang.

“kalau jalan lihat-lihat bodoh!” dengusku kesal saat menabrak seseorang di depanku. Dia ini bodoh atau buta sih? kenapa jalan tidak lihat-lihat? Sampai menabrakku segala lagi! Dia hanya diam dan membuka maskernya.

Ne, dia ini seperti penjahat. Pakai topi, kacamata hitam dan masker untuk menutupi sebagian wajahnya. Mengerikan sekali. Tapi jika dia ingin macam-macam, aku tinggal pasang kuda-kuda dan melumpuhkannya. Hh. Dia kira aku ini cewe lemah macam apa?!

“NEO!” teriaknya. Heh? Dia tau aku? Siapa? Dia siapa sih? temanku? Temanku kan hanya Ah Ra-unnie. Lalu dia siapa? Temanku waktu dulu? Aku bahkan tidak yakin bahwa dulu aku mempunyai teman juga. Dia melepaskan kacamata nya. dan sekarang wajahnya dapat kulihat dengan jelas. Ooh namja sok populer ini yang tadi menabrakku.

“oh. Cho Kyuhyun magnae Super Junior! CHO KYUHYUN! ADA CHO KYUHYUN!!” teriakku agar para fans-nya berdatangan “AAAA ADA CHO KYUHYUN!” teriakku semakin keras “CHO KYUH.. Hmp” dia membekap mulutku lantas aku menggigit telapak tangannya dan menonjok perutnya dengan sikutku. Dia melepaskanku “ADA CHO KYUHYUN!!” teriakku terus lalu para wanita-wanita bodoh itu pada berdatangan menghampiri kita. Lebih tepatnya lagi menghampiri Kyuhyun. Kyuhyun dengan segera memakai kacamata hitam dan maskernya “selamat menikmati pesta dadakan dengan para penggemarmu~” ucapku meremehkan lalu tersenyum penuh kemenangan saat melihat Kyuhyun sudah seperti santapan para wanita-wanita bodoh itu.

***

“hah” aku merebahkan tubuhku di kasur kesayanganku dan memeluk guling. Kenapa hidupku sebegini mirisnya? Tidak punya siapa-siapa. Saat bertemu dengan kyuhyun tadi, aku baru sadar jika di dunia ini aku hanya punya Ah Ra-unnie. Wae? Kenapa tidak ada yang mau berteman denganku? Apakah aku begitu menyeramkan? Tapi aku seperti ini hanya untuk menutupi rasa sedihku karna menerima kenyataan bahwa aku ini adalah anak korban broken home.

“umma.. appa.. kenapa kau begitu tega?” ucapku lemah. Selain appa yang berselingkuh dengan yeoja lain lalu menceraikan umma, ternyata setelah bercerai dengan appa-pun, umma menikah lagi. Bagaimana bisa aku menerimanya? Dan semenjak kejadian 9 tahun lalu lah, aku berubah jadi seperti ini.

“yeobsaeyo?” aku mengangkat telfonku dengan malas.

“hyen-ah, kau sudah pulang kan?” terdengar suara Ah Ra-unnie di seberang sana. “ne unnie, aku sudah pulang. Maaf tadi aku membentak dan meninggalkanmu” kataku meminta maaf.

“ne, gwaenchana. Aku sudah tau sifatmu, jadi aku biasa saja. Kau persis dengan Kyuhyun. Oh ya, aku juga sudah pulang kok, tadi Kyuhyun menjemputku. Kalau ada masalah, kau ceritakan padaku ya” hah. Kenapa selalu ada nama ‘Kyuhyun’ di setiap kalimat yang dia lontarkan. Apakah tidak ada namja yang lebih bagus SEGALA-GALANYA dibandingkan Cho Kyuhyun itu? Cih!

“hm” gumamku lalu dengan segera ku matikan ponselku. Sungguh, mood di hatiku sekarang sedang tidak baik. Pertama, aku baru sadar jika di dunia ini dan selama 23 tahun lamanya aku hanya mempunyai 1 teman. Kedua, aku baru saja diingatkan lagi bahwa aku ini hanyalah seorang anak sampah yang berasal dari keluarga broken home. Ketiga, aku baru saja mendengar nama ‘Kyuhyun’ di sebut. Dan nama itu membuatku enek dan ingin muntah. Apalagi mengingat sikapnya waktu itu. Yang menunjuk-nunjukku dengan seenaknya. Dasar tidak tau sopan santun!

***

“hyen-ah!” Aku tau siapa yang menepuk pundakku. Siapa lagi kalau bukan Ah Ra-unnie? Satu-satunya orang yang berani menyentuhku kan hanya dia. Kalau saja bukan Ah Ra-unnie yang tadi memegang pundakku, sudah habis tuh orang di tanganku. Jadi bisa dibilang, Ah Ra-unnie itu beruntung, lebih beruntung daripada mempunyai seorang adik seperti Kyuhyun.

“hm?” gumamku malas. Ada apa lagi sih? kenapa dia selalu muncul saat aku ingin sendiri?

“kemarin kau bertemu Kyuhyun? Hey, sampai dirumah dia ngamuk-ngamuk membicarakanmu. Hh, sebenarnya apa sih yang kau lakukan padanya? Tadinya aku mau membicarakan ini di telfon tadi malam, tapi kau malah mematikannya” katanya sambil terus menyeimbangkan jalannya denganku. Aku berjalan dengan cepat dan tidak menghiraukan omongannya dan sedetik kemudian aku berhenti dan melihat ke arahnya “unnie, kenapa akhir-akhir ini kau sering sekali membicarakan Kyuhyun? Apa pedulimu? Ah, kau itu kan kakanya ya hm.. apa kau menyukainya? Kenapa tidak dinikahkan saja?” sindirku lalu meninggalkannya.

Jika dia memang menyukai Kyuhyun, ya nikahkan saja! Risih sekali aku mendengarnya dia membicarakan Kyuhyun terus.

“ya hyen-ah!” dia mengejarku “apa lagi sih un?” kataku geram. Kalau saja aku ini tidak punya hati, aku sudah melayangkan tinjuku di depan wajahnya. Tapi aku ini masih baik dan masih menghormatinya. Aku juga sadar bahwa di dunia ini aku hanya punya dia.

“kau apakan Kyuhyun? Dia marah padaku tau! Kau harus minta maaf padanya! Kajja!” dia menarik tanganku paksa dan membawaku ke dorm Super Junior aish! Kenapa aku harus kembali ke ruangan penuh anak manja itu lagi?!

“unnie! Aku tidak apa-apakan adikmu! Salah dia dong, dia yang menabrakku dan dia tidak mau minta maaf! Jadi kan wajar saja kalau aku merasa kesal dan ingin mengerjainya” kesalku di dalam taksi “apa yang kau lakukan memangnya?”

“aku hanya berteriak ‘cho kyuhyun, ada cho kyuhyun’ dan sedetik kemudian para wanita-wanita bodoh datang dan bergerumpulan mengerubunginya” jawabku santai.

“aw! Appo unnie!” Ah Ra-unnie menjitak kepalaku “kau tidak tau memangnya? Kyuhyun itu selalu merasa risih jika di kelilingi para fansnya seperti itu! Pantas saja dia marah sekali” ujarnya “hah. Bukan masalahku. Lagipula, apa peduliku” jawabku acuh.

“annyeong. Mana Kyuhyun?” tanya Ah Ra-unnie mengagetkan semua orang yang ada di dalam rumah.

“noona? Ada apa?”

“wah ada Ah Ra-noona”

“aigooo noona, kau membawa wanita cantik itu lagi”

“kyaa ah ra noona^^ bogoshippo~”

Begitulah reaksi mereka saat melihat ah ra unnie di ambang pintu. Aaaah kenapa begitu ramai? Memangnya mereka tidak bisa tenang sedikit apa?

“mana Kyuhyun?” tanyanya lagi.

“dia ada didalam” jawab seseorang yang pernah ku bilang banci, bodoh dan tukang gombal. Siapa ya namanya? Eum, aku lupa. Ehnyok? Uhnyok? Euhnyok? Eunhyo? Eun..

“ada apa?!” suara Kyuhyun memberhentikanku yang sedang berkutik dengan pikiranku sendiri. Berkutik mengingat namja tukang gombal itu. Huh, lagipula untuk apa ya tadi aku bersusah payah memikirkan nama anak itu. Tidak penting.

“neo! Tukang mengadu dasar!” oncog-ku padanya. Sebenarnya ah ra-unnie membawaku kesini agar aku mau meminta maaf padanya. Tapi aku tidak pernah ada niat untuk meminta maaf padanya. Bahkan aku merasa tidak bersalah. Perbuatan yang kemarin aku lakukan kan adalah sebuah balasan karna sikapnya yang berjalan sembarangan!

“ya! Apa maksudmu? Datang lalu marah-marah padaku?” marah kyuhyun dan mendekatiku. Ah Ra-unnie terlihat bingung yang melihat kita berdua jadi saling marah seperti ini.

“kau bilang apa dengan Ah Ra-unnie?! Badan saja besar! Tapi ternyata tukang mengadu dasar anak kecil!”

“anak kecil?! Kau bilang aku apa? Anak kecil? Hey, mengaca dong! Kau pikir kau bukan anak kecil? Badanmu saja bisa aku injak sekarang!”

“ya! Dasar raksaksa! Sebelum kau menginjakku, kau akan mati ditanganku terlebih dahulu bodoh!”

“hah? Mati di tanganmu? Hahaha bodoh! Kau pikir aku akan percaya? Badanmu saja jika terkena angin topan pasti sudah terbang!”

“tch! Kau belum tau siapa aku ya? Kau ingin tau?” aku langsung memasang kuda-kuda dan siap untuk menendang perutnya, tapi tangan Ah Ra-unnie menahan kakiku. “kita pulang saja!” mungkin dia geram melihat kita berdua yang semakin parah saja. Lagipula, suruh siapa mempertemukanku dengan Kyuhyun? Dunia hancur jika aku terus-terusan bertemu dengannya!

“kau itu datang kesana untuk meminta maaf. Kenapa kau dan dia malah saling marah?” omel Ah Ra-unnie sambil terus menyeret tanganku keluar apartemen. “padahal aku hanya ingin melihat kalian akrab, itu saja!” aku tersentak dengan kata-katanya. Akrab?! Apa maksudmu?? Jangan harap aku ingin berteman dengan cowok kurang ajar dan tidak punya sopan santun seperti dia! Bahkan berteman denganmu yang baik sekali saja, aku kadang masih suka ragu! Karena tidak ada yang bisa aku percaya di dunia ini termasuk diriku sendiri.

“kau tidak usah repot-repot unnie, karna aku tidak tertarik!” aku melepaskan genggamannya kasar lalu menaiki taksi yang sedari tadi memang sudah berhenti di depan kita. Mau apa sih yeoja itu?! Apa maksudnya untuk mendekatkan aku dengan adiknya? Jika dia ingin dunia ini kiamat, boleh saja!

***

“kau?! kenapa aku harus bisa bertemu denganmu?! Padahal ini butik wanita. Kau tidak normal ya?” ini pertemuan pertamaku dengannya setelah kejadian beberapa hari yang lalu di dormnya itu.

“aku disuruh noona-ku bodoh!” ucapnya kasar.

***

“ya! Kenapa kau muncul lagi?” kali ini di toko buku. Ini terjadi 2 hari setelah pertemuan kita waktu di butik itu.
“ya aku ingin mencari buku lah!” jawabnya santai “jangan jangan dia menguntitku!” bisikku pelan “hah? Apa? Menguntitmu?! Mimpi kau!” dia menepak mukaku dan kabur. Sialan!

***

“ah! kalau jalan itu lihat-lihat! Kau ini punya mata atau tid…dak s..ssih?” kataku, nada bicaraku semakin pelan dan menghilang saat melihat siapa orang yang baru saja menabrakku “bodoh! Ini kedua kalinya kau menabrakku! Kau benar-benar tidak punya mata ya?! Huh??” sewotku. Dan ini adalah kejadian seminggu setelah pertemuan ditoko buku itu.

“kalau aku tidak punya mata, mana mungkin aku jalan normal seperti ini, kemungkinan aku menggunakan tongkat! Dasar bocah bodoh!” sindirnya lalu melaluiku. Huh! Aku mengambil batu kecil yang ada di dekat kakiku dan melemparnya. Tepat kena dikepalanya, good job Hyen Hyo! Dia membalikkan tubuhnya sambil meringis kesakitan dan menatapku tajam. Aku kabur –lari- saat dia berlari menghampiriku. Pasti dia akan mencekikku.

***

“ini perpustakaan! Bisa tidak, kau tidak usah berisik?!” teriakku pada seseorang yang ada di depanku. Sedari tadi dia bernyanyi terus! Aku menggebrak mejaku dan melihat siapa orang sedari tadi bernyanyi. Kyuh…yun?! kenapa ada dia lagi? Kenapa akhir-akhir ini aku kerap sekali bertemu dengannya?

“ya! Jangan menyanyi bodoh!” kataku sambil mengeplak topi yang di kenakannya “heh! Suara teriakanmu lebih memekakan telinga dibanding suara indahku”

“ya! Kau menantangku huh? Kau menghinaku, berarti kau siap mati sekarang?!” ancamku padanya sambil melipat kaos lengan panjangku sampai sesikut “siapa takut huh?! Ayo kita berkelahi!” tantangnya.

“hah! CHO KYUHYUN!!!!” teriakku kesal. Kenapa dia selalu muncul dan membuat emosiku memuncak?!

“sssstt!!” orang-orang yang sedang konsentrasi membaca buku menatap kami kesal dengan tatapan tajamnya masing-masing. Aigo, menyeramkan.

***

“ini bukan salahku! Siapa suurh kau berdiri di pinggir jalan seperti itu? Jadinya kan kau terserempet mobilku!” omelku pada seseorang yang menjadi korbanku. Yap! Baru saja aku menyerempet anak SMA. Salah dia sendiri, kenapa berdiri terlalu ketengah? Bodoh! Dianya saja yang cari mati!

“tapi noona… aish! Tanganku sakit!” ringisnya. Cowok kenapa lemah sekali?!

“kau ini cowok, tapi kenapa lemah sekali?! Dasar kau banci! Ini bukan salahku ya, bukan salahku!” marahku padanya.

“wae? Gwaenchanayo? Pasti kau tersiksa sekali hidupnya karna bertemu dengan yeoja ini. Betul kan?” tanyanya pada namja ingusan itu dan menunjuk ke arahku. Kyuhyun?! Kenapa dia bisa ada disini??

“ne, hyung. Dia jahat sekali.j jelas-jelas dia menyerempetku tadi. Nih lihat tanganku luka seperti ini. Tapi dia tidak mau bertanggung jawab! Jika aku tidak punya hati, bisa saja aku memperkosanya sekarang juga! Lumayan, dia cantik juga” balas namja ingusan itu. Hah?! Dia bilang apa?! Ingin memperkosaku???

“ya! Jaga ucapanmu namja ingusan!” kataku sambil memukulinya dengan handbag-ku.

“heh yeoja sok galak! Apa yang dikatakan anak ini benar. Bagaimana jika kita memperkosanya bersama?” goda Kyuhyun. Huh?! Aku ingin diperkosa??? ANDWAEE!!

DUAG! BUGH!

Aku menendang perut Kyuhyun dan menonjok wajahnya, dan namja ingusan tadi kabur melihat tingkahku “ini balasannya karna kau telah meremehkanku dan berbicara sembarangan padaku Cho Kyuhyun, semoga kau selamat sampai tujuan. Bye” ucapku dengan nada sinis lalu meninggalkannya yang masih tergeletak di pinggir jalan. Biarkan saja, lagipula sedetik kemudian pun pasti wanita-wanita bodoh yang menyukainya itu pasti datang. Jadi tidak usah khawatir. Dia pasti ada yang menolong.

***

Uhm, sepertinya persediaan sayruan dirumah habis, apa aku harus ke supermarket dulu ya? Tapi waktu sudah mepet, aku harus kerja! Aish!

Kau tau darimana aku membiayai hidupku? Sepulang dari kampus aku memberikan les pada anak-anak yang ingin belajar bela diri sampai petang, ya tidak setiap hari sih. hanya pada hari senin, selasa, kamis dan minggu. Dan saat malam aku bekerja sambilan menjadi pelayan restoran dari jam 7 sampai 11 malam. Melelahkan bukan? Tapi aku menikmatinya.

Untuk apa aku bergelimangan harta tapi aku tidak bahagia? Lebih baik aku bersusah payah mendapatkan semuanya, aku bahagia sekarang karna setidaknya aku benar-benar sedang ‘hidup’ melakukan semuanya dengan usaha. Beda dengan kehidupanku dulu, yang selalu mendapatkan apapun hanya dengan tiduran dikasur, tanpa usaha.

Sekarang sudah jam 3 sore, apa aku harus belanja? Belanja tidak ya? Tapi fuklas di rumah kosong -_- aish, eotte? Apa aku belanja besok pagi saja? Lagipula aku masih bisa menahan lapar kok.

***

“tendanganmu yang keras bodoh! Jangan jadi anak lemah!” sewot-ku pada salah satu anak didikku. Mukanya pucat, mungkin dia sedang tidak enak badan. Tapi yang namanya pembela diri sejati (?) itu tidak kenal kondisi fisik! Harus kuat!

“ya! Latihan kita sampai disini saja, sampai bertemu hari kamis” kataku ramah sambil menyunggingkan senyumku pada anak-anak.

***

“kau apakan adikku sampai babak belur seperti itu?”

“ah unnie, aku hanya memberinya pelajaran” jawabku malas. Memang benar bukan? Dia sudah berani-beraninya menggodaku! “apa yang dia lakukan?” tanyanya sambil menyeruput kopi hangat miliknya “dia ingin memperkosaku” ucapku santai “M..MWO?” dia menaruh cangkir kopinya asal, alhasil kopinya tumpah setengah, aish!

“ah sudahlah unnie, aku lupa, aku harus belanja untuk kebutuhanku dirumah. Sampai jumpa besok, eh ani ani besok aku ada jadwal melatih, sampai jumpa lusa hehe” kataku seraya meninggalkannya si coffee shop tersebut seorang diri dengan berbagai pertanyaan di benaknya mungkin. Lagipula aku malas jika harus berbicara tentangnya. Bikin hidupku semakin muak saja.

Hari ini aku tidak membawa mobil, yah mengingat hidupku yang pas-pasan, aku harus menghemat bensinku juga bukan? Aku naik bus untuk sampai di supermarket dekat apartemenku.

“what the… kau lagi?!” heh? Siapa itu? Berbicara denganku? Aku menengok ke sebelah kanan dan kudapati Kyuhyun yang sedang memilah-milih susu. Dia tadi bicara denganku? “kau lagi!” dumelku lalu berjalan menjauhinya.

“ah, mianhae!” serunya, seseroang yang entah itu ditabrak atau menabrakku. Aku hanya diam karna kesal. Kenapa semua orang jadi sering sekali menabrakku? Apakah mata 2 itu tidak cukup untuk melihat huh?

“ne, gwaenchana!” kataku sambil membereskan barang belanjaanku yang berserakan. Semuanya keluar dari keranjang kan?! Menyebalkan sekali dasar ibu-ibu tua! Aku mendongakkan kepalaku dan.. “umm.. umma?” kataku kaget. Umma? Dia umma-ku!! Umma… aku rindu, aku ingin memelukmu.

“umma…” ucapku lemah dan berkaca-kaca, tapi wanita paruh baya yang ada di depanku yang ku yakini sebagai umma-ku ini malah mengernyitkan dahinya. Wae umma? Wae? Aku Hyen Hyo. Nam Hyen Hyo. Anak kandungmu. Umma, aku ingin memelukmu.

“hm..” dia terlihat seperti berpikir “umma…. aku sudah dapat susunya. Kajja umma!! Katanya kau ingin membawaku ke taman bermain! Kajja!!” seorang anak kecil yang mungkin berusia 6 tahun datang menghampiri umma dan menarik-narik ujung bajunya. “umma, kajja!” paksanya lagi “ah mianhae” ucap wanita paruh baya itu sebelum benar-benar pergi meninggalkanku.

Wae umma? Kau tidak ingat aku? 9 tahun sudah kita terpisah, bagaimana bisa kau sama sekali tidak ingat aku? Apakah aku banyak berubah? Tau aku baru saja salah mengira orang? Kau itu umma-ku kan? Iya kan? Aku yakin, kau umma. Wae umma? Jangan pergi, aku ingin memelukmu. Sekali saja.

“umma…” aku menitikkan air mataku, hatiku rasanya sakit sekali melihat ibu kandungku tidak mengenaliku lagi. Dan lagi dia sudah punya anak. Pasti karna lelaki bejat itu! Pasti itu anak hasil dari perbuatan umma dengan lelaki bejat itu! Aaah sungguh aku ingin sekali membunuh suami umma dan anaknya ini! AKU ANAK KANDUNGNYA, KENAPA KAU MELUPAKANKU UMMA? WAE?

“neo, gwaenchanayo? Wae?” tanya Kyuhyun lembut. Aku mendorong badannya dan berlalu darinya. Tidak peduli dengan Kyuhyun yang tadi menabrak dinding etalase.

***

Umma… kau jahat sekali! Aku terus berlari meninggalkan belanjaanku. Tidak peduli lagi dengan semunya! Persertan dengan dunia ini! Bahkan orang yang selama ini aku rindukan saja tidak mengingatku!

“AWAS!!”

“AWAS NOONA”

“MINGGIR!!!”

Ah? ada apa?

DUAG! Semuanya begitu gelap di mataku sedetik kemudian saat aku mendengar benturan keras itu. Aku bisa menyium bau anyir yang menyeruak di sekitarku. Ah, kepalaku sakit sekali.

“YA! TOLONG INI!”

“panggil ambulance!”

“ada apa? Ada apa?”

“kecelakaan, aigo”

“aigo aigo. Darahnya banyak sekali”

“dia seperti orang linglung tadi, disuruh minggir tapi diam saja”

Ah? kenapa berisik sekali? Ada apa? Aish, pendengaran dan penglihatanku kenapa jadi samar-samar begini?

***

To Be Continued

38 responses »

  1. Pingback: My Nightmare Season II ♥♥Part 1♥♥ | FFindo

  2. Pingback: My Nightmare Season II ♥♥Part 1♥♥ « Nisa Ayu Thayalisha Hadi's

  3. Pingback: [FICLET] My Nightmare Season II : Hotel (Part 4) « Nisa Ayu Thayalisha Hadi's

  4. Pingback: My Nightmare Season II : Hotel | FFindo

  5. loh?
    komenku gak masuk?
    huah, kesian Hyennya, ummanya gak inget gitu
    astaga sadis bgt tuh kata-katanya Hyen kekeke

    ok, lanjut baca^^
    fight !!

  6. Kecelakaan?
    Mian chingu,,tapi mungkin lebih bagus ucapan dalam hati itu di BOLD atau di ITALIC, biar beda dengan tulisan lain. Terus, aku juga agak bingung sih, tempat dan waktunya cepat banget berubah.

  7. seru bebs
    kayaknya Kyu dah bisa ngomong lembut sama Hyen, tinggal Hyennya doank yang masih galak sama Kyu
    oke lanjut baca. Saatnya ngilang *clink*

  8. kasar banget ya Hyen Hyo nya ,,
    tapi dibalik sifatnya yg seperti itu, jauh didalam hatinya dia adalah perempuan yg menyedihkan ,,😥

  9. Ceritanya lucu + ada sdkt nyesek jg sih pas tw kalau eommanya ga ngenalin anaknya sendiri…

    lanjut baca ya eonni ^^

  10. ahh Apa ahra mau coba jodohin kyu am hyen gttu ????!=
    wae wae wae kyu slalu ad ditempat di mna hyen berada ,. aigoo jangan” kyu stakler hyen ya , kkkkk
    sampe lupa gttu yeh ama nak sendiri , heran😮
    kayak.a lebih galakan jyen dr pada kyuhyun , hahahaha

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s