My Nightmare [Part 2]

Standard

Author : Nisa Ayu Thayalisha Hadi (Nam Hyen Hyo)

Cast :

Nam Hyen Hyo

Cho Kyuhyun

Go Ah Ra (Kyuhyun’s Sister)

Title : My Nightmare [Part 2]

Length : on going~

Genre : Romance, Fluff, Comedy

Rating : PG-15

Preview

“AWAS!!”

“AWAS NOONA”

“MINGGIR!!!”

“YA! TOLONG INI!”

“panggil ambulance!”

“ada apa? Ada apa?”

“kecelakaan, aigo”

“aigo aigo. Darahnya banyak sekali”

“dia seperti orang linglung tadi, disuruh minggir tapi diam saja”

=====================================================================

“uhm?” aku membukakan mataku sedikit demi sedikit. Ah! kepalaku sakit sekali. Refleks aku memegangi kepalaku. Perban? Ini kepalaku ada apanya? Perban? Aish! Memangnya aku kenapa? Lalu ini apa? Infus? Rumah sakit? Aigooo apa yang terjadi padaku?

“Hyen-ah, kau sudah siuman?” tanya Ah Ra-unnie panik. Wait! Kenapa dia bisa ada disini? aku memberikan tatapan bingung pada Ah Ra-unnie dan dia langsung menjawab semua pertanyaanku.

“kemarin kau kecelakaan, aku di telfon olehmu, tapi bukan suaramu yang terdengar disana, melainkan suara seorang cowok. Dia memberitahuku bahwa kau kecelakaan dan dibawa ke Seoul Hospital *emg ada? Maaf aku lagi ngarang haha* . Kau ada apa memangnya? Kenapa bisa sampai kecelakaan? Kau tau, kau itu tidak sadar-sadar dari 2 hari yang lalu, hah, aku khawatir sekali. Bodoh! Makannya kalau menyebrang itu liat-liat!” jelasnya sambil menepak tanganku yang diinfus pada akhir kata. Aish! Kau membuatku tambah sakit unnie!

Tapi, kenapa Ah Ra-unnie yang datang kemari ya? Aaah! Aku baru ingat, isi di kontak hp-ku kan hanya ada nama Ah Ra-unnie. Dan itu satu-satunya -_- lagipula, aku harus menyimpan nomor siapa memangnya? Umma? Appa? Teman?

Aku tidak punya umma –karna dia sudah tidak menganggapku- dan juga appa –karna aku tidak ingin menganggapnya sebagai ayahku- apalagi teman. Aish! Hidupku memang benar-benar sendiri.

“unnie, kepalaku…” rintihku saat aku mencoba untuk duduk, Ah Ra-unnie membantuku duduk dan bersandar pada dinding ranjang rumah sakit. Bagaimana caranya aku membayar biaya rumah sakit? Lagipula siapa sih yang menyuruhku dibawa ke rumah sakit? Aku kan masih bisa merawat diriku sendiri dirumah. Aish! Semua orang hanya bisa menyusahkanku saja. Eotte? Aku tidak punya uang simpanan lagi.

“biaya rumah sakit biar aku yang tanggung” kata Ah Ra-unnie seolah bisa membaca pikiranku. Hah. Kenapa dia baik sekali?

“siapa yang menyuruhmu? Aku bisa bayar sendiri!” ucapku sedikit menolak. Bukannya aku munafik, aku hanya merasa tidak enak. Aku juga tidak ingin punya hutang pada siapapun. Jika bisa aku akan membuat orang berhutang padaku daripada aku harus berhutang pada orang lain. Tapi siapa juga orang yang berhutang pada orang miskin sepertiku?

“kau ingin membayar pakai apa memangnya huh? Uang untuk kebutuhanmu sehari-hari saja pas-pasan. Memangnya kau ingin bekerja lagi? Kau sedang sakit bodoh! Apa kau ingin menjual mobilmu? Atau kau ingin mengemis uang pada appamu? Tidak mungkin kan? Aku bantu kau malah menolak!” ucapnya sedikit memarahiku. Ya! Kau berani memarahiku sekarang unnie? Mentang-mentang aku sudah lemah tidak berdaya. Kurang ajar!

“aku tidak mau punya hutang padamu bodoh!” kataku kasar.

“kau tidak hutang. Aku ikhlas. Tapi jika kau tidak mau, yaa kau bisa mengembalikan uangku kapan-kapan. Yang penting biaya rumah sakit ini lunas dulu. Oke?” katanya sambil memberikan jari kelingkingnya. Kau pikir aku mau mengaitkan jariku pada kelingkingmu? Tch!

“whatever. Pulanglah!” usirku. Lebih baik aku sendirian saja disini.

“oh ya, besok kau sudah boleh pulang. Sekarang aku pulang dulu ya, ini ponselmu. Besok aku kesini lagi^^” serunya sambil mengambil tas dan jaketnya lalu menghampiriku lagi “istirahat bodoh! Kau walaupun sedang sakit tapi tetap terus mengomel ya? Hahaha” katanya sambil mengacak-ngacakkan poniku. Huh~ aku meniup poniku dan memutarkan bola mataku. Tidak usah perlakukan aku seperti anak kecil bodoh! Cepat pulang atau kau tidak akan selamat!

“aku duluan. Kalau ada apa-apa, beritahu aku ya” katanya saat sudah sampai di ambang pintu, aku masih tidak ingin melihatnya. Aku menoleh ke arah lain.

“ah unnie” cegahku saat dia ingin menutup pintu kamarku “ne?” tanyanya “gomawo” kataku singkat lalu berkutik dengan jari-jariku “cheon~ aku senang membantumu. Selamat beristirahat” ucapnya lalu benar-benar meninggalkanku.

Umma, seandainya aku memang mempunyai seorang kaka yang seperti Ah Ra-unnie, pasti aku tidak akan sedih karna tau bahwa kau tidak mengingatku. Setidaknya di dunia ini aku masih memiliki seseorang yang sangat sayang padaku, apalagi dia sedarah daging denganku. Tapi kenyataannya, aku mempunyai orang yang menyayangiku, tapi dia adalah orang lain. Kaka dari namja yang aku benci. Dia yang tidak ada hubungan apa-apa denganku saja bisa begitu baik, kenapa kau yang telah mengandungku tidak bisa bersikap sedikit manis padaku umma? Bahkan mengingatku saja kau tidak. Apakah wajahku banyak berubah? Atau karna kau sudah terlalu bahagia dengan kehidupan barumu lalu kau menghapus semua memori tentang masa lalumu? Kenapa begitu mudah bagimu untuk melupakannya? Kau gunakan apa sampai bisa tidak mengingatku begitu? Aku juga mau. Aku tidak mau mengingatmu. Seseorang yang telah membuang dan mengacuhkanku begitu saja. Orang yang telah melupakanku. Bahkan tidak menganggapku.

***

“akhirnya sampai juga dirumahmu” ujar Ah Ra-unnie lega. Ne, aku sudah kembali lagi kerumahku. Rasanya aku seperti hidup kembali. Ah ani, masih setengah ragaku yang kembali. Karna aku sekarang tidak bisa bekerja. Sebenarnya aku mau, tapi Ah Ra-unnie melarangku habis-habisan. Padahal lukaku tidak begitu parah. Hanya saja aku mengalami sakit yang begitu hebat di kepalaku sekalinya aku banyak bergerak atau mengomel.

“duduklah dulu” katanya sambil menuntunku ke sofa. Ah unnie, aku ini bisa berjalan sendiri! Tapi kenapa kau terus menuntunku sih? aku ini bukan anak kecil! Jangan perlakukan aku seperti anak kecil.

“ne, yeobosaeyo?” dia merogoh saku celananya dan mengambil handphone-nya yang berdering “ah. aigo!” katanya sambil menepak jidatnya seolah lupa sesuatu “ne ne ne aku akan kesana” jawabnya.

“hyen-ah, aku pergi dulu ya. Aku lupa sesuatu. Jaga dirimu baik-baik. Jangan banyak bergerak. Nanti kau pusing lagi” dia memberi saran, aku hanya mengangguk tanda mengiyakan padahal aku sendiri tidak yakin akan menuruti sarannya. Dia seperti tidak tahu aku saja. Sejak kapan aku patuh akan aturan? Apalagi aturannya, dia kan bukan siapa-siapa.

“hm, kau tidak apa nih aku tinggal?” katanya lagi.

“AAH CEPAT PERGI!” usirku. Dia tertawa renyah lalu pergi.

***

“siapa sih orang ini mengganggu saja!” dumelku saat ada yang mengetuk pintu apartemenku. Ne, ini pake pintu manual, bukan pakai password ataupun kartu. Apartemen seperti itu terlalu mahal bagiku.

“tunggu sebentar!” teriakku dari dalam. Kenapa dia terus-terusan mengetuk pintunya? Aku kan jalannya tidak bisa secepat biasanya. Apalagi berlari. Untuk berjalan saja kepalaku rasanya nyut-nyutan.

“KENAPA TIDAK SABAR SEKALI SIH?” omelku saat membuka pintunya.

“LAMA SEKALI KAU!” balasnya mengomel padaku lalu masuk begitu saja. Heh! Siapa yang menyuruhnya masuk? Bahkan aku mengundangnya saja tidak. Siapa yang menyuruhnya kesini? Dan lagi, kenapa dia bisa tau apartemenku?

“ya! Apa-apaan kau?” kataku sambil menghampirinya yang sudah terduduk santai di ruang tv. “apartemen-mu kecil sekali” ejeknya “ya! Kau pikir aku ini tinggal disini berapa orang? Hanya aku sendiri bodoh!” marahku.

Kau tau siapa yang datang? Menurutmu siapa? Tebak sendiri lah. Kau pasti tau siapa dia!

“kau ini lagi sakit tetap saja galak!” katanya. Omongannya persis seperti kakanya. “suka-suka. Pergi kau! aku kan tidak menyuruhmu untuk datang kesini! Dan lagi, siapa yang mengizinkanmu masuk? Dasar tidak tahu sopan santun!” ucapku kasar.

“aku disuruh noona-ku. Kalau bukan karna noona-ku yang memohon, mana mau aku masuk ke dalam kandang singa seperti ini” remehnya. Sungguh….. kalau aku sedang tidak sakit seperti ini, mungkin mukanya sudah ku cakar.

“siapa yang kau bilang singa?” tanyaku.

“KAU!” jawabnya sambil menunjuk mukaku.

“YA! CHO KYU….” “ah, apo! Kepalaku” ah kenapa kepalaku jadi sakit sekali seperti ini? Aaah aku tidak ingin terlihat lemah di depan namja ini. “Sial!” Umpatku.

“banyak omong sih kau! lebih baik kau istirahat saja sana di kamar” suruhnya sambil asik memakan chiki yang ada di depannya. Aish! Itu kan milikku! Dia berbicara sesantai itu? Bukankah jika orang berkata seperti itu ada tindakannya? Ne, dia juga bertindak. Bertindak mencuri makananku. Harusnya dia kan menolongku. Kepalaku pusing sekali, mana bisa aku berjalan dengan tegak! Bodoh!

“sini aku bantu” tiba-tiba tangannya sudah terulur di depan wajahku. Dengan terpaksa aku memegang tangannya. Bukan karna apa-apa, tapi aku butuh kasur. Aku ingin tiduran. Setidaknya sampai rasa pening dikepalaku ini sedikit berkurang.

“kau ini, makannya jangan membantah! Jangan banyak omong dan jangan banyak bergerak” omelnya sambil memapahku masuk ke kamar. Hah. Mimpi apa aku sekarang bisa ditolong oleh namja yang paling ku benci ini?

“aku kesini disuruh noona menjagamu. Mumpung aku sedang kosong jadwal” katanya. Siapa yang ingin tahu? Bahkan aku tidak menanyakan pertanyaan yang berkaitan dengan omonganmu barusan. Siapa juga yang mau mendengar?

“tidurlah” katanya lalu beranjak pergi meninggalkan kamarku “oh ya, kau punya PSP tidak? Atau PS gitu? Komputer?” tanyanya bertubi-tubi. Aku tidak menjawab dan malah menatapnya tajam. “CEPAT KELUAR!!!” Teriak batinku.

“hah, aku jadi tidak bisa bermain starcraft deh~ gara-gara aku harus kesini nih! Padahal aku harus menyelesaikan starcraftku sebelum Heechul-hyung menyaingi level-ku. Mana tadi aku lupa membawa laptop lagi” ocehnya entah pada siapa. Padaku? Pada dirinya sendiri? Pada pintu? Atau pada udara?

“kau benar-benar tidak memiliki 3 benda itu?!” tanyanya lagi. Yaaaa! Kenapa daritadi kau terus berdiri diambang pintu?! Cepat keluar bodoh!!!!

“YA! PERSETAN DENGANMU CHO KYUHYUN!” teriakku sebisa mungkin dan melempar buku ensiklopediaku ke arahnya. Tidak kena. Shit! Dia keburu menutup pintunya sebelum buku tebal itu mengenai wajahnya.

***

9.00 PM

“eung….” aku menggeliat. Ah sepertinya aku tertidur cukup lama tadi. Mudah-mudahan namja itu sudah pulang.

Aku bangkit dari kasurku dan melihat keadaan sekitar. Benar, dia sudah pulang. Ya baguslah. Kalau dia masih disini, aku bisa gondok melihatnya! Empet banget!

“kau sudah bangun rupanya tukang tidur?” tiba-tiba Kyuhyun keluar dari kamar mandi di dekat dapur sambil mengusap rambutnya yang basah dengan handuk. Apa-apaan pakaiannya itu?

Dia hanya memakai kaos putih oblong dan celana pendek. Memangnya dia ingin apa?! Dan lagi, kenapa dia masih ada disini? mandi dirumahku pula! Dasar benar-benar tidak sopan!

“kenapa kau masih disini?! cepat pulang!” suruhku dengan tatapan galak.

“hah. Aku galau. Kalau aku pulang, saat bertemu noona aku pasti akan menjadi rujak. Kalau aku tetap disini, bisa-bisa aku pulang hanya dengan dasi yang melekat di leherku -_-“ jawabnya sambil memasang wajah tak berdosa dan memelas. Hah?! Apa maksudmu?

“aku tidak boleh pulang oleh noona-ku sampai besok pagi. Pokoknya aku tidak boleh pulang sampai noona datang kesini. Aku harus menjagamu” katanya lalu beranjak ke dapur dan mengambil secangkir gelas “ya! Tidak usah berbohong! Bilang saja jika kau tidak ingin pulang! Kau suka padaku ya?!” desakku.

“M..MWO?” dia mencipratkan air yang tadi di dalam mulutnya ke arahku. Aish….. menjijikan! Seumur-umur, baru dia lah yang berani menyemburku seperti ini! Mati kau ditanganku Cho Kyuhyun. Beruntung sekali kau melakukan ini padaku disaat aku masih tidak bisa berkutik. Dasar!

“AAAAH CHO KYUHYUN!!!” teriakku keras. Dia membekap mulutku dengan tangannya “jangan berisik. Nanti tetangga mengiraku ingin memperkosamu!” perkosa? Hah?! Apa?! Jangan-jangan dia ingin memperkosaku beneran. Waktu itu dia kan bilang ingin memperkosaku. Lalu sekarang, dia pakai Ah Ra-unnie sebagai alasannya agar dia bisa tinggal serumah denganku berdua malam ini? Apa?! Jeongmalyo? Jinjja Cho Kyuhyun!!! KAU MESUUUUM!!!

“AAAA CHO KYUHYUN MESUM KAU!!!” teriakku lagi saat dia sudah tidak membekap mulutku. Aku menendangnya bagian bawah tubuhnya dan dia mengerang kesakitan lalu terduduk di lantai. “ah! sial! Hyen, apa yang kau lakukan pada ‘adik’ku? Aish jinjja, apo!! SAKIT!” rintihnya. Memangnya enak? Suruh siapa dia ingin memperkosaku? Kurang ajar!

“sebelum kau memperkosaku, kau akan kubunuh dulu Cho Kyuhyun” ucapku tegas.

“siapa yang ingin memperkosamu sih? liat wajahmu saja aku tidak nafsu!” elaknya.

“GEOJITMAL!*bohong*”

“ah jinjjayo Hyen-ah, sakit sekali” dia terus mengerang kesakitan. Apakah sesakit itu? Apakah tendanganku tadi terlalu keras? Aigooo kasian. Eh? Tidak tidak, jika tidak begini, habis lah keperawananku nanti dengan dia! Kalau sudah begini kan, dia jadi tidak bisa berkutik. Karna aku tau itu adalah titik lemah seorang pria.

“bukan urusanku!” jawabku acuh lalu membalikkan badanku. Baru satu langkah aku berjalan, tangannya menarik kaki kananku, otomatis keseimbanganku goyah dan aku terjatuh menindihnya. Untung! Ini tidak seperti di sinetron atau cerita-cerita. Kita tidak jatuh saling bertumpukan seperti itu. Aku hanya menindih kakinya. Ah~ beruntung sekali.

Dalam sekali hentakan, dia menarik tubuhku sampai aku benar-benar berada di atasnya. “kau mau apa denganku huh? Kau ingin main-main denganku?” katanya. Aigo, ini sudah tidak berjarak. Wajahnya dengan wajahku sudah tidak berjarak lagi. Aku membelalakkan mataku saat dia memejamkan matanya. Aigo, apa yang akan dia lakukan? Tangannya memegang tengkukku dan mendorongnya agar wajahku lebih dekat dengannya, aish jinjja! Eotte? Aku tidak bisa lepas! Tangan satunya memegang tubuhku erat! Someone, help me~~~

“YA! APA YANG KALIAN LAKUKAN?!” kami berdua tersadar dan cepat-cepat berdiri. Hah, unnie, kau menyelamatkan hidupku.

“KYU! KAU SURUH MENJAGANYA! KENAPA KAU MALAH BERBUAT MESUM?!” omel Ah Ra-unnie sambil memukuli Kyu dengan buku yang dibawanya. Bagus unnie, terus saja. Dia memang mesum sekali!

“ne unnie, dia ingin menciumku! Menjijikan sekali. Dia sangat mesum!” ocehku. Ya Tuhan, mengapa jantungku berdetak tidak karuan seperti ini? Kenapa aku jadi tidak bisa marah-marah? Padahal seharusnya aku sedang marah-marah sekarang. Tapi kenapa aku malah jadi gugup? Tuhan Tuhan Tuhan, apa ini?

“aniyo noona! Tadi itu tidak sengaja! Ya! Yeoja gila, siapa yang ingin menciummu?! Aku tidak ingin menciummu! Kau berkhayal terlalu tinggi. Memangnya siapa yang ingin mencium yeoja jelek sepertimu?” BLETAK! Sebuah sendok mendarat di kepala Kyuhyun dengan sempurna. Ah Ra-unnie mengambil sendok yang tergeletak di meja dan menjadikannya senjata untuk memukul kepala Kyuhyun.

“unnie, bahkan dia ingin memperkosaku!” aduku lagi. Mampus kau Cho Kyu. Saat aku tidak bisa mengomel karna keadaanku yang seperti ini, setidaknya aku masih bisa membuatmu dimarahi habis-habisan. Walaupun bukan dimarahi olehku hahaha. Aku tersenyum manis.

“ani noona! Mana mungkin adikmu yang manis dan polos ini melakukan hal sebejat itu!” bela Kyuhyun pada dirinya sendiri.

“pulang kau! dasar adik tidak tau malu! Kau merusak nama baikku Cho Kyuhyun! Aku tau kau itu mesum! Aku tau dari para member Super Junior yang lain, semua hyung-hyung-mu itu bilang bahwa kau ini mesum! Dasar! Ada pembelaan apa lagi huh? Pergi kau!” marah Ah Ra-unnie pada Kyuhyun. Aaah perang ini walaupun tidak terlalu dramatis tapi mengasyikkan juga untuk ditonton.

“ya noona! Asal kau tau saja! Dia menendang ‘adik’ku dan ini sangat sakit noona!” katanya.

“pulang kau!!!” usir Ah Ra-unnie pada Kyuhyun.

“pulang bodoh!” aku menimpali perkataan Ah Ra-unnie dan sedetik kemudian menjulurkan lidah pada Kyuhyun. Dia menatapku geram “awas saja kau Hyen! Akan kubuat kau tergila-gila padaku!” ancamnya.

Siapa takut? Tidak akan aku menyukaimu Kyuhyun!

***

2 minggu kemudian

“kau sudah boleh masuk sekolah, tapi kau tidak boleh bekerja dulu ya! Awas saja kau!” pinta Ah Ra-unnie padaku. Elaah kenapa dia bersikap seperti ummaku sih?! banyak sekali aturannya. Lagipula, aku juga sudah merasa baikan. Biarkan aku melakukan apapun yang aku mau dong! Kau terlalu banyak mengatur unnie!

“ayo berangkat!” mulai hari ini aku berangkat sekolah dan diantar olehnya. Tentunya naik kendaraan pribadi miliknya. Sebenarnya aku ingin masuk dari seminggu yang lalu, tapi Ah Ra-unnie tidak mengizinkannya sama sekali. Malah sekarang jadinya dia yang lebih banyak mengomel daripada aku!

Tidak konsisten dasar! Padahal janjinya dia akan menungguku keluar kelas, eh malah sekarang aku samperin ke kelasnya dia sudah tidak ada. Sebenarnya kemana si Ah Ra sialan ini? Dia meninggalkanku? Yasudah, lagipula aku masih bisa naik bus!

Aku berjalan gontai keluar kampus. Ah, terik matahari panas sekali. Membuatku pusing saja!

“ngapain kau ada disini?” tanyaku saat melihat Kyuhyun menggunakan alat penyamarannya dan bersandar di mobilnya. Ah Hyen, kenapa kau malah menghampirinya? Dia kan pasti menjemput kakanya.

Tunggu! Kalian jangan salah paham, aku tidak menghampirinya, ini kan arah keluar dan aku ingin pulang “oh i see, aku tidak melihat noona-mu dari tadi. Tunggu saja dia sampai datang” ucapku dingin lalu berlalu darinya. “aku kesini menjemputmu bodoh” kata Kyuhyun sambil memegang pergelangan tanganku. Heh? Menjemputku?!

“ayo cepat masuk!” dia menarik tanganku paksa dan mendorongku untuk masuk ke dalam mobilnya. Kasar sekali! Apa dia sedang balas dendam? Atau mau balas dendam?

“kau mau membawaku kemana?” tanyaku. Dia tidak menjawab dan tetap fokus pada jalanan di depan. “YA! CHO KYUHYUN! KAU MAU MEMBAWAKU KEMANA?” tanyaku lagi dengan nada yang lebih tinggi dari sebelumnya sambil menjambak rambutnya “ya! Gila kau! kau ingin mati?! Lepas!” kata Kyuhyun berusaha untuk melepaskan tanganku dari rambutnya.

“mau kemana?!” tanyaku lagi.

“membawamu pulang!” katanya.

“tapi ini bukan arah ke rumahku!” benarkan? Kalau ingin ke rumahku, tadi harusnya langsung belok kanan, kenapa ini belok kiri? Jangan-jangan dia ingin menculikku!

“KAU INGIN MENCULIKKU?” teriakku di dalam mobilnya. “aish! Kau berisik sekali!” jawabnya. “KAU INGIN MEMBAWAKU KEMANA?!” tanyaku semakin kesal, aku cubit saja lengannya dan dia meringis kesakitan.

“katakan kau mau membawaku kemana atau ku tendang lagi itumu!” ancamku.

“ya ya ya! Aku ingin membawamu ke dorm kami!” jawab Kyuhyun.

“DORM SUPER JUNIOR?!” tanyaku kaget. “aniyo! Aku tidak mau!” tolakku. Aku tidak mau kembali ke ruangan kotor yang penuh dengan anak childish itu lagi! Apalagi bertemu dengan namja yang tukang gombal itu. Yang mukanya mirip monyet. Ne, mirip monyet. Mirip sekali. Yang gendut, mirip gorilla. Aish! Semuanya mirip binatang -_- Lee Donghae saja mirip Ikan. Dan Kyuhyun? Badannya gemuk, tinggi, mukanya tembem, pipi seperti bakpau, rambut warna coklat kaya gitu. Kaya kambing!

“aish! Kalau aku membawamu kerumahmu, aku tidak mau ditendang, dituduh lalu dikeroyok oleh noona-ku lagi! Kalau kita ke dorm SJ, kau mana mungkin bisa begitu padaku. Seandainya kau berbuat begitu, setidaknya banyak saksi disana siapa yang salah dan tidak salah!” jelasnya.

“kau tinggal membawaku ke rumahku lalu pulang!” ucapku datar.

“kata noona, aku tidak boleh melepaskanmu! Tunggu sampai noona datang dan baru aku akan menendangmu keluar dorm!” menendangku? Sebelum kau menendangku, akan ku tendang dulu itumu Cho Kyuhyun!

“huh! Bodoh! Sebelum kau menyentuhku, akan ku buat kau tidak berdaya lagi seperti kemarin Mr. Cho” ucapku galak tanpa melihat ke arahnya.

“dan sebelum kau membuatku tidak berdaya seperti kemarin, akan kulumat habis bibirmu Mrs. Nam”

“MWOYA?! YAK! CHO KYUHYUN!!! KAU MESUUUUUUM!!!” teriakku sambil menjambak rambutnya. Kyuhyun meminggirkan mobilnya dan mengerem secara mendadak, membuat aku dan dia rada maju ke arah dashboard karna gesekan mobil yang mendadak. Hah, untung kepalaku tidak membentur dashboard, untung aku pakai seat-belt.

“YA! KAU INGIN MATI BERSAMAKU?!” tanya Kyuhyun sangar.

***

“hyen hyo” sapa Donghae-oppa tersenyum manis. Hanya dia dan Kyuhyun yang aku tau namanya di antara mereka semua. Berapa orang sih ini? Kenapa banyak sekali? Memangnya saat tampil panggungnya cukup? Ah, panggung sih pasti cukup, tapi apa kamera bisa menangkap mereka semua? Sekalinya bisa pun pasti dari jarak jauh. Huh. Bikin grup kok sebanyak orang ngantri sembako!

“wah ada yeoja cantik ini lagi. Selamat datang ketiga kalinya di tempat para namja tampan bernaung” kata namja yang pintar menggombal dan mirip monyet itu. Namja tampan bernaung?! Namja gila bernaung iya kali! Aku menatapnya jijik. Iyuh. Kyuhyun, temanmu seperti ini semua? Kau kuat tinggal disini bersama mereka? Aigo.

“ish. Kau mirip monyet” ucapku jujur lalu masuk mengikuti Kyuhyun. Ah Ra-unnie, cepat datang. Kau membunuhku secara perlahan kalau kau membiarkanku disini lebih lama lagi!

“namamu?” tangan seorang namja terulur di depanku. Siapa ya? Ciri-ciri fisiknya sih dia sepertinya tertinggi disini. wajahnya seperti bayi tapi badannya besar. Aneh sekali. Menjijikan melihat mukanya.

“jangan ganggu dia hyung. Nanti kau bisa dicakar” ucap Kyuhyun menyindir ke arahku. Kurang ajar!

“nam hyen hyo” jawabku ketus tanpa menjabat tangannya. Dia tersenyum manis “choi siwon imnida” oh, aku menemui makhluk aneh lagi disini. berbadan besar wajah bayi, Choi Siwon.

“aigo, neomu yeppeo! Kau mau tidak jadi milikku huh hyen?” heh? Siapa itu yang berbicara? Aku memutar kepalaku menatapnya tajam. Dasar tukang gombal! Kau beraksi lagi rupanya huh? Cari mati kau?!

“ya hyung! Aku kan sudah bilang, jangan ganggu dia. Dia itu lebih buas dari singa!” kata Kyuhyun sambil memegang psp berwarna hitamnya. “ya! Cho Kyuhyun! Kau mau kutendang lagi??” tanyaku menawarkan “kan aku sudah bilang, sebelum kau menendangku, akan ku lumat habis bibirmu itu. Kau bertanya begitu padaku berarti kau menginginkannya bukan?” Kyuhyun mendelik padaku dan mendekatiku. Aigo, dia semakin mendekat. Kenapa kau tidak bisa berkutik Hyen?! Marah! Tendang saja langsung perutnya! kenapa semuanya terasa kaku?

“CHO KYUHYUN! JANGAN DEKATI AKU!!!!! MINIMAL JARAK 5 M!” teriakku sambil mengeratkan pejamanku “ya ya ya magnae! Mau kau apakan wanita cantik itu?!” Donghae, Siwon dan si tukang gombal dan beberapa orang lainnya mendorong Kyuhyun menjauh dariku sampai dia menabrak tembok. Hah syukurlah. Ternyata orang-orang ini bisa diandalkan juga.

“hyung! Dia yang mulai dulu!” bela Kyuhyun “aku kan tidak memulai apapun” belaku juga pada diri sendiri.

“ne, benar! Kau yang memulai semuanya Kyuhyun! Sudah kubilang kan untuk bersikap manis pada yeoja?!” marah Donghae-oppa padanya.

“hyung!” bentak Kyuhyun.

“bodoh! Jika bertemu yeoja, hilangkan pikiran bokepmu itu magnae!” sekarang giliran si monyet itu yang angkat bicara “singkirkan pikiranmu dari video-video itu bodoh! Kau terlalu sering melihatnya, makannya jadi seperti ini!” lanjut si monyet itu lagi. Aku hanya berdiri dalam diam melihat mereka memarahi Kyuhyun. Tubuh Kyuhyun masih di jepit oleh para hyungnya. Hahahahahaha ternyata menyenangkan melihatnya tersiksa.

“magnae bodoh! Kau hampir saja melakukan pelecehan!” telunjuk siwon-oppa bergerak menuju jidat Kyuhyun dan mendorongnya.

“kau mesum dasar!” oceh satu orang lainnya. Siapa ya namanya? Cantik sekali. Sepertinya dia yang paling cantik diantara semuanya.

“aigo Kyuhyun….. kau ini! Pikiranmu. Aku sita laptopmu nanti!” kata seseorang yang sedang mendekap boneka kelinci berwarna pink-nya erat. Cowok? Boneka? Pink? Benar-benar banci. Banci sejati dasar! Bahkan dia jauh lebih banci daripada si monyet itu. Siapa sih namanya si monyet itu? Aku lupa!

“HYUNG! SUDAH!!!” teriak Kyuhyun sampai menggema di dalam ruangan ini. Wow. Suaranya besar juga. Memekakan telingaku.

“kenapa kau tertawa? Puas kau huh?!” marah Kyuhyun padaku “aku? Kau bicara padaku? Hahaha pemandangan tadi menyegarkan mataku” kataku masih tertawa.

“aigo, saat tertawa dia terlihat sangat cantik sekali” ucap 9 orang namja itu bersamaan. Aku menoleh ke arah mereka dengan tatapan heran “kau akan menyesal telah mengatakannya cantik hyung!” kata Kyuhyun dingin lalu hilang entah kemana dibalik tembok. Bukannya dia menembus tembok -_- tapi tadi dia belok ke kanan dan tidak tahu deh kemana. Ke kamarnya mungkin.

Aku harus apa disini? dari tadi aku hanya berdiri di depan ruang tv tanpa melakukan apapun. Aku bingung, aku tidak mau dekat-dekat dengan mereka. Aku ingin pulang, tapi nanti pasti si Ah Ra itu memarahiku. Aish! Jinjja!

“KYUHYUN! AKU MAU PULANG!” teriakku agar Kyuhyun dapat mendengarnya “ya! Jangan berisik!” teriak Kyuhyun lagi entah darimana. Aku memberanikan masuk ke dalam dorm-nya yang besar ini. Aku belok ke kanan, seperti tadi Kyuhyun jalan. Dia ke arah sini bukan, iya kan? Yang mana kamarnya? Aku mendengar suara game dikamar ini, pasti dia ada disini!

Kyuhyun sedang asik dengan games di depannya. “kyu, aku mau pulang!” rengekku seperti anak kecil. Sungguh aku tidak tahan ada disini bersama anak-anak itu. Kyuhyun tidak menanggapi dan malah semakin fokus pada gamesnya. Aku mencabut kabel komputernya dan sedetik kemudian komputernya mati.

“HYEN HYO!!!” marah Kyuhyun meledak-ledak, aigo, dia marah? Seluruh member berdatangan dan berdiri di depan pintu. Tidak sanggup lagi untuk menenangkan Kyuhyun. Aigo, bantu aku makhluk tidak berguna!! Teriak batinku.

“BODOH! KAU CARI MAT DENGANKU HUH?!” tanya Kyuhyun sambil menendang pintu yang terbuka dan dalam sekali hentakan, pintu itu tertutup. Membuat para member yang tadi ada di dekatnya mungkin cukup tersentak kaget. Kini di dalam kamar hanya ada aku dan dia. Berdua. Tuhan, selamatkan nyawaku!

“KAU CARI MASALAH DENGANKU BODOH!” ucap Kyuhyun lebih parah dari sebelumnya “aku ingin pulang!” ucapku parau.

“KAU MEMBUAT PERMAINANKU KACAU BALAU!” Kyuhyun masih saja memarahiku. “hyen, gwaenchanayo?” aku bisa mendengar suara orang banyak dari balik pintu. Kyuhyun ini paling muda kan? Kenapa tidak ada yang berani dengannya? Buka pintunya dan tolong aku oppa! Cepat!!

“KAU MEMBUATKU GERAM! SUNGGUH!” hanya karna games-nya dia bisa semarah ini? Aku baru tau ada orang yang seperti ini.

“kau gila!” kataku.

“kau menyebalkan!” kata Kyuhyun lalu mendorongku ke kasurnya. Aigo, apa yang akan dia lakukan? Dia menindihku “rasakan pembalasanku Hyen” kata Kyuhyun menunjukkan seringai-annya “AAAAAAAA” teriakku berharap pada oppa-deul membantuku. Kenapa pintunya tidak kunjung terbuka juga?!

“kau membuatku nafsu bodoh!” kata-katanya membuatku merinding. Kyu…

“andwae Kyuhyun!” aku menendang-nendang kakinya tapi dia tetap tidak bergeming dan semakin mendekatkan wajahnya dengan wajahku. Bahkan aku sampai buram melihat mukanya karna terlalu dekat. Nafasnya bisa dengan sangat sangat sangat jelas ku rasakan hangatnya.

“kyu…” ucapku pelan saat aku merasakan tangannya memegang pinggangku. Takut Tuhan, aku takut.

“HUAHAHAHAHAHAHAHAHAHAHAHA” tawa Kyuhyun menggelegar di dalam kamar. Wae? Ada apa?

“yeoja galak, kasar dan dingin sepertimu lemah saat di dekati seperti itu ya ternyata!” kata Kyuhyun angkuh dan bangga karna sudah tau titik kelemahanku “ya!” ucapku galak saat dia sudah berdiri dan sedang berkacak pinggang. Aku segera bangkit dan merapihkan rambutku.

“sekali lagi kau berani macam-macam padaku, akan kulakukan yang lebih dari pada tadi. Habis kau ditanganku Hyen!” kata Kyuhyun lalu mencolokkan kembali kabel komputernya. Aish! Dia malah kembali berkutik dengan komputernya lagi.

“monyet! Antar aku pulang!” kataku sambil menarik ujung kaosnya. Yang aku lihat pertama kali saat aku membuka pintu hanyalah wajah si monyet itu. Aku ingin pulang. Ingin cepat-cepat pulang dan tidak ingin ketemu Kyuhyun lagi. Mukaku memerah pasti! Pipiku panas! Jantungku berdetak lebih cepat dari biasanya dan aku gugup.

Aigo!!

Kyuhyun, mati kau ditanganku!

To Be Continued

30 responses »

  1. Pingback: My Nightmare Season II ♥♥Part 1♥♥ | FFindo

  2. Pingback: My Nightmare Season II ♥♥Part 1♥♥ « Nisa Ayu Thayalisha Hadi's

  3. Pingback: [FICLET] My Nightmare Season II : Hotel (Part 4) « Nisa Ayu Thayalisha Hadi's

  4. Pingback: My Nightmare Season II : Hotel | FFindo

  5. kyaaaaa. .
    Kyu mesum, tapi sukaaa wkakakak
    suka Kyu yang rada-rada mesum gitu kekeke
    kasian Eunhyuk di katain monyet mulu, sabar ya bang

    lanjuuut baca

  6. wkwkwwkwk…..nurut banget kyu sama kakaknya.
    mau gitu disuruh jagain orang segalak hyen….
    gak pa pa deh namanya juga cinta…ihir…reader sok tau..

  7. Udda tau kyu am hyen kl ketemu pasti berantem masih aja disuruh ktemu terus , hahahaha
    ahra sengaja ya , ehm aq tau maksud mu ,. hehehehe
    kasian hyuk slalu dicuekin , bwaahahaha

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s