My Nightmare Part 6

Standard

Author : Nisa Ayu Thayalisha Hadi (Nam Hyen Hyo)

Cast :

Nam Hyen Hyo

Cho Kyuhyun

Support Cast :

Lee Jaehyo

Lee Taehyo

Go Ah Ra (Kyuhyun’s Sister)

Super Junior’s Member

Title : My Nightmare [Part 6]

Length : on going~

Genre : Romance, Fluff, Comedy

Rating : PG-15

Preview

“baiklah. Jadi, karna aku menang. Permintaanku kali ini adalah…..”

“tunggu!!!”

“wae??”

“aku harus siap-siap dulu mendengar permintaanmu”

“hah. Malhaebwa”

“baik! Permintaanku adalah…. aku mau…..”

“EHEM”

“kenapa wajahmu?”

“lanjutkan omonganmu bodoh!”

“baiklah. Aku mau….”

“aku mau Ah Ra-noona meninggalkan Jeju”

====================================

“aku mau Ah Ra-noona meninggalkan Jeju” MWO?!

“m-m-m-MWO?” tanyaku tergagap-gagap.

“WAE?” tanya Kyuhyun sangar *bayangin Kyuhyun ngmgnya kaya Lee Min Ho di bbf pas ngmg ‘wae’*

“t-t-tapi… a-a-a…” aishi jinjja! Kenapa mulutku jadi tergagap-gagap seperti ini? Kenapa leherku seperti tercekat dan tidak bisa berkata-kata? Aaah Tuhan!!! Kenapa tenggorokanku?

“aku mengerti. Aku akan pulang^^” ucap Ah Ra-unnie tersenyum riang sambil berdiri dan menuju kamarnya. aku hanya bisa menatap Kyuhyun tidak suka, Kyuhyun tersenyum licik dan mengikuti Ah Ra-unnie ke kamarnya.

“hyen, sepertinya aku pulang sekarang saja ya. Biar kalian bisa menghabiskan waktu berdua lebih lama” kata Ah Ra-unnie mencoba untuk menggodaku yang sekarang sedang duduk mematung di ruang tengah. Tempat yang tadi menjadi tempat kita bermain.

“unnie….” rengekku sambil menarik kaki kanannya “jangan pergi!!!” pintaku “aku akan pulang juga!” aku mengambil keputusan dengan mendadak lalu berdiri dan berniat ingin ke kamarku. Baru satu langkah aku berjalan, Kyuhyun menarik kerah belakang bajuku, membuatku terhuyung kebelakang dan berdiri tepat didepannya

“mau kemana kau? kau tidak boleh pergi!” kata Kyuhyun santai sambil tersenyum…. err senyuman apa ya. Seperti sebuah senyuman yang mengatakan bahwa “mampus kau, kau akan sepenuhnya mati ditanganku”

“KYAAAAAA” teriakku. Aku akan mati di tangannya?

“ya! Cho Kyu! Kau yang akan mati ditanganku! Aku tidak akan membiarkan aku mati ditanganmu!” ucapku sinis “siapa yang bilang bahwa kau akan mati ditanganku?” tanya Kyuhyun dengan muka polosnya yang membuat dia terlihat seperti orang bodoh yang baru saja di ambil dari panti asuhan lalu terkena amnesia. “kamu siapa? aku siapa? aku tampan tidak?”

Aish!

Eh? Ah Ra-unnie kemana?

“unnie?” seruku sambil menggigit jari. “KYAAA UNNIE!!!” aku baru sadar kalau Ah Ra-unnie sudah tidak ada dan benar-benar meninggalkan aku dan Kyuhyun di villa ini! aku berusaha untuk berlari, tapi lagi-lagi Kyuhyun menarik kerah bajuku dan membuatku terhuyung mundur dan tangan kanannya menahan punggungku agar aku tidak terlalu mundur. Aku menganga melihat perlakuannya, dan sepersedetik kemudian, Kyuhyun menarikku ke dalam pelukannya.

Aku hanya bisa melongo parah di pelukannya. Tapi dia tertawa renyah. Pelukannya semakin erat saat aku berusaha melepaskannya. “ya Hyen! Wae? Pelukanku ini idaman jutaan yeoja loh” ucap Kyuhyun antara rasa bangga dan sombong. Aku mendecak sebal lalu menginjak kakinya.

“ya! Kau pikir kau bisa menyentuh tubuhku sembarangan?!” marahku saat Kyuhyun sudah melepaskan pelukannya “Hyen-ah, appo” rintih Kyuhyun sambil sedikit membungkuk memegangi kakinya yang baru saja aku injak.

Aku mengibaskan rambutku ke belakang dan berjalan memasuki kamarku.

Aku merebahkan tubuhku di atas kasur sambil menggigit bantal. Aigoo kenapa jantungku rasanya berdetak tidak karuan seperti ini? Ini terlalu cepat. Jantungku rasanya seperti mau mencelos saat ini juga. Keringatku perlahan mengucur dari pinggir dahiku. Aku segera mengelapnya dengan punggung tangan dan bangkit dari kasur untuk duduk di depan meja rias.

“ya! Hyen, gwaenchanayo? Kenapa kau keringetan? Padahal AC sudah menyala seperti itu! Ah, pasti karna ini musim panas. Hahaha, ternyata suhu tubuhmu bisa menyesuaikan dengan baik ya” kataku berbicara pada diri sendiri dikaca sambil tertawa paksa.

Aku memegangi dadaku sambil merasakan detakan jantung yang masih saja berdetak secepat tadi. Aku jadi gugup.

“Hyen, tenanglah. Kenapa kau seperti ini?” jika lama-lama seperti ini, aku jadi seperti orang gila, bicara sendiri pada diri sendiri di depan cermin.

Aaah! Kenapa? Aku kenapa? Kenapa hatiku tidak bisa menjawab semuanya? Aku bingung. Ada apa? Kenapa saat dipeluk Kyuhyun tadi jantungku langsung berdetak? Aku tidak pernah merasakan ini sebelumnya. Pantas saja kalau aku tidak tahu perasaan apa ini!

“Hyen, ayo cari makan!” tiba-tiba saja kepalanya sudah menongol di sela-sela pintu lalu menutupnya lagi sebelum alat bedakku mendarat mulus di wajahnya. Shit! Bedakku malah menabrak pintu! Pasti pecah! Gerutuku.

“kajja Hyen, sudah mau sore! Aku tidak mau pulang saat keadaan sudah gelap!” kata Kyuhyun sambil menarikku paksa saat aku baru saja keluar kamar. Aku berjalan setengah berlari mengikuti langkahnya “kenapa kau berpakaian seperti itu sih?!” aku melihat penampilanku yang hanya memakai tangtop setengah badan dan celana super pendek.

“wae?” tanyaku bingung.

“aku tidak suka! Kau ganti baju dulu! Aku lebih suka kau dengan baju compang-camping daripada baju seperti itu!” Kyuhyun melepaskan genggamannya dan mendorongku untuk kembali masuk ke dalam kamar.

Lantas aku langsung merangkap bajuku dengan kaos super besar yang longgar sana sini dan celana selutut yang sudah robek-robek. Aigooo masa aku liburan bawa baju seperti ini??? Aish! Aku memang tidak melihat baju apa saja yang aku bawa, aku hanya mengambilnya asal dan langsung memasukkannya ke koper!

“nah! Aku lebih suka kau berpenampilan seperti orang gila seperti ini! Kajja kita cari kedai jajangmyeon dekat sini!” ucap Kyuhyun terlihat riangnya sambil berjalan mendahuluiku.

“kau ini tidak normal ya?” selidikku sambil menatapnya dari samping lalu mendahului langkahnya. Sekarang aku berada di hadapannya dan berjalan mundur. Karna ini dipantai, berjalan mundur tidak akan menabrak bukan?

“ya! Apa yang baru kau katakan?!” sembur Kyuhyun.

“kau tidak normal?” aku mengulangi lagi pertanyaanku.

“kalau bicara disaring dulu!!” suruh Kyuhyun dengan semburat amarah di wajahnya. Aku mengangguk-ngangguk untuk mencerna omongannya. Aku memilih kata-kata yang tepat untuk membicarakan ini padanya “abis tadi aku berpakaian segitu seksi-nya tapi kau tidak tertarik. Sepertinya kau homo” ucapku enteng lalu berjalan menuju deretan pohon kelapa. Aku mau berjalan disini saja, lebih adem. Kalau berjalan di tengah pantai, kulitku nanti akan berubah seperti babi lagi -_-

“tuhkan kau tidak bisa menjawab. Kok aku baru tau ya kalau ternyata magnae Super Junior itu homo. Bagaimana kalau netizens sampai tahu?” seruku sambil terus berjalan dan menatap jalan sambil memicingkan mataku karna terlalu silau.

“ya!” Kyuhyun memukul kepalaku keras “ya! Appo!” aku mencubit lengannya.

“aku ini tidak homo. Aku Cuma…”

“Cuma apa?” potongku.

“aku… aku tidak mau bodi jelekmu itu terlihat semua orang. Aku hanya takut nanti aku dikira membawa pembantuku liburan HAHAHAHAHA” suara tawa Kyuhyun meledak di hamparan laut yang indah nan luas ini.

Aku berjongkok mengambil pasir laut di genggamanku dan melemparnya ke wajah Kyuhyun.

“HAHAHAHA” tawaku sama saja meledaknya dengan tawanya.

“ya ya ya! Kau ingin mengajakku berperang pasir??” tanya Kyuhyun sambil mengambil pasir laut, aku langsung lari untuk menghindarinya tapi Kyuhyun berhasil menangkapku dan memelukku dari belakang. Seketika sekujur tubuhku terasa kaku, untuk menelan air liur saja membutuhkan waktu beberapa detik bagiku. Mataku terus menerawang kedepan. Tangan Kyuhyun yang kini melingkar diperutku terasa hangat. “jangan lari dariku bodoh!” bisik Kyuhyun sambil menempelkan telapak tangan yang penuh dengan pasir ke mukaku.

“KYAAAA KYUHYUUUN!!!”

“aku akan balas dendam!!” teriakku saat tahu bahwa tadi Kyuhyun hanya mempermainkanku.

“hahaha, kejar aku kalau kau bisa” tantangnya.

***

“ahjussi, jajangmyeon-nya 1” pesan Kyuhyun saat kami baru saja memasuki kedai jajangmyeon.

“ya! Aku juga mau! Ahjussi, jajangmyeon-nya satu lagi ya” pesanku sambil mengetuk-ngetukkan jariku di atas meja.

“ahjussi, jajangmyeon-nya satu saja” kata Kyuhyun lagi. Aku mendeliknya sebal “ahjussi, jangan dengarkan, jajangmyeon-nya 2” kataku berusaha membenarkan perkataan Kyuhyun.

“ahjussi, aku hanya akan membayar satu jajangmyeon, jadi bikinkan satu saja kalau kau tidak ingin rugi” sambar Kyuhyun.

“ya! Kau pikir aku tidak punya uang? Aku akan membelinya sendiri!!” marahku saat mendengar perkataan Kyuhyun barusan yang menurutku itu adalah merendahkan.

“ahjussi, jajangmyeon-nya satu lagi. Tenang saja, aku akan membayar yang satunya”  gumamku.

“ya! Kalian ini pasangan seperti apa sih?! pesannya satu atau dua? Kalau sedang marahan, lebih baik jangan kesini. Berisik sekali, mengganggu saja!” aku dan Kyuhyun saling melemparkan pandangan lalu mengangkat bahu.

“hah, jogiyo ahjussi” ucap Kyuhyun malas lalu menarikku keluar kedai jajangmyeon.

“kau sih!” marahku sambil menunjuk mukanya.

“ya! Dibilang kan? Pesannya satu saja!!” kata Kyuhyun tidak ingin kalah.

“tapi aku juga kan mau, aku lapar bodoh! Aku belum makan siang, sekarang sudah sore. Lihat! Langit sudah gelap!” sergahku sambil melipat kedua tangan di dada.

“aaah! Tapi kita kan bisa barengan!” bela Kyuhyun.

“apa? Barengan? Ha ha, apakah kau semiskin itu Mr. Cho??? Kau ini artis atau pemulung sih sebenarnya? Untuk membeli satu mangkok jajangmyeon saja susah!” sindirku.

BLETAK!

Sebuah sumpit mendarat dengan mulus di kepalaku. Kyuhyun menyibakkan tirai yang menutupi kedai jajangmyeon tersebut dan mendapati ahjussi penjual jajangmyeon sedang memelototinya. Kyuhyun langsung bergidik ngeri dan membawaku menjauhi kedai itu.

“kyu, aku lapaaaar” keluhku. Aisssh perutku sakit! Pasti maag-ku kambuh.

“ya! Kenapa berhenti jalan?” marah Kyuhyun.

Aku tidak menjawabnya dan malah menangis sambil berjongkok. Menahan rasa perih yang ada diperutku. Kyuhyun berjongkok di depanku dan melihatiku dengan serius “kau menangis?” tanyanya. Hari sudah gelap, tapi Kyuhyun bisa dengan mudahnya menebak bahwa aku sedang menangis, padahal aku yakin air mataku ini tidak terlihat. Karna disini sungguh gelap sekali.

“perutku sakit” rintihku sambil terisak.

“aigo Hyen, wae? Gwaenchanayo?” tanya Kyuhyun dengan nada yang errr menurutku sedikit khawatir.

“ya! Babo! Aku ini punya maag, dan daritadi siang aku belum makan! Pantas saja kalau maag-ku kambuh!” semburku pada Kyuhyun yang masih berjongkok di depanku. Tiba-tiba dia membalikkan badannya memunggungiku.

“kenapa kau memunggungiku?” ucapku ketus sambil menepak punggung Kyuhyun.

“sudah! Jangan banyak bicara, naik saja!” suruh Kyuhyun. Tanpa berpikir panjang aku langsung naik ke punggungnya. Awalnya dia sempat berjalan dengan oleng, membuatku khawatir saja “kau benar tidak apa-apa menggendongku? Aku ini berat loh” kataku sambil mengeratkan rangkulanku di lehernya.

“sudah, tidak apa-apa. Memang kau berat. Sebenarnya kau ini makan apa sih?! sepertinya badanmu lemak semua” sindir Kyuhyun. Aku hanya memanyunkan bibirku tidak menjawab.

“kita cari makan di sebelah sana saja, sepertinya ada restoran” ucap Kyuhyun ngos-ngosan.

“turunkan aku. Sepertinya kau lelah” gumamku sambil memegangi kedua pundaknya, tapi dia bersikukuh untuk tidak mau menurunkanku.

“kyu! Keringatmu banyak sekali!” kataku lagi sambil memegang lehernya yang penuh dengan keringat. “gwaenchana. Aku tidak mau kau berjalan menahan sakit” aku tertegun mendengar jawabannya. Apa iya seorang Cho Kyuhyun bisa berkata seperti ini?

“nih” Kyuhyun memberikan sebuah sapu tangan yang sudah susah payah dia rogoh dari saku celananya “kalau kau mau, tolong elapi keringatku. Menganggu” kata Kyuhyun lagi.

Aku segera menerimanya dan dengan canggung mengelap keringat yang ada di dahinya, lalu turun ke jambangnya dan juga lehernya.

“good job nona” puji Kyuhyun yang diikuti tawa renyahku.

“baru kali ini aku mendengarmu tertawa saat bersamaku” seru Kyuhyun membuatku salah tingkah dan tidak bisa berkutik. “turun” Kyuhyun menjongkokkan badannya dan aku pun segera berdiri, menarik nafas dalam-dalam dan mengeluarkannya lagi, untuk menetralisirkan rasa gugup dan canggung yang daritadi merasuki tubuhku. Aneh.

“ayo, kau harus makan yang banyak!” Kyuhyun menarik tanganku memasuki salah satu restoran yang ada disana. Restoran yang dindingnya penuh dengan karang dan sepertinya di desain seperti kita sedang berada dalam karang. Bentuknya seperti kerang yang membuka, permukaan lantainya pun kasar dan kursinya terbuat dari kerang-kerang kecil. Manis sekali.

“jangan kampung bodoh!” Kyuhyun menepak kepalaku karna melihatku yang melongo saking mengagumi desain rumah makan ini. Aku mendecak sebal lalu duduk di depan Kyuhyun.

***

Aku berjalan menuju dapur sambil terkantuk-kantuk. Aish! Ini masih jam 5 kenapa aku sudah bangun?! Aku mengambil cangkir kecil dan segera membuka fulkas, menuangkan botol berisi air putih ke cangkirku dan meneguknya sampai habis.

Aku membuka pintu kamar dan langsung tidur di kasurnya tanpa membuka mata sama sekali.

08.30 PM

“KYAAAAAA” teriakku saat mendapati Kyuhyun sudah ada disebelahku. “ya ya ya!!! Kau mau apa tidur denganku?! Kenapa kau bisa masuk ke kamarku?!” semburku langsung sambil menepak-nepak badan Kyuhyun. “hhhh Hyen…. ngantuk!!!” desis Kyuhyun dengan suara seraknya.

“ya! IREONAAA!!!” teriakku di telinga Kyuhyun. Dia langsung terlonjak duduk dan mendorong kepalaku ke samping. Membuatku sedikit terhuyung dan hampir jatuh.

“ya! Kenapa kau tidur di kamarku?!” tanyaku langsung.

“siapa yang tidur dikamarmu? Aku saja baru bangun. Mana mungkin aku pindah ke kamarmu” jawab Kyuhyun malas. Lalu dia membuka matanya dan melihatku ada disampingnya.

“KYA!” teriak Kyuhyun sambil melompat dari kasurnya. “ya! Waeyo?!” tanyaku yang bingung melihat perubahan ekspresi Kyuhyun.

“n-n-neo.. kenapa.. kenapa kita bisa tidur sekasur?!” tanya Kyuhyun bingung.

“ya! Harusnya aku yang bertanya! Kurang ajar sekali kau masuk kamarku!” ucapku kasar seraya melempari bantal dan guling ke arah Kyuhyun.

“ya ya ya Hyen, ini kamarku! Lihat, ini kamarku!! Kamarmu disebelah!” aku menjatuhkan kembali bantal yang sudah siap ku layangkan ke badan Kyuhyun saat aku menyadari bahwa ini memang benar-benar kamar Kyuhyun. Uhm, kenapa aku bisa masuk?

“ya! Kau menggendongku kesini ya?!” marahku lagi sambil terus melemparinya dengan bantal.

“hyen!! Memangnya kau merasa aku menggendongmu?! Aku saja baru bangun sekarang!” dumel Kyuhyun. Aku menggigit bibir bawahku mengingat-ngingat apa saja yang baru kulakukan. Bangun, dapur, minum, balik lagi ke kamar…. Kyuhyun??? Jadi aku salah masuk kamar?

“AAAAAA” teriakku dan langsung lari terbirit-birit dari kamar Kyuhyun.

Bodoh! Hyen, kau bodoh! Kenapa bisa-bisanya kau masuk ke dalam kamar Kyuhyun?!

Aku menggaruk kepalaku gemas, dan sesekali menampari pipiku “hyeeen!!” gumamku sambil menarik hidungku yang mancung “babo!” sekarang aku menepak dahiku sendiri sampai terlihat bekasnya, merah. Aigoo, aku terlalu keras menepaknya.

“kenapa dahimu di cap seperti itu?” tanya Kyuhyun saat aku baru saja duduk di meja makan untuk sarapan. “tidak apa-apa” jawabku singkat “keren juga, cap telapak tangan seperti itu haha. Lain kali, cap jempol kakimu ya” kata Kyuhyun diikuti tawanya yang meledak-ledak. Aku membanting pisau selai yang tadinya sedang kupakai ke atas piring, sehingga menimbulkan bunyi yang nyaring dan Kyuhyunpun langsung terdiam “aku mau pulang!” putusku lalu beranjak ke kamar untuk packing. Ck, kenapa tidak dari kemarin-kemarin saja aku pulang? Bodoh! Kenapa baru kepikiran sekarang? Kyuhyun itu suka mempermainkan wanita. Bodoh sekali aku selalu masuk ke dalam perangkapnya.

“kalau kau pulang, bibirmu tidak akan selamat Hyen” ancam Kyuhyun, aku tidak menghiraukan perkataannya dan terus saja membongkar lemari dan memasukkan semua pakaianku ke dalam koper.

“ya! Kau mau?” tanya Kyuhyun yang masih saja tidak aku hiraukan.

Kyuhyun berjalan mendekatiku dan menarik daguku paksa melihatnya, dia memiringkan kepalanya dan memejamkan mata. Kepalanya semakin mendekat ke arahku sampai deruan nafasnya bisa ku rasakan. aku membelalakkan mataku kaget, Tuhan, ini hanya mimpi. Ini tidak akan terjadi. Hyen, kenapa badanmu terasa kaku? Kenapa urat sarafmu seakan mati semua?! Kyuhyun ingin menciummu, kau jangan mau bodoh!

DUAGH

Aku menonjok perutnya sampai dia mundur beberapa langkah dariku. Aku tersenyum penuh kemenangan dan langsung menyeret koperku keluar kamar. Kyuhyun mengikutiku dari belakang “seandainya kau akan pulang, kau ingin membeli tiket pesawat pakai apa jika dompetmu ada ditanganku?” tanya Kyuhyun bangga sambil bersandar di tembok dan memainkan dompetku ditangannya.

“YA! DOMPET-KU! KEMBALIKAN! DASAR PENCURI!!” aku melompat-lompat kecil berusaha untuk meraih dompetku yang sudah di junjung tinggi oleh Kyuhyun. Kyuhyun menarik kerah hoodie-ku dan memelukku erat “jangan pergi Hyen” bisik Kyuhyun tepat ditelinga kiriku. Membuatku bergidik geli. “sampai besok. Setidaknya sampai besok” kata Kyuhyun lagi. Aku tidak bisa berkata apa-apa dan entah ada setan apa yang merasuki tubuhku, akhirnya aku mengangguk. Hyen, sepertinya Kyuhyun telah memeletmu -_-

***

“ya duduk!” suruh Kyuhyun saat melihatku hanya berdiri di depan tv. Aku mundur beberapa langkah dan duduk di sofa sebelah Kyuhyun.

Aish Hyen, kenapa kau gugup ya?

“wae? Ada yang ingin kau tanyakan padaku?” eh? Tanyakan? Apa ya? Ah! iya, ada!

“si kembar itu.. eh, maksudku Jae Hyo dan Tae Hyo, si Coklat dan si Hitam itu, kau kenal?” tanyaku.

“hm”

“mereka siapamu?” tanyaku lagi ingin tahu.

“sepupuku” jawab Kyuhyun santai tapi mampu membuatku terbatuk-batuk kecil karna tersedak air liurku sendiri “Wae? Ini minum” Kyuhyun memberikanku segelas air yang ada di meja. Aku habiskan air itu dalam sekali teguk.

“kau semangat sekali meminum air bekasku” ledek Kyuhyun sambil tertawa geli.

“YA! Aku ini keselek! Mana tau aku itu minumanmu” sergahku.

“hm hm hm, ada urusan apa kau dengannya?” tanya Kyuhyun yang masih saja tidak mengalihkan pandangannya dari tv yang ditontonnya.

“mereka yang menolongku saat di Daegu, dan si Hitam itu yang menjadi lawan mainku saat pertandingan. Dan beberapa hari yang lalu, mereka resmi menjadi murid di kampusku. Sekelas pula. Dan si Coklat malah duduk disebelahku” keluhku sambil menutup wajahku dengan kedua tangan karna stress memikirkan 2 namja kembar itu.

“mereka yang menjadi mata-mata noona saat kau di Daegu” ucap Kyuhyun jujur.

“MWO?!” teriakku tidak percaya. M-m-mata-mata??? Jadi, 2 orang yang Ah Ra-unnie maksud itu si kembar? Orang yang menjagaku di Daegu secara tidak langsung itu si kembar? Aish… jinjja! Kenapa bisa aku tidak sadar seperti ini? Pantas saja mereka datang saat aku hampir ingin di perkosa! Pantas saja si Hitam itu mengalah padaku saat pertandingan. Pasti semuanya sudah direncanakan baik-baik dengan Ah Ra-unnie. Sialan!

“ya! Wae? Matamu aneh sekali melotot begitu” gumam Kyuhyun sambil menguyah kue di mulutnya “kalau bicara, telan dulu makananmu!” protesku padanya.

“hm, sudah. Ya, sekarang ada yang ingin aku bicarakan padamu” kata Kyuhyun, nadanya berubah, tiba-tiba serius dan dia mematikan tv-nya. memutar duduknya 90o ke kanan agar menghadapku.

“kau masih ingat kenapa aku waktu itu menyuruhmu ke SM Ent?”

Aku mengangguk kecil sambil menggigit bibir bawahku. Apa yang akan dia katakan? Kenapa tampak begitu serius? Menegangkan sekali.

“sebentar lagi album ke-5 Super Junior keluar, dan pastinya Super Junior akan mengguncang seluruh dunia, SM Ent merencanakan sesuatu, untuk semakin membuat Super Junior terkenal dan di beritakan di mana-mana, mereka merencanakan untuk memilih salah satu membernya, aku…” ucap Kyuhyun sambil menunjuk dirinya “untuk berpura-pura sedang menjalin hubungan dengan seorang yeoja” lanjutnya lagi. aku meneguk air liurku. Lalu, apa hubungannya denganku?

“karna pemberitaan mengenai artis berpacaran dengan artis sudah sangat pasaran, maka SM Ent memutuskan untuk membuat berita bahwa aku berpacaran dengan wanita biasa, bukan kalangan Entertainer” sambung Kyuhyun.

“so?” tanyaku yang masih penasaran.

“sebenarnya aku banyak memiliki teman wanita, hanya saja, aku mau kau yang menjadi pacar pura-puraku” kata Kyuhyun sambil tersenyum 3 jari.

“m-m-MWO?!”

“YA! Neo Michyeosseo?” ucapku ketus. “aniyo! Aku tidak mau!” tolakku.

“kajja Hyen, hanya pura-pura. Hanya sebatas pura-pura!!” seru Kyuhyun memohon. Aish! Masa aku harus jadi pacar pura-pura Kyuhyun?! Masalahku, aku hanya takut nanti aku jadi buai-buaian massa, terutama penggemarnya Super Junior apalagi Kyuhyun –_-

“kenapa tidak yang lain saja sih?!” tanyaku.

“aku takut jatuh cinta Hyen, kalau sama temanku yang lain. Aku takut aku nanti malah suka beneran sama mereka. Kalau sama kau, aku yakin aku tidak akan pernah suka padamu” itulah alasan yang keluar dari mulut Kyuhyun, yang menyebabkan beberapa peralatan dapur sampai bahkan mendarat mulus di seluruh badannya.

“hyen! Ya ya ya! Berhenti! Kau ini apa-apaan sih?!” gerutu Kyuhyun sambil menghindari lemparan-lemparan yang aku berikan.

“sekali lagi. panci belum!” teriakku sambil melempar panci ke arah Kyuhyun.

“hyen…..!” marah Kyuhyun.

“ya! Kau duluan yang mulai! Maksudmu apa kau tidak akan suka padaku? Memangnya aku ini cowok?!” ucapku tidak terima.

“kau satu-satunya teman cewekku yang bukan tipeku. Tidak ada satupun kriteria cewekku yang ada di dalam dirimu. Berbeda dengan teman-temanku yang lain” aku mencoba untuk mencerna perkataan Kyuhyun barusan. Hm, kenapa hatiku rasanya tidak karuan ya?

“kau mau?” tanya Kyuhyun lagi.

“lihat nanti saja” jawabku pasrah.

***

“ayo berjemur Hyen…. kayanya asik kalau kita harus berjemur dipantai siang-siang hehehe” cengir Kyuhyun, aku mendelik sebal “ani, aku tidak mau” tolakku “sebentar saja!” bujuknya lagi.

“Kyu! Nanti kulitku merah-merah!!” aku memberi alasan.

“kau temani aku saja” kata Kyuhyun tidak mau kalah dan langsung menarikku keluar villa.

“panas” ucapku gerah sambil mengikat rambutku asal. “bodoh!!! Kenapa kau pakai baju renang?!” tanya Kyuhyun yang baru sadar bahwa aku telah mencopot bajuku, sekarang baju renanglah yang terlihat. Aku nyengir kuda dan langsung berlari menuju pantai. Pasti asik kalau berenang, aku tidak memikirkan kulitku lagi. yang penting aku ingin berenang.

“HYEEEN!! Jangan pake baju seperti itu!!!” Kyuhyun menarik rambutku kasar sampai depan pintu kamar. “ganti baju!” ucap Kyuhyun kasar sambil menendang pinggangku.

“KYA” teriakku kaget saat dia menendang pinggangku “APO!” marahku lalu membanting pintu dengan keras.

Aku mengambil bajuku yang kemarin sudah dikemas rapih di dalam koper, aku mengambilnya asal, aku mendapatkan baju berwarna hijau muda tidak berlengan dan celana jeans tigaperempat.

“nah, kalau begini kan bagus!” puji Kyuhyun dengan seringai-annya yang err… mengerikan!

“masuk lagi!” kini Kyuhyun mendorong punggungku sampai aku benar-benar duduk di depan meja rias “bereskan rambutmu!” suruh Kyuhyun lagi. aku memelototinya tapi dia malah melemparku dengan bantal “ani! Aku tidak mau!” kataku sambil beranjak dari kursi meja rias. Kyuhyun menarik pergelangan tanganku sampai aku berbalik badan menghadapnya “wae?” tanyaku karna Kyuhyun hanya menatapku tajam. Tatapan matanya membuat kepalaku pusing!

“kau…. jelek sekali HAHAHAHAHA” ejek Kyuhyun. Kurang ajar! Memangnya kenapa kalau aku jelek? Bukan urusannya!

“kau pikir kau tampan huh?” sambarku sambil berkacak pinggang “Hyen, aku mau melihatmu di kuncir dua. Pasti seperti kelinci hahahaha”

Aku langsung duduk lagi di depan meja rias dan melepaskan ikatan rambutku. Aku menyisirnya dengan rapih dan mulai membagi rambutku dua bagian, aku menguncir rambutku jadi 2 lalu aku berdiri tepat di depan Kyuhyun dan berjongkok agar menatap bola matanya lebih dalam lagi “apakah aku cantik?” ucapku lemah lembut sambil tersenyum, poni yang hampir menutupi mataku, aku sibakkan ke kanan. Kyuhyun hanya diam terus menatap mataku tajam. Bodoh! Jangan tatap aku terus!!! Jantungku berdebar-debar!

“yeppeo!” kata Kyuhyun tegas lalu berdiri dan meninggalkanku sendiri di kamar.

Aku terjatuh lemas ke lantai “wae? Aigo” kataku saat memegangi dadaku, dapat kurasakan jantungku berdetak tidak normal. Terlalu cepat.

“yeppeo!”

Kenapa kata-kata itu terus berkelibatan di pikiranku?!

To Be Continued

20 responses »

  1. Pingback: My Nightmare Season II ♥♥Part 1♥♥ | FFindo

  2. Pingback: My Nightmare Season II ♥♥Part 1♥♥ « Nisa Ayu Thayalisha Hadi's

  3. Pingback: [FICLET] My Nightmare Season II : Hotel (Part 4) « Nisa Ayu Thayalisha Hadi's

  4. Pingback: My Nightmare Season II : Hotel | FFindo

  5. Wahhhh mkin seru…
    Sih Kyun m Hyen dri pura2 pacaran smpe benar2 pacaran jg nga ap2..aq sih stujuh2 aj..slnya mereka kan mirip sma2 EVIL*pletakk#dijitak m Kyu n Hyen

  6. Aaaaaa aq menyukai chapt nie >.<
    ayo hyen maua ja deh jd pacar nya kyu😀
    cieeee itu pujian pertama dr kyu bwt hyen iya kn ^^
    ahhh i love kyuhyen❤

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s