My Nightmare Part 7

Standard

Author : Nisa Ayu Thayalisha Hadi (Nam Hyen Hyo)

Cast :

Nam Hyen Hyo

Cho Kyuhyun

Support Cast :

Lee Jaehyo

Lee Taehyo

Go Ah Ra (Kyuhyun’s Sister)

Super Junior’s Member

Title : My Nightmare [Part 7]

Length : on going~

Genre : Romance, Fluff, Comedy

Rating : PG-15

Preview

“bereskan rambutmu!”

“ani! Aku tidak mau!”

“wae?”

“kau…. jelek sekali HAHAHAHAHA”

“kau pikir kau tampan huh?”

“Hyen, aku mau melihatmu di kuncir dua. Pasti seperti kelinci hahahaha”

“apakah aku cantik?”

“yeppeo!”

“yeppeo!”

Kenapa kata-kata itu terus berkelibatan di pikiranku?!

=============================================

“Ya! Sudah belum packingnya?” Kyuhyun menggedor-gedor pintu kamarku, aku hanya mendengus kesal mendengar suara beratnya yang teriak-teriak itu. Aku segera menarik koperku menuju pintu kamar dan membukanya lalu langsung berhambur keluar tanpa memperdulikan ocehan Kyuhyun.

“ayolah Hyen” bujuknya lagi “kalau mau pulang ya pulang saja” tegasku masih terus menarik koper menuju pintu utama.

Hari ini aku dan Kyuhyun akan meninggalkan Jeju, sebenarnya kita masih ada waktu 2 hari lagi, tapi karna panggilan mendadak Kyuhyun yang menyuruhnya harus cepat balik ke Seoul, jadi ya sudah. Kyuhyun benar-benar merusak liburan musim panasku. Jeongmal!

“setidaknya kita tinggalkan jejak kita disini!” ku dengar suara Kyuhyun yang sudah semakin jengkel. Aku menutup pintu rumah dan menggeret koperku menjauhi villa dan menuju pantai.

“hah, baiklah. Tapi pakai apa?” kataku yang sudah mulai luluh. Daritadi Kyuhyun merengek minta untuk kita bermain dulu sebelum benar-benar pulang ke Seoul. Dan dia meminta untuk meninggalkan jejak kami berdua. Memangnya bagaimana caranya?

“PISAU!” teriak Kyuhyun sambil mengeluarkan pisau dari tas selempangannya dan menjunjungnya tinggi-tinggi, membuatku terlonjak kaget dan menelan ludah, aku hanya takut akan mati sekarang ditangan Kyuhyun. Tidak lucu bukan kalau harus mati di Jeju Island?

“haha” aku tertawa garing sambil mundur beberapa langkah menjauhi Kyuhyun.

“KAJJA!” dia menarik tanganku dan membawaku ke sederet pohon kelapa dan duduk di pasirnya. Membuatku tertegun dan bingung apa yang akan dia lakukan?

“duduk bodoh! Kau seperti monyet hahaha” ledek Kyuhyun sambil tertawa dan terus mengacung-ngacungkan pisaunya. Membuatku bergidik ngeri membayangkan kalau beberapa menit kemudian pisau itu sudah berlumuran dengan darahku dan menancap mantap di perutku.

“Monyet! Duduk!” Kyuhyun menarik tanganku sampai membuatku terduduk disampingnya. “wae? Wajahmu kok tiba-tiba pucat?” tanya Kyuhyun menyelidik. Aku menggelengkan kepalaku dan tersenyum kaku padanya. Apakah ini akan menjadi hari terakhirku? Tuhan, kenapa kau mencabut nyawaku secepat ini? Dan lagi, kenapa kau membiarkan nyawaku terenggut oleh namja yang ku benci? Aish! Aku lebih memilih tertabrak mobil atau tenggelam di laut daripada harus di bunuh oleh Kyuhyun. Rasanya mengenaskan sekali.

“aniya” elakku dan segera membuang muka.

“pegang, kau duluan” aku sontak kaget mendengar perkataannya barusan “kau menyuruhku membunuhmu duluan? Jadi kau akan tepar duluan dan saat tepar kau akan membunuhku? Jadi kita akan mati bersama di pulau Jeju? Aish Kyuhyun! Di Seoul aja bunuh-bunuhannya!” gerutuku saat melihat Kyuhyun mengacungkan pisaunya di depan wajahku.

“YA! Kau ini bicara apa sih?!” marah Kyuhyun. Aku terdiam sesaat memikirkan kata-kataku barusan “iya, kau ingin membunuhku kan?” tanyaku lagi. benarkan? Bukankah Kyuhyun memang ingin membunuhku? Atau dia hanya ingin menggoreskan luka dengan pisau itu dan membiarkan darah kita menetes di pasir pantai? Aigooo, dia kan tadi bilang kalau kita harus meninggalkan jejak. Dengan darahkah? Kenapa tidak elit? Sebenarnya aku ini sedang bertemu dengan pemulung atau seorang artis ngetop diseluruh dunia??? Sengsara sekali cowok yang ada di sebelahku ini.

“Bodoh! Kau memang seperti monyet! Wajahnya, otaknya juga! Kita ukir nama kita di batang pohon kelapa ini dengan PISAU” kata Kyuhyun penuh penekanan pada kata Pisau. Aku memandangnya heran “dan kau, ukir namamu terlebih dahulu. Ini” Kyuhyun menyodorkan pisau yang di genggamnya, aku menelan ludahku dengan susah payah lalu mengambil pisau yang ada di tangan Kyuhyun dan beranjak pindah duduknya menjadi di depan Kyuhyun dan tepat di depan batang pohon kelapa yang sangat besar. Aku sudah menempelkan ujung pisau pada batangnya, lalu aku menoleh ke arah Kyuhyun “bilang dari tadi! Kambing!” dengusku sebal lalu mulai menggerakkan jari-jariku di atas batang pohon membentuk ukiran menjadi namaku dalam hangul.

(nyalain lagu Super Junior yang A Short Journey/Shining Star (tapi kayanya nyambungan A Short Journey, walaupun artinya menceleng banget -__- jangan liat artinya, dengerin nadanya aja hahaha) kalau mau baca selanjutnya, kalau ga punya, download dulu (eh?))

“Naaam…. Hyeeeen… Hyoooo” ejaku saat menuliskan namaku dalam hangul di batang pohon, aku menatapnya sebentar dan tersenyum. Walaupun mengukirnya rada sedikit sulit, tapi aku senang namaku terpajang disana.

“giliranku!” Kyuhyun merebut pisau ditanganku dengan kasar lalu mendorongku yang sedang terjongkok ke samping, aku terduduk dan membersihkan pahaku yang terkena pasir pantai sambil mencibirnya.

Kyuhyun menaruh ujung pisaunya di bawah namaku dan mulai mengukir namanya “Chooo… Kyuuu…. Hyuuunn” eja kyuhyun. Aku tersenyum melihat nama kita berdua terlukis sangat manis di batang pohon. Aku memasukkan kedua tanganku ke dalam jaket yang sedang ku gunakan. “bagus” desis Kyuhyun sambil tersenyum memandang nama kita berdua lalu ke arahku. Aku menatapnya sebentar dan tersenyum manis “ne, yeoppeyo” sambungku lalu mengalihkan pandanganku ke batang pohon kelapa.

Nam Hyen Hyo

Cho Kyu Hyun

Ini adalah pohon kelapa ke 9 dari kanan dan ke 6 dari kiri. Aku memiringkan kepalaku memperhatikan lebih dalam tulisan hangul yang tertulis tidak rapih di batang pohon kelapa itu. Manis sekali. Ada namaku. Dan juga namanya. Kenapa aku merasa darahku berdesir dengan deras? Aku merasa ada sesuatu di hatiku, ganjal sekali. Tapi aku merasakan bahagia yang berlebihan.

“tulisanmu lebih rapih dariku. Padahal mengukirnya susah loh. Kau hebat” Kyuhyun menyentuh puncak kepalaku dan mengacak-ngacakannya. Aku tersenyum menatapnya, dapat kulihat dia sedang tersenyum 3 jari. Senyum yang selama ini bisa membuat hatiku merasakan sesuatu yang aneh. Senang. Sangat senang.

“sini” Kyuhyun memaksaku berdiri dan menarikku sampai kaki kita benar-benar menyentuh hangatnya air laut yang terkena sinar matahari. Aku tertawa saat merasakan ada yang menggelitik kakiku, air disini benar-benar membuatku geli.

“hahaha” tawaku. Kyuhyun melepaskan genggamannya dan berjalan menjauhiku beberapa langkah “ada bintang laut!” kata Kyuhyun setengah berteriak, aku berlari menghampirinya dan menatap bintang laut itu secara bersamaan “cantik sepertiku” pujiku sendiri “ne” sahut Kyuhyun. Senyum yang daritadi terlukis sempurna di wajahku tiba-tiba sirna mendengarkan jawaban Kyuhyun. Aku mendongak menatapnya, Kyuhyun menatapku dalam. Aku membuang pandanganku dan tersenyum kaku.

“wae? Lihat, ada kepiting!!” seru Kyuhyun membuyarkan lamunanku lalu aku mengikuti Kyuhyun yang sudah berlari duluan. “hahaha, kau berani mengambilnya?” tantangku “berani” dengan segera Kyuhyun mengambil kepiting yang ukurannya tidak terlalu besar itu menggunakan tangan kanannya, sementara tangan kirinya memegang bintang laut tadi “kau mau yang mana? Kepiting atau bintang laut?” tawar Kyuhyun, aku tersenyum simpul sambil mengelus kedua tanganku “tentu saja bintang laut!” sahutku sambil mencoba untuk merebut bintang laut dari tangan Kyuhyun, Kyuhyun menjunjung tinggi tangan kirinya, membuatku melompat-lompat untuk meraihnya “kalau kau ingin bintang laut, cium dulu kepitingku” kata Kyuhyun. Aku mencibirkan bibirku lalu menggembungkan pipiku “ayo cium!” Kyuhyun menyodorkan kepitingnya tepat di depan bibirku. Apakah dia tidak tau kalau aku takut dengan binatang yang bisa menjepit?

Aku mundur beberapa langkah dan membalikkan badanku lalu berlari “ANIIII AKU TIDAK MAU KYUHYUN-AH!” teriakku sambil berlari, membuat air berpercikkan kesana-sini, membasahi bajuku “hahahaha, kau takut kepiting? Ayo cium dulu Hyen!” Kyuhyun terus mengejarku, mampus. Dia memang benar-benar ingin membunuhku ternyata.

Aku menghentikan langkahku dan merasakan jantungku yang berdegup terlalu cepat. Ternyata aku baru tau kalau ini adalah rasa bahagia. Sungguh Tuhan, terima kasih, ternyata kau masih membiarkanku merasakan sebuah kebahagiaan.

“ayo cium!” Kyuhyun tetap menyodorkan kepiting itu di depan bibirku. Aku mencium cangkangnya dan Kyuhyun segera memberikanku bintang lautnya.

“pantainya bagus sekali” puji Kyuhyun sambil menyipitkan matanya karna matahari yang terlalu terik. Kyuhyun duduk menunggu air menghampirinya dan membasahinya, aku duduk di sebelahnya dan memandang bintang lautnya “yeoppo” gumamku. Kyuhyun tersenyum “ini juga yeoppo” kata Kyuhyun sambil mengacungkan kepitingnya.

“tch!” aku mendecak sebal, tentu saja lebih cantik bintang laut dibanding kepiting.

“KYAAAA AIIIIR” teriak Kyuhyun saat air laut membasahi kita berdua. Aku tertawa, begitupun dengan Kyuhyun. Kyuhyun menciprati air ke arahku, aku membalasnya, membuat seluruh tubuhku dan tubuhnya jadi basah.

“aku bahagia” kata Kyuhyun saat sudah berdiri dan memandangi air laut yang bergejolak “aku juga. Baru kali ini aku merasakan sebahagia ini” gumamku.

Kyuhyun menatapku, aku mendongak menatapnya lalu tersenyum bersamaan “aku bersyukur pernah bertemu denganmu. Kau ternyata tidak segalak yang aku pikirkan” kata Kyuhyun membuatku kembali pada mood yang jelek “hah. Aku tidak bersyukur bertemu denganmu. Bertemu denganmu hanya akan membuat mood-ku semakin jelek saja” balasku.

Kyuhyun menatapku lagi, membuatku terdongak lagi agar menatapnya balik “tapi aku senang kau tidak mensyukuri semua itu” kata Kyuhyun, aku mengernyitkan dahiku. Kyuhyun tersenyum “kalau kau mensyukuri semuanya. Aku takut kau jatuh cinta padaku” gurau Kyuhyun.

“YAA! Hahaha” aku memukul pundaknya pelan. Kyuhyun mengacak-ngacakkan rambutku lalu tertawa hampir bersamaan denganku saat merasakan air laut mulai menghampiri kaki kami.

“hahaha” tawaku bersamaan dengan Kyuhyun.

“umma, lihat! Kakak berdua itu cocok sekali” aku menoleh ke asal suara itu dan kudapati seorang yeoja kecil sedang melihati kita berdua sambil tersenyum lebar. Aku ikut tersenyum dan mengalihkan pandanganku pada seseorang yang dipanggilnya ‘umma’

“umma?” gumamku.

“wae Hyen?” tanya Kyuhyun.

Umma? Itu umma? Jadi anak itu… anak umma dengan namja sialan yang sudah menjadi suami umma itu? Umma, wae? Anakmu saja bisa melihatku, kenapa kau melihatku seperti orang asing? Sama seperti anakmu melihatku, seperti tak kenal. Apakah kau memang sudah benar-benar melupakanku umma?

Sebulir air mata jatuh membasahi pipiku “wae Hyen? Gwaenchana?” tanya Kyuhyun lalu mendekapku ke dalam pelukannya “baru beberapa detik yang lalu kau tertawa bersamaku, kenapa sekarang kau malah menangis? Kau menangis bahagia huh?” cerca Kyuhyun. Aku terus menitikkan air mataku dalam pelukan Kyuhyun, membuat bajunya yang memang sudah basah terkena air, menjadi lebih basah karna air mataku yang menempel.

“badanmu bau asin!” aku mendorongnya dan membiarkan dia melepaskan pelukannya “umma, tadi mereka berpelukan hihihi” tawa anak kecil itu lagi. aku menatapnya tajam. Aku mengutuk diriku sendiri, kenapa tadi aku tidak membawa pisaunya? Sekarang mana pisaunya? Sungguh, aku ingin membunuhnya dan membuang mayatnya ke laut! Dia sudah membuat umma melupakanku! Pasti karna anak itu terlahir kedunia, umma jadi melupakanku.

Aku berjalan mendekati sang ibu dan anak kecil itu “annyeong” ucapku dingin tanpa membungkukkan badanku. Aku mengulas senyuman sinis di wajahku “kau sudah benar-benar melupakanku umma?” aku tau, saat umma sudah tidak mengenalku lagi seperti ini, pasti aku sekarang terlihat seperti orang gila yang tiba-tiba memanggilnya umma. Tapi aku yakin itu umma! Aku masih ingat wajahnya! Aku tidak pernah kecelakaan dan mengalami amnesia, tentu saja aku masih hapal betul raut wajahnya.

“umma?” ulang seorang ibu paruh baya itu. Aku mendecak dan menatapnya tajam “kau benar-benar melupakanku umma? Seorang anak perempuan yang telah kau tinggalkan? Seorang anak perempuan korban broken home? Seorang anak perempuan yang telah kau lahirkan! Seorang anak perempuan hasil dari pernikahanmu dengan PARK JUNG AH huh? Kau melupakanku sekarang karna kau sudah punya anak lain? Cih! Ternyata kau sama saja seperti ibu-ibu tidak berguna lainnya. Mungkin ini terakhir kalinya aku memanggilmu umma. Setelah kau mengingat siapa aku, aku harap kau tidak akan menyesal karna pernah bertemu denganku hari ini dan beberapa hari yang lalu. Umma… kau melupakanku dengan cara yang mengenaskan!” marahku di hadapannya, tentu saja ditemani dengan air mata yang telus mengalir membasahi wajahku.

“annyeong ahjumma, maaf, ini temanku mungkin sedang sedikit terganggu” Kyuhyun merangkulku dan segera menarikku menuju tempat dimana tadi kita menaruh  koper kita berdua. Dia memaksaku untuk membawa koperku sendiri, Kyuhyun menarik tangan kiriku yang kosong sampai ke villa dan menyuruhku untuk berganti baju karna jadwal keberangkatan tinggal 2 jam lagi.

“kajja!” ajak Kyuhyun saat aku dan dia sudah sama-sama mengganti baju. Aku mengelap air mataku dengan punggung tangan. Entah kenapa, air mata ini terus saja mengalir. Untuk apa aku menangisi orang yang sama sekali tidak berguna dalam hidupku “Nam Hyen Hyo” lirih seorang ibu paruh baya, membuatku berhenti melangkah dan menoleh kebelakang “kau sudah mengingatku rupanya? Jangan pernah mengingatku lagi….. umma” aku segera meraih tangan Kyuhyun dan menyusupkan jari-jariku ke dalam jari-jarinya. Telapak tangannya besar sekali, membuatku merasa aman berada di dekatnya. Nyaman. Tangan Kyuhyun yang sekarang menggenggamku, bisa meyakinkan hatiku bahwa didunia ini aku tidak boleh bersedih, dan aku masih mempunyai dia dan juga Ah Ra-unnie.

“gomawo” ucapku sambil terisak.

“aku tidak tahu apa masalahmu. Tapi aku tidak suka melihatmu menangis. Kau bahkan lebih jelek dari monyet saat menangis!” ejek Kyuhyun, aku mencibirkan bibirku dan sedetik kemudian tertawa “kau pikir kau apa kalau aku monyet? Kau tau, kau itu seperti kambing buahahahaha” tawaku meledak, awalnya aku kira Kyuhyun akan marah karna aku mengejeknya balik, tapi dia hanya tersenyum penuh arti padaku “aku senang kau bisa tertawa lagi” serunya tanpa menatapku.

***

“huaaaah Unnie! Neo jugesseo *mati kau*!” dumelku saat bertemu Ah Ra di incheon airport “hahaha, gimana liburan berdua? Menyenangkan kah? Ngapain aja?” tanyanya seraya mengalihkan pembicaraan.

Aku mendecak kesal dan tidak menjawab “noona, aku nyesel setelah menyuruh noona pulang. Kau lihat? Badanku memar semua, dia memukuliku dengan peralatan dapur. Apakah dia tidak kejam? Aku baru tau ada yeoja seperti dia. Dia bahkan lebih ganas daripada fans-fansku” jelas Kyuhyun. Aku mengekori mereka berdua di belakang sambil terus mengulangi gaya bicara Kyuhyun. “tch!” decakku saat Kyuhyun menoleh ke arahku dan tersenyum. Licik sekali dia.

“noona, aku akan berpacaran pura-pura dengannya” seru Kyuhyun saat sudah memasuki mobilnya. Kali ini Ah Ra-unnie yang menyetir, mengingat Kyuhyun baru saja sampai, pasti lelah sekali. “MWOYA?” kaget Ah Ra.

“ne, entahlah. SM ada-ada saja” kata Kyuhyun sambil menaruh kedua tangannya di belakang kepala “Ya! Bukan aku loh ya yang mau menjadi pacar pura-puramu” sangkalku sebelum Kyuhyun akan bilang ke noona-nya bahwa aku yang menyalonkan diriku sendiri. Kyuhyun itu suka mengarang cerita. Menyebalkan.

“lalu lalu?” Ah Ra seperti merasa tertarik dan Kyuhyun menceritakannya dari awal sampai kepada tragedi dia dilempari perlatan dapur olehku karna alasan yang menusuknya itu. Aku menyandarkan badanku di jok belakang sambil menggembungkan pipi. Entah, hatiku rasanya senang sekali saat berada di Jeju, bahkan sampai sekarang. Padahal aku sedang bersama Kyuhyun, tidak biasanya aku merasa sesenang ini. Ah, pasti karna impianku tercapai, bisa datang ke Jeju, maka tidak peduli aku kesana dengan siapa, yang penting aku bisa menginjak Jeju. Aku tersenyum sendiri mengingat hal-hal menyerukan yang telah aku lakukan dengan Kyuhyun.

“lihat noona, sepertinya dia jatuh cinta padaku. Dia sepertinya merasa bangga karna aku memintanya untuk menjadi pacar pura-puraku. Padahal kan hanya pura-pura” ucap Kyuhyun santai sambil mengangkat bahu. Aku melepas topi yang di pakainya dan melemparnya ke mukanya “Ya! Aku bukan tersenyum karna itu!!” elakku. Seenaknya saja dia mengartikan senyumku. Sok tahu sekali.

“Hyen, besok kau harus ke SM, aku akan menjemputmu” kata Kyuhyun yang di ikuti decakkanku “Ya! Kau ini mendecak terus. Apa hobimu sudah ganti? Biasanya kau main fisik, sekarang mendecak ckck. Aku sepertinya sudah salah mengenal yeoja”

“kenapa sih kau membuatku jengkel terus huh?!” aku mencubit lengannya “ya! Apho Hyen!!” Kyuhyun mengelus-ngelus bekas cubitannya.

“sudahlah. Kalian ini membuatku tertawa saja. Bagaimana kalau kalian beneran saja?” Ah Ra-unnie mulai angkat bicara.

“musun soriya *apa maksudmu* noona?” tanya Kyuhyun sambil mengernyitkan dahi. Aku menyandarkan daguku di jok Kyuhyun dan melihat ke arah Ah Ra-unnie, sama bingungnya dengan Kyuhyun.

“kalian pacaran beneran saja”

“MWO?” ucapku berbarengan dengan Kyuhyun. Dia menoleh ke arahku dan aku segera menyingkirkan daguku segera dari joknya, “MALDO ANDWAE *tidak mungkin* UNNIE!”

“Ya! Siapa juga yang mau berpacaran dengan yeoja galak sepertimu? Kecuali jika aku sudah bosan hidup, aku pasti akan menikahimu. Karna pasti setelah seminggu menikah, aku akan mati karna siksaan darimu. Nanti di koran tertera ‘Cho Kyuhyun, Magnae Super Junior mati di bunuh istrinya dengan penggorengan’

TOK!

Aku memukul kepalanya dengan sepatu sneakersku, “YAAAAA!!!” teriakku geram melihat tingkahnya.

Tch! Tuhan, kenapa kau harus mempertemukan aku dengan Kyuhyun? Ah ani, kenapa kau harus mempertemukan aku dengan Ah Ra? Jika aku tidak kenal dia, aku juga tidak akan kenal Kyuhyun. Babo! Kenapa waktu itu kau harus membantu Ah Ra sih? coba kalau kau tidak membantu Ah Ra, hyen, pasti kau tidak akan kenal Kyuhyun dan tidak akan semengenaskan ini hidupmu karna kenal dengan Kyuhyun. Selalu di recoki dengan lelucon garingnya yang membuat darahmu naik sampai ke ubun-ubun. Aish!

***

“yeobosaeyo” gumamku dengan mata yang masih terpejam. Aish! Ini masih jam 8. Aku tidak ada jadwal di kampus hari ini, kalau bukan deringan handphone yang dari tadi menusuk telingaku, mungkin aku belum bangun. Mengganggu saja!

“yeobosaeyo nuguya?” ulangku lagi karna tidak mendengar suara dari seberang.

“ya! Ini Kyuhyun. Cho Kyuhyun. Kau baru bangun? Aish! Dan lagi, kau tidak menyimpan nomorku di kontakmu? Ya Nam Hyen Hyo, kau ini beruntung sekali mendapatkan nomorku, berjuta-juta yeoja sampai mengemis meminta nomorku, tapi tidak ku kasih. Kau yang tidak meminta, bahkan punya nomorku. Kenapa kau tidak bersyukur sih?”

“ya! Aku sekarang sedang tidak mood untuk mendengar omelanmu Cho Kyu. Cepat katakan ada apa!” ucapku lemas dan serak karna masih mengantuk. Aku membiarkan handphoneku berada di atas telinga kananku tanpa ku pegang.

“Hyen, namaku ini Kyuhyun. Cho Kyuhyun. Kau harus memanggilku Kyuhyun atau Cho Kyuhyun. Atau Kyu, saat memanggil. Jangan Cho Kyu, itu tanggung sekali dan tidak enak didengar” omel Kyuhyun lagi.

“AH!” teriakku gemas lalu menekan tombol merah di handphone-ku dan kembali tidur. Lagu Bad Girl dari B2ST terus berputar di handphone-ku tanda ada telefon masuk. Aku meraih handphone-ku dan tertera nama Kyuhyun di layar. Aku menekan tombol hijau dan segera menaruhnya di telinga kiriku.

“sekali lagi kau mengomel tidak jelas, tidak akan aku biarkan kau menelfonku lagi. arasseo?” ancamku.

“Hyen, aku sudah ada di parking area apartement-mu. Apakah kau lupa kalau sekarang kau harus ikut bersamaku ke SM untuk menyiapkan misi pura-pura kita?” kata Kyuhyun dengan nada yang aku yakin sekali dibuat-buat untuk sabar. Dia pasti sekarang sedang marah kalau tadi aku tidak mengancamnya dulu.

“aku masih ngantuk. Jam 1 siang saja” aku bernegosiasi “Hyen, kau harus datang kesana sekarang. Cepat keluar!! Tidak usah mandi! Nanti di SM juga kau akan di dandani, karna tidak mungkin bukan kalau tidak? Aku juga tidak mau di bilang kalau aku berpacaran dengan pedagang daging karna mukamu yang tidak meyakinkan” cerca Kyuhyun.

“Kyuhyun, sudah kubilang bukan untuk tidak mengomel tidak jelas? Sekarang adalah kesempatanmu untuk bicara sekali lagi. setelah itu, kau tidak boleh menelfonku lagi!”

“Hyen, cepat keluar. Sekarang. Kalau tidak, aku akan mendobrak pintu rumahmu dan menyeretmu keluar. Arasseo?”

“tch! Kau menyusahkan!” decakku dan langsung memutuskan hubungannya. Aku menggaruk kepalaku yang tidak gatal dan segera duduk. Aku menyibakkan selimutku dan beranjak ke kamar mandi.

Aku memakai tangtop berwarna biru muda dan hoodie pink yang aku lipat sesikut, hotpants jeans dan juga sepatu sneakers berwarna hijau campur kuning. Aku meraih tas selempanganku di gantungan baju dan segera berlari keluar kamar.

“kau terlambar 56 menit. Hampir sejam. Kau membuatku merasakan betapa panasnya pantatku karna terus duduk menunggumu. Dan kau…. kau membuat pantatku tidak seksi lagi nantinya” dumel Kyuhyun saat aku membuka pintu mobilnya. Aku hanya diam dan terus memakan roti yang sempat ku bikin sebelum keluar rumah.

“ya! Jangan makan di dalam mobilku, nanti kotor” gerutu Kyuhyun sambil merebut roti di tanganku. Aku menghembuskan nafasku karna terlalu kesal, bisa saja sekarang aku memenggal lehernya jika akal sehatku sudah hilang.

“kau mau aku meludah di mobilmu?” ucapku dingin. “kembalikan rotiku” aku mengulurkan tangan kiriku sambil menatap keluar jendela “yaaah kalau kau mau mobilmu ini penuh dengan ludahku, tidak apa-apa” kataku lagi dengan nada meremehkan “aish! Makan, cepat, jangan bikin mobilku kotor” sahut Kyuhyun.

Aku memakannya setengah lalu sengaja menjatuhkannya “waaah jatuh Cho Kyu…” ucapku pura-pura menyesal “yaaah, eotte?” aku memasang wajah memelas dan segera di sambut dengan tatapan mematikan Kyuhyun. Aku tertawa terbahak-bahak sampai menaikkan kakiku di atas jok “Ya! Jok-ku nanti kotor!” marah Kyuhyun. “kotor? Jok? Sekalian dashboard-nya bagaimana???” tawarku sambil memijak-mijakkan kakiku di dashboard mobilnya.

“HYEN!” teriak Kyuhyun sambil mengerem mendadak, aku mengerucutkan bibirku “wae?” tanyaku santai “kau membuatku kesal!” marah Kyuhyun “oh, kau pikir kau tidak membuatku kesal dengan membangunkanku sekarang dan memaksaku untuk menjadi pacar pura-pura mu huh?” balasku. Kyuhyun terdiam dan mulai menjalan mobilnya lagi.

Diam.

Hening.

Sunyi.

Sepi.

Itulah kata-kata yang bisa digambarkan untuk suasana di dalam mobil Kyuhyun saat ini.

***

“Kyu! Aku tidak mau pakai dress” ujarku saat seorang stylish datang membawa dress yang harus ku gunakan. Aish, aku seperti ingin main sinetron saja.

“Hyen….” kata Kyuhyun sambil melotot. Aku mendecak dan segera ikut ke ruang ganti untuk memakai dress. Aaah! Kau tau sulli f(x)? Dress-ku seperti dia kalau sedang live. Jinjja, ini menjijikan digunakan olehku.

“Kyu…” aku menggembungkan pipiku saat keluar dari ruang ganti “bagus” kata Kyuhyun sambil mengacungkan kedua jempolnya “tch!” aku memijakkan kaki kananku ke lantai karna kesal.

“tolong buka sepatu anda ahgassi, kau harus ganti dengan yang ini” dia memberikanku sepatu high heels yang.. uhm, mungkin sekitar 7cm tingginya. MWO? 7cm?

“aniya!” tolakku langsung “HYEN!” sentak Kyuhyun. Aku mencibirkan bibirku dan langsung mengganti sepatuku dengan sepatu berhak tinggi itu. Aku tidak bisa jalan jika harus memakai sepatu berhak seperti ini. Apa Kyuhyun sudah gila? Aish.

30 menit berlalu, dia bermain dengan rambutku, mengubah gaya rambutku yang tadinya biasa saja, menjadi luar biasa. Rambutku jadi seperti Yoona SNSD. Kau tau?

Aku hanya tau Yoona, Krystal dan Sulli, maka dari itu aku hanya menyamakan diriku dengan mereka berdua. Aku tau itu juga dari hp Ah Ra-unnie, dia punya foto mereka bertiga.

“yeppeo” gumam Kyuhyun setengah berbisik, aku menoleh ke arahnya “kau bilang apa tadi? Yeppeo? Hahaha” aku geli sendiri mendengar gumaman Kyuhyun yang mengatakan aku cantik.

Aku segera beranjak dari kursi dan berniat untuk menghampirinya, tapi kakiku kesleo “AH” refleks aku berteriak. Kyuhyun memapahku. DEG. Jantungku rasanya berhenti sesaat. Tatapan Kyuhyun terlalu jauh ke dalam mataku. Aku bahkan sampai tidak bisa mengalihkan pandanganku. Kyuhyun membiusku. Tuhan, kenapa mataku sama sekali tidak bisa bergerak? Bagaimana ini. Terlalu dalam. Terlalu tajam.

“Ah. ya! Hyen, kau ini kalau jalan hati-hati” Kyuhyun membantuku berdiri, aku merapihkan pakaianku dan mengerucutkan bibirku “aku tidak biasa memakai high heels, jangan salahkan aku. Salahkan kau yang telah memaksaku!” desisku sebal.

“ayo kita mulai aksi pura-pura kita” Kyuhyun menyodorkan lengan kanannya dan aku pun menggaitnya. Kenapa jantungku berdetak seperti ini lagi Tuhan?

Lengan Kyuhyun yang terlapisi kaos lengan panjangnya terasa hangat di tanganku.

“apa aku tidak terlalu berlebihan memakai pakaian seperti ini? Lihat penampilanmu. Celana kain hitam dan baju polos lengan panjang. Aku? Rambut yang seperti dari salon, dress pendek, sepatu high heels, dan… ah! handbag ini, terlalu ramai menurutku” ocehku sambil mengacungkan handbag yang diberi orang tadi padaku. Berwarna pink dan terlalu banyak manik-manik. Aigooo. Aku seperti ibu-ibu.

“Kyu, lihat!” aku menarik lengannya agar mundur beberapa langkah mengikutiku. Aku melihat bayangan diriku di kaca dan juga Kyuhyun tentunya. Aku dan Kyuhyun seperti pasangan beneran. Aigo, jantungku berdetak cepat lagi.

“cocok kok. Pasti banyak yang percaya. Kajja! Bagaimana kalau kita jalan kaki saja? Biar mengundang perhatian banyak orang” ajak Kyuhyun. Baru saja aku membuka mulut, tapi kuurungkan niatku untuk menolaknya dan segera mengangguk “jangan lepaskan tanganmu, jika tidak aku tidak bisa berjalan dengan sepatu ini” bisikku saat kita berdua sudah keluar dari gedung SM dan mulai berjalan.

Semua mata memandang kami sebal. SEMUA. Tapi ada beberapa yang tersenyum dan juga terlihat bingung. Kyuhyun memainkan rambutku, membuatku jijik. Sesekali dia mengajakku mengobrol dan tertawa sendiri, padahal tidak ada yang lucu. Lalu tiba-tiba dia mengacak-ngacakkan rambutku. Aish, sungguh ini menjijikan sekali. Aku hanya tersenyum garing melihat perlakuannya. Jika aku tidak disuruh, mana mungkin aku senyum. Tch!

Aku dan Kyuhyun memasuki sebuah restoran yang tidak terlalu jauh. Sekitar 200 m kita berjalan, tapi sepertinya sudah ada 1000 pasang mata yang melihat ke arah kita. Bahkan mungkin lebih? Orang yang berlalu lalang dengan mobilnya saja sampai membuka kaca mobil dan melihat ke arah kita sampai melongo.

“kau lihat? Wartawan sudah sangat ganas sekali di luar” kata Kyuhyun. Aku menoleh ke arah pintu utama restoran ini yang memang terbuat dari kaca dan benar saja. Banyak sekali wartawan di sana. Aish, bagaimana ini? Menyusahkan saja.

“tenang saja. Aku akan melindungimu my fake girlfriend” ucap Kyuhyun sinis.

***

“Kyuhyun, kalian terlihat mesra, apakah ada sesuatu di antara anda berdua?”

“apakah wanita ini adalah pacarmu?”

“kenapa kau berani sekali bepergian dengan seorang wanita tanpa alat penyamaran?”

“tolong beri kami jawaban Kyuhyun”

“Kyuhyun, apakah agency-mu sudah tau tentang ini?”

“apakah agency-mu tidak menentangnya?”

Begitulah pertanyaan yang terlontar saat kita baru saja membuka pintu. Bahkan masih banyak lagi pertanyaan-pertanyaan anehnya. Aku hanya diam, karna kyuhyun menyuruhku diam. Ah, sungguh, ini sesak sekali. Terlalu risih. Baru kali ini aku terjebak dalam situasi seperti ini. Kyuhyun terus menarik tanganku untuk keluar dari gerombolan para wartawan dan juga para fansnya.

Setelah Kyuhyun merasa sudah tidak terlalu sesak, dia membalikkan badannya menghadap para wartawan tadi sambil merangkul pundakku.

Jika ini bukan pura-pura, aku sudah menepis tangannya dan memotongnya. Sungguh.

“tolong jangan terlalu dekat, biar lebih leluasa aku menjelaskan semuanya” Kyuhyun berbasa-basi. Aish! Cepat jawab, biar aku bisa cepat-cepat bebas dari para iblis yang terkutuk hari ini.

“dia… dia memang yeojachingu-ku. Aku berani tidak memakai alat penyamaran karna aku memang sengaja ingin memperkenalkan yeojaku kepada kalian semua. Masalah agency, semuanya sudah tau. Dan setelah terjadi perdebatan antara kami berdua, akhirnya mereka mengizinkanku untuk menjalin sebuah hubungan. Dia memang bukan dari kalangan entertainer, dia hanya orang biasa dan dengan begitu, dia bisa lebih mengurusiku dan mengerti aku. Terima kasih. Aku rasa cukup untuk sekarang, dan aku kira kalian sudah puas dengan jawabanku” aku hanya tersenyum tipis mengarah ke kamera yang sedang merekam kami. Semua orang yang berdiri didepan kami terperangah mendengar jawaban BOHONG Kyuhyun. Pintar sekali dia berbohong. Benar-benar lancar ucapannya.

Kyuhyun membungkukkan badannya dan diikuti olehku lalu menggait tanganku dan berjalan menuju SM lagi. hah. Setidaknya kami sudah terbebas dari santapan para karyawan yang begitu ganas.

“ternyata pintar sekali kau berbohong” sindirku.

“bukan begitu, hanya saja…”

“apa?” potongku.

“aku hanya melontarkan kata-kata yang telah aku pelajari tadi malam bersama para hyung-ku. Aku sudah tau bahwa pertanyaan itulah yang akan keluar” kata Kyuhyun sombong.

“oh” jawabku singkat.

“tanganmu kecil sekali. Aku bahkan bisa menggenggamnya hahaha” tawa Kyuhyun “tentu saja bodoh. Aku ini kan yeoja, dan kau namja” sahutku.

“iya, kau merasa hangat?” tanya Kyuhyun.

“tentu saja. Panas, bukan hangat lagi. lihat lah, matahari terlalu bersinar siang ini” kataku.

“bukan, maksudku, apakah kau merasa hangat ada di genggamanku?” tanya Kyuhyun sambil menatap mataku dalam. Sama seperti diruang fitting room tadi. Aku menelan ludahku dengan susah payah. Kyu, ini masih di jalan. Apa kau sedang akting juga?

“ah, molla” aku mengangkat bahu dan segera berjalan mendahului Kyuhyun.

“akan kubuat kau merasakan sebuah kehangatan yang benar” gumam Kyuhyun sambil menggenggam tanganku lagi.

Aku tau Kyu, aku merasakannya. Aku merasakan kehangatan menjalari seluruh tubuhku setiap kali kau memegang tanganku. SETIAP KALI. Hanya saja, awalnya aku tidak tahu apa ini, aku hanya berpikir. Dan aku kira, kau tidak merasakannya. Tapi ternyata kau merasakannya, kau bahkan tahu bahwa aku merasa hangat.

Apa ini namanya Tuhan kalau jantungku selalu berdetak cepat setiap kali berada di dekat Kyuhyun?

Apa ini namanya saat tanganku merasakan hangatnya kasih sayang saat Kyuhyun menggenggamku?

Apa namanya ini saat aku merasa bahagia yang berlebihan ketika aku berada di Jeju Island?

Cinta?

Kau percaya dengan Cinta?

Apakah kau percaya dengan cinta yang bisa merubah segalanya termasuk hidupmu?

Cih! Siapa bilang cinta itu indah? Cinta itu menyakitkan!

Cinta itu seperti air, mudah di gapai tapi mudah juga untuk menghilang. Apakah hal seperti itu yang menurutmu membahagiakan? Jinjja?

Aku bahkan tidak percaya dengan cinta.

“apakah kau berdebar sekarang?” tanya Kyuhyun.

“ani” ucapku berbohong.

“aku berdebar” kata Kyuhyun membuatku terperangah.

 

TO BE CONTINUED

26 responses »

  1. Pingback: My Nightmare Season II ♥♥Part 1♥♥ | FFindo

  2. Pingback: My Nightmare Season II ♥♥Part 1♥♥ « Nisa Ayu Thayalisha Hadi's

  3. Pingback: [FICLET] My Nightmare Season II : Hotel (Part 4) « Nisa Ayu Thayalisha Hadi's

  4. Pingback: My Nightmare Season II : Hotel | FFindo

  5. Kayanya Kyu Hyun sama Hyen Hyo udh mulai suka tuh cm Hyen Hyo nya aja yg blm sadar… Hehe… Lanjut baca ya eonni…

  6. Kkkkkkyyyyyaaaaaaaa kyu so sweetttttttttttt >.<
    andai itu bukan pura" , pasti bakl lebih sweet lgy😦
    jd mereka sekarang pacaran *pura":/
    semoga aja hyen baik" aja gg ada teror apapun :3

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s