My Nightmare Part 8

Standard

Author : Nisa Ayu Thayalisha Hadi (Nam Hyen Hyo)

Cast :

Nam Hyen Hyo

Cho Kyuhyun

Support Cast :

Lee Jaehyo

Lee Taehyo

Go Ah Ra (Kyuhyun’s Sister)

Super Junior’s Member

Title : My Nightmare [Part 8]

Length : on going~

Genre : Romance, Fluff, Comedy

Rating : PG-15

Preview

“akan kubuat kau merasakan sebuah kehangatan yang benar”

Apa ini namanya Tuhan kalau jantungku selalu berdetak cepat setiap kali berada di dekat Kyuhyun?

Apa ini namanya saat tanganku merasakan hangatnya kasih sayang saat Kyuhyun menggenggamku?

Apa namanya ini saat aku merasa bahagia yang berlebihan ketika aku berada di Jeju Island?

Kau percaya dengan Cinta?

Apakah kau percaya dengan cinta yang bisa merubah segalanya termasuk hidupmu?

Cinta itu seperti air, mudah di gapai tapi mudah juga untuk menghilang. Apakah hal seperti itu yang menurutmu membahagiakan? Jinjja?

Aku bahkan tidak percaya dengan cinta.

“apakah kau berdebar sekarang?” tanya Kyuhyun.

“ani” ucapku berbohong.

“aku berdebar” kata Kyuhyun membuatku terperangah.

=======================================

“aku berdebar” kata Kyuhyun membuatku terperanga.

Kyuhyun, berdebar? Apakah dia benar-benar berdebar? Merasakan sesuatu yang sama di hatiku kali ini? Apakah debaran ini berasal dari genggamannya yang terlalu kuat di tanganku? Tuhan, aku baru percaya bahwa cinta akan mengubah segalanya termasuk hidupku. Dan aku sadar sekarang, bahwa beberapa persen kepribadianku sudah menghilang begitu saja. Bahkan sekarang aku seperti tidak mengenali diriku sendiri. Kenapa aku tidak protes saat Kyuhyun menggenggam tanganku? Itu salah satu contohnya. Tuhan, apa benar aku mencintai Kyuhyun?

“ya! Wajahmu jelek sekali hahaha. Kau kaget? Siapa juga yang berdebar? Tidak mungkin aku berdebar hanya karna berpegangan tangan denganmu” ucap Kyuhyun sambil tertawa saat kami sudah sampai di depan gedung SM Ent.

Tch! Ternyata dia hanya mempermainkanku. Mana mungkin aku jatuh cinta dengan namja kurang ajar seperti ini! Aku tidak jatuh cinta. Aku tidak mencintai Kyuhyun!!!

“oh” jawabku singkat sambil sengaja menginjak kakinya dengan ujung high heelsku. Beruntung sekali dia masih menggunakan sepatu, jika dia tidak menggunakan sepatu, aku akan buat kakinya bolong karna tancapan hak-ku yang terlalu tajam dan menekan. Tch!

Jika aku tidak kenal Ah Ra, aku tidak akan pernah mengenal namja menjijikan ini.

“jangan bilang kau juga berdebar?” tebak Kyuhyun sambil asik berjalan menuju ruang latihan dance-nya, aku hanya mengekorinya tanpa menjawabnya. Aku mengekorinya bukan karna apa-apa, tapi aku tidak tahu harus melakukan apa disini. ruang-ruangnya saja aku tidak tahu. Ini terlalu besar, dan aku tidak mau tersesat disini. terlalu mengenaskan.

“waaah Kyuhyun-ah, kau membawa Hyen lagi ya?” para member Super Junior segera menghampiri kami berdua yang masih berdiri di ambang pintu dengan muka yang… err Kyuhyun tersenyum tapi aku melayangkan tatapan tajam.

“hai Hyee… Kyuhyun, iya, Kyuhyun. Hai Kyuhyun” sambut Eunhyuk sambil menghampiri kita berdua. Aku yakin sekali tadi dia ingin menyapaku, tapi karna aku menatapnya tajam dan seolah berkata bahwa aku akan membunuhnya, jadi dia memelesetkan perkataannya, begitupun gerakannya. Tadinya dia ingin menghampiriku, tapi sekarang dia malah menghampiri Kyuhyun. Tch! Apakah tatapanku sebegitu menyeramkannya?

“siapa itu? Kenapa aku tidak pernah tahu Kyuhyun punya yeojachingu?” ceplos seseorang yang suaranya berat dan agak serak, aku meliriknya dengan ekor mataku dan sontak kaget melihatnya. Itu kan… orang yang beberapa hari lalu aku liat di TV dalam acara immortal song 2. Oooh, ternyata dia juga member Super Junior? Mengenaskan sekali hidupku, dimana-mana bertemu dengan Super Junior.

“kau kan yang kalah dalam acara Immortal Song kan? Tch! Aku juga ragu saat melihatmu di TV, kenapa orang sepertimu harus ikut acara seperti itu?” sindirku hebat lalu duduk di sebelah Kyuhyun.

“ya! Kyuhyun, yeojachingu-mu itu kurang ajar sekali! Baru kali ini ada yang berani menjelek-jelekkanku seperti itu!” marahnya sambil berdiri dan berkacak pinggang “suaranya serak, berkacak pinggang, pendek, rambut yang sepertinya… err kasar yah, tidak pantas sekali. Jelek. Seperti kura-kura” aku melanjutkan aksi menyindirku. “yesung-hyung, dia bukan yeojachingu-ku. Dia hanya yeojachingu pura-puraku” timpal Kyuhyun, aku hanya mengangguk kecil dan melirik seseorang yang berada di sebelah kiriku.

Eh? Donghae?

“annyeong Hyen” sapanya ramah “sejak kapan kau ada disebelahku?” tanyaku heran.

“sejak kau duduk disini” Kyuhyun melihati kita berdua dan segera berdiri, dia duduk di antara aku dan Donghae. Tentunya setelah menggeser badanku dan badan Donghae hingga terpisah jarak.

“YA! Kau ini apa-apaan sih?!” marahku.

“kau tidak boleh mengobrol dengan siapapun. Kau ini kan pacarku” ucap Kyuhyun dengan ekspresi wajah yang tidak bisa aku artikan.

“aku hanya pacar pura-puramu. Sebatas pura-pura saja! Bukan asli!” aku membenarkan. Aku ingin pulang saja! Merepotkan disini!

“monyet!” panggilku. “ya! Kau monyet!” kata sambil menunjuk si monyet itu karna saat aku memanggil monyet tidak ada satupun yang menengok “antarkan aku pulang!” aku menarik tangannya paksa.

Hanya dia yang tau rumahku. Aku tidak mau harus repot-repot menyebutkan alamatku.

“ada satu syarat” si monyet itu memberhentikan langkahnya, membuatku menengok ke arahnya “kau harus baik padaku” sambungnya lagi sambil mengedipkan mata satunya. Aku memicingkan mataku dan melepas tangannya dari genggamanku “oh, geurae. Tapi sayangnya aku tidak mau” tolakku.

“ah, yasudah, bagaimana jika syarat yang lain saja?” tawar Eunhyuk. Aku menimang-nimang sebentar. Bagaimana ya? Aku kesini hanya membawa uang pas-pasan. Lagipula, kalau harus naik taksi aku takut uang sisaku nanti habis. Kalau naik bus, aku tidak tahu harus naik bus berapa kali dan bus apa saja -_- aish!

“oke”

“mulai sekarang panggil namaku. Aku bukan monyet. Namaku Eunhyuk. Lee Eunhyuk. Lee Hyuk Jae” mwo? Eunhyuk? Lee Eunhyuk? Lee Hyuk Jae? Namanya yang mana? Apakah dia punya 3 nama? Ah, ani ani. Kalau Eunhyuk dan Lee Eunhyuk itu sama saja! Kalau Lee Hyuk Jae? Apa namanya ada 2? Merepotkan saja.

“kau seperti monyet soalnya. Ya! Namamu itu yang mana? Eunhyuk? Lee Eunhyuk atau Lee Hyuk Jo?” tanyaku.

“namaku Lee Hyuk Jae. Bukan Lee Hyuk Jo. Tapi nama panggungku Eunhyuk. Kau bisa memanggilku Eunhyuk”

“aish! Namamu menyusahkan saja. Menganggu pikiranku. Sudahlah. Monyet saja!”

“kau mau di antarkan pulang tidak?”

“ah Hyung, berurusan dengannya memang tidak akan pernah selesai” sela Kyuhyun sambil berselonjor.

“annyeong hyung” sapa seseorang ramah di ambang pintu. Siapa ya? Ah, aku seperti mengenalnya!

“Kyu-hyung, ini ada bekal dari umma” katanya lagi sambil menghampiri Kyuhyun.

“ah ne, gomawoyo Jae Hyo-goon” ucap Kyuhyun ramah sambil merampas bawaan Jae Hyo dan langsung memakannya “aish, umma-mu memang pintar sekali memasak Jae Hyo-goon” gumam Kyuhyun sambil mengunyah makanannya.

“Jae Hyo-ssi, apa kau mau pulang?” tanyaku sambil berjalan ke arahnya meninggalkan si Eunhyuk sendirian. Benarkan? Eunhyuk namanya? Tch!

“ne, kau mau ku antar? Kajja!” Jae Hyo melangkah melaluiku dan menuju ke arah pintu “ah Hyung, aku duluan ya” permisinya pada Kyuhyun. Kyuhyun hanya mengangguk dalam diam sambil terus mengunyah makanannya. Heran sekali, padahal tadi baru saja dia makan denganku, sekarang ada makanan lain, masih saja di embat. Rakus juga rupanya namja itu.

“yaaah Hyen-ah, kau tidak jadi memanggil namaku dong?” teriak Eunhyuk saat aku masih ada di dalam ruangan dance Super Junior.

“tidak. Mungkin lain kali saja. Kau lebih pantas di panggil monyet” sinisku dan diikuti tawaan para member di dalam ruangan.

“kau sedang apa ada di dalam SM?” tanya Jae Hyo sambil mengemudi mobilnya.

“mollayo” sahutku sambil mengendikkan bahuku.

“kau berpacaran dengan hyung?” tanyanya.

“maksudmu Kyuhyun?”

“ne, kau pacaran dengannya?” aku mengernyitkan dahiku “ah tadi sebelum kesana aku melihat beritamu dengan hyung” lanjutnya lagi seolah tahu isi pikiranku. Aku hanya mengangguk kecil.

Apa yang harus aku jawab? Tapi aku memang tidak berpacaran dengan Kyuhyun, tapi kalau aku bilang bahwa aku tidak berpacaran dengannya… ah, dia kan sepupu Kyuhyun, apa tidak apa-apa ya kalau dia harus tau? Ah Ra-unnie saja tau.

“ani. Aku hanya menjadi pacar pura-puranya” jawabku jujur.

“oh, aku tau. Hyung sering cerita masalah seperti itu. Banyak sekali artis yang mencari sensasi dengan cara berpura-pura sudah mempunyai kekasih” kata Jae Hyo tanpa ekspresi. Aku hanya meladeninya dalam diam. Mendengarkannya lalu melupakannya. Masuk telinga kanan keluar telinga kiri. Begitulah kata orang.

Aku memalingkan wajahku ke kanan melihat deretan toko dari dalam mobil.

“bagaimana kalau kau denganku saja?”

“eh?” refleks aku menatapnya tidak mengerti.

“ani aku hanya bercanda” dia tersenyum tipis “tch!” decakku. Aku pikir dia berbicara serius. Tapi tidak mungkin dia ingin menjadikanku pacarnya hahaha. Sepertinya tidak pantas. Yang ada, setelah kita 3 hari berhubungan, kita langsung putus.

“rumahmu dimana?”

***

“yeobosaeyo” ucapku malas “jagiya, eoddiga?” sahut seseorang dari seberang. Aku melepas ponselku dari telinga dan melihat layarnya. Kyuhyun kan? Bukan orang yang sedang salah sambung? Kenapa dia memanggilku jagiya?

“nugusaeyo?” ucapku ragu-ragu. Aku hanya takut ini bukan Kyuhyun.

“hyen… ini Cho Kyuhyun. Apa kau masih tidak menyimpan nomorku juga kali ini?!” ucapnya marah “huh! Aku kira kau orang salah sambung. Aku bukan pacarmu, jadi kau jangan panggil aku jagiya!”

“tch! Kau ini masih berstatus sebagai pacarku selama pemberitaan ini belum sirna!” oceh Kyuhyun.

“mau apa kau menelfonku?” tanyaku seraya mengalihkan pembicaraan sambil mengikat tali sepatuku. Ne, ini bahkan masih pagi, aku baru saja ingin berangkat ke kampus.

“aku sudah ada di depan apartementmu. Cepat keluar. Kau akan aku antar biar semua orang percaya bahwa kita memang benar-benar berhubungan”

“terserah!” ucapku ketus lalu menekan tombol merah yang ada di ponselku. Apa-apaan dia seenaknya saja menjemputku tanpa bilang terlebih dahulu? Apakah dia tidak bisa sehari saja tidak mengangguku?

“hm, kau selalu simple setiap saat. Tapi kau tidak bisa seperti itu saat menyandang sebagai pacarku Nam Hyen Hyo” ujar Kyuhyun saat aku membuka pintu mobilnya. Mataku menjalar kebawah melihat pakaian apa yang aku pakai. Baju lengan panjang yang kebesaran, bahkan panjangnya baju ini lebih panjang dari lenganku. Dan juga celana jeans pendek yang tentunya tertutupi oleh bajuku yang kebesaran. Dan juga sepatu sneakers kesayanganku.

“kau mau menjalani misi pura-puramu lagi?” tanyaku tanpa mempedulikan omongannya. “yap! Dan kau harus ke salon” suruh Kyuhyun.

“EH? Ke salon?!” ucapku kaget.

“kau, berani-berani

Comments are closed.