My Nightmare (PART 9 Kyuhyun Version)

Standard

Author : Nisa Ayu Thayalisha Hadi (Nam Hyen Hyo)

Cast :

Nam Hyen Hyo

Cho Kyuhyun

Title : My Nightmare [Part 9 Kyuhyun Version BONUS]

Length : on going~

Genre : Romance, Fluff, Comedy

Rating : PG-13

Disclaimer : Kyuhyun dan Nam Hyen Hyo are belongs to God, and this Fan Fiction is belong to me kekekeke~ i own this plot ok?

Note : This is pure my imagination.

Ini hanya sebuah FF. ga ada sekalipun terlintas di otakku untuk menjelek-jelekkan karakternya. aku ini ELF kok~ jadi kalau di cerita ini aku seperti menjelek-jelekkan SJ, itu hanya untuk memperdalam karakter main cast disini. maaf ya~ kekekee jangan tersinggung!

=============================================================

“Kyu, bisakah kau mampir ke kedai es krim sebentar? Belikan noona es krim….. jaebaaaal” rengek Ah Ra-unnie di telfon. Aku menggaruk telingaku karna risih “NOONA! MENYUSAHKAN SAJA!” ucapku kesal dan sedikit berteriak lalu memutuskan sambungan telfonnya.

Aku melangkahkan kakiku dengan malas memasuki kedai es krim. Seiring dengan pintu yang kubuka, bunyi lonceng di atas pintu ini pun ikut berbunyi. Aku berjalan malas menuju kasir, namun langkahku terhenti saat melihat sebuah punggung yeoja yang aku hapal betul siapa pemiliknya.

“Hyen?”

“jadi ini janjian kalian? Kalian kencan? Huh” entah ada apa, tapi aku langsung terbawa emosi disini.

“…”

“kencan dengan Jae Hyo? apa bagusnya dia? Bahkan aku lebih segala-galanya daripada dia”

“…”

“Ah, arasseo. Kau menyukainya?”

DEG! Bodoh Kyuhyun! Kau bodoh! Bisa-bisanya pertanyaan itu yang keluar dari mulutmu?! Jika Hyen mengatakan iya, kau bisa melukai dirimu sendiri!

Aku mengepalkan kedua tanganku dengan erat, siap menonjok Jae Hyo jika saja disini tidak ada Hyen Hyo. Namun Hyen Hyo sekarang ada dihadapannya, yeoja yang akhir-akhir ini membuat perasaannya begejolak aneh dan selalu ingin di sampingnya.

“kau menyukai Jae Hyo?”

Lagi-lagi pertanyaan macam seperti ini yang terlontarkan dari mulutku. Kenapa otakku rasanya kaku dan tidak bisa mengontrol semuanya?

***

Aku merebahkan tubuhku malas di atas tempat tidur, memejamkan mataku karna lelah. Bukan hanya fisikku yang lelah, tapi juga pikiranku. Aku lelah dengan semua ini. Kenapa aku harus di pertemukan dengan gadis gila itu? Jika Ia tidak mengenalnya, mungkin jalan hidupnya tidak akan seperti ini. Ini gila, sungguh. Perasaanku jadi berbeda.

“Wae Kyuhyun-ah?” tanya Sungmin-hyung dengan nada datar dan segera mengunci pintu kamar kami. Aku terduduk dan siap menceritakan semuanya dari awal, hanya dialah yang aku percaya di antara yang lain. Dan tidak ada masalah apapun yang bisa aku sembunyikan darinya jika dia sudah menatapku seperti ini. Dia harus tau semuanya, setidaknya ini mungkin bisa meringankan sedikit bebanku.

Aku menceritakan kronologis ceritanya dari awal sampai aku merasakan gejolak aneh yang aku rasakan. selalu ingin menjaganya, menatapnya dari dekat, berada di sampingnya, memarahinya, mengusilinya, membuatnya marah dan mengeluarkan ekspresi kesal dan lain sebagainya. Tapi ini aneh, menyukai seseorang ku rasa bukan seperti ini.

“Kau menyukainya Kyuhyun-ah. aku yang bukan kau saja mengerti apa maksud dan getaran yang ada di hatimu setiap kali kau dekat dengannya. Bagaimana dengannya?”

“Ah, entahlah~ dia lebih memilih Jae Hyo saudaraku kebanding aku. Bahkan hari ini mereka baru saja kencan. Kau tau Hyung? Ini pertama kalinya aku merasakan hatiku seperti baru saja di jatuhkan biji durian dari atas langit.

“Kau tau tidak ada 3 tahap dalam menyukai seseorang?” Sungmin-hyung merebahkan badannya sambil menatap langit-langit kamar yang terang, aku berbalik menghadapnya dan menggeleng pelan.

“Ada rasa Suka, Cinta dan Sayang. Suka itu jika kau hanya mengagumi seseorang tapi tidak terlalu memikirkannya. Hanya sekedar suka. Cinta itu jauh di atas suka. Kau mencintainya, merasakan bahwa kau harus memilikinya dan selalu over protective terhadapnya. Dan sayang adalah dimana kau merasa sangat sangat membutuhkannya, kau mencintainya, tapi kau merelakannya demi kebahagiannya, tidak ada paksaan. Sayang jauh di atas cinta, merelakan orang yang kita cintai dengan ikhlas adalah rasa terbesar yang pernah ada. Sayang tidak berarti memiliki, tapi kita akan selalu terobsesi untuk membuat orang yang kita sayang itu merasa nyaman bersama kita. Kau pernah merasakannya? Aku pernah. Bagaimana denganmu? Bagaimana perasaanmu terhadap gadis itu?” aku menatap tembok putih yang ada di hadapanku dengan kosong, telingaku terus menangkap setiap kata yang Sungmin-hyung berikan sampai akhirnya dia memberikanku sebuah pertanyaan yang aku tidak yakin dengan jawabanku sendiri.

“Aku mencintainya Hyung, aku tidak tahu ini cinta atau sayang, tapi aku tidak bisa melihatnya bersama lelaki lain. Dia hanya milikku Hyung!” aku duduk di samping ranjang Sungmin-hyung. Sungmin hanya tertawa dan segera duduk berhadapan dengan Kyuhyun.

“Kyuhyun-ah, kau sudah dewasa, relakan dia. Ini memang menyakitkan, tapi jika kau bisa sadar, ini jauh lebih baik dari yang kau kira. Ini jauh lebih memberikan kebahagiaan dalam batin kita. Kebahagiaan yang tidak terkira. Apabila kita melihatnya senang, tertawa lepas, tersenyum cantik dan melakukan hal-hal yang riang, apakah kau juga tidak ikut senang? Itu yang dinamakan sayang! Kau harus bisa sayang padanya, kau tidak boleh mencintainya. Karna cinta itu hanya akan memaksa. Kau tau? Jika kau cinta dengannya, kau pasti akan menghalalkan segala cara untuk mendapatkannya termasuk memaksanya, bukan? Kau tidak mau terikat dengan seseorang yang tidak mencintaimu kan? Itu menyakitkan Kyuhyun-ah. menyayanginya jauh lebih berharga! Percaya padaku!” Sungmin-hyung menepak bahuku pelan dan segera beranjak berdiri meninggalkanku yang masih menguras otak untuk berpikir lebih dalam dan mencerna semua omongannya dengan baik.

Aku membuka mulutku hendak bicara, namun ku katupkan lagi “Pikirkan baik-baik. Aku tau kau tidak akan salah mengambil langkah. Sayangilah dia, biarkan dia hidup bahagia. Jangan paksa dia jika kau tau dia tidak menyukaimu. Kau tidak ingin membuatnya hidup tersiksa bukan? Jangan berpikir bahwa kau ini adalah idola yang di idolakan milyaran gadis lalu kau berpikir bahwa dia akan tertarik padamu. Selera orang berbeda-beda, dia bukan gadis biasa, aku tau itu. Pikirkanlah. Selamat tidur” Sungmin-hyung keluar dari kamar –kami- dan meninggalkanku sendirian di dalam kamar. Aneh. Apa yang aku rasakan sebenarnya sekarang?

***

“Jika aku memberikan sebuah pernyataan yang serius, apa kau akan menanggapinya?”

Setelah mendengarkan dengan baik, mencerna dengan baik dan memikirkan dengan baik apa yang telah di katakan oleh Sungmin-hyung, aku langsung mendatangi apartemen Hyen hanya sekedar untuk memastikan.

“Jika aku memberikan sebuah janji padamu, apa kau akan menepati janji itu?” Dia hanya diam bergeming tidak melakukan apapun. Masih terbujur kaku dengan ekspresi wajahnya yang tidak bisa aku mengerti untuk saat ini.

“Baiklah. Kau bahkan tidak bisa menjawab” ucapku putus asa.

“Aku bisa menepati janji” jawabnya, membuatku sedikit kaget.

“Oh ya? Kalau begitu, jangan dekat dengan namja lain selain aku. Ah… begini saja, jangan dekat dengan namja lain di depanku. Jangan bicarakan namja lain di hadapanku. Dan jangan… dekat-dekat dengan Jae Hyo. mengerti? Kau bisa menepati janjimu seperti pernyataan yang baru saja kau lontarkan? Aku percaya padamu Hyen” aku mengacak-ngacakkan rambutnya sebentar dan segera meninggalkannya. Tidak sanggup lagi berada lama disini. Memandang wajahnya dari dekat, mencium aroma tubuhnya yang aku suka selalu, memegang pipi halusnya, mendengarkan setiap huruf yang di rangkai menjadi kata yang keluar dari mulutnya dan semuanya.

Aku mengedarai mobilku di atas kecepatan rata-rata, hanya untuk sekedar melampiaskan emosiku yang sudah terlampau jauh. Entah mengapa, aku merasa kepribadianku berubah setelah aku –menyadari- bahwa aku mencintainya. Ah ani, aku menyayanginya. Eits… tapi aku juga tidak bisa dibilang telah menyayanginya!

“TIN TIN…….!” aku mengklakson mobil yang ada di hadapanku karna berhenti sembarangan. Bodoh! Umpatku.

Dengan nekat, aku membelokkan stir ku ke kanan dan menyalib, padahal jalanan lawan arah sedang padat-padatnya. Biarkan saja badan mobilku bertenggoran dengan badan mobil lain lalu membuat mobilku banyak goresan di body-nya. ini tidak sebanding dengan goresan dihatiku. Kau tau? Mencintai seseorang hanya bisa membuatku sakit.

***

“Hyung, wajahmu kenapa kusut?” dengan mood-ku yang sedang tidak baik seperti ini, seseorang yang sedang tidak ingin aku temui malah berhadapan denganku dan menanyakan keadaanku. Apakah dia bodoh?!

“menurutmu? Bisa tidak kau tidak menggangguku? Dan satu lagi, bisa tidak kau tidak dekat-dekat dengan Hyen Hyo huh?”

“dia adalah pacarku. Berani-beraninya kau menyentuhnya, kau habis di tanganku Jae”

Aku berjalan berlawanan arah dengannya dan sengaja menabrak pundaknya hanya sebagai gertakan semata. Orang satu-satunya yang menjadi sainganku kali ini adalah dia. Dan yang tidak habis pikir, mengapa aku bisa kalah dengannya? Bukankah dia tidak ada apa-apanya dibanding denganku? Kualitas kita jauh berbeda! Aku lebih segala-galanya dibanding dia! Dia tidak memiliki apapun yang bisa dijadikan alasan Hyen Hyo menyukainya! Ini gila! Cinta itu gila!!

***

5 menit…

30 menit…

45 menit…

1 Jam….

2 Jam….

Ya! 2 jam sudah aku memarkirkan mobilku tepat di basement kampus Hyen Hyo. menunggunya keluar seperti ini membuatku lelah. Aku terus duduk di jok mobil sambil mendengarkan lagu-lagu Super Junior. Kau tau? Pantatku rasanya panas sekali. Apa jadinya jika seorang Cho Kyuhyun tidak lagi memiliki pantat yang seksi? Aish! Itu kan salah satu aset berhargaku! Jika pantatku tidak seksi lagi, aku bukan lagi Cho Kyuhyun sang magnae berpantat seksi. Dan aku tidak mau nama itu terbuang hanya gara-gara aku duduk 2 jam menunggu Hyen Hyo disini.

Bel berbunyi. Aku membenarkan posisi dudukku siap memasang mata dengan jeli, melihati para mahasiswa yang keluar dari gedung kampus ini. Berkali-kali aku menyipitkan mataku untuk memperjelas wajah seorang gadis yang bergerumpulan keluar dari kampus, namun aku tidak menemukan Hyen Hyo berada di dalamnya.

15 menit kemudian…

Aku membuka pintu mobilku kasar dan berlari menuju ke arahnya saat melihat Hyen Hyo keluar dengan Jae Hyo dan juga Tae Hyo.

Kurang ajar! Sudah kubilang bukan untuk tidak mendekati Hyen lagi? kenapa saudara brengsek-ku itu tetap saja mendekatinya?

“Ikut aku” aku menggenggam pergelangan tangannya dan sedikit menariknya paksa, emosiku lagi-lagi memuncak sampai ke ubun-ubun, kepalaku rasanya seperti ingin meledak saat melihat Jae Hyo ada di belakang Hyen tadi.

Aku membawa Hyen ke dalam mobilku. Awalnya aku sudah siap untuk melajukan mobilku langsung menuju SM, namun tiba-tiba Jae Hyo berdiri di samping mobilku, lebih tepatnya lagi di tempat Hyen Hyo. aku langsung memaksakan Hyen Hyo untuk menghadap ke arahku agar tidak bisa melihat saudaraku yang brengsek itu. Aku menarik tangannya dan langsung melumat bibirnya lembut. Dapat ku lihat Jae Hyo membelalakkan matanya. Tersirat raut mata kematian di dalam matanya, aku terus melumat bibir Hyen Hyo sesuai dengan kemauan hatiku, dan juga pikiranku. Pikiranku saat ini adalah membuat Jae Hyo cemburu dan menjauhi Hyen Hyo. dengan begini setidaknya dia masih bisa berpikir bahwa aku memang benar-benar berpacaran dengan Hyen Hyo, sekalipun Hyen tidak mau, tapi jika sudah ku putuskan dia adalah pacarku, maka dia harus menjadi pacarku. Apa yang tidak bisa dilakukan oleh seorang Cho Kyuhyun huh?

“GILA!” dia menampar pipiku keras, aku hanya meringis sambil tersenyum sinis ke arahnya. Baru kali ini aku mendapat tamparan dari gadis yang kusuka.

“Aku gila mencintaimu Hyen” teriakku tidak kalah kerasnya dengan Hyen Hyo barusan.

***

“Kau benar-benar menciumnya tadi siang?” tanya Sungmin-hyung setelah mengunci pintu kamar-kami- waktu sudah menunjukkan jam 9 malam, semua member pasti sudah siap untuk tidur, tapi tidak denganku yang masih memutar otak mengulang kejadian beberapa jam yang lalu. Cukup buruk. Pikirku.

“Ne hyung, aku refleks. Aku tau aku salah. Aku menyesalinya” ucapku sambil tertunduk. Biasanya aku tidak seperti ini, aku menyadarinya bahkan sangat menyadari bahwa ada beberapa kepribadianku yang hilang setelah mengalami gejolak cinta seperti ini. Menurutku, cinta hanya bisa merubah setengah dari kepribadian seseorang, dan itu sangat mengerikan bagiku.

“Kau melakukannya dengan nafsu atau mengikuti kata hatimu yang tulus?” sergapnya lagi seolah sedang mengintrogasiku.

“Nafsu hyung. Aku melihat Jae Hyo sedang memperhatikan kami berdua, dan aku refleks menciumnya hanya sekedar ingin membuat dia cemburu, tapi sebenarnya aku juga memang ingin sekali menciumnya. Hyung, apakah aku brengsek?” aku memutar kepalaku menghadap Sungmin-hyung dan menatapnya iba, seolah mencari tau jawaban apa yang akan Ia lontarkan. Apalagi jawaban dari pertanyaan yang berada di akhir kalimatku tadi.

“Kau ingin aku berkata jujur atau tidak?”

“Jujur”

“Kau cukup brengsek Kyu. Kau tau? Sudah kubilang, jika kau sayang padanya, kau akan merelakannya, menikmati kebahagiaan yang dia nikmati juga. Memandangnya dari jauh, merasakan kebahagiaan yang tidak pernah kau rasakan sebelumnya saat melihatnya bahagia. Kau belum pernah merasakannya, tapi aku sudah. Maka dari itu aku berani berkata seperti ini. Jika kau terus seperti ini, berarti kau masih mencintainya, bukan menyayanginya. Kau tau? Mencintai seseorang yang tidak mencintai kita hanya akan membuat jarak di antara kalian berdua semakin jauh”

Aku menyipitkan mataku menatap Sungmin-hyung dalam. Lama. Sampai akhirnya Sungmin-hyung mengalihkan pandangannya dan berbaring di kasurnya, kedua tangannya Ia taruh di atas kepalanya. Sama seperti malam itu waktu pertama kalinya aku mengutarakan cerita ini kepadanya.

Aku menyandarkan tubuhku ke tembok dan berpikir.

Apakah memang seperti itu? Apakah aku keterlaluan selama ini? Tapi semua yang hyung katakan memang ada benarnya juga. Semuanya masuk akal. Apa yang harus aku lakukan sekarang? Aku ingin mengikuti nasihatnya, tapi aku juga tidak sanggup jika harus tidak selalu berada di sampingnya. Batinku.

“Kyuhyun-ah, bersikaplah sewajarnya, jangan tunjukkan sesuatu yang bisa membuatnya menjauh darimu!” lanjutnya lagi.

“Tapi aku mencintainya Hyung”

“Kau tidak boleh mencintainya, kau harus menyayanginya. Belajarlah. Mulai dari sekarang. Aku beri waktu sampai besok. Mulai lusa, kau harus sudah mulai menyayanginya. Kau mengerti?”

“Ne Hyung” jawabku ragu. Aku menyelonjorkan tubuhku sampai terbaring dan menarik selimut sampai batas leher lalu memejamkan mata. Aku tidak terlelap. Tapi aku sedang menimbang-nimbang perkataan Sungmin-hyung barusan.

***

“Kau ingat kata-kataku tadi malam Kyu?” cegah Sungmin-hyung saat aku ingin keluar dorm untuk menjemput Hyen Hyo dan memulai penyamaran kita. Aku hanya mengangguk kecil. Aku masih ragu, tapi semua nasihat yang dia berikan itu tidak pernah ada yang salah. Sejauh ini, selama aku selalu menceritakan masalahku padanya, begitulah hasilnya. Semuanya jadi lebih baik dari yang kukira, apa untuk urusan hati, kali ini aku harus mengikuti sarannya juga?

***

“Kau ingat Kyuhyun-ah? ini hari terakhirmu untuk berpikir” bisik Sungmin-hyung karna melihat Hyen Hyo yang sedang terduduk lemas di sofa di dorm kami. Aku hanya mengangguk.

“Ne, Hyung, aku tau. Dan aku sangat bingung sekarang. Apakah akan tetap mencintainya atau mulai menyayanginya” umpat batinku.

***

“Hyen Hyo…” nadaku terdengar lirih, masih menimang-nimang apa yang harus aku lakukan sekarang, seandainya ini adalah hari terakhirku untuk mencintainya, apakah aku pantas untuk menciumnya sebagai perpisahan atas cintaku? Ne, aku memutuskan untuk mulai menyayanginya detik ini, setelah ciuman ini.

Dia membalikkan badannya dan mendongak, aku menarik dagunya dan mengecup bibirnya. Tidak terlalu lama. Aku sudah menghitungnya dalam hati. Hanya 10 detik. Bibirku hanya menempel di bibirnya, bukan ciuman seperti di mobil waktu itu.

“Masuklah! Selamat tidur!” aku mengacak rambutnya singkat sebelum benar-benar pergi. Pergi dari apartemennya, pergi dari hadapannya, juga pergi dari hatinya.

Aku memandangi jalanan dengan tatapan kosong. Mobilku masih belum beranjak dari basement apartemennya. Aku masih berpikir, apakah tindakanku barusan akan memberikan efek yang begitu berpengaruh dalam hidupku? Baru berapa menit aku meninggalkannya, rasanya hatiku tidak sanggup. Aku masih belum sanggup untuk menyayanginya. Tuhan, bantu aku.

“Yeobsaeyo?” sapaku di telfon.

“Eotte Kyuhyun-ah?” terdengar suara Sungmin-hyung di seberang.

“Ne Hyung, sudah kulakukan. Tapi lagi-lagi tadi aku menciumnya. Hanya untuk sekedar simbol pergantian di hatiku, untuk terakhir kalinya aku bisa memperlakukannya seperti itu. Tidak apa bukan Hyung? Lagipula dia tidak menolak. Hm, Hyung, apakah ini akan membuatku jadi sakit?”

“Tidak apa-apa. Bukan masalah. Ne Kyuhyun-ah, ini sakit. Tapi lihatlah nanti, kau pasti bahagia. Sama sepertiku”

“Arasseo Hyung, tapi jika aku tidak berhasil untuk menyayanginya bagaimana?”

“Aku yakin kau pasti bisa Kyuhyun-ah. ini memang berat, tapi ini memuaskan bagi kita”

“Tapi aku ingin memilikinya Hyung”

“Kau tidak bisa memilikinya jika Ia juga tidak mencintaimu Kyu, kau ingin memaksanya? Kau tidak bisa merasakan betapa sakitnya di paksa? Kau ingin membuat yeoja-mu itu terluka sampai dalam huh? Kau mau? Kalau mau, tetaplah bertahan untuk ‘mencintainya’” ucap Sungmin-hyung yang membuatku tertusuk sampai ke uluh hati.

“Ne, Hyung, arasseo. Mianhae. aku akan segera pulang. Kita bicarakan masalah ini dirumah”

***

“Baiklah Kyuhyun-ah, mulai malam ini, kau harus menyayanginya! Aku akan membantumu agar lebih terbiasa! Fighting!” Sungmin-hyung memberikanku semangat, sementara aku hanya tersenyum miris. Apakah ini keputusan yang paling baik dari yang terbaik? Semoga.

TO BE CONTINUED

16 responses »

  1. Pingback: My Nightmare [Part 10] « Nisa Ayu Thayalisha Hadi's

  2. Pingback: My Nightmare Season II ♥♥Part 1♥♥ | FFindo

  3. Pingback: My Nightmare Season II ♥♥Part 1♥♥ « Nisa Ayu Thayalisha Hadi's

  4. Pingback: My Nightmare [Part 10] [FREELANCE] « Fangirl's Imagination

  5. Pingback: [FICLET] My Nightmare Season II : Hotel (Part 4) « Nisa Ayu Thayalisha Hadi's

  6. Pingback: My Nightmare Season II : Hotel | FFindo

  7. Jd itu yg terjadi , jd karna kyu sayang am hyen maka dr itu dya ngehindari hyen , biar hyen bahagia am sepupu.a itu , aish ini menyesakkan😥
    lagy” salah faham:/
    cinta memang membingungkan😦

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s