Love is Punishment (PROLOG)

Standard

Author : Nisa Ayu Thayalisha Hadi (Nam Hyen Hyo)

Cast :

Lee Taemin

Choi Jinri

Nam Hyen Hyo

Cho Kyuhyun

Title : Love Is Punishment (PROLOG)

Length : on going~

Genre : Romance, Angst

Rating : PG-13

Disclaimer : The casts are belong to God, and this Fan Fiction is belong to me kekekeke~ i own this plot ok?

Note : This is pure my imagination.

Credit Poster : cutepixie@darkreflection.so-pink.org

NB : FF ini aku buat karna aku terinspirasi oleh lagu ‘Love is Punishment’ yang dibawakan oleh K. Will di OST Brilliant Legacy. Setiap kalimat yang bergaris miring, itu adalah translate-an dari lagunya. Semoga ceritanya menyenangkan^^ happy reading heheh~

=======================================================================

LOVE IS PUNISHMENT (JINRI VERSION) PROLOG

Aku memiliki sesuatu yang sangat berharga dihidupku. Yang sampai saat ini tidak pernah aku yakini bahwa dia bisa menjadi milikku. Tapi jauh dilubuk hatiku yang terdalam, aku sangat mencintainya dan ingin memilikinya.

 

Seorang namja yang ku kenal selama 19 tahun ini….. dia tampan, dia pandai bergaul, dan dia selalu serius dalam menanggapi masalah apapun. Tidak pernah ada kata menyerah dalam hidupnya, bahkan mungkin kata-kata itu sudah dia  buang jauh-jauh. Namun kekurangannya hanyalah satu. Dia playboy, dia sering mempermainkan wanita. Dan saat aku tanya alasannya, dia hanya menjawab “bukannya aku mempermainkan mereka. Aku hanya sedang mencari pendamping hidup yang kurasa pas denganku. Tidak ada salah satupun dari mereka yang cocok” itu lah alasannya. Mengetahui bahwa dia sedang mencari pendamping hidup yang dia kira sangat cocok untuknya dan dia sama sekali tidak melihat aku yang ada disampingnya, yeoja yang dia kenal selama hampir 20 tahun ini adalah sesuatu yang sangat amat menyakitkan. Dia tidak pernah menganggapku sebagai wanita. Dia hanya menganggapku adik perempuannya yang manis. Apakah mungkin suatu saat nanti dia akan menganggapku?

Selama ini aku terlalu menyakiti diriku sendiri, aku selalu membantu dia untuk mendapatkan yeoja yang dia inginkan. Sementara aku sendiri tidak bisa membantu diriku sendiri untuk mendapatkan namja yang kucintai.

Aku mengenalnya saat kita baru berumur 5 tahun. Kami seumuran. Bahkan kami bisa menjadi dekat seperti ini karna ulang tahun kami yang sama. Waktu itu dia yang memintaku untuk menjadi temannya. Dan dia juga bilang pada umma dan appanya bahwa aku ini cantik dan dia suka padaku.

flashback

Waktu itu aku sedang menangis karna baru saja terjatuh. Aku ingin pulang, tapi kakiku sakit. Jadi aku hanya bisa menangis di sebelah sepeda kecilku.

“Wae geurae?” tiba-tiba dia datang. Seorang namja yang awalnya aku kira setan, karna dia datang tiba-tiba tanpa ku dengar derap langkahnya. Dia sudah berada di depanku. Aku masih ingat tatapan matanya waktu itu. Dia memang memiliki tatapan mata yang kuat. Yang bisa menjatuhkan beberapa yeoja kepelukannya hanya dengan menatapnya saja.

“Appo” rintihku sambil memegangi lututku yang berdarah.

“Omona… umma, appa, kasian dia. Ayo kita bantu” appanya menggendongku sampai rumah. Dia bilang ternyata rumah kita tidak jauh. Hanya diseling oleh beberapa rumah saja.

“Namamu siapa?” tanyanya.

“Choi Jinri” jawabku sambil menjabat tangannya yang sudah lebih dulu terulur “Lee Taemin imnida” serunya sambil tersenyum padaku.

“Aku besok ulang tahun loh. Kau bisa datang ke pestaku, nanti kau akan ku beri undangannya” katanya lagi yang masih tersenyum padaku.

“Aku tidak bisa…” aku menolaknya “Wae?” tanyanya dengan raut wajah kecewa.

“Aku juga besok berulang tahun dan aku akan pergi ke Seoul untuk merayakannya disana bersama keluarga besarku” jawabku jujur.

flashback end

Mulai dari situ lah kami dekat. Dia bilang kalau dia ingin menjadi temanku. Kita berdua juga selalu merayakan ulang tahun kita bersama. Kadang aku bingung, dia bisa bersikap manis dan lembut sepertiku tapi dia tidak bisa bersikap seperti itu pada para yeojanya. Wae? Apa karna dia menganggapku sebagai adiknya makannya dia sangat menjagaku? Jinjjayo?

Waktu dulu aku masih kecil, aku selalu mengatakan semuanya dengan jujur dan tanpa mengada-ngadakan sesuatu. Tapi sekarang tidak, aku sudah pintar berbohong apalagi masalah membohongi perasaanku sendiri. Aku memang bodoh karna selalu membiarkan hatiku terluka. Tapi didalam hidupku ini hanya butuh senyum ketulusannya. Aku hanya butuh dia tersenyum. Dengan begitu aku bisa tenang.

Aku memang yeoja bodoh yang tidak pernah memikirkan perasaanku sendiri. Bahkan aku lebih memilih hatiku sakit daripada dia yang sakit hati. Aku lebih memilih aku yang mati daripada dia yang mati. Senyumnya itu bisa membawa kedamaian abadi dalam hidupku. Aku butuh senyumnya dan semuanya harus aku lakukan walaupun itu akan membuat hatiku sakit sekalipun.

Aku percaya bahwa cinta itu adalah kebahagiaan, tapi ketidakmampuan mengatakan cinta adalah surga yang memberi hukuman

Aku sangat-sangat percaya pada rumor para orang yang mengatakan bahwa cinta itu adalah kebahagiaan. Karna aku sudah merasakannya sendiri.

Sudah bertahun-tahun aku hidup bersamanya dalam satu rumah. Dalam sebuah ruang lingkup yang sangat kecil. Kita selalu pergi bersama. Dan itu adalah sesuatu yang membahagiakan. Tapi ternyata ketika mengetahui bahwa dia menyukai yeoja, itu membuat hatiku sakit. Apalagi menyadari bahwa aku yang tidak bisa mengatakan cinta padanya adalah sesuatu yang membuat hatiku semakin sakit. Andaikan aku hidup di surga sekarang yang penuh dengan kebahagiaan, berarti aku sedang di beri hukuman oleh para penjaga surga karna aku bodoh. Karna aku tidak bisa membela diriku sendiri. Karna aku tidak bisa memprioritaskan diriku sendiri. Aku selalu mengutamakan dia. Selalu mengutamakan keinginan dia daripada keinginanku. Aku rasa semuanya sudah cukup untuk membuktikan bahwa aku memang mencintai dia. Walaupun dia sama sekali tidak menyadarinya.

***

Seorang namja yang kucinta…. sekarang ini… ternyata dia sedang mengincar yeoja baru. Dan itu sudah dia lakukan selama 2 tahun. Tidak seperti biasanya. Apakah dia benar-benar suka padanya sampai mengincarnya selama 2 tahun ini? Ini gila! Dia tidak pernah seperti ini sebelumnya.

Wae Taemin-ah, wae? Kenapa kau tidak pernah memasukkan aku ke dalam daftar nama yeoja yang akan kau jadikan pendamping hidupmu? Apa aku tidak bisa meyakinkanmu? Apa semua yang sudah aku lakukan selama ini kurang? Atau mungkin salah?

Kau tau… hatiku rasanya seperti baru saja di ledakkan.

“Aku hanya butuh… kalau kau mau, kau goda si Kyuhyun itu, agar aku bisa merebut yeoja itu dengan mudah”

MWO? Kau gila? Aku harus menggoda orang yang sama sekali belum aku kenal dan lagi itu semua harus aku lakukan demi seseorang yang kucinta ingin mendapatkan kekasih namja itu. Apa aku gila jika melakukan hal ini? Iya aku gila. Apa aku ini yeoja terbodoh jika menuruti kemauannya? Ya aku adalah yeoja terbodoh.

Sekali lagi aku tegaskan! Di dalam hidupku ini hanya membutuhkan senyum yang bisa membawa kedamaian abadi dalam hidupku.

Sekalipun sesuatu yang aku kerjakan ini akan menambah lubang yang menganga dalam hatiku, tapi kalau hasilnya nanti akan memberikan sebuah senyuman yang bertengger dibibirnya, apa aku harus menolaknya? Kurasa tidak.

Tapi sampai kapan aku akan terus membiarkan hatiku bolong semakin banyak dan banyak lagi?

Sampai kapan aku akan selalu mementingkan urusannya dibandingkan urusanku sendiri?

Sampai kapan aku akan selalu membantunya untuk mendapatkan yeoja yang diinginkannya?

Sampai kapan aku harus menunggnya? Apa mungkin suatu saat nanti kau akan menganggapku sebagai ‘wanita’ walaupun hanya dalam satu hari?

Otakku memang selalu terisi olehmu, aku tidak bisa tidak memikirkanmu. Aku mencintaimu. bahkan jika kau ingin membunuhku pun aku rela.

Aku tegaskan sekali lagi! Di dalam hidupku ini hanya membutuhkan senyum yang bisa membawa kedamaian abadi dalam hidupku.

Jika kau ingin membunuhku secara perlahan dengan cara seperti ini pun aku rela, asal akhirnya senyum keabadianku akan bertengger di bibirmu. Aku rela.

Aku rela melihatmu bahagia dengan wanita lain asal senyum itu tetap ada pada dirimu. Senyum yang membuatku tegar sekaligus jatuh. Senyum yang kusuka, yang selalu aku lambangkan sebagai senyum keabadiaan untukku. Senyum yang memberiku kekuatan. Tapi jika aku melihatmu tersenyum dengan yeoja lain….. senyum itu pun sudah bukan jadi senyum keabadiaanku. Itu semua adalah senyum yang membuat tubuhku runtuh seketika. Senyum yang membuat hatiku semakin banyak membuat lubang. Senyum yang sudah berhasil membuatku menitikkan air mata. Senyum yang sudah berhasil membuatku menyesal karna sudah membantumu mendapatkan yeoja itu. Tapi kadang aku berpikir, asal dia tersenyum. Semuanya akan baik saja.

“Menggoda??? Kau gila? Ah, aku tidak bisa” aku menolak.

“Kau pasti bisa, kau cantik” pujinya. Dia selalu memujiku seperti ini. Yang semakin membuatku tidak ingin kehilangannya. Pujiannya yang selalu menambah dosis kecintaanku padanya. Sampai kapan aku harus menyiksa diriku sendiri seperti ini? Sampai kapan?

Akhirnya aku pun menyetujui apa yang di mintanya. Aku memang lemah. Aku selalu menuruti apa yang dia mau. Tanpa mempedulikan diriku ini yang sudah sangat rapuh.

Mulai hari ini…. aku akan menggoda Kyuhyun. Namjacingu-nya yeoja yang Taemin cintai.

***

“Omona….. tampan sekali” ucapku terkagum-kagum palsu. Setampan apapun dia, mana mungkin aku jatuh cinta padanya. Yang aku butuhkan di hidupku ini hanyalah senyum yang bisa membuatku tenang. Dan hanya kaulah Taemin-ah yang memiliki itu.

“Kau akan dekat dengannya nanti. Makannya kau bantu aku” katanya. Dekat dengannya? Duh malas sekali! Aku hanya ingin dekat denganmu seorang Taemin-ah, bukan namja lain. Kapan kau akan mengerti?! Aku tidak sanggup jika harus menjelaskannya padamu. Aku bukan kamu yang selalu bisa mencurahkan isi hatimu pada siapapun. Aku hanya aku yang tidak bisa mencurahkan isi hatiku kepada siapapun termasuk kau. aku hanya bisa mengungkapkannya dengan menangis. Air mata yang jatuh perlahan menyusuri pipiku adalah teman terindah dalam hidupku. Dia mengerti aku.

***

“Ah mianhae” seruku saat sedang berpura-pura menabrak Kyuhyun.

“Ne, gwaenchana” ucapnya ramah, aku sengaja menjatuhkan sapu tanganku, agar saat aku pergi nanti, dia bisa mengejarku –hanya sekedar memberi sapu tanganku-

“Nona, chamkkanman!” serunya tanpa aku hiraukan. Aku terus berjalan sampai memasuki sebuah restoran dan duduk di meja paling pojok. Beberapa detik kemudian setelah aku duduk, aku melihat pintu restoran itu terbuka lagi dan Kyuhyun masuk sambil mengedarkan pandangannya. Lalu dia berjalan ke arahku.

“Nona, ini sapu tanganmu tadi jatuh” ucapnya lembut sambil memberi sapu tangan kepadaku.

“Ah.. hm.. ah ne, gomawo” kataku sambil melepas headset dari telingaku. Jadi saat Kyuhyun berteriak tadi aku pura-pura tidak mendengar karna aku sedang memakai headset. Padahal tidak ada lagu yang terputar dari iPod-ku dan dengan jelas dapat ku dengar seruan Kyuhyun tadi.

“Aku permisi”

“Chamkkanman, namamu siapa? Bisa kah kau temani aku disini? aku ingin mengucapkan terima kasih padamu. Aku akan mentraktirmu” ujarku yang mencegah kepergiannya.

“Cho Kyuhyun imnida. Namamu siapa? Sepertinya tidak usah, aku harus pergi”

“Choi Jinri imnida” dia menungguku menjawab pertanyaannya dan kemudian pergi lagi meninggalkanku dengan senyum hangatnya itu.

“Tunggu. Ada yang ingin aku bicarakan denganmu” cegahku lagi.

Dia mengikuti kemauanku dan duduk didepanku. Dia seseorang yang tampan, baik, ramah, sopan, dan juga bisa ku lihat dia ini memang tipe orang yang setia. Pantas saja si yeoja yang taemin suka itu nempel terus dengannya. Tapi aku rasa ada sebuah kekurangan di dalam dirinya yang membuatku akan cepat berhasil menjalankan tugas ini. Dia… lemah dengan wanita.

“Aku… bolehkah aku bercerita denganmu? Aku… hiks hiks…” lagi-lagi aku berakting. Berakting hanya untuk melihat namja yang ku cintai bahagia dengan wanita lain. Bodoh Jinri-ah! kau bodoh! Baboya!

“Wae jinri? Gwaenchana?” tanyanya dengan nada khawatir.

“Kyuhyun-ah.. aku… aku… aku ditinggalkan oleh kekasihku. Maaf jika aku menangis dan tiba-tiba cerita seperti ini di hadapanmu. Aku hanya ingin melepas semua kekesalanku. Dan sepertinya kau orang yang tepat walaupun aku baru bertemu denganmu” ujarku berbohong. Berbohong berbohong dan berbohong. Hanya itu lah pekerjaanku saat aku mencintai Taemin. Aku tau ini perbuatan yang salah. Tapi demi Taemin. Hanya Taemin. Hanya untuk dia. Hanya untuk diriku yang memaksa ingin melihat senyum damainya. Semua akan kulakukan.

“Ah, Jinri-ah, jangan menangis. Aku mengerti perasaanmu. Terima kasih sudah menjadikanku orang kepercayaanmu. Berhentilah” sungguh. Orang ini memang benar-benar baik sekali. Yeoja siapa yang tidak kepincut olehnya? Tampan! Baik! Dan juga dia kaya. Karna kata Taemin, setelah dia menyelidiki, dia ini ternyata pewaris perusahaan appanya. Jadi yeoja itu suka dengan Kyuhyun karna dia tampan, atau karna dia baik? Atau mungkin karna kekayaannya? Itu urusannya Taemin. Dia pasti akan tau sebentar lagi. Sementara aku sekarang sedang mengalihkan perhatian Kyuhyun dari yeoja-nya itu. Si Taemin sedang berusaha untuk mengajak yeoja itu berkenalan. Sakit rasanya harus mengingat hal itu.

Kau tau? Air mata yang ku keluarkan sekarang adalah air mata karna hatiku merasa sakit. Sakit karna harus menerima kenyataan bahwa Taemin akan semakin dekat dengan yeoja itu. Jadi sekarang aku memang benar sedang menangis. Yang bohong adalah alasan mengapa aku menangis. Aku menangis karna Taemin. Tapi aku bilang pada Kyuhyun bahwa aku menangis karna baru saja ditinggal oleh namjachingu-ku.

“Kyuhyun-oppa, mau kah kau menjadi orang yang selalu mendengarkan ceritaku? Jika tidak mau tidak apa. Maaf aku memaksamu” kataku di sela-sela tangisku.

“Ne, aku mau. Ini nomor telfon dan e-mail ku. Jika kau ada masalah, hubungi aku. Aku akan datang untukmu. Untuk sekarang, maaf aku tidak punya banyak waktu. Aku harus pergi. Dah Jinri” dia memberikan sebuah kertas yang berisikan nomor ponsel dan alamat e-mailnya sebelum dia pergi meninggalkanku.

Dan dia juga melakukan hal yang sama dengan Taemin. Sebelum dia meninggalkanku, dia mengusap puncak kepalaku, sama seperti Taemin, jika Taemin ingin pergi, Taemin sering mengusap puncak kepalaku dulu. Aigo.

Misi pertama berhasil.

To : Taemin

Kyuhyun sedang berjalan menuju tempat tadi. Segera kau tinggalkan yeojamu itu sebelum Kyuhyun tahu.

Send

Terimakasih Tuhan, kau telah menambahkan pedang yang ada dihatiku saat ini.

Terimakasih Taemin, kau memang orang yang setia. Setia menambah pedang di hatiku. Kau selalu menambah pedang yang menusuk di hatiku tanpa henti. Terima kasih.

=======================================================================

LOVE IS PUNISHMENT (TAEMIN VERSION) PROLOG

Aku hanya bisa mencintaimu dalam mimpi

Memang melelahkan mencintai seseorang yang sama sekali tidak kita ketahui. Bukan hanya sekedar tidak ‘mengetahui’ bahkan kita belum pernah mengenalnya. Jangankan mengenalnya, tahu namanya saja tidak. Inilah yang aku rasakan 2 tahun belakangan ini.

Ada seorang yeoja yang sungguh, dia membuatku jatuh cinta padanya bahkan sampai tidak bisa melupakannya. Padahal aku tau, dia sama sekali tidak tahu aku, dia sama sekali tidak mengetahui keberadaanku dibumi ini. Dia tidak tahu apapun tentangku. Mungkin, kita berada dalam negara yang sama, menghirup udara yang sama pun dia tidak menyadarinya. Dia tidak tahu aku. Dia hanya tau namjanya itu. Dia hanya tahu dia.

Aku pertama kali bertemunya…..

28 Maret 2008

aku sedang berjalan-jalan seperti biasa, menghirup udara musim semi yang menyegarkan. Dan saat itu pun, aku menginjakkan kakiku di depan perpustakaan kota. Entah mengapa, aku yang memang tidak suka baca, malah ingin memasukinya. Hatiku tergerak dengan sendirinya, seolah-olah tahu apa yang akan terjadi.

Aku melihatnya, membaca. Dengan tenang. Dengan senyum. Dengan raut wajah bahagia.

Aku mengambil buku dan memberanikan diri untuk duduk di depannya. Sesekali aku mencuri-curi kesempatan untuk melihat wajah cantiknya “Nan neomu yeppeoyo” seruku dalam hati. Sungguh, bukan cantik biasa. Aku tau, kecantikannya bukan hanya terpacarkan dari fisiknya saja, hatinya juga cantik. Dia bukan yeoja yang memiliki kecantikan biasa seperti yang yeoja lain miliki.

Dia…. sempurna.

Aku ingin tahu namanya. Mungkin akan lebih baik jika aku mengenalnya. Walaupun hanya mengenalnya.

“Err…”

“Jagi, kau sudah selesai?” ucap seseorang yang berhasil membuatku mengurungkan niatku untuk menanyakan namanya. Aku duduk rapih sambil pura-pura membaca buku. Namja itu menyodorkan tangannya dan yeoja itu pun meraih tangannya “Em, Kyuhyun, ah ne, kajja” dia meletakkan buku yang tadi dibacanya dan pergi dengan namjanya itu. Namjachingu-kah?

flashback end

Baru kali ini aku mencintai yeoja yang baru aku tahu –hanya sekedar tahu fisik- sampai segila ini. Selama 2 tahun ini, pada awalnya aku selalu mendatangi perpustakaan itu, pada jam yang sama. Tapi dia tidak pernah datang lagi, tapi aku tidak ingin menyerah. Aku harus tahu dia. Aku harus tahu itu. Walaupun dia sudah mempunyai kekasih yang selalu bisa menjaganya, tapi aku harus tau dia.

Hari demi hari aku menghitung, dan pada hari ke-26, dia datang dan seperti biasa, dia membaca dan duduk di tempat yang sama. Dan kemudian di jemput oleh namjanya itu. Kali ini aku tidak ingin diam. Aku mengikuti kemana mereka pergi.

Untung aku membawa mobil waktu itu.

Mereka berhenti di depan sebuah rumah, yeoja itu pun keluar dan namjanya mengikutinya. Saat yeoja itu sudah mengucapkan salam perpisahan untuk hari ini, namja yang ku tahu namanya itu…. err Kyuhyun sepertinya kalau tidak salah. Ne, kyuhyun. Kyuhyun menarik tangan yeoja itu dan merengkuh yeoja yang kucinta itu ke dalam pelukannya. Sungguh, itu memang sangat wajar, tapi hatiku tidak bisa menerimanya.

Aku hanya mencintaimu, namun mencintaimu membuat hatiku sakit

Aku selalu mengikutinya kemanapun, aku selalu menunggunya setiap pagi di depan rumahnya. Dan kemudian aku akan mengikutinya kemanapun.

Memang ini mungkin sedikit berlebihan, tapi apa daya? Aku ingin mengenalnya, aku ingin tahu namanya. Tapi aku sama sekali tidak punya kesempatan. Dia selalu saja bersama dengan namja-nya itu setiap detik. Dan saat dia keluar rumah pun, namja-nya sudah stand by di depan rumahnya juga, sama seperti ku. Dan pastinya dia akan masuk ke mobil Kyuhyun.

Tidak mungkin kan kalau malam-malam aku menggedor pintu rumahnya dan mengajaknya kenalan?

Aku percaya bahwa cinta itu adalah kebahagiaan, tapi ketidakmampuan mengatakan cinta adalah surga yang memberi hukuman

Cinta. Jika kita membicarakan masalah cinta, cinta memang sangat indah. Semuanya membahagiakan, tapi setelah kita berakhir, hanya rasa sakitlah yang akan ada di hati. Itulah yang selama ini aku rasakan. Tapi kali ini masalahku berbeda. Aku merasakan cinta itu menyenangkan, kita harus berkorban dan bersabar. Tapi ternyata ketidak mampuan untuk mengucapkan kata-kata padanya adalah hal yang paling menyakitkan dalam hidup. Kita harus diam mematung melihat pemandangan seseorang yang kita cintai bermesraan dengan orang lain. Dan kita juga harus menerima kenyataan bahwa yeoja yang kita cintai ini sudah mempunyai namjachingu yang memang sangat sayang sekali padanya, dia pun sangat sayang sekali pada namja-nya itu, dan sepertinya tidak ada celah bagiku untuk masuk dalam hidupnya.

Sekali lagi aku tegaskan, aku tidak menyerah. Aku ini bukan tipe namja yang gampang menyerah. Aku akan merebut semua yang aku rasa memanglah milikku. Yeoja itu…. aku yakin dia memang sudah ditakdirkan untukku. Aku harus mendapatkannya.

Di dalam hidupku ini, aku hanya memiliki air mata yang membawa luka

Menangis? Jika kau tanya apakah aku suka menangis, jawabannya adalah IYA. Aku suka menangis, aku memang cengeng seperti wanita. Aku menangis setiap kali aku merasa emosiku sudah memuncak, aku menangis ketika tahap kecemburuanku mencapai tahap akhir. Aku akan mengeluarkan semuanya, tidak peduli walaupun aku mengeluarkan air mata yang mungkin di pikiran orang itu adalah sesuatu yang menjijikan bagi para pria. Tapi aku tidak akan memikirkan itu, aku hanya butuh ketenangan. Dengan menangis, aku akan tenang nantinya. Memang, aku tidak bisa apa-apa. Aku tidak bisa melakukan apapun. Bahkan jika dibilang, aku sama sekali tidak ada usaha sampai saat ini. Sudah 2 tahun ini, aku hanya mengikutinya, tanpa ada tanda-tanda untuk melanjutkan ke tahap selanjutnya. Aku bingung. Yang aku punya sekarang hanyalah air mata. Air mata yang ku yakini dapat membuatku merasa tenang dan juga menandakan bahwa aku mempunyai luka yang dalam dihatiku. Air mataku, hanya membawa apa yang hatiku kali ini rasakan. Bisa dibilang, air mataku hanya akan membawa luka.

***

“taemin-ah, kenapa sih? akhir-akhir ini kau sepertinya sama sekali tidak punya waktu untukku?” tanya seorang yeoja yang sudah ku kenal sejak kecil ini. Namanya Jinri. Dia yang selalu menemaniku selama ini, bahkan ketika sedang sedih, selalu saja hanya ada dia yang bisa menyemangatiku. Walaupun dulu aku memiliki yeojachingu, tidak ada yang bisa menenangkanku sepertiJinri menenangkanku. Aku yakin bahwa Tuhan memang sudah menakdirkannya untuk bisa memberikan ketenangan bagiku. Dan kali ini pun aku yakin bahwa yeoja itu memang sudah ditakdirkan untukku, Tuhan menakdirkannya untuk bisa memberikan kebahagiaan yang lebih dalam hidupku.

“hm, Jinri-ah, ada yeoja yang kusuka” ucapku jujur. Setelah 2 tahun ini aku memendam semuanya, akhirnya aku bisa mengatakannya juga kepadanya. Kenapa aku memendamnya? Karna jika aku mengatakannya, dia pasti akan sibuk ikut membantuku untuk mendapatkan yeoja itu. Jinri selalu ingin membantuku. Dia memang baik. Aku kali ini tidak ingin menyusahkannya. Dan kali ini pun, aku ingin membaca sifat yeoja itu sebelum akhirnya aku benar-benar yakin memilihnya untuk menjadi pendamping hidupku.

“wo! Nuguya?” Jinri menjawab dengan semangat dan menggeser tempat duduknya agar lebih dekat denganku.

“hah, entahlah. Kau pasti tidak percaya dengan ceritaku” seruku, lalu aku mulai menceritakan semuanya. Selama kejadian 2 tahun ini.

“ah? jinjjayo taemin-ah? pantas saja 2 tahun ini kau tidak memiliki yeoja. Padahal kan biasanya, dalam satu tahun kau sudah punya mantan 4” cablaknya sambil memainkan jarinya.

“ya!” aku menjitak kepalanya pelan dan berhasil membuatnya merintih kesakitan.

“uuuh appo taemin-ah!” rintihnya.

Orang tua kami memang bersahabat, dan ketika aku memutuskan untuk pindah ke Seoul karna ingin melanjutkan studi ku, mereka bilang, aku bisa tinggal dengan Jinri berdua di rumahnya yang berada di Seoul itu. Berhubung Jinri juga sama denganku, ingin sekolah di Seoul. Dari kecil kita selalu bersama. Banyak orang mengira kita sudah pacaran. Padahal tidak pernah tergerak sedikitpun dihatiku untuk bisa mencintainya. Aku pun sekarang tinggal berdua dengannya di rumahnya yang besar ini. Walaupun aku ini bisa dibilang playboy, tapi otakku tidak seperti playboy yang selalu memperlakukan cewek sembarangan. Aku masih menghormatinya.

“jadi kau selama ini terus mengikutinya? Kau jahat sekali setelah 2 tahun, baru deh kau ceritakan ini padaku” katanya sambil menggembungkan kedua pipinya yang membuatku gemas melihatnya.

“saengie~ aku tidak ingin kau ikut-ikutan dalam pengincaranku kalai ini” jawabku. Ne, aku sudah menganggapnya seperti adikku sendiri. Bahkan jika aku punya teman baru atau ada orang yang tanya siapa Jinri, aku selalu bilang kalau dia adalah adikku. Baik bukan? Ya, aku memang baik^^

“terlalu menyakitkan mencintai dalam mimpi seperti ini” lanjutku lagi.

“aku mengerti, aku harus lakukan apa?” dia mencoba menawarkanku.

“tidak usah. Akan ku lakukan sendiri. Aku hanya butuh… kalau kau mau, kau goda si Kyuhyun itu, agar aku bisa merebut yeoja itu dengan mudah”

“menggoda??? Kau gila? Ah, aku tidak bisa” dia menolak.

“kau pasti bisa, kau cantik” pujiku dan seketika wajahnya berubah menjadi merah “yah, kau ke-GR-an lagi deh saengieee…..” ujarku sambil  menyandar di sofa.

“ya! Taemin-ah!”

***

Lagi-lagi kali ini aku melibatkan Jinri.

“lihat, disana ada 2 orang. Dia Kyuhyun, dan itu yeoja yang kusuka. Bagaimana?” tanyaku saat melihat Kyuhyun dan yeoja yang kusuka sedang berbincang-bincang di coffee shop.

“omona…. tampan sekali” serunya sambil memegangi kedua pipinya. Sepertinya ini akan menjadi sesuatu yang sangat menguntungkan. Dia bisa dekat dengan Kyuhyun, dan akupun bisa merebut yeoja-ku.

“kau akan dekat dengannya nanti. Makannya kau bantu aku” kataku yang masih melihat ke arah mereka berdua dari dalam mobil.

“hm” dia hanya mengangguk lalu menunduk.

***

“annyeong” aku menyapanya dan duduk didepannya. Seperti biasa, ternyata hari ini dia datang lagi ke perpustakaan ini. Seperti yang aku tahu, jika yeoja ini membaca disini, Kyuhyun tidak menunggunya, maka aku menyuruh Jinri untuk mengalihkan perhatian Kyuhyun selama aku sedang tahap perkenalan dengan yeoja ini.

“ne, annyeong” dia tersenyum manis ke arahku lalu melanjutkan membaca buku yang sedang di pegangnya.

“aku sering melihatmu datang kesini, kau suka membaca?” tanyaku.

“ne” dia hanya balas sesingkat itu. Mungkin ini yang Kyuhyun suka darinya. Dia cantik, baik, tapi sepertinya akan sulit bagiku untuk mendapatkannya. Ternyata dia cuek sekali terhadap orang baru. Entah karna dia memang susah untuk berbaur, atau memang karna dia sadar bahwa dia sudah mempunyai pacar.

Mungkin dia ini tipe cewe yang setia dan mempunyai prinsip dalam hidupnya. Mungkin dia tidak akan membiarkan dirinya dekat dengan namja lain selama dia masih mempunyai pacar dan selama pacarnya belum menyakitinya di depan matanya langsung. Tapi lihat saja nanti. Cepat atau lambat kau pasti akan melihat Kyuhyun dengan Jinri. Hm. Aku tersenyum sinis.

“namamu siapa?” tanyaku.

“Nam Hyen Hyo imnida” dia senyum ke arahku sekali lagi dan melanjutkan bacanya.

“oh. Aku Lee Taemin. Senang berkenalan denganmu” ucapku basa-basi.

“oh ya, kapan-kapan kita makan bersama yuk?” ajakku.

“boleh” jawabnya tanpa mengalihkan pandangan dari buku yang sedang dibacanya sekarang. Aku jadi cemburu dengan bukunya ini. Kenapa dia serius sekali sih membacanya? Menyebalkan!

“ini nomor handphone-ku, nanti aku hubungi kau lagi” ucapku ramah sambil memberikan secarik kertas berisikan nomor telfonku.

“ne, terima kasih” katanya sambil menerima kertas dariku dan menyimpannya di dalam tasnya.

Drrt drrt drrt

From : Jinri Saengie

Kyuhyun sedang berjalan menuju tempat tadi. Segera kau tinggalkan yeojamu itu sebelum Kyuhyun tahu.

“aku pergi dulu. Sampai jumpa Hyen Hyo” aku beranjak daru kursiku dan melambaikan tanganku ke arahnya. Dia hanya tersenyum tanpa membalas lambaian tanganku. Lalu dia beralih ke bukunya lagi dan senyumnya pun langsung pudar. Dapat kulihat dia menghembuskan nafas panjang. Apa karna dia bosan? Atau dia kesal karna telah di ganggu olehku?

Lihat saja, aku akan buktikan pada kalian semua kalau suatu saat nanti Hyen Hyo akan lebih membutuhkanku daripada Kyuhyun.

=======================================================================

LOVE IS PUNISHMENT (HYEN HYO VERSION) PROLOG

aku percaya bahwa cinta itu adalah kebahagiaan

aku tau cinta itu adalah sebuah kebahagiaan, aku percaya karna aku merasakannya sendiri. Aku bahagia memiliki cinta. Aku bahagia bisa mencintai apalagi dicintai. Aku bahagia aku memiliki seseorang yang aku cintai. Aku bahagia mengetahui bahwa orang yang aku cintai selalu berada disisiku setiap saat.

Aku bahagia saat bertemu dengannya. Aku bahagia saat dia menggenggam tanganku. Aku bahagia atas semua yang sudah dia lakukan padaku.

Aku merasa aku adalah yeoja paling beruntung di dunia. Karna aku bisa menjadi kekasihnya yang tentu dicintai olehnya. Aku hanya orang biasa yang awalnya sama sekali tidak mengerti cinta. Definisi cinta saja aku tidak mengerti. Aku juga tidak mengerti namja, aku tidak mengerti lelaki dan aku tidak kenal lelaki.

Aku tidak pernah mencintai bahkan dicintai.

Tapi hari itu….

flashback

“dia… dia yang akan mewarisi perusahaanku. Dia anakku dan mulai sekarang dia yang memimpin perusahaan” dan peresmian penggantian pemilik perusahaan pun dilakukan. Semua karyawan bersorak dan bertepuk tangan. Tapi aku tidak. Aku hanya bisa mematung melihatnya.

Aku tau lelaki. Aku kenal lelaki. Aku mengerti cinta. Aku tau cinta. Aku…. suka padanya pada pandangan pertama. Seseorang yang sangat manis saat tersenyum 3 jari itu. Seseorang yang bisa membuat hatiku berdetak jauh lebih cepat walau aku hanya bisa melihatnya dari jarak jauh. Seseorang yang aku tau dia berkepribadian baik. Seseorang yang membuatku membeku seketika. Seseorang yang tinggi dan tampan. Cho Kyuhyun.

flashback end

Aku seorang sekretaris di perusahaan Mr. Cho ini. Sampai akhirnya kami berdua dekat dan kami pun menjadi sepasang kekasih. Dia memintaku untuk menjadi kekasihnya dan sekarang aku sudah diangkat menjadi asisten pribadinya. Menyenangkan menerima kenyataan seperti ini.

Dia memperlakukanku dengan baik. Dia menganggap aku berharga. Dia selalu menjagaku seolah tidak ingin kehilanganku.

Tapi ketidakmampuan mengatakan cinta adalah surga yang memberi hukuman

4 tahun sudah kami menjalani hidup saling memiliki seperti ini. Tapi entahlah, ku rasa umur kita sudah cukup matang. Umurku sekarang sudah 26 tahun. Dan Kyuhyun 28. Tapi ya sudahlah, biarkan saja. Mungkin Kyuhyun belum kepikiran untuk menindaklanjuti hubungan kita. Tapi aku selalu memikirkan itu setiap hari. Apa aku ini berlebihan?

Aku sangat mencintainya dan aku tidak ingin dia jatuh ke dalam pelukan wanita lain. Aku yakin Kyuhyun bukan seorang namja yang seperti itu. Tapi aku hanya takut.

Memilikinya adalah sebuah anugrah dan kebahagiaan untukku. Tapi ketidakmampuan untuk menyatakan sesuatu yang berharga membuat hatiku sakit. Aku sakit. Aku menangis. Aku kecewa. Apa dia benar-benar mencintaiku? Kenapa selama 4 tahun ini tidak pernah sekalipun dia mengatakan kata ‘menikah’? apa dia sama sekali tidak pernah berpikiran tentang itu? Wae?

Hatiku sakit setiap hari selalu memendam perasaan ini. Aku ingin menanyakan hal ini tapi aku tidak berani. Gengsiku terlalu besar sampai-sampai bisa menutupi rasa sakit dihatiku.

Di dalam hidupku ini, aku hanya memiliki air mata yang membawa luka

Aku selalu menangis memikirkan ini. Aku jadi sedikit meragukannya walaupun tanpa alasan yang jelas. Aku menangis dan menangis. Aku tau semuanya tidak akan menyelesaikan masalah. Tapi aku harus bagaimana? Aku hanya bisa menangis, di dalam hidupku ini hanya memiliki air mata. Dan itu adalah sebuah air mata yang hanya akan membawa luka. Karna dengan menangis aku sadar bahwa cinta Kyuhyun mungkin tidak sebesar cintaku. Dan keinginanku untuk memilikinya lebih jauh lebih besar daripada Kyuhyun. Aku terlalu berlebihan. Aku ingin semuanya berakhir di pelaminan. Tapi mungkin Kyuhyun tidak berpikiran seperti itu.

Ditengah-tengah kesibukanku memikirkan hubunganku dengan Kyuhyun, ada seseorang yang ingin mengganggu hubunganku dengannya kurasa.

Aku merasa 2 tahun belakangan ini ada seorang namja yang selalu mengikutiku kemanapun aku pergi. Padahal setiap hari aku pergi dengan Kyuhyun, dia selalu mengikuti. 2 tahun. Dan itu terjadi setiap hari. Tapi anehnya, dia hanya memandangku dari jauh, dia tidak berani mendekatiku. Tapi aku merasa ada yang aneh pada dirinya.

Setiap pagi aku selalu melihat mobil yang sama terparkir 50 m dari rumahku, dan setelah aku masuk ke dalam mobil Kyuhyun, mobil itu selalu mengikutiku kemanapun aku pergi. Dan sampai sekarang aku masih belum membicarakan hal ini dengan Kyuhyun.

Untuk saat ini……

Dia…. tidak mengganggu, tapi dia akan menjadi pengganggu.

***

Dia datang!

Dia duduk di depanku seperti biasa. Kau pikir aku tidak sadar bahwa kau selama 2 tahun ini selalu mengikutiku huh calon penganggu?

“oh ya, kapan-kapan kita makan bersama yuk?” ajaknya. Benar apa kata hatiku. Suatu saat nanti dia akan jadi pengganggu. Dia… akan mengganggu hidupku.

“boleh” aku menerima tawarannya. Mulai sekarang, aku akan mengikuti permainannya. Aku tau dia orang baik, tapi otak licik yang dia miliki untuk merusak hubungan orang bukanlah sesuatu yang baik dan aku tau sekarang dia sedang menjadi dalang dalam sebuah permainan ini. Dan aku wayangnya. Dan aku harus mengikuti permainannya sampai semuanya bertukar, aku yang akan menjadi dalangnya.

Bagaimana tidak bisa dikatakan sebagai ‘pengganggu’ jika dia terus mengikutiku dan dia sudah tau aku milik Kyuhyun tapi dia sekarang mendekatiku?

Dia memberikan nomor ponselnya, aku menyimpannya asal di dalam tasku dan kembali fokus pada buku bacaanku.

“ne terima kasih” ucapku.

Tidak lama kemudian dia segera pamit. Baguslah kalau dia pergi. Setelah dia menghilang dari pintu utama perpustakaan ini “mungkin permainan akan dimulai” seruku pada diri sendiri dan ikut beranjak dari kursiku untuk menunggu Kyuhyun di depan perpustakaan saja.

=======================================================================

LOVE IS PUNISHMENT (KYUHYUN VERSION) PROLOG

Maafkan aku yang selama ini harus membohongimu bertahun-tahun. Maafkan aku yang juga telah membohongi diriku sendiri. Maafkan aku.

Aku percaya bahwa cinta itu adalah kebahagiaan, tapi ketidakmampuan mengatakan cinta adalah surga yang memberi hukuman

Cinta adalah sebuah kebahagiaan, mencintai seseorang yang sudah bertahun-tahun hidup bersama kita dan menjadi keluarga kita adalah sebuah kebahagiaan. Tapi kebahagiaan itu lenyap begitu saja saat Tuhan berkehendak untuk mengambil nyawanya. Dia adikku satu-satunya. Adik yang sangat amat ku cintai. Cho Kyura.

Dia meninggal saat berumur 18 tahun. Umurnya hanya terpaut 1 tahun saja denganku. Dia…. aku mencintainya. Aku menyayanginya. Aku ingin menjaganya. Tentunya hanya dalam batas sebagai adikku. Dia selalu mengerti aku. Dia dewasa dan selalu mendengarkan curahanku. Aku sempat terpuruk saat mengetahui bahwa adikku sudah tidak ada. Tapi keterpurukkan itu lenyap begitu saja saat aku bertemu dengannya. Nam Hyen Hyo. Yeoja yang 4 tahun ini sudah menjadi kekasihku. Yeoja yang wajah dan kepribadiannya sangat mirip dengan Kyura. Yeoja yang selama ini selalu kuanggap adikku walau kita sudah resmi berpacaran. Yeoja yang sangat amat kucintai walaupun hanya sebatas ‘adikku’. Yeoja yang selalu kulindungi karna aku tidak ingin ditinggal olehnya seperti waktu aku ditinggal oleh Kyura. Aku mencintainya… namun hanya sebatas adik.

Ini menyakitkan bagiku saat menyadari bahwa aku tidak bisa mencintainya lebih. Ini menyakitkan bagiku saat menyadari bahwa aku telah membohongi dirinya. Ini menyakitkan bagiku saat menyadari bahwa aku juga telah membohongi diriku sendiri. Semuanya palsu. Maafkan aku.

Ini adalah penyebab utama mengapa aku tidak pernah ingin menindaklanjuti hubungan kita. Dia hanya kuanggap sebagai adikku. Walaupun aku sangat mencintainya, tapi aku tidak bisa menikahi seseorang yang ku anggap adik bagiku.

Maafkan aku.

Aku tau aku egois.

***

Aku selalu menemaninya ke perpustakaan kota. Dia senang membaca, seperti biasa, jika dia sedang membaca di perpustakaan, aku akan menongkrong sambil memesan kopi di coffee shop depan perpustakaan.

Setelah keluar dari toilet, ada seorang yeoja yang menabrakku dan dia menjatuhkan sapu tangannya. Aku berteriak memanggilnya tapi dia tidak mendengarku.

Aku memicingkan mataku agar bisa melihatnya dengan jelas. Oh dia memakai headset. Gumamku pada diri sendiri.

Aku terus mengikutinya sampai dia masuk ke dalam restoran yang tempatnya tidak jauh dari tempat coffee shop tadi. Aku memasuki restoran itu dan mengembalikan sapu tangannya. Ketika aku hendak pergi, dia menahanku. Dan tiba-tiba saja dia bercerita tentang masalahnya dan dia menangis. Aku harus bagaimana?

Kau tau? Aku ini lemah pada wanita. Aku tidak bisa melihat wanita yang menangis. Aku selalu teringat Kyura. Ash! Sudah 10 tahun Kyura meninggal, tapi aku tidak pernah bisa melupakannya.

Aneh.

Aku sempat berpikir bahwa yeoja ini aneh. Dia mencurahkan perasaannya pada seseorang yang baru saja ditemuinya.

Aku baru sadar bahwa Hyen Hyo sekarang sedang menungguku di depan perpustakaan. Aku harus pergi.

“ne, aku mau. Ini nomor telfon dan e-mail ku. Jika kau ada masalah, hubungi aku. Aku akan datang untukmu. Untuk sekarang, maaf aku tidak punya banyak waktu. Aku harus pergi. Dah Jinri” aku mengusap puncak kepalanya pelan dan segera keluar dari restoran itu. Aku menaiki mobil pribadiku dan segera menyusul Hyen Hyo yang sedang berdiri sendiri di pinggir jalan tak jauh dari restoran tadi.

Jinri…. nama yang bagus.

Jinri…. yeoja cantik yang sedang terpuruk. Sama seperti aku waktu dulu. Hanya saja dalam hal yang berbeda tentunya. Dia ditinggal kekasihnya. Aku ditinggal adikku. Aku rasa aku juga harus melindunginya. Karna aku pernah merasakan apa yang dia rasakan sekarang. Dan aku tau itu sangat amat menyakitkan.

Aku yang disini diciptakan sebagai namja yang kuat saja tidak bisa menghadapi kenyataan itu. Apalagi Jinri? Dia kan hanya seoarang yeoja biasa, dia pasti akan sangat terpuruk. Nanti malam… ne, nanti malam aku berjanji akan menghiburnya.

=======================================================================

NB : Ini project aku setelah My Nightmare^^

ini prolog tapi panjang banget ya? wkwkwk, sebenernya FF ini tuh kepisah-pisah. yang Jinri Version sendiri, Taemin sendiri, Kyu sendiri, Hyen Hyo sendiri juga :3 tapi karna takut kalian bingung, makannya aku satuin dan alhasil…. jadilah panjang begini sampe 18 page -____-

comment aja dulu. ini ga akan aku post sekarang ko FFnya. part 1-nya bakalan aku post setelah my nightmare selesai. ok? mohon comment^^ kalau yg comment banyak entar akunya seneng :3 bikin org seneng kan dapet pahala wkwkwk

6 responses »

  1. Pingback: [FF] Love is Punishment « Nisa Ayu Thayalisha Hadi's

  2. baru sempat baca sekarang ini cerita,
    hmm saeng mian ya ntar onnie tinggalin commentnya di part yg terakhir publish aja ya.. hehe lg gak mau ribet ini ceritanya
    baca dulu part 1 dh

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s