My Nightmare [Part 10]

Standard

 

Author : Nisa Ayu Thayalisha Hadi (Nam Hyen Hyo)

Cast :

Nam Hyen Hyo

Cho Kyuhyun

Title : My Nightmare [Part 10]

Length : on going~

Genre : Romance, Fluff, Comedy

Rating : PG-13

Disclaimer : Kyuhyun dan Nam Hyen Hyo are belongs to God, and this Fan Fiction is belong to me kekekeke~ i own this plot ok?

Note : This is pure my imagination.

oh ya, itu posternya ganti, muka cewenya juga ganti ya? ya terserah deh kalian mau banyangin muka cewe yang dulu atau yang sekarang, tapi masukan muka cewe yang dulu kalau kata aku hehehe. sorry ya soalnya posternya baru jadi sih wkwk

Ini hanya sebuah FF. ga ada sekalipun terlintas di otakku untuk menjelek-jelekkan karakternya. aku ini ELF kok~ jadi kalau di cerita ini aku seperti menjelek-jelekkan SJ, itu hanya untuk memperdalam karakter main cast disini. maaf ya~ kekekee jangan tersinggung!

Baca Dulu : My Nightmare [Part 9 Kyuhyun Version] << barangkali ada yg belum baca hehe

=========================================================================

Preview

“Sudah kubilang aku hanya takut dia memanfaatkanmu. Kau masih ingat kata-kataku?”

“Ne”

“Kyu-hyung hanya ingin memanfaatkanmu”

“Aku harap kau tidak luluh dengan perbuatan palsunya. Semuanya dusta, kau sadar?”

“Hyen-ah, kenapa kau jadi seperti ini? Kau berubah. See? Ini bukan dirimu! Aku seperti tidak mengenalmu. Kau… benar-benar mencintai Kyu-hyung?”

“Hyen, kami berdua siap menjadi sandaran hidupmu. Jangan sungkan-sungkan”

“Hyen, jika kau tidak keberatan, jadilah pacarku. Aku mencintaimu”

“Sungguh Hyen, aku mencintaimu! jadilah pacarku!”

“Jadilah pacarku”

==========================================================

“Jadilah pacarku”

Aku meliriknya tajam dan sedetik kemudian tertawa lepas “hahahahahaha kau berhasil Jae Hyo-ssi, kau bisa membuatku tertawa hari ini! Chukkae! Padahal tadinya keadaan dihatiku sedang tidak enak hahahahaha”

“Tsk! Kau tidak tau aku sedang serius?! Aku serius Nam Hyen Hyo, aku serius!” suaranya tedengar lembut namun tegas, dia segera meminggirkan mobilnya dan berhenti. Seketika aku berhenti tertawa dan kembali merunduk.

‘Seandainya kau Cho Kyuhyun, aku sudah hidup bahagia di dunia ini bahkan mungkin merasa tidak ingin lepas dari dunia ini. Tapi sayangnya kau bukan Cho Kyuhyun. Dan mungkin Tuhan masih belum mengizinkanku untuk hidup bahagia’ batinku.

“Bagaimana jawabanmu?” tanya Jae Hyo membuyarkan lamunanku “Dia menyukaimu sudah lama. Dari awal dia bertemu denganmu, tapi kau tidak pernah sadar bahwa dia terus memperhatikanmu, bukan? Dan saat Ah Ra-noona menyuruhnya untuk menjagamu di Daegu, kau tau? Jae Hyo sangat senang, tapi dia menutupi semua perasaan dan ekspresinya dengan sikap cool-nya. kau hanya akan menyakitinya jika kau tidak menerimanya! Hey, kau tau? Jae Hyo-hyung bahkan lebih baik dan lembut daripada Kyuhyun-hyung, kau sadar atau tidak sih?” sergap Tae Hyo. aku mendengar semua kata-katanya dengan serius, mencoba mencerna kata-katanya dengan baik, mengolah semua kata-katanya dalam otakku. Namun dengan begitu, air mata yang sudah sanggup ku tahan, kini tidak dapat lagi aku tahan. Entahlah, karna apa, aku jadi menangis.

“Aku tidak memaksa, aku tau kau menyukai Kyu-hyung maka dari itu kau tidak sanggup menjawab” nadanya terdengar lirih, aku mendongak dan menatapnya iba. Maafkan aku Jae Hyo-ssi, bukan begitu, tapi aku memang sangat mencintai Kyuhyun.

“Hyen-ah, aku akan sangat bahagia jika kau menjadi pacarnya hyung, kau tau? Aku juga sangat mengaguminya. Kau wanita tapi kau kuat” puji Tae Hyo, aku meliriknya sebentar dan kembali menunduk.

“Uljimayo!” Jae Hyo memegang pundakku. Tuhan, jangan buat aku bingung. Kenapa sentuhannya di pundakku terasa begitu nyaman?

“Hyen-ah, wae? Uljimayo” kini giliran Tae Hyo yang khawatir, dia mengelus puncak kepalaku, membuatku semakin deras mengeluarkan air mata.

Drrt drrt drrt

Getaran di ponselku mengalihkan perhatianku dari dua namja kembar yang mengkhawatirkanku barusan. “Ne, yeobosaeyo unnie?”

“…”

“Nugu?!”

“…”

“AH JINJJAYO?! Unnie…. kau sedang tidak bercanda bukan?”

“…”

“Ah ne! Gomawo unnie!”

“Jae Hyo-ssi, antarkan aku ke Seoul Hospital!!! PPALI-WA!”

“wae?”

“PUTAR BALIK! Pokoknya aku tidak mau tau, sekarang!”

“ada apa Hyen? Tenang dulu” sambar Tae Hyo yang ikutan panik. Aku mengatur nafasku dalam, namun bukannya tenang, yang ada aku malah semakin menangis.

“Tae Hyo-ssi…. Kyuhyun….” aku terisak sampai membuat Jae Hyo –lagi-lagi- menghentikan mobilnya “Wae Hyen-ah? Kyu-hyung kenapa?”

“KENAPA KAU BERHENTI?! LANJUTKAN!! KITA HARUS CEPAT SAMPAI DISANA!” bentakku tidak sabaran, Jae Hyo segera menjalankan mobilnya lagi. aku terus menangis tanpa menghiraukan pertanyaan-pertanyaan Tae Hyo maupun Jae Hyo. mulutku sedang tidak mood untuk bicara. Tolong jangan ajak bicara aku. Sekejap, aku membuat panca inderaku tidak berfungsi. Tidak ada yang bisa kudengar kecuali tangisanku. Semua ucapan yang terlontar dari mulut mereka berdua, aku buat pertanyaan-pertanyaan itu tidak masuk ke dalam telingaku.

***

Aku berlari menelusuri koridor rumah sakit dengan tak terkendali, tidak peduli dengan jaketku yang hampir lepas karna aku terlalu cepat berlari, tidak peduli dengan rambutku yang berterbangan berantakan karna aku terlalu cepat berlari, dan juga tidak peduli dengan pandangan orang-orang yang kini melihatku dengan tatapan aneh dan penasaran.

Seketika aku berhenti saat aku mencapai di perempatan jalur. Aku harus kemana?

“Kau tau korban kecelakaan yang baru saja masuk beberapa jam yang lalu?” tanyaku pada salah seorang suster sambil terisak, aku mengelap cairan yang keluar dari hidungku dan menyedotnya “Ah ne, kau lurus saja, setelah itu belok kiri. Kamar nomor 548, aku baru saja dari sana” jawab suster itu ramah. Aku tidak memperdulikannya, yang aku pikirkan sekarang adalah bagaimana caranya aku bisa sampai kesana dalam sekejap mata. Tapi sayangnya tidak bisa, aku masih harus berlari agar tidak memakan waktu terlalu lama.

BRAK

“Unnie!” teriakku dan langsung berhamburan kepelukan Ah Ra-unnie “Unnie, apa yang terjadi pada Kyuhyun?!” tanyaku panik sambil melihat ke arah Kyuhyun sekilas lalu menatap Ah Ra-unnie lagi.

“Tenanglah. Dia baik-baik saja!”

“Tidak mungkin dia baik-baik saja jika dia sampai masuk rumah sakit dan tidak sadarkan diri seperti itu!” ucapku kesal.

“Baiklah, aku tidak tau kronologis ceritanya. Tapi kata saksi yang membawa dia kesini, dia membawa mobil dalam keadaan mengebut dan tiba-tiba ada mobil bus berjalan dengan pelan yang berlawanan arah, entah bagaimana kejadiaannya, Kyuhyun sudah menabrak mobil bus itu sampai mobilnya hancur. Padahal kata saksi yang melihat, mobil bus itu sudah berjalan dengan lamban dan juga di pinggir jalan. Tapi untunglah Kyuhyun tidak apa-apa” aku menutup mulutku dan menangis lagi, Jae Hyo dan Tae Hyo bersamaan masuk dan menutup pintunya dengan pelan. Mereka berdua menghampiriku dan Jae Hyo memelukku, mengelus rambut panjangku dengan lembut. Aku membenamkan kepalaku di dadanya. Terasa hangat. Tapi kau tau? Pelukan Kyuhyun jauh lebih hangat daripada ini!

“Kyu… bangunlah! Lihat aku dan peluk aku. Kau pernah bilang bukan bahwa aku jelek seperti monyet saat menangis? Ayo peluk aku supaya aku tidak menangis dan seperti monyet lagi!” teriak batinku.

“Eh Hyen, ngomong-ngomong, bukankah kau sangat membenci Kyuhyun? Kenapa sekarang kau malah sangat mengkhawatirkannya sampai menangis? Aku yang kakak kandungnya saja tidak sedih” celetuk Ah Ra-unnie yang berhasil membuatku terhenti menangis seketika dan melepaskan pelukan Jae Hyo.

“Aku tidak mengkhawatirkannya! Aku hanya kaget! Jangan asal menilai perasaan org, mengerti kau unnie?!”

“Annyeong~~” aku menoleh ke arah pintu dan mendapati seluruh member SJ kecuali Kyuhyun tentunya masuk dan mulai membuat rusuh di segala penjuru arah (?) dari mulai si Monyet yang mengambil buah yang ada di meja sebelah ranjang Kyuhyun, si Kura-kura yang kalah acara Immortal dan si cantik langsung duduk di sofa dan loncat-loncatan “Wah Hyung, empuk ya!” seru si kura-kura. Aku memutar bola mataku geli mendengar kata-katanya barusan “Iya nih! Rumah sakit mewah mah beda ya!” balas si Cantik.

“Aigooo, Kyuhyun-ie, kau kenapa sampai seperti ini? Aku tidak mau kejadian beberapa tahun yang lalu terulang! Bangunlah! Sadar!” seru si Banci Boneka Pink itu. Eh? Kejadian beberapa tahun yang lalu? Memangnya dulu Kyuhyun kenapa? Pernah kecelakaan juga? Aish! Aku sama sekali tidak pernah tau sedikitpun tentang Super Junior.

“Unnie, aku keluar dulu ingin cari angin. Perutku juga lapar. Aku ingin makan” pamitku. Sebenarnya bukan karna itu, tapi karna aku risih kalau harus ada dalam satu ruang lingkup di ruangan sempit bersama anggota Super Junior seperti tadi. Terlalu membuatku kerepotan walaupun aku tidak melakukan apapun.

***

“hyung-deul semuanya sudah pergi, kau kembali ke kamar Kyuhyun-hyun saja. Aku tau tadi kau pergi untuk menghindari mereka” seru Jae Hyo di telfon. Aku tidak menanggapinya dan langsung memutuskan sambungan telfonnya. Aku berjalan dengan malas menelusuri koridor rumah sakit. Sekilas aku mendengar obrolan para suster yang sedang santai “Kau tau? Cho Kyuhyun dirawat disini! sayang aku tidak kebagian untuk masuk keruangannya. Enak sekali Dae Na unnie bertugas dikamarnya” aku tersenyum kecil mendengar percakapannya, namun senyumanku berbubah menjadi senyuman mirisku. Kau tau? Dengan mendengar percakapan mereka barusan membuatku semakin sadar kalau aku tidak akan mungkin mendapatkan Kyuhyun sekalipun aku dan Kyuhyun sudah sangat dekat. Aku bersaing dengan TERLALU banyak yeoja di dunia ini. Aku yang memiliki muka pas-pasan dan berasal dari keluarga berantakan mana mungkin mendapatkan cinta darinya. Sekarang sudah tahun 2011, dan cerita Cinderella sudah tidak berlaku lagi, ya kan?

“Dia masih belum siuman?” tanyaku sambil menutup pintu kamar inap Kyuhyun, Ah Ra unnie mengiyakan hanya dengan anggukan kepalanya dan Tae Hyo sedang asik menonton drama sambil memakan snack yang ada di pangkuannya. Jae Hyo tertidur di sofa, tapi aku tau dia hanya tidur ayam (?)

“Kenapa orang tuamu tidak datang unnie?” tanyaku sambil duduk disebelah Tae Hyo dan ikut menyaksikan drama yang sedang di tontonnya juga.

“Mereka sedang di luar negri, sedang ada urusan. Nanti saja memberitahunya saat mereka sudah balik, supaya tidak khawatir” aku tidak terlalu mendengar ucapannya dengan jelas, jadi aku hanya mengangguk dan langsung larut dalam drama yang sedang ku tonton. Kenapa ceritanya begitu sedih?!

“AIGO!” teriak Tae Hyo disampingku membuatku mengelus dada kesal, aku memejamkan mataku dan langsung memelototinya. “Jam berapa sekarang?! Kita tidak ke kampus?!” teriak Tae Hyo panik. Aku menggigit bibir bawahku dan berpikir, benar juga, bukankah tadinya kita ingin ke kampus? Berarti kita sekarang membolos dong?

“Kau melupakan Kyuhyun? Tidak ada salahnya dong menemani hyung-mu disini” cerocos Ah Ra-unnie yang tidak terima kalau Tae Hyo ternyata lebih memilih kampusnya dibanding Kyuhyun, adik kesayangan Ah Ra.

“”Bukan begitu noona… tapi aku ada urusan dengan dosen. Tidak mungkin aku membatalkannya, aku sudah janji. Hyung, kunci mobil” Tae Hyo segera berdiri dan Jae Hyo –masih dengan keadaan terlelap di sofa- langsung melemparkan kunci mobilnya pada Tae Hyo. Aku sontak ikut berdiri. Lebih baik aku ke kampus daripada harus menemani Kyuhyun disini. Bukannya apa-apa, tapi aku malas jika harus memberikan perhatian lebih kepada seseorang yang ternyata sama sekali tidak memikirkanku setitikpun di otaknya. Itu membuatku sakit hati.

“Aku juga ingin ke kampus, ada urusan. Kami berdua pamit” Jae Hyo langsung bangkit dari sofanya dan berdiri tegak “Kalau begitu aku juga ingin ke kampus saja noona hehehe” katanya sambil nyengir kuda. Ah Ra-unnie hanya mendecak kesal dan langsung duduk di sofa tanpa melirik ke arah kami sedetik pun. Kami bertiga langsung keluar ruang kamar inap Kyuhyun dan menuju basement rumah sakit.

***

Satu minggu kemudian

“Annyeong” sapaku, Tae Hyo dan juga Jae Hyo saat memasuki kamar Kyuhyun. Baru kali ini aku masuk ke kamarnya, rapih sekali. Kau tau? Ukuran kamar seperti ini pantas untuk 50 orang tidur di dalamnya! Ini bahkan hampir sebesar apartemenku -_-

Kyuhyun masih memejamkan matanya, tapi lama kelamaan dia terbangun dan sepertinya dia linglung, dia melihati seisi kamarnya lalu menatap Jae Hyo, Tae Hyo lalu aku.

“Hyung, kau sudah sadar? Dari pagi kau tidur saja. Ini ada tamu spesial Hyung hehehe” gurau Tae Hyo. aku menyenggol pinggul Tae Hyo dengan pinggulku dan tersenyum kaku pada Kyuhyun. Jae Hyo hanya diam bergeming melihat kami berdua.

“Annyeong Kyu, kau ini bodoh sekali sampai menabrak seperti itu! Kau selalu bilang kalau aku lebih bodoh darimu, tapi ternyata kau jauh lebih bodoh dariku. Huh, kau sadar? Hey Kyu! Aku rindu ocehanmu kepadaku! Setiap hari kau selalu memarahiku, tapi 1 minggu ini kau tidak mengajakku mengobrol, kau tau? Rasanya hidupku hampa tanpa ocehanmu!” celotehku terus menerus tanpa henti. Dapat ku lihat Kyuhyun memandangku dengan kening berkerut dan heran.

“Nugu?” tanya Kyuhyun sontak membuatku kaget. Aku menatap Tae Hyo dan juga Jae Hyo secara bergantian lalu menatap Kyuhyun lagi.

“Hey! Kau baru membuka matamu tapi sudah mau main-main denganku? Hahaha Kyu, siap-siap saja untuk kalah, kau masih tidak punya banyak tenaga!” ocehku lagi.

“Mian, geundae, nugusaeyo?” tanya Kyuhyun ragu. Lagi-lagi aku mendelik Tae Hyo dan juga Jae Hyo. tiba-tiba pintu terbuka, Ah Ra-unnie masuk dan mengajakku untuk keluar. Aku mengikutinya dengan pikiranku yang masih bingung dengan sikap Kyuhyun, apa dia sedang bercanda atau memang dia benar-benar tidak mengenalku? Tapi….

“Hyen Hyo-ah, mianhae” Ah Ra-unnie tertunduk dalam lalu mendongak dengan mata yang berlinang air mata.

“Kyuhyun…. dia amnesia. Tapi jangan khawatir dia hanya sementara. Ingatannya akan 3 bulan terakhir memang terganggu dan dia terancam tidak akan mengingatnya. Tapi tenanglah, ingatan itu akan segera kembali sejalar dengan berjalannya waktu” ucap Ah Ra-unnie berlinangan air mata. Aku menggigit bibir bawahku dan diam. Tidak ada kata yang mampu aku keluarkan untuk saat ini. Kau tau? Yang membuatku sakit bukan hanya keadaan Kyuhyun sekarang, tapi mengetahui kenyataan bahwa dia tidak lagi mengingatku. Baru 3 bulan saja aku mengenalnya, tapi ingatannya akan 3 bulan terakhir dia melupakannya. Dia TOTAL tidak mengingatku.

Pernahkah kau merasakan sedang mengalami mimpi indah lalu tiba-tiba kau terbangun dan melihat orang yang kau cintai sudah meninggal di hadapanmu? Apa yang akan kau lakukan? Pasti sakit dan tidak sanggup berkata-kata bukan? Itu yang aku rasakan saat ini! Aku serasa baru saja bangun dari mimpi INDAHku. Bahkan sangat indah, namun aku harus terbangun dengan kenyataan yang begitu menyakitkan! Aku seperti baru saja di hempaskan dari langit.

“Unnie….” aku bisa mendengar suaraku sendiri yang terdengar begitu lirih. Pandanganku semakin buram karna tertutup air mata “Ani Hyen-ah, dia tidak melupakanmu! Dia hanya sedang tidak mengingatmu. Percayalah, ini tidak akan lama!” Ah Ra-unnie membawaku ke dalam pelukannya. Hangat. Tapi pelukan ini tidak akan pernah sehangat pelukan Kyuhyun. Tuhan, kenapa kau buat hidupku semenyakitkan ini?

“Kyuhyun-ssi, kenalkan aku Nam Hyen Hyo, teman barumu” ucapku parau sambil mengulurkan tangan kananku tepat di hadapan Kyuhyun. Jae Hyo dan Tae Hyo melihatiku heran. Aku tau mereka belum tau dengan keadaan Kyuhyun sekarang. Dan aku tau Ah Ra-unnie pasti tidak akan menceritakan kejadian ini pada mereka berdua.

“Ehm?” Kyuhyun menaikkan satu alisnya lalu beralih menatap Ah Ra-unnie yang berdiri tepat di belakangku “Dia temanku Kyuhyun” sahut Ah Ra-unnie. Kyuhyun hanya meng-oh-kan lalu kembali fokus pada jeruk yang sedang di kupasnya “Noona, sekarang tanggal berapa? Oh ya, kemarin aku baru saja pulang dari rumah Teuki Hyung, dia memberimu majalah kesukaanmu tuh Noona” oceh Kyuhyun dengan keadaan yang tidak memungkinkan. Tapi mulutnya tetap mengoceh seperti dia tidak pernah mengalami kecelakaan apapun. Kain putih yang membalut dahinya membuatku yakin kalau penyakit yang sedang Kyuhyun terima saat ini benar adanya. Amnesia sementara. Biarkan sementara, itu tetap menyakitkan hatiku mengetahui dia tidak mengenal siapa aku.

Aku hanya diam mendengarkan Kyuhyun bicara, sementara Ah Ra-unnie sudah bingung sendiri dengan perkataan adiknya itu “Itu terjadi 3 bulan yang lalu Kyuhyunnie, sekarang sudah bulan Agustus! Kau tau? Itu kejadiaan saat bulan Mei, kenapa kau malah mengingat itu? Kau kemarin bukan dari rumah Teukie Hyung, kau baru saja pulang dari apartemennya….” Ah Ra-unnie tidak melanjutkan kata-katanya, tapi aku tau dia ingin melanjutkan apa. kau baru saja pulang dari apartemennya Hyen Hyo. itu pasti kalimat selanjutnya jika saja Ah Ra-unnie tidak memotong perkataannya barusan. Aku semakin menundukkan kepalaku dalam dan membalikkan badanku cepat.

“Aku pamit. Terima kasih untuk hari ini. Annyeong” aku mengucapkan kata itu tanpa melirik kepada mereka ber4 sama sekali. Aku langsung keluar kamar dan menangis sepuasnya, mengingat dirumah ini tidak ada siapa-siapa lagi kecuali pembantunya Kyuhyun. Persetan dengan pembantunya! Bukan urusanku!

BRUK

Pundakku menabrak pundak seseorang, membuatku terjatuh dan pantatku sakit.

“YA! BODOH!” teriakku karena kesal bercampur isakan tangisku. Aku menghapus air mataku kasar dan berdiri “Mianhae, tapi tadi kau yang tidak melihat jalan” ucap Nona itu ramah. Ah… aku seperti tau orang ini!!! Tapi siapa ya….

“Kau temannya Kyuhyun?”

“Persetan dengan Kyuhyun!” aku langsung pergi meninggalkannya yang masih melihatiku heran.

***

“Annyeong Kyu”

“Mau apa kau kesini lagi? aku kira kemarin terakhir kau akan kesini” jawab Kyuhyun acuh sambil memainkan psp-nya. Bahkan saat kondisinya sedang tidak memungkinkan seperti ini, dia masih memainkan psp-nya? yang benar saja!

Aku menggigit bibir bawahku, menahan agar air mataku tidak jatuh sepenuhnya. Aku menatap langit-langit kamar Kyuhyun untuk mencegah jatuhnya air mataku. “Wae? Kau kagum dengan interior kamarku huh?” tanya Kyuhyun membuatku kaget. Aku hanya tersenyum tipis dan menaruh buah-buahan yang Ah Ra-unnie titipkan “Ani, ini ada buah dari noona-mu, makanlah”

“Kau menyuruhku makan buah itu?”

Aku hanya mengangguk menanggapinya.

“Lalu kenapa kau masih berdiri disitu?”

Aku menaikkan satu alisku kali ini.

“Aku tidak akan memakannya jika kau masih ada disini”

Aku berdiri bergeming menatap Kyuhyun tajam. Terlalu kesal. Tolong sudah, sampai sini saja. Jangan dilanjutkan. Hatiku sudah sangat sakit.

“Kenapa kau masih berdiri disini? kau tidak mengerti arti tersirat dari perkataanku barusan? Aku memintamu untuk pergi” kata Kyuhyun dengan nada datar namun cukup membuat hatiku semakin sakit lagi.

Aku membalikkan badanku dan segera menuju pintu kamar Kyuhyun “Oh ya, bilang pada noona, gomawo” katanya lagi saat aku sudah memegang gagang pintunya siap untuk membuka pintu kamarnya. yang membuatku tidak habis pikir, dia hanya mengucapkan gomawo pada Ah Ra-unnie, bukan untukku!

“Kau tidak ingin berterimakasih padaku?”

“Untuk apa?” tanyanya enteng sambil mengambil kembali psp-nya. Aku mendesah nafas berat dan segera menggeleng. Ingin rasanya sekarang aku menjambak rambut kambingnya itu dan mencukurnya habis sampai Ia botak!

“Hey”

Aku melongokkan kepalaku sedikit, melihat Kyuhyun yang masih bermain psp-nya lalu tiba-tiba melihatku “Siapa namamu tadi?”

“Nam Hyen Hyo” jawabku kesal dan singkat.

“Oh. Ya sudah pergi sana! Ingin apa lagi? Kenapa masih disitu?” tanya Kyuhyun seolah tidak punya dosa. Aku membanting pintu kamar Kyuhyun sampai terbuka lebar selebar-lebarnya lebar (?) “Aku sudah mau pergi tapi kau mencegahku dengan pertanyaan bodohmu! Lalu sekarang kau malah mengusirku! Kau ingin memancing amarahku huh? Kau ingin aku tendang lagi? Apa kau ingin aku buat tidak berdaya seperti waktu itu?” marahku sambil berkacak pinggang. Kyuhyun membenarkan posisi duduknya dan memandangku heran sekaligus bingung.

“Lupakan!” sambarku lagi saat menyadari bahwa Kyuhyun tidak mengingatku, tidak mengingat segala yang sudah Ia lakukan padaku. Tidak mengingat apapun yang sudah kami berdua lakukan akhir-akhir ini.

“Aku sepertinya mengenalmu cukup lama” gumam Kyuhyun sambil menggaruk kepalanya tapi tidak sambil menatapku, aku tau dia sedang kebingungan.

“Tidak! Sama sekali tidak! Kami baru bertemu kemarin siang saat Ah Ra-unnie mengajakku kesini! Tidak usah sok tau! Istirahatlah! Dasar kambing conge!!” kesalku dan membanting pintu kamarnya sampai menimbulkan bunyi yang keras.

Bodoh! Gerutuku dalam hati.

***

Indahnya sungai Han ternyata masih tidak bisa menenangkan hatiku yang sedang sangat risau kali ini. Berkali-kali aku menyentakkan kakiku di tanah, berharap semua kesialanku terbuang seiring dengan hentakan-hentakan kakiku ditanah.

“Sudahlah” aku melirik Jae Hyo yang sedang berdiri di sampingku, aku kesini memang meminta Jae Hyo untuk mengantar sekaligus menemaniku. Entahlah, perasaan di hatiku saat ini benar-benar kacau.

“AH!” teriakku karna ingat akan sesuatu hal yang membuatku sangat penasaran akhir-akhir ini.

“Jae Hyo-ssi, kau kenal dengan seorang wanita yang kemarin datang ke rumah Kyuhyun?”

“Yang mana?”

“Wanita yang kemarin memakai baju warna merah, berambut panjang dan…. err aku rasa dia bukan orang korea asli” aku memukul-mukul daguku pelan dengan jari telunjukku, seolah sedang berpikir keras, mencoba untuk mengingat-ngingat apa saja ciri khas dari gadis itu “Dia juga…. memakai jepit merah!” lanjutku lagi.

“Lalu kalau tidak salah dia membawa tas berwarna….”

“Song Qian, Victoria Song” potong Jae Hyo. aku menoleh ke arah Jae Hyo dan menghentikan aktivitasku –mengingat siapa wanita itu- dan memandang Jae Hyo heran, apakah Ia baru saja menyebutkan nama wanita itu?

“Itu namanya?”

“Dia asli orang China, tapi dia merantau ke Korea dan menjadi artis disini, dia salah satu member f(x), satu agency dengan Kyuhyun”

“Oh. Eh, f(x)? Berarti dia kenal betul dengan Sulli?”

“Memangnya kenapa?”

“Tidak apa-apa” aku memang tidak tau apapun tentang Sulli, tapi aku selalu menyukainya saat melihatnya tampil dengan menggunakan dress yang selalu terlihat cocok saat di pakai olehnya. Dia sangat manis. Bahkan menurutku dia sangat cantik. Krystal juga. Yoona juga. Aish! Aku kan hanya tau mereka bertiga makannya aku hanya memuji mereka bertiga! Rutukku dalam hati.

“Ngomong-ngomong, kenapa hanya dia yang menjenguk Kyuhyun kemarin? Kenapa tidak dengan member f(x) lainnya?”

“Mana kutau. Setauku, Victoria memang sangat dekat dengan Kyuhyun, bahkan mereka sampai di gosipkan berpacaran sebelum kabar bahwa kau berpacaran dengan Kyuhyun itu muncul”

Aku melotot, tidak sadar akan perubahan kelopak mataku yang kini semakin terbuka lebar. Tentunya Jae Hyo tidak bisa melihat perubahan ekspresi di wajahku karna sekarang aku sedang melihat ke arah sungai Han, sementara Jae Hyo disampingku. Setidaknya, dia tidak bisa dengan jelas mengamati perubahan ekspresi di wajahku bukan?

Aku segera menggeleng dan berusaha tersenyum “Oh begitu” aku mencoba mengangguk mengerti. Tapi hatiku tetap mengatakan bahwa aku tidak mengerti. Jika memang benar-benar di gosipkan berpacaran, lalu untuk apa Kyuhyun repot-repot mengajakku untuk jadi pacar pura-puranya? Bukankah dengan berita bahwa dia berpacaran dengan Victoria saja sudah cukup menaikkan derajat Super Junior dikalangan masyarakat?

Tapi sebentar, kenapa hatiku terasa seperti ada yang mengganjal? Sesak.

“Bisa antarkan aku pulang??”

Untuk saat ini, aku baru menyadari bahwa ternyata Tuhan benar-benar membenci diriku. Untuk saat ini.

***

“Pulang sekolah, kerumahku yuk” ajak Tae Hyo sambil menatapku yang masih mencatat. Bukan mencatat, hanya mencoret-coret buku yang sekarang sedang ada di hadapanku. Entahlah, daritadi malam hatiku merasa tidak enak saat Jae Hyo menyebutkan nama wanita itu. Dia artis. Cantik. Pantas saja aku merasa seperti pernah melihatnya!

“Lihat saja nanti”

“Kau harus mengurus Kyuhyun-hyung, itu kata noona. Lebih sering kau kesana, mungkin akan lebih cepat juga ingatannya kembali. Kau tidak ingin Kyuhyun-hyung cepat ingat kembali?” aku membereskan buku-bukuku dan memasukkannya ke dalam tas, tidak terlalu menghiraukan Tae Hyo yang masih menatapku lekat disampingku “Tidak” jawabku enteng. Aku mengalungkan tas selempanganku dan segera berdiri, melihat dosen sepertinya hari ini tidak datang, lebih baik jika aku pergi saja daripada harus mengumpulkan penat karna menunggu dosen datang yang nyatanya memang tidak akan pernah datang –untuk hari ini.

“Mau kemana?”

“Pulang” aku berjalan meninggalkan Tae Hyo menuju pintu kelas, tapi seseorang menahan sikutku agar berhenti berjalan “Aku ikut” ucap Tae Hyo tegas dan diikuti dengan larinya si Jae Hyo dari tempat duduknya menuju ke arahku. “Kita kerumah sekarang” putus Jae Hyo sambil memainkan kunci mobilnya di tangan. Aku mendecak sebal dan menghembuskan nafas panjang, memutar bola mataku dan melepaskan sikutku dari pegangan Tae Hyo dengan kasar.

“Kalau aku tidak mau?” ancamku.

“Tentunya kau tidak akan lagi mengenal Cho Kyuhyun pacar pura-puramu itu” jawab Tae Hyo sok tegas “Memang itu mauku untuk tidak mengenalnya” aku menjulurkan lidahku merasa karena merasa menang untuk kali ini “Hatimu tidak berkata seperti itu” sambar Jae Hyo yang membuatku langsung menatapnya.

Kenapa dia bisa tau? Batinku.

***

“Qiannie, bisakah kau diam disini sebentar lagi?” aku mendengar suara lemah Kyuhyun dari balik pintu. Apakah Qiannie yang dia maksud itu….. wanita itu???

Aku memutar knop pintu kamarnya dan mengintip sedikit. Kyuhyun menahan lengan wanita itu, sementara wanita itu tetap berdiri sambil tersenyum lalu duduk dan memegang pipi Kyuhyun “Sejak kapan Cho Kyuhyun-ku jadi manja seperti ini huh? Aku harus pergi, nanti manager-oppa marah padaku!” aku meneguk air liurku sendiri dengan susah payah, menarik nafas dalam-dalam lalu menghembuskannya “Besok aku akan kesini lagi membawa makanan kesukaanmu! Sekarang, istirahatlah. Sampai jumpa besok Kyuhyun-ah” wanita itu melepaskan tangan Kyuhyun yang masih menggenggam lengannya dengan lembut dan segera berjalan menuju pintu. Aku mengumpat di samping lemari kaca dan menggigit bibir, menahan nafas dan juga tidak bergerak sedikitpun. Wanita itu melaluiku begitu saja, membuatku bisa kembali bernafas dengan lega.

“Aigo… hampir saja!”

“Sejak kapan Cho Kyuhyun-ku jadi manja seperti ini huh? Aku harus pergi, nanti manager-oppa marah padaku!” Tuhan…. kenapa kata-kata itu terngiang-ngiang di kepalaku sekarang? Kenapa aku merasa seperti ada seseorang yang membisikkan kata-kata itu padaku? Ya ampun!!

“Annyeong Cho Kyuhyun-ssi” sapaku sambil menutup pintu kamarnya.

“Kau kembali lagi rupanya?” tanyanya. Nadanya terdengar tidak enak, aku tau dia kecewa dengan kedatanganku. Yang dia butuhkan sekarang hanya Qiannie-nya itu. Bukan aku! Yang dia kenal sekarang hanya sebatas Aku-adalah-teman-ah-ra-unnie hanya itu!

“Tadi pacarmu?” tanyaku ragu. Aigooo kenapa aku harus menanyakan itu disaat seperti ini??? Aku memang butuh penjelasan, tapi aku sudah tau pernyataan yang nantinya akan dilontarkan dari mulutnya itu. Dan aku tau itu lagi-lagi akan menyayat hatiku!

“Hanya pacar pura-pura di depan publik”

“Oh” aku menanggapinya singkat. Seandainya kau tidak lupa ingatan, pasti yang akan kau akui sebagai pacar pura-puramu itu aku kan? Iya kan?

“Hey! Mengapa aku selalu merasa pernah melihatmu? Kepalaku selalu sakit jika mencoba untuk mengingat! Beritahu aku!” desaknya. Haruskah?

“Kau memang pernah melihatku, bukankah dari kemarin lusa kau sudah melihatku? Haha” aku tertawa garing dan mengenyampingkan wajahku agar tidak terlihat olehnya “Ani! Aku seperti sudah lama mengenalmu!”

“Dulu aku sering main kerumahmu hanya untuk membuat kue bersama Ah Ra-unnie, tentunya kau sering melihatku sejak dulu” ucapku berbohong. Tidak ada kata-kata lagi yang mampu aku ucapkan untuk saat ini. Aku tidak tau apakah aku harus jujur atau berbohong sekarang. Tapi aku rasa, berbohong akan jauh lebih baik!

“Oh, begitu! Oh ya, tapi kenapa aku hanya tidak mengingatmu?” dia menggaruk kepalanya bingung “Kau pikir aku Tuhan yang bisa tau segalanya?!” kesalku.

Dia menggeleng dengan cepat “Benar juga, kenapa aku selalu merasa aneh ya saat berdekatan denganmu?”

“Oh!!! Maksudmu kau tidak ingin berdekatan denganku, begitu?! Baiklah! Aku pergi sekarang! Sampai JUM PA! Semoga nanti kita bisa bertemu lagi ya!” aku menyambar tasku dan langsung berdiri. Entah kenapa, emosiku tiba-tiba memuncak melihat Kyuhyun yang tiba-tiba bertingkah seperti orang bodoh. Itu mengenekkan! Tapi aku rasa bukan itu alasan utamanya…. pasti… pasti karna tadi aku mendengar obrolan mereka! Pasti itu alasannya!

Kau tau? Aku cemburu!

“Chamkanman! Apakah kau pernah memarahiku seperti ini sebelumnya?” dia mengerutkan keningnya, membuatku menaikkan satu alisku mendengar pertanyaannya barusan.

“Sering sekali!” jawabku pedas.

“Kau…. Hey!” serunya memberhentikanku –lagi.

“Ada apa lagi?!”

“Aish… kepalaku jadi sakit! Tapi… kenapa aku merasa dekat sekali denganmu ya?” DEG! Tidak Kyuhyun, kau tidak dekat denganku! Jangan katakan lagi. jangan membuatku berharap yang tidak-tidak!

“Kita tidak pernah berbicara sebelum ini. Jadi jangan sok tahu!”

“Tapi tadi katanya kau sering memarahiku?”

“Iya, karna kau bodoh!”

“Bodoh?” dia memejamkan matanya sambil memegang kepalanya menggunakan kedua tangan “Kau…. aku pernah menciummu?!” tanyanya membuatku membelalakkan mataku!

Tbc-

Comments are closed.