Sadness Part 2

Standard

Author : Nisa Ayu Thayalisha Hadi (Nam Hyen Hyo)

Cast :

Cho Kyuhyun

Nam Hyen Hyo

Jang Hye Ri

Lee Jonghyun (CN BLUE)

Title : Sadness (Part 2)

Length : on going~

Genre : Romance, Angst

Rating : PG-13

Disclaimer : The casts are belong to God, and this Fan Fiction is belong to me kekekeke~ i own this plot ok?

Note : This is pure my imagination.

Untuk Poster maaf, belum jadi D:

WARNING! TULISAN BERWARNA MERAH MERUPAKAN FLASHBACK

===============================================================

 

Preview

“Ini sudah ku janjikan dari awal, sebelum kalian sempat menikah. Kalian mengingatnya?” aku dan Kyuhyun mengerutkan kening heran sekaligus bingung.

“Tuan Jang, kemarilah” seorang wanita paruh baya, pria paruh baya dan seorang gadis –yang aku pikir sebagai anaknya- masuk dan duduk berhadapan dengan kami. Seorang gadis yang memiliki lekuk tubuh yang sangat indah sampai aku yang berperan sebagai wanita di dunia ini tidak bisa mengalihkan perhatianku dari tubuh indahnya. Rambutnya yang berwarna coklat sebahu, dan juga kacamata berframe pink yang selalu melekat di wajahnya.

Aku dan Kyuhyun kembali menatap umma dan appa Kyuhyun untuk meminta penjelasan lebih. Kami terlalu bingung dengan semua yang terjadi saat ini. Aku memainkan kontak mata dengan Ah Ra-unnie, kakak Kyuhyun, namun dia menunduk dan tidak ingin menjelaskan semuanya.

“Cho Kyuhyun, putra keluarga Cho, akan kami jodohkan dengan Jang Hye Ri, putri keluarga Jang, seorang pengusaha ternama di Korea Selatan”

==========================================================

“Jagiya, gwaenchana?” dapat kurasakan Kyuhyun menggenggam tanganku erat. Mimik mukanya begitu khawatir, membuatku terharu dan rasanya ingin menangis sekarang.

“Aku dirumah sakit? Wae?” tanyaku polos sambil mengitari pandanganku ke penjuru ruangan “Kau pingsan. Kau tidak ingat?” aku menggeleng. Kyuhyun menyibakkan poniku dan mengecup keningku singkat “Aku menunggumu sudah lama disini. Maaf yeobo, tapi aku harus ke kantor. Ada Client yang mendesakku untuk datang. Kau tidak apa aku tinggal sendiri?” Kyuhyun bangkit dari duduknya dan mengambil kunci mobil yang Ia taruh di samping ranjang rawatku “Ne, pergilah” putusku sambil tersenyum. Kyuhyun sekali lagi mengecup keningku sebelum Ia benar-benar pergi dan menghilang dari balik pintu ruanganku.

                                                                        ***

“Hm? Eh? Sejak kapan kau disini?” kagetku melihat sesosok perempuan yang tengah duduk disampingku sambil tersenyum. Kau tau? Aku seperti merasa sedang melihat iblis sekarang.

“Unnie, baru saja aku ditelfon oleh Kyuhyun, katanya kau masuk rumah sakit. Aku langsung kesini, padahal tadinya aku ingin mengajakmu untuk membeli kue ulang tahun untuk Kyuhyun” jelasnya.

Kue ulang tahun? Tanggal berapa sekarang? Aish! Ini kan memang mendekati ulang tahun Kyuhyun! Kenapa aku bisa sampai lupa? Batinku.

“Dari mana kau tau ulang tahun Kyuhyun sebentar lagi?”

“Umma memberitahuku dan menyuruhku untuk memberinya surprise”

“Oh” jawabku singkat. Ini sudah kuduga! Yang biasanya aku akan memberinya surprise seorang diri, kini saat perempuan itu datang ke kehidupan kita dan di takdirkan untuk menjadi istri Cho Kyuhyun juga, kami jadi akan melakukan surprise berdua! Semoga Kyuhyun masih ingat padaku dan tidak terlalu memperhatikan wanita ini Tuhan~

Dia diam, membaca majalah –yang aku rasa dia membawanya sendiri- dengan tenang. Kacamata ber-frame pink itu yang menjadi ciri khasnya. Aku mengamati wajah mungilnya dari dahi sampai ke dagu. Benar-benar sempurna! Pernahkah kalian melihat barbie? Dia mirip bahkan hampir persis dengan barbie! Bisa kau bayangkan betapa cantiknya dia bukan? Tidak ada alasan bagi Cho Kyuhyun –yang katanya sangat mencintaiku dan tidak akan pernah berpaling- untuk tidak menyukainya. Dia terlalu sempurna, begitu sempurna!

“Kau…” aku berdeham, dia melihat ke arahku dan menutup majalahnya “Ada apa unnie? Ada yang bisa kubantu hm?” dia memegang lenganku, membantuku untuk duduk.

“Ah, terima kasih Hye Ri-ssi! Aku ingin tanya sesuatu….” potongku “Kau sudah mempunyai pacar?” tanyaku pelan-pelan. Dia tersenyum tipis dan segera membuka mulutnya “Tentu! Karna sebenarnya aku juga tidak setuju dengan pernikahan ini, maka aku tidak memutuskannya. Pacarku juga mengerti posisiku sekarang! Kau tenang saja unnie, aku menikah dengan suamimu dan menjadi istrinya, itu hanya sebuah status. Selebihnya, kau hanyalah satu-satunya istri Cho Kyuhyun! Dan aku? Aku tetap seorang kekasih dari Lee Jonghyun” jawabnya mantap dengan senyuman yang terus mengembang di bibirnya. Dia memukul pundakku pelan dan mendekatiku, “Kalau perlu, aku akan memiliki anak dengan Jonghyun-ku dan mengakui anak itu sebagai anak dari Cho Kyuhyun supaya aku dan suamimu itu tidak pernah berhubungan suami-istri dan orang tuaku tidak marah padaku. Eotte?” bisiknya. Senyum liciknya terpampang jelas di wajahnya, aku ikut tersenyum dan mengaitkan jari kelingkingku kepada jari kelingkingnya yang sudah terulur terlebih dahulu.

“Unnie, aku akan menunggumu disini sampai suamimu datang! Tidak apa bukan?” dia kembali duduk di sofa dan mengangkat majalahnya “Gwaenchana” jawabku.

Sekalipun semua kata-kata yang baru saja di ucapkannya dapat membuatku sedikit tenang dan lega, tapi tetap saja aku akan menjadi istri tua Cho Kyuhyun, dan dia istri muda Cho Kyuhyun. Tetap saja dikalangan masyarakat akan dikenal kalau Cho Kyuhyun mempunyai dua istri. Itu yang masih belum bisa aku terima.

Tapi… mungkin ini sudah jalan hidupku. Mungkin dibalik ini Tuhan sudah merencanakan dan menyiapkan kebahagiaan terindah dalam hidupku, jadi apa salahnya untuk mengikuti takdir ini walaupun takdir ini begitu menyakitkan hatiku.

Kau tau? Satu hal yang aku suka dari wanita ini. Jang Hye Ri. Dia sangat baik!

                                                                        ***

Aku menyiapkan segala perlengkapan yang biasanya ada di tasku, dari mulai dompet yang paling penting, sampai tissue yang sebenarnya tidak terlalu penting.

“Palli wa Jagi” teriak Kyuhyun dari luar kamar, aku berjalan dengan cepat keluar kamar sambil terus mengecek keadaan di dalam tasku, was-was barangkali ada yang kelupaan.

“Hye Ri-ssi sudah datang?” tanyaku pada Kyuhyun. Ia merangkul pundakku, aku mengunci kamar dan segera keluar rumah. “Ani, kita ketemu disana saja” jawab Kyuhyun. Aku mengangguk mengerti dan menaruh kunci rumahku di dalam tas lalu masuk ke mobil.

                                                                        ***

“Bagaimana jika yang ini?” Kyuhyun menanyakan pendapatku akan gaun pengantin yang Ia pilih dengan Hye Ri. Aku menarik nafas kuat-kuat dan segera menghembuskannya. Ingat sekali akan 3 tahun lalu saat aku dan Kyuhyun juga memilih gaun pengantin. Tapi itu untuk kami –aku dan Kyuhyun. Sekarang, Ia memilih gaun pengantin, untuk mereka –Hye Ri dan Kyuhyun.

“Hye Ri-ssi, kau tidak ingin memilih lagi?” tanyaku pada Hye Ri yang terlihat cuek sambil membaca majalahnya “Sudah kubilang bukan, unnie? Kau saja yang memilih dengan Cho Kyuhyun, aku tidak tertarik, sungguh! Akan aku pakai apapun yang sudah kalian pilih, aku tidak akan protes” dia membentuk ‘v’ sign dengan jari telunjuk dan tengahnya yang di kacungkan. Aku berdeham dan mulai memilih lagi dengan Kyuhyun.

Aku ingat kejadian 3 tahun lalu saat aku dan Kyuhyun memilih baju pengantin untuk kami berdua.

“Bagaimana jika yang ini saja?”

“Ani, jelek”

“Ini bagus oppa!”

“Itu terlalu terbuka, dan aku tidak mau tubuhmu di lihat oleh pria lain. Hanya aku yang boleh melihat, kau mengerti?”

“Ne, arasseo”

“Karna kau hanya akan menjadi milik Cho Kyuhyun selamanya!” bisik Kyuhyun tepat di telingaku sambil tersenyum hangat.

“Ada gaun keluaran terbaru?” tanyaku pada salah satu pelayan butik ini.

“Ada, tunggu sebentar.”

“Ini Nyonya, ini gaun di impor langsung dari Milan, di rancang oleh designer terkenal dan ini baru saja datang 2 hari yang lalu” jelasnya sambil mengacungkan gaun indah berwarna biru donker.

Pilihan kita jatuh pada gaun mewah dan elegan berwarna biru donker yang aku pilih. Gaun dengan pernak-pernik mutiara yang indah menghiasi bagian lehernya. Walaupun berwarna sedikit gelap, tapi jika kalian –para wanita melihat gaun ini, tidak ada alasan bagi kalian untuk berkata bahwa kalian tidak menyukainya. Ini sangat indah. Harganya pun indah, bahkan ini adalah gaun termahal di butik ini.

“Kau, cukup pakai jas dan kemeja sederhana. Mengerti? Ini bukan pernikahan pertamamu, jadi biasa saja!” aku memukul lengan Kyuhyun pelan, Ia hanya tersenyum dan mengacak rambutku singkat “Aku mengerti Tuan Putri”

“Hye Ri-ssi, ini!” aku menyodorkan sebuah gaun yang terbungkus dengan kain berwarna abu-abu, Ia mengambilnya dan menjinjingnya tinggi-tinggi agar ujung gaunnya tidak menempel dengan tanah. Karna itu nantinya akan membuat gaun itu kotor, bukan?

“Berapa uang yang perlu kuganti untuk gaun ini, unnie, oppa?” tanyanya sambil memutarkan gaun yang sedang dipegangnya “Tidak usah! Kau tau? Suamiku kan sangat kaya!” gurauku sederhana. Hye Ri ikut tertawa dan mengikutiku dan Kyuhyun menuju mobil. “Ikut kami. Kita makan sebentar dan membicarakan soal pernikahan kalian ya” ajakku pada Hye Ri. Hye Ri mendekatiku dan berbisik “Bolehkah aku membawa Jonghyun-ku?” senyum mengembang di bibirku dengan indah “Tentu!” sambarku cepat. Hye Ri langsung mengeluarkan handphone-nya dan menelfon seseorang yang aku yakini itu pasti Jonghyun, kekasihnya.

“Kajja! Jonghyun pasti akan menunggu disana, berhubung restoran yang akan kita kunjungi dekat dengan rumahnya, jadi dia pasti akan sampai lebih dulu” Hye Ri mendorong tubuhku untuk masuk ke dalam mobil dan menutupkan pintu mobilku lalu dia berjalan ke arah pintu mobil belakangku dan masuk. “Terima kasih sudah memilihkan gaun untukku ya unnie” ucapnya ramah “Sama-sama”

Kyuhyun tetap diam, tidak ada sepatah katapun yang keluar dari mulutnya, aku tau dia sedang berusaha untuk tidak mengecewakanku kali ini. “Kau tau? Hye Ri-ssi sudah memiliki kekasih!”

“MWOYA?!” sentak Kyuhyun dan hampir saja mengerem mobilnya dengan sembarangan. Aku memegang dadaku lega, setidaknya hari ini kami bertiga tidak akan mati celaka dengan aksi bodohnya Kyuhyun bukan? “Oppa! Kau tenang saja, kau akan menjadi suamiku hanya untuk status. Dan unnie, kau tidak perlu khawatir. Yang aku cintai di dunia ini hanya Lee Jonghyun, kau mengerti? Dan oppa, bolehkah aku masih berhubungan dengan Jonghyun walaupun aku sudah menikah denganmu?” Kyuhyun tidak langsung menjawab, Ia terlihat seperti sedang berpikir dan memperlambat laju mobilnya. “Bagaimana jika…”

“Aku sudah memikirkan ini dari dulu! Jadi tenang saja, tidak akan mungkin ketauan” kata Hye Ri memotong pembicaraan Kyuhyun. Kyuhyun hanya meng-oh-kan saja menanggapi perkataan Hye Ri, sementara aku sudah tersenyum lebar. Kau tau? Setidaknya, aku tidak akan kehilangan Kyuhyun seutuhnya. Aku masih memiliki Kyuhyun seutuhnya, utuh seperti 5 tahun belakangan ini. Saat aku menjadi pacarnya satu-satunya dan istrinya satu-satunya!

                                                                        ***

“Jonghyun-aaaah” teriak Hye Ri saat baru saja melihat Jonghyun yang sudah duduk seorang diri di meja paling tengah. Tampan. Tapi kenapa wajahnya sedikit mirip suamiku, Kyuhyun? Aku memandang wajah Jonghyun yang sedang tersenyum karna dipeluk oleh Hye Ri sebentar lalu beralih kepada Kyuhyun. Aku menyikut lengan Kyuhyun dan menyuruh Kyuhyun untuk sedikit membungkuk agar aku dapat membisikkannya “Dia mirip denganmu! Seperti kaka adik!” bisikku. Kyuhyun mengerutkan keningnya dan sedetik kemudian, wajahnya sudah terhiasi oleh senyum 3 jarinya “Aku anak sematawayang di keluargaku Jagi, kau tau itu bukan? Mana mungkin dia adikku. Dia hanya mirip denganku –mungkin” jawab Kyuhyun polos dan langsung duduk di sebelah Jonghyun dan aku duduk didepan Jonghyun.

“Kenalkan, ini Cho Kyuhyun. Calon…. euung, apa ya yang pas? Calon… calon suami pura-puraku!” Hye Ri mengucapkannya dengan lucu dan menarik tangan kanan Kyuhyun agar mau berjabatan dengan Jonghyun. Jonghyun tersenyum dan memperlihatkan kerutan-kerutan kecil di samping matanya. Tuhan, dia sangat tampan, dan kelihatannya baik. Pantas sekali dia bersanding dengan Hye Ri. Kenapa kau tidak menjodohkan mereka berdua saja agar tidak membuat rumah tanggaku terganggu?

“Dan ini, Nam Hyen Hyo-unnie, istrinya Cho Kyuhyun” aku mengulurkan tanganku dan berjabatan tangan dengan Jonghyun “Lee Jonghyun” ucapnya ramah memperkenalkan.

“Unnie, pokoknya bagaimana caranya aku tidak mau tau saat aku menikah dengan Cho Kyuhyun, aku ingin Jonghyun juga tinggal serumah dengan kita!!” paksa Hye Ri. Kyuhyun membelalakkan matanya kaget lalu melirik ke arahku “Tidak bisa Hye Ri-ssi, itu akan membuat curiga keluargamu dan keluarga Kyuhyun. Kita juga tidak bisa membiarkanmu tinggal tidak serumah dengan kita, aku hanya takut….”

“Sudah kuduga kalian akan bicara seperti itu” Hye Ri menekuk mukanya dan melipat kedua tangannya di depan dada, menampilkan raut wajah kecewa dan sedih. Aku berpandangan dengan Kyuhyun sebentar lalu sama-sama menarik nafas dan menghembuskannya.

“Maafkan ya kalau pacarku manja, dia memang manja” kata Jonghyun sambil mencubit pipi Hye Ri. Tuhan, kau bisa lihat dengan jelas bukan? Mereka sangat serasi! Jangan masukan Hye Ri kedalam daftar keluargaku! Biarkan dia hidup dengan Jonghyun agar bahagia dan aku dan Kyuhyun juga bisa hidup bahagia!

“Oppa!” Hye Ri menggeplak tangan Jonghyun.

                                                                        ***

Aku memasang topi ulang tahun, begitupun dengan Hye Ri dan juga Jonghyun. Jonghyun menyalakan api pada ujung angka 23 di atas kue ulang tahun yang bertuliskan “Saengil Chukkae Cho Kyuhyun, Urineun Saranghaeyo”

Knop pintu bergerak dan kami pun segera bersiap, saat Kyuhyun baru saja melangkahkan kakinya masuk, kami bertiga langsung menyambutnya dengan berisik. Aku dengan perlahan berjalan ke arahnya dan menyuruhnya untuk meniup lilinnya, tapi sebelum itu, dia harus berdoa kepada Tuhan, memohon sedikit permintaan akan umur barunya.

“Ayo tutup lilinnya oppa!” teriak Hye Ri dari belakangku. Aku hanya tersenyum kecil melihat Jonghyun yang sedang merangkul Hye Ri. Jika mereka sudah di tetapkan untuk selalu bersama, mengapa engkau malah membelokkan jalan takdirnya Tuhan? Kenapa tidak kau ikat mereka saja dengan tali perkawinan? Kenapa harus membuat Hye Ri menikah dengan Kyuhyun dan tetap berpacaran dengan Jonghyun?

“Gomawo Jagiya” Kyuhyun mengecup bibirku singkat dan langsung menggiringku ke meja makan disusul dengan Hye Ri dan Jonghyun di belakang. “Kau mau yang besar? Apa sedikit saja?”

“Kau kan tau aku tidak terlalu suka kue, sedikit saja” tawar Kyuhyun. Aku memotongkan sedikit bagian untuk Kyuhyun.

“Ah, Unnie, Oppa, sepertinya tidak enak jika kami berdua masih disini hehehe, kami berdua pamit pulang ya! Cho Kyuhyun-oppa, Saengil Chukkae Hamnida^^”

“Saengil Chukkae Hyung, kami berdua pulang dulu ya Hyung, Noona” Hye Ri melambaikan tangannya genit. Jonghyun menarik hidung Hye Ri dan sebuah pukulan yang menurutku lumayan keras, mendarat dengan sempurna di lengan Jonghyun yang di lapisi jaket tebalnya mengingat ini masih di bulan-bulan bersalju.

“Kau yang mengundang mereka huh?” Kyuhyun menarik pinggangku agar mendekatinya, kini kepalanya tepat di depan perutku karna dia memelukku dengan keadaan duduk “Mereka datang sendiri” jawabku seadanya “Oh, padahal aku berharap ulang tahunku yang ke-23 ini terjadi seperti tahun kemarin” aku mengingat-ngingat kejadian tahun kemarin saat aku memberikannya surprise ulang tahun seorang diri.

“Oppa!!!!!!!”

“Aigo aigo….. kenapa badanmu Jagiya?”

“Aku baru saja membuatkan kue untukmu oppa! Makannya badanku jadi berantakan seperti ini hahaha. Ayo dicoba dulu oppa”

“Jagiya, kau belajar masak dimana? Kenapa ini sangat enak?”

“Jinjjayo?”

“Hm”

“Oppa, aku punya sesuatu untukmu! Tunggu disini!”

“TADAAAA!!!”

“Aigoooo, jeongmal! Kau membelikanku PSP baru?? Aish, gomawo Jagiya~”

“Bukan hanya itu oppa!”

“Apa lagi? Ada hadiah apa lagi?”

“Kau bisa memilikiku seutuhnya malam ini oppa!”

“Maksudmu? Ah! Arasseo. Bagaimana kalau kita mulai sekarang?”

“Ah! aku tau arah dari pembicaraanmu barusan oppa!” sentakku saat baru saja mengingat kejadian tahun kemarin “Hm?” gumam Kyuhyun “Kau ingin hadiah special itu kan?” aku memainkan jari telunjukku di depan hidungnya. Dia menggigit jariku dan langsung menggendongku ke kamar. Karna tadi aku terlalu fokus pada jariku yang sakit, maka aku tidak sempat berontak.

“Oppa! Kau serius?”

“Why Not Jagiya?” Kyuhyun menutup pintu kamar dengan sekali hentakan dengan kakinya dan membantingku ke kasur.

                                                                        ***

“Oppa, besok kita menikah!!”

Aku tersenyum kecut dan memberhentikan aktivitasku –makan. Mengelap sedikit noda yang ada di bibirku dengan tissue dan meminggirkan piringku.

“Oppa, besok kau menikah” aku memajukan dudukku dan mengambil segelas air putih di dekatku. Kyuhyun juga menghentikan aktivitasnya –makan dan meminum air putihnya “Aku tidak menikah, hanya berjalan menuju altar dan mengucapkan janji setia palsuku” jawab Kyuhyun enteng sambil mengupas buah jeruk.

“Oh, begitu ya” aku bangkit dari kursiku dan menuju kamar melewati kursi belakang Kyuhyun “Kau mau kemana?” Kyuhyun menggait sikutku.

“Tidur. Aku lelah. Oh ya oppa, jika kau sudah selesai makan, biarkan saja. Biar aku besok yang membereskannya”

“Kau bersedih lagi huh? Apa yang kau sembunyikan dariku sekarang? Aku tau semua isi hatimu karna aku suamimu, dan tidak sepatutnya kau menyembunyikan sesuatu secara terang-terangan seperti ini pada suamimu Nam Hyen Hyo!” bentak Kyuhyun. 5 tahun aku mengenal Kyuhyun, baru kali ini aku mendengar dia membentakku. Aku hanya memejamkan mataku mendengar bentakan Kyuhyun yang terasa menggema di telingaku saat ini.

Aku tersenyum kecil dan dengan lembut melepaskan tangan Kyuhyun dari sikutku “Aku tidak menyembunyikan apapun. Kalau kau ingin debat denganku, besok pagi saja. Sekarang aku mengantuk. Selamat tidur”

“Kalau kau terus seperti ini, lebih baik aku serius saja menikah dengan Hye Ri!” perkataan Kyuhyun barusan membuat langkah kakiku terhenti dan dengan cepat aku membalikkan badanku “Silahkan. Bukankah itu kemauan orang tuamu? Bukankah mengikuti apa keinginan orang tua akan menghasilkan buah yang jauh lebih baik?” entah kenapa, aku juga jadi terbawa emosi.

“Ini sudah malam Cho Kyuhyun! Lebih baik kita lanjutkan besok. Sekali lagi, selamat  malam!” aku berjalan menuju kamar dan membanting pintunya.

Bukankah itu kemauan orang tuamu? Bukankah mengikuti apa keinginan orang tua akan menghasilkan buah yang jauh lebih baik? Tuhan, jika dulu aku mengikuti keinginan orang tuaku untuk tidak menikah dengan Kyuhyun, apakah hidupku akan jauh lebih bahagia dari ini?

Hye Ri, wanita yang selama ini selalu aku iri-kan. Wanita yang akan menjadi istri kedua Kyuhyun. Wanita yang akan di anggap sepenuhnya oleh pihak keluarga Kyuhyun. Wanita yang selalu di ingat di benak keluarga Kyuhyun. Wanita yang di anggap sebagai istri sah Kyuhyun. Bukan seperti aku! Wanita yang menikah dengan Kyuhyun 3 tahun lalu yang sama sekali tidak pernah di anggap dan di lihat keberadaannya oleh pihak keluarga Kyuhyun. Mereka –apalagi umma Kyuhyun- untuk mengingat namaku saja, aku sangsi! Pasti mereka melupakanku. Menjenguk keluarga kecilku –aku dan Kyuhyun- sekalipun saja tidak. Tidak pernah semenjak kami menikah! Tidak pernah aku mengobrol dengan keluarga mereka, hanya Ah Ra-unnie, dan itu pun hanya dia. Dia pun terbatas dan menjadi serba salah. Dia akan di marahi habis-habisan oleh umma-nya jika ketahuan berbicara denganku. Tuhan, sebesar apa salahku sampai aku harus terus hidup di dunia mu yang indah ini tapi penuh dengan penyiksaan?

Aku merasakan badan Kyuhyun meniduri kasur di sebelahku. Aku menggeliat kecil dan mengubah posisiku membelakangi Kyuhyun agar bisa menangis lebih leluasa tanpa di ketahui olehnya.

“Sampai kapanpun aku tidak akan pernah berhenti mencintaimu. Dan sampai kapanpun juga, kau tidak akan pernah mengerti. Kalau kau mengerti, kau tidak perlu merasa risau karna aku sebentar lagi akan menikahi Hye Ri” gumam Kyuhyun yang terdengar oleh telingaku dengan jelas. Aku semakin menjatuhkan air mataku dalam bisu, tidak ada suara. Terus memasang telingaku dengan benar agar bisa mendengar gumaman kecil Kyuhyun bahkan sampai bisikan.

“Jika aku bisa berkehendak, aku tidak akan pernah menikahi Hye Ri” sambungnya lagi. aku menggigit bibir bawahku demi tidak adanya suara yang keluar dari mulutku.

“Entah apa yang ada di pikiranmu Hyen sampai kau selalu menangis setiap malam hanya karna memikirkan tentang kita –Aku, Kau dan Hyeri” Kyuhyun menarik tubuhku paksa agar menghadapnya. Aku memejamkan mataku, aku tau Kyuhyun sudah tau aku tidak tertidur dengan benar, air mata keluar melalui ujung mataku dan sampai ke telingaku.

“Buka matamu, istri bodoh!” sentak Kyuhyun. Aku membuka mataku. Kyuhyun berada di atasku saat ini dan mataku langsung berhadapan dengan mata tajam Kyuhyun yang menatapku begitu tajam. Terlihat sirat kemarahan di matanya. Dan itu mengerikan.

“Aku memang bodoh, kenapa kau mau menikahi orang bodoh sepertiku huh? Kau baru menyesalinya? Oh” Kyuhyun bangkit dan duduk di sebelahku. Dia mengacak-ngacakkan rambutnya sendiri karna kesal. Aku ikut duduk dan menatap Kyuhyun dengan buram, buram karna terhalang air mataku. “Wae? Kau menyesali pernikahan ini?”

“Sampai matipun aku tidak akan menyesali ini Hyen, Kau mengerti tidak sih huh?!” Kyuhyun mengguncang-guncangkan pundakku dengan keras. Aku hanya diam dan membiarkan Kyuhyun mengoyak-ngoyakkan badanku sampai kepalaku terasa pusing. Setelah dia melepaskan genggamannya yang begitu erat di pundakku, dengan lemas aku langsung terjatuh tidur lagi “Hye Ri terlalu cantik,” aku mendesah sebentar, mengambil jeda nafas dan mengatur suaraku agar tidak terdengar isakannya untuk melanjutkan perkataanku “Dan tidak ada alasan bagimu untuk tidak menyukainya” aku memejamkan mataku erat, kedua tanganku aku kepalkan dan lagi-lagi Kyuhyun menarikku untuk bangun.

“Buka matamu, pasang telingamu! Dengarkan aku! Jika suatu saat aku di hadapkan dengan seorang bidadari utusan Tuhan yang begitu sempurna dan mengalahkan kecantikan wanita manapun di dunia ini termasuk kau, di mataku kau adalah wanita tercantik dan akan tetap menjadi wanita tercantik bahkan mengalahkan bidadari itu. Kau mengerti? Harus berapa kali aku jelaskan padamu agar kau mengerti Hyen-ah?!” Kyuhyun terlihat putus asa dan matanya sudah berkaca-kaca sekarang. Aku menatapnya tajam dan mengikuti setiap tetesan air mata yang mengalir di pipinya dengan lurus.

Aku menghapus air matanya dan memegang kedua pipinya “Aku mengerti. Otakku mengerti. Otakku mencerna semua omonganmu dengan baik. Tapi kau tetap masih belum bisa meyakinkan hatiku” aku menyibakkan poni Kyuhyun dan mengelus pipi Kyuhyun lagi, “Kau adalah suami terbaik yang pernah aku tau. Kau selalu berusaha membuatku yakin jika kau cinta padaku melebihi apapun. Bukannya usahamu tidak berhasil, hanya saja belum berhasil”

“Katakan padaku, kapan aku akan berhasil! Katakan padaku, kenapa aku belum berhasil?!”

“Saat Hye Ri sudah resmi masuk ke kehidupan kita dan kau bisa membuktikan padaku bahwa kau hanya akan bersikap seolah-olah tidak ada Hye Ri di antara kita. Aku belum bisa menilaimu berhasil karna Hye Ri belum masuk ke kehidupan kita Kyu”

“Aku bangga padamu karna kau selalu mencintaiku tanpa ujung, aku sangat berterima kasih untuk itu. Terima kasih sudah menjadi suami yang baik untukku Tuan Cho Kyuhyun” aku mengecup bibirnya singkat dan menghapus air matanya lagi sebelum kembali tidur. Aku menarik selimut sampai ke leher “Selamat tidur” dan mematikan lampu yang ada di sebelah kasur.

                                                                        ***

Hye Ri terus berputar di depan kaca mengagumi badannya sendiri yang terlihat begitu indah menggunakan gaun pilihanku itu. Aku melipat kedua tanganku di depan dada. Kau tau? Hari ini sama dengan hari Tuhan menjatuhkan beribu-ribu hukuman untukku. “Kau kenapa diam saja unnie?” Hye Ri mengangkat sedikit gaunnya dan menghampiriku. Aku berusaha sedikit rileks di depannya dan mengulum senyumku “Ani. Aku hanya sedang memikirkan Kyuhyun sedang apa. Tidak apa kalau aku ke ruangan Kyuhyun dulu sekarang?” Hye Ri mengangguk menyetujui dan aku segera keluar dari ruangannya dan menuju ruang rias Kyuhyun yang jaraknya tidak jauh dari situ.

“OPPA!” kagetku saat melihat Kyuhyun yang masih asik memainkan psp-nya dan masih memakai baju santai yang dia pakai dari rumah. Dia menolehkan kepalanya dan menaruh psp-nya lalu berdiri dan menghampiriku “Wae?” dia tertawa di hadapanku, membuatku jengkel sekaligus geram melihat tingkahnya.

“Mana tukang riasmu?! Kenapa kau masih pakai baju seperti ini?!”

“Sudah ku usir. Aku memang sengaja menunggumu datang Jagi, aku ingin kau yang menggantikan bajuku!” rengek Kyuhyun manja.

“Oppa! Kau bukan anak kecil lagi! Cepat ganti pakaianmu, aku tunggu disini!” perintahku. Kyuhyun membuka bajunya dan mengambil kemeja putih yang sudah tersedia dan juga jasnya. Aku membalikkan badanku saat Kyuhyun ingin mengganti celananya.

“Sudah” nadanya terdengar malas. Aku mengambil dasinya yang tergantung dan memasangkannya “Kau ini hari ini akan menikah. Ini akan menjadi hari bahagiamu dan pastinya tidak akan pernah kau lupakan—“ ocehku sambil memasangkan dasi Kyuhyun “Ini adalah pernikahan keduamu, menyenangkan bukan memiliki dua istri? Memiliki dua wanita cantik yang akan melayanimu huh?” Aku membereskan jas Kyuhyun dan mengecek semuanya “Sudah rapih” aku tersenyum lebar namun lama kelamaan senyumku sirna saat melihat Kyuhyun sudah melayangkan tatapan mematikannya padaku.

“Sampai kapan kau akan melontarkan perkataan semacam itu?” ucapnya tajam.

“Sampai….. Sampai….. Sampai kapan-kapan!” candaku sambil tertawa lalu mendorong Kyuhyun paksa untuk duduk di depan meja rias. Aku langsung mendandani Kyuhyun seadanya. Saat aku sedang memberikannya bedak, Kyuhyun menahan tanganku, membuatku sedikit kaget dan juga bingung.

“Istriku hanya kau satu-satunya sampai kapanpun. Kau mengerti?”

“Aku pasti akan selalu mengerti Cho Kyuhyun. Tenang saja, istrimu ini kan pintar” aku membentuk eye-smile-ku pada Kyuhyun dan Kyuhyun melepaskan genggaman di tanganku.

“Aku keluar dulu. Kau tinggal bersiap, nanti aku panggilkan orang untuk mengurusmu, ok?” Kyuhyun bergeming, benar-benar tidak melakukan apapun untuk merespon perkataanku barusan. Dia tetap memandang kaca di depannya dengan sirat mata kemarahan. Aku menghembuskan seluruh udara yang telah ku hirup dengan panjang sebelum akhirnya aku benar-benar meninggalkan Kyuhyun di ruangan itu sendiri.

Tuhan, aku mohon sekali lagi, tolong skip hari ini dan hari-hari berikutnya.

Kau tau rasanya melihat suamimu sendiri, orang yang kau cintai bahkan kau bangga-banggakan di dalam dirimu kini tengah berjalan menuju altar sambil menggandeng seorang wanita? Kau pernah merasakannya? Aku harap kau tidak pernah merasakannya, cukup aku. Biar aku saja yang merasa betapa sakitnya di beri kenyataan pahit seperti ini.

Kau tau rasanya melihat suamimu sendiri tengah bersanding dengan seorang wanita di depan altar dan menggenggam tangan wanita itu? Melihatnya saling bertatapan dengan wanita itu dengan tajam dan sedang mengucapkan janji setianya? Kau pernah merasakannya? Hey! Jangan pernah mau, kau tau? Ini adalah hal paling menyakitkan dalam hidupmu! Percaya padaku, kau lebih baik mati daripada harus melihat kejadian seperti ini.

Aku menundukkan kepalaku dalam, berusaha dengan sekuat tenaga untuk membuat panca indera penglihatan dan pendengaranku mendadak tidak berfungsi sejenak. Hanya untuk melewatkan momen-momen –yang menurut mereka penting –dalam arti kata “bahagia” dan penting juga untukku –dalam arti hal terburuk yang pernah aku rasakan. Disini, di barisan paling depan, aku bisa melihat dengan jelas raut wajah Kyuhyun dan juga Jang Hye Ri yang sedang saling berhadapan satu sama lain. Aku terus menunduk, tidak sanggup melihat pemandangan yang terlalu “indah” bagi mataku. Mengamati kakiku yang sudah bergetar, lebih baik menurutku.

Ah Ra-unnie menyikut lenganku, membuatku menoleh ke arahnya dan menaikkan satu alisku. Masih menghindari mataku untuk tidak melihat ke arah depan “Kau kenapa? Sedih? Kenapa kau tidak berani berkata apapun saat keputusan itu datang?”

Aku tersenyum miris, mana mungkin unnie, mana mungkin aku menolaknya. Aku sudah terlalu lancang untuk masuk ke dalam keluarga kalian, dan aku tidak mau lebih lancang lagi dengan menolak keputusan keluarga kalian untuk menjodohkan Kyuhyun dengan putri keluarga Jang itu! Jawabku dalam hati.

“Hahaha, aku hanya bingung harus menjawab apa waktu itu, jadi hanya ku iyakan saja” dan inilah kata-kata yang terlontar dari mulutku. Berbeda jauh bukan dengan yang ada di hatiku? Aku memang pintar jika sudah masalah membohongi perasaanku sendiri. Demi apa? Demi-Kebahagiaan-Pihak-Keluarga-Kyuhyun. Demi Siapa? Demi-Cho-Kyuhyun, Suamiku!

“Jonghyun-ah!” kali ini giliranku yang menyikut lengan Jonghyun yang kini tengah berdiri di samping kiriku “Ne, noona?”

“Hye Ri cantik sekali bukan? Kau beruntung bisa mendapatkannya—“

“Suamimu lebih beruntung bisa menikahinya” Jonghyun memotong pembicaraanku. Benar juga, Kyuhyun jauh lebih beruntung dari Jonghyun yang bisa menikahi Hye Ri. Wanita berwujud barbie dengan paras wajah yang sempurna dan badan yang sangat sempurna juga tentunya.

“2 Tahun kami berpacaran, 2 tahun juga aku sudah merencanakan dan mempersiapkan semuanya demi menikahinya, ternyata aku sudah keduluan sejak awal, akunya saja yang bodoh dan tidak tahu apa-apa. Kau tau noona? Hatiku sakit” Aku memicingkan mataku mendengar jawaban Jonghyun dengan nada yang datar, matanya kosong menatap ke depan lalu tiba-tiba sebuah senyuman tipis bertengger di bibirnya “Tapi, aku sekarang merasa sedikit lega. Setidaknya aku tidak sakit sendirian di dunia ini. Aku tau, kau sakit juga bukan?” pertanyaan Jonghyun kali ini benar-benar menusuk hatiku “Ne”.

Dengan tidak sengaja, aku melihat Kyuhyun sedang mencium kening Hye Ri. Entah kenapa, aku malah tidak bisa memalingkan wajahku untuk saat ini dari mereka. Walaupun hatiku ingin dan sudah berteriak untuk memalingkan wajahku, tapi entah kenapa, semua sarafku rasanya mendadak mati rasa dan aku mendadak beku tidak bisa bergerak sedikitpun. Lidahkupun terasa kelu untuk di gerakkan.

Kyuhyun tiba-tiba menatapku dengan iba, dengan segera aku langsung menggelengkan kepalaku singkat dan melayangkan senyum hangatku pada Kyuhyun di depan sana, hanya untuk sekedar membuatnya tidak khawatir walaupun sesungguhnya hatiku sangat nyeri dan aku butuh perhatiannya saat ini. Butuh pelukan hangatnya, butuh tangan lebarnya yang mampu membuatku merasa aman jika dia sudah menggenggam tanganku dengan erat.

“Kenapa ya, setiap orang yang kaya itu selalu bisa mendapatkan apa yang mereka inginkan?” Jonghyun mengalihkanku dari Kyuhyun “Ne?”

“Seluruh orang kaya bisa mendapatkan apa yang mereka mau, bukankah itu sangat beruntung?” ulangnya.

Orang kaya? Ah! benar juga! Kenapa perkataan anak ini selalu benar dari tadi? Orang kaya memang selalu bisa mendapatkan apapun. Karna mereka bersikap seolah mereka yang berkehendak di dunia ini. Hanya dengan uangnya yang berlimpah, semua orang menunduk padanya.

Aku segera mengangguk menyetujui “Contohnya seperti orang tua suamimu itu! Mereka ingin anaknya menikah dengan pacarku, dan mereka bisa melakukannya tanpa harus melakukan usaha yang keras. Hanya tinggal menyodorkan uang atau jaminan perusahaan, pasti akan langsung diterima!”

Benar, semuanya benar! Batinku.

“Tapi noona—“

“Kau benar” potongku. “Semua pernyataanmu benar. Semua orang kaya bisa mendapatkan apapun yang mereka inginkan! Bahkan bisa dibilang, mereka juga bisa menaklukkan dunia!”

“Noona, mianhae. Bukan maksudku membuatmu bersedih, tolong jangan sedih lagi” Jonghyun merangkul pundakku lembut.

Aku memang bukan orang kaya, maka dari itu aku tidak bisa mendapatkan semua yang kumau! Aku sudah mendapatkan sebagian yang aku mau dari hidupku termasuk memiliki Kyuhyun, tapi sampai saat ini aku belum memiliki satu hal yang sebenarnya sangat aku butuhkan dari segala-galanya “Kebahagiaan” ya! Aku butuh kebahagiaan.

Jika aku orang kaya, mungkin aku bisa memberikan orang tua Kyuhyun perusahaan ayahku untuk menyogok mereka dan membiarkan aku dan Kyuhyun hidup bahagia tanpa adanya Hye Ri yang masuk ke kehidupan kita. Tapi aku hanya orang biasa yang tidak memiliki apapun dan kehendak apapun.

Tuhan, apakah memang akan selalu seperti ini? Sebanyak apapun orang kecil berbicara, tidak akan pernah di dengar oleh orang kaya?

Tanpa sadar, acara pernikahan Kyuhyun dan juga Hye Ri sudah selesai. Mereka berdua sudah resmi menikah. Sudah resmi menjadi suami-istri. Hye Ri sudah secara sah menjadi istri kedua Kyuhyun. Dan mulai saat ini, kehidupan baruku-pun. Dimulai.

Tbc–

24 responses »

  1. asik! yeyeye.. hyeri punya pacar, hyeri punya pacar.. #joged joged aneh
    jadi sedikit mengurangi beban hyen,

    bebskey tetep ahli mengolah kata-kata, cieee.

    good story..

  2. sabar hyen , katanya kyuhyun kan tetep mencintaimu meskipun ada bidadari turun dr langit , kalau dia bohong , pukul aja kepalanya heheheh

  3. hwa hwa apa-apaan ini? benar-benar menyesakkan dada. jonghyun nikah sm hyen dah ya? kan sama2 tersakiti, biasanya jodoh lho *plak* oke aku lanjut ke chap 3 dulu~

    • Enak aja nikah sama jong!!! Itu kan suami aku! Waaaa tidak bisa tidak bisa (¬_¬”)
      Happy reading! Happy crying (`▽´)-σ
      Sorry fot this late reply, guys😉

  4. hyen hrs lbh tegar..ya wlw susah sh..
    emng sh hyen ga kn tau gmn perasaan kyu kdpan nya stlh prnkahan ni..apa hyen msh jd yg utama?

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s