My First Love Chap. 2

Standard

Author : Nisa Ayu Thayalisha Hadi (Nam Hyen Hyo)

Cast :

Choi Minho

Lee Hyeseung

Lee Taemin

Title : My First Love (Part 2)

Length : Chaptered

Genre : Romance

Rating : PG-13

Disclaimer : The casts are belong to God, and this Fan Fiction is belong to me kekekeke~ i own this plot ok?

Note : This is pure my imagination.

Credit Poster : cutepixie@darkreflection.so-pink.org

===============================================================

 

-AUTHOR POV-

Hari ini adalah hari yang cerah, semua fokus terhadap pekerjaannya masing-masing dan tidak ada satupun dari mereka yang memikirkan masa kecilnya lagi.

Hyeseung sudah sibuk dengan perusahaan milik ayahnya.

Dan minho sudah sibuk menjadi pelayan restaurant di restaurant milik pamannya.

Sedangkan Taemin sedang sibuk mencari pujaan hatinya.

Dan pada suatu hari…………..

-AUTHOR POV end-

-Taemin POV-

“Ah kebetulan sekali bibi sedang pergi. Daripada aku diam, lebih baik aku memulai pemburuanku untuk mencari wanita saja” gumam Taemin sambil menjetikkan jari-jarinya.

Ku buka laptop ku dan memulai chatting dengan seorang yeoja, terpampang nama di profilenya adalah KIM EUN SO. Yah, aku merasa sedikit ragu apakah namanya benar-benar KIM EUN SO atau bukan. Banyak orang yang memakai nama palsu di dunia maya seperti ini.

“ah itu bukan urusanku. Yang penting aku bisa dekat dengannya, sepertinya noona ini cantik” ujarku pada diri sendiri.

Ya! Dia adalah noona, umurnya 19 tahun. Dan aku 16 tahun. Berarti dia noona-ku bukan? Yap! Dia seorang noona. Tapi itu tidak masalah. Langsung saja aku memulai obrolan ini terlebih dahulu.

“hai annyeong^^”

“annyeong^^”

“namamu? Boleh aku tau?”

“kau dapat melihatnya di profile ku”

“KIM EUN SO?”

“ne”

“itu nama aslimu?”

“bukan”

“lalu siapa nama aslimu?”

“namamu siapa?”

“kau dapat melihatnya di profile ku”

“aniaaaa kau mengopy kata-kata ku hahaha. JUNG YOOGEUN???”

“hahaha it’s ok right? Ne”

“itu nama aslimu?”

“kau juga mengopy kata-kataku”

“tidak. Aku hanya sekedar bertanya”

“baiklah. Itu bukan nama asliku juga”

“lalu siapa nama aslimu?”

“apa kah itu penting? Ayo kita berteman^^”

“bagaimana bisa kita berteman tanpa mengetahui nama asli masing-masing teman kita?”

“itu bukan suatu masalah besar noona. Ayolah berteman denganku^^”

“baiklah.”

Aaah noona ini baik dan asik. Aku menyukainya. Dia juga cantik, aku dapat melihatnya karna disitu terdapat fotonya. Tapi aku tidak dapat melihatnya secara jelas karna dia mengambil foto itu dengan muka tertunduk. Rambutnya bagus, aku rasa dia orang yang cantik. Aku berjanji jika sudah lama kita kenal nanti, aku pasti akan mengajaknya bertemu. Dan jika aku merasa kita berdua cocok. Aku akan menembaknya dan menjadikannya pacar. Baiklah, segini saja perjumpaanku dengannya. Karna dia bilang dia sedang sibuk. Aku mengerti. Dia berjanji besok akan online lagi dan aku akan menunggunya.

-Taemin POV end-

-hyeseung POV-

Hari ini aku ada janji dengan client-ku. Untuk merundingkan masalah iklan suatu produk minuman. Yah, beginilah pekerjaanku setiap hari. Hanya umma yang dapat menghiburku. Namja kecil-ku entah kemana. Dan aku belum mempunyai namjachingu.

Sekarang masih jam 8 pagi, sementara meeting akan di adakan jam 10 pagi ini. Masih ada 2 jam waktu kosong. Aku bosan jika harus menunggu 2 jam tanpa melakukan apapun.

Tiba-tiba mataku tertuju dengan sesuatu benda yang ada di meja kerjaku. Yah! Laptop! Mungkin aku akan online, sebentar saja. Aku hanya butuh refreshing.

Aku membuat status baruku ‘capek. Setiap hari aku sibuk untuk mengurus pekerjaan ini. Sampai kapan akan terus begini?’ 5 menit berlangsung setelah itu, seseorang memulai obrolan denganku dan akhirnya kita chatting.

“hai annyeong^^” sapanya besertakan emoticon yang menunjukkan bahwa dia tersenyum.

“annyeong” jawabku padanya. Ah aku penasaran siapa dia dan bagaimana wajahnya. Tidak terdapat fotonya disini.

Dia menanyakan nama ku, aku menampilkan nama palsu ku. Bukan nama asli. Untuk apa menampilkan nama asli kita di dunia maya seperti ini? Itu tidak penting.

Aku jujur kepadanya kalau itu bukan nama asliku dan dia menanyakan nama asliku.

Ah aku tidak ingin memberitahunya, ku alihkan saja pembicaraannya.

“namamu siapa?”

Dia berkata “kau dapat melihatnya di profileku” ish dia mengcopy kata-kataku. Menyebalkan sekaligus menyenangkan. Baru saja sebentar aku mengenalnya, tapi aku merasa nyaman mengobrol dengannya.

Sekarang waktu sudah menunjukkan 9:35. Itu artinya sebentar lagi client kami akan datang. Ku akhiri saja pembicaraan ini “jung yoogeun-ah, mianhae aku sibuk sekarang, aku harus menyelesaikan tugasku terlebih dahulu” ketikku.

“baiklah. Besok kau berjanji akan bertemuku lagi ya?” tanyanya membuatku senang.

“ne aku berjanji” jawabku seadanya lalu langsung menutup laptopku. Hah. Aku menghembuskan napas panjang dan bersandar di kursi kantorku. Aku masih ingin mengobrol dengannya. Hanya saja, waktu yang tidak bisa bekerja sama. Ah tapi kan besok aku akan bertemu dengannya lagi. Tenanglah hyeseung-ah. Kau pasti akan bertemu dengannya lagi.

Aku memikirkan seorang namja yang tadi bernama Jung Yoogeun. Dia baik sekali. hari ini adalah hari minggu. Mungkin bagi sebagian orang ini adalah hari yang santai. Tapi tidak denganku. Untungnya hari ini sedang tidak ada meeting atau pun janji dengan client. Itu bagus. Sehingga aku dapat sedikit beristirahat. Ania, aku tidak beristirahat, tetapi menghabiskan waktu luangku untuk mengobrol dengannya. Jung Yoogeun. Ne, aku tertarik untuk mengobrol dengannya.

Ku buka laptop ku dan mulai membuka situs tempat dimana kemarin aku bisa chatting dengannya. Aku menunggunya 30 menit tapi dia belum online juga. Hah itu menyebalkan!!!

“mengapa jadi aku yang mengejar-ngejar dia? padahal wajahnya saja aku tidak tau” ujarku sambil menghembuskan nafas.

“siapa yang kau kejar hyeseung-ah? Umma dapat mendengarmu berbicara ahhaha” ummaku menyahut.

“ania umma. Aku hanya merasa nyaman saja mengbrol dengannya” jawabku sedikit tenang.

Aku kaget ummaku dapat mendengarku. Padahal aku mengucapkannya dengan pelan, dan jarakku dengan umma lumayan jauh. Aku dikamar sedangkan umma di dapur. Dan lagi aku menutup kamarku. Apa iya ummaku sedang berada di depan pintu?

“sayang, ini makan dulu” seru ummaku membuka pintu sambil membawa makanan untukku.

Benar dugaanku, umma sedang ada di depan pintu ketika aku berbicara seperti itu.

“ne umma, gomawoyo” sahutku sambil tersenyum melihatnya.

“siapa namja yang kau cintai sekarang?” Tanya umma membuatku sedikit kaget.

“mwo? Umma, jangan menanyakan seperti itu” sanggahku.

“wae?” ummaku bertanya heran.

Wajar saya dia heran dengan jawabanku tadi, karna biasanya jika umma menanyakan hal itu. jawabanku hanya satu. CHOI MINHO. Tapi sekarang entahlah, aku ragu apakah masih mencintainya atau tidak. Aku memang rindu dengannya, tapi sekarang sudah tidak. Aku sudah mencoba mencarinya kerumah dimana tempat tinggalnya dulu. Tetapi pemiliknya sudah bukan dia lagi. Aku tidak tau harus mencarinya kemana lagi.

Dan sampai sekarang rasa rinduku kepadanya sudah mulai menghilang sedikit demi sedikit melainkan, sekarang aku merindukan namja korea yang ku temui di Tokyo waktu itu. namja lucu itu. ne, namja itu! ah aku rindu dengannya. Apa dia menetap di Tokyo? Jika iya, pupus sudah harapanku untuk dapat bertemu dengannya. Ah mengapa hidupku seperti ini? Aku tidak ahli dalam masalah cinta, bahkan pacarpun aku belum mempunyainya sampai sekarang.

Ah sudah lama aku menunggu Yoogeun-ah mungkin lebih baik aku dulu saja yang memulainya.

“annyeong yoogeun-ah^^ apakah kau sudah bangun?”

-hyeseung POV end-

-AUTHOR POV-

Taemin masih berada di dalam mimpinya dan masih nyaman terbaring di kasurnya. Matanya masih terpejam. Bibir seksinya terlihat jelas jika ia sudah tertidur.

Sekarang sudah menunjukkan jam setengah 9 pagi, tapi taemin masih saja tidak berkutik di kasurnya. Tiba-tiba saja “taemin-ah bangun!” seru minho sambil menepuk pantat taemin.

“hyung aku masih mengantuk” sahut taemin sambil mengucek mata sebelah kanannya.

“ayolah, sekarang sudah jam 9 pagi” jawab minho ketus dan menarik tangan taemin.

“mwo???????????” matanya terbelalak mendengar angka 9.

-AUTHOR POV end-

-Taemin POV-

Mimpi indah. Aku memimpikan seorang yeoja yang chatting denganku kemarin, aku bermimpi mengajaknya bertemu, tetapi yang terjadi adalah…… yeoja yang muncul adalah yeoja yang pernah ku temui di Tokyo waktu itu. yeoja yang mengucapkan maaf kepadaku dan hyung ketika ia menyipratkan air kotor secara tidak sengaja kepada kita. Aku saja bingung mengapa ini terjadi.

Aku mengajaknya jalan dan tiba-tiba dia bilang kalau dia mencintaiku dan aku menjadi pacarnya. Ah benar-benar mimpi yang indah. Tiba-tiba saja, ketika aku ingin mengatakan ‘saranghae’ kepada eunso noona, mimpiku berakhir.

“taemin-ah bangun!” suara seorang namja yang ku kenal membangunkanku dan memukul pantatku. Lumayan sakit. Buktinya bisa sampai membangunkanku.

“hyung, aku masih mengantuk” jawabku tidak semangat dan mengucek-ngucek mataku.

“ayolah, sekarang sudah jam 9 pagi” jawab hyung kesayanganku itu.

“mwo???????????” jawabku kaget. Jam 9? Aniaaaaaa!!!!!

“aigo aigo. Aniaaaa laptopku hyung laptopku!” ujarku panik. Aku berjalan bolak-balik sambil melihat sebuah benda tipis berwarna hitam. “hyung, laptopku mana????” Tanya ku kepadanya.

“tuh di depan. Tadi aku baru saja chatting dengan seorang yeoja yang bernama Kim Eun So, dia mengajakmu mengobrol terlebih dahulu, karna kau belum bangun, ya sudah aku saja yang meladeninya.” Jawab hyungku datar seperti tak punya dosa.

“hyuuuuuung! Apa kah dia masih online?” jawabku tidak santai dan sedikit kesal.

“dia sudah offline. Tapi dia janji akan kembali lagi jam 1 siang nanti” ujar hyung sambil meninggalkan kamarku.

“aaaah hyung!!!!! Dia calon yeojachinguku! Kau tidak boleh merebutnya dariku dan kau tidak boleh mencintainya!!!” teriakku kepada minho-ssi di depan pintu kamar. Ne, hyungku. Aku tidak mengerti mengapa kata-kata ini keluar dari mulutku. Padahal aku tidak mencintainya, bahkan aku baru mengobrol dengannya kemarin saja. Dan aku juga tidak pernah berfikir untuk menjadikannya seorang yeojachingu-ku.

“tidak akan taemin-ah karna aku tidak ingin menyakiti hatimu dan aku mencintaimu” sahut hyung sambil menepuk pundakku. Dia pergi mengambil jeruk di kulkas dan kembali lagi menuju ruang tv, dia berjalan melewatiku sambil menyahut kata-kataku dan menepuk pundakku.

Aku hanya bisa mengulas sebuah senyum ceria di wajahku dan memeluk hyungku.

“lepas taemin-ah!” seru hyung menolak pelukanku.

“tunggu hyung. Sebentar saja. Sebentar lagi saja. 1 menit lagi hyung” jawabku. Muka hyung berubah menjadi heran. Dahinya berkerut dan mulutnya menganga. Aku tau sikapku ini mungkin kurang wajar. Tapi ku lakukan ini karna aku mencintai hyungku ini. Dia sudah seperti appaku sendiri. Dia bisa menjadi kaka sekaligus berperan menjadi seorang appa. Dia benar-benar hyung terhebat di dunia.

-Taemin POV end-

-minho POV-

Hari minggu. Seharusnya aku bekerja lagi menjadi pelayan di restaurant pamanku. Tapi paman bilang jika hari minggu, aku tidak usah melakukan itu. Baiklah. Mungkin ini waktu istirahatku.

Dirumah ini sepi. Seperti biasa, bibi sedang pergi. Bibi memang senang sekali pergi dengan teman-temannya dan berbelanja. Tapi dia tidak pernah melupakan kita, jika habis shopping, selalu saja ada oleh-oleh untukku, taemin dan juga nampyeonnya tentunya.

Aku masuk ke kamar Taemin, dia masih tidur. Maklum saja, sekarang masih jam 8 pagi.

“apa-apaan kau ini Taemin, membiarkan laptopmu terbuka seperti itu. bahkan kau tidak men-shutdownnya, hanya meng-lock-nya saja.  Dan lagi kau belum meng-close internetnya.”

“Kim Eun So? Siapa dia?” tanyaku heran. “ah mungkin kecengan baru Taemin. Lama sekali aku tidak online, sebentar saja ya taemin-ah, aku meminjam laptopmu” seruku kepada dongsaeng ku yang sedang tertidur.

Aku tidak mempunyai account di situs ini. Jadi aku pakai saja account taemin. Dia menggunakan nama palsu disini. Jung Yoogeun.

“ah aku belum mandi, aku mandi dulu saja” gumamku pada diri sendiri dan langsung pergi ke kamar mandi.

Selesai mandi, aku langsung bergegas menghampiri ruang tv tadi untuk online.

“ada yang ingin chatting dengan Taemin. Kim eun so?” tanyaku heran. “oh mungkin mereka sudah saling kenal.” Lanjutku lagi.

“yoogeun-ah. Apakah kau sudah bangun?” ujarnya.

“ne, sudah” hahaha aku tertawa membalas ini. Aku akan berpura-pura menjadi Taemin dan bersikap manis di depannya.

“mengapa kau tidak mengajakku ngobrol terlebih dahulu?”

“maafkan aku, aku baru saja selesai mandi. Apakah kau sudah mandi?”

“sudah dong. Aku ini kan anak yang rajin hehehe”

“rajin online kekekeke”

“aniaaa kau jangan mengece ku seperti itu!”

“mianhae, aku hanya bercanda. Aku bisa memasak, kau mau makan?”

“benarkah? Kau hebat yoogeun-ah^^ aku sudah makan. Kapan-kapan jika kita bertemu, bawakan makanan untukku ya”

“bertemu? Kapan kita akan bertemu? Aku ingin cepat-cepat bertemu denganmu. Baiklah, itu bukan masalah besar bagiku”

“hm…. Aku tidak tau, aku tidak memutuskannya, karna aku sibuk dengan pekerjaanku”

“kau kerja apa memangnya?”

“aku memegang perusahaan ayahku. Aku pemimpin perusahaan”

“waw, kau hebat eun so noona”

“jangan panggil aku noona, panggil saja aku eun so”

“baiklah^^”

“yoogeun-ah mianhae, aku ada urusan mendadak. Jam 1 siang nanti aku akan kembali. Annyeong”

“ne”

Tidak kerasa, waktu sudah menunjukkan jam 9. Langsung saja aku membangun kan dongsaeng kesayanganku ini.

“taemin-ah bangun!” seruku sambil menepuk pantatnya.

Dia menggeliat dan mengatakan masih mengantuk.

Ketika aku mengatakan ‘jam 9’ dia langsung loncat dari kasurnya dan mencari laptopnya. Aniaaa ada apa dengan adikku? Apa gara-gara eun so tadi? Yeoja tadi? Wajahnya saja tidak jelas, mengapa adikku bisa tergila-gila padanya? Ah bukan urusanku.

Dia bilang kepadaku untuk tidak merebut eun so darinya. Yeah, lagian siapa juga yang mau ngerebut kecengan adik sendiri. Maaf maaf aja ya taemin-ah aku masih menghargai dan tidak ingin menyakiti hatimu. Dan aku masih normal tentunya.

Tiba-tiba saja dia memelukku sangat erat dan tidak ingin lepas. Aku nyaman diperlakukan seperti ini dengan adikku sendiri. Aku jadi merasa bahwa aku sangat di cintai olehnya. Dan pengorbananku padanya pun tidak berakhir sia-sia.

-minho POV end-

-hyeseung POV-

Aaaah akhirnya yoogeun-ah bangun juga. Aku merindukannya, dan kini rasa rinduku sudah terbayar dengan chatting bersamanya.

Aku ingin segera bertemu dengannya, aku rasa dia adalah teman baikku. Aku ingin menjadi teman baiknya. Tapi entah mengapa ketika tadi aku sedang chatting dengannya, perasaanku berbeda dengan yang kemarin. Jauh lebih gembira dan tiba-tiba saja aku jadi mengingat masa kecil-ku dulu.

Ah yoogeun-ah apakah mungkin kau jodohku? Sepertinya aku akan mencintaimu kekekeke.

Lagi-lagi aku harus mengakhirinya karna ada urusan. Ya Tuhan aku masih merindukannya, sudah saja aku berjanji kepadanya untuk kembali lagi jam 1 siang nanti.

“Yoogeun-ah tunggu aku!” seruku kepada diri sendiri

-hyeseung POV end-

-AUTHOR POV-

Sudah lama Kim Eun So mengenal Jung Yoogeun. Dan suatu hari Jung Yoogeun mengajaknya bertemu. Dengan senang hati Kim Eun So menerima ajakan itu. bagaimana tidak? Ternyata Kim Eun So sudah mulai tertarik dengan Jung Yoogeun.

-AUTHOR POV end-

-Hyeseung POV-

Kalian tau? Kemarin Yoogeun-ah mengajak ku bertemu. Dia mengajakku untuk datang ke restaurant ‘xxx’. Restaurant yang pernah aku datangi pada awal aku kembali lagi ke Seoul. Restaurant dimana ‘dia’ orang yang aku rasa pernah ku temui di Tokyo sebagai pelayannya. Restaurant yang sangat ramai dipenuhi oleh konsumen. Baiklah.

Yoogeun-ah sudah memesan tempat duduk. Dia bilang di pojok dekat dengan jendela. Tempat yang dulu pernah ku tempati. Berarti hari ini adalah kedua kalinya aku mengunjungi restaurant itu.

Aku bergegas untuk mandi. Selesai mandi aku memakai baju yang kukira cocok untuk aku pakai. Aku hanya memakai sebuah dress pendek di atas lutut dan memakai high heels. Yap! Karna sekarang adalah musim panas. Untuk apa aku memakai pakaian tertutup dan mantel? Memangnya aku orang aneh? Fyuh~

Langsung saja aku duduk di depan meja riasku. Aku hanya berdandan sedikit saja. Lagipula untuk apa aku berdandan? Aku kan hanya ingin bertemu dengan orang yang sama sekali belum pernah bertemu denganku.

“sudahlah! Mungkin segini saja sudah cukup bagus. Aku tidak terlihat pucat kan?” gumamku pada diri sendiri.

“umma, aku pergi dulu ya” pamitku kepada umma.

“ingin kemana?” Tanya ummaku.

“sebentar saja, aku ingin pergi ke restaurant itu. restaurant yang di pinggir sana. Dekat kan? Aku ingin bertemu dengan seseorang” jawabku dengan tenang sambil melihat memperhatikan pakaian dan dandananku.

“pangeran online-mu? Jung yoogeun?” Tanya umma sambil mengernyitkan dahinya.

“yap! Baiklah umma, aku berangkat sekrang ya, aku tidak ingin dia menunggu lama. Annyeong umma^^ saranghaeyo. Doakan aku” pintaku pada umma dengan gembira.

“hati-hati hyeseung-ah sayang” teriak umma karna sekarang aku sudah berada di luar rumah dan berdiri di samping mobil kesayanganku.

Aku kendarai mobilku dengan tenang. Aku ingin segera sampai disana, tapi aku juga tidak ingin cepat-cepat bertemu dengannya. Well, aku gugup. Bodohnya aku untuk apa aku menggunakan mobil untuk sampai di tempat tujuan? Aku dapat menempuh perjalanan ini 20 menit dengan jalan kaki dan 5 menit saja jika menggunakan mobil.

Sekarang aku sudah sampai di depan restaurant. Ku buka pelan pintu restaurant sambil menutup mataku. Aku memasuki ruangan dengan mata tertutup. Dan aku menggerakkan kepalaku menghadap kanan dan ku buka mataku. Aku dapat melihat namja yang sedang duduk disitu. Hanya saja aku tidak bisa melihat wajahnya dengan jelas. Dia menunduk. Mungkin dia sama saja gugupnya seperti aku.

Ku hampiri namja yang mempunyai nama palsu Jung Yoogeun ini.

“hai” sapaku agar dia mengetahui kalau aku berada disitu.

“hai” sahutnya. Dan yang membuatku kaget adalah, ternyata dia seorang namja yang pernah ku temui di Tokyo waktu itu! seorang namja yang dapat membuatku tertarik karna dia sangat-sangat imut dan lucu. Benar, sampai sekarang, dia masih saja lucu seperti dulu. Sangat-sangat lucu. Wajahnya manis sekali. dan itulah yang membuatku menyukainya.

“kau????” tanyaku heran.

“noona?????? Kok??” jawab dia sama saja herannya denganku.

-hyeseung POV end-

-taemin POV-

Kemarin aku sudah mengajaknya bertemu di restaurant paman. Restaurant dimana hyungku menjadi pelayannya. Aku memilih restaurant ini karna jika ternyata noona yang aku temui bukan orang yang cantik atau orang yang aku angan-angankan, aku dapat kabur untuk meninggalkannya. Karna rumahku dekat hahaha.

Aku sudah sampai disini. Aku menunggunya. Lama sekali. aku bosan. Aku tundukkan kepalaku dan memejamkan mataku. Aku merasa sedikit mengantuk karna tadi malam aku tidak bisa tidur karna memikirkannya. Aku membayangkan wajahnya dan aku berdoa mudah-mudahan saja dia cantik.

“ah eunso noona kau lama sekali” gumamku sambil masih menundukkan kepala.

“hai” tiba-tiba saja terdengar suara seorang yeoja yang rasanya aku mengenal suaranya.

“hai” jawabku santai dan mulai mendongakkan kepalaku.

“kau?????” tanyanya kaget.

Aku sontak kaget. Bagaimana tidak? Ternyata benar aku mengenal suara ini. Aku pernah bertemu dengannya dulu. Di Tokyo dan dia adalah yeoja yang ada di majalah itu. aigo aigo dia benar-benar cantik. Eun so noona, aku benar-benar mencintaimu.

“noona?????” jawabku terkaget juga.

Dia mengernyitkan dahi dan aku mengedipkan mata sebelahku. Dia tertawa melihatnya. Tiba-tiba saja suasana tegang ini mencair kembali. Aku dan eun so noona saling tertawa.

“duduklah” seruku mempersilahkan. “bagaimana bisa kita bisa bertemu lagi?” tanyaku sambil mengulas sebuah senyuman manisku yang menurut hyung dapat membuat seorang yeoja merasa melting.

“aku tidak tau. Aku tidak pernah berpikir bahwa jung yoogeun adalah kau! Aigo. Kau masih mengingatku?” tanyanya masih tertawa.

“ne aku masih mengingatmu noona. Aku tidak bisa melupakanmu. Karna waktu di Tokyo itulah aku merasa bahwa aku menemukan cintaku” jawabku sedikit lebih jujur dan terbuka kepadanya.

“mwo???” tanyanya kaget dan meneruskan tawanya “kau tau? Aku terus memikirkanmu waktu itu. aku penasaran dengan namamu. Aku merasa tertarik padamu waktu itu. kau sangat lucu. Lucu sekali. boleh aku menyubit pipimu?” lanjutnya lagi sambil menyubit pipiku tanpa izin dariku.

“aw noona, sakit! Kau memikirkanku noona? Benarkah? Aigo, aku sangat senang mendengarnya. Noona noona….” Seruku sangat gembira. Tapi noona memotong pembicaraanku.

“jangan panggil aku noona. Panggil aku hyeseung. Ne, kenalkan, nama asliku adalah hyeseung” katanya sambil menyodorkan tangan.

“ne, arasseo. Aku tau namamu hyeseung. Aku pernah melihat mukamu di majalah. Dan tercantum nama LEE HYESEUNG. Benarkah itu namamu? Nama asliku LEE TAEMIN” sahutku sambil menjabat tangannya.

Tangan noona ini lembut sekali. aku tidak ingin melepaskan tangannya, tapi yah apa boleh buat, dia melepaskan tanganku terlebih dahulu.

“benarkah? Wah berarti kau sudah mengetahui ku dong? Hahaha Lee taemin?” ujarnya sedikit tertawa kecil dan tiba-tiba dia mengernyitkan dahinya lagi dan matanya menyipit.

“ada apa?” tanyaku heran, tiba-tiba saja raut wajahnya berubah, bagaimana bisa aku tidak menanyakannya ada apa. Yang awalnya dia tertawa tiba-tiba wajahnya berubah seperti itu.

“tidak. Jadi ternyata namamu adalah Lee Taemin ya? Dulu waktu di Tokyo kau belum sempat memberitahukan namamu kepadaku. Baiklah, ayo kita memesan makanan. Aku sudah lapar.” Serunya sambil menunjukkan wajah imutnya. Pipinya yang menggembung seperti balon dan bibirnya yang manyun. Benar-benar lucu. Aaaah noona saranghaeyo.

“ne” jawabku singkat.

-taemin POV end-

-minho POV-

Aku tau hari ini dongsaengku akan bertemu yeoja pujaannya. Aku heran mengapa dia bisa mengatakannya bahwa yeoja itu adalah pujaannya. Bahkan wajahnya saja dia belum mengetahuinya.

Dia memutuskan untuk bertemu di restaurant paman saja. Baiklah, jadi aku bisa memantaunya. Dan aku dapat melihat yeoja itu. jika ternyata yeoja itu tidak cantik, aku pasti akan meledeknya 3 hari 3 malam hahaha.

Aku rasa taemin bosan. Dia celingukan sendiri di meja pojok menunggu yeoja kesayangannya. Lalu dia menunduk. Dan tiba-tiba saja seorang yeoja yang ku kenal datang menghampirinya.

“hai” dia menyapa taemin. Apa benar ini yeoja yang sering taemin bicarakan itu? yeoja yang bernama kim eun so itu? benarkah????

“hai” jawab taemin sambil mendongakkan kepalanya. Dan yang terjadi adalah….

“kau????” Tanya yeoja itu heran dan membelalakkan matanya.

“noona????” sahut taemin kemudian.

“itu kan yeoja yang pernah ku temui di Tokyo”

Mereka tertawa bersama. Mengobrol dan melakukan beberapa candaan.

Entah mengapa, hatiku merasa sakit. Muncul dari mana rasa sakit ini? Aku tidak mengerti. Aku merasa pernah melihat tawanya itu. tapi dimana? Bertemu dengannya saja baru 2 kali. Pertama di Tokyo, itu juga aku tidak melihat tawanya, dan waktu dia datang ke restaurant ini dengan seorang yeoja tua, dia juga tidak tertawa. Lalu dimana aku pernah melihat tawanya itu?

Aku tidak bisa berpikir lanjut. Tiba-tiba saja dadaku semakin sakit. Aku sudah berjanji dengan taemin akan mengantarkan makanan yang dipesannya nanti, agar taemin dapat memperkenalkan aku dengannya.

Tapi…. Taemin-ah mianhae. Aku tidak bisa. Tiba-tiba saja hatiku sakit.

Apalagi ketika melihatnya menjabat tangan yeoja tersebut.

“hyung… tolong antarkan makanan ini ke meja di pojok sebelah sana. Taemin.” Suruhku kepada pelayan yang lain. Dia tau taemin. Jelas saja dia tau, taemin juga kan keponakan pamanku.

“taemin-ah, siapa yeoja itu? mengapa hatiku merasa sakit?” gumamku pada diri sendiri.

-minho POV end-

_TBC_

3 responses »

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s