My First Love Chap 2

Standard

Author : Nisa Ayu Thayalisha Hadi (Nam Hyen Hyo)

Cast :

Choi Minho

Lee Hyeseung

Lee Taemin

Title : My First Love (Part 3)

Length : Chaptered

Genre : Romance

Rating : PG-13

Disclaimer : The casts are belong to God, and this Fan Fiction is belong to me kekekeke~ i own this plot ok?

Note : This is pure my imagination.

Credit Poster : cutepixie@darkreflection.so-pink.org

===============================================================

          -taemin POV-

Kemana sih hyungku ini? Daritadi kok tidak muncul? Dia kan sudah berjanji akan mengantarkan makanannya. Tapi kenapa malah donghae hyung yang mengantarkan?

Donghae hyung adalah salah satu teman dekatnya hyungku. Minho. Mereka sangat dekat sekali.

“ah mungkin aku harus menemui hyung di dalam” gumamku dalam hati.

“noona, lanjutkan saja dulu makanmu. Aku permisi dulu ke toilet” aku permisi kepada hyeseung noona, aku berbohong.

“silahkan, jangan lama-lama ya jagi” jawab hyeseung yang mungkin tidak menyadari apa yang telah di katakannya.

“mwo? jagi?” mataku terbelalak. Mukaku memerah. Ya Tuhan, noona yang kucintai memanggilku jagi? Apa dia juga mencintaiku? Apa mungkin dia memiliki perasaan yang sama sepertiku?

“wae taemin-ah? Wae?” Tanya hyeseung sembari masih menyantap makanannya.

“ania hyeseung-ah, aku permisi” aku permisi lagi.

          “donghae hyung, hyung kmn?” tanyaku sambil celingukan.

          “tadi dia permisi ingin pulang, katanya dia sakit” seru donghae hyung sembari membersihkan meja.

“mwo???? Sakit? Bagaimana bisa?” tanyaku tidak percaya. Mengapa hyung bisa jatuh sakit? Padahal tadi malam dia baik-baik saja, malah dia sibuk menyemangatiku untuk tidak gugup saat menghadapi hyeseung noona. Dan juga menemaniku yang tidak bisa tidur karna memikirkan hyeseung noona.

Apa iya minho hyung sakit hanya karna dia menemaniku tadi malam? “Hyuuung mianhae -_-“

“ne, aku jg tidak tau. Dia bilang dia sakit” jelasnya.

“baiklah hyung, gomawo” ucapku kepada donghae hyung.

Ah hyung, kau kenapa? Aku khawatir jikalau kau sudah jatuh sakit. Aku harus segera menemui hyung dan pulang. Tapi bagaimana dengan hyeseung? Aaaah hyung, maafkan aku. Hyeseung noona adalah cinta pertamaku. Sejak bertemu di Tokyo, aku sudah mulai menyukainya. Dan sekarang aku baru sadar kalau aku sangat mencintainya. Aku akan pulang, tapi setelah urusanku dengan hyeseung noona selesai. Mianhae hyung aku lebih mengutamakannya daripada kau.

“maaf menunggu lama”

“tidak apa-apa. Ah taemin-ah, bagaimana jika kita sudahi saja dulu pertemuan ini? Ummaku menunggu dirumah, katanya appa sudah datang dari Tokyo.” Seru hyeseung noona. Sebuah pernyataan yang membuat ku merasa lega dan tidak lagi galau.

“oh baiklah. Kapan-kapan aku akan mengajak mu bertemu lagi noon… eh hyeseung-ah maksud ku hahaa. Aku merasa tidak sopan memanggilmu hyeseung. Lebih nyaman memanggil hyeseung noona” jelasku panjang lebar, dia hanya tertawa.

“jika kau sudah menjadi milikku nanti, kau akan lebih nyaman memanggilku hyeseung-ah daripada hyeseung noona. Aku duluan taemin. Dah” permisi hyeseung kepadaku. Dia pergi meninggalkanku. Rambutnya yang terurai panjang berterbangan. Dia menyibakkan rambutnya ke belakang. Menarik.

Tapi apa maksud hyeseung noona tadi? ‘jika kau sudah menjadi milikku’ apa maksudnya? Apakah dia menginkan aku untuk menjadi miliknya? Aku merasa sangat tidak keberatan sekali. bahkan itu adalah salah satu mimpiku.

-taemin POV end-

-minho POV-

Aku pulang lebih awal dari biasanya. Aku meminta izin kepada paman dan paman membolehkan. Aku meminta tolong kepada donghae hyung, jika taemin menanyakan keberadaanku nanti, aku pulang. Aku tidak enak badan. Aku yakin taemin pasti akan mencariku.

Sebenarnya alasan aku pulang bukan karna aku tidak enak badan. Aku memang sakit. Tapi bukan fisikku yang sakit, hatiku. Aku saja tidak mengerti mengapa hatiku bisa sakit sekali seperti ini. Aku merasa yeoja tersebut adalah cintaku. Tapi tidak mungkin, dia adalah yeoja kesayangan taemin. Lagipula aku tidak mengenal yeoja itu sama sekali. Bahkan nama aslinya saja aku tidak tau. Aku hanya tau nama palsunya saja. KIM EUN SO.

Aku memutuskan untuk kembali kerumah karna aku ingin menenangkan diriku. Bukan karna aku menghindari taemin dan membencinya. Tidak ada alasan bagiku untuk membencinya, karna dia tidak melakukan kesalahan apapun. Hatiku merasa tidak kuat melihat mereka berdua.

“ya Tuhan, perasaan apa ini?! Aku tidak mengerti! Tolong beri aku penjelasan” seru ku memohon kepada Tuhan.

Aku capek. Mungkin aku butuh waktu untuk istirahat. Mungkin hatiku merasa sakit karna memang aku kecapekan. Tapi jika dipikir secara logika, ini sangat tidak masuk akal. Dan kalau dipikir secara logika lagi, itu sangat tidak masuk akal jikalau aku cemburu dengan taemin. Dongsaeng-ku sendiri.

“sudahlah. Lupakan minho, lupakan!” gumamku pada diri sendiri sembari memukul dahiku lalu terlelap tidur.

-minho POV end-

-hyeseung POV-

Lagi-lagi aku harus berpisah dengan taemin. Padahal aku masih ingin bersama dengannya. Aaaah taemin-ah aku tidak tau perasaan apa yang muncul di hatiku. Tapi aku merasa sangat nyaman berada didekatmu. Dan aku akan merasa sangat kehilangan jika kita sudah terpisah seperti ini.

“ah hyeseung babo! Mengapa tadi tidak menanyakan nomor telfonnya?” gumamku.

Kapan lagi aku dapat bertemu dengannya? Ya Tuhan, hyeseung babo babo babo!!!!!

Aku sudah sampai di depan apartemen, langsung ku naiki lift untuk menuju lantai 6. Aku tinggal di lantai 6. Dan ketika sampai depan rumah, ku buka pintu. Ternyata tidak dikunci.

“annyeong umma, appa” sapaku sambil memberi ciuman hangat kepada pipi kedua orang tuaku ini. Mereka adalah orang-orang yang sangat aku cintai. Dan orang ketiga yang aku cintai adalah…… ya mungkin taemin. Ya namja itu yang sudah menyemangati hari-hariku dan membuatku nyaman selama berbicara dengannya. Hanya saja kita cuman bisa chatting saja.

“ada apa?” tanyaku penasaran.

“kemari anakku sayang” seru appa. “teman appa adalah direktur sebuah produk minuman. Dan beliau ingin mempromosikan minumannya itu. bagaimana jika lewat kau saja? Appa sibuk sekali di Tokyo. Dan satu lagi, modelnya harus yang menarik ya” lanjut apa lagi. Lagi-lagi sebuah pekerjaan. Aku sudah menduganya, pasti akan membicarakan masalah pekerjaan. Sampai kapan ini akan terjadi appa? Sampai kapan? Bisa tidak sih kita tidak membicarakan masalah bisnis dulu? Aku capek!

“baik appa, itu bisa di atur. Modelnya? Hm siapa ya….” Aku berpikir.

“ah! Pangeran onlinemu saja hyeseung” tiba-tiba umma membuyarkan lamunanku. Ya! Benar! Bagaimana jika taemin saja? Senyuman dia kan bisa membuat para wanita meleleh melihatnya. Aku saja tadi hampir akan meleleh ketika dia senyum kepadaku. Aaaaah dengan begini, aku juga jadi bisa dekat dengannya.

“YA UMMA! IDE YANG BAGUS!” sahutku berteriak.

“kau semangat sekali hyeseung-ah hahaha” seru appa tertawa.

“hehehe. Kalau cowok yang pernah umma temui di Tokyo waktu itu, yang umma bilang dia punya karisma itu siapa?” tanyaku penasaran. Tidak tau mengapa aku tiba-tiba saja teringat akan hal ini.

“oh itu, iya dia mempunyai karisma, benar-benar tampan. Tapi sayang sekali, kau kan tau hyeseung-ah, kamera umma di curi!” nadanya sedih.

“nomor telfonnya? Katanya umma punya nomer telfonnya?” aku bertanya lagi.

“oh iya!!!!……” mukanya langsung cerah kembali dan…. “huh! Aku baru saja ingat, nomer telfonnya aku taruh di tas kamera itu. jadi ikutan kecuri deh” lanjutnya lagi, wajahnya sedih “padahal beneran deh, umma yakin jika dia menjadi artis, pasti banyak sekali orang yang akan tertarik padanya. Dia benar-benar memiliki karisma!!” seru umma tidak santai.

“iya umma iya aku mengerti” aku berusaha untuk menenangkan.

“jadi bagaimana?” kata appa yang sedari tadi sudah kita diamkan, tak dianggap.

“taemin saja appa” pintaku padanya “ayolah appa, pls taemin saja” aku memohon-mohon kepada appaku.

“hm baiklah, tapi jika dia tidak bagus dalam berakting, tolong jangan di paksakan dan cari penggantinya. Sebisa mungkin dari sekarang kau sudah mencari cadangannya. Mengerti?” jawab appa. Jawabannya membuat ku senang setengah mati. Aku berasa ingin melayang ke udara. Akhirnya aku akan lebih sering bertemu dengannya. Aku ingin cepat-cepat memberitahu masalah ini kepada taemin. Tapi… bagaimana cara memberitahukannya? Masa iya aku harus menunggunya online semalaman? Ah mungkin besok saja. Aku tidak menanyakan nomor telfonnya tadi! Ah shit!

-hyeseung POV end-

-taemin POV-

Aku berlari dari restaurant sampai ke rumah setelah hyeseung pergi tentunya. Aku heran mengapa hyung bisa sakit seperti itu. aku ingin cepat-cepat bertemu dengannya. Karna hanya dialah yang aku punya sekarang.

“hyung….” Teriakku sambil masuk kedalam kamarnya. Fyuh~ lega sekali rasanya, dia ada sini. Ku pegang dahinya, tidak hangat. Aku rasa dia tidak sakit. Lalu….. mengapa?

“ah mungkin hanya capek saja. Tidurlah yang lelap hyung, maaf sudah menyusahkanmu untuk selama ini, aku berjanji akan mencari penghasilanku sendiri. Hyung, mianhae, saranghae” seruku kepadanya, aku tau dia tidak dapat mendengarku, dia sedang terlelap tidur. Ku cium saja dahinya kekeke.

“ah hyeseung noona, aku harus online!” gumamku pada diri sendiri dan mencari laptopku.

“Mungkin noona sedang tidak online, aku kirim dia e-mail saja. Aku kirim nomer ponsel ku, agar aku dapat menghubunginya dengan lebih gampang. Baiklah. Yap! Selesai! Waktu mandi~!” seruku pada diri sendiri. Sebelum pergi mandi, aku membuka folder document-ku, ada word yang rasanya aku tidak pernah menulisanya. Judulnya adalah ‘hari ini’

“ah mungkin ini milik hyung, tapi aku penasaran” tanpa berpikir lanjut, aku buka word tersebut dan isinya adalah…….

‘hari ini, taemin bertemu dengan yeoja kesayangannya. Yeoja yang dia kenal melalui dunia maya. Tidak tau mengapa ketika aku melihatnya berdua dengan yeoja tersebut, aku merasakan hatiku sakit sekali. aku tidak tau apa yang terjadi, aku bingung. Dan ketika dia memegang tangan yeoja tersebut. Hatiku semakin sakit dan aku putuskan untuk pulang kerumah. Aku heran mengapa hatiku sakit sekali, sama sakitnya ketika hyeseung ingin meninggalkan ku ke jepang 13 tahun yang lalu. Rasa sakit dihatiku persis sekali dengan itu. ah aku sama sekali tidak dapat memahami ini. Ini terlalu membuatku bingung’

“hyung……” ucapku lemah. “mengapa kau tidak bilang hyung? Kau mengetahuinya?” aku mengucapkan ini pada diriku sendiri. Tetapi suara seseorang yang sangat ku kenal menjawabnya.

“kau membacanya taemin-ah? Aku tidak mengenalnya, tenang saja. Aku yakin aku hanya kecapekan. Santai saja” ujarnya dan lalu meninggalkanku.

Hyung…… aku tidak dapat mengatakan apapun, tapi hyung bilang dia tidak mengenal hyeseung. Lagipula dia bukan hyeseung cinta pertama hyung waktu kecil itu kok. Jadi aku santai saja. Aku pikir hyung sudah mulai melupakan hyeseung noona. Tapi ternyata tidak. Yah aku harap, hyeseung yang aku kenal bukanlah hyeseung noona cinta pertama hyung dulu.

***

Benar dugaanku! 3 jam setelah e-mail tersebut terkirim, aku mendapati handphoneku berdering. SHINee World. Itulah nada dering pertanda ada sms masuk. Ku buka isinya, dari nomer tidak di kenal.

‘hai taemin-ah^^ aku merindukanmu. Hyeseung’

Hyeseung. Dia sudah membaca e-mailku dan dia mengatakan ‘aku merindukanmu’. Dapatkah kau bayangkan bagaimana rasanya hatiku saat ini? Aku rasa kalian dapat merasakannya. Hatiku benar-benar senang. Sangat senang sekali. ini adalah pertama kalinya aku benar-benar mencintai seorang yeoja, dan aku tidak ingin kehilangannya sedikitpun. Cepat atau lambat aku akan membuatnya menjadi milikku.

Aku tidak langsung membalasnya, aku hanya mondar-mandir saja memikirkan kata-kata apa yang pas untuk membalas pesannya ini…..

Setelah sekian lama berpikir, aku membalas pesan itu.

‘hyeseung-ah, kau sudah membaca e-mailku? Wah, kau merindukanku ya? Aku mencintaimu^^’

Ku curahkan saja isi hatiku. Tapi apakah hyeseung akan peka terhadap kata-kata ‘aku mencintaimu’? aku rasa tidak. Tapi aku berharap iya.

-taemin POV end-

-hyeseung POV-

Managerku barusan saja memberitahuku bahwa semua jadwal yang akan dilakukan olehku untuk minggu kedepan sudah dikirimkannya lewat e-mail. Langsung saja ku buka e-mailku.

Ada satu e-mail yang membuatku tertarik. Dari alamatnya saja leetaemin.gmail.co.kr.

“taemin-ah?????” teriakku sendiri dari dalam kamar. Omo!! Taemin mengirimi ku sebuah e-mail? Aku tidak membuka e-mail dari managerku, tapi membuka e-mail yang telah dikirim olehnya.

Subject : ponsel number

‘hyeseung-ah, ini nomer telfonku xxxxxxxxxx jika kau sudah melihat e-mail ku ini, tolong segera hubungi aku. Taemin’

Ku catat nomernya di ponsel ku dan ku kirimi dia pesan.

‘hai taemin-ah^^ aku merindukanmu. Hyeseung’

Aku menunggu balasan darinya, tidak lupa aku membuka e-mail yang sudah dikirim oleh managerku, karna itu juga merupakan hal yang penting.

Aku menunggu balasan darinya, sungguh lama sekali padahal baru saja 1 menit aku mengiriminya pesan, tapi terasa lama sekali. apa taemin sedang tidur? Atau mungkin dia sedang tidak memegang ponselnya? Ponselnya tidak ada di genggamannya sekarang, itu maksudku!

“lebih baik aku mandi saja dulu”

Baru saja aku keluar kamar mandi dan mengeringkan rambutku, tiba-tiba ponselku berdering. Lagu it must be love yang di bawakan oleh Taeyeon dan Sunny SNSD terdengar di telingaku.

“sebuah pesan masuk. Pasti dari Mr. Kim” ujarku jengkel. Mr. Kim adalah managerku, dia yang mengurus segala kebutuhan ku. Dia sangat baik, tapi sikapnya yang tegas yang aku tidak suka. Selalu saja aku dimarahinya jika aku membuat kesalahan sedikit saja.

Ku hampiri ponsel yang berada diatas kasurku dengan tidak semangat. Aku lupa jikalau aku baru saja mengirimi taemin sebuah pesan, jadi aku tidak terpikirkan bahwa ada kemungkinan itu adalah pesan balasan darinya.

“taemin-ah????????? Omo!!! Aigo aigo umma……” seruku mengagetkan umma dan appaku.

“ada apa hyeseung?” suara serak ummaku yang khas terdengar oleh telingaku.

“ania umma, aku hanya sedang senang saja. Sangat-sangat senang” jelasku padanya dengan nada teriak karna aku sedang berada dikamar dan umma di ruang tengah bersama dengan appa.

Ku buka pesan itu sambil memejamkan mata, aku tidak ingin melihat pesan balasannya, tapi aku juga ingin melihatnya. Aku takut mukaku akan memerah seketika dan ternyata benar. Mukaku langsung memerah ketika membaca pesan itu. bagaimana tidak? Dia membalasnya seperti ini ‘hyeseung-ah, kau sudah membaca e-mailku? Wah, kau merindukanku ya? Aku mencintaimu^^’

Dia bilang bahwa dia mencintaiku!! Apakah itu benar? Apakah dia berbicara sesuai dengan yang ada di dalam hatinya? Atau dia sedang bercanda entahlah~ aku merasa hari ini adalah hari terbaikku. Aku tidak ingin menggubris masalah ini, aku alihkan pembicaraannya karna aku tidak ingin mati sekarang hanya karna ini.

‘ne, sudah. Taemin-ah, aku punya kabar bagus untukmuJ besok, datanglah ke taman kota di persimpangan jalan **** aku menunggumu. Tepat jam 8. Jangan sampai telat karna aku harus segera berangkat kerja’

Dia hanya membalas. ‘baiklah noona, sampai ketemu besok’

Hah, ku hembuskan nafasku. Aku masih ingin menghubunginya, bahkan aku ingin menelfonnya. Tapi ini sudah malam, tidak masalah bagiku, tapi bagaimana dengan taemin? Mungkin saja dia sudah ngantuk dan ingin segera terlelap tidur. Baiklah, mungkin lebih baik aku juga harus tidur.

-hyeseung POV end-

-minho POV-

Waktu baru saja menunjukkan pukul 7 pagi, tapi taemin sudah bangun, bahkan sudah mandi. Badannya sudah harum, rambutnya sengaja ia acak-acakkan supaya terlihat lebih seksi katanya.

“mau kemana dongsaeng?” tanyaku sembari berlalu darinya. “bertemu hyeseung?” lanjutku lagi. Ya! Pasti ingin bertemu dengannya!

“ne hyung, dia bilang katanya ada hal serius yang akan dibicarakannya” jawabnya sembari mencari sesuatu di dalam kulkas.

“nih buah kesukaanmu. Kau mencari ini kan?” seruku sambil memberinya apel.

“hihihi^^ gomawoyo hyung~” taemin mengambilnya dan langsung pergi keluar.

Lagi-lagi perasaan aneh ini muncul. Mengapa aku merasa tidak rela taemin dekat dengan hyeseung? Bahkan aku mengenalnya saja tidak. Ash! Apa ini sebenernya?!!

-minho POV end-

-taemin POV-

Aku terbangun pukul 6 pagi. Alarm yang membangunkanku, dengan lagu yang bergenre cukup keras, sehingga aku dapat terbangun dan teringat akan sesuatu yang hyeseung telah katakan padaku kemarin malam ‘besok, datanglah ke taman kota di persimpangan jalan xxxx aku menunggumu. Tepat jam 8’ sesungguhnya aku malas sekali. bukan malas untuk bertemu dengannya, tetapi malas untuk bangun dan mandi.

Ini bukan waktuku untuk bangun. Aku masih mengantuk. Aku paksakan diriku untuk terlepas dari kasur dan berjalan kearah kamar mandi yang masih terdapat di dalam kamar tidurku. Mataku masih terpejam. Entah sampai kapan aku akan memejamkan mataku. Rasanya berat sekali mata ini untuk terbuka. Ku raup mukaku berkali-kali, lumayan, sedikit demi sedikit air ini sudah berhasil menghilangkan rasa kantukku.

Aku bersiap untuk bertemu dengannya. Hanya memakai celana jeans panjang dengan kaos berwarna abu-abu tua polos, aku sedikit mengacak-acakan rambutku. Karna donghae-hyung pernah berkata “kau terlihat sexy jika rambutmu berantakan” suatu pernyataann yang membuatku nge-fly~

Aku keluar kamar dengan dandanan yang bisa dibilang rapih jika dilihat dari pundak ke bawah, tapi tidak dengan wajahku. Mataku masih terlihat mengantuk, rambut acak-acakan yang di sengaja, hidungku masih merah dan bibirku masih cemberut tanda ingin tidur lagi. Ngantuk. Seruku dalam hati.

“aniaaaa aku tidak boleh tidur lagi!!! Sekarang sudah jam 7. Aku harus segera berangkat, tapi aku lapar…..” ujarku sambil berjalan kearah dapur untuk mencari buah kesukaanku.

Langkahku tiba-tiba saja terhenti ketika hyungku berkata “mau kemana dongsaeng? bertemu hyeseung?” aku sudah yakin dari awal pasti hyungku akan bertanya. Bagimana tidak? Biasanya jam segini aku masih terpulas tidur, sedangkan hari ini aku sudah bangun bahkan sudah siap untuk pergi.

“ne hyung, dia bilang katanya ada hal serius yang akan dibicarakannya” jawabku sambil mencari apel di kulkas. “kok tidak ada ya?” ucapku kecil yang hanya bisa didengar olehku.

“nih buah kesukaanmu. Kau mencari ini kan?” ujarnya sembari memberi apel yang ada ditangannya kepadaku.

“gomawoyo hyung…. Aku pergi dulu^^” ku ambil buah apel yang ada ditangannya dan ku gigit buah itu. aku permisi kepada hyung untuk segera berangkat. Aku lapar, tapi dengan buah apel ini, mungkin saja rasa laparku akan sedikit berkurang. Yah, aku tidak bisa mengendarai mobil. Aku pernah minta diajarkan oleh hyungku, tapi dia tidak mengizinkan. Well, hari ini aku harus jalan kaki untuk datang di perempatan sana. Untungnya dekat, hanya perlu waktu 35 menit saja untuk sampai disana.

20 menit sudah aku menunggu disini. Jadi total waktu aku mulai aku keluar rumah adalah 55 menit. 1 jam deh. “tapi hyeseung belum datang juga, kemana ya dia?” tanyaku celingukan. Ku lihat mobil berwarna merah yang pernah ku lihat di Tokyo waktu itu.

“mianhae taemin-ah mianhae. Ayo masuk kedalam. Kita bicarakan ini didalam saja” dia menarik tanganku hingga aku sekarang berada didalam mobilnya.

Dia diam. Aku diam.

“taemin-ah”

“hyeseung-ah” kami berbicara pada saat yang bersamaan. Dia diam kembali. Aku tersenyum. Senang. Aku akan memulai pembicaraan ini terlebih dahulu.

“ada apa hyeseung?”

“aigo aigo aku sampai lupa. Begini loh taemin-ah, ada produk minuman baru yang akan di publikasikan. Bagaimana jika kau saja yang menjadi modelnya? Ayolah taemin-ah, aku sangat membutuhkanmu! Aku tidak tau lagi siapa yang akan menjadi modelnya. Taemin-ah bantu aku. Tolonglah” dia memohon kepadaku. Aku berpikir, jika aku menerima pekerjaan ini, aku jadi bisa mencari uang sendiri dan tidak usah bergantung pada hyung lagi.

“baiklah” jawabku tenang dengan muka yang santai.

“aaa taemin-ah gomawo^^” dia sedang menyetir, tapi tangan kanannya menyentuh tangan kiriku. Kini tangan ku berada dalam genggamannya. Aku menggenggam tangannya kembali. Mukaku memerah. Tanganku berkeringat. Ya Tuhan, aku malu. Tapi aku sangat senang sekali sekarang.

Hyeseung-ah, tunggu aku. Cepat atau lambat kau akan menjadi milikku dan aku tidak akan pernah rela menyerahkanmu pada siapapun.

Hyeseung-ah aku mencintaimu.

-taemin POV end-

-hyeseung POV-

“Aigoooo aku sudah ada janji dengan taemin-ah. Telat telat telat!!!!!” seruku tidak karuan. Aku bingung harus melakukan apa dulu. Apakah mandi dulu atau langsung ganti baju saja? Aaaah ini sudah menunujukkan pukul setengah 8 pagi! Sedangkan aku berjanji dengannya pukul 8 pagi ini. Sudah tidak ada waktu lagi hyeseung-ah!

“appa umma aku berangkat dulu” aku hanya berteriak saja. Tanpa menghampiri mereka sama sekali.

“mianhae taemin-ah mianhae. Ayo masuk kedalam. Kita bicarakan ini didalam saja” aaaah aku merasa sangat bersalah dengannya. Padahal aku yang sudah membuat janji ini. Aku melihatnya celingukan menungguku. Ya! Pasti menungguku, apalagi jika bukan menungguku.

Ku tarik saja tangannya untuk masuk kedalam mobilku karna aku juga sudah tidak mempunyai waktu untuk mengobrol. Aku menjelaskan semuanya kepada taemin didalam mobil. Dan hari ini aku akan langsung membawanya ke kantorku.

Dia tampak sangat tampan hari ini. Sangat-sangat tampan.

Hidungnya yang mancung, rambutku yang berantakan terlihatnya semakin tampan, bibirnya yang seksi. Kerutan dipinggir matanya ketika ia tertawa. Sempurna. Dia juga orang yang baik.

Aku menggenggam tangannya, dan dia menggenggam tanganku kembali. Omooo senangnya!

“taemin-ah, aku akan langsung membawamu ke lokasi, tidak apa-apa kan jika mendadak seperti ini?” tanyaku kepadanya. Mudah-mudahan ia tidak merasa keberatan dengan semua ini.

“tidak. Cepatlah~ aku sudah tidak sabar hehehe”

“baiklah. Pakai sabuk pengamanmu, karna aku ingin membawa mobil ini dengan kecepatan dahsyat hahaha”

“siapa takut. Memangnya kau bisa?” nadanya terkesan seperti dia sedang menantangku. Dan aku merasa sangat tertantang untuk ini. Ku injak gas mobilku lebih dalam lagi. Kecepatan bertambah. Di dalam mobil ini tidak ada ketegangan, hanya sebuah tawaan yang dapat menenangkan hati yang terdengar.

Taemin-ah aku mencintaimu.

-hyeseung POV end-

-taemin POV-

Sudah kerap sekali aku mendatangi kantornya hyeseung, dan hari ini aku baru saja menandatangani kontrak itu. aku latihan acting dirumah setiap hati. Minho-hyung pastilah curiga dengan tingkah anehku.

“kau sedang apa taemin-ah? Akhir-akhir ini aku perhatikan kok kamu kaya suka acting-akting gitu? Mau jadi artis memangnya?” ocehnya sedikit meledek.

“aigoooo hyung mianhae aku lupa memberitahumu. Hyeseung menjadikanku salah satu model untuk perusahaannya. Aku akan jadi model untuk iklan produk minuman baru” jawabku sumringah.

“dan hyung, terimakasih atas semua yang telah kau berikan padaku. Mulai saat ini, aku tidak ingin menyusahkanmu lagi. Doakan aku semoga semuanya lancar” seruku meminta restu kepada hyung, satu-satunya saudara kandungku.

“ne, fighting taemin-ah. Selama ini aku tidak merasa disusahkan olehmu. Oh ya, bagaimana hubunganmu dengan hyeseung?” tiba-tiba saja hyung menanyakan hal seperti ini. Tumben sekali.

“ya gitu deh hyung. Ajari aku cara menyatakan cinta” pintaku padanya.

“hyung juga belum pernah, jadi kurang mengerti. Cobalah saja bicara seadanya taemin-ah. Kau benar-benar mencintainya bukan? Tumpahkan saja seluruh perasaanmu ketika ingin menyatakan cinta”

“ne hyung, doakan aku^^” ku tunjukkan gigi gingsulku kepadanya.

“taemin-ah,” ucapnya dengan nada merendah dan berhenti sebentar “ada seorang yeoja yang mencintaiku…. Namanya go seoyun” hyung menarik nafas dalam-dalam dan berkata lagi “dia adalah adiknya donghae-hyung, donghae hyung bilang bahwa adiknya ini mencintaiku. Adiknya mengidap leukemia stadium 3. Donghae-hyung memintaku untuk berusaha mencintainya juga, dia bilang adiknya ingin menghabiskan sisa waktu hidupnya bersamaku. Dia sangat memohon kepadaku. Karna dia juga sangat sayang kepada adiknya itu. aku sudah berusaha taemin-ah, tapi aku tidak bisa mencintainya! Aku hanya mencintai hyeseung. Hyeseung cinta pertamaku dulu. Bantu aku taemin-ah” jelas hyung panjang lebar. Matanya kini berkaca-kaca. Wajahnya sedih dan dia memelukku. Hyung pasti merasa tersiksa. Pasti ini adalah keputusan yang membingungkan.

Jika ia harus berpura-pura mencintai adiknya donghae-hyung, sama saja hyung akan menyakitinya lebih dalam lagi daripada menolaknya. Jika hyung mencoba untuk benar-benar mencintainya, itu pasti sangat sulit. Karna dia mencintai seorang yeoja dari kecil. Perasaan yang sudah disimpannya selama belasan tahun ini, tidak mungkin hilang sia-sia begitu saja. Ya Tuhan, apa yang harus aku katakana padanya?

“hyung, coba katakana baik-baik pada donghae-hyung bahwa kau tidak bisa mencintai seoyun-ah” uajrku bingung. Apa ini solusi yang benar? Ah!!!

“taemin-ah, tapi aku juga tidak sanggup membiarkan seoyun deih dan donghae-hyung kecewa. Taemin-ah, aku benar-benar tidak bisa berpikir sekarang, apa yang terbaik untukku dan untuknya, aku tidak tau. Aku tidak mengerti!” ucapnya lirih.

“hyung mianhae, aku tidak bisa menjadi adik yang baik. Bahkan saat kau sedang bingung seperti ini pun, aku tidak bisa memberikanmu solusi apapun, bahkan menenangkanmu saja aku tidak bisa. Hyung mianhaeyo. Jeongmal mianhaeyo” gumamku dalam hati. Dan tanpa terasa, air mataku kini sudah mengalir membasahi pipiku.

-taemin POV end-

-flashback-

-seoyun POV-

Oppaku, sudah lama bekerja di restaurant ini. Dan hari ini, aku mengunjunginya bersama teman-temanku tentunya. Ku lambaikan tanganku untuk memanggil pelayan. Awalnya aku pikir oppaku lah yang akan menghampiri mejaku. Tetapi tidak. Seorang namja yang tampan, bahkan sangat tampan menghampiri ku “ya nona? Ingin pesan apa? Atau ada yang bisa saya bantu?” Tanya nya ramah sembari membentuk sebuah senyuman di wajahnya.

Karismanya kuar sekali. bahkan 3 orang temanku yang lain terpesona melihatnya.

“aigo dia tampan sekali” gumamku dalam hati.

“hya! Nona, ada yang bisa saya bantu?” tanyanya lagi membuyarkan lamunanku.

“oh ne, mianhae…..” aku dan teman-temanku memesan makanannya dan tidak lama kemudian, makanan itu datang. Tapi bukan namja tadi yang mengantarkan makanan ini, tetapi oppaku.

“yeodongsaengku, ini pesananmu” oppa tersenyum tulus melihatku. Dia senang aku berada disini. Aku juga senang berada disini karna dapat bertemu dengannya.

“gomawoyo oppa. Hm oppa, aku ingin bicara denganmu sebentar saja” tanpa menunggu jawabannya, ku tarik tangan oppaku hingga menuju pojok ruangan dekat toilet.

“ada apa seoyun-ah?” dahinya berkerut.

“oppa, namja yang…. Hm yang mana ya?” aku celingukan mencari namja tadi. Ah!

“ah! Oppa! Itu dia! namja yang berada di meja sana, yang sedang menghampiri pembeli. Itu yang disana, yang memakai jam tangan hitam! Siapa namanya oppa?” seruku sambil menunjuk dimana namja itu berada.

“yang berada di meja nomer 25?” Tanya oppa lagi.

“ah ne! bodohnya aku tidak melihat nomor mejanya. Namanya siapa oppa?” aku bersemangat sekali.

“minho-ssi. Choi Minho”

“ne, gomawoyo oppa. Aku ingin bicara denganmu dirumah nanti. Sampai jumpa oppa, saranghaeyo” ucapku sambil meninggalkannnya dan kembali kemejaku untuk menyantap makanan yang sudah aku pesan”

-seoyun POV end-

-donghae POV-

“minho-ssi” aku menyerukan namanya. Dia menghampiriku.

Ini sudah bukan waktu kerja. Toko sudah tutup. Dan sekarang aku sedang berada di depan restaurant ini, baru saja ia ingin melangkahkan kakinya untuk pergi, tapi aku memanggilnya dan dia berhenti. Dia membalikkan badan dan menatapku.

“ne hyung? Ada apa?” tanyanya.

“bisa kah kita berbicara sebentar saja sekarang. Disini. Ini penting”

“baiklah. Ingin bicara apa?”

Aaaah minho-ssi, mianhae aku membohongimu sekarang. Wajahnya tulus sekali, hatinya baik dia juga sangat baik sekali padaku. Tetapi sekrang aku harus membohongimu karna aku menyayangi adikku.

“adikku, seoyun mencintaimu. Tolonglah cintai dia juga. Dia… hm dia mengidap penyakit leukemia stadium 3 dan dia memberikan pesan padaku bahwa dia ingin menghabiskan waktu hidupnya bersamamu. Tolonglah” aku berbicara dengannya tetapi aku tidak menatap matanya. Karna aku tidak ingin dia mengetahui jika aku sedang  berbohong sekarang.

“mwo???? Bagimana bis….”

“tolonglah minho-ssi. Aku tidak ingin membuatnya sedih dan meninggalkanku lebih cepat” aku memohon kepadanya. Hanya demi seoyun.

“tapi… aku saja tidak tau adikmu itu hyung” serunya. Aku dapat mendengarnya berbicara dengan resah.

“besok kau akan bertemu dengannya. Disini. Tolonglah, kau kan sedang tidak punya pacar. Tolong. Cobalah untuk mencintainya”

“ne hyung. Ini sudah malam, mungkin besok saja kita membicarakan ini untuk lebih jauhnya” ujarnya dan meninggalkanku.

“mianhae minho-ssi mianhae, aku membohongimu. Dia tidak mengidap penyakit leukemia. Dia tidak penyakitan. Tapi dia memohon-mohon kepadaku tadi sambil meneteskan air mata dan aku tidak sanggup melihatnya menangis. Mianhae minho-ssi” gumamku dalam hati.

-donghae POV end-

-flashback end-

-minho POV-

Sungguh aku tidak bisa berpikir apapun untuk saat ini. Apa yang harus aku lakukan. Apa yang harus aku katakana. Apa yang harus aku pilih. Aaaah mengapa hidup ini begitu membingungkan?!

Aku mencintainya tapi aku tidak pernah bertemu dengannya (lagi), ditambah lagi masalah hatiku yang tiba-tiba tidak keruan, aneh ketika melihat taemin dengan yeoja itu, dan masalah yang terakhir adalah donghae hyung menyuruhku untuk mencintainya. Aigoooo!!!

Aku tidak bisa melupakannya, tapi perasaan aneh ini muncul ketika aku melihat yeoja itu, yeoja kesayangan taemin. Bagaimana jika ternyata aku menyukainya? Dan sekarang aku harus mencintai orang lain yang baru pertama kali aku temui. Seoyun-ah.

Seoyun-ah memang orang yang cantik, imut sekali. dia putih dan juga lucu. tapi bagaimana dengan hyeseung? Cinta pertamaku! Pacar pertamaku! Sahabat terbaikku! Dan yeoja pertama yang ku kenal! Apa aku harus melupakannya? Dia juga sudah tidak memikirkanku lagi sepertinya. Jika ia memikirkanku, seharusnya dia menemui ku. Menepati janjinya dan kembali padaku.

Lalu aku harus memberi seoyun kesempatan. Aku harus mencintainya. Tapi hatiku tidak bisa dipaksakan. Sungguh.

“taemin-ah,” ucapku dengan nada melemah dan berhenti sebentar “ada seorang yeoja yang mencintaiku…. Namanya go seoyun” aku menarik nafas dalam-dalam dan berkata lagi “dia adalah adiknya donghae-hyung, donghae hyung bilang bahwa adiknya ini mencintaiku. Adiknya mengidap leukemia stadium 3. Donghae-hyung memintaku untuk berusaha mencintainya juga, dia bilang adiknya ingin menghabiskan sisa waktu hidupnya bersamaku. Dia sangat memohon kepadaku. Karna dia juga sangat sayang kepada adiknya itu. aku sudah berusaha taemin-ah, tapi aku tidak bisa mencintainya! Aku hanya mencintai hyeseung. Hyeseung cinta pertamaku dulu. Bantu aku taemin-ah” akhirnya aku dapat meluapkan semua perasaan ini kepadanya. Aku berharap dia bisa membantu walau sedikit saja, tapi aku tidak yakin. Dia sama sekali tidak mempunyai pengalaman yang seperti ini.

Aku membutuhkanmu hyeseung untuk menjawab semua pertanyaan ini! Jika kau datang lagi kedalam hidupku, aku akan kembali padamu dan aku dapat meninggalkannya, dengan alasan aku sudah menjadi milikmu. Aku mempunyaimu. Kau milikku. Aku mencintaimu.

Aku membutuhkanmu bukan hanya untuk dijadikan alasan. Tapi aku membutuhkanmu sebagai kekasihku, pendamping hidupku. Hyeseung aku sungguh merindukanmu. Kembalilah. Ringankan bebanku. Ku mohon hyeseung. Kembali padaku. Aku sungguh mencintaimu!

“coba katakana baik-baik pada donghae-hyung bahwa kau tidak bisa mencintai seoyun-ah” inilah jawaban dari taemin-ah. Aku yakin dia sudah menyiapkan jawaban ini secara matang, karna dia tidak ingin hanya bicara saja pada suatu masalah seperti ini. Keputusannya baik, tapi aku tidak ingin mengecewakan dongahe-hyung.

Ya Tuhan, bantu aku.

-minho POV end-

9 responses »

  1. certainly like your web site but you need to check the spelling on several of your posts. Several of them are rife with spelling issues and I find it very troublesome to tell the truth nevertheless I’ll surely come back again.

  2. The new Zune browser is surprisingly good, but not as good as the iPod’s. It works well, but isn’t as fast as Safari, and has a clunkier interface. If you occasionally plan on using the web browser that’s not an issue, but if you’re planning to browse the web alot from your PMP then the iPod’s larger screen and better browser may be important.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s