SADNESS Part 6

Standard

Author : Nisa Ayu Thayalisha Hadi (Nam Hyen Hyo)

Cast :

Cho Kyuhyun

Nam Hyen Hyo

Jang Hye Ri

Lee Jonghyun (CN BLUE)

Title : Sadness Part 6

Length : on going~

Genre : Romance, Angst

Rating : PG-13

Disclaimer : The casts are belong to God, and this Fan Fiction is belong to me kekekeke~ i own this plot ok?

Note : This is pure my imagination.

Credit Poster : cutepixie@darkreflection.so-pink.org

===============================================================

Preview

“Jangan menangis lagi Noona, aku mohon! Aku tidak bisa melihatmu seperti ini! Jangan lakukan hal bodoh di depanku, di depan mataku! Jangan menangis di depan mataku! Jangan melakukan tindakan-tindakan yang sekiranya akan melukai fisik maupun batin dan hatimu di hadapanku! Aku tidak sanggup melihatmu tersiksa seperti ini, Noona! Ku mohon dengan amat sangat, jangan lakukan ini lagi!” bentak Jonghyun.

Tiba-tiba suara jadi hening di antara kita. Ia tetap memelukku, mendekapku dengan erat. Aku tetap diam, mendadak bisu dan tidak bisa mengeluarkan sepatah katapun. Bahkan isakanpun susah untuk aku keluarkan. Semuanya terasa sakit saat aku menggerakkan badanku sekalipun dengan gerakkan kecil yang tidak berarti.

Perlahan-lahan, aku mencoba untuk menutup mataku karna sudah tidak bisa lagi menahan rasa sakit di kepalaku yang sangat amat sakit. Awalnya aku sadar, tapi beberapa detik kemudian, aku sudah tidak bisa merasakan apapun. Aku hanya bisa melihat ruangan hitam tanpa cahaya sedikitpun. Semuanya gelap. Lebih gelap dari hanya sekedar warna hitam.

=================================================================================

Aku mengerjap-ngerjapkan mataku. Semuanya masih terasa tampak buram di mataku. Tidak jelas. Aku memejamkan mataku sedetik, dan detik berikutnya aku membuka mataku, terus seperti itu sampai aku merasa bahwa penglihatanku sudah tidak seburam seperti awal.

Langit-langit kamar berwarna putih cerah. Aku mencoba untuk mengenali kamar apa dan kamar siapa ini, aku merasa pernah melihatnya, tapi aku masih tidak yakin untuk menebaknya sekarang. Segera ku alihkan perhatianku dari langit-langit kamar menuju samping kiriku. Infus!

“Infus? Aku di rumah sakit?!” sentakku saat sudah menyadari ruangan apa ini.

Ya Tuhan, apa yang terjadi denganku sampai-sampai aku bisa kembali lagi ke dalam kamar ini? Kamar yang mengingatkanku betapa tidak pedulinya Kyuhyun padaku! Kamar yang sudah menjadi saksi mata bisu akan tangisanku yang tiada henti. Kamar yang sudah menjadi teman setiaku selama aku merasa kesepian tanpa ada satupun orang disisiku saat aku membutuhkannya.

“sssshh” desisku saat mencoba untuk mencabut infus di tangan kiriku. Bukannya aku ingin nekat lagi dengan kembali kabur dari kamar ini, aku hanya ingin mencari

udara segar di taman tanpa bantuan dari siapapun. Aku ingin melepas penat. Berlama-lama ada di kamar rumah sakit, membuat ingatanku akan Kyuhyun kembali menyeruak dengan hebatnya. Aku lelah menangis. Aku lelah merasa pusing. Perutku mual.

Baru beberapa senti saja pintu kamarku terbuka, aku sudah langsung dikejutkan oleh pemandangan dua orang namja di depan kamar rawat inapku. Kyuhyun dan Jonghyun!

Aku menutup kembali pintu kamarku dengan pelan, berusaha untuk tidak menimbulkan suara sedikitpun. Ku sandarkan tubuhku pada pintu dan menempelkan daun telinga sebelah kananku pada pintu agar dapat mendengar apa saja yang mereka bicarakan.

“Aku kesini karna aku mencari Hyen Hyo” dengan keyakinan yang kuat, aku simpulkan bahwa ini suara Kyuhyun.

“Noona? Memangnya ada apa dengan Noona? Dia ada di—“

“Tuan Cho, bisakah kau kemari sebentar?” ada suara lain yang memotong suara Jonghyun. Demi Tuhan, aku merasa bersyukur Jonghyun tidak meneruskan pembicaraan itu dan tidak memberi tahu –belum sempat memberitahu—Kyuhyun bahwa aku ada disini. Di kamar ini. Tidak berjarak darinya. Tapi, dari hatiku yang paling dasar, aku menyesal, aku benci! Aku ingin Kyuhyun tau aku ada disini. Di dekatnya! Tuhan, aku ingin kembali ke dekapannya. Apakah kau masih mengizinkan aku untuk itu?

“Sebentar ya Jonghyun-ah!” terdengar derap kaki melangkah dengan cepat, dan tidak lama setelah itu, gagang pintu tempatku bersender, bergerak. Cepat-cepat aku menjauh dari pintu, dan senyum sumringah Jonghyun terpampang di bibirnya. Tapi setelah itu, mimik mukanya berubah, menjadi seperti orang yang kesal melihatku.

“Noona! Kenapa kau disini?! Kenapa kau lepas infusmu?!” Aku melirik pada tangan kiriku yang sudah bebas lalu tersenyum lemah, “Aku hanya ingin berjalan-jalan keluar sebentar. Aku lelah terus menerus memakai infus. Aku jadi tidak leluasa. Baru saja aku ingin melangkahkan kakiku keluar, tapi kau segera masuk hehe”

“Aku tidak akan pernah lagi membiarkanmu untuk melakukan hal bodoh ini lagi Noona! Sekarang, kembalilah ke ranjangmu dan akan segera kupanggilkan suster!”

“Chamkanman!” aku menahan lengan Jonghyun, Jonghyun menoleh ke arahku, “Ada permintaan lagi?” tanyanya. Aku segera mengangguk. “Cepat katakan Noona, aku tidak bisa membiarkanmu lama-lama terbebas dari infus!”

“Permintaanku, cepat kembali dan jangan temui Kyuhyun! Aku ingin bicara denganmu—“ belum sempat aku meneruskan kata-kataku, Jonghyun sudah memotongku, “Setelah kau terpasang dengan infusmu kembali. Setelah ini. Sekarang, biarkan aku memanggil sustermu dulu!” Jonghyun menggiringku ke ranjang dan segera pergi keluar.

Aku mengetuk-ngetukkan jari telunjukku yang satu pada jari telunjukku yang lain. Terus seperti itu sampai Jonghyun datang kembali dengan dua orang suster di belakangnya.

“Kakak-ku nekat. Bisakah kau pasangkan kembali infusnya?” pinta Jonghyun yang segera diikuti dengan anggukan dan senyuman manis para suster. Selagi dua orang suster ini sibuk mengurusi infusku. Aku sudah mulai main mata dengan Jonghyun. Jonghyun hanya tersenyum dan menyuruhku untuk sabar. Sungguh, aku sudah tidak sabar untuk menceritakan semuanya! Aku ingin cepat-cepat menceritakan semuanya!

“Jonghyun-ah…” Aku memulai pembicaraan walaupun sang suster belum keluar.

“Aku sempat mendengar pembicaraanmu dengan Kyuhyun di luar tadi. Tapi aku bersyukur kau belum memberitahunya bahwa aku ada disini. Bisakah kau merahasiakan keberadaanku? Bukankah kau sudah tau bahwa aku ingin menghindari Kyuhyun? Tapi Jonghyun-ah, aku tidak bisa membohongi perasaanku sendiri bahwa aku memang ingin sekali Kyuhyun tau aku ada disini. Aku ingin mendapatkan kembali hakku! Hak mendapat kasih sayang dari suamiku! Tapi… Jonghyun-ah, bisa kah kau merawatku di apartemenku saja? Berlama-lama ada di rumah sakit, membuatku muak! Rumah sakit membawa kenangan terburukku! Di rumah sakit ini, membuatku teringat akan sikap Kyuhyun yang sama sekali tidak peduli dan seolah-olah menganggapku tidak ada! Dia sama sekali tidak mengkhawatirkanku saat aku sakit. Bahkan saat aku masuk rumah sakit, tidak ada satupun dari Kyuhyun ataupun Hye Ri yang menemaniku disini. Aku sendirian! Memang awalnya Hye Ri menemaniku. Tapi itu hanya sebentar, setelah itu dia pergi entah dengan siapa. Mungkin denganmu! Jadi, aku mohon dengan sangat kepadamu, bawa aku keluar dari rumah sakit ini. Aku bisa menjaga diriku sendiri. Aku tidak selemah yang kau kira, aku bisa mengurusi diriku sendiri. Aku berjanji untuk tidak jatuh sakit lagi dan merepotkanmu!!” aku memohon-mohon dengan suaraku yang semakin kemari semakin lirih. Bukan karna aku ingin menangis, tapi karena memang suaraku yang hampir habis. Suaraku sudah serak. Mungkin efek setelah aku menangis terus-menerus selama 2 hari 2 malam.

“Tapi Noona, aku tidak bisa membiarkanmu seperti itu!” tolak Jonghyun. 2 orang suster itupun permisi keluar. Kini, hanya ada aku dan Jonghyun di ruangan ini. Aku menatap mata Jonghyun lekat-lekat, memohon, berdoa supaya dia bisa menuruti kemauanku.

“Sudah kubilang, aku akan bertanggung jawab akan diriku sendiri. Aku tidak akan—“

“Bukan itu masalahnya Noona! Aku percaya padamu, tapi untuk saat ini, kau tidak sendiri!” potong Jonghyun dengan suara yang lebih tinggi dari sebelumnya.

“Maksudmu?”

“Kau hamil Noona!”

                                                                        ***

AUTHOR POV

“Oppa, bagaimana? Apakah sudah ada kabar mengenai Hyen-unnie dari pihak rumah sakit?” tanya Hye Ri khawatir saat Kyuhyun baru saja masuk ke rumahnya. Hye Ri langsung berdiri dan berjalan mendekati Kyuhyun. Kyuhyun berjalan gontai ke arah kamarnya dan diikuti oleh Hye Ri dari belakang.

“Pihak rumah sakit dan aku baru saja dikejutkan oleh Hyen” jawab Kyuhyun menggantung.

“Maksudmu?”

“Aku dan pihak rumah sakit baru saja mengetahui bahwa siang ini, ada pasien bernama Nam Hyen Hyo yang kembali masuk ke rumah sakit! Tapi saat kita menge-check pada kamar yang ditempatinya, seorang suster bilang bahwa mereka baru saja keluar beberapa menit yang lalu! Aku mencoba untuk mengejarnya, tapi sudah tidak ada tanda-tanda Hyen Hyo masih berada di rumah sakit! Dan suster itu bilang, Ia kemari bersama seorang pria! Dan, kau tau? Aku bertemu Jonghyun di rumah sakit! Apakah ada sanak saudaranya yang sakit dan dirawat di rumah sakit itu? Atau memang Jonghyun yang mengantar Hyen Hyo? Tapi, apa hubungannya Hyen dengan kekasihmu?!” ucap Kyuhyun frustasi sambil mengacak-ngacakkan rambutnya. Berkali-kali Ia mendesahkan nafasnya tanda gelisah. Otaknya sekarang serasa buntu dan sudah tidak dapat berpikir. Ia khawatir dengan keadaan Hyen yang sedang hamil. Tapi ketidakmampuannya untuk menemukan Hyen dan membawa Hyen kembali ke dekapannya adalah suatu hal yang sangat menyesakkan hatinya.

Sementara Kyuhyun terus memikirkan bagaimana cara menemukan Hyen, pikiran Hye Ri sudah beralih ke sesuatu yang lain, Ia memikirkan kejadian malam itu. Saat Kyuhyun pertama kali tau bahwa Hyen tidak ada! Yang ia khawatirkan adalah, malam itu adalah masa suburnya!

“Bisakah kau menyuruh Jonghyun untuk datang kemari? Sekarang!” tegas Kyuhyun. Tanpa menjawab, Hye Ri langsung mengambil ponsel yang ada di meja rias dan menelpon Jonghyun, menyuruhnya untuk datang kemari, sesuai dengan permintaan Kyuhyun.

                                                                        ***

“Noona, Hye Ri menelponku, barusan. Dia menyuruhku untuk datang kerumahnya, Dia bilang, Kyuhyun ingin bicara denganku” izin Jonghyun sebelum pergi meninggalkan Hyen sendirian di apartemennya. Hyen Hyo hanya mengangguk lemah dari atas kasur. Pikirannya masih melayang-layang pada perkataan terakhir Jonghyun di rumah sakit, bahwa dia hamil!

Pantas saja, pikir Hyen Hyo. Akhir-akhir ini, Ia memang sering mengalami hal-hal yang tidak Ia mengerti. Seperti merasa mual, pusing, dan kadang-kadang menginginkan sesuatu berlebihan. Tapi karna kondisinya yang sedang seperti ini, Ia tidak pernah mengabulkan permintaannya untuk membeli sesuatu itu.

“Aku pergi dulu” ucap Jonghyun lagi. Hyen hanya mengangguk dan kemudian menyerukan nama Jonghyun, Jonghyun berhenti dan menghampiri Hyen lagi “Ada apa noona?” tanyanya lembut.

“Jangan pernah ungkit-ungkit namaku di depan Kyuhyun ataupun Hye Ri. Neo arasseoyo? Berbohonglah sebanyak-banyaknya asal jangan pernah kau sebutkan namaku sekali saja pada percakapan nanti. Kau tidak ingin tambah menyiksaku bukan? Kau bisa mendengarkanku? Kau mengerti permintaanku?” seru Hyen Hyo dengan tatapan mata kosong lurus ke atap-atap kamar. Jonghyun tersenyum dan mengangguk “Itu sudah kupikirkan sejak awal sebelum kau memintanya noona hahaha. Sekarang, jaga dirimu baik-baik disini. Aku sudah menyiapkan makanan untukmu. Makanlah! Kau tidak boleh stress, ingat kandunganmu. Jadikan dia sebagai penyemangat hidupmu, Tuhan masih baik padamu dengan memberikan anak itu padamu. Kau mengerti? Sekarang aku yang bertanya, Kau bisa mendengarkanku? Kau mengerti permintaanku?”

Akhirnya, Hyen menoleh pada Jonghyun dan mengalihkan pandangan kosongnya pada atap kamar lalu tersenyum “Always~” jawab Hyen singkat yang diikuti dengan senyuman lebar Jonghyun dan juga Hyen Hyo. Hyen Hyo segera bangkit dari tidurnya, merasa semua perkataan Jonghyun barusan adalah penyemangat dan penyadarnya. Ia berdiri dan menepuk bahu Jonghyun “Pergilah” selagi Jonghyun pergi meninggalkan apartemen, Hyen Hyo menatap ke arah bawah, tepat pada perutnya kemudian Ia menggumam pada dirinya sendiri –lebih tepatnya pada bayi yang sedang di kandungnya—“Karena kau belum terlalu lama berada di dalam sana, aku rasa aku belum terlalu terlambat untuk memberimu asupan gizi yang cukup! Sekarang, ayo makan!” girang Hyen Hyo sambil mengelus-elus perutnya.

                                                                        ***

“Jonghyun-ah, kemarin, ada urusan apa kau ke rumah sakit?” tanya Kyuhyun langsung saat Jonghyun baru saja duduk. Sementara itu, Hye Ri sedang menyiapkan minuman untuk mereka bertiga.

“Tidak bolehkah?” sinis Jonghyun. Hye Ri sesekali mengintip pada dua namja yang sedang ada di ruang tamu itu. Tidak sabar, Hye Ri ingin segera kesana. Dengan cepat, Ia menyiapkan minuman itu dan berjalan agak cepat menuju ruang tamu.

“Hm, Maksudku, apa yang kau lakukan disana?”

“Mengantar tanteku” seperti yang diminta oleh Hyen, Jonghyun terpaksa berbohong. Tapi Ia menikmati kebohongan ini, demi Hyen Hyo.

“Jinjja? Memangnya ada apa dengan Park Ahjumma?” tanya Hye Ri yang mengikuti arah pembicaraan mereka. Satu-satunya tante yang berada di Seoul dan dekat dengan Jonghyun –setahu Hye Ri—hanyalah Park Ahjumma.

“Dia.. hm, entahlah. Dia bilang kepalanya pusing” Jonghyun mengarang tanpa berpikir.

“Begitukah?  Lalu,  apakah kau tidak melihat Hyen Hyo berada di rumah sakit itu?” tanya Kyuhyun lagi seolah mengintrogasi –memang mengintrogasi—

“Hyen noona? Memangnya ada apa dengan dia? Dia sakit?”

“Dia hamil Jonghyun-ah, beberapa waktu yang lalu aku sempat berdebat hebat dengannya, lalu aku bawa dia ke rumah sakit karna kondisinya yang lemah, tapi saat Ia terbebas dari penjagaan kami berdua, dia kabur. Dan sekarang, aku tidak tahu dia ada dimana. Setiap hari aku selalu gelisah memikirkan keadaan Hyen. Kenapa disaat dia sedang mengandung, hal ini harus terjadi? Bagaimana dengan kondisi kandungannya? Yang dipermasalahkan adalah, dia sama sekali belum mengetahui kalau dia sedang mengandung. Jadi…”

“Kau tidak usah khawatir Hyung, karna aku akan menjaganya sampai bayi yang dikandungnya terlahir ke dunia” jawab Jonghyun dalam hati. Namun yang Ia keluarkan untuk jawaban Kyuhyun bukanlah kata-kata itu, Ia tau jika Ia melontarkan kata-kata itu sama saja dengan Ia membunuh dirinya dan juga Hyen Hyo.

“Kau tidak usah khawatir hyung, Hyen Noona yang aku kenal adalah Hyen yang tegar. Bukankah kau mengetahui itu? Dia akan baik-baik saja di luar sana. Dia adalah orang yang baik, pasti banyak orang yang ingin menolongnya. Masalah kandungannya, cepat atau lambat, Ia pasti akan mengetahuinya. Karena apa? Karena Ia juga pasti akan sadar. Kalau boleh tau, ada masalah apa antara kalian berdua sampai Hyen kabur dari rumah sakit dan tidak kembali lagi sampai hari ini? Bukankah itu masalah besar? Aku yakin ini masalah besar, jika bukan masalah besar, mana mungkin Hyen Noona seperti ini. Hyen Noona bukan orang yang bodoh” bela Jonghyun di hadapan Kyuhyun. Kyuhyun semakin merutuki dirinya sendiri setelah mendengar dan mencerna baik-baik jawaban Jonghyun. Ia membasuh mukanya dengan tangan kosong dan kembali menatap Jonghyun dengan berbagai raut wajah dan tatapan mata penuh penyesalan.

“Aku.. entahlah, mungkin aku salah paham!” jawab Kyuhyun penuh sesal. Jonghyun hanya manggut-manggut, tidak ingin memperpanjang masalah ini ataupun menyuruh Kyuhyun untuk menceritakannya secara mendetail, karna Ia sudah mengetahui semuanya dari Hyen.

“Aku rasa aku tidak perlu untuk ikut campur urusan kalian berdua. Aku menghormati privacy kalian, sejauh ini, apakah ada yang ingin kau bicarakan lagi hyung?” tegas Jonghyun. Kyuhyun menggeleng.

“Aku memanggilmu karna aku hanya ingin mengetahui jejak Hyen Hyo. Aku pikir, kau adalah lelaki yang dimaksud suster itu”

“Lelaki apa?” selidik Jonghyun.

“Suster itu bilang bahwa Hyen ke rumah sakit bersama seorang lelaki. Aku pikir, itu kau. Karna secara tidak sengaja, kami bertemu di rumah sakit itu. Dan lagi, waktu aku menemuimu, kau sedang berjalan tepat di depan kamar Hyen. Tapi ternyata salah. Lagipula, jika dipikir-pikir lagi, apa hubungannya kau dengan istriku, bukankah begitu?” Jonghyun membelalakkan matanya dan menghembuskan nafas panjang agar tidak terlihat terlalu tegang lalu mencoba untuk tersenyum.

“Tentu saja! Apa hubungannya aku dengan istrimu? hahaha konyol!” jawab Jonghyun.

“Tapi, jawabanmu dari seluruh pertanyaanku, membuat aku semakin gelisah dan bingung. Jika bukan kau yang mengantar istriku ke rumah sakit, lalu siapa? Apakah lelaki yang waktu malam itu bersamanya? tch! Jinjja! Kenapa semuanya menjadi serunyam ini?!” marah Kyuhyun pada dirinya sendiri.

“Semuanya menjadi serunyam ini karna kau yang buat sendiri Hyung. Uhm, karna ku pikir sudah tidak ada yang harus dibicarakan lagi, aku pamit pulang. Permisi” ujar Jong Hyun tanpa mengucapkan sepatah katapun pada Hye Ri. Bahkan meliriknya saja tidak. Meminum minuman yang telah Hye Ri buatkan saja tidak.

“Oppa!” cegah Hye Ri saat Jong Hyun hampir sampai di ambang pintu. Jong Hyun menoleh dengan tatapan datar.

“Aku merindukanmu. Tidakkah kau ingin mengajakku berbicara sebentar?” tanya Hye Ri dengan tatapan memelas. Jonghyun hanya tersenyum kecil, ingin rasanya berbicara dengan Hye Ri. Tapi pikirannya tentang Hyen, mencegahnya.

“Mungkin lain kali saja, Hye Ri-ah, aku ada urusan. Annyeong” Jonghyun membungkuk sebentar kemudian keluar rumah, berjalan sedikit berlari. Meninggalkan Hyen Hyo terlalu lama, membuat dirinya menjadi gelisah tidak menentu. Ia pikir, Hyen tidak boleh dibiarkan sendiri dengan kondisi dia yang masih sedikit stress dan juga mengandung. Tapi disisi lain, pikirannya mengatakan bahwa, Hyen bukan wanita semacam itu yang akan melakukan hal-hal bodoh yang membahayakan dirinya sendiri.

Masalah Hye Ri, entah apa yang ada di pikiran Jonghyun, semenjak kejadian Hyen Hyo menyuruhnya untuk menjemput Hyen tepat di rumah Hyen malam itu, Ia tidak pernah memikirkan Hye Ri lagi setitikpun. Entah karena pikirannya sudah dipenuhi dengan berbagai keprihatinan akan masalah Hyen atau apa. Entahlah.

“Kadang aku berpikir, Hye Ri adalah pengacau” gumam Jonghyun di dalam mobil.

                                                                        ***

Jonghyun memarkirkan mobilnya di basement apartemennya dan segera memasuki lift dan memencet tombol 9. Setelah terdengar bunyi berdenting dan lift terbuka, Jonghyun keluar dan berjalan sambil sedikit menunduk, memijati pelipisnya dan memikirkan tentang Hye Ri. Tidak biasanya Ia menolak keinginan Hye Ri sekalipun itu keinginan konyolnya. Apakah—

“Jonghyun-ah!” Jonghyun segera membalikkan tubuhnya mencari asal suara itu. Bisa Ia lihat dengan matanya sendiri, Hyen sedang berlari-lari kecil menuju dirinya sambil membawa teng-tengan yang tidak terlalu besar. Tapi ada 2 kantong plastik di tangannya. Kemudian, Ia menjunjung kantong plastik itu seolah memamerkannya pada Jonghyun. Melihat tingkah yeoja yang hanya berbeda 3 tahun saja darinya ini membuatnya tersenyum geli. Umur tua tidak mengurungkan seseorang itu harus bersikap sesuai umurnya, pikir Jonghyun.

“Tebak, apa saja yang aku bawa!” kata Hyen sambil menyembunyikan kedua kantong plastik itu di belakang dirinya. Jonghyun ingin tertawa, tapi ditahan. “Kau keluar sendiri? Kau berbelanja? Ah, sudah pasti hanya ada satu jawaban dari isi kedua kantong plastik itu. Pasti isi keduanya adalah makanan, atau salah satunya adalah bahan makanan, benar kan??”

“Ah! Kau tidak seru! Kenapa kau bisa menebaknya?!” Hyen berjalan mendahului Jonghyun seolah-olah marah setelah memukul pinggang Jonghyun dengan kantong plastik yang berisi bahan makanan. Jonghyun hanya menggaruk kepalanya yang tidak gatal sambil tertawa lalu mengikuti Hyen dari belakang dengan senyuman yang terus bertengger di bibirnya karena melihat tingkah lucu Hyen.

“Aku bawa makanan untukmu, aku sengaja membelinya dua, tadinya sih ingin beli satu saja, tapi aku baru ingat kalau sekarang aku hidup berdua denganmu. Sebenarnya sih, tidak apa-apa jika aku membeli satu, kamu pasti masih bisa bertahan hidup. Lain kali, aku tidak mau membelikanmu makanan lagi” gurau Hyen sambil masih berpura-pura marah. Jonghyun tersenyum. “Benarkah? Kalau aku tidak bisa bertahan lalu mati, bagaimana?” tanya Jonghyun membuat Hyen berpikir dahulu untuk menjawabnya “Ya… aku…” gagap Hyen. “Sudahlah Jonghyun-ah, lagipula aku sedang bercanda”

“Nae arasseo noona~” jawab Jonghyun sambil mengambil sendok dan mulai menyendokkan makanannya.

Awalnya hening, mereka makan dalam diam. Jonghyun terus melayangkan pikirannya pada Hye Ri, sementara Hyen terus berkata dalam hati kepada anak yang sedang di kandungnya. Ia harus makan banyak! Anaknya membutuhkannya, itu pikirnya.

“Ah, Jonghyun-ah! Apa saja yang kau bicarakan dengan suamiku?” Hyen memulai pembicaraan.

“Tidak, dia hanya menanyakanku apakah aku yang mengantarkanmu ke rumah sakit? Kata suster, kau datang dan pulang dengan seorang pria. Ya, memang sebenarnya aku. Tapi aku berbohong dan berpura-pura tidak tahu, persis seperti yang kau pinta Noona” jawab Jonghyun sambil terus melahap makanannya. Perutnya terasa sangat lapar, Ia belum makan seharian ini karna harus terus mengawasi dan mengurusi Hyen sampai-sampai Ia lupa untuk mengurusi dirinya sendiri.

“Lalu?”

“Jadi, suamimu menyangka bahwa kau diantar oleh lelaki ‘malam itu’”

“Hah, sepertinya akan semakin runyam!” sergap Hyen tanpa ada jawaban dari Jonghyun. Suasana disini kembali hening. Hanya terdengar bunyi dentingan yang ditimbulkan oleh sendok saat menyentuh piring. Hyen memikirkan beberapa pertanyaan yang sudah lama ada dibenaknya. Apakah Ia harus mengatakan ini pada Jonghyun? Tapi, bagaimana reaksinya nanti? Apakah akan memihak pada dirinya? Atau mungkin malah memihak pada lawan pikirnya?

“Jonghyun-ah, menurutmu, apakah Kyuhyun mengetahui keadaanku sekarang?”

“Pasti! Aku yang bukan suamimu saja diberitahu, apalagi Kyuhyun yang berstatus sebagai suamimu”

Hyen mengangguk-anggukan kepalanya mengerti. Beralih kepada pertanyaan kedua, kata Hyen dalam hati.

“Tapi, kenapa dia tidak mencariku? apakah Ia tidak sadar kalau istrinya sedang mengandung anaknya?”

“Kau lupa noona? Bahkan sekarang suamimu itu sedang kebingungan mencari kau!”

“Oh iya” jawab Hyen polos, merasa bodoh.

“Menurutmu, apakah saat kandungan ini sudah besar, aku harus datang menemui Kyuhyun?”

“Menurutku iya, bahkan kalau perlu, dari sekarang. Kau harus kembali pada suamimu Noona, kau membutuhkan kasih sayang yang cukup. Kau sedang mengandung. Kau butuh dimanjakan, sementara aku tidak bisa memanjakanmu”

“Tapi…”

“Jika itu yang terketuk pertama kali dalam hatimu, lakukanlah. Apakah itu ‘harus’ atau ‘tidak usah’” jawab Jonghyun lagi. Hyen menggaruk kepalanya, semakin bingung dengan semuanya.

“Jonghyun-ah, apakah menurutmu Kyuhyun akan memaafkanku?”

“Apakah kau merasa bersalah atas kejadian itu? Bukankah kau hanya korban dari kesalahpahamannya? Kau bisa menjelaskannya, tapi saat Kyuhyun sudah tidak bisa lagi menerima seluruh alasanmu, pintu rumahku selalu terbuka lebar untukmu. Kembalilah padaku”

Sesaat, Hyen duduk mematung, kata-kata Jonghyun ‘Kembalilah padaku’ serasa punya makna tersendiri bagi Hyen, tapi… Ia segera mengusir pikiran itu jauh-jauh.

“Kadang aku mengkhawatirkan dan merasa penasaran apa saja yang mereka lakukan selama aku tidak ada” Hyen menatap piringnya kosong.

“Maksudmu Kyuhyun dan Hye Ri? Tidak akan terjadi apa-apa selagi mereka tidak memiliki perasaan suka, percayalah. Sama halnya seperti aku dan kamu Noona, kita tinggal berdua, tapi selagi kita tidak saling mencintai satu sama lain dan cinta kita masih terkait pada satu objek lain, kita tidak akan melakukan apa-apa” kata-kata Jonghyun membuat Hyen semangat dan membuang pikirannya jauh-jauh tentang hal-hal yang dilakukan Kyuhyun dan Hye Ri di rumahnya.

“Satu lagi Jonghyun-ah! Apakah Kyuhyun akan menemukanku berada disini jika aku tidak kembali kesana? Apakah Kyuhyun akan membawaku kembali ke dekapannya? Apakah cinta Kyuhyun kepadaku masih sama banyaknya seperti sebelumnya? Tapi, kadang aku berpikir, aku sudah mengharapkan sesuatu berlebihan hahaha” mata Hyen mulai berkaca-kaca, dan satu hal yang sangat dibenci Jonghyun adalah saat-saat seperti ini.

“Aku tidak akan menjawab jika kau masih mengeluarkan buliran-buliran kristal dan mengumpulkannya dimatamu –berkaca-kaca—“ Segera, Hyen menghapus air mata yang masih menggenang di pelupuk matanya, belum terjatuh lalu tertawa kecil “Sekarang, jawablah! Mianhae”

Jonghyun menghembuskan nafas sebelum menjawab lalu menatap mata Hyen lekat-lekat, “Kyuhyun pasti akan menemukanmu. Selama apapun kau bersembunyi, pasti kau akan ketahuan. Selama apapun kau menghindar darinya, cepat atau lambat, kau pasti akan kembali ke dalam pelukannya. Cinta Kyuhyun padamu, tidak akan pernah berkurang sedikitpun. Kau tau? Kyuhyun sangat mencintaimu, melebihi apapun. Dan percayalah, tidak akan ada yang bisa menggantikanmu di hatinya. Apakah kau percaya kata-kataku? Kau bisa mengandalkanku Noona. Semua perkiraanku tidak akan pernah meleset.”

Hyen mengangguk mengerti dan segera bangkit dari kursinya, bermaksud meninggalkan Jonghyun dan kembali ke kamar untuk menangis sepuasnya.

Tuhan, terimakasih. Aku salah mengartikan-Mu. Kau memberiku buah mengkudu sekaligus apel dalam hidupku. (memberinya kepahitan hidup—masalah dengan Kyuhyun—, dan sedikit kebahagiaan—mengenal Jonghyun— dengan adanya Jonghyun, Ia merasa, Tuhan masih sedikit adil dengannya)

                                                                        ***

Pagi-pagi sekali, Hyen sudah bangun. Hari ini Ia merasa sangat bersemangat, entah karna hal apa, Ia sendiri tidak yakin. Tapi menurutnya, kata-kata Jonghyun kemarin-lah yang sudah menjadi semangatnya! Walaupun di dalam kamar, sebelum tidur, Hyen sempat menangis sejadi-jadinya untuk meluapkan seluruh tetek-bengek perasaannya. Kadang Ia merasa menyesal telah kabur dan menjauh dari Kyuhyun. Tapi kadang juga Ia merasa, pilihannya ini tepat. Mungkin Ia memang harus menjauh dari Kyuhyun untuk beberapa saat sampai waktunya tiba barulah Ia akan kembali. Dan tentunya, sebelum bayi ini terlahir ke dunia.

Hyen mengetuk pintu kamar Jonghyun berkali-kali. Tapi sama sekali tidak ada jawaban dari sang pemilik kamar. Hyen sudah sedikit menyerah, tapi keinginannya untuk berjalan-jalan sebentar di sekitar apartemen Jonghyun dan membeli es krim di kedai dekat apartemen Jonghyun, menyemangatinya untuk terus mengetuk pintu kamar Jonghyun sampai sang pemilik bangun dan keluar.

“JONGHYUN-AH!!!!!!!!” Teriak Hyen dari luar kamar. Lelah dengan tangannya yang terus mengetuk-ngetuk pintu, Ia berjalan ke arah dapur dan mengambil panci serta spatula lalu berlari ke arah kamar Jonghyun. Dalam hati, Ia bersyukur perutnya masih belum terlalu besar, jadi Ia masih lincah.

“Kau baru kurang dari 1 bulan ya berada di dalam sana? hahahaha” seru Hyen sambil mengelus perutnya yang sama sekali belum ada perubahan. Masih datar seperti biasanya.

Hyen segera memulai aksinya, Ia memukulkan spatula itu pada panci dengan nada yang tidak berirama. “Jonghyun-ah!!! IREONAAAA” kemudian, Hyen mengetuk pintu Jonghyun menggunakan spatula yang digenggamnya sampai menimbulkan suara yang keras, kemudian kembali mengetukkan spatula itu pada panci, kemudian beralih lagi pada pintu dan begitu seterusnya sampai spatula itu tiba-tiba meleset dan mengenai muka Jonghyun.

“Ups, Mianhada” Hyen meringis merasa bersalah dan berbalik badan, berniat untuk kabur, tapi Jonghyun menahannya. Ia merebut spatula itu dari tangan Hyen dan menotok Hyen dengan spatula, dengan mata yang masih terpejam.

“YAAAAA!!!!” teriak Hyen tidak terima, Jonghyun segera membuka matanya saat mendengar teriakan Hyen. “Noona! Aku baru tidur! Semalaman aku tidak bisa tidur! Kau tau apa saja yang aku lakukan semalaman? Aku browsing tentang asupan gizi yang harus diasumsi oleh seorang ibu yang tengah hamil muda seperti kau! Kau bukannya berterima kasih malah mengamen di depan kamarku kemudian melayangkan spatula itu tepat di depan wajahku, kau pikir tidak sakit?” dumel Jonghyun panjang lebar, Hyen hanya mengikuti gerak bibir Jonghyun mengejek, tapi Jonghyun tidak peduli. Beberapa detik setelah Ia selesai berbicara, Ia malah terkekeh sendiri melihat tingkah Hyen yang tengah mengejeknya.

“Mukamu bodoh seperti badut noona hahaha” Sekali lagi Hyen memukul Jonghyun dengan spatulanya ke arah lengan. Jonghyun hanya mengusap-usap bekas pukulan itu tanpa mengoceh, mempersilahkan Hyen untuk mengocehinya panjang lebar.

“Hari ini aku ingin kita jalan-jalan sebentar. Berolahraga sepertinya baik untuk kandunganku, lalu, aku mau kita ke kedai es krim di dekat apartement-mu itu! Kajja!!! Kau tidak usah ganti pakaian. Memakai pakaian apapun, kau tetap terlihat sama!” Hyen sudah menarik Jonghyun sampai menuju pintu. Tapi Jonghyun menarik diri. “Kau tidak mau menemaniku?!” kesal Hyen saat melihat Jonghyun yang menarik diri dan melepaskan tangannya yang sedang di genggam Hyen.

“Aku tidak mau memalukan diriku sendiri dengan membawa ibu hamil berjalan-jalan sambil mengayunkan spatula di tangannya” Hyen lantas melirik ke arah tangan kanannya yang masih menempel dengan spatulanya itu, lalu melirik Jonghyun dan tersenyum canggung. Jonghyun hanya tersenyum geli dan berjalan mendahului Hyen. “Tidak pantas melihat wanita menarik-narik tangan pria. Lebih baik kita berjalan beriringan. Kajja!” ajak Jonghyun saat Hyen sudah menaruh spatulanya asal di bawah kakinya. Hyen tersenyum senang. Sesekali Ia melihat ke arah tangan Jonghyun yang menggenggam tangannya. Ia jadi ingat beberapa momen yang Ia lalui saat Ia masih berpacaran dengan Kyuhyun. Ia senang sekali menggenggam tangannya. Dan tangan Jonghyun-Kyuhyun, hampirlah sama. Ia jadi merasa, Kyuhyun sedang menggenggam tangannya. Membiarkan aliran hangat itu menjalari tubuhnya sampai ke ubun-ubun.

“Kau tidak merasa lelah terus berjalan noona?” tanya Jonghyun sambil merangkul bahunya. Hyen menggeleng seperti anak kecil, “Aku malah bersemangat, karna sebentar lagi akan sampai di kedai es krim. Sepertinya aku tengah mengidam” jawab Hyen dan langsung dimengerti oleh Jonghyun. Setelah dipikir-pikir lagi, Jonghyun merasa seperti sudah menikah dan sekarang sedang mengurusi istrinya yang tengah hamil muda. Dalam hati, Ia terkekeh sendiri memikirkannya.

“Aku chocolate chip banana” Jonghyun memesan pada pelayan yang menghampiri meja mereka, kemudian sang pelayan beralih pada Hyen Hyo. Sementara itu, Hyen Hyo tengah sibuk membolak-balikkan menu. Melihat semua gambar es krim yang ada di buku menu itu, membuatnya ngiler dan ingin mencicipi semua rasanya.

Hyen mengetuk-ngetukkan jari telunjuknya pada bibirnya yang mengerucut, lalu menatap Jonghyun dan sedetik kemudian beralih pada buku menu lagi.

“Aku mau yang ini….” kemudian Hyen membalikkan lagi buku menu pada halaman berikutnya “Hm, ani ani, yang ini saja” lalu tangannya menjalar dan berhenti pada gambar lain “Yang ini?” Kemudian matanya menangkap gambar es krim yang membuatnya tergoda lagi, es krim-es krim ala Jerman yang berbentuk spaghetti “Yang ini juga seperti enak….” suara Hyen semakin melemah di akhir kalimat. Ia melirik Jonghyun dengan tatapan memohon lalu menatap Jonghyun sinis “Aku ingin semuanya! Yang ini, yang ini, yang ini dan yang ini!” tunjuk Hyen cepat. Entah kenapa, Ia merasa emosinya telah memuncak. Ia ingin memakan semuanya, tapi takut Jonghyun memarahinya. Hyen memasang wajah cemberut sebagai benteng perlindungan, berjaga-jaga supaya Jonghyun tidak marah padanya. Alih-alih marah, Jonghyun malah tertawa lepas setelah sekian detik menahan tawanya. Beberapa orang pembeli menatap mereka bingung. Lalu Jonghyun tersadar pada pelayan yang masih berdiri di hadapannya dengan tatapan bingung “Dia istriku, sedang hamil muda. Wajar saja jika permintaannya aneh. Turuti semua yang dia pinta” suruh Jonghyun. Pelayan tadi membungkuk sembilan puluh derajat sebelum pergi dari hadapan Jonghyun.

Sambil menunggu pesanan datang, Jonghyun terus terkikik sendiri, kadang-kadang tawanya ditahan saat Hyen melayangkan tatapan sinis padanya. Hyen masih membuang muka. Menggembungkan pipinya dan terus mengerucutkan bibirnya, merasa malu dengan tingkahnya yang tidak jauh beda dengan anak SD kelas 6. Ia menggeser posisi duduknya menjauhi Jonghyun, tapi bukannya diam, Jonghyun malah semakin keras tertawa. Menurutnya, tingkah Hyen ini sama sekali tidak menyebalkan, bahkan menggemaskan. Sangat menggemaskan!

                                                                        ***

“Kau menghabiskan semuanya! Kau hebat! Perutmu kuat juga ya noona!” seru Jonghyun sambil berjalan keluar kedai. Hyen nyegir bahagia sambil memegang perutnya “Kan bayiku juga memakannya. Kita makan berdua. Aku tidak makan sendiri. Kan kau sendiri yang bilang bahwa aku tidak sendiri”

Jonghyun manggut-manggut setuju dan membungkukkan badannya “Adik bayi yang ada di perut Hyen noona, tumbuh besar dengan sempurna ya! Kalau sudah lahir, pasti wajahmu akan setampan ayahmu, atau secantik ibumu! Tapi aku mengkhawatirkan satu hal darimu, aku takut kau menjadi secerewet ibumu ini!” ejek Jonghyun. Hyen memukul Jonghyun dengan dompet yang dibawanya. Lagi-lagi Jonghyun tertawa, memperlihatkan kerutan-kerutan di tajam di sudut matanya.

Mengingat soal Jonghyun yang berbicara dengan bayinya tadi, Hyen jadi ingat kata-kata Jonghyun tadi saat memesan.

“YA! maksudmu apa tadi mengaku-ngaku bahwa kau adalah suamiku huh?!”

“Ah itu, kau tidak sadar aku sedang menyelamatkanmu? Semua orang menatap kita!” kata Jonghyun. “Iya, menatap kita, lebih tepatnya kau! Mereka bingung kenapa kau tiba-tiba tertawa dengan suara yang semenggelegar itu! Memalukan, dasar anak kecil!”

“Ya! aku tertawa karna melihat tingkat kekanak-kanakanmu noona, jadi siapa yang anak kecil? Lagipula, jika aku tidak bicara seperti tadi, semua orang pasti akan curiga. Kalau aku bilang kalau sedang mengidam, semua orang pasti memaklumi” jelas Jonghyun. Tidak ingin berdebat lagi, Hyen memilih untuk diam dan mengangguk-angguk walaupun Ia sebenarnya kurang setuju dengan pemikiran bodoh Jonghyun.

Jonghyun merangkul pundak Hyen lagi. Berjalan beriringan seperti ini, memang terasa menyenangkan daripada harus memikirkan masalahku dengan Kyuhyun. Aku bersyukur mengenal Jonghyun yang sudah membawaku kembali kedalam dunia bahagiaku, pasti Hye Ri adalah gadis beruntung yang tidak pernah luput dari kata bahagia saat bersama Jonghyun, seru Hyen Hyo dalam hati.

“Unnie!!” teriak seorang gadis dari kejauhan, tapi Jonghyun dan Hyen Hyo tidak berbalik untuk mengetahui suara siapa itu. Karna mereka berdua tidak merasa terpanggil.

“HYEN UNNIE!” sekali lagi gadis itu menerikkan nama Hyen dan berlari menuju ke arahnya, merasa terpanggil, Hyen segera membalikkan tubuhnya dan mendapati Hye Ri yang tengah terengah-engah tidak jauh dari dirinya dan Jonghyun berdiri. Jonghyun ikut berbalik dan sama merasa kagetnya dengan Hyen. Mereka berdua melontarkan satu kata yang sama “Hye Ri?!”

Tbc—

44 responses »

  1. Annyeong Nisa, aku mau komen di sini, boleh y? Soalnya kemarin-kemarin aku seringnya komen di FFindo😀
    Aaah, akhirnya publish jugaa~
    Sadness itu FF yg plg aku tunggu kpn publishnya di FFindo🙂
    Aku suka! Suka! Suka bgt! Karena kedua bias aku maen di sini😉
    Fuhh, ak nggak sabar nih mau tahu gimana reaksi eomma-nya Kyuhyun waktu tahu Hyen hamil.. Jangan dibuat keguguran, ya, please..😦
    Hye Ri di part ini nasibnya kasihan amat, pdhl di part-part sebelumnya aku gondok setengah mati ama dia, hehe.. ._.v
    Oke.. Keep writing, ya, Nisa!😀

    • Halo Nur Anisa =)) iya iya gpp, aku seneng ko kamu comment di blog aku, soalnya blog aku ini sepi pengunjung T_T
      Makasih ya udah nunggu-nungguin ff ini, padahal ini nista banget. Aku bikinnya aja kadang-kadang ga niat hahaha
      Ga akan aku buat keguguran ko, lagian aku ga ada pikiran sampe kesana ._.
      Ok, makasih ya! I’ll keep writing on my non-busy days kekeke
      Oh ya, sekalian promosiin blog aku ini ke temen-temen kamu yaaaa. Gomawoooo

      • Wah, padahal FF di blog kamu itu bagus-bagus lhooh.. Tapi FF kamu rame kan di blog FFindo🙂
        Iya, aku promosiin..😉
        Siip, aku suka happy ending..

      • Iya? hahahah mungkin karna banyak yang belum tau🙂 soalnya blog ini masih baru dibikin 6 bulan yang lalu, dan aku sama sekali ga promosi kekekeke
        Makasih yaaa~

  2. wah..
    sedih bnget,,,sumph benci bnget ma Kyu..
    ntar klo Hyeri hamil gimana ma nasibnya Hyen Hyo,,,,
    Kyu egois banget Hye Hyo mpe ga dianggp ma keluarganya cuma gara2 Kyu tp apa yg dibalas ma Kyu?????
    sumpah jadi benci ma Kyu…

  3. hi chingu!
    q udah baca semua partnya,tapi mian baru komen di part ini…

    nyesek banget deh kalo jadi si hyen…bayangin aja nyesek apalagi ngalamin…amit2 dah…

    kapan ya hyen ma kyu balik lagi?at chingu mau bikin sad ending???terserah deh…happy ending ato sad ending sama aja…soalnya ceritanya bagus!

    • Iya gpp ko🙂

      Berdoa aja mudah-mudahan nasibnya ga sama kaya Hyen Hyo ya wkwkwk

      Kapan yaaaaaaaaa, ada deeeeh hahaha. Insya Allah happy ending ko, serem banget kalau sad ending mah ._.

  4. Halo Nisa🙂 aku suka banget nih sama ff kamu. Cepetan dilanjutin ya Nisa. Aku penasaran banget niiih. Huakakakakakk

  5. Lanjut lanjut…
    Kapan nih kyunya ketemu sama hyen?
    Plis ya thor endingnya jangan kaya judulnya…
    Satukan mereka yg saling mencintai itu *halahh*
    Lanjut lanjut lanjut dehhh

    • Iya sabar ah~
      Kasih bocoran gak yaaaaa hahaha. Part 7 mereka ketemu ko^^
      Aku ga suka sad ending, pasti deh aku bikin happy ending. Sekalipun entar aku bikinnya sad ending, pasti bakal ada lanjutan/season 2-nya. Bukan sequel loh ya hehehe

  6. anyong chingu, bc sadnes d ffindo ktmu dh dgn blog authorna.
    dr part prtma smpai kelima aq suka bgt dgn alurna. tp ntah knp d part ini konflikna trlhat janggal menurut q. bsa d blg hyen ho yg mmbuat kskhan sndri. shrusna dy kmbli dgn kyu bkn cri mslh dgn tgal brsama laki2 lain. mgkn author pgen buat konflikna ia, tp ntah knp aq ga suka, sulit aj nerima konflikna.

    aq pengenna yg happy emding kyu ttp sma hyen ythor.
    map comentna, mga d part slnjtna lbh daebak lg

  7. Annyeong thor aku readers baruu ..
    Oh iya disini ceritany seru” bnget aku suka yg castny kyuhyun*maklum bias prtmaku disuju kyuhyun*
    lanuut thor ceritny jgan lama” yaa pdhal certany bgus ..pasti bnyak yg tungguin:D

  8. haii aku biasanya komen di ffindo tp part 6 belom du publish
    aku suka ceritanya dan bikin cerita dmn hyen itu manja sama kyu
    kan kasian lg hamil tp malah stress yayayaya

  9. Tuhkan bener, jonghyun jd tertarik sm hyenhyo.. Aku biasa lwt ffindo, tp susah nyari ff ini. Author, ini seru bgttttt! Konfliknya bnyk, bkin pnasaran+tegang. Smg aja rasa cinta kyuhyun ga berkurang yahh, dan bisa tetep sama hyen hyo

  10. aku ga full baca part ini, selang-seling, kata-kata yg ga terlalu miris aja, maap yaa
    ga kuat, kasian hyen, kyu juga, jonghyun juga.

    tapi, bebskey sukses bikin ff sadness..

    good story.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s