My Nightmare Part 12 | Kyuhyun’s Sad Story | END

Standard

Author : Nisa Ayu Thayalisha Hadi (Nam Hyen Hyo)

Cast :

Nam Hyen Hyo

Cho Kyuhyun

Title : My Nightmare [Part 12]

Length : on going~

Genre : Romance, Fluff, Comedy

Rating : PG-13

Disclaimer : Kyuhyun dan Nam Hyen Hyo are belongs to God, and this Fan Fiction is belong to me kekekeke~ i own this plot ok?

Note : This is pure my imagination.

Credit Poster : cutepixie@darkreflection.so-pink.org

Ini hanya sebuah FF. ga ada sekalipun terlintas di otakku untuk menjelek-jelekkan karakternya. aku ini ELF kok~ jadi kalau di cerita ini aku seperti menjelek-jelekkan SJ, itu hanya untuk memperdalam karakter main cast disini. maaf ya~ kekekee jangan tersinggung!

=============================================================

*) TULISAN BERWARNA MERAH MERUPAKAN FLASHBACK

*) TULISAN BERWARNA BIRU MERUPAKAN KISAH KYUHYUN YANG DIA ALAMI DARI AWAL DIA MENCINTAI HYEN HYO SAMPAI IA MENINGGALKANNYA

*) TULISAN BERWARNA HITAM MERUPAKAN KEJADIAN SEKARANG


KYUHYUN POV

(This is looks like a flashback, but it is not. I just want to describe how is Kyu’s feeling about Hyen Hyo)

Mencintainya adalah sebuah kewajiban bagiku. Memandangnya dari jauh, mencari tahu identitasnya dengan baik. Mengabadikan seluruh foto dengan gaya candidnya dengan baik. Mencintai semua sifatnya sekalipun sifat terburuknya dengan baik. Menyukai caranya berpikir dan bertindak dengan baik. Mengagumi setiap apa yang dia lakukan. Memujinya. Bahkan Memikirkannya. Tidak jarang pula aku memimpikannya saat tidur.

Aku, pria tampan berumur 23 tahun, idaman semua yeoja. Dengan raut wajahku yang sempurna. Sesempurna bagaimana mereka—yang mencintaiku—memandangku, hanya memiliki satu titik pandang. Hanya dapat melihat satu wanita. Dan itu tidak kutemukan pada seluruh wanita-wanita yang mencintaiku. Aku menemukannya. Dia sendiri. Sore itu. Di coffee shop.

***

“Dia sekolah di tempat yang sama dengan noona-mu bodoh! Kenapa kau tidak tahu itu? Aku sering melihat dia ada disana saat aku menjemput noona-mu” Heechul-hyung menelengkan kepalaku.

***

Setiap hari aku selalu absen pada member Super Junior lain hanya demi menjemput noona-ku. Ah ani, lebih tepatnya hanya demi melihatnya yang tidak sengaja terlihat olehku di kampus noonaku. Pertama kali aku melihatnya, aku sudah merasakan bagaimana aura menyebalkan yang keluar dari dalam dirinya. Wajahnya sudah menunjukkan hal itu. Tapi aku rasa, aku membutuhkan wanita seperti itu. Wanita yang sama-sama jahil sepertiku. Wanita yang memiliki sifat tidak jauh berbeda sepertiku. Wanita yang pastinya akan mengerti bagaimana keinginan dan apa mauku saat itu karna kita memiliki sifat yang sama.

Hari ini aku menyuruh noona-ku untuk membayar salah satu temannya. Berlaga seperti dia mencopet dompet noona-ku. Di hadapannya. Tentu saja. Tidak ada maksud lain dari hanya untuk mendapatkan perhatian gadis itu.

Dia melawan orang itu, orang yang hanya berakting mencuri dompet noona-ku sampai lemas tidak berdaya. Noona-ku tercengang. Bukan karna kehebatannya, tapi karna nasib pria bodoh itu. Setelah gadis itu berlalu pergi lumayan jauh, aku menolong pria itu dan membawanya ke rumah sakit, sementara noona-ku terus melanjutkan aktingnya, mendekati gadis itu. Dengan hati cemas, memikirkan pria itu. Pria satu kampus yang tidak di kenalnya tapi cukup bodoh untuk dimanfaatkan.

Dan malamnya, noona memukuliku dengan spatula habis-habisan.

***

Semakin hari noona semakin dekat dengannya. Sebenarnya aku iri, aku yang ingin dekat dengannya, memilikinya, akrab dengannya, tapi malah noona-ku yang merasakannya. Sial!

Hari itu, aku ingin sekali bertemu dengannya, dan noona-ku yang otaknya tidak terlalu cemerlang sepertiku, tapi yaaah bisa diandalkan juga, membuat ide cemerlang! Dia akan membawa gadis itu ke rumahku, dengan bualan akan membuat kue bersama. Mereka memang sering melakukannya, tapi ini berbeda. Kue-kue itu, akan dia berikan untukku! Benar. Setelah mereka selesai membuat kue, noona akan membawa gadis itu ke apartemen Super Junior dan membiarkannya melihat wajah tampanku. Terkesima padaku pada pandangan pertama dan dia dengan beraninya menghampiriku lalu menyatakan cintanya padaku. Kau tau? Hal-hal seperti itu baru aku damba-dambakan setelah 23 tahun aku merasakan hidup.

Dia datang!

Dalam lingkup ruang aktingku, aku berada di dalam kamarku. Berpura-pura sibuk dengan game kesayanganku. Padahal saat di ruang tengah sudah berisik akan kedatangan gadis itu, aku sudah tidak sabar untuk keluar dan melihatnya. Mengagumi parasnya. Menikmati keindahan wajahnya dan sebagainya. Tapi waktu berjalan terasa sangat melambat. Aku menunggu instruksi. Aku menunggu sampai semua orang yang ada di ruang tengah ini kembali ribut dengan semakin keras mengagumi kecantikan gadis yang sudah membuatku tertarik pada kali pertama aku melihatnya. Tidak ada yang tahu. Hanya noona-ku dan Heechul hyung yang tahu akan perasaanku kali ini. Mereka sangat mendukungku, kenapa? Karena baru pertama kali dia melihatku jatuh cinta? Mungkin.

Aku terus berdoa dalam hati, hanya satu doa yang terus aku lontarkan berulang kali. Tuhan, percepatlah waktu. Hanya itu.

“ya! Magnae Cho Kyuhyun! Noona-mu datang!” aku selalu menantikan suara ini. Suara Heechul-hyung yang lembut namun tegas terdengar menenangkan hatiku. Bukan karna aku terpesona akan suaranya. Tapi aku menunggu perintahnya. Perintah dimana aku dapat keluar dari kamar dan melihatnya. Ya. Melihat gadis itu. Gadis yang sudah hampir 1 bulan aku kagumi dari jauh.

“suruh duduk saja! Aku sedang konsentrasi main starcraft” aku benci skenario ini. Ini hanya akan memperlambat waktuku untuk bertemu dengannya. Sial! Harusnya aku tidak menyetujui ada kata-kata ini dalam skenario kami bertiga—aku, heechul hyung dan noona—harusnya aku langsung saja keluar dan memasang wajah marah. Sial! Aku tidak memikirkan akan waktu yang ternyata berjalan sangat lama ini.

Aku menggebrak pintu kamarku dengan keras. Menimbulkan efek seperti aku sedang benar-benar marah atau kesal. Aku muncul dengan tatapan mata sinis dan dahi mengerut, memperlihatkan bahwa aku memang sedang kesal. Keinginan mendesak dari hatiku yang terdalam hanya satu. Aku ingin tersenyum. Tersenyum kepadanya. Ingin melihatnya tersenyum kembali padaku. Tapi aku tidak bisa. Kalau tidak seperti ini, rencanaku semuanya bisa gagal.

“AISH!!! AKU KALAH KAN! KALIAN BERISIK SAJA SIH!” bentakku. Aku yakin sekali semua orang melihatku dengan tatapan bingung. Pasti mereka mengiraku aku sedang benar-benar marah.

“Siapa itu?” aku menunjuk ke arah gadis itu menggunakan telunjukku. Berharap mendapatkan respon yang baik darinya. Pikiranku sudah terbang ke awang-awang bahwa dia akan membungkuk sopan lalu tersenyum padaku dan memperkenalkan diri. Lalu menanyai namaku dengan senyum sumringah yang terus bertengger dibibirnya. Tapi pikiran itu segera lenyap saat aku mendengar amukannya yang Ia tujukan padaku.

“apa maksudmu menunjuk dan memasang raut wajah seperti itu saat melihatku?! Dasar tidak sopan!” tidak lama setelah itu, dia pamit pada noona-ku dan berlalu pergi. Aku membuka mulutku hendak mengatakan sesuatu. Sesuatu yang…. mm, mungkin mencegahnya pergi? Tapi yang keluar hanya satu kata-kata bodohku. “SIALAN KAU!”

Saat kau membayangkan bagaimana manisnya seorang gadis yang kau cintai ini berperilaku, ternyata kau disadarkan bahwa gadis ini berperilaku tidak semanis yang kau bayangkan. Lalu apa yang kau pikirkan? Berhenti mencintainya dan mencari gadis lain? Aku tidak. Aku malah merasa, yaaa bisa dibilang, aku semakin mencintainya? Mungkin.

***

Hari semakin berlalu. Aku semakin nekat dan mencari-cari celah di tengah-tengah kesibukanku dalam berbagai acara televisi. Aku mengikutinya. Aku senang mengikutinya dari belakang. Memahami bagaimana Ia berjalan. Menatap bagaimana rambut ikal panjangnya bergerak-gerak saat Ia berjalan. Mengagumi tubuh mungil dan kecilnya yang berjalan dengan enteng seolah terbawa angin. Menguntitnya. Terus. Sampai aku merasa, bahwa aku seperti stalkernya. Tapi memang. Apa kau baru melihat artis dambaan sejuta—bahkan lebih—yeoja ini menjadi stalker seorang anti fans? Kau pernah melihatnya? Kau tidak akan pernah melihatnya selain ceritaku yang satu ini. Kadang aku merasa konyol, tapi kadang juga aku merasa, aku menikmati mencintai seseorang dengan cara seperti ini. Mengenalnya lebih jauh sebelum kami berdua benar-benar berkenalan saling mengetahui identitas masing-masing. Yang membuatku tertarik dari gadis ini hanya satu : dia unik. Tidak lebih.

Aku suka caranya membuatku kesal. Aku suka caranya memarahiku tanpa ampun, berteriak-teriak di depan umum demi mempermalukanku. Aku suka caranya memasang wajah kaget saat menemukanku selalu di dekatnya. Aku suka caranya bertingkah saat dia sedang salah tingkah. Saat aku menggodanya dengan mengatakan bahwa aku akan memperkosanya. Aku suka caranya dia memanyukan bibirnya dan mengerutkan dahi. Aku suka caranya dia mengungkapkan bagaimana dia sebegitu bencinya denganku. Aku suka caranya dia menyembunyikan perasaannya terhadapku. Aku suka caranya dia memperlihatkan wajah merah meronanya karena tersipu saat aku memberinya kalung itu. Ya, kalung yang aku sengaja beli hanya untuknya. Tapi aku berbohong padanya. Aku bilang padanya bahwa itu adalah kalung untuk noona-ku.

Aku suka caranya khawatir saat melihatku marah. Ya, marah karna aku tau kalung yang sedang Ia pakai berada di dekat tempat sampah. Aku yang menaruhnya. Saat dia melepas kalung itu, aku dengan iseng menaruhnya di dekat tempat sampah. Hanya ingin melihat bagaimana reaksi dan mimik mukanya saat dia sedang bingung dan terpojokkan.

Dia galak, dia jutek, dia judes, dia dingin, dia tidak pernah mengerti perasaan orang lain, dia egois, selalu memikirkan dirinya sendiri, dia tidak pernah baik pada orang asing yang baru dikenalnya, dan dia ditakuti semua orang.

Pandangan orang mengenai sikapnya yang seperti itu, semuanya salah. Dari hasil analisaku, aku hanya menemukan dua sifat asli yang ada di dirinya. Bukan sifat yang dibuat-buat seperti yang aku sebutkan tadi. Hanya ada dua sifat, yang sebenarnya telah bertolak belakang dari semuanya. Dia hanyalah gadis lugu dan polos.

Kau pasti tidak mempercayai hasil analisaku, kan? Aku telah membuktikannya! Aku mengerjainya dengan membuatnya terpojokkan malam itu, sudah membuatku cukup tau kalau dia tidak lebih dari sekedar anak polos dan lugu.

Saat itu, aku merasa, aku sangat mencintainya dan akan terus mencintainya. Aku sampai membela diriku sendiri di depan semua hyung yang memarahiku. Aku sering tidak pulang ke dorm bahkan kerumah. Jika aku sudah tidak ada di dua tempat itu, tidak ada lagi tempat yang kusinggahi selain rumah gadis itu. Ya, aku menginap di rumah gadis itu. Dengan berbagai alasan tentu saja. Aku selalu memakai nama noona-ku sebagai alasan utamaku. Agar apa? Bukan aku ingin melindungi diriku sendiri, yah, walaupun itu juga menjadi salah satu alasanku. Tapi alasan utamanya adalah, agar gadis itu bisa menerimaku tinggal di rumahnya.

Saat dia tidur, aku selalu masuk ke dalam kamarnya. Memotret wajah polosnya saat sedang tertidur. Semua foto-fotoku tentangnya tersimpan rapih di dalam sebuah buku yang aku beli khusus untuknya. Aku akan menyimpannya. Dan akan memberikan buku itu padanya saat kita sudah bersama. Entah itu hanya sebagai sepasang kekasih ataupun menikah.

Mengagumi dan memperhatikan setiap inchi wajahnya saat tertidur. Anak rambut yang menutupi wajahnya, aku sibakkan. Dan hal konyol yang pernah aku lakukan adalah, saat aku sedang menyibakkan rambutnya dari wajahnya, dia menggeliat. Karena panik, aku segera terperanjat dan jatuh ke lantai. Kepalaku terjedur. Aku meringis tertahan, namun sedetik kemudian aku tertawa saat menyadari bahwa aku baru saja melakukan hal konyol. Dia tidak bangun. Hanya menggeliat. Karena tidurnya terusik.

Kau tau bagaimana khawatirnya aku saat aku mendapat kabar bahwa dia kecelakaan? Aku meminta noona-ku yang semula menjaganya di apartemennya untuk pergi dan digantikan denganku. Aku ingin aku yang menjaga langsung dirinya. Menjaganya. Merawatnya. Kau tau bagaimana perasaanku saat itu? Aku ingin selalu ada di sampingnya. Menyuguhinya beberapa makanan atau minuman. Kalau perlu aku harus menyuapinya. Tapi dia menjauhiku. Merasa jijik denganku. Dan ini yang aku suka darinya. Mencintainya, membuatku mengerti betapa sulitnya membuat orang yang kita cintai merasakan perasaan yang sama seperti kita, jangan hanya seperti itu, membuatnya dekat dengan kita saja, butuh 1000 tantangan yang harus dilakukan. Dan aku sedang melakukannya. Kau tau bagaimana serunya menaklukkan 1000 tantangan itu? Semuanya akan terasa seru saat kau berpikir jauh, bahwa setelah kau melakukan tantangan itu, ada seseorang yang kau cintai berdiri di depanmu, menantimu. Mengenalnya, membuatku lupa akan kesibukanku sebagai seorang artis. Membuatku lupa bagaimana pusingnya aku saat sudah dihadapi dengan berbagai job yang menumpuk. Jadwal yang penuh tanpa ada istirahat. Berada di dekatnya, membuatku bisa tersenyum dengan baik, bernafas dengan baik, melakukan segala aktivitasku dengan baik. Karna aku sadar, mencintai seseorang, berarti kita harus siap akan segala ketergantungan diriku padanya. Aku bergantung padanya. Aku selalu ingin berada di dekatnya. Sekali saja tidak ada dirinya di sampingku atau aku tidak bisa melihatnya dari jangkauanku, membuatku sedikit gusar dan pecah konsentrasi.

Dia menutup pintu kamarnya, tidak memperbolehkan aku masuk. Tapi aku sangat mengkhawatirkannya. Sangat. Aku membuka pintunya dengan nekat, tidak peduli dengan segala amukan yang akan dia lontarkan padaku. Toh, sudah ku katakan. Aku suka caranya memarahiku tanpa ampun.

Aku melangkahkan kakiku masuk. Dan dia segera mengamuk. Aku menanyakan, apakah disini ada PSP, atau PS atau laptop. Sebenarnya bukan itu yang ingin aku tanyakan. Hanya ada satu pertanyaan dibenakku. Aku ingin sekali bertanya “Apa kau baik-baik saja? Apa aku boleh duduk di samping ranjangmu dan melihatmu tertidur dengan pulas? Menjagamu sampai matahari kembali terbit?”

Lalu aku mengeluarkan kata-kata penyesalanku. Bahwasannya dengan aku mengikuti perkataan noona-ku untuk menjaganya, aku jadi tidak bisa bermain game kesayanganku. Mengeluh dan mengeluh di depannya. Lalu dia melemparkan buku ensiklopedinya ke arahku. Aku segera menutup pintu sebelum buku itu melayang jatuh tepat di atas kepalaku.

Apa dia tahu bahwa semalaman aku tertidur di depan pintu? Menjaganya dari depan pintunya? Kali-kali dia menggumamkan sesuatu atau tiba-tiba berteriak merasa kesakitan. Apakah menurutmu aku telah melakukan hal yang sia-sia? Atau mungkin berlebihan? Hey, tidak ada yang tidak mungkin dilakukan oleh seseorang yang sedang jatuh cinta. Kau percaya itu? Aku percaya. Karena aku sedang merasakannya.

Aku tidak pernah seperti ini sebelumnya. Sebelum aku bertemu dengannya. Aku tidak pernah bersikap romantis. Tidak pernah mengkhawatirkan seseorang secara berlebihan. Tidak pernah merasa tidak ingin jauh dari seseorang. Tidak pernah merasakan sangat membutuhkan seseorang. Tidak pernah terpikirkan bahwa jatuh cinta mengubah hidupku hampir 180 derajat. Kalau mengenalku dengan baik, kau pasti tau, di dalam diriku, aku berubah. Tapi tidak untuk sikap di luar diriku, aku tetap menjadi Kyuhyun yang dingin, sok merasa tampan, sombong dan lain sebagainya. Tapi asal kau tau saja, sejak aku merasakan jatuh cinta, semua sifat jelek itu hanya sebagai akting di depanku. Aku hanya ingin terlihat lebih baik di hadapannya. Tapi aku juga tidak mau dia melihatku menjadi namja yang superprotektif atau peduli padanya. Kau mengenal gengsi? Itu yang aku rasakan. Maka dari itu, aku selalu memakai kedokku, berpura-pura galak, menyebalkan, sombong, dingin dan lain-lain.

Aku ingat, saat dia mengusirku untuk pergi, aku memakai alasan jitu yang membuatnya menghembuskan nafas panjang dan pasrah. “Aku tidak boleh pulang oleh noona-ku sampai besok pagi. Pokoknya aku tidak boleh pulang sampai noona datang kesini. Aku harus menjagamu” itu sama sekali tidak benar. Yang aku ingin katakan pada saat itu adalah : “Aku tidak mungkin pulang sebelum melihatmu benar-benar membaik. Aku mengkhawatirkanmu. Karna, aku mencintaimu”

Dan kau tau? Satu hal lagi yang dapat aku simpulkan saat aku jatuh cinta. Jatuh cinta ternyata menuntut kita untuk lebih banyak berbohong.

Jatuh cinta mengajarkanku banyak hal. Ani, dia yang mengajarkanku banyak hal. Memutar balikkan duniaku dan membuatku harus terus menatapnya. Seolah dia adalah fokus utama di hidupku. Seolah dia adalah jantungku, sekalinya aku lupa untuk bernafas, aku akan kehilangan nyawaku. Sekalinya aku menjauh darinya, aku akan kehilangan jiwa dan ragaku. Sudah ku katakan sejak awal. Aku bergantung padanya. Karena, aku sedang jatuh cinta. Padanya.

       ***

Aku ingat saat aku menjemputnya pertama kali. Aku membawanya ke dorm Super Junior. Dan dia tidak berhenti mengomel sepanjang mobil. Bahkan dia hampir membawa kami berdua masuk ke dalam lubang kematian. Dia membuatku menginjak rem mendadak hanya karena jambakannya di rambutku.

Karena dia, aku di marahi oleh 9 hyung-ku. Aku difitnah bahwa aku ingin berbuat mesum padanya. Walaupun sebenarnya….. hasrat seorang lelaki saat mencintai seorang wanita, apakah kau tidak tahu? Pasti akan memiliki nafsu. Walaupun sedikit. Aku ingin menyentuhnya. Tapi jangankan menyentuhnya, bertatap mata denganku saja dia enggan.

Siang itu, di dorm kami, Hyen merengek-rengek memintaku untuk mengantarnya pulang. Dia sama sekali tidak mengerti aku. Bahkan mengetahui hal apa saja yang aku suka pun tidak. Aku tau cintaku bertepuk sebelah tangan, lalu? Ini tidak akan pernah menjadi alasan untukku berhenti mencintainya. Ini hanya hal bodoh yang kalian lakukan jika kalian berhenti mencintai seseorang hanya karna cinta kalian bertepuk sebelah tangan. Bukankah mencintai seseorang yang tidak memiliki rasa yang sama terhadap kita merupakan suatu tantangan tersendiri? Kau harus membuatnya takluk padamu. Mencintaimu juga, bahkan tergila-gila padamu.

Dia mencabut kabel di komputerku, menyebabkan komputerku mati. Sungguh, disitu, tidak peduli dia adalah orang yang aku cintai atau tidak, aku merasa kesal! Game tetap nomor 1 dalam hidupku. Entah dirasuki setan apa pada saat itu, aku melihatnya, dia sangat menggoda untuk disentuh. Aku memojokinya dan menjatuhkannya dikasur. Lalu menggodanya. Jika aku sudah kehilangan akal sehatku dan tidak ingat bahwa dia adalah orang aku cinta, mungkin aku sudah ‘menghabisinya’ tapi satu yang ada diotakku saat itu, saat aku berhenti untuk menyentuhnya. Aku tidak ingin menyakitinya. Hanya itu.

                                                                        ***

Merengek pada noona-ku, bukanlah hal yang mudah. Apalagi tentang hal yang satu ini : Mendapatkan nomor gadis itu.

Hal yang sangat aku sesali

Aku menelfonnya. Berniat untuk mendengar suaranya. Tapi aku tidak ingin dia curiga dan mengetahui bagaimana perasaanku. Aku mengerjainya. Aku berbicara dengannya menggunakan mic, membuatnya terkaget-kaget dan sakit kepala karena terlalu kencang mendengar teriakanku. Dan pada akhirnya aku menyesal. Menyesali sendiri perbuatan bodohku yang membuatnya tersakiti. Padahal dalam kamus hidupku, baru saja aku cantumkan bahwa aku tidak ingin melihat orang yang aku cintai disakiti, apalagi aku menyakitinya sendiri. Tapi kali ini, aku menyakitinya. Kau tau, melihatnya pingsan karna perbuatanku adalah hal terburuk yang pernah aku tau.

Hal yang sangat aku senangi

Aku mendapat kabar bahwa dia akan pergi ke Daegu untuk pertandingan bela dirinya. Apakah kau berpikir aku telah mencintai gadis yang salah? Yang pintar bela diri. Benar-benar bukan gadis feminim seperti gadis seusianya. Tapi aku menyukainya. Aku menyukai bagaimana dia bersikap, bertingkah, berdandan, berjalan, berbicara, memasang raut wajah—dan masih banyak lagi—berbeda dengan yang lain. Aku menyukainya. Karena dia berbeda. Dan itu sudah aku ketahui sejak awal. Saat pertama kali aku melihatnya duduk sendiri di pojok ruangan. Dengan baju musim panas berwarna hijau. Dia menyandarkan kepalanya di dinding kaca dan matanya menatap ke arah jalan. Mata cokelatnya. Sejak saat itu, aku tau—walaupun dia tidak melakukan apapun—bahwa dia berbeda.

Aku langsung menyuruh 2 sepupuku yang juga jago bela diri untuk mengikuti pertandingan itu dan menjaga gadis itu. Gadisku. Saat gadis itu digoda oleh berbagai preman, 2 sepupuku memberikan sebuah pernyataan fakta mengenai gadis itu. Dia meneriaki namaku. Dia menerikaki namaku disaat dia sedang terpojokkan dan tidak tahu ingin melakukan apa. Saat kau sedang merasakan bagaimana rasanya jatuh cinta, tentu saja hal ini akan menjadi hal terindah dalam hidupmu.

                                                                        ***

Hal yang membuatku tidak pernah lupa

Saat kami pergi ke Jeju. Dengan seluruh skenario licikku. Aku menyuruh noona-ku untuk mengajaknya pergi ke Jeju. Dan aku akan ikut terbang ke Jeju dengan pesawat yang berbeda. Lalu kami bermain kartu, dan ini masih dalam skenarioku. Noona-ku berpura-pura kalah dan sebagai hukumannya, dia harus pulang. Kami berdua. Kau tau rasanya tinggal di villa pinggir pulau berdua saja dengan orang yang sangat kau cintai?

Dia, gadis ini. Walaupun jutek, dia bisa menjadi manja dan romantis disaat-saat seperti ini.

Kita banyak menghabiskan waktu kita bersama. Bermain pasir, berdiri di tepi pantai menunggu air menyambut kaki kita, mengukir nama kita berdua di pohon kelapa, menangkap kepiting, mengambil bintang laut, menggodanya, membiarkan dia menyandar dipundakku, berteriak geli karna air laut menggelitiki kaki kita, saling mencipratkan air satu sama lain. Kadang aku berpikir, ini seperti sebuah film.

Hal ini tidak akan pernah aku lupakan seumur hidupku. Dan akan selalu ku kenang sampai aku menikah entah dengan siapa. Mungkin bukan dengannya, karna mungkin dia bukan gadis yang akan ditakdirkan untuk hidup bersamaku. Mungkin dia hanya gadis yang ditakdirkan untuk mengenaliku bagaimana rasanya jatuh cinta dan mengerti akan pengertian cinta dengan definisi dan bahasaku sendiri.

                                                                        ***

Aku sangat mencintainya, bahkan sampai lupa berpikir apa saja resiko yang akan aku ambil saat aku melakukan sesuatu untuk dirinya.

Ini merupakan kesalahan. Dan aku baru menyadarinya.

Aku tidak pernah terpikirkan tentang hal ini. Bahwa aku salah membawa 2 sepupu kembarku ini masuk ke dalam kehidupan pribadiku. Siapa yang menyangka bahwa salah satu darinya menyukai gadisku? Ini bukanlah hal lucu yang harus di perdebatkan. Ini masalah perasaan. Jika sudah menyangkut perasaan, semuanya akan egois. Mempertahankan perasaannya masing-masing tidak peduli dengan siapa dia beradu.

Hal yang membuat semua pertahananku runtuh

Tapi semua keegoisanku untuk mempertahankan gadisku agar tidak direbut oleh sepupuku ini tiba-tiba runtuh saat Sungmin Hyung memberiku pengetahuan apa arti cinta yang sesungguhnya. Cinta yang sebenarnya. Cinta yang belum aku mengerti. Selama ini aku selalu berpikir bahwa aku mencintainya dan harus menjadikannya milikku. Membiarkannya mengalir seperti air tanpa berpikir.

Satu kalimat yang terlontar dari mulut Sungmin Hyung menyadarkanku, bahwa tidak seharusnya aku bersikap seperti ini.

Dia bertanya padaku : “Kau tau tidak ada 3 tahap dalam menyukai seseorang?” dan aku rasa ini adalah topik yang menarik untuk dibahas. Aku menyimak semua kata-katanya saat dia bicara. “Ada rasa Suka, Cinta dan Sayang. Suka itu jika kau hanya mengagumi seseorang tapi tidak terlalu memikirkannya. Hanya sekedar suka. Cinta itu jauh di atas suka. Kau mencintainya, merasakan bahwa kau harus memilikinya dan selalu over protective terhadapnya. Dan sayang adalah dimana kau merasa sangat sangat membutuhkannya, kau mencintainya, tapi kau merelakannya demi kebahagiannya, tidak ada paksaan. Sayang jauh di atas cinta, merelakan orang yang kita cintai dengan ikhlas adalah rasa terbesar yang pernah ada. Sayang tidak berarti memiliki, tapi kita akan selalu terobsesi untuk membuat orang yang kita sayang itu merasa nyaman bersama kita. Kau pernah merasakannya? Aku pernah. Bagaimana denganmu? Bagaimana perasaanmu terhadap gadis itu?” “Kyuhyun-ah, kau sudah dewasa, relakan dia. Ini memang menyakitkan, tapi jika kau bisa sadar, ini jauh lebih baik dari yang kau kira. Ini jauh lebih memberikan kebahagiaan dalam batin kita. Kebahagiaan yang tidak terkira. Apabila kita melihatnya senang, tertawa lepas, tersenyum cantik dan melakukan hal-hal yang riang, apakah kau juga tidak ikut senang? Itu yang dinamakan sayang! Kau harus bisa sayang padanya, kau tidak boleh mencintainya. Karna cinta itu hanya akan memaksa. Kau tau? Jika kau cinta dengannya, kau pasti akan menghalalkan segala cara untuk mendapatkannya termasuk memaksanya, bukan? Kau tidak mau terikat dengan seseorang yang tidak mencintaimu kan? Itu menyakitkan Kyuhyun-ah. menyayanginya jauh lebih berharga! Percaya padaku!”

Semua kata-kata Sungmin Hyung, membuatku berpikir dua kali untuk memberikan rasaku pada gadis itu. Apakah cinta, atau sayang? Aku ingin mencintainya, tapi aku tidak ingin memaksanya! Aku ingin menyayanginya, tapi aku ingin memilikinya. Bukankah jika sudah mencintai orang lain, kita bisa mengorbankan apa saja yang kita miliki, termasuk perasaan? Jadi seharusnya kau sudah tau apa yang aku pilih. Entah itu cinta, atau sayang. Kau bisa menebaknya sendiri.

“Jika aku memberikan sebuah pernyataan yang serius, apa kau akan menanggapinya?”

Setelah mendengarkan dengan baik, mencerna dengan baik dan memikirkan dengan baik apa yang telah di katakan oleh Sungmin-hyung, aku langsung mendatangi apartemen Hyen hanya sekedar untuk memastikan.

“Jika aku memberikan sebuah janji padamu, apa kau akan menepati janji itu?” Dia hanya diam bergeming tidak melakukan apapun. Masih terbujur kaku dengan ekspresi wajahnya yang tidak bisa aku mengerti untuk saat ini.

“Baiklah. Kau bahkan tidak bisa menjawab” ucapku putus asa.

“Aku bisa menepati janji” jawabnya, membuatku sedikit kaget.

“Oh ya? Kalau begitu, jangan dekat dengan namja lain selain aku. Ah… begini saja, jangan dekat dengan namja lain di depanku. Jangan bicarakan namja lain di hadapanku. Dan jangan… dekat-dekat dengan Jae Hyo. mengerti? Kau bisa menepati janjimu seperti pernyataan yang baru saja kau lontarkan? Aku percaya padamu Hyen” aku mengacak-ngacakkan rambutnya sebentar dan segera meninggalkannya. Tidak sanggup lagi berada lama disini. Memandang wajahnya dari dekat, mencium aroma tubuhnya yang aku suka selalu, memegang pipi halusnya, mendengarkan setiap huruf yang di rangkai menjadi kata yang keluar dari mulutnya dan semuanya.

Aku mengedarai mobilku di atas kecepatan rata-rata, hanya untuk sekedar melampiaskan emosiku yang sudah terlampau jauh. Entah mengapa, aku merasa kepribadianku berubah setelah aku –menyadari- bahwa aku mencintainya. Ah ani, aku menyayanginya. Eits… tapi aku juga tidak bisa dibilang telah menyayanginya!

“TIN TIN…….!” aku mengklakson mobil yang ada di hadapanku karna berhenti sembarangan. Bodoh! Umpatku.

Dengan nekat, aku membelokkan stir ku ke kanan dan menyalib, padahal jalanan lawan arah sedang padat-padatnya. Biarkan saja badan mobilku bertenggoran dengan badan mobil lain lalu membuat mobilku banyak goresan di body-nya. ini tidak sebanding dengan goresan dihatiku. Kau tau? Mencintai seseorang hanya bisa membuatku sakit.           

 

                                                                        ***

 

“Hyung, wajahmu kenapa kusut?” dengan mood-ku yang sedang tidak baik seperti ini, seseorang yang sedang tidak ingin aku temui malah berhadapan denganku dan menanyakan keadaanku. Apakah dia bodoh?!

“menurutmu? Bisa tidak kau tidak menggangguku? Dan satu lagi, bisa tidak kau tidak dekat-dekat dengan Hyen Hyo huh?”

“dia adalah pacarku. Berani-beraninya kau menyentuhnya, kau habis di tanganku Jae”

Aku berjalan berlawanan arah dengannya dan sengaja menabrak pundaknya hanya sebagai gertakan semata. Orang satu-satunya yang menjadi sainganku kali ini adalah dia. Dan yang tidak habis pikir, mengapa aku bisa kalah dengannya? Bukankah dia tidak ada apa-apanya dibanding denganku? Kualitas kita jauh berbeda! Aku lebih segala-galanya dibanding dia! Dia tidak memiliki apapun yang bisa dijadikan alasan Hyen Hyo menyukainya! Ini gila! Cinta itu gila!!

 

                                                                        ***

 

Bel berbunyi. Aku membenarkan posisi dudukku siap memasang mata dengan jeli, melihati para mahasiswa yang keluar dari gedung kampus ini. Berkali-kali aku menyipitkan mataku untuk memperjelas wajah seorang gadis yang bergerumpulan keluar dari kampus, namun aku tidak menemukan Hyen Hyo berada di dalamnya.

15 menit kemudian…

Aku membuka pintu mobilku kasar dan berlari menuju ke arahnya saat melihat Hyen Hyo keluar dengan Jae Hyo dan juga Tae Hyo.

Kurang ajar! Sudah kubilang bukan untuk tidak mendekati Hyen lagi? kenapa saudara brengsek-ku itu tetap saja mendekatinya?

“Ikut aku” aku menggenggam pergelangan tangannya dan sedikit menariknya paksa, emosiku lagi-lagi memuncak sampai ke ubun-ubun, kepalaku rasanya seperti ingin meledak saat melihat Jae Hyo ada di belakang Hyen tadi.

Aku membawa Hyen ke dalam mobilku. Awalnya aku sudah siap untuk melajukan mobilku langsung menuju SM, namun tiba-tiba Jae Hyo berdiri di samping mobilku, lebih tepatnya lagi di tempat Hyen Hyo. aku langsung memaksakan Hyen Hyo untuk menghadap ke arahku agar tidak bisa melihat saudaraku yang brengsek itu. Aku menarik tangannya dan langsung melumat bibirnya lembut. Dapat ku lihat Jae Hyo membelalakkan matanya. Tersirat raut mata kematian di dalam matanya, aku terus melumat bibir Hyen Hyo sesuai dengan kemauan hatiku, dan juga pikiranku. Pikiranku saat ini adalah membuat Jae Hyo cemburu dan menjauhi Hyen Hyo. dengan begini setidaknya dia masih bisa berpikir bahwa aku memang benar-benar berpacaran dengan Hyen Hyo, sekalipun Hyen tidak mau, tapi jika sudah ku putuskan dia adalah pacarku, maka dia harus menjadi pacarku. Apa yang tidak bisa dilakukan oleh seorang Cho Kyuhyun huh?

“GILA!” dia menampar pipiku keras, aku hanya meringis sambil tersenyum sinis ke arahnya. Baru kali ini aku mendapat tamparan dari gadis yang kusuka.

“Aku gila mencintaimu Hyen” teriakku tidak kalah kerasnya dengan Hyen Hyo barusan.

                                                                       

                                                                        ***

 

“Kau benar-benar menciumnya tadi siang?” tanya Sungmin-hyung setelah mengunci pintu kamar-kami- waktu sudah menunjukkan jam 9 malam, semua member pasti sudah siap untuk tidur, tapi tidak denganku yang masih memutar otak mengulang kejadian beberapa jam yang lalu. Cukup buruk. Pikirku.

“Ne hyung, aku refleks. Aku tau aku salah. Aku menyesalinya” ucapku sambil tertunduk. Biasanya aku tidak seperti ini, aku menyadarinya bahkan sangat menyadari bahwa ada beberapa kepribadianku yang hilang setelah mengalami gejolak cinta seperti ini. Menurutku, cinta hanya bisa merubah setengah dari kepribadian seseorang, dan itu sangat mengerikan bagiku.

“Kau melakukannya dengan nafsu atau mengikuti kata hatimu yang tulus?” sergapnya lagi seolah sedang mengintrogasiku.

“Nafsu hyung. Aku melihat Jae Hyo sedang memperhatikan kami berdua, dan aku refleks menciumnya hanya sekedar ingin membuat dia cemburu, tapi sebenarnya aku juga memang ingin sekali menciumnya. Hyung, apakah aku brengsek?” aku memutar kepalaku menghadap Sungmin-hyung dan menatapnya iba, seolah mencari tau jawaban apa yang akan Ia lontarkan. Apalagi jawaban dari pertanyaan yang berada di akhir kalimatku tadi.

“Kau ingin aku berkata jujur atau tidak?”

“Jujur”

“Kau cukup brengsek Kyu. Kau tau? Sudah kubilang, jika kau sayang padanya, kau akan merelakannya, menikmati kebahagiaan yang dia nikmati juga. Memandangnya dari jauh, merasakan kebahagiaan yang tidak pernah kau rasakan sebelumnya saat melihatnya bahagia. Kau belum pernah merasakannya, tapi aku sudah. Maka dari itu aku berani berkata seperti ini. Jika kau terus seperti ini, berarti kau masih mencintainya, bukan menyayanginya. Kau tau? Mencintai seseorang yang tidak mencintai kita hanya akan membuat jarak di antara kalian berdua semakin jauh”

Aku menyipitkan mataku menatap Sungmin-hyung dalam. Lama. Sampai akhirnya Sungmin-hyung mengalihkan pandangannya dan berbaring di kasurnya, kedua tangannya Ia taruh di atas kepalanya. Sama seperti malam itu waktu pertama kalinya aku mengutarakan cerita ini kepadanya.

Aku menyandarkan tubuhku ke tembok dan berpikir.

Apakah memang seperti itu? Apakah aku keterlaluan selama ini? Tapi semua yang hyung katakan memang ada benarnya juga. Semuanya masuk akal. Apa yang harus aku lakukan sekarang? Aku ingin mengikuti nasihatnya, tapi aku juga tidak sanggup jika harus tidak selalu berada di sampingnya. Batinku.

“Kyuhyun-ah, bersikaplah sewajarnya, jangan tunjukkan sesuatu yang bisa membuatnya menjauh darimu!” lanjutnya lagi.

“Tapi aku mencintainya Hyung”

“Kau tidak boleh mencintainya, kau harus menyayanginya. Belajarlah. Mulai dari sekarang. Aku beri waktu sampai besok. Mulai lusa, kau harus sudah mulai menyayanginya. Kau mengerti?”

“Ne Hyung” jawabku ragu. Aku menyelonjorkan tubuhku sampai terbaring dan menarik selimut sampai batas leher lalu memejamkan mata. Aku tidak terlelap. Tapi aku sedang menimbang-nimbang perkataan Sungmin-hyung barusan.

 

                                                                        ***

 

“Kau ingat kata-kataku tadi malam Kyu?” cegah Sungmin-hyung saat aku ingin keluar dorm untuk menjemput Hyen Hyo dan memulai penyamaran kita. Aku hanya mengangguk kecil. Aku masih ragu, tapi semua nasihat yang dia berikan itu tidak pernah ada yang salah. Sejauh ini, selama aku selalu menceritakan masalahku padanya, begitulah hasilnya. Semuanya jadi lebih baik dari yang kukira, apa untuk urusan hati, kali ini aku harus mengikuti sarannya juga?

 

                                                                        ***

 

“Kau ingat Kyuhyun-ah? ini hari terakhirmu untuk berpikir” bisik Sungmin-hyung karna melihat Hyen Hyo yang sedang terduduk lemas di sofa di dorm kami. Aku hanya mengangguk.

“Ne, Hyung, aku tau. Dan aku sangat bingung sekarang. Apakah akan tetap mencintainya atau mulai menyayanginya” umpat batinku.

 

                                                                        ***

 

“Hyen Hyo…” nadaku terdengar lirih, masih menimang-nimang apa yang harus aku lakukan sekarang, seandainya ini adalah hari terakhirku untuk mencintainya, apakah aku pantas untuk menciumnya sebagai perpisahan atas cintaku? Ne, aku memutuskan untuk mulai menyayanginya detik ini, setelah ciuman ini.

Dia membalikkan badannya dan mendongak, aku menarik dagunya dan mengecup bibirnya. Tidak terlalu lama. Aku sudah menghitungnya dalam hati. Hanya 10 detik. Bibirku hanya menempel di bibirnya, bukan ciuman seperti di mobil waktu itu.

“Masuklah! Selamat tidur!” aku mengacak rambutnya singkat sebelum benar-benar pergi. Pergi dari apartemennya, pergi dari hadapannya, juga pergi dari hatinya.

Aku memandangi jalanan dengan tatapan kosong. Mobilku masih belum beranjak dari basement apartemennya. Aku masih berpikir, apakah tindakanku barusan akan memberikan efek yang begitu berpengaruh dalam hidupku? Baru berapa menit aku meninggalkannya, rasanya hatiku tidak sanggup. Aku masih belum sanggup untuk menyayanginya. Tuhan, bantu aku.

“Yeobsaeyo?” sapaku di telfon.

“Eotte Kyuhyun-ah?” terdengar suara Sungmin-hyung di seberang.

“Ne Hyung, sudah kulakukan. Tapi lagi-lagi tadi aku menciumnya. Hanya untuk sekedar simbol pergantian di hatiku, untuk terakhir kalinya aku bisa memperlakukannya seperti itu. Tidak apa bukan Hyung? Lagipula dia tidak menolak. Hm, Hyung, apakah ini akan membuatku jadi sakit?”

“Tidak apa-apa. Bukan masalah. Ne Kyuhyun-ah, ini sakit. Tapi lihatlah nanti, kau pasti bahagia. Sama sepertiku”

“Arasseo Hyung, tapi jika aku tidak berhasil untuk menyayanginya bagaimana?”

“Aku yakin kau pasti bisa Kyuhyun-ah. ini memang berat, tapi ini memuaskan bagi kita”

“Tapi aku ingin memilikinya Hyung”

“Kau tidak bisa memilikinya jika Ia juga tidak mencintaimu Kyu, kau ingin memaksanya? Kau tidak bisa merasakan betapa sakitnya di paksa? Kau ingin membuat yeoja-mu itu terluka sampai dalam huh? Kau mau? Kalau mau, tetaplah bertahan untuk ‘mencintainya’” ucap Sungmin-hyung yang membuatku tertusuk sampai ke uluh hati.

“Ne, Hyung, arasseo. Mianhae. aku akan segera pulang. Kita bicarakan masalah ini dirumah”

 

                                                                        ***

 

“Baiklah Kyuhyun-ah, mulai malam ini, kau harus menyayanginya! Aku akan membantumu agar lebih terbiasa! Fighting!” Sungmin-hyung memberikanku semangat, sementara aku hanya tersenyum miris. Apakah ini keputusan yang paling baik dari yang terbaik? Semoga.

                                                                        ***

Kau sudah dengar bukan? Aku cukup brengsek saat aku mengecup bibir tipisnya. Aku cukup brengsek untuk berdampingan dengannya. Tapi aku juga tidak bisa jauh-jauh darinya. Membiarkannya jatuh ke dalam pelukan pria lain setelah aku mencintainya cukup lama. Aku baru sadar, bahwa semua usahaku sia-sia. Dia, Nam Hyen Hyo. Gadis itu, terlalu memukau untuk dipalingkan. Terlalu sempurna untuk ditinggalkan. Dan terlalu indah untuk dicintai. Harusnya aku menyayanginya dari awal. Bukan mencintainya!

                                                                        ***

Entah apa yang ada di pikiranku. Aku tidak pernah bisa merasa jauh darinya. Aku sampai harus memohon-mohon pada Victoria untuk menyamar. Menyamar menjadi kekasihku. Menyumpal semua mulut orang yang mengenalku agar penyamaranku berhasil. Satu-satunya hal yang paling menyakitkan dalam hidupku adalah saat-saat dimana aku berpura-pura untuk tidak mengenalnya. Demi membuatnya jauh dariku. Aku sudah sadar, bahwa aku sama sekali tidak pantas berada di sampingnya. Aku cukup berengsek untuk menjadi pendamping hidupnya. Dulu aku yang mengejar-ngejar, sekarang dia yang mengejar-ngejar. Hati nurani, menginginkan. Tapi tidak bisa diterima oleh otak dan daya pikir logikaku.

Aku terus melakukan hal bodoh ini sampai akhirnya aku harus mengucapkan kata berpisah. Tidak akan pernah bertemu dengannya lagi. Membiarkannya menangis di depan mataku. Hati kecil, ingin rasanya aku menghapus air mata itu, memeluknya, menenangkannya, mengatakan padanya bahwa aku tidak akan pernah pergi darinya, karna aku tidak mampu berjauhan dengannya. Tapi semuanya hanya terasa bodoh jika aku melakukannya.

Aku menjauhinya. Dengan cara yang menjijikkan! Aku meninggalkannya. Menyakiti hatinya. Mempermainkan perasaan dan hidupnya. Dalam hidup ini, dua kata yang ingin aku lontarkan dan aku teriakkan dengan keras, tidak peduli sekalipun pita suaraku sampai pecah. Aku hanya ingin mengatakan “Mianhae. Saranghae”

Mencintainya, bagaikan aku menemukan hidupku yang baru.

Tertawa. Hanyut dalam pikiranku sendiri. Memikirkannya. Tersenyum saat mengingat hal-hal bodoh yang pernah aku lakukan padanya.

Menyayanginya, bagaikan Tuhan telah mencabut hidupku yang baru dan kembali pada kehidupanku yang lama.

Diam. Tidak banyak omong. Kembali menjadi dingin, egois, tidak peduli apa kata orang dan selalu jahil. Dan yang lebih menjijikkan adalah, kadang aku menangis tiap kali aku menatap langit dan membayangkan ada wajahnya disana. Wajah satu-satunya orang yang aku cintai entah sampai kapan. Aku pun tidak pernah berniat untuk berhenti mencintainya. Sampai kapanpun. Karna aku tau, di dalam diriku ini, aku hanya menginginkannya. Tidak yang lain. Dan akan terus menginginkannya. Seluruh syaraf ditubuhku menginginkannya. Dan dia adalah alasan mengapa aku masih ingin bertahan hidup di dunia yang kita dapat menghirup nafas bersama. Menjalani hidup kita bersama.

Menjauhinya, bagaikan Tuhan mencabut seluruh jiwa dan raga dalam tubuhku.

Kadang, aku tidak bisa menjawab satu patah katapun pertanyaan seseorang. Kadang, aku menatap kosong ke depan tanpa memikirkan apapun. Kadang, aku tidak bisa mendengarkan saat orang lain sedang berbicara. Semua duniaku telah di serap olehnya. Aku hanya bisa dengannya, olehnya, dan untuknya. Semua di diriku, bergantung padanya. Saat dia tidak ada, aku bagaikan tidak memiliki sandaran hidup. Bagaikan meja tanpa 4 kaki yang menahannya. Membiarkanku hidup tanpa ada penahan. Membiarkan meja itu terjatuh di bawah tanpa ada kaki.

Mengenang semua memori kita tentang masa lalu, bagaikan Tuhan mencabik-cabik seluruh jiwa dan ragaku. Aku merasakan sakit di seluruh tubuhku. Bagaikan orang yang tercandu oleh narkoba. Satu kenangan yang tersimpan selain di otakku. Buku itu. Iya, buku yang penuh dengan foto-fotonya. Foto-fotonya yang selalu aku ambil saat dia sedang lengah. Dan aku baru sadar, bahwa, dari sudut dan titik manapun, dia selalu terlihat sempurna mempesona.

Ini kisah hidupku. Kisah tragis yang terjadi pada hidupku. Entah kapan Tuhan akan mempertemukan kami kembali. Kami masih hidup pada kota yang sama, tapi kami tidak akan pernah bertemu jika Tuhan tidak mentakdirkan. Aku terlalu sibuk dengan grup boyband-ku. Dan dia sibuk entah dengan masalah apa. Sampai akhirnya aku sadar, menyayangi seseorang, tidak seburuk yang aku kira. Aku masih bisa mengaguminya. Mecintainya. Membayangkannya. Walaupun aku tidak harus selalu berada disisinya.

Dear, My Nam Hyen Hyo

I love you.

                                                                        ***

1 years later

Aku berjalan menyusuri jalan setapak di taman ini. Tujuanku hanya satu, ingin melepas penat. Otakku sudah terlalu penat dengan segala urusan dan jadwal padat pada boy band-ku. Semua badanku rasanya akan segera remuk.

Aku menjatuhkan tubuhku di atas kursi besi panjang. Menghirup aroma dedaunan segar ini dengan santai. Sampai aku merasakan ada sebuah kaleng minuman yang mendarat halus di kepala bagian belakangku. Aku menggigit bibir, menahan kesal. Aku tidak ingin berbalik, takut dia adalah fansku dan meneriakiku karna aku ada disini. Tidak berjarak darinya. Tapi tidak lama kemudian, kaleng itu mendarat lagi, kali ini sedikit lebih kencang. Belum sempat aku menoleh, aku sudah mendengar suara gadis yang aku kenal. Bukan hanya sekedar kenal, tapi suara gadis yang sangat aku rindukan sampai mati.

“Mengumpat di ketiak iblis mana kau selama ini?” dengan gerakan kilat, aku menengok ke belakang, dan mendapatinya tengah berkacak pinggang dengan raut wajah marah yang masih sama seperti dulu. Ternyata dia tidak banyak berubah. Dia berjalan mendekat ke arahku dan aku segera bangkit.

“Hyen-ah? Kenapa kau bisa ada disini?” tanyaku bingung.

“Kau sendiri kenapa kau bisa ada disini?” dia menanyai pertanyaan yang sama padaku. Aku tersenyum kecil lalu menatapnya yang kini sudah ada tepat di hadapanku.

“Karna Tuhan ingin membawaku bertemu denganmu mungkin? Atau Tuhan memberitahuku bahwa kau ada takdir hidupku?”

“Tidak usah menggombal. Aku tau ternyata selama ini kau menyukaiku. Iya kan? Kenapa kau tidak jujur dari awal? Bukannya jujur, kau malah melakukan hal bodoh dengan berpura-pura tidak mengenalku. Kau tau? Saat aku mengetahui semua ini, bukannya marah, aku malah tertawa. Kau terlalu bodoh untuk menyembunyikan semuanya!” sergap Hyen. Tahu darimana bocah tengik sialan ini tentang perasaanku? Sial! Pasti Ah Ra-unnie membocorkan semuanya.

“Memangnya kenapa jika aku jujur padamu sejak awal?”

“Ya…” dia berjalan menjauh dariku, membelakangiku. “Supaya aku tidak usah memikirkanmu setiap malam”

“Memikirkan bagaimana, maksudmu?”

“Memikirkan apakah kau memiliki perasaan yang sama atau tidak denganku!” dia membalikkan badannya dan menaikkan satu alisnya. Aku berlari kecil mendekat.

“Aku tau maksud dari perkataanmu, jadi kau mencintaiku juga?” tanyaku langsung. Dia mengangguk pelan.

“Lalu?” godaku. Dia malah pergi menjauh dariku lagi “Ya, mungkin sekarang perasaanmu terhadapku sudah berubah. Tapi kau harus tau, kalau aku tidak akan pernah berniat untuk mengubah perasaanku sejak awal” dia mempercepat langkahnya menjauhiku. Karna malu mungkin?

Aku mengejarnya dan memeluknya dari belakang “Kau mecintaiku juga rupanya. Jadi…. Apa yang pantas menjadi status untuk kita berdua jika kita sudah saling mencintai seperti ini hm?” aku menyandarkan daguku di bahunya. Menyesap aroma tubuh dan rambutnya yang selalu aku suka dulu. Wanginya masih sama. Dia tidak banyak berubah. Bahkan tidak berubah.

“Nae molla” dia menaikkan bahunya. membuat daguku ikut terangkat.

“Bagaimana jika aku langsung melamarmu? Aku bisa membawamu ke kedua orang tuaku sekarang juga, kajja!”

“Ya! Kau sedang tidak bercanda kan Cho Kyuhyun?”

“Sejak kapan aku bercanda? Aku serius. Kau akan menjadi pengantinku. Sebulan lagi mungkin? Rasa cintaku sudah tidak bisa ditahan-tahan lagi, kajja!!!!” aku menarik tangannya sedikit berlari. Lalu menengok ke arahnya. Dia tersenyum padaku. Aku berhenti berlari dan menariknya ke dalam pelukanku. Berpelukan dengannya seperti ini selalu membuatku merasa nyaman.

Aku melepaskan pelukanku dan menyusupkan jari-jariku ke dalam rambutnya. Menarik kepalanya agar lebih dekat denganku lalu ku kecup keningnya.

“Saranghae”

“Nado”

“Jangan pernah pergi jauh dariku lagi”

“Aku tidak pernah pergi jauh darimu, kau yang pergi dariku. Harusnya aku yang mengatakan itu. Jangan pernah pergi jauh dariku lagi”

“Aku mengerti. Aku berjanji tidak akan pergi jauh darimu. Aku mencintaimu. Sangat mencintaimu Hyen-ah” aku membawanya lagi ke dalam pelukanku, kali ini makin erat. Seolah aku tidak mau dia pergi dariku lagi, atau aku takut merasa, ini hanya sekedar mimpi?

                                                                        END

GYAAAAAAAAH AKHIRNYA SELESAI JUGA~~~ Terima kasih para readers yang sudah mendukung lewat comment kalian di ffindo~~~ seneng deh hehehehe. Makasih yaaaaa. Saranghae. CHU.

72 responses »

  1. Ada juga nih part enddingnya nemuuu hihihiiii
    Trs sisi hyen hyo nya mana selama mrk berpisah? Qo gak ada???
    Tp part ini bener2 daebak!
    Kerennnn🙂

  2. Author jahat! Aku smpe nangis juga bingung, awalny aku pikir si nam hyen bkal sma kyuhyun, tp di tngh crita kyuhyun malah ngikutin omonganny sungmin, trus jdnya kan aku mikirny nam hyen bkal sma jae hyo, tp trnyata…….sma kyuhyun juga. Omo!! Author emang daebak, bikin aku mikir dua kali kya kyuhyun kekekeke….
    DAEBAK!!!

    • Kenapa kamu? ._.

      buahahahahaha mikirnya sekali aja sih wkwkwk
      lagian gue kaga rela ah ngebiarin gue sendiri sama Jae Hyo. pengennya sama Kyu aja :p

      Gomawo^^

  3. Woooooo!!! Akhirnya selesai jugaa (pdhl bkn authornya wuehehe-_-) tp aku beneran senengg, untung aja happy ending. Keren deh pokoknya! Bikin yg baru dgn cerita yg lebiiiiiih dr ini ya. 파이팅 ㅋㅋㅋ

    • Hahahaha saya lega, tapi jujur ngga rela ngelepasin nih FF. Jadi aku berinsiatif untuk membuat My Nightmare season 2
      kalau masalah bikin FF baru yang lebih dari cerita ini, gak janji yaaa hhaha. Soalnya kata-kata aku cuma mentok sampe situ. Ilmu dunia perFFan aku baru sampe sini hahaha harus musti banyak belajar lagi nih^^

  4. HAHHHHHHHH!!!!!!!
    CHINGU~YAAA!!!!akhirnya aku nemuin part akhirnya juga!! aduh, aku bersyukur bgt ini! lagian aku nemu nih ff di blog umum, dan itu semua ga ada lanjutannya!-_-
    yahhh, aku emang reader sialan. aku cuma komen di part akhir doang. hehe, mianhae Hyen-ah! jeongmal mianhae.*bow
    tapi aku sekarang, tobat deh!
    perkenalkan, aku novi bekasi 14yo, heh? kamu juga 14 kan? kok udh sma sih?*manyun
    ehh, cirebon yah? sunda donggg:)

    hehe, aku manggilnya nisa aja yah;)
    ahhh, aku ngakak guling guling baca part endingnya! wakakkakak~XD
    si kyu kisah cintanya konyol bgt sih! bikin senyam senyum sendiri deh bacanya!
    hoho, aku kira dia bener amnesia sama hyen tapiiiinya, itu cuma skenarionya -lagi-
    ampunndeh yah! tinggal ngomong saranghae aja apa susahnya sih*emosi
    hihi, jadi akhirnya si kyu itu menghilang yah?
    terus dia ketemu lagi sama si hyen?
    aku rada ga ngerti akhirnya. *dasar pabo!*
    ahhhh, untunglah itu cuma skenarionya si kyu.
    legaaa deh, aku kira ini bakal sad end~

    hehe, aku ancungin jempol buat quotesnya!!!
    kerennn! ga menjijikan lagi!
    dari yg ff nightmare sebelumnya. menurut aku, kemampuan menulis kamu meningkat drastis*sok nilai*

    kita sama sama sparkyu yah! boleh bagi kyunya dong*toel nisa
    haha, yaudah deh. salam kenal yah nisaa~*deep bow bareng kyuhyun

    • Waaaah Halo Choi HeaMin hehehehe
      Padahal ini udah dipublish sejak lama loh! Oh iya, kalau boleh tau, emangnya kamu liat ff My Nightmare dimana ya? FanFictionSchool? Fan In Fiction? Atau FF Indo? Maaf ya, aku cuma rajin publish FF di blog pribadi sama FF indo aja hehe

      Gpp kok, yang penting sempet comment^^

      Nisa Ayu Thayalisha Hadi imnida, 15yo (baru beberapa hari yang lalu, oke, aku ga mau disebut tua -_-v) Aku SDnya 5 tahun, trs sekarang SMAnya aksel, jadi 15 tahun udah kelas 2 sma hehe

      Iya jadi akhirannya itu, si Kyu sama Hyen udah gak pernah ketemu lagi selama 1 tahun, tapi tiba2 ketemu lagi di taman wkwkwk

      Makasih yaaa buat pujiannya:)

      SPARKYU?! –_– oke, banyak yg ngira aku sparkyu, tapi kayanya akan lebih baik deh kalau kamu baca ini : https://burningjonghyun.wordpress.com/about/ hehehe

      • hessss!!!
        akhirnya dibls sama nisa;)
        hehe
        aksel? wuahhh!! pasti kamu pinter bgt! 15taun udh kls 2 sma-_-
        bikin iri tau gak!>< aku aja 14taun masih kls 9.
        hoaaaaaahhh curanggg!!!*gaje

        ehh iya, aku baca di fanfictionschool~
        aku kira kamu itu hiatus soalnya pas aku liat itu nightmare masih part 11 aja. ehhh, untungnya aku nemu blog kamu!
        kamu bukan sparkyu? hoho, lagian sih nulis ff nya kbnykan si setan. jadi, aku kira kamu sparkyu.
        hehe, nanti aku liat deh about nya!
        jgn jgn kamu itu smashblash yaaaa*PLAK
        hihi._.V

      • Pasti dibales kok kalau commentnya di wp pribadi mah! hehehe

        Waduh, makasih banget ya atas pujiannya. Cuma bisa ngucap “Amin, Alhamdulillah, Subhanallah” hehehe

        Aih, di FFschools ya? Aku udah bukan author disitu lagi wkwkwk
        Abis kesel sih kalau publish FF di FFschools atau di FanInFiction, banyak Sidersnya hahaha

        Iya, aku bukan Sparkyu. Entah kenapa, aku suka aja gitu kalau bikin FF Kyu, karakternya Kuat. Terus wajahnya bisa dibanyangin dalam berbagai ekspresi. tuh orang hebat juga! hahahha

        Oke deh, setelah baca tentang aku, pasti kamu kaget hahaha

  5. Pingback: My Nightmare Season II ♥♥Part 1♥♥ | FFindo

  6. Pingback: My Nightmare Season II ♥♥Part 1♥♥ « Nisa Ayu Thayalisha Hadi's

  7. Akhirnya selesai jg baca na.. haha..
    kasian baca kisah kyu..
    ternyata kyu segitu menderitanya ya meskipun diluar keliatan judes gt..
    semua uda diatur supaya dy bs ketemu ama hyen…
    kirain dy ilang ingatan beneran, ternyata itu hanya caranya untuk menyayangi hyen (?)
    Untung akhir na bs bersatu jg..
    tp evil sama evil ntar pasti bakaln ribut nih.. hahaha..

  8. Pingback: [FICLET] My Nightmare Season II : Hotel (Part 4) « Nisa Ayu Thayalisha Hadi's

  9. Pingback: My Nightmare Season II : Hotel | FFindo

  10. Akhirnyaaa~
    Ending.a so sweet~
    Kyu,sejak kpan kau jd sok suitt gni hah?? O,o
    pnasaran sma sekuel.a,lanjud dlu ya saeng~ ^^
    Daebak ffmu,fighting yhaa~
    q tunggu project2 selanjut.a.. (^^,)

  11. aaaaarrrgghhh…gak tau kok tiba2 udah setahun,,, gimana ceritanya?????
    hyen juga gak jadi galak ya????
    huuuuu keren banget endingnya

  12. daebak.. baru aja baca ni😐
    rasanya pas kyuhyun lagi galau mutusin keputusannya, pngn banget teriak bilang kali si hyen juga cinta sama dia
    gregetan bangett

  13. ITU ENDINGNYA SWEET BGT,….hahaha

    aku komen di akumulasi aja yah… komen di part terakhir ini aja. kekekkek

    part 123. bahasanya hmm msh kurang, tapi setelah itu berangsung membaik!daebak!develop istilahnya…😄😄

    part satu dua juga masih belum greget tapi kelanjutannya hmm…. moment2 mereka pas di jeju… cocok bwt org honeymoon.. hwaaa maniis 😄

  14. Dasar Evil maknae…trnyata dy ngak ilang ingatan…
    Tpi lega jga akhrnya KyuHyen bersatu jga…
    Daebak Thor nan Joha^^

  15. Akhirnya selesai juga bacanya…
    part terakhir kejutan banget Bebs, ternyata Kyu pura2 lupa toh, kirain lupa beneran.
    Gak nyangka Kyu bisa sweet gitu…
    Agak sesek juga sih baca tulisan yang warna biru, tapi bagus kok..😀

  16. nah, ternyata season 1 sudah prnh aku baca. saeson 1 yg daebak. mungkin aku bacanya diblog lain atau ff indo? molla, lupa chingu.
    jd langsung ke part 1 season II ya
    capcus..

  17. Oenni,kalo ga salah di part 8 kayanya ceritanya belum selesai soalnya pas aku lanjut baca di part 9,di adegan sebelumnya pas Hyen Hyo kesandung sama pas dia dipeluk Kyuhyun di pat 8nya ga ada. ini ada kesalahan atau sengaja ya Oenni?? Tolong dijawab ya Oenni!!!! Gomawo. Semoga makin kreativ bikin ff2 baru yang bagus. FINGHTING Oenni!!!!!!!!!!!! {} *cium*

  18. Eonni…. Keren”… Hahahaa ªķΰ kira ga bakal ktmu ƪäǥȉ.. Tapi ternyata….😀 eonn ªķΰ ƪäǥȉ ujian nyampe nyempetin loh bwt baca ff ini… Seruuuuu Daebak..😉

  19. Udda deg deg an deh takut sad ending , ehh ternyata happy ending🙂
    bahagia nya aq ternyata selama nie yg aq kira kl ahra yg ngerencnain bwt deketin kyu , ternyata kyu yg deketin. hyen sendiri , seneng bnget ternyata kyu bner” sayang am hyen😀
    ahh suka deh am ffnya (y)

  20. Aaah, ini ff bikin saya terhura T.T
    rasanya tuh ngiluu banget dihati, bikin air mata.. Awalnya iya comedy, tp tengahnya SAAADD, huft..
    Mian baru sempet koment disini, saya reader baru.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s