My First Love Chap. 6 [Lash Chaptered-Ending]

Standard

Author : Nisa Ayu Thayalisha Hadi (Nam Hyen Hyo)

Cast :

Choi Minho

Lee Hyeseung

Lee Taemin

Title : My First Love (Part 6)

Length : Chaptered

Genre : Romance

Rating : PG-13

Disclaimer : The casts are belong to God, and this Fan Fiction is belong to me kekekeke~ i own this plot ok?

Note : This is pure my imagination.

Credit Poster : cutepixie@darkreflection.so-pink.org

===============================================================

          -hyeseung POV-

“heh kau hyeseung!” mwo? Kaget aku! Dia berbicara dengan sedikit membentak. “itu boneka siapa?” dia menunjuk ke arah dimana boneka kelinci itu berada. Ada apa memangnya? Dia suka boneka itu?

“bonekaku”

“diberi oleh siapa?” dia menyamber cepat. Buset dah ini orang mau apa sih? Aneh sekali! Taemin saja sampe melongo seperti itu melihat kelakuan hyung-nya yang aneh ini.

“oleh seorang namja. Teman dekat kecilku dulu”

“namanya?” sekarang dia memajukan duduknya hingga berada di ujung sofa. Sungguh aneh! Taemin-ah!!!! Kau mempunyai hyung seperti apa sih?!

“minho-ssi. Choi minho. Sama seperti namamu. Tapi bukan kau orangnya” aku mencoba meniru perkatakaannya waktu itu. Memang ini sudah terjadi lama sekali. Tapi aku masih mengingatnya. Kesal aku dibilang seperti ini olehnya. Sekarang aku membalasnya hehehe.

“apakah namja yang kau maksud itu memberimu surat sebelum kau pergi ke Tokyo?”

“mengapa kau bisa tahu semuanya?” aku bingung. Mengapa dia bisa tau tentang surat itu? Yang tau tentang surat itu kan hanya aku dan minho-ssi. Tapi dia….

“jawab aku! Apakah namja itu memberimu surat?” huw dia membentakku lagi. Seram sekali. Sungguh.

Dan sekarang dia menyuruhku untuk mengambil surat itu. Baiklah. Tapi mungkin akan sedikit lama, karna aku harus mencari kotak itu dulu. Ne, kotak yang berisi semua kenanganku bersama minho-ssi. Suratnya sudah lusuh. Dia membaca surat itu dengan serius.

“apakah kau tau hyeseung…” sekarang nada suaranya seperti orang yang ingin menangis. Berubah drastis. Dasar memang orang aneh!

“apa?” tanyaku.

“aku…”

“hyeseung!!!” ups umma memanggilku. Tadi minho oppa ingin ngmg apa ya? Jadi penasaran. Tapi umma memanggil.

“ah taemin-ah! Mana hyungmu?” aku sudah kembali ke ruang tengah dan mendapati taemin sedang duduk sendiri.

“pulang” mwo? Pulang?

“lalu suratku?” aku tidak melihat secarik surat pun di meja.

“dibawa olehnya” mwo??? Jinjja???? Ania!!!! Itu kan dari minho-ssi.

“aaa!!! Taemin-ah!!! Pulang kau! Ambil suratnya dari hyungmu itu! Cepat!!!” suruhku pada taemin.

“memangnya itu surat apa?”

“surat dari sahabat kecilku dulu! Tolonglah taemin-ah!”

“ne” dia berjalan menuju pintu dan menghilang. Dia sudah pergi.

“Kurang ajar hyung-nya taemin ini! Masa dia membawa suratku seenaknya! Memangnya dia siapa?” dumelku pada diri sendiri.

-hyeseung POV end-

-taemin POV-

Jujur aku tidak mengerti apa yang terjadi antara hyung dan hyeseung. Sebenarnya mereka sedang membicarakan apa sih? Hyung sampe tegang begitu dan hyeseung kewalahan banget pas suratnya dibawa hyung. Memangnya itu surat apa? Hyanya surat dari sahabat kecilnya dulu kan? Sebegitu berhargakah? Sampai-sampai aku dimarahin dan disuruh mengambil surat itu. Memangnya hyung ada dirumah? Jika hyung tidak pulang ke rumah bagaimana? Aku tidak boleh bertemu hyeseung sebelum surat itu kembali. Ah!! Aku bingung! Ada apa sih sebenarnya?!

Ah syukurlah hyung ada dirumah.

“hyung! Mana suratnya?! Hyeseung marah-marah karna suratnya dibawa kabur!” aku kesal dengan hyungku ini. Dia benar-benar sudah berubah sikapnya. Mana hyungku yang dulu? Yang selalu ada dan sayang padaku? Yang selalu peduli padaku? Hyung aku merindukanmu yang dulu. Tolonglah.

“apa katanya? Surat ini punyanya? Ini punyaku!!!” jawab hyung sambil melambai-lambaikan kertas itu.

“maksudmu?” aku bertanya tidak mengerti.

“kau tau taemin-ah?! Yeojachingu-mu adalah yeojachingu-ku. Punyaku!” jleb! Hyung! Apa maksudnya ini? Kau…. selingkuh dengannya? Itu maksudnya? Tega sekali kau hyung!

“ya! Dia adalah hyeseung kecilku dulu! Dan ini adalah surat dariku! Surat yang pernah aku berikan padanya ketika dia ingin pindah ke Tokyo. Boneka itu adalah boneka pemberian dariku! Dan kau tau? Aku sudah mencintainya selama belasan tahun! Lalu ternyata kau memacarinya!! Jika kau menjadi aku apa yang akan kau lakukan taemin-ah? Apa???!” hyung membentakku.

Aku mengerti hyung, ini pasti berat untukmu. Kau pasti merasa sakit hari karna aku! Hyung jeongmal mianhaeyo. Aku tidak tahu jika itu adalah hyeseung…. ah!!

Sekarang hyung menjambak rambutnya sendiri dan air mata membasahi pipinya. Untung tak ada bibi dan paman dirumah ini.

“aku tau ini bukan salahmu! Kau mencintainya sebelum aku mengetahui bahwa itu adalah hyeseung-ku! Kau sudah bertindak benar dalam memilih pendamping hidup! Tapi mengapa harus begini nasibku?! Kau tau kan taemin-ah? Aku tidak pernah mencintai seoyun!! Tidak pernah!” mukanya memerah. Hyung benar-beanr stress. Dia pasti sangat bingung harus berbuat apa. Hyyung… apa yang harus aku lakukan? Aku ingin menenangkanmu hyung. Aku mencoba untuk memeluknya tapi ia menolak, aku menaruh tanganku dibahunya tapi dia menepiskan tanganku.

“jangan sentuh aku taemin-ah! Sungguh aku tidak sanggup! Untuk sekarang ini tolong jangan ganggu aku! Aku tidak marah padamu, aku hanya butuh waktu” dia berjalan meninggalkanku dan membalikkan badannya lagi “dan maafkan aku karna aku egois. Aku bukan hyung yang baik untukmu” dia membanting keras pintu kamarnya.

Sungguh aku juga tidak sanggup melihatmu seperti ini hyung. Aku masih duduk seperti tadi, menaruh sikut tanganku di pahaku dan telapak tangan menutupi wajahku. Aku dapat merasakan wajahku yang basah. Air mata sudah membasahi wajahku. Ya Tuhan, apa ini ujian yang sedang kau berikan? Tuhan, apa yang harus aku lakukan?!

3 hari sudah aku tidak bertemu dengan hyung. Dia menyendiri di kamar, tidak pernah keluar kamar. Dia tidak bekerja. Bahkan jika ingin makan pun, bibi harus mengantarkannya ke kamar karna dia tidak ingin keluar kamar. Lebih tepatnya lagi dia tidak ingin bertemu denganku. Ya Tuhan, apakah ini semua salahku? Sungguh aku sangat mencintainya tapi aku tidak pernah tahu kalau itu adalah hyeseung-noona cinta pertamanya hyung.

Hyung pernah cerita bahwa mereka pernah berpacaran, namun sejak hyeseung pindah ke Tokyo, hubungannya entahlah bagaimana itu dia tidak mengerti. Tapi dia tetap menganggap hyeseung adalah pacarnya sampai sekarang, walaupun dia sudah mempunyai seoyun. Tapi hyung tidak pernah mencintainya.

Aku tidak rela memberikan hyeseung untuk hyung. Dia adalah yeoja yang sangat aku cintai. Dia juga cinta pertamaku. Lalu…. apa?!

Tapi aku juga tidak mau melihat hyung seperti ini.

Aku kaget! Pintu kamar hyung perlahan terbuka. Sosok hyung terlihat. Matanya betam. Apa mungkin selama 3 hari ini dia menangis terus menerus? Hidungnya merah sekali, mukanya juga. Aku masih dapat melihat air mata di sekitar pipinya. Dia menghampiriku.

Aku takut hyung….. tolong jangan marahi aku. Karna aku juga tidak tahu harus melakukan apa!

“taemin-ah. Lupakan kejadian waktu itu. Semuanya kita ulang dari awal lagi ya, kau tetap jalani hubunganmu dengan hyeseung dan aku akan berusaha untuk melupakannya dan mulai mencintai seoyun” dia tersenyum.

“tidak hyung, jika kau tidak suka aku dengan hyeseung, aku rela untuk melepaskannya, sungguh” aku mengucapkan ini sambil berkaca-kaca, tidak sanggup melihat wajah hyung yang seperti itu. Pasrah sekali.

“tenang saja. Aku sudah memikirkan ini matang-matang. Aku baik-baik saja. Silahkan. Jaga hyeseung baik-baik. Itu pesanku. Kau lebih berharga daripada dia” ucapnya pasrah.

“ne hyung” aku menyetujuinya. Aku tidak dapat membohongi diriku sendiri bahwa aku sangat membutuhkan dan mencintai hyeseung.

“maafkan aku hyung yang telah membuatmu seperti ini. Mianhae. Jeongmal mianhaeyo” air mataku merebak.

“jangan menangis taemin-ah. Ini bukan salah kau. Aku kan sudah pernah bilang, kau tidak tahu apa-apa tentang ini. Ini salahku yang tidak menyadari dari awal bahwa dia adalah hyeseung. Jika aku baru menyadarinya sekarang, pasti kau sudah sangat mencintainya bukan? Karna kau dan dia sudah menjalani hubungan cukup lama” jelasnya panjang lebar.

“ne, aku sangat mencintainya”

“maka dari itu, jaga hyeseung baik-baik. Jangan sampai kau merasakan sakitnya jadi aku. Cukup aku saja yang harus seperti ini. Lupakan semuanya taemin-ah kumohon lupakan semuanya” dia memelukku.

“kau butuh ini?” sekarang dia melepaskan pelukannya.

“ne” dia  memberikan surat itu padaku.

“aku tau jika kau tidak mendapatkan ini, kau tidak boleh bertemu dengannya kan? Dan selama 3 hari ini kau belum bertemu dengannya. Kau rindu dengannya ya? Haha, pergilah kepadanya. Dia pasti menunggu” senyumnya pasrah. Tapi tetap saja ada raut tidak ikhlas yang terpancar dari senyumannya. Aku jadi semakin tidak enak.

Tapi sekarang aku tidak boleh mengelak dulu. Aku harus menurutinya, karna sekarang hyung sedang bersikap seperti ini, aku akan memikirkan jalan keluarnya walaupun itu akan membuat hatiku hancur dan sulit untuk tersenyum, aku rela dan aku akan terus ternyum untuknya. Minho hyung. Hanya demi dia yang sudah membesarkan dan membiayaiku sejak kecil sampai sekarang. Hanya demi dia, sosok pahlawanku. Hanya demi dia, hyung kesayanganku. Aku berjanji akan membuat hidupmu bahagia. Kau pantas mendapatkannya. Sementara aku, aku harus membalas semua kebaikanmu walaupun aku harus merelakan hyeseung. Aku mau hyung, asal kau dapat tersenyum bahagia kembali. Itu sudah cukup. Dan aku rasa aku sudah membayar semua hutangku dengan mengorbankan semua perasaanku.

Mianhae atas semua yang sudah aku lakukan. Gomawo atas semua yang sudah kau lakukan.

-taemin POV end-

-minho POV-

Aku berhasil! Aku berhasil!!!! Aku senang aku berhasil, setelah 2 bulan aku mencobanya, ternyata aku berhasil, aku berhasil untuk melupakannya walaupun tidak sepenuhnya dan mencintai seoyun! Aku berhasil! Aku mencintainya sekarang. Aku bisa!!

“jagi, jeongmal saranghaeyo, neomu bogoshippoyo, aku ingin bertemu” ucapku manja lewat telfon.

“nanti, mungkin besok atau lusa saja. Hari ini aku tidak bisa. Aku sibuk” jawabnya. Entahlah, dia sedang sibuk apa aku tidak tahu. Mungkin dia sedang ingin bermain dengan teman-temannya? Mungkin saja. Ya sudah, setelah 1 jam lamanya aku menelfon dia, aku tutup saja telfonnya, aku mencari remot televisi dan menyalakannya. Tepat sekali ketika aku menyalakan televisi, sedang di tayangkan iklannya Taemin, adikku sudah menjadi artis, bahkan sekarang dia sedang sibuk syuting untuk sinetron.

Aku lelah, aku capek. Aku ingin istirahat saja. Aku rindu kau seoyun-ah. Sungguh!

-minho POV end-

-taemin POV-

Aku tau hubungan minho hyung dan seoyun unnie sudah semakin dekat, hyung malah sering sekali bolos bekerja hanya demi bertemu dengan seoyun, hyung juga sering membawa seoyun-unnie kerumah, entah apa yang mereka lakukan, aku tidak tahu. Tapi pernah suatu hari saat aku baru saja pulang dari lokasi syuting, aku mendapati seoyun-unnie di rumahku, hyung duduk disebelahnya. Dan bibir mereka berdua basah, yah aku tau apa yang sudah mereka berdua perbuat. Dan baju seoyun-unnie pun sedikit terbuka, bahunya kelihatan. Ah hyung, kau apakan dia?

Tapi tetap saja aku ingin hyung dengannya saja. Dengan hyeseung. Dia yang telah menemukan hyeseung dan mencintainya sejak awal. Sementara aku? Baru baru ini saja aku bertemu dengannya dan mencintainya. Dongsaeng macam apa aku ini bisa merebut cinta pertama hyung-ku?! Hhh. Hyung mianhae ya.

Minggu depan, ne minggu depan, aku harus siap.

-taemin POV end-

-AUTHOR POV-

Seorang yeoja sedang terduduk sendiri di bangku taman. Menanti seorang namjachingunya. “jagi” dia datang, wajah yeoja tersebut berubah ceria.

“kau darimana saja sih? Aku sudah menunggu lama tahu!” protesnya.

“saengil chukkae, aku punya hadiah untukmu” seharusnya wajahnya ceria, tapi wajahnya malah sedih.

“kau kenapa sedih?” tanya yeoja itu heran.

“aku punya hadiah untukmu” tegasnya lagi.

“apa? Mana?” senyumnya mengembang di wajahnya.

“izinkan aku memelukmu sekali saja. Tolonglah” pinta namja tersebut dan langsung memeluk yeojachingu-nya.

“kau kenapa?” tanyanya sambil membalas pelukan sang namja.

“kau akan tahu sebentar lagi. Aku mohon, kau jangan bersedih. Karna aku memberimu hadiah special”

“mana hadiahnya?” tagihnya.

“izinkan aku untuk menciummu sekali saja” lalu dia mengecup kening yeoja itu lama.

“kau ingin apa sih? Jadi ini hadiah darimu?” setelah lama dia pasrah dicium oleh namjachingu-nya, dia angkat bicara. dia menggeleng.

“lalu apa?”

“tuh….” namja tersebut menunjuk ke arah sesuatu yang berada di belakang yeoja tersebut.

-AUTHOR POV end-

-taemin POV-

Aku mengajaknya untuk bertemu di sebuah taman. Aku sengaja untuk datang telat. Ketika aku datang, ternyata dia sudah menunggu disana. Ah sungguh aku tidak sanggup melihat wajahnya! Mengapa harus sekarang? Aku masih mencintainya, tolonglah Tuhan kuatkan hatiku. Lebih baik aku yang seperti ini, daripada hyung memaksakan diri untuk mencintai seoyun.

“jagi” aku memanggilnya, suaraku lirih.

“kau darimana saja sih? Aku sudah menunggu lama tahu!” dia marah-marah. Mianhae.

“saengil chukkae, aku punya hadiah untukmu” aku langsung saja bilang, karna aku tidak ingin berada disini di dekatnya, di sisinya, di sampingnya lebih lama lagi. Aku ingin cepat-cepat pergi! Waktu cepatlah berlalu!!!

“aku punya hadiah untukmu” aku ulangi lagi kata-kataku.

“apa? Mana?” dia menagihnya, telapak tangannya terbuka seperti meminta sesuatu. Bukan sesuatu yang dapat di angkat olehmu hyeseung-ah! Tolong jangan perlihatkan muka ceria mu saat ini. Karna ini akan jadi pertemuan terkahir kita! Tolonglah, jangan kau tunjukkan senyuman itu.

“izinkan aku memelukmu sekali saja. Tolonglah” aku memeluknya, aku belai rambutnya. Sungguh aku ingin menangis, bahkan mataku sudah berkaca-kaca, tapi sebisa mungkin akan aku tahan air mata ini. Jangan menangis di hadapannya karna itu akan membuat aku lebih susah lagi untuk pergi darinya.

“izinkan aku untuk menciummu sekali saja” sekarang aku mencium keningnya. Aku cium keningnya lama, aku masih ingin seperti ini lebih lama lagi tapi aku tidak bisa!!

“kau ingin apa sih? Jadi ini hadiah darimu?” dia bertanya lagi.

Aku hanya menggeleng tak menjawab. “lalu apa?” tanyanya.

Baiklah hyeseung-ah jika kau ingin segera melihat hadiah dariku. Aku memejamkan mataku dan “tuh….” aku menunjuk minho-hyung yang sedari tadi sudah berdiri di belakang hyeseung.

“hyung mu?” matanya terbelalak “maksudmu?” dia bingung.

“dia adalah choi minho mu. Kau ingat kan? Minho-ssi, namja kecilmu dulu. Baiklah hyeseung, kita akhiri hubungan ini. Aku mencintai kau tapi dia lebih mencintai kau. dia lebih lama mencintaimu, dia lebih dulu bertemu denganmu dan…. ah sudahlah hyeseung-ah, kau pasti mengerti. Tolong terima hadiah dariku” sekarang aku tidak dapat menahan air mataku, dia juga menangis. Tapi hyung diam saja. Hyung pasti bingung.

“hya! Taemin-ah! Kau sedang apa sih?! Aku tidak ingin kehilangan kau! aku hanya mencintai kau! sungguh!” dia memukul-mukul dadaku dan memelukku erat. Oh Tuhan hyeseung, tolong jangan bersikap seperti ini, jangan menangis. Aku juga mencintai kau.

“taemin-ah! Jadi ini maksudmu menyuruhku untuk datang?” sekarang minho-hyung marah padaku.

“ne hyung, tolonglah, katanya kau menyayangiku? Kau masih mencintainya kan? Hyeseung-ah, tolonglah. Jangan menangis”

“tapi dia kan….” minho hyung ingin bicara tapi aku memotong pembicaraannya.

“sudah lah hyung, tolong jangan tolak niat baikku. Aku sudah memikirkan ini lama sekali. Aku permisi”

“TAEMIN-AHH!!!” dia memanggilku, aku menoleh ke arahnya.

“AWAS!” aku menoleh lagi dan mendapatkan sebuah mobil sudah berada dekat denganku dan aku tidak dapat menghindari itu. Aku memang sengaja untuk tidak menghindari itu dan aku tersenyum “hyeseung-ah selamat tinggal” dan mobil itu menabrakku. Setelah itu aku tidak sadar lagi. Dan tidak dapat merasakan apapun, tapi aku masih bisa mendengar suara hyeseung.

“TAEMIN-AHH!!! SUNGGUH KAU….. BABO!!! AKU MENCINTAIMU! TAHU KAH ENGKAU AKU PERNAH BERMIMPI UNTUK MENIKAH DENGANMU? TAHUKAH KAMU AKU PERNAH MEMBAYANGKAN ANAK KITA JIKA KITA MENIKAH? TAHUKAH KAMU AKU SUDAH MEMBUAT SEBUAH NAMA UNTUK ANAK KITA? AKU TAHU INI BERLEBIHAN TAPI AKU INGIN TETAP BERSAMA KAU! AKU MOHON! BANGUNLAH TAEMIN-AH!”

“ne, aku tau. Gomawo. Hyung, jaga dia” dan setelah ini barulah aku benar-benar tidak sadarkan diri.

-taemin POV end-

-hyeseung POV-

“TAEMIN-AH BABO!!!!! Jangan tinggalkan aku ku mohon, buka matamu!!!!” aku menangis keras.

“kau! cepat bawa taemin ke rumah sakit jangan hanya menangis saja” aku memaki-maki minho-ssi.

dia mengambil mobil yang telah terparkir, dan membawa taemin masuk. Sepanjang perjalanan ke rumah sakit, aku hanya bisa menangis.

“taemin-ah! Sungguh aku sangat mencintai kau! berani-beraninya kau meninggalkanku seperti ini! Di ulang tahunku!”

Taemin masuk ke dalam ruang UGD, aku berharap dia bisa segera di selamatkan, minho menelfon paman dan bibinya. Dia menenangkan ku.

Sungguh aku takut sekali jika taemin….. ah!!!

-hyeseung POV end-

-minho POV-

“hyeseung-ah, bersabarlah.”

“bagaimana bisa?! Kau mungkin tidak akan merasa kehilangan. Tapi aku IYA” dia masih saja marah padaku, mungkin dia berfikir bahwa akulah yang sudah menyuruh taemin untuk seperti ini. Apakah dia sudah benar-benar melupakanku? Sebegitu gampangnya kah? Ya Tuhan.

“jika taemin meninggal, aku lah yang sangat akan merasa kehilangan bukan kau! karna aku adalah keluarganya dan aku sudah tidak mempunyai siapa-siapa lagi selain dia! Kau sadar itu?” aku terbawa emosi mendengar ucapannya. 3 hari yang lalu, aku melihat seoyun sedang jalan dengan seorang namja dengan mesra, dan sekarang aku harus melihat namdongsaengku kritis di dalam sana.

Aku stress! Sungguh!

“maaf, apakah kalian keluarga pasien?” sang dokter keluar dari dalam ruangan.

“ne uisa, aku kakaknya” ucapku tegas.

“dan aku calon istrinya” dia menyahut.

“MWO???? BUKAN!” aku berteriak! Dia bukan calon istrinya, tapi calon istriku!

“maaf, pasien mengalami pendarahan yang hebat di kepalanya, darah yang keluar sungguh banyak sekali dan dia….. tidak dapat tertolong”

MWO???? BENARKAH? YA TUHAN? APAKAH INI COBAAN DARIMU? TAEMIN-AH! AKU TIDAK MENYANGKA KAU LEBIH DULU MENINGGALKANKU! KAU BABO TAEMIN-AH! BISA-BISANYA KAU MENINGGALKANKU SEORANG DIRI? KAU SUDAH BERJANJI KAN AKAN BERSAMA-SAMA DENGANKU SAMPAI TUA NANTI?

Aku berlari menuju ruangannya dan menangis, tapi tangisan hyeseung jauh lebih besar dariku.

Dia menggoyang-goyangkan badan taemin.

“TAEMIN-AH! BANGUN! BANGUN!!! KATANYA KAU INGIN MEMBELIKAN CINCIN UNTUKKU? CINCIN UNTUK PERTUNANGAN KITA? MANA? MANA JANJIMU TAEMIN-AH?” aku kaget mendengar ucapannya.

“apa katamu?!”

“DIAM KAU!” dia marah lagi.

Taemin pernah bilang padaku (flashback) “hyung, ini cincin. Tolong lah suatu saat nanti kasih ini kepada hyeseung, aku mau cincin ini kau pakai untuk pertunangan kalian berdua. Kau dan hyeseung. Bukan aku dan hyeseung.” (flashback end)

“ini cincinnya? Ini maksudmu?” aku mengambil kotak cincin dari sakuku.

“bagaimana kau bisa mendapatkan itu?!!”

“taemin menitipkan ini untukku, dan dia bilang bahwa kita berdua harus memakai cincin ini untuk pertunangan kita!”

“jangan gila kau! aku akan tunangan dengannya!”

“kau sudah berubah hyeseung-ah! Kau tidak percaya? Ini ada suratnya, jika kau memang sangat mengenal taemin, seharusnya kau tau ini tulisannya atau bukan” aku serahkan surat itu padanya.

‘hai hyeseung-ah! Aku menulis ini beberapa hari yang lalu saja. Kau tau? Aku sudah tau hal ini pasti akan terjadi. Aku meninggal ya sekarang? Kau mencintaiku?  Tolonglah, aku ingin kau berbahagia, karna jika kau bahagia, aku juga pasti akan bahagia. Sungguh. Bahagiamu adalah bahagiaku. Dan bahagiaku adalah disaat aku bisa melihat hyung dan kau menikah. Aku sudah menitipkan cincin itu kepadanya. Tolong kalian bertunanganlah. Aku mohon! Kau ingin melihat aku bahagia kan? Ayolah hyeseung-ah! Ku mohon, setelah kau membaca surat ini, kau sudah tidak bisa menolak lagi! Aku tau kau mencintai hyung-ku. Iya kan? Maka dari itu, menikahlah. Dia orang yang baik dan bertanggung jawab. Kau pasti akan nyaman berada disampingnya. Terimakasih ya atas segalanya yang telah kau berikan padaku. Terimakasih atas pertemuan pertama kita saat di Tokyo, sungguh aku tidak dapat melupakan itu. Terimakasih ya sudah ingin menjadi pacarku. Kau tau? Aku mencintaimu. Sungguh!  Terimakasih sudah mengerti aku dan terimakasih atas semua kenakalan yang pernah kau lakukan. Seru sekali. Terimakasih untuk ciuman pertama yang pernah kau berikan padaku. Ciuman yang pernah kita lakukan di hari ulang tahunku. Aku ingin mencium kau, tapi aku tidak bisa mencium kau,maka dari itu, tolong cium hyungku, karna aku pasti dapat merasakan ciumanmu. Terimakasih ya hyeseung atas semua senyuman yang sudah kau berikan padaku. Saranghae. Taemin.’

Dia menangis semakin keras. “jadi bagaimana?” tanyaku padanya.

“cium aku” dia menjawab. MWO? Dia tidak salah bicara?

“cepat cium aku!! Atau aku yang harus mencium kau?”

“hm” aku hanya mengangguk dan menciumnya. “sudahkah taemin-ah? Apakah kau merasakannya?” dia berbicara dengan taemin yang terbaring dikasur dan sudah tidak bernyawa.

Beberapa bulan berlalu, dia masih bersedih tapi sudah biasa saja. Tapi dia sudah mulai dekat denganku. Setiap kali dia mengajakku bertemu. Seperti sekarang, dia mengajakku bertemu.

“kau…. aku mencintaimu” aku mengungkapkan perasaanku “dari kecil. Aku mencintaimu. Kau kemana saja selama ini?”

“aku juga mencintaimu. Dulu. Aku mencarimu kerumahmu yang dulu tapi kau tidak ada. Lalu aku bertemu dengannya…. aku mencintainya dan…”

“ya aku tahu” aku tahu dia ingin menceritakan tentang taemin. Aku memotongnya karna aku tahu dia pasti akan menangis setelah bicara seperti itu.

“minho-ssi, aku rasa aku mencintaimu. Sekarang” akhirnya dia mencintaiku lagi. “aku tidak tahu mengapa tapi aku memang mencintaimu dari dulu, perasaan ini tidak pernah berubah. Tapi perasaan ini tertutup ketika taemin datang didalam hidupku.” Jelasnya.

“nado saranghaeyo” aku memeluk dan mencium bibirnya lembut.

“bagaimana dengan yeoja itu?” dia bertanya.

“seoyun? Aku sudah berpisah lama dengannya, ternyata dia memiliki namja lain”

“benarkah?” tanyanya kaget.

“ne, dia mungkin bosan denganku. Padahal aku sudah berusaha untuk mencintainya” ucapku menjelaskan.

“oh begitu” dia meminum kopi yang dipesannya.

“mau kah kamu menikah denganku hyeseung-ah?”

Matanya terbelalak kaget.

-minho POV end-

-hyeseung POV-

Taemin sudah meninggalkanku lama sekali. Tapi aku tau taemin-ah berada di dekat ku. Selalu. Dia memintaku untuk mencintai hyungnya, baiklah.

“mau kah kamu menikah denganku hyeseung-ah?”

Apa??? Menikah??

“me… ni kah?” ucapku gugup.

“ne, menikah, kita pakai cincin pemberian taemin. Bagaimana?”

Ya Tuhan, bagaimana ini? Taemin-ah, apakah aku harus menerimanya?

“mungkin tidak sekarang”

“lalu kapan?”

“1 atau 2 tahun kemudian mungkin?” jawabku ragu.

“ah ania hyeseung-ah, itu lama sekali. Katanya kau juga mencintaiku?”

“ne, tapi….” “baiklah” ujarku lagi.

Hari ini, aku berniat untuk mengunjungi makamnya.

“hai taemin-ah, bagaimana kabarmu disana? Kau baik-baik saja kan? Aku merindukanmu. Sungguh. Kau tahu? Beberapa hari yang lalu, hyungmu mengajakku menikah, apakah kau bahagia melihat ini?” aku tersenyum lalu menangis. “taemin-ah, aku ingin bertemu kau sekali lagi saja, aku rindu pelukanmu, aku rindu senyummu, aku rindu genggaman tanganmu, aku rindu semuanya. Taemin-ah, aku membawa bunga untukmu. Kau dapat melihatnya kan? Warnanya cantik seperti aku hahaha. Oya, aku harus pergi, aku ada janji dengan client. Kau tidak apa kan? Datanglah jika kau rindu aku. Saranghaeyo” aku berjalan meninggalkan makamnya, aku menangis lagi. Tidak sepantasnya aku masih menangisinya seperti ini, seharusnya aku bahagia. Seharusnya aku bahagia sudah dapat kembali kedalam kehidupanku yang dulu. bersama minho-ssi. Ya, seharusnya. Tapi kenyataannya… aku masih saja tidak bisa melupakannya.

Hari ini adalah hari pernikahanku, acara akan dimulai 3 jam lagi. Ah kau tahu? Aku nervous sekali.

“umma, bolehkah aku pergi sebentar saja?” izinku padanya.

“kau ingin kemana? Acara sebentar lagi akan dimulai”

“kan masih lama umma, aku ingin ke makam taemin, sebelum aku menikah. Tolonglah” rengekku padanya.

“baiklah, tapi tolong jaga gaunmu jangan sampai kotor karna akan sulit lagi jika kau kesana harus melepas gaun ini dan lalu memakainya lagi, ok?”

“ne umma, tenang saja” aku langsung lari ke halaman depan mencari supir ku.

“pak, mari kita ke makam taemin” suruhku.

“baik nona”

“hai taemin-ah! Apa kabar? Aku kembali lagi hahaha^^ aku tidak akan pernah bosan kok untuk datang kesini. Kau apa kabar? Sedang apa? Kau lihat kan? Aku memakai gaun pengantin? Cocok tidak? Aku cantik kan? Aku akan menikah dengan hyungmu hari ini, acara akan dimulai 2 jam lagi. Aku sudah menepati janjimu kan? Janjimu bahwa kau akan bahagia ketika melihat aku menikah dengan hyungmu. Aku ingin melihatmu bahagia, maka datanglah ke pernikahan kami. Tolonglah datang. Oya, aku juga membawa cincin ini, nanti di acara pernikahan kita, aku dan hyungmu akan memakai cincin ini. Karna kami sangat menyayangimu”

“nona, jangan lama-lama” seru supirku dari kejauhan, aku menoleh ke arahnya.

“ah baiklah taemin-ah, aku harus segera pulang. Aku harus mempersiapkan semuanya. Ku mohon datanglah. Sampai jumpa taemin-ah. Saranghaeyo” aku berlari kecil sembari memegangi gaunku.

“jagiya, kau darimana?” ujar minho-ssi mengelus pipiku.

“aku dari makam taemin” jawabku seadanya.

“oh begitu. Ayo mari, acara akan segera dimulai”

“ne, minho-ssi, bisakah kau berpesan untuk mengosongkan satu tempat duduk saja di bagian depan?” pintaku padanya.

“untuk apa?” dia bertanya heran.

“aku yakin taemin-ah pasti akan datang”

“baiklah”

Acara sudah dimulai, aku dan minho-ssi berjalan menyusuri gereja, tangannya menggandeng tanganku. Aku tersenyum sekaligus menangis di balik tudung pengantinku. Aku menangis, karna aku bahagia. Taemin-ah, sebentar lagi aku akan menepati janjimu.

Sekarang adalah saatnya pemakaian cincin, aku melihat ke arah bangku yang memang dipesan untuk dikosongkan, aku dapat melihat taemin berada disitu. Mengenakan jas dan kemeja. Dia tampan sekali. Sungguh. Dia tersenyum bahagia ke arahku, tapi lama-kelamaan senyumnya pudar dan dia menangis. Tubuhnya yang sedari tadi jelas kulihat, semakin lama semakin menghilang dan dia sekarang sudah tidak ada disitu. Kemana perginya dia?

“hyeseung-ah! Kau sedang memikirkan apa? Ayo pakaikan cincinnya” ujar minho-ssi membuyarkan lamunanku. Mungkin tadi aku hanya berkhayal saja.

Aku memakaikan cincin ke jari manisnya, dia mencium keningku lalu bibirku. Kami sudah resmi menikah. Sekarang aku adalah miliknya. Taemin-ah, aku sudah menjadi miliknya ^^ kau senang kan?

Sekarang aku mendapati taemin-ah sedang berdiri di pojok ruangan, masih menggunakan pakaian yang tadi, dia bertepuk tangan dan berkata “selamat hyeseung, terimakasih sudah menuruti apa mauku. Saranghaeyo” lagi-lagi tubuhnya menghilang. “cheonmaneyo taemin-ah” ujarku.

-hyeseung POV end-

-END-

HUAAAAAAAAAAAAAAAAAAAH nih aku post endingnya hahahaha

Oh ya, ini itu FF PERTAMA BERCHAPTERED PERTAMA AKU jadi mohon maaf kalau cerita dan bahasa pengetikan atau kata-kata atau apalah yang masih banyak kurangnya. Aku tau ko ini FF banyak banget kurangnya wkwkwk. Jadi mohon maaf ya~ Ini ff udah jadul banget sebenernya. Udah lama. Cuma aku mau post di FFI aja, apa laku atau engga, cuma mau ngetes. Eh ga taunya, ternyata ga selaku FF aku yang lainnya wkwkwk. Aku akuin ko kalau FF aku yang ini jelek. Maklum ya, namanya juga orang baru belajar menulis^^

 

Oh ya, makasih ya buat yang udah suka sama FF ini^^ LOVE YOUUUUU hahahaa

2 responses »

  1. Thor knp crita nya jd kyak gni?
    aku mrasa hyeseung trpaksa mnikah dgn minho agar janjinya dngan taemin terpenuhi
    Tp overall bguz thor
    #daebak

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s