Love Is Punishment [PART 1]

Standard

Author : Nisa Ayu Thayalisha Hadi (Nam Hyen Hyo)

Cast :

Lee Taemin

Choi Jinri

Nam Hyen Hyo

Cho Kyuhyun

Title : Love Is Punishment (PART 1)

Length : on going~

Genre : Romance, Angst

Rating : PG-13

Disclaimer : The casts are belong to God, and this Fan Fiction is belong to me kekekeke~ i own this plot ok?

Note : This is pure my imagination.

Credit Poster : cutepixie@darkreflection.so-pink.org

NB : FF ini aku buat karna aku terinspirasi oleh lagu ‘Love is Punishment’ yang dibawakan oleh K. Will di OST Brilliant Legacy. Setiap kalimat yang bergaris miring, itu adalah translate-an dari lagunya. Semoga ceritanya menyenangkan^^ happy reading heheh~

===============================================================

                                                           

TAEMIN POV

“Jinri-ah, mengapa kau menangis?” tanyaku saat mendapati Jinri dengan mata sembamnya saat memasuki mobilku.

“ya! Taemin-ah, kau bodoh? Aku ini habis berakting!” jawabnya yang berhasil membuatku tertawa terbahak-bahak. “Jangan tertawa! Atau aku tidak ingin menggoda Kyuhyun lagi” aku langsung berhenti tertawa dan bertanya lagi “bagaimana tadi?”

“ku rasa semuanya akan berjalan dengan lancar. Kau tau taemin? Kyuhyun itu lemah dengan wanita!”

“good. Sepertinya usahaku untuk mendekati Hyen Hyo akan mudah jika Kyuhyun sudah terpancing olehmu” aku menginjak gas mobil dan menjalankannya.

Hari-hari menuju kebahagiaanku pun akan segera dimulai.

JINRI POV

“Jinri-ah, mengapa kau menangis?” tanyanya saat aku baru saja memasuki mobilnya. Kau tanya mengapa aku menangis? Ya aku menangis gara-gara kau bodoh! Kau tahu? Hatiku sakit saat harus menggoda Kyuhyun. Bukan karna aku tidak kenal dengan dia, tapi karna aku tau, saat aku menggoda Kyuhyun, kesempatanmu untuk dekat dengan yeoja itu sangatlah besar! Aku tidak rela! Aku tidak mau! Tapi asalkan senyum damaimu itu akan selalu bertengger di bibirmu, aku rela, aku mau, walaupun aku harus memaksakannya dan tentunya hatiku rasanya sangat sakit.

“ya! Taemin-ah, kau bodoh? Aku ini habis berakting!” jawabku yang berhasil membuatnya tertawa terbahak-bahak. “jangan tertawa! Atau aku tidak ingin menggoda Kyuhyun lagi” dia langsung berhenti tertawa. Seingin itu kah? Dia seingin itu kah aku untuk menggoda kyuhyun? Sampai-sampai saat aku mengancamnya seperti itu, dia langsung berhenti tertawa. Maafkan aku yang telah menyakiti diriku sendiri.

“ku rasa semuanya akan berjalan dengan lancar. Kau tau taemin? Kyuhyun itu lemah dengan wanita!” kataku seolah-olah senang dengan ‘pekerjaan’ku kali ini. Kyuhyun…. dia mencintai yeoja itu dan bisa mendapatkannya. Yeoja itu… dia bisa mendapatkan Kyuhyun, pasti dia juga mencintainya. Taemin…. dia mencintai yeoja itu dan berusaha untuk mendapatkannya, tidak mengenal walaupun yeoja itu sudah menjadi milik Kyuhyun. Aku? Aku…. aku hanya bisa mengangumi orang yang kucinta dari jauh. Tanpa ada usaha. Tetapi jika usaha untuk menyakitkan hatiku, itu ada. Setiap Taemin suka dengan yeoja, aku selalu membantunya. Walaupun aku tau itu hanya akan menambah lubang di hatiku. Tapi mau apa lagi? Aku tidak bisa mengungkapkan apapun pada Taemin. Aku hanya bisa membantunya. Tapi bukan hanya sekedar membantu yang membuat aku dan Taemin senang. Aku membantu Taemin senang, tetapi tidak denganku. Aku tidak senang. Aku menangis. Aku sedih. Hatiku sakit. Sangat sakit. Lalu sebutan apakah yang pantas untuk yeoja sepertiku ini? Kurasa sebutan yang paling buruk yang pernah ada-lah, yang akan menjadi sebutan untuk diriku.

“good. Sepertinya usahaku untuk mendekati Hyen Hyo akan mudah jika Kyuhyun sudah terpancing olehmu”

Lagi-lagi kau melakukan tindakan bodoh seperti ini lagi, Choi Jinri.

HYEN HYO POV

“kyu, kenapa kau diam saja?” aneh. Biasanya kalau dimobil seperti ini, dia selalu mengajakku ngobrol. Kenapa sekarang dia malah diam saja? Apa dia sedang bad mood?

“ah, ani”

Aneh. Sungguh ini aneh sekali. Ini bukan Kyuhyun.

“kau aneh”

Oya, apa aku ceritakan saja ya kepada Kyuhyun tentang namja yang bernama Lee Taemin itu? Biar ada topik pembicaraan, rasanya menyeramkan kalau hening seperti ini. Tapi… kalau aku ceritakan… ah! aku tidak mau Kyuhyun ikut campur urusanku. Walaupun yang sedang dia ganggu sekarang ini adalah hubunganku dengan Kyuhyun, tapi aku rasa Kyuhyun tidak usah mengetahuinya. Aku takut nanti si Lee Taemin itu di apa-apakan lagi sama Kyuhyun. Bukan karna rasa kasihan, masalahnya nanti aku tidak bisa mengikuti permainannya. Aku hanya ingin tahu dan memastikan saja apa sih yang selama ini ada di otaknya sampai 2 tahun ini dia setia sekali menguntitku. Hah.

“kau juga aneh” kata Kyuhyun yang berhasil membuatku gelagapan. Dia seperti bisa membaca pikiranku. Bagaimana jika dia benar-benar bisa membaca pikiranku? Hah. Aku bilang dia aneh. Dia bilang aku aneh. Kita aneh. Hari ini aneh. Ada kejadian aneh. Yang dilakukan oleh orang aneh. Aneh.

KYUHYUN POV

“kyu, kenapa kau diam saja?” Hyen Hyo membuyarkan lamunanku. Ah aigo bahkan sekarang aku melupakan kehadiran Hyen Hyo di sebelahku. Mengapa aku terus kepikiran dengan gadis kecil itu? Ya Tuhan, Kyuhyun, kau harus lihat situasi. Kau sekarang sedang bersama pacarmu. Jangan pikirkan hal yang lain, apalagi wanita lain. Jangan buat pacarmu ini curiga Kyuhyun-ssi babo!

“kau aneh” aku? Aneh? Ah, pasti karna tadi aku diam saja. Lagian aku bodoh sekali! Bisa-bisanya aku memikirkan gadis itu disaat seperti ini.

“aku sedang banyak pikiran, maaf” ucapku segera menjawab pertanyaannya. Walaupun dia tidak menanyakannya, tapi aku tau di otaknya itu pasti dia bertanya-tanya, dari raut wajahnya saja sudah keliatan. Aku ini bersama dengannya sudah 4 tahun. Tentunya aku sangat mengenal dia.

Daritadi aku perhatikan, dia seperti sedang bermain dengan pikirannya sendiri, biasanya kalau aku diam, dia yang bicara. Kenapa sekarang aku diam, dia juga diam? Apa yang sedang dipikirkan? Sepertinya serius sekali. Apa dia juga sedang ada masalah? Tapi bukannya dia selalu menceritakan semua masalahnya kepadaku? Dia tidak pernah menyembunyikan apapun dariku, selama ini sih aku tahunya begitu.

“selain sebagai pacar, kau juga aku anggap sebagai sabahat terbaikku. Makannya aku selalu menceritakan semua masalahku kepadamu” Hyen Hyo pernah berkata begitu.

“selain sebagai kakak, kau juga aku anggap sebagai sahabat terbaikku. Makannya aku selalu menceritakan semua masalahku kepadamu” dan Kyu Ra pun pernah berkata begitu. Kata-katanya sangat mirip, sungguh. Ini lah yang semakin membuatku yakin bahwa aku mencintainya hanya sebatas adik. Tidak lebih. Aku selalu menyamakan kedudukan Hyen Hyo dengan Kyu Ra. Berarti aku menganggap dia adik, tapi dia pasti tidak seperti itu. Ya Tuhan, maafkan aku. Hyen Hyo maafkan aku yang tidak bisa memberimu lebih. Aku hanya bisa memberikan harapan. Tapi aku tau ini akan jadi hal paling menyakitkan dalam hidupmu. Makannya aku tidak ingin memberitahumu. Aku belum siap melihat kau sakit hati. Maafkan aku yang telah menyembunyikan perasaan asliku.

“kau juga aneh” keheningan ini…. aneh sekali. Selama perjalanan, setelah mengatakan tadi, dia tidak menjawab. Dan tidak ada satupun dari kita yang berbicara. Radio pun mati. Benar-benar hening.

                                                          ***

Bodoh kau Kyuhyun! Kenapa tadi kau lupa meminta nomor gadis itu? Siapa ya tadi namanya?

Aku berkutik dengan pikiranku sendiri mengingat-ngingat namanya.

“jin.. cho.. atau choi? Choi? Sepertinya Choi, tapi Choi siapa? Choi Jin… aaah! Tadi siapa ya nama belakangnya? Choi Jin(bla). Aduuuh Choi Jin siapa???”

Ah! masalah nama jangan dipikirkan dulu. Aku khawatir sekali dengannya. Apa dia juga berdiam diri sama seperti waktu aku kehilangan Kyu Ra? Pasti dia sekarang sangat terpukul sekali. Aduh! Aku harus menghubunginya, tapi tadi aku tidak minta nomornya. Bodoh sekali!

Dia akan menghubungiku tidak ya? Atau dia sudah mengirim e-mail untukku? Aku langsung membuka yahoo!mail ku. Ah! tidak ada. Kenapa sampai sekarang dia tidak ada kabar? Aku hanya takut karna dia depresi dan akal sehatnya sudah hilang karna stress, lalu dia bunuh diri. Ini sama seperti perasaanku waktu itu. Ingin menyusul Kyu Ra saja. Jangan-jangan pikiran kita sama. Aduh!

Drrt drrt drrt

“Yeobsaeyo?” sapaku saat mengangkat telfon dari nomor yang tidak kukenal.

“Kyu oppa, ini Jinri, kau belum tidur?” Jinri? Oh ya! Jinri! Ternyata namanya Choi Jinri. Bodohnya aku sampai melupakan nama seorang gadis yang imut ini.

“ah ne Jinri-ah, aku belum tidur. Aku memikirkanmu daritadi. Bagaimana kau sekarang? Sudah baikan?”

Aduh! Dia menangis semakin keras! Eotteoke??? Dia sama seperti aku waktu dulu.

“besok, di restoran yang kemarin, aku akan menunggumu disana. Kau datanglah. Jam 8 pagi. Aku berjanji akan menenangkanmu. Kau tidak pernah merasakan pelukanku kan? Pelukanku ini bisa menenangkan semua masalah hehehe” kekehku seraya memberinya ketenangan. Berhenti lah menangis. Kumohon. Aku tidak sanggup melihatmu merasakan kepedihanku kehilangan seseorang seperti dulu. Aku hanya ingin, didunia ini hanya aku yang merasakan itu. Karna aku tau betapa pedih dan sakitnya perasaanku pada saat itu.

“sekarang tidurlah. Pikirkan saja aku ya untuk mengurami bebanmu hehe. Dah Jinri, kau harus beristirahat” ucapku lembut dan dia langsung memutuskan sambungan telfonnya. Untunglah, dia baik-baik saja. Setidaknya, dia sedang tidak melakukan hal yang gila bukan? Aku lega sekali bisa mendengar suaranya tadi. Aku pikir dia sudah melakukan hal yang macam-macam. Mencoba bunuh diri misalnya? Aduh, aku tidak bisa membayangkannya.

JINRI POV

“kau tidak menelfon Kyuhyun? Bukannya dia memberi nomer handphone-nya padamu?” tanya Taemin sambil merebut snack yang ada di tanganku.

“aish! Snack-ku!” aku berusaha merebutnya kembali, tapi dia menjunjung tinggi snack itu “kalau kau mau, telfon Kyuhyun dulu. Yakinkan dia bahwa masalahmu sekarang memang benar-benar terjadi” suruhnya. Aku harus berakting lagi? Agar menarik simpati Kyuhyun?? Agar taemin bisa dengan mudah merebut Hyen Hyo unnie itu?? Lagi? Aku harus melakukannya lagi? Aku harus melubangi hatiku lagi sekarang? Ya Tuhan, sampai kapan aku akan bertahan hidup? Kapan aku akan mati? Sepertinya hatiku ini sudah hancur tidak berbekas. Tuhan, kuatkanlah hatiku.

“ne” aku berjalan gontai, aku ingin menangis. Menangislah Jinri, sepuasmu. Aku sedih harus menerima kenyataan bahwa sekarang aku menuruti permintaan Taemin yang bisa membuat hatiku sakit lagi. Sungguh, hatiku sakit sekali. Kenapa aku begitu bodoh?!

“yeobsaeyo?” ujar seseorang diseberang sana.

“kyu oppa, ini Jinri, kau belum tidur?” tanyaku. Lalu suara dari seberang sana menjawab.

“oppa… hiks hiks.. oppa… eotteoke? Bayangannya selalu ada di otakku. Bahkan tadi aku berhalusinasi di peluk olehnya. Oppa.. padahal dia sudah meninggal. Dia tidak ada lagi bersamaku didunia ini. Apa aku harus menyusulnya kesurga sana agar aku bisa hidup bahagia dengannya? Oppa… aku tidak kuat harus hidup seperti ini. Dia pernah berjanji akan menikahiku.. oppa… tapi dia berbohong oppa! Dia berbohong! Dia meninggalkanku! Aku… hiks hiks” aku menangis terus dan terus. Seperti biasa, sebenarnya sekarang aku ini sedang menangisi Taemin. Hanya saja kata-katanya aku rubah saat berbicara pada Kyuhyun.

Maafkan aku Kyu oppa, aku telah membohongimu.

Maafkan aku diriku, aku telah membohongimu juga.

Maafkan aku hatiku, aku tidak bisa menolongmu dari tusukan pedang-pedang yang lancip itu.

Maafkan aku yang sama sekali tidak bisa membela diriku sendiri. Aku terlalu lemah.

“sekarang tidurlah. Pikirkan saja aku ya untuk mengurami bebanmu hehe. Dah Jinri, kau harus beristirahat” ucapnya lembut. “ne oppa, gomawo annyeong” dengan segera aku langsung memutuskan sambungan telfonku dengannya tanpa menunggu dia menjawabnya lagi. Aku sudah muak berakting seperti ini walaupun baru 2 kali kulakukan. Aku sebenarnya tidak ingin menyakiti diriku sendiri. Tapi mau bagaimana lagi? Aku terlalu mencintai taemin. Dan diriku juga mendesak untuk melihat senyum taemin. Hanya ini yang bisa kulakukan agar aku bisa melihat senyum damainya itu. Senyum yang bisa membuatku tenang.

“kau menangis lagi saengie… maafkan aku. Pasti melelahkan berakting seperti itu. Kau hebat. Kau pintar berakting ternyata” seru Taemin yang sedari tadi memang mendengarkan percakapanku dengan Kyuhyun. Dan dia bangga denganku. Bangga dengan kerjaanku yang bisa membantunya untuk dekat dengan Hyen-unnie. Dia bukan Bangga dengan diriku, hanya diriku tanpa melihat Hyen-unnie. Dia tidak seperti itu. Dan itu menyakitkan. Sungguh. Air mataku sudah tidak bisa dibendung lagi.

“yah, saengie, mengapa kau menangis lagi?” dia merengkuhku kedalam pelukannya dan mengelus rambutku pelan. “aku rindu orang tuaku” ucapku berbohong lagi.

Asalkan aku bisa melihat senyumnya itu, berbohong seribu kalipun aku rela.

TAEMIN POV

Dia menangis. Hebat sekali. Tapi kenapa hatiku merasa sakit saat melihatnya menangis? Kenapa aku berpikiran dan merasa kalau dia sedang tidak berakting. Aku merasa dia memang sedang menangis, mencurahkan seluruh perasaannya dengan air mata yang membawa luka itu. Tapi dalam keadaan seperti ini, dia masih bisa berbohong kepada Kyuhyun. Aku terlalu memaksanya, maafkan aku.

Tapi kenapa kau menangis Jinri-ah?

“kau menangis lagi saengie… maafkan aku. Pasti melelahkan berakting seperti itu. Kau hebat. Kau pintar berakting ternyata” setelah menelfon Kyuhyun, dia terus menangis. Aku jadi semakin yakin bahwa tadi bukan sekedar air mata buaya. Dia benar-benar menangis. Wae? Apa karna aku terlalu mendesaknya untuk melakukan hal seperti ini?

“yah, saengie, mengapa kau menangis lagi?” aku memberanikan diri untuk bertanya. Aku harap dia ingin menjawab jujur. Aku terus merengkuhnya kedalam pelukanku sambil mengelus rambutnya. Dia tidak menjawab. Lama sekali. Seperti sedang berpikir.

“aku rindu orang tuaku” orang tua? Bukankah dia tidak pernah sampai menangis seperti ini jika ingat dengan orang tuanya? Setahuku, selama ini jika dia rindu orang tuanya, dia akan menelfonnya, tapi kenapa sekarang menangis?

Ah, aku tau kau sedang menyembunyikan sesuatu saengie.

Aku tidak akan memaksa kau untuk memberitahuku. Tapi suatu saat nanti pasti kau akan memaksaku untuk mengetahui sesuatu yang sebenarnya.

“hm, Jinri-ah, besok kau akan bertemu dengan Kyuhyun di restoran itu kan? Bagaimana jika aku mengajak Hyen Hyo juga kesana? Agar dia bisa melihat Kyuhyun berduaan denganmu” tawarku, dia hanya mengangguk sambil terisak. Tidak pernah terpikirkan olehku, tangisannya terus berlanjut. Sebenarnya apa yang sedang dia sembunyikan dariku?

“aku akan menelfonnya” seruku lalu meninggalkannya untuk mengambil ponselku yang berada di kamar. Dengan segera aku langsung menghubunginya. Kau tau tidak aku mengetahui nomor dia dari siapa? Aku datang ke kantornya si Kyuhyun itu dan meminta nomor Hyen Hyo, aku bilang aku ini client dan ada janji dengan Kyuhyun, dan aku ingin menghubungi Hyen Hyo. Ternyata otakku berjalan juga saat itu.

“yeobsaeyo?” terdengar suara seorang yeoja dengan malas menyapa di seberang sana.

Aku mengajaknya makan di restoran yang juga Kyuhyun mengajak jinri kesana. Bagus bukan? Aku akan semakin bisa menjauhkan hubungan mereka. Aku memang jahat. Tapi untuk medapatkan hak yang sudah seharusnya menjadi milikku… why not?

JINRI POV

Taemin memutuskan untuk mengajak Hyen Hyo juga ke tempat itu. Pasti kita disana akan bertemu.

Aku bisa dengan mudahnya melihat Taemin sedang bermesraan dengan Hyen Hyo. Aku tidak bisa berpikir jernih sekarang. Kenapa hidupku sebegini menderitakannya? Mengapa? Apa aku ini terlalu bodoh?

Disana, Hyen Hyo pasti akan melihatku dengan Kyuhyun. Dan itu pasti akan menimbulkan emosi di antara keduanya, lalu mereka berantem, putus dan…. AH! TUHAN TOLONG JANGAN PUTUSKAN SEMUANYA SECEPAT INI!

Aku masih belum sanggup untuk kehilangan Taemin. Yang Taemin incar sekarang bukanlah untuk menjadi pacar, melainkan pendamping untuk hidupnya. Ya Tuhan, jika Taemin menikah, maka matikanlah aku pada hari itu juga. Jangan biarkan aku mengetahui kenyataan itu. Aku tidak bisa. Hatiku sakit. Aku terus menangis walaupun Taemin sekarang sudah gelisah bagaimana caranya menenangkanku. Kau bodoh Taemin! Kau bodoh!

Aku tau aku memang bodoh karna selalu mau diperbudak olehmu hanya agar bisa melihat senyummu itu. Hanya karna aku mencintaimu. tapi kau jauh lebih bodoh dariku karna kau sama sekali tidak pernah sadar bahwa aku melakukan semuanya demi kamu. Bahwa aku mencintaimu dan bahwa aku selalu menuruti keinginanmu walaupun hatiku sakit. Kau tidak peka! Kau bodoh! Yang ada dipikiranmu hanyalah Hyen-unnie dan wanita lain. Mengapa aku tidak pernah bisa masuk ke dalam pikiranmu walaupun hanya sedikit dalam kurun waktu jam? Wae? Wae taemin-ah, WAE?

HYEN HYO POV

“yeobsaeyo?” jawabku saat mengangkat telfon yang aku yakin itu adalah Taemin pelakunya.

“hyen hyo-ah, ini taemin, namja yang tadi mengajakmu mengobrol di perpustakaan hehehe” kekehnya. Benar saja kan? Dia mulai sekarang sudah menyusup kehidupku sedikit demi sedikit. Kurang ajar! Dia tidak akan pernah bisa menghancurkan tembok yang sudah kubangun dengan Kyuhyun selama ini. Tidak akan pernah bisa.

“besok ya di restoran yang dekat perpustakaan itu saja, jam 8 ya” ajaknya. Baiklah. Mungkin sekarang aku harus telfon Kyuhyun agar dia tidak menjemputku besok. Nanti dia curiga, lebih baik aku datang kesana sendiri. Aku sudah bertekad ingin mengikuti permainannya.

Tut tut tut setelah lama berbincang, akhirnya terputuskan juga sambungannya. Capek sekali telingaku mendengarkan ocehan tidak jelasnya.

Drrt drrt drrt aku melihat monitor ponselku. Kyuhyun Calling.

“yeobsaeyo?” sapaku ramah, berbeda dengan saat aku berbicara dengan taemin tadi tentunnya.

“hm, jagiya. Mianhae. besok.. mungkin kau pergi sendiri saja ya ke kantornya, aku ada urusan, dan juga, tolong nanti bilang pada karyawan lain, aku datang telat” baguslah, tanpa aku yang memintapun ternyata dia besok tidak akan menjemputku karna kesibukannya sendiri. Dan dia bilang apa tadi? Akan datang telat? Berarti aku juga bisa datang telat dong. Yah, rencanaku sepertinya akan berjalan dengan mulus.

KYUHYUN POV

Mudah-mudahan Hyen Hyo tidak curiga dengan apa yang akan aku lakukan besok. Seandainya dia curiga pun dan bertanya, mungkin aku akan menjawab dengan jujur. Mudah-mudahan dia mengerti. Setahuku selama ini, dia selalu mengerti aku. Jadi tidak masalah. Hyen Hyo adalah pacar yang baik. Sama baiknya seperti Kyura.

Ya Tuhan, kenapa selalu ada Kyura di otakku? Kyura, apakah kau masih ingin hidup dan berada disampingku? Kau tau, aku juga sangat merindukanmu dan berharap kau masih ada disampingku sampai sekarang. Aku sangat sayang padamu.

Hyen hyo, maafkan aku yang selalu menyamakan semuanya tentangmu dengan Kyura. Aku tau aku jahat. Tapi aku tidak bisa memaksakan diriku sendiri bahwa aku harus mencintaimu lebih. Kau sama seperti Kyura. Aku mencintaimu sama seperti aku mencintai Kyura. Tidak lebih. Maafkan aku.

TAEMIN POV

“turunlah, Hyen Hyo sudah menungguku didalam. Ingat ya, saat Kyuhyun masuk nanti, kau harus berteriak memanggilnya dan harus memeluknya. Aku akan duduk di tempat yang kira-kira Kyuhyun tidak bisa melihat Hyen, tapi Hyen dengan jelas dapat melihat Kyu. Arasseo? Kau harus duduk membelakangi Hyen agar dia tidak mengetahui wajahmu. Arasseo?” aku memberinya instruksi untuk menjalankan misi hari ini. Dan dia pun mengerti. Anak yang pintar. Jinri selalu bisa mengerti aku. Aku beruntung sekali bisa mempunyai adik sepertinya. Ya Tuhan, jangan pernah biarkan dia disakiti oleh orang lain karna dia terlalu baik. Aku akan menjaganya dan tidak akan membiarkan namja manapun menyakitinya. Aku berjanji.

“ayo masuk, kau jalan dibelakang ku ya?”

“aduh mianhae Hyen Hyo, aku telat. Hm, apakah kau sudah menunggu lama?” tanyaku sambil menarik kursi yang ingin ku duduki. “oh tidak, wae?” tanyanya.

“anii, kau sudah pesan minum dan makan?” tanyaku lagi.

“sudah Taemin-ah J” dia tersenyum manis ke arahku yang membuatku semakin ingin memilikinya. Aaah Hyen Hyo-ah, lain kali tunjukkanlah senyum manismu itu hanya di depanku. Bukan di depan namja lain apalagi KYUHYUN.

“oppa…..” teriak seorang yeoja. Aku tau… ini pasti Jinri. Aku melihat ke arah Hyen Hyo, dia sedang membelalakkan matanya melihat pemandangan yang menyakitkan ini. Jinri memeluk Kyuhyun, dan sekarang Kyuhyun memapah Jinri yang terlihat sangat lemah untuk kembali ke mejanya. Dapat dilihat dari sini Jinri menangis dan Kyuhyun memeluknya. Lama dan lama. Erat dan semakin erat.

Omooo aku tidak percaya! Aku yang sudah membuat skenarionya saja tidak percaya bahwa Jinri akan mencium Kyuhyun. Bibirnya kah? Aah! Aku hanya bisa melihat Jinri dari belakang, tapi dia tadi seperti mencium bibir Kyuhyun. Kalau iya…. berarti itu first kiss-nya Jinri dong?

Mengapa tiba-tiba hatiku merasa tidak rela dan sedikit berdetak lebih cepat ya? Sesak. Aish! Mengapa aku ingin sekali menghajar Kyuhyun kali ini?! Tapi bukan karna dia pacar Hyen Hyo, tapi karna dia sudah mencuri first kiss Jinri. Kurang ajar!

Tiba-tiba Hyen Hyo menarikku paksa agar keluar dari restoran ini. Pasti dia sudah melihat kejadian tadi. Kyuhyun dan Jinri.

“bawa aku pergi” pintanya. Baiklah. Aku akan hanya membawanya memutar-mutar sini saja. Lagipula aku tidak tahu akan membawanya kemana. Dan juga, sepertinya misiku sudah berhasil walaupun hanya seperti ini.

Majulah ke tahap selanjutnya… Lee Taemin.

HYEN HYO POV

“oppa…..” aku mendengar teriakan seorang yeoja dengan isakan. Seperti berteriak dalam tangisan. Aku mengedarkan pandanganku untuk mencari suara siapa itu. Dan aku melihat yeoja sedang berjalan ke arah pintu dan langsung memeluk…. KYUHYUN? Kelopak mataku melebar melihat apa yang sedang terjadi di restoran ini. KYUHYUN? Yeoja itu memeluk Kyuhyun? Memang dia siapanya Kyuhyun?

Kemarin dia bilang tidak bisa menjemputku dan ada urusan. Apa ini yang kau sebut dengan urusan Kyu? Urusan untuk menghianatiku dan membuat hatiku sakit? Jadi ini penyebabmu mengapa kau tidak pernah membahas soal menikah? Kau sudah mempunyai….

Tapi tunggu, apa benar itu selingkuhan Kyuhyun? Tadi dia memanggilnya oppa, mungkin saudaranya. Aku harus mengamatinya dulu. Aku tidak boleh cepat salah paham seperti ini.

Ah, yeoja itu sepertinya menangis, bahunya bergetar hebat dan dengan sigap Kyuhyun memeluknya. Mengapa lama sekali? Satu menit… dua menit… tiga menit… kenapa pelukannya tidak kunjung lepas juga. MWO? Kyuhyun semakin mendekatkan badannya dengan yeoja itu? Dia mempererat pelukannya? Kyuhyun? Kau…

Jangan menangis Hyen Hyo, jangan menangis. Sekuat mungkin aku menahan air mataku untuk tidak terjatuh, padahal semuanya sudah mengumpul berdesakan minta terjatuh di pelupuk mataku. Jangan jatuh sekarang, ku mohon.

Apa lagi yang akan kau lakukan Kyu? Huh?

Baguslah, kalau kalian sudah selesai berpelukan. Huh, aku lega sekali. Tapi apa lagi ya yang akan mereka lakukan?

Chu~

Yeoja itu…. dia… AH! dia mencium Kyuhyun!

Tes. Air mataku jatuh perlahan dan dengan cepat aku menghapusnya dengan punggung tanganku.

Kyuhyun sempat terdiam tapi sedetik kemudian dia tersenyum. Tertawa. Kyuhyun tertawa seolah dia memang suka di perlakukan seperti itu dengan yeoja itu. Bukan saudara namanya kalau berani sampai mencium bibir seperti itu. Tidak bisa dibiarkan! Tapi aku harus melakukan apa? Aku tidak mungkin mengatakan ini pada Kyu, aku takut dia marah padaku dan mengakhirkan hubungan ini karna Kyu sudah punya yeoja itu. Aku tidak mau itu terjadi. Jangan terjadi. Hyen Hyo, kau harus kuat.

“taemin, ayo kita pergi” aku menarik tangan Taemin untuk segera pergi dari restoran ini, tentunya aku berjalan melewati Kyu, tapi sepertinya dia tidak menyadari keberadaanku karna dia terlalu asik dengan wanita-nya itu.

Tuhan, kuatkanlah hati ku untuk saat ini. Aku tidak bisa menopang tubuhku. Tuhan, jangan biarkan hatiku pecah berderai-derai, tuhan, berikan aku kenyataan bahwa semua yang aku lihat sekarang ini hanyalah mimpi.

“bawa aku pergi” pintaku pada Taemin saat Taemin menyuruhku untuk masuk ke dalam mobilnya.

Sekarang, semuanya, aku serahkan kepada Taemin. Aku hanya bisa mengandalkan dia sekarang, mengandalkan dia agar dia bisa dan mau menenangkanku. Walaupun dia ini adalah pengganggu hubunganku, tapi ternyata yeoja itu jauh lebih mengganggu daripada Taemin. Aku terus mengeluarkan air mata, dan setiap air mata yang jatuh, akan langsung ku usap dengan punggung tanganku. Aku menangis, tapi seperti tidak menangis, karna tidak ada suara maupun isakan yang keluar dari mulutku. Aku hanya tidak ingin… terlihat lemah di depan orang-orang.

KYUHYUN POV

Esoknya

“oppa….” Jinri langsung memelukku saat aku baru saja membuka pintu resotran, matanya sembab sekali. Apa tadi malam dia terus menangis? Atau dia tidak bisa tidur?

“maaf aku datang telat. Jinri, jangan disini. tidak enak. Ayo duduk dulu” dia menuruti perintahku dan duduk di meja yang sudah kami pesan. Dan dia pun memulai ceritanya lagi. Sebenarnya ceritanya hanya seputar situ-situ saja, tapi aku tertarik sekali untuk mendengarnya. Jinri adalah diriku yang dulu. Seseorang yang bernasib sama denganku. Semoga kau tidak terlalu bersedih terlalu lama seperti aku ya.

Dia menangis semakin keras, lalu aku merengkuh tubuhnya ke dalam pelukanku. Mengusap puncak kepalanya pelan dan menasihatinya. Dia memelukku erat dan tidak ingin lepas. Biarkan saja Kyuhyun, biarkan. Dia butuh ketenangan. Aku menuruti keinginannya agar tidak melepas pelukannya.

“kau benar oppa, pelukanmu membuatku sedikit tenang” pujinya. Aku hanya tersenyum mendengarnya dan aku pun mengeratkan pelukanku. “peluklah aku jika ini bisa mengurangi beban dihatimu” ucapku lembut dan tersenyum hangat. Yang kubutuhkan sekarang hanyalah dia bisa tersenyum kembali. Aku tidak mau dia bisa merasakan sakitnya jadi aku yang kehilangan orang yang sangat dicintai.

“oppa, terima kasih kau sudah menenangkanku” dia berdiri dari tempat duduknya dan mencium pipi kananku. Sontak aku kaget. Tapi setelah itu aku tersenyum padanya, rasanya senang sekali dia sudah bisa tersenyum seperti itu. Selama aku kenal dengannya 2 hari ini, baru kali ini aku melihat senyumnya itu. Ternyata sangat manis. Dia memiliki mata yang bagus. Aku baru menyadarinya.

“cheonmaneyo Jinri-ah” aku mengusap puncak kepalanya dan dia tersipu malu.

JINRI POV

Aku sudah melakukan hal kau inginkan Taemin. Aku sudah menggoda Kyuhyun. Aku sudah memeluk Kyuhyun agar bisa membuat Hyen-unnie cemburu. Aku sudah menangis di depan Kyuhyun. Aku sudah berakting. Lalu kau ingin aku melakukan apa lagi?

Mungkin aku akan menunjukkan yang lebih hebat dari skenario yang ada.

Chu~

Aku mencium pipi kanan Kyu-oppa. Aku tau sekarang pasti kau dan Hyen-unnie sedang melihat ke arah kita kan? Apa ini kurang cukup membuat hati Hyen-unnie sakit?

Maafkan aku Hyen-unnie, Kyu-oppa, aku akan membuat hubungan kalian hancur.

Maafkan aku yang tidak bisa membela diriku untuk melakukan kebenaran. Maafkan aku. Aku mencintai Taemin.

Drap drap drap dapat kulihat dan juga ku dengar derap langkah taemin dan Hyen-unnie yang terburu-buru. Hyen-unnie menarik tangan Taemin untuk segera mengikutinya. Aku tau sekarang Hyen-unnie sedang marah padaku dan juga Kyu-oppa. Maafkan aku.

Aku melihat Taemin melirik ke arahku dan mengacungkan jempol kirinya, aku hanya tersenyum miris meratapi hidupku yang hanya bisa membohongi diri sendiri dan membuat hati orang lain sakit bahkan menghancurkan mimpi seseorang.

Maafkan aku, Kyuhyun, Hyen Hyo, Jinri. Maafkan Jinri ya Tuhan.

Terima kasih Taemin kau sudah menjebloskanku untuk menjadi pengikutmu. Busuk! Kau busuk taemin! Iblis!

Tbc—

NB : Ini Love Is Punishment part 1. Ini udah pernah aku publish di niathasff.blogspot.com tapi sayangnya itu blog malah ter-nonaktifkan -_-

Oh ya, ini FF berchaptered kedua aku setelah My First Love. Liat deh gaya tulisannya. Beda banget kan sama FF aku yang skg? Ambil contoh, coba bandingin FF ini dengan FF My Nightmare atau Sadness atau ficlet2 aku yang baru. Jauh kan?

Tapi, di part 9 sampe ending, gaya penulisannya udah hampir mirip2 sama Sadness/My Nightmare ko! Udah ga banyak pengulangan pada setiap POV. Aku tau, pengulangan2 itu bikin bosen, tapi jujur, aku males banget nge-remakenya. Jadi ya udahlah, apa adanya. Suka ga suka, itu kan terserah kalian🙂

Menurut aku yang sebagai author, konflik di FF ini tuh dari awal udah berkonflik. Nah, konfliknya bakal membara banget dan (mungkin) bakal ngebuat kalian nangis kalau udah part 9 sampe ending! Endingnya cuma sampe part 11 ko=)) dan aku janji bakalan ngepost FF ini setiap minggu. SETIAP MALAM MINGGU. eotte????

Mohon maaf kalau FFnya garing dan menyebalkan! Happy Reading^^

7 responses »

  1. heehee…..
    akhir ny ktmu jg ma blog chingu….
    kayak ny kyu blm nyadar prasaan ny ma hyen hyo….
    aq suka critq ny…lanjut chingu…fighting!!!

  2. Baru baca prolog sm part 1 padahal udah udah ada 10 part malah ada ending contest.
    Amat sangat terlambat, aku baca part selanjutnya yah, walaupun takut karna udah di kasih genre angst, tp ttp berharap end nya tar ga terlalu mengenaskan #pecintahappyending#

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s