[FICLET] Please Don’t Say

Standard

Author : Nisa Ayu Thayalisha Hadi (Nam Hyen Hyo)

Cast :

Lee Hyuk Jae

Shim Hyun Young

Title : [Ficlet] Please Don’t Say

Length : Ficlet

Genre : Romance, Angst, AU

Rating : PG-13

Disclaimer : The casts are belong to God, and this Fan Fiction is belong to me kekekeke~ i own this plot ok?

Note : This is pure my imagination.

Inspiration : F.I.X’s MV – Please Don’t Say

WARNING : If you want to read this ficlet one, you must watch how the MV it is. And play this song when you read this. And You’ll get the feeling better. TRY AND READ!

===============================================================

Tangan yang selama ini selalu terasa lembut, hangat dan nyaman. Perlahan-lahan terlepaskan. Aku hanya bisa menatap tangan kami yang terpaut. Namun perlahan-lahan melepas. Sampai pada akhirnya tangan kami terlepas satu sama lain. Aku masih tidak bisa melepas pandanganku dari tanganku.

“Ireojima…(jangan lakukan ini)” ucapku lirih lalu mendongak. Menatap mata Hyun Young yang sudah tergenangi banyak air mata. Beginikah sakitnya perpisahan?

“Neo, carilah yeoja yang lebih baik dariku. Bukankah kau selalu mengatakan bahwa aku ini jelek dan bodoh?” dia tersenyum sekaligus tertawa. Menjatuhkan buliran kristal dari matanya dengan mudah. Otakku berputar, memikirkan kejadian-kejadian yang telah kulewati bersamanya. Bagaimana aku mengatakannya bodoh. Bagaimana aku mengatakannya jelek. Bagaimana aku mencintainya sampai-sampai aku melupakan bagaimana caranya untukku mencintai diri sendiri.

“Ireojima…” bibirku terasa kelu. Mulutku seperti tidak bisa digerakkan. Mataku menatap matanya secara intens walaupun semuanya hanya bisa aku lihat secara bayang-bayang. Air mata yang kini menggenangi mataku, membuat semua pandangan di depanku terasa tidak nyata. Seperti hanya sebuah tokoh fiktif yang sedang aku bayangkan.

Dia berjalan mundur. Semakin menjauh. Semakin lama semakin mengecil. Semua  syaraf yang ada di tubuhku seolah-olah sudah tidak berfungsi. Dadaku sakit. Seperti tercekat. Tenggorokanku tidak mampu untuk mengeluarkan suara. Kerongkonganku tidak mampu untuk menelan apapun. Lidahku terasa kelu. Mataku seperti tidak bisa digerakkan untuk melihat sesuatu yang lain. Tidak berkedip. Tetap pada satu fokus utama. Shim Hyun Young.

“Lupakan aku, Hyuk Jae! Saranghae!” teriaknya dari kejauhan lalu berlari menaiki satu gerbong dan menghilang di dalamnya. Katakan padaku sekarang! Apa yang sepatutnya aku lihat jika satu fokus utama pandanganku sudah menghilang?!

Perlahan-lahan kereta ini bergerak maju. Melewatiku. Sampai akhirnya aku dapat melihat wajahnya lagi di balik satu gerbong. Berdiri tepat di belakang pintu. Dengan wajahnya yang masih sama dengan beberapa menit yang lalu. Dengan mata yang dipenuhi air mata. Pipi yang dibasahi oleh air mata.

“Mal hajima…(Tolong jangan katakan itu)” bisikku saat gerbong keretanya bergerak perlahan tepat di depanku.

“Saranghae” aku membaca gerakkan bibirnya. Menatapnya dibalik gerbong kereta yang berjalan semakin menjauh, mengecil, sampai tidak terlihat setitikpun. Pandanganku beralih pada telapak tangan yang beberapa menit lalu masih menggenggamnya.

Please don’t say

Please don’t say it

Don’t tell me to be well

Without you,

I Have no courage to live

Even one day

One minute

One second

Don’t do this

Don’t tell me that i will meet someone great

Because i’m scared of love

I don’t think i can ever do it again

I already know the words you want to say

Words that your trembling lips are trying to say

I close my eyes

With my cold hands

I cover my ears

I hold onto you –the ticking time

If it stops

Everything will be okay

It’s okay to have foolish thoughts

You know that i have no choice but to do this

This can’t be

How can i let you go?

How can everything change with just one word?

How can i live a day without you?

You tell me to meet someone better

To meet someone who will make me happy

You tell me on the verge of tears

Your throat locking up so you can’t say anything more

You keep pushing me out of you and the more you do that

You are filled up in me

I’m already scared, I’m not okay

Don’t leave me

Please stop and look back

I’m here

Look back at me!

I can’t let you go

I’m crying

Don’t do this

Please don’t show me your back

I’m so scared

If i see you get farther away

It’s obvious that my heart will follow you

Lalu sekarang apa yang harus kulakukan? Melupakannya? Melupakan seorang wanita yang sudah mengisi hari-hariku? Melupakan seorang wanita yang telah membuatku mengerti bagaimana rasanya mencintai? Melupakan seorang wanita yang telah merubah pusat pikiranku hingga teralih padanya? Melupakan seorang wanita yang selalu kusebutkan namanya dalam doaku? Melupakan seorang wanita yang selalu membuatku tersenyum? Melupakan seorang wanita yang wajahnya hampir sempurna, sesempurna aku memandangnya? Melupakan seorang wanita yang telah mengenalkanku pada dunia baruku? Melupakan seorang wanita yang telah memberitahuku—secara tidak langsung—bagaimana rasanya sakit saat berpisah?

Tidak bisakah dia berpikir bahwa aku sangat mencintainya dan memikirkan lagi bagaimana kata-kata yang terlontar dari mulutnya? Tidak pernahkah dia berpikir akan apa yang akan terjadi padaku saat dia meninggalkanku? Tidak akankah dia berpikir untuk mempertimbangkan keputusannya? Menuruti kemamuan orang tuanya untuk pergi keluar negeri dan menikah dengan yang lain? Menikah dengan pilihan orang tuanya yang lebih baik dariku? Tidakkah dia ingat akan apa saja yang telah terlontarkan dari bibirnya?

“Kau yang terbaik. Aku menyanyangimu, Hyuk Jae”

Aku melangkahkan kakiku berat, terseok-seok. Meninggalkan tempat ini. Tempat dimana terakhir kalinya aku dapat melihat wajahnya. Menatap matanya dengan intens. Menggenggam tangannya dengan erat. Berharap-harap bahwa aku hanya sedang bermimpi. Menguatkan hati dan mentalku, meyakinkannya bahwa ini hanya bohong. Dia hanya berbohong. Dia hanya ingin menjebakku dan sesaat kemudian dia akan kembali lagi padaku. Memelukku dari belakang. Mengecup pipiku dan kemudian berlari kabur sebelum aku mengejarnya.

Ini tidak terjadi.

Khayalanku.

Tidak bisakah kau memberikanku satu lagi kesempatan untukku dapat melihat wajahnya dan memeluknya sebentar saja, Tuhan?

Lalu kenapa kau mempertemukanku dengannya jika akhirnya kau harus mengambilnya kembali dan membuangnya jauh-jauh dari hidupku?

Mengapa kau membiarkan aku mencintainya jika akhirnya aku harus melihatnya terkait dengan yang lain?

Mengapa kau membiarkannya tetap mencintaiku jika akhirnya dia tahu bahwa aku bukanlah seseorang yang bisa hidup selamanya bersamanya?

“Aku akan pergi”

“Jangan bercanda”

“Aku sedang tidak melakukannya”

“Apa maksudmu?”

“Minggu depan. Aku akan pergi”

“Jelaskan padaku apa yang terjadi!”

“Aku akan menikah”

“A..Apa? Kau sedang bercanda kan?”

“Tidak. Aku benar-benar dalam melakukan ini. Orang tuaku telah memilihkanku pria lain yang sesuai dengan selera mereka. Lalu apa yang harus aku lakukan? Menolaknya? Aku bukan anak yang durhaka. Sekarang…” dia menundukkan kepalanya. Aku tau dia sedang menghindari tatapan mataku. Menyembunyikan tangisannya.

“Tinggalkan aku. Lupakan aku. Carilah yang lain, yang lebih baik dariku. Aku mencintaimu” dia berjinjit. Mendekatkan wajahnya dengan wajahku. Matanya terpejam. Sedangkan mataku masih tidak bisa berubah dalam menatapnya. Tidak bergerak. Terus menatapnya tidak percaya. Akankah? Benarkah?

Dia mengecup bibirku singkat kemudian berlalu pergi. Badanku masih tetap. Tidak berbalik. Jangankan untuk berbalik, untuk melepaskan pandanganku dari sesuatu yang ada di depanku saja, semuanya terasa kaku. Baru setelah beberapa menit kemudian, aku berbalik menatapnya. Menatap punggungnya yang berjalan menjauh. Semakin mengecil dan akhirnya tidak terlihat.

Bertemu dengannya, membuatku harus banyak belajar. Belajar bagaimana caranya aku mengatur detak jantungku yang selalu berdetak dengan tidak beraturan saat berada di dekatnya.Belajar bagaimana caranya aku harus mengolah dan memikirkan dengan baik kata-kata apa saja yang harus ku lontarkan agar tidak menyinggung perasaannya dan selalu membuatnya senang. Belajar mencintainya. Belajar bagaimana aku harus menjadi yang terbaik saat di hadapannya. Belajar untuk tidak menyakitinya. Belajar untuk selalu menjadi yang tersakiti demi tidak menyakitinya. Bahkan sampai akhirnya aku tidak pernah menyangka bahwa akupun harus belajar untuk merelakannya pergi. Belajar untuk merasakan sakit dan mengatasinya dengan baik. Belajar perlahan-lahan untuk melupakannya. Dan belajar untuk perlahan-lahan membiasakan hidup tanpa dirinya. Sampai akhirnya aku menemukan yang baru. Walaupun aku tau dan akan selalu tau bahwa tidak ada yang bisa aku cintai lagi. Bukan karna aku masih terikat padanya. Tapi karna aku takut. Takut tidak bisa mencintai wanitaku sebagaimana aku mencintainya.

Mencintainya, membuatku mengerti. Mencintainya, membuatku menarik satu kesimpulan yang terus aku pegang selama hidupku :

“Mencintai seseorang bukan menuntut kita untuk mengetahui apakah orang tersebut mempunyai perasaan yang sama dengan kita atau tidak. Mencintai seseorang, hanya butuh diam. Diam mengetahui dan akan selalu tahu bahwa kita mencintai orang tersebut…”

 

END

NB : Hiyaaaaaaa hari ini aku bikin 2 Ficlet buakakakakakakak

Yang This is Your Fault sama Ficlet yang ini.

Tau ga??????????? Aku bikin ficlet ini gara2 ketagihan sama lagunya FIX dan selalu seneng liat MVnya. Aku jadi kepengen banget bikin Ficlet tentang ini. TAPI… mohon maaf ya kalau jalan ceritanya beda. Jujur, aku bikin ini sambil dengerin lagu itu dan sambil nangis. Aku ngebayangin aku disini jadi Shim Hyun Young, pacaran sama Eunhyuk. Trs cinta banget sama Eunhyuk dan harus ninggalin gitu aja. Yang bikin aku sedih cuma satu : AKU GA MAU NINGGALIN COWO DENGAN MUKA KAYA MALAIKAT MONYET BEGITU >< Eunhyuk tuh cakep banget!!!!!!!!!!!!!! Ga kaya Donghae yang cakepnya kadang2 aja *digebukin Donghae* Kyuhyun juga cakep banget!!! Diapain aja cakep. Coba Donghae??? Tapi entah kenapa, aku ga bisa berpaling dari Donghae, sekalipun Donghae jelek TT_TT kayanya tuh orang udah melet gue deh #halah hahaha

HAYO! SIAPA YANG NANGIS BACA INI? ABSEN DI COMMENT YO! hahaha

Permohonan Maaf : Senin udah mulai masuk sekolah. Udah mulai sibuk. Tugas dan ulangan berceceran dimana-mana. Jadi aku mohon pengertiannya pada kalian semua jikalau aku terlambat dalam pempublish-an FF saya. Karna saya juga susah mencari waktu luang untuk membuatnya. Semoga kalian bisa mengerti dan terus mengikuti karya-karyaku tanpa bawel ya😉 *lempar bias masing2* DADAAAAH DON’T MISS ME! Tetep check blog aku ya, barangkali aku mau ngepost something yang Non-FF, kalau di FFindo kan ga bisa, jadi entar aku ngepostnya di blog aku aja yang ini hehehe

27 responses »

  1. ga’ relaaaaaaa……
    Ga’ rela nglyt kunyuk nangis!!!!
    Tega bner sih ceweknx????

    Oiya, kesimpulan kunyuk td bnr2 bkin melting…

  2. Eonniii, annyeong. Berkali2 baca ff dan komen tp blm kenalan. Annyeong, eonni. Bangapseumnida^^. Aku seneng bgt ff buatan eonni, tp cuma yg hyen-kyu sm ficlet (karya baru eonni). Ini ficletnyaaa, klo eunhyuk past dksh sad-end yah aduhh jd kasian sm dia haha

    • Halooooooo ^^
      Wah…. makasih ya udah suka, Kamu dipelet apa sama saya sampe suka sama ff-ff buatanku? hahahaha
      Iya, lagian aku ini lebih suka nulis Kyu-Hyen Story ko daripada yang lain🙂
      Cuma buat ficlet ini, karna terinspirasinya dari MV FIX – Please Don’t Say, jadi aku pake cast-nya Eunhyuk deh hahahah
      kasian ya si Kunyuk Kunyit T_T ayo kita turut berduka cita bersama

      eh, kamu manggil saya unnie, emangnya umur brp?

  3. aku gatau harus manggil kamu apa, aku gak tau kamu eonnie atau dongsaeng, tapi yg jelas aku suka ff buatanmu. neomu joa

  4. Pingback: [FICLET] PLEASE DON’T SAY (KYU-HYEN VERSION) « Nisa Ayu Thayalisha Hadi's

  5. Any0ng..aku manggil kamu saeng berarti..
    Scra aku udah tua L0L..
    Aduh saeng tu kta2 terakhr sumpah nyentUH bgt.dpat dr mana tu ?? Suka sumpah.. .. *lebay*🙂

  6. Pingback: URL

  7. Pingback: Wettbewerbe

  8. Pingback: Walking

  9. Pingback: [Ficlet] Please Don’t Say (Kyu-Hyen Couple) – Alligiance « Nisa Ayu Thayalisha Hadi's

  10. Pingback: [Ficlet] Please Don’t Say (KyuHyen Couple) – Discorded « Nisa Ayu Thayalisha Hadi's

  11. Pingback: [Ficlet] Please Don’t Say (KyuHyen Couple) – Discorded | FFindo

  12. Pingback: Sadness Part 8 « Nisa Ayu Thayalisha Hadi's

  13. Pingback: [FICLET] Please Don’t Say – Be Left (HaeNa’s Story) | FFindo

  14. Pingback: [FICLET] Please Don’t Say – Be Left (HaeNa’s Story) « Nisa Ayu Thayalisha Hadi's

  15. author bebskey, pinter deh ngrangkai kata-katanya, bneran kebawa suasana,
    good story, suka suka!
    tapi saya bacanya ga sambil dengerin lagunya mianhe.
    lanjut!

    ah! jadi kebawa galau nih saya ..

  16. FIX ya? Belom pernah denger, tapi penasaran.. Ntar deh coba browsing :”
    itu yg pake bhs inggris diijo-in itu translationnya chingu?
    Aaaaa jadi inget suju – let’s not, jd ini ficlet kayak answernya gitu T^T mana itu lagu fav aku pula,
    fiuuh great story thor! ><

    • Seru kan kalau sambil dengerin lagunya??? hahahhaa
      Wah ini mah air matanya bukan cuma air mata galau baca FF, tapi nyampur sama air mata galau asli nih😀 hahahahha

      Hihihi Thanks ya un^^

  17. Pingback: Blackhatlinks

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s