[FICLET] PLEASE DON’T SAY (KYU-HYEN VERSION)

Standard

Author : Nisa Ayu Thayalisha Hadi (Nam Hyen Hyo)

Cast :

Cho Kyuhyun

Nam Hyen Hyo

Title : [Ficlet] Please Don’t Say (Kyu-Hyen Version)

Length : Ficlet

Genre : Romance, Angst, AU

Rating : PG-13

Disclaimer : The casts are belong to God, and this Fan Fiction is belong to me kekekeke~ i own this plot ok?

Note : This is pure my imagination.

Inspiration : F.I.X’s MV – Please Don’t Say

You should read this one too : Please Don’t Say (Hyuk-Young Version)

WARNING : If you want to read this ficlet one, you must watch how the MV it is. And play this song when you read this. And You’ll get the feeling better. TRY AND READ!

===============================================================

Seorang jaksa mengetukkan palunya 3 kali. Terdengar membahana di seluruh penjuru ruangan. Kyuhyun memejamkan matanya. Suara palu yang dipukulkan selama 3 kali itu bagaikan kiamat baginya. Dan kini, suara palu itu terus terngiang-ngiang di kepala dan telinganya tanpa henti. Bagaikan sebuah audio dokumenter yang terus berputar.

Sebentar, Ia menoleh pada seorang wanita yang duduk di sampingnya—sedikit jauh darinya—yang Ia bersumpah tidak akan pernah berhenti untuk mencintainya. Pandangan wanita itu kosong menatap ke depan, tepat pada sebuah palu yang tergeletak di atas meja berlapiskan kain hijau polos. Lalu perlahan-lahan, dengan gerakkan yang sedikit lambat bagaikan slow motion, Ia menoleh. Menatap Kyuhyun tepat dimanik matanya. Mata mereka bertemu.  Satu hal yang paling menyakitkan disini, Kyuhyun melihat mata wanita itu tergenang oleh air mata. Tampak berkaca-kaca dan berkilau. Wanita yang biasanya angkuh, egois, dan selalu marah-marah kapanpun, wanita yang biasanya selalu tegar, kini terlihat rapuh. Sangat rapuh. Kedua ujung bibirnya diangkat, membuat senyuman yang bertengger di bibirnya. Senyuman yang selalu Kyuhyun suka. Senyuman yang selalu berkelebatan di pikirannya jika Ia sudah penat. Senyuman yang bisa memulihkan kembali kondisinya yang hampir buruk karna banyak pikiran. Ini adalah senyum terakhir yang bisa Kyuhyun lihat dan dia sendiri bahkan tidak tahu kapan akan bisa melihat senyuman itu lagi. Senyuman yang membawa kedamaian abadi dalam hidupnya. Sama halnya dengan Kyuhyun, wanita ini pun tidak tahu kapan akan bisa menenggerkan senyumannya lagi di bibir tipisnya.

Wanita itu segera berdiri dan menghampiri Kyuhyun. Mengulurkan tangannya yang gemetar, dan disambut oleh tangan Kyuhyun yang tidak kalah gemetarnya. Kyuhyun memegang tangannya erat, namun wanita itu cepat-cepat melepaskannya dan berhambur keluar dengan langkah cepat yang sedikit terseok-seok.

                                                                        ***

“Kau yakin?” tanya Kyuhyun dengan maksud memperlambat waktu agar dia bisa melihat wanita itu lebih lama lagi. Kini wanita itu tengah membereskan baju-bajunya dan dimasukkan ke dalam sebuah koper besar miliknya. Berkali-kali punggung tangannya menghapus air mata yang mengalir begitu saja tanpa kehendaknya.

“Bukankah seharusnya aku yang bertanya. Kau yakin? Kau yang menceraikanku, bukan aku!” bentak wanita itu sambil terduduk lemas di pinggir ranjang.

“Bukan aku yang menceraikanmu Hyen-ah! Ini bukan kehendakku. Aku dipaksa kedua orang tuaku, karena…”

“Karena kau ingin menikah dengan yang lain. Aku tau. Aku sudah muak mendengar kata-kata itu Kyu. Mungkin kita memang tidak berjodoh. Kita hanya sepasang mantan suami-istri yang melanggar takdir. Kita bukan ditakdirkan untuk bersama tapi kita tetap ingin bersama!” Wanita itu bangkit dan kembali membereskan bajunya. Tidak peduli dengan air mata yang terus mengalir dan menetes melalui dagunya. Cairan dari hidungnya yang keluar hampir mengenai ujung bibirnya. Berkali-kali Ia mengelap cairan di wajahnya, tapi cairan-cairan itu bagaikan tidak akan pernah surut dan tidak ada habisnya. Air matanya terus mengalir tanpa henti.

Helaan nafas wanita itu terdengar berat saat tangan kanannya menyentuh satu-satunya baju yang tertanggal di lemari itu. Dia memejamkan matanya sesaat, menjatuhkan seluruh air mata yang menggenang di matanya kemudian memasukkan baju itu ke dalam kopernya yang sudah penuh. Menutupnya dan kemudian mengangkat gagangnya. Kyuhyun masih dalam posisi yang sama seperti tadi. Menelungkupkan wajahnya pada kedua tangannya.

“Hyen-ah…” seru Kyuhyun saat mendengar suara koper berjalan. Dan benar saja, Hyen sudah berjalan hampir meninggalkan Kyuhyun. Langkahnya yang kurang lebih dari 10 langkah itu terhenti. Tapi badannya tetap. Tanpa menoleh. “Sekali lagi aku katakan, kau yakin?” tanya Kyuhyun dengan suaranya yang hampir pecah.

Hyen Hyo tidak menjawab, alih-alih menjawab, Ia malah melanjutkan jalannya keluar kamar.

“Sebentar!” Kyuhyun menyentakkan tangannya pada bahu Hyen, membalikkan badan wanita itu dengan sekali hentak dan membawanya ke dalam pelukannya.  Mata wanita itu tidak dapat terpejam. Menatap lurus tepat pada jas hitam yang masih dikenakan Kyuhyun. Mulutnya sedikit menganga. Air matanya terus mengalir membasahi jas hitam Kyuhyun dan membiarkannya masuk ke dalam mulutnya. Rasa asin kadang-kadang terasa di bibirnya. Berkali-kali Ia menelan ludah, namun rasanya hal yang biasanya dilakukan tanpa sadar, kini susah untuk dilakukan. Hidungnya terasa tersumbat. Atau mungkin udara-udara yang biasanya berkeliaran bebas memang sudah tersedot sampai hampir habis? Kenapa Ia merasa Ia sangat kesulitan sekali dalam menghambil nafas?

“Sebentar saja. Sekali saja. Untuk yang terkahir sebelum akhirnya aku akan pergi meninggalkanmu ke luar negeri” jelas Kyuhyun. Berkali-kali Hyen merasakan puncak kepalanya di tetesi air. Ia tahu jelas apa air itu. Itu adalah air mata Kyuhyun. Air mata orang yang sangat dicintainya. Air mata yang tidak pernah Ia kehendaki untuk dikeluarkan. Tapi akhirnya, pada saat ini, Ia mengeluarkannya. Menambah pedang yang terus menancap di hatinya. Tangan Hyen Hyo masih menggantung. Tangan kirinya tetap menjalar ke bawah, dan tangan kanannya tetap memegang gagang koper. Kyuhyun semakin erat membawa Hyen Hyo kedalam pelukannya. Seolah-olah ini adalah hari terakhir dimana Ia bisa merasakan bagaimana nyamannya memeluk istri tercintanya. Seolah-olah ini adalah hari terakhir dimana Ia bisa melihat secara keseluruhan diri Hyen Hyo dengan mata kepalanya sendiri. Ini memang yang terakhir, tapi Kyuhyun tidak pernah membayangkan seperti ini sakitnya saat-saat terakhir. Matanya terus terpejam. Tanpa pernah di buka. Hidungnya menghirup nafas dengan tidak teratur. Jantungnya berdetak dengan tidak karuan. Tenggorokannya serasa tercekat. Bibirnya sedikit terbuka untuk menghembuskan nafas.

Suara klakson mobil mengagetkan mereka berdua. Hyen perlahan-lahan mendorong tubuh Kyuhyun hingga mereka terlepaskan satu sama lain. Kyuhyun menatap Hyen Hyo dengan tegang. Melihat bagaimana punggung wanita itu berjalan lurus meninggalkannya. Melihat bagaimana punggung wanita itu semakin mengecil pada pandangannya. Melihat bagaimana rambut ikal coklat dan hitam panjangnya yang selalu Ia suka tergerai dengan indahnya di punggung. Melihat bagaimana mungilnya badan wanita yang sangat dicintainya. Ia terlalu sempurna. Terlalu sempurna di mata Kyuhyun, sampai-sampai pria ini sama sekali tidak bisa mengalihkan pandangannya dari wanita itu.

Wanita itu menoleh saat dirinya sudah berdiri di depan pintu mobil. Ia mengutuk dirinya sendiri di dalam hati. Menyesali perbuatannya yang tiba-tiba melepaskan pelukan mereka beberapa menit yang lalu. Sesungguhnya, tubuhnya masih membutuhkannya. Matanya masih membutuhkan pria yang satu ini untuk menjadi titik fokus utama pandangannya. Jika pria ini tidak ada dihadapannya, Ia sendiri tidak tahu apa yang patut Ia lihat di dunia ini lagi. Seberapa indahnya dunia ini, tanpa pria itu, dunia ini sama saja seperti hamparan pasir yang luas tanpa bangunan yang berdiri dimanapun. Semua syaraf tubuhnya masih membutuhkannya. Hidungnya masih ingin menghirup bagaimana wangi aroma tubuhnya yang khas dan selalu disukanya. Tangannya masih membutuhkan kehangatan dimana pria itu selalu menggenggam tangannya ketika ingin tidur. Kepalanya masih butuh dimanjakan. Bagaimana pria itu selalu memanjakannya dengan cara menepuk-nepuk puncak kepalanya dengan lembut dan pelan kemudian mengecupnya.

Beberapa menit, mata mereka tidak terlepaskan satu sama lain. Bahkan tidak berkedip. Mereka hanya akan berkedip ketika ingin menjatuhkan air matanya yang telah menggenang begitu banyak sehingga mengaburkan pandangannya.

“Kyu…” parau Hyen. Dia menundukkan kepalanya, menatap kedua sepatunya dengan kosong lalu mendongak lagi beberapa detik kemudian. Kyuhyun masih dalam posisi yang sama. Berjarak sekitar 5 meter darinya.

“Sekalipun kau menceraikanku, menikah dengan yang lain, dan kita sudah tidak ada ikatan apapun, aku tidak akan pernah berhenti untuk menyebutkan namamu di dalam doaku. Hanya kau satu-satunya nama yang selalu aku ingat. Kedua orang tuaku sudah membuangku demi aku menikah denganmu. Terima kasih sudah mengenalkanku pada beribu-ribu penyesalan dan keperihan hidup. Terima kasih sudah mengenalkanku pada beribu-ribu kebahagian dan ketenangan hidup. Kau mengajarkanku banyak hal, mengenalkanku pada banyak hal. Kau membuatku tersiksa dengan aku tidak bisa berhenti untuk mencintaimu sekalipun kau menikah dengan yang lain dan tidak memperdulikan aku lagi. Aku mencintaimu. Lupakan aku dan berbahagialah dengan yang lain. Aku terlalu buruk untuk orang sesempurna kau. Selamat tinggal” Hyen menghitung dalam hatinya sampai 3, tapi Kyuhyun tetap tidak menyahuti satu patah katapun. Ia kemudian memutuskan untuk masuk ke dalam taksi dan pergi ke stasiun. Pulang ke rumahnya yang dulu, tidak peduli apakah orang tuanya akan menerimanya kembali atau akan menolaknya mentah-mentah.

“mal hajima…” bisik Kyuhyun. Matanya masih menatap pada tempat dimana Hyen berdiri beberapa menit yang lalu. Dia tersadar, bahwa mobil tadi sudah tidak ada. Hyen sudah tidak ada! Kyuhyun langsung mengendarai mobilnya dengan kecepatan tiada tara, menuju stasiun! Dia selalu tahu apa saja yang akan dilakukan oleh istri yang sudah hidup dengannya selama 3 tahun ini! Dia mengenal wanita ini jauh lebih baik dari Ia mengenal dirinya sendiri.

Ia berlari kesana kemari mencari wanita dengan perawakan yang sudah Ia hapal di luar kepala dari sudut manapun. Sekalipun Ia menyamar menjadi seseorang yang tidak di kenal.

Kyuhyun memberhentikan langkahnya saat melihat seorang wanita tengah berdiri di pinggir bangunan. Menunggu kereta jurusannya datang. Kepalanya terus tertunduk. Entah karena Ia sedang menyembunyikan tangisannya atau karena Ia merasa pusing dan penat.

Kyuhyun berjalan dengan perlahan. Tidak ingin mengejutkannya. Ia beralih pada sisi kiri wanita itu. Melihat tangannya yang kosong, dengan segera Ia menyusupkan jari-jarinya pada jari-jari wanita tersebut. Mengenggamnya dengan erat dalam diam. Sekalipun saat wanita itu menoleh padanya. Ia memilih untuk diam. Memikirkan hal-hal yang membahagiakan dirinya dari kelakuan yang telah di perbuat oleh wanita tersebut sepertinya jauh lebih baik. Hyen Hyo pun diam. Tidak protes ataupun berontak. Terlintas di otaknya untuk melepaskan genggamannya saja tidak. Ia terus berdoa di dalam hatinya, semoga Tuhan dapat memberhetikan waktu dan membiarkan sekali lagi saja lebih lama untuk dia bisa berpegangan tangan dengan pria yang sangat di cintainya. Merasakan bagaimana kehangatan menjalar dari telapak tangannya menuju seluruh tubuhnya.

Mereka berdua berpegangan tangan dalam diam. Mulut mereka serasa bisu. Pandangan mereka serasa buta. Pendengaran mereka serasa tuli. Tidak menghiraukan hiruk-pikuk orang-orang yang berlalu lalang di sekitar mereka. Mereka terlalu tenggelam dengan pikiran mereka masing-masing tentang masa lalu. Tidak peduli dengan hari ini, jam ini, menit ini dan detik ini. Tidak peduli dengan beberapa menit yang akan datang.

Yang ada di pikiran mereka masing-masing adalah bagaimana caranya mereka merasa waktu yang singkat ini terasa begitu lama. Bagaimana caranya mereka mengubah rasa sakit ini menjadi rasa bahagia yang biasanya mereka dapatkan di hari-hari sebelumnya. Bagaimana caranya mereka mendapatkan kembali senyuman ceria mereka seperti beberapa bulan yang lalu. Bagaimana caranya mereka beradu kata-kata, mengeluarkan beribu-ribu kata untuk berdebat kemudian akhirnya saling mengalah dan tertawa bersama seperti sebelum-sebelumnya. Bagaimana caranya mereka bisa mengembalikan masa lalu mereka tanpa harus ada masa datang yang akan menghampiri hidup mereka.

Belum sempat mereka berpikir terlalu jauh, suara sirine kereta terdengar nyaring dan berdenging di telinga mereka berdua. Hyen Hyo dan Kyuhyun sama-sama mendongak. Tangan kanan Hyen mulai terangkat untuk menarik kopernya. Tangan kirinya, perlahan Ia melepaskan genggaman tangan Kyuhyun. Sedikit lagi tangan mereka terlepas, Kyuhyun malah semakin menggenggamnya erat, membuat Hyen tidak bisa lagi mempertahankan pertahanannya. pertahanannya runtuh begitu saja. Air matanya mengalir kembali dengan pelan. Perlahan Kyuhyun mulai melepaskan genggaman tangannya dan membiarkan wanita itu menaiki kereta dan berdiri tepat di balik pintu kacanya. Memisahkan mereka pada jarak walau masih bisa ditangkap oleh pandangan mereka masing-masing.

“Ireojima…” bisik Kyuhyun. Hyen Hyo membaca gerakkan bibir Kyuhyun dan langsung menutup mulutnya. Tidak percaya dengan apa yang baru saja diucapkan oleh pria di hadapannya ini. Air matanya mengalir semakin deras apalagi saat kereta ini berjalan. Membuat tubuh Kyuhyun mengecil bahkan sampai tidak terlihat oleh matanya sendiri. Merasa lemas, Hyen duduk di kursi terdekat dan meluapkan seluruh penyesalannya.

Kyuhyun berjalan terseok-seok meninggalkan stasiun tapi kemudian terjatuh dan berlutut menangis. Raut wajahnya datar. Hanya air matanya yang terus mengalir membasahi wajahnya. Pria yang biasanya terlihat jahil dan menyebalkan ini, sekarang bagaikan robot yang sudah tidak memiliki ekspresi. Hanya air mata yang bisa membuat orang-orang yakin bahwa pria ini masih hidup dan bernafas.

KYUHYUN :

Aku masih ingat janji-janjiku. Kau tau, bukan Tuhan, bahwa semua yang terlontar dari mulutku bukan hanya bualan indahku saja. Aku mengatakannya sebagaimana aku merasakannya. Kau memisahkan aku dengannya. Kau menakdirkan aku dengan yang lain. Kau membuatku harus terus melakukan dosa dengan membohongi perasaanku sendiri! Kau membuatku harus menyakiti 2 pihak! Kau membuatku harus membuat wanita yang sangat mencintaiku menangis tiada henti di hadapanku. Kau harus membuatku menyakiti wanita yang akan menikah denganku 1 bulan mendatang. Aku tidak akan mencintainya Tuhan. Aku tidak akan pernah bisa mencintainya sebagaimana aku mencintai wanita yang pernah menjadi istriku 3 tahun belakangan ini. Aku tidak akan pernah bisa mencintainya wanita itu sekalipun wanita yang aku cintai masih berada di dunia ini ataupun sudah berada di dunia keduaMu.

“Dengarkan aku Hyen-ah. Sekalipun aku menikahi 100 gadis, dihatiku istriku hanya satu. Kau. Percayalah. Sejak kapan seorang Cho Kyuhyun sering berbohong? Kau bisa mempercayai kata-kataku? Dan tolong, jangan tanyakan soal ini lagi padaku, arasseo?”

HYEN HYO :

Aku masih ingat permintaanku beberapa bulan yang lalu saat aku dan Kyuhyun masih berada di talak 1. Kau masih mengingat permohonanku, Tuhan? Hm? Kau bahkan tidak mengabulkannya. Kau bahkan sekarang membuatku tidak bisa lagi melihat senyumannya. Kau membuatku kehilangan satu-satunya alasan untuk aku ingin bertahan hidup di duniamu. Mengapa kau tidak adil denganku? Apakah ini salahku untuk mencintainya?

Tuhan, jika aku boleh meminta satu lagi permintaan, jangan pernah hilangkan senyum terindah yang selalu terhias di wajahnya seperti ini. Ini adalah salah satu alasan aku masih mau bertahan hidup di dunia-mu yang penuh penyiksaan…”

                                                                        END

NB : BUAHAHAHAHHAHA ngeliat comment yang Hyuk-Young Version ga banyak (Eunhyuk-Shim Hyun Young) jadi aku berinisiatif untuk membuat yang Kyu-Hyen versionnya juga. Semoga suka ya^^ kalau seandainya aku bikin Ficlet Please Don’t Say (entah versi siapa) itu pasti bakalan aku bikin sad ending kekekeke. Seru kan? Biar pada nangis (?)

Siapapun kalian YANG PERNAH MEMBACA FF SAYA YANG BERJUDUL SADNESS, pasti ga asing kan sama kata2 yang bercetak merah? Atau ga, kalian juga ngerasa ga asing kan sama cerita ini? Yap! Aku bikin ini karena terinspirasi dari lagunya F.I.X dan alur ceritanya terinspirasi dari FF aku yang sadness.

Di Sadness, aku bikin kalau Kyu nikah dengan Hye Ri dengan posisi Hyen masih tetep jadi istrinya kan??? Kalau di Ficlet yang satu ini engga =)) Aku bikin disini Kyu mau nikah dengan Hye Ri, tapi Kyu harus nyeraiin Hyen dulu, dan ini udah ancaman dari keluarganya^D^ Menyedihkan ya! hahahhaa

Ini aku bikin disela-sela kesibukan aku mengedit film buat tugas bahasa Jepang. Yaudah, RCL YA! ^D^ Dadaaaah~ Semoga terus mengikut karya-karyaku dan tetap setia menunggu ya^^

22 responses »

  1. Pingback: [Ficlet] Please Don’t Say (KyuHyen Couple) – Discorded | FFindo

  2. Pingback: Sadness Part 8 « Nisa Ayu Thayalisha Hadi's

  3. Pingback: [FICLET] Please Don’t Say – Be Left (HaeNa’s Story) | FFindo

  4. Pingback: [FICLET] Please Don’t Say – Be Left (HaeNa’s Story) « Nisa Ayu Thayalisha Hadi's

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s