Love Is Punishment PART 2

Standard

Author : Nisa Ayu Thayalisha Hadi (Nam Hyen Hyo)

Cast :

Lee Taemin

Choi Jinri

Nam Hyen Hyo

Cho Kyuhyun

Title : Love Is Punishment (PART 2)

Length : on going~

Genre : Romance, Angst

Rating : PG-13

Disclaimer : The casts are belong to God, and this Fan Fiction is belong to me kekekeke~ i own this plot ok?

Note : This is pure my imagination.

Credit Poster : cutepixie@darkreflection.so-pink.org

NB : FF ini aku buat karna aku terinspirasi oleh lagu ‘Love is Punishment’ yang dibawakan oleh K. Will di OST Brilliant Legacy. Setiap kalimat yang bergaris miring, itu adalah translate-an dari lagunya. Semoga ceritanya menyenangkan^^ happy reading heheh~

===============================================================

 

Hyen Hyo POV

“hey bodoh! Sampai kapan kau akan mengajakku keliling disekitar sini huh?” tanyaku ketus padanya. Sudah 3 kali kita melewati jalan yang sama. Dia pikir aku tidak memperhatikannya apa? Walaupun sekarang aku sedang bersedih dan pikiranku sedang tidak fokus, tapi akal sehatku masih jalan.

“habis aku bingung ingin kemana” jawabnya lugu. Sok lugu sekali kau Lee Taemin!

“lurus” suruhku. Kalau lurus, sebentar lagi aku bisa sampai di depan rumahku. Lebih baik aku pulang saja. Aku butuh ketenangan. Aku masih tidak habis pikir dengan apa yang dilakukan yeoja tadi. Apa benar dia itu selingkuhannya Kyuhyun? Kenapa Kyuhyun begitu senang tadi? Dan berani-beraninya dia menampakkan senyum 3 jarinya itu di depannya. Berarti dia bukan orang biasa bagi Kyu.

“aku akan menunjukkan senyum 3 jariku hanya untuk orang yang aku anggap spesial Hyen-ah, kau beruntung sekali bisa melihat senyumku itu setiap hari”

DEG!

Berarti… yeoja itu… spesial untuk Kyuhyun? Dalam ARTIAN apa?!

“STOP!” aku memberi instruksi kepada Taemin agar menyetop mobilnya. Jeduk! Aku menubruk dashboard mobil akibat rem-an Taemin yang terlalu mendadak dan pakem.

“ya! Kau itu bodoh sekali! Kalau mengerem itu hati-hati! Aisshh kepalaku sakit sekali!” bentakku pada Taemin. Sudah tau kepalaku ini lagi pening memikirkan Kyuhyun, kau tanpa berpikir lagi langsung saja membuat kepalaku semakin sakit. Namja babo! Kau sudah berani melukaiku ternyata ya Lee Taemin walau kau baru kenal aku 2 hari ini. Kurang ajar! Kepalaku sakit sekali aish.

“mianhae. kenapa kita berhenti disini?” tanyanya. Alah! Kau berlagak sekali Lee Taemin. Setiap hari juga kau kan selalu menongkrongi rumahku, kenapa sekarang kau berlagak pura-pura bego dan tidak tahu?

Oh ya, aku lupa. Dia kan sedang berakting. Ups.

“ini rumahku. Cepat parkirkan mobilmu dengan benar, aku tidak mau ada warga yang protes karna kau parkir sembarangan!” suruhku dengan tegas, dan dia langsung tancap gas dan memarkirkan mobilnya. Setelah mobilnya terparkirkan dengan baik, aku langsung keluar tanpa pamit apalagi berterima kasih padanya. Aku pikir orang seperti dia tidak pantas dapat ucapan terimakasih.

“ya! Noona, tunggu. Kau marah padaku?” tanyanya.

“ya tentu saja aku marah padamu. Kau lihat? Jidatku sampai benjol seperti ini! Memangnya kau pikir ini tidak sakit huh?” jawabku sambil terus mengusapi keningku dengan tanganku.

“boleh aku ikut masuk?” MWO? Dia ingin kerumahku begitu maksudnya? Apa boleh buat, daripada aku sendirian saja nanti di rumah. Lebih baik dia ikut saja. Aku sedang tidak ingin sendiri dan melayangkan pikiranku tentang kejadian di restoran tadi lagi. Itu adalah kenangan terburuk dalam hidupku.

“ikut saja”

“wah rumahmu rapih sekali ya noona” ucapnya takjub. Lee Taemin, aktingmu selama ini bagus sekali ternyata. Prok prok prok. Sampai kapan kau akan membawaku dalam permainanmu? Kau pikir aku sebodoh itu? Bukankah kau jauh lebih bodoh dariku? Jika dalam berakting mungkin kau akan lebih menang, tapi jika dalam menganalisa sesuatu, aku yakin aku lebih unggul darimu anak kecil.

“hm, noona, ini siapa?” tanya Taemin sambil menunjuk foto Kyuhyun yang terpajang manis di atas meja ruang tengahku.

Disitu terpampang foto Kyuhyun sedang merangkulku dan aku tertawa lepas. Aku senang sekali saat itu. Aku merasa bahwa hanya ada aku dihidupnya. Tapi sejak kejadian di restoran tadi… aku tidak yakin bahwa di hidupnya sekarang ‘hanya’ ada aku.

“namjachinguku. Wae?” lagi-lagi kau berakting Lee Taemin. Bukankah kau sudah tau bahwa itu Cho Kyuhyun namjachingu seorang Nam Hyen Hyo? Huh, otakmu licik sekali.

“bukankah itu… namja yang tadi di peluk oleh yeoja tidak jelas yang berteriak itu?”

DEG! Hatiku rasanya seperti baru saja di tendang oleh atlit bela diri. Jadi Taemin juga melihatnya? Taemin melihat yeoja itu dengan Kyuhyun? Aish! Lagian orang mana yang tidak akan melihat? Yeoja itu kan berteriak keras sekali dan sambil menangis. Aku juga yakin orang yang ada disana melihat ke arah mereka semua. Mereka jadi pusat perhatian. Aku senang Kyuhyun menjadi pusat perhatian, tapi yeoja mana yang akan senang saat melihat namjanya menjadi pusat perhatian dengan yeoja lain?! Tidakkah itu mengenaskan?

Kau tau… bisa dibilang sekarang Kyuhyun sudah berani selingkuh di depanku.

Tapi dia kenal yeoja itu darimana? Aaah! Aku baru ingat, apa mungkin ya? Tapi selama aku membaca di perpustakaan kota itu kan Kyuhyun selalu berjalan-jalan keluar. Apa mereka sering bertemu disana lalu menjadi dekat? Aaaaah SUDAH! AKU TIDAK INGIN BERLARUT DENGAN KEJADIAN INI SEMAKIN JAUH!

TAEMIN POV

Ternyata melelahkan sekali berakting. Seharian ini aku full berakting di depan Hyen Hyo setelah keluar dari restoran itu. Yang tidak habis pikir adalah, mengapa Jinri sampai berani mencium Kyuhyun? Bukankah semua yang sedang dilakukannya saat ini adalah akting saja sama sepertiku? Mengapa Jinri melakukan hal senekat itu? Dan mengapa aku merasa tidak terima dengan kelakuaannya?

“darimana saja kau?” tanyaku saat melihat Jinri yang baru saja pulang dan berjalan gontai. Dia tidak menjawab pertanyaanku dan melanjutkan jalannya menuju kamar.

“aku tanya darimana saja kau?!” aku terbawa emosi. Bukan karna dia pulang telat ataupun mengacuhkanku. Ini sudah sering sekali terjadi dan aku tidak pernah ambil pusing. Mungkin ini tidak masuk akal, tapi benar, aku emosi karna mengingat apa yang telah dilakukan Jinri pada Kyuhyun pagi tadi. Aku tidak bisa terima.

“bukan urusanmu. Aku kan sedang membantumu menjauhkan Kyuhyun dengan Hyen Hyo, bukan kah seharusnya kau senang?” tanyanya dengan nada sedikit keras. Apa dia juga membentakku? Sejak kapan dia berani berbicara seperti ini padaku? Apa ini efek dari dia terlalu lelah?

“aku memang menyuruhmu berakting. Aku yang membuat skenarionya. Tapi aku tidak menyuruhmu menciumnya!” ucapku dengan penekanan di akhir katanya.

“terserah aku dong. Aku kan sudah bilang, dia tampan. Dan kau pun bilang sendiri kan kalau aku bisa dekat dengannya saat aku menjalankan misi ini? Mengapa tidak aku manfaatkan saja? Lagipula aku senang bisa menciumnya” jawabnya dengan nada yang jauh lebih lembut daripada sebelumnya tapi tatapan matanya… dia berbicara lembut, tapi tatapan matanya itu menandakan kebencian. Sebenarnya ada apa dengan dia? Hari ini dia aneh sekali. Tidak biasanya dia seperti ini. Biasanya dia seperti ini kalau dia sedang mabok, apa tadi Kyuhyun mengajaknya ke cafe dan mabok bersama? Aish! Namja itu!

“aku tidak suka kau mencium dia!” tegasku lagi.

“apa urusanmu? Bukan urusanmu!” jawabnya dingin dan ketus.

“kau mabok Jinri-ah, kau mabok! Sadarlah! Itu first kiss-mu!” kataku lagi sambil memegang pundaknya.

“ah, sudahlah! Pikirkan saja tentang ciuman itu seorang diri. Aku muak!” dia melepaskan pegangan tanganku dipundaknya dan segera masuk ke kamarnya.

BRAK!

Dia membanting pintunya dengan keras.

WAE JINRI, WAE?

Bau alkohol. Benar. Dia mabok.

JINRI POV

“oppa, bisakah kau mengajakku ke cafe?” ajakku pada Kyuhyun oppa. Setelah melihat Hyen-unnie yang menarik tangan Taemin begitu saja dan saat Taemin mengacungkan jempolnya padaku itu…. Taemin. Kau menang sekarang. Hatiku sakit lagi. Kau pasti akan memanfaatkan keadaan itu kan? Aku muak Taemin, aku muak! Aku capek!

“ingin apa?”

“sudahlah oppa, turuti saja semua kemauanku yaaa Jaebal… aku berjanji tidak akan menangis lagi deh oppa!” ucapku memohon padanya sambil menunjukkan puppy-eyes ku.

Dia mengajakku ke cafe langganannya. Ternyata dia juga suka mabok. Sama sepertiku. Yang ada dipikiranku saat ini hanyalah ketenangan. Aku tidak lagi butuh senyum Taemin, karna senyum Taemin yang sekarang adalah senyum kemenangannya yang membuat pertahananku runtuh. Aku akan tenang hanya dengan botol-botol berisi air yang akan membuatku melayang ini. Aku hanya butuh ini.

“tambah” aku meminta tambah lagi pada pelayan bar ini. Lagi-lagi aku meneguk habis alkohol yang ada di gelasku. Aku tidak menghiraukan ocehan Kyu-oppa yang mati-matian menyuruhku untuk berhenti. Dia tidak minum sekarang karna dia harus bekerja.

Tidak Kyu-oppa, aku tidak ingin berhenti. Aku belum puas. Aku belum cukup melayang. Pikiranku masih ada pada Taemin. Hatiku sekarang masih terasa sakit. Air mata ini juga masih bisa untuk dikeluarkan.

Aku menangis.

“jinri-ah, wae? Kau menangis lagi kan? Aish!” Kyu-oppa menopang tubuhku agar bisa berdiri dengan benar, dia merangkulkan satu tanganku ke bahunya dan tangan kirinya merangkul di pinggangku. Dia membawaku ke luar dan memasukkanku ke dalam mobilnya. Dia mengantarkanku pulang setelah aku memberitahu alamat rumahku padanya.

Aku terus menangis mengingat setiap kata yang telah aku ucapkan.

Setiap kata yang aku keluarkan dari mulutku saat berbohong pada Kyuhyun itu ibaratkan satu pedang menancap lagi di hatiku. Sudah begitu banyak pedang yang menancap dihatiku ini sampai rasanya tidak cukup muat untuk menampungnya lebih banyak lagi. Aku melukai hatiku hanya untuk kebahagiaan namja yang aku cintai saat ini. Hanya untuk diriku yang mendesak untuk melihat senyum damainya walaupun aku tau setelah melihat senyum damainya itu hatiku akan sakit. Karna senyum yang bertengger kali ini bukanlah karna aku. Tapi karna ada yeoja lain di hatinya. Aaaah hatiku rasanya seperti di remas-remas sekarang.

“AAAH!” aku berteriak di dalam mobil Kyuhyun sambil terus menangis dan memegangi dadaku yang terasa sakit. Kenapa rasa sakit di hatiku tidak kunjung hilang walaupun aku sudah minum sebanyak itu? Apa kurang banyak? Aku tidak lagi mempedulikan Kyuhyun yang sepertinya sangat kewalahan melihat tingkahku yang semakin mengerikan ini. Wajahnya pucat dan khawatir sekali. Kyu-oppa, kau tidak usah mengkhawatirkan yeoja bodoh yang akan membuat hidupmu berantakan ini. Lebih baik kau jauhi aku jika kau tidak ingin hubunganmu dengan yeojamu itu hancur. Aku ini seseorang yang akan membuat semuanya hancur berantakan oppa. Aku ini jahat! Mengapa kau begitu mempedulikanku? Wae oppa?!

“jinri-ah, kau tidak ingin aku antar?” tawarnya saat sudah sampai di depan rumahku.

“tidak usah oppa, aku sudah sedikit sadar. Terima kasih atas tumpangannya. Maaf sudah membuatmu khawatir…” aduh kepalaku pening sekali. “ah! terima kasih” aku langsung masuk tanpa menghiraukan lagi kata-katanya yang menyuruhku hati-hati.

Penampilanku sekarang sangat berantakan. Mata yang betem karna habis menangis. Mulut yang bau alkohol. Rambut yang berantakan akibat aku tidak ingin diam saat di mobil tadi. Hidung yang merah karna aku menangis terus menerus.

“darimana saja kau?” aku tidak berniat untuk menjawab. Apa urusanmu Lee Taemin sampai sampai kau menungguku di ruang tamu seperti ini dan menanyakanku dari mana? Huh?

“aku tanya darimana saja kau?!” dia bertanya lagi yang berhasil membuatku menghentikan langkahku dan berbalik menghadapnya. Kau berani membentakku? Tadi kau membentakku? Apa urusanmu Lee taemin? Bukankah itu baik untukmu jika aku berlama-lama dengan kyuhyun diluar sana?

“bukan urusanmu. Aku kan sedang membantumu menjauhkan Kyuhyun dengan Hyen Hyo, bukan kah seharusnya kau senang?” jawabku asal karna masih kurang sadar. Aish. Kepalaku pening sekali.

“aku memang menyuruhmu berakting. Aku yang membuat skenarionya. Tapi aku tidak menyuruhmu menciumnya!” cium? Apa kau keberatan? Keberatan dalam hal apa huh? Ha ha. Kau lucu sekali. Kau tidak pernah melihatku, jadi kau tidak usah sok peduli padaku. Apa pedulinya kau dengan aku yang mencium Kyuhyun? Bukankah itu bagus karna sudah berhasil membuat Hyen-unnie marah pada Kyu? Mengapa sekarang kau malah membentakku?

“aku tidak suka kau mencium dia!” apa aku sedang tidak salah dengar Taemin? Kau tidak suka aku mencium Kyuhyun? Wae? Lagipula aku hanya mencium pipinya saja. Mengapa kau sepertinya keberatan sekali? Apa pedulimu hah? Aku tanya sekali lagi APA PEDULIMU? Sejak kapan kau merubah sikapmu menjadi mempedulikanku seperti ini huh? Ini bibirku, terserah aku ingin mencium siapa. Aku ini hanya yeoja yang tidak pernah dianggap olehmu. Mengapa kau sebegitunya mengkhawatirkan aku? Bukankah kau memang ingin ini terjadi? Tidak usah muna Lee Taemin.

“kau mabok Jinri-ah, kau mabok! Sadarlah! Itu first kiss-mu!” first kiss? First kiss kau bilang? Jangan salah paham hey! Aku hanya mencium pipi kanannya. Apakah salah? Dan lagi, untuk apa kau memegang pundakku huh? Kau hanya akan menambah beban dihatiku Taemin. Jangan dekat-dekat denganku. Aku terlalu ingin memilikimu. Jangan membuat aku semakin ingin memilikimu lagi. Jangan semakin membuatku sakit Lee Taemin, ku mohon.

“ah, sudahlah! Pikirkan saja tentang ciuman itu seorang diri. Aku muak!” Aish, kepalaku sudah tidak bisa ditahan lagi. Aku ingin ambruk sekarang juga. Lepaskan tanganmu ini dari bahuku Lee Taemin.

Aku melepaskan tangannya yang tadi menempel di bahuku dan segera masuk ke kamarku. Aku sudah tidak sanggup lagi untuk menjelaskannya lebih. Lagipula ini tidak penting baginya. APA PEDULIMU LEE TAEMIN?

BRAK! Aku membanting pintu kamarku dan segera ambruk sebelum aku sampai di kasur. Aku sudah tidak kuat lagi. Tubuhku sudah lemah sekali. Hatiku juga sudah lemah lee taemin. Aku sudah seperti orang yang tidak bisa apa-apa.

“ha ha, kau iblis taemin” ucapku sambil tertawa miris “kau membuatku semakin hancur setiap hari” lanjutku lagi.

“kau jahat lee taemin. Kau menyiksaku dengan senyumanmu itu uhuk uhuk” aku terbatuk sedikit dan melanjutkan pembicaraanku yang semakin ngelantur “andaikan aku tidak memaksa diriku untuk melihat senyummu itu, mungkin aku tidak akan separah ini ha ha ha kau…” sekali lagi aku tertawa miris dan melemparkan tas genggamku sembarangan.

Bruk. Tas itu mengenai lemari pakaianku.

Hah. Mataku lelah sekali.

KYUHYUN POV

Aish! Bocah ini sudah terlalu banyak minum? Mengapa dia tidak menggubris omonganku sama sekali? Ternyata anak ini terlalu keras kepala.

“tambah”

“jinri sudahlah”

“hah. Hah. Tambah ahjussi. Ppali!” pintanya lagi.

Sudah hampir 15 gelas dia minum. Walaupun dalam ukuran gelas kecil, bagaimanapun juga, yang namanya alkohol itu memabokkan, kau sudah terlalu banyak Jinri-ah, kau tidak boleh semakin menyiksa dirimu seperti ini.

Dengan paksa aku menyeretnya keluar dan mengantarnya sampai rumah.

“Hah, baguslah kalau dia sudah masuk ke dalam rumah dengan selamat” ucapku saat melihat tubuh Jinri menghilang dibalik pintu utama rumahnya. Setidaknya aku sudah sedikit lega. Di dalam pasti ada keluarganya, aku jamin tidak akan terjadi apapun di dalam sana selama keluarganya melindunginya. Aku hanya takut karna dia sedang depresi, dan dia juga tadi mabok, dia jadi…. ash!

Dia bukan kau Cho Kyuhyun yang selalu berpikiran bunuh diri saat Kyu Ra meninggal. Aku yakin Jinri lebih kuat dariku.

                                                                        ***

“annyeong. Hyen hyo dimana?” tanyaku pada salah satu karyawanku saat baru saja memasuki kantor. Mengapa mereka begitu rusuh dan bersanda gurau? Memangnya Hyen Hyo tidak mengawasinya? Aish! Mereka ini kalau ditinggal sebentar saja langsung tidak fokus pada kerjaannya. Bagaimana perusahaanku akan maju kalau memilki karyawan yang malas seperti mereka?

“ah Mr. Cho. Hyen Hyo-unnie tidak ada daritadi dia belum datang” jawabnya. Hah? Hyen Hyo tidak datang? Bukankah tadi malam dia tidak bilang bahwa ada urusan atau apa gitu yang membuatnya tidak bisa datang? Waktu aku bilang padanya akan datang telat juga dia sepertinya biasa-biasa saja. Kenapa sekarang dia tidak masuk? Dia tidak mengabariku lagi.

“kerja kalian! Jangan main-main saja! Gara-gara aku dan Hyen Hyo tidak ada, kalian bukannya kerja malah mainan. Kerja yang benar!” aku mengutus para karyawanku. Dasar orang-orang malas. Bagaimana mau bisa sukses jika bekerja saja tidak becus? Huh.

Pulang kantor

“yeobsaeyo jagiya, eoddiga?” tanyaku saat Hyen Hyo mengangkat telfonnya. Kenapa dia aneh ya? Daritadi aku menelfon tidak diangkat, dan ini baru deh dia angkat. Apa dia baru selesai mandi? Atau ketiduran? Ah, aku harus berpikir positif. Kan diantara kita tidak terjadi apa-apa, tadi malam saja masih bisa tertawa bareng dengannya di telfon. Tidak mungkin kan jika dia tiba-tiba marah? Kalau marah hanya karna aku tidak menjemputnya itu tidak mungkin. Sejak kapan Hyen Hyo-ku jadi manja seperti itu, iya kan?

“dirumah. Ada apa kau menelfonku?” tanyanya. Ada apa? Tidak seperti Hyen Hyo yang biasanya. Bukankah dia selalu senang jika mendapatkan telfon dariku? Hari ini dia kenapa?

“ada apa? Kau tidak suka aku menelfonmu? Aku punya salah apa? Kenapa nadamu tadi begitu ketus?” tanyaku bingung. Memangnya aku telah membuat kesalahan apa padanya? Bukankah hari ini kami sama sekali belum bertemu? Mana mungkin membuat kesalahan jika tidak bertemu satu sama lain.

“ada apa kau menelfonku? Jangan mengalihkan pembicaraan!” ucapnya dengan dingin. Siapa yang mengalihkan pembicaraan? Bukankah dia yang sekarang sedang mengalihkan pembicaraan? Aduh! Aku dibuat pusing sekali. Banyak sekali pertanyaan yang berkelebatan di otakku sekarang. Aku tidak bisa tenang. Hyen Hyo-ah, waeyo?

“tadi kenapa kau tidak masuk? Kau tidak mengabariku sama sekali. Wae geurae?” tanyaku.

“aku sakit. Sudahlah Kyu, aku butuh istirahat” jawabnya. MWO? Sakit? Jadi dia sakit? Aish! Tuh kan, apa kataku, jangan berpikiran negatif dulu. Kita harus berpikiran positif. Jadi tadi dia berbicara dingin itu karna dia tidak enak badan. Mungkin karna kepalanya pusing dan dia merasa diganggu olehku, dia jadi sedikit kesal. Diganggu? Aku berpikiran apa barusan? Jadi aku mengganggu dia?

“aku kesana sekarang” seruku langsung memutuskan dan mencari-cari kunci mobilku di sekitar kamar.

“ga usah. Aku ingin istirahat. Aku ga mau diganggu” ucapnya masih dingin.

“aku kesana sekarang. Tunggu ya” kataku mengabaikan tolakannya. Aku hanya ingin melihatnya memangnya tidak boleh? Apakah dia tidak pernah berpikir bahwa aku ini sangat mengkhawatirkannya? Lagipula kalau sampai sana dia sudah tidur, ya sudah, aku juga tidak akan mengganggu. Aku kan hanya ingin melihatnya. Memastikan bahwa dia baik-baik saja. Dengan begitu hatiku bisa sedikit lebih tenang. Aku masih shock dengan kejadian 10 tahun yang lalu. Kyu Ra meninggal dalam keadaan yang baik-baik saja. Bahkan tadi siangnya dia masih pergi bersamaku. Tapi malamnya, saat dia ingin pergi karokean dengan temannya, mobilnya mengalami kecelakaan dan nyawanya pun terenggut. Kematian seseorang kan bisa terjadi kapan saja. Aku hanya ingin memastikan saja bahwa Hyen Hyo sekarang baik-baik saja.

“aaah! Kyura lagi kyura lagi! Saengie, kenapa kau selalu berada dipikiranku?” tanyaku pada diri sendiri saat sudah mengendarai mobil menuju rumahnya.

Aku memutuskan untuk membeli bubur untuknya dan melanjutkan perjalananku lagi menuju rumahnya.

Ting tong ting tong

“annyeongie umma^^ bagaimana kabarmu?” tanyaku.

“ah, Kyuhyun. Ayo masuk. Baik, ada apa? Ingin bertemu dengan Hyen Hyo?” tanyanya tepat sasaran.

“ne umma” ucapku ramah sambil tersenyum hangat.

“biar umma panggilkan dulu ya” katanya lalu pergi meninggalkanku dan menaiki tangga rumahnya. Ne, Hyen Hyo berada di kamar lantai 2.

Kenapa lama sekali ya? Aku mengedarkan pandanganku dan akhirnya pandanganku berhenti pada sebuah figura yang ada di ruang tengah. Lantas senyumku mengembang melihatnya.

Tawamu bahagia sekali di foto itu, apa sekarang juga kamu masih bisa tertawa sebahagia itu? Kondisimu bagaimana Hyen Hyo? Aku khawatir, cepatlah turun dan temui aku. Aku rindu sekali padamu.

“ah, kyuhyun-ssi. Maaf ya, Hyen Hyo sedang tidak ingin diganggu. Tadi umma sudah membujuknya tapi dia memaksa agar tidak mau diganggu” ujarnya dengan nada kecewa.

“ah ne umma, gwaenchana. Ini, aku titip bubur untuknya. Katanya dia sedang sakit. Tolong sampaikan salamku untuknya ya umma” kataku.

“ah ne. Chakkaman Kyuhyun-ssi, siapa yang sedang sakit? Hyen Hyo baik-baik saja kok” balasnya. Baik-baik saja? Bagaimana bisa? Tadi dia bilang sakit, dan dia sekarang sedang tidak ingin diganggu, mungkin karna dia sakit. Pasti lah sakit. Apa umma-nya tidak tau jika anaknya itu sedang sakit?

Tapi tunggu! Memang ada yang aneh. Dia sakit tapi tidak bilang denganku. Dia tidak menghubungiku. Dia tidak ingin mengangkat telfon ataupun membalas pesanku. Dia melarangku untuk datang kerumahnya. Bahkan sekarang dia tidak ingin diganggu. Biasanya kalau dia sakit, saat aku kesini, aku boleh kok masuk ke kamarnya, dia malah membalasku dengan senyuman mirisnya itu. Senyuman yang seakan-akan mengatakan bahwa aku sakit. Tapi sekarang… kenapa dia….

“oh, mungkin aku salah dengar saat di telfon tadi umma. Ya sudah aku pamit dulu ya umma. Annyeong” pamitku lalu keluar dari halaman rumahnya.

Dia.. apa yang sedang dia sembunyikan dariku? Apa yang telah aku lakukan sampai-sampai bisa membuatnya menghindariku seperti ini? Benarkah? Dia sedang menghindariku? Wae?

HYEN HYO POV

“ah! kenapa kau mengganggu sekali sih Kyuhyun-ssi? Bisa tidak kau diam?!” amukku pada ponselku yang tidak berdaya itu. Nada dering terus terdengar dari telfonku. Tch! Berisik sekali. Berulang kali Kyuhyun menelfonku tapi aku tidak ingin mengangkatnya. Apa dia tidak pernah berpikir apa yang baru saja dilakukannya tadi pagi itu sudah menyakitkan hatiku? Mengapa semua orang yang hidup didunia ini bodoh? Kyuhyun bodoh, Taemin bodoh. Semuanya bodoh! Tidak ada yang mengerti aku kecuali air mata ini! Semuanya bodoh! Babo-ya!

“yeobsaeyo jagiya, eoddiga?” jagiya? Masih berani kau memanggilku jagiya setelah kau berselingkuh tepat di depan mataku Kyuhyun-ssi? Apakah kau tidak punya otak? Kau taruh dimana otakmu itu huh?

“ada apa? Kau tidak suka aku menelfonmu? Aku punya salah apa? Kenapa nadamu tadi begitu ketus?” iya aku tidak suka kau menelfonku! Mendengar suaramu itu membuat hatiku terbesit-besit. Apa salahmu? Memangnya kau tidak sadar kalau kau baru saja berselingkuh hari ini? Apakah ‘selingkuh’ itu sesuatu yang wajib dan tidak salah bagimu sampai-sampai kau tidak merasa bersalah?

“aku kesana sekarang” MWO? Dia ingin kesini? ‘Jangan membuatku semakin tersiksa Kyu, kumohon. Dengan perhatian yang kau tunjukkan saat ini, itu semuanya sudah berhasil menambah belatung dihatiku. Kau tau? Dengan cara perhatianmu seperti ini, aku baru sadar bahwa perhatianmu selama ini bukan hanya untukku, tapi sudah dibagi-bagi dengan yeoja barumu itu! Hati yeoja mana yang tidak merasa sakit menyadari hal seperti itu huh?’ Umpatku kesal dalam hati.

“aku kesana sekarang. Tunggu ya” kau memaksa Kyu! Kau memang sudah berniat ingin membuat hatiku sakit! Bodoh sekali!

“tidak umma. Aku tidak mau! Sekali tidak mau ya aku tidak mau! Aku tidak ingin bertemu dengannya! Bilang padanya aku sedang tidak ingin diganggu”  ucapku sedikit kasar pada umma sambil mengeratkan pelukanku pada guling. Memeluk guling lebih membuatku nyaman sekarang daripada memeluk Kyuhyun yang sudah ku tahu ternyata pelukannya itu bukan hanya untukku. Bodohnya aku selalu menganggap bahwa Kyu itu hanya milikku. Bahwa semua yang ada di dirinya itu hanyalah milikku. Kau bodoh Hyen Hyo! Kau itu terlalu berharap lebih! Jangan menyiksa dirimu sendiri bodoh!

TAEMIN POV

Ah ya, sudah pagi. Jinri. Iya jinri. Apakah dia sudah baikan sekarang? Lebih baik aku ke kamarnya saja.

Aku membuka pintu kamarnya dan aku membelalakkan mataku melihat Jinri tertidur di lantai dan sedang terbatuk-batuk sekarang.

“uhuk uhuk… uhuk uhuuk” *gaje banget beb itu suara apa haha* jinri mengenyampingkan tubuhnya dan muntah. Sudah kuduga ini pasti akan terjadi. Jinri pasti akan selalu muntah setelah mabok. Membuatku semakin khawatir saja. Aish! Menyusahkan.

“saengie-ah, ireona! Kau muntah!” kataku menghampirinya. Dia bangkit dari tidurnya dan segera pergi ke arah kamar mandi, aku menunggunya di depan kamar mandi. Kenapa tidak keluar-keluar? Lama sekali.

“a-a-aapa yang kau lakukan disini?” tanya Jinri kaget karna melihatku yang berdiri tepat di depan kamar mandinya. Dia meninggalkanku begitu saja. Aneh sekali.

“kemarin kau mabok. Apa yang sudah kyuhyun lakukan padamu?” tanyaku sambil memegang pergelangan tangannya. Dia melepaskan genggamanku dan berjalan ke kamarnya. “ya! Kau kenapa? Jawab pertanyaanku!” teriakku. Jinri merapihkan barang-barang yang ada di tasnya dan meraih handphonenya. Dia hanya melihat layarnya sebentar lalu memasukkannya kembali ke tasnya. Dia pergi melaluiku “kau mau kemana?” dia tidak menjawabku dan keluar rumah.

Aku akan mengikutimu.

Kau marah denganku? Wae?

Tadi malam… bukankah kau marah hanya karna kau sedang tidak sadar karna mabok?

Kenapa kau meneruskan marahmu sampai sekarang? Kau tau Jinri-ah? di diamkan oleh mu itu bagaikan kehilangan seseorang yang sangat penting di hidupku. Kau tidak pernah mengerti perasaanku. Aku selalu membutuhkanmu. Jangan terus bersikap seperti ini padaku. Kau menyiksaku.

Sungai Han

Sedang apa dia kesini? Dia duduk di pinggir sungai itu dan memainkan airnya. Kenapa dia seperti sedang sedih sekali? Sebenarnya apa sih yang sudah Kyuhyun katakan atau perbuat sampai-sampai membuat Jinri jadi begini? Dasar namja kurang ajar berani-beraninya kau mempengaruhi adikku!

Hyen… hyo? Aku melihat sosok seorang yeoja yang kuyakini itu adalah Hyen Hyo. Dia berada jauh dari sungai Han, tapi aku bisa melihatnya dengan jelas bahwa itu Hyen Hyo. Dia berjalan terus sampai terduduk di sebuah kursi. Aku harus kesana. Kesempatan besar! Ternyata walaupun sedang tidak menjalankan misiku, aku masih bisa bertemu dengannya. Memang benar dugaanku. Hyen Hyo adalah yeoja yang sudah Tuhan ciptakan untuk melengkapi kebahagiaan dalam hidupku.

Aku menghampiri Hyen Hyo dan duduk disebelahnya tanpa permisi terlebih dahulu. Dia melihat ke arahku. Dapat kulihat disitu mengalir deras air mata membasahi pipi halusnya. Wae? Kenapa 2 yeoja yang aku kenal sekarang sedang bersedih semua? Aku yakin penyebabnya itu pasti Kyuhyun. Sebenarnya Kyuhyun itu orang jahat atau orang baik? Kenapa dia tega menyakiti 2 hati yeoja-yeoja yang spesial bagiku? Kau akan habis ditanganku Cho Kyuhyun!

“wae geurae? Kau sedih kenapa?” tanyaku berusaha bersikap sekeren mungkin.

“entahlah. Hatiku sakit” jawabnya. “wae?” tanyaku lagi.

“nae molla. Aku hanya tidak bisa terima jika perasaanku dipermainkan seperti ini. Aku tidak suka semuanya dibagi-bagi” ucapnya. Dia ngomong apa sih? kenapa aku bodoh sekali sampai-sampai tidak mengerti omongannya.

“maksudmu?”

“ah sudahlah jangan dibahas” katanya.

“bagaimana jika kita ke sungai Han? Biar kau lebih tenang sedikit? Yuk!” aku menggandeng tangannya dan menariknya pelan. Menggiringnya agar dia mau ke Sungai Han. Sungai yang dipercaya bisa menenangkan hati seseorang.

JINRI POV

Kenapa nasibku sebegini malangnya? Kenapa hatiku rasanya masih saja sakit padahal aku sudah berusaha ingin membuang jauh-jauh perasaanku padanya? Mencintainya hanya akan membuatku sakit. Karna aku tau sudah tidak ada harapan sama sekali untukku masuk kedalam hatinya. Jangankan masuk kedalam hatinya, untukku masuk ke dalam otaknya saja tidak bisa, sampai-sampai dia tidak pernah memikirkanku sekalipun. Memikirkanku untuk menjadi yeojanya. Kapan namaku akan terlintas di otaknya dan hanya aku. Tidak ada yang lain. Hanya aku, tanpa alasan apapun. Hanya aku. Yang berasal dari hatinya.

Aku menangisi nasibku yang aku rasa cukup buruk dari yang sebelum-sebelumnya, aku memainkan air sungai han agar bisa merasa sedikit tenang. Lihat, air yang mengalir disini saja bisa sangat tenang dan tidak menimbulkan suara, mengapa hatiku tidak bisa setenang itu? Rasanya menyenangkan jika hatiku seperti air yang disini. tidak pernah merasakan rasanya sakit hati dan selalu senang. Air disungai ini bisa membuat orang yang mengunjunginya merasa sedikit lebih tenang walau hanya dengan melihatnya saja. Tapi air ini beruntung, mereka membuat orang lain senang tapi mereka juga senang. Kalau aku? Aku membuat orang lain senang tapi hatiku terluka. Bukankah itu namanya menyiksa?

Kau tau air? Kau sekarang sedang menampakkan wajahku yang begitu mengerikan. Terlalu kusut. Kau bening sekali, sampai-sampai aku bisa mengaca di dirimu seperti ini hahaha.

“kau enak ya, selalu tenang dan damai. Tidak pernah merasa terpuruk” ucapku sendiri pada air yang menggenang dihadapanku sekarang.

“Jinri?” panggil seseorang yang berhasil membuatku menengok ke arahnya. Kyuhyun? Mengapa dia bisa kesini?

“oppa, kenapa kau ada disini?” tanyaku.

“tidak, aku hanya sedang berjalan-jalan saja. Matamu sembab. Kau habis menangis lagi ya? Bukankah kau berjanji tidak akan pernah menangis lagi?” tanyanya.

“iya oppa, maafkan aku telah membohongimu. Aku hanya merasa iri pada air-air ini. Mereka beruntung sekali ya tidak pernah merasakan rasanya sakit hati” kataku mencurahkan semua yang ada dipikiranku sekarang.

“kata siapa tidak pernah? Kau tau? Jika ada seseorang yang mengambil air ini, air yang tidak diambil akan merasa sakit hati karna terpisahkan oleh air yang diambil orang tadi. Begitupun dengan air yang diambil orang itu. Dia merasa terpisahkan dari air-air yang selama ini selalu bersamanya di sungai ini. Kau merasakan sendiri kan bagaimana rasanya dipisahkan? Sakit bukan?” jelas Kyu-oppa. Kyuhyun-oppa memang sangat dewasa sekali. Berbanggalah kau Hyen Hyo unnie kau memiliki namja seperti dia. Kau patut berbangga dan merasa senang. Kau hebat. Tidak seperti aku yang tidak pernah bisa mendapatkan cintaku. Aku jadi merasa bersalah ingin menghancurkan mimpi kyu oppa dan juga hyen unnie.

“oppa… kau bisa katakan padaku tidak kenapa susah bagiku untuk melupakan orang yang dicintai?” tanyaku yang berhasil membuat pertahanan tubuhku runtuh seketika. Air mataku mengalir lagi. Tolonglah. kau para air mata yang membawa luka, kenapa kau terjatuh lagi?

“jangan menangis Jinri, aku akan selalu ada untukmu. Aku tidak bisa menjawab pertanyaanmu. Maaf sekali. Aku tidak mengerti. Peluk aku ayo, kau harus meredakan tangisanmu” katanya lalu merengkuh tubuhku ke pelukannya. Seperti biasa, dia mengusap puncak kepalaku dengan penuh perhatian. Kau namja yang baik oppa. Kau baik sekali. Mengapa kau begitu baik padaku? Apa kau memang selalu seperti ini pada setiap wanita?

Taemin.. bisakah kau bersikap seperti Kyuhyun? Aku tidak berharap lebih darimu, aku hanya ingin kau bisa memikirkanku sekali saja. Hanya itu. Aku tidak menuntutmu untuk merubah sifatmu atau apapun. Aku hanya ingin namaku terlintas di pikiranmu. Itu saja.

Hatiku semakin hari semakin busuk saja kurasa.

“hh” aku tersenyum miris di dalam dekapan Kyuhyun.

HYEN HYO POV

Kenapa disaat seperti ini aku bisa bertemu dengannya sih? kenapa dia muncul tiba-tiba seperti ini? Setauku tadi dia sedang tidak mengikutiku. Apa dia kebetulan melihatku lalu menghampiriku? Aish!

Dia menggenggam tanganku erat seolah dia tidak ingin melepaskanku pergi begitu saja. Dia membawaku ke sungai han, dia hanya ingin membuatku tenang kembali. Tapi sepertinya usahamu itu sia-sia saja taemin. Kau malah membuat hatiku semakin sakit saat aku memergoki Kyuhyun disana bersama yeoja. Kenapa lagi-lagi aku memergoki Kyuhyun berselingkuh? Apa taemin sengaja membawaku kesini hanya untuk menunjukkan pemandangan ini? Apakah otakmu selicik itu Lee Taemin?

“sudahlah, kita pulang saja. Tidak ada gunanya aku ke Sungai Han. Semuanya hanya akan membuatku semakin sakit” kataku dan disertai anggukannya. Tapi dia berdiam diri terpaku dan terus melihat Kyuhyun dengan yeoja itu. Ada apa dengan Taemin? Mengapa padangannya seperti tidak suka?

TAEMIN POV

“jinri? Kyuhyun?” geramku dalam hati. Kenapa mereka bisa bertemu? Bukankah hari ini dan besok kita sudah berjanji tidak akan menjalani misi kita? Kenapa mereka bisa bertemu? Apa jinri menangis di pelukan kyuhyun? Kenapa badannya bergetar seperti itu? Kyuhyun juga memeluknya sama seperti waktu di restoran itu, seperti sedang menenangkan Jinri.

Mengapa aku tidak suka melihat jinri dekat dengan kyuhyun? Kenapa aku merasa ada perasaan yang mengganjal dihatiku saat ini? Bukankah ini seharusnya baik bagiku karna akan mempercepat misiku untuk menjauhkan Kyuhyun dengan Hyen Hyo? Kenapa melihat mereka berpelukan seperti ini seperti aku merasa jinri hanyalah milikku dan tidak berhak disentuh oleh siapapun? Kenapa perasaanku jadi kacau seperti ini? Aish!!!

Apa yang sedang kau pikirkan Lee Taemin?

                                                                        ***

Esoknya….

“mau kemana kau?” saat ku dapati Jinri sudah berpakaian rapih dan sedang menuju pintu rumah.

“bertemu kyu oppa” jawabnya santai dan sambil tersenyum.

“mengapa kau jadi sering sekali bertemu dengannya diluar jadwal kita huh?” tanyaku terpancing emosi. Kenapa dia jadi sering bertemu Kyuhyun? Kenapa hatiku semakin hari semakin tidak rela?

“sebelumnya aku ucapkan terimakasih padamu Lee Taemin yang sudah mempertemukanku dengan seorang Cho Kyuhyun. Terima kasih padamu karna kau mempertemukanku dengan Cho Kyuhyun, aku jadi bisa merubah hidupku. Terima kasih. Kau memang baik sekali” katanya sambil tersenyum sinis dan menghilang dari pandanganku. Dia pergi. Dia bilang apa tadi? Kyuhyun sudah bisa merubah hidupnya? Jadi selama ini dia mendiamkanku itu karna Kyuhyun?

“kau…” aku mengepalkan kedua tanganku karna geram. Kenapa Kyuhyun bisa mendapatkan semua orang yang spesial bagiku?!

Hyenhyo. Sekarang Jinri.

Kenapa dia begitu sempurna?

PRANG! Aku memukul meja tamu yang sekarang berada di hadapanku.

Darah terus menetes dari tanganku tapi semuanya tidak sesakit yang ada dihatiku. Kehilangan Jinri yang dulu ternyata sangat menyakitkan. Kenapa aku baru menyadarinya sekarang?

Tbc—

Nb : Ini dia part2nya, harusnya aku publish ini minggu kemaren ya? WAKAKAKAKAK AKU LUPA! #kabur

Gimana gimana? Udah mulai bosen ya sama ceritanya? Ah bodo amat, yang penting aku udah berkarya wkwkwk masalah kalian suka atau ga suka, itu kan tergantung sama selera kalian😉

Sadness part 7 sama my nightmare season 2 part 1 ditunggu yang lama ya^D^ jangan bosen menunggu. OKEH?!

bye byeeee~~~

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s