[Not-MyFF] Comeback Again

Standard

Tittle: Come Back Again

Author: Jun190697

Editor : Nisa Ayu Thayalisha Hadi

Cast:
Park Eunyoung (OC)
Lee Donghae

Genre: Romance, Friendship.

Lenght: Oneshoot

Rating: General

“Aku percaya penyesalan selalu datang diakhir cerita, tapi siapa yang menyangka bahwa ketika kita benar-benar merasa menyesal, waktu akan kembali mempertemukan kami? Dengan cara yang berbeda seperti awal…”

============================================================

Eunyoung POV

Sungguh. Aku menyesal! Seandainya aku berkata ‘ya’ mungkin hubunganku dengannya tidak akan seburuk ini.

Flashback

Kini aku dan dia sedang saling berkirim pesan. Kau tau arti TTM? Teman tapi mesra. Yap, Mungkin hanya itu sebutan yang cocok antara hubunganku dengannya. Ia sangat perhatian padaku. Aku merasa nyaman didekatnya. Apakah ini yang disebut cinta? Mollasseo, aku sendiri tidak yakin dengan perasaanku. Hari demi hari terus bergulir tanpa kusadari, hingga saatnya tiba. Saat dimana aku menyadari bahwa aku mencintainy. Dan pada saat itu pulalah Ia bertanya padaku.

From: Donghae

Hei! Sedang apa kau? Kenapa pesanku tidak dibalas?

Aku pun langsung membalas pesannya

To: Donghae

Mian. Aku baru bangun tidur. Ada apa?

From: Donghae

ah, Gwaenchana. Kau kelelahan ya? Sudah makan?

To: Donghae

Ya, sangat lelah. Tugas minggu ini menumpuk.

He’emm sudah, kau sendiri? Sudah makan?

From: Donghae
mau kubantu? Kebetulan tugasku hampir selesai.
Aku juga sudah makan.

To: Donghae
Dwaesseo. Tugasku juga tinggal sedikit.

From: Donghae
Oh. Baiklah. Boleh aku bertanya sesuatu?

To: Donghae
Tentu saja.

From: Donghae
Apa kau menyukaiku?

Mwo? Darimana Ia tau? Aishh, aku kan malu. Ottoke? Apa yang harus aku katakan? Apa aku katakan saja bahwa aku menyukainya? Ah, Andwe. Itu lebih memalukan.

To: Donghae
Mwo? Apa yang kau katakan? Darimana kau dapat informasi seperti itu?

Dengan harap-harap cemas aku menunggu Ia membalas pesanku. Tak lama kemudian, ponselku kembali berbunyi

From: Donghae
Aku tau dari Myung Na, Ia bilang, kau menyukaiku. Apa itu benar?

Aish, Myung Na. Awas kau!

To: Donghae
Aniyoo! Itu hanya bohong

From: Donghae
Jinjja?
L

Ada apa ini? Kenapa dia menggunakan emoticon seperti itu? Aku tidak salah bicara kan?

To: Donghae
He’emm. Hmm, seandainya aku katakan kalau itu  benar. Bagaimana reaksimu?

From: Donghae
Seandainya itu benar, aku akan senang dan mengatakan bahwa ‘aku juga menyukaimu’

Mwoya? Apakah ini pertanda kalau Ia juga mencintaiku? Tapi… sudahlah. Mungkin ia hanya bercanda. Eunyoung, kau tidak boleh merasa terlalu berharap.

To: Donghae

Joengmal?

From: Donghae

He’emm.

To: Donghae

Oh, begitu. Tapi mian ya. Sebenarnya itu hanya bohongan saja. Haha… Myung Na memang begitu, suka mengatakan hal yang tidak-tidak.

SEND

Apa aku terlalu munafik? Sungguh, bukan maksudku untuk menjadi munafik seperti ini, aku hanya takut. Iya, aku hanya takut Donghae sedang bersandiwara.

Setelah sekian lama menunggu balasan pesan darinya, aku memutuskan untuk mengabarinya terlebih dahulu. Aku tahu dia marah. Jadi mana mungkin Ia akan membalas pesanku. Bukankah begitu?

To: Donghae

Lee~ya kenapa tidak membalas? Apa kau marah padaku?

Ia tetap tidak membalas. Ah! Apa yang harus aku lakukan? Ya Tuhan. Sungguh aku menyesal. Seharusnya tadi aku mengatakan ‘ya’.  Apakah ini kutukan darimu karna aku telah menyia-nyiakan kesempatan yang jarang sekali datang untuk kedua kalinya?

Donghae POV

Sungguh? Begitukah? Aku kira dia juga mencintaiku. Ternyata ini hanya bualan Myung Na semata. Kau tau bagaimana rasanya kau diterbangkan ke awang-awang dan disaat kau sudah merasa nyaman di atas sana, tiba-tiba tubuhmu dihempaskan kembali ke daratan dan membentur permukaan daratan dengan sangat kencang? Ya, sakit! Itu yang kurasakan saat ini. Aku memutuskan untuk tidak membalas pesannya. Bukan karna aku membencinya atau aku ingin mulai melupakannya. Aku hanya butuh waktu untuk menerima semua kenyataan yang aku dengar beberapa menit yang lalu. Aku menenggelamkan wajahku di bawah bantal. Menghela nafas berkali-kali sampai akhirnya air mataku pun ikut berhamburan. Mungkin aku sedang tidak beruntung.

Flashback End

Author POV

Sejak saat itu hubungan Eunyoung dan Donghae semakin buruk. Masing-masing dari mereka saling menjauhkan diri mereka walaupun keduanya tahu bahwa di dalam diri mereka, mereka selalu saling menjaga satu sama lain. Hanya saja dengan cara yang berbeda. Mungkin?

Eunyoung POV

Berbulan-bulan aku dan Donghae missed communication. Benar-benar sudah tidak ada hubungan lagi. Kadang aku merindukannya, tapi disaat aku mulai merindukannya, sosok lelaki yang akhir-akhir ini aku kenal dan selalu menjadi tempat aku mencurahkan perasaanku selalu datang. Dia, bagaikan malaikat hatiku. Dia, selalu datang disaat yang tepat. Bagaikan malaikat utusan Tuhan yang dikirim hanya untuk menenangkanku.

Flashback

Ponselku berbunyi. Tanda ada pesan. Akupun membukanya. Dari nomor yang tidak dikenal.

From: xxxxxxxx

Apa ini Eunyoung?

Aku pun membalasnya.

To: xxxxxxxx

Annyeong. Namaku Lee. Aku namja. Bangapseumnida…😀

Lee? Dulu aku selalu memanggil nama Donghae dengan ‘Lee’. Ya Tuhan, kenapa disaat aku ingin mulai melupakannya kau malah mempertemukanku dengan seseorang yang mungkin bukan dia, tapi mengingatkanku padanya? Aku jadi merindukannya.

To: Lee
Hmm, darimana kau tau nomor ponselku?

From: Lee
Hmm, dari seseorang. Apa aku boleh berteman denganmu?

To: Lee
Tentu saja.

Entah apa yang aku pikirkan saat itu, pertama kali Ia mengirimiku pesan dan kami saling bertukar pesan, aku merasa bahwa aku nyaman dengannya. Dan sejak saat itulah ia selalu menjadi teman curhatku. Aku percaya padanya. Aku menceritakan semua kegundahan dan penyesalanku padanya selama ini. Ia mendengarkan dan memberikan solusi dengan baik. Itu yang aku suka darinya, walaupun sebenarnya aku tidak pernah melihat wajahnya. Kami selalu berkomunikasi lewat telepon atau pesan. Ia selalu tau, jika aku sedang sedih ia pasti akan menelponku dan menanyakan ‘Apa kau punya masalah?’. Jika ia sudah bertanya seperti itu aku tidak bisa berbohong. Jadi aku kan menceritakan semua masalahku padanya.

Flashback End

Sejak Donghae menjauhiku, aku jadi sering menyendiri. Cuek dengan apa yang ada disekitarku. Dan sekarang…. Aku benci keramaian. Aku benci taman. Aku benci sahabat. Aku benci jatuh cinta. Aku benci melihatnya dengan yeoja lain. Dan aku benci semuanya. Apalagi semua tentangnya atau hal-hal yang berkaitan dengannya yang dapat membuatku ingat padanya.

Flashback

Aku berjalan menuju kantin seorang diri. Sebenarnya aku malas bepergian, apalagi ketempat ramai seperti ini. Aku takut, jika bertemu dengannya aku akan memanggilnya lalu memeluknya karna aku sangat merindukannya. Tapi karna perutku tidak bisa diajak kompromi, maka dengan terpaksa aku melangkahkan kakiku ke tempat terkutuk ini. Baru saja aku sampai di depan kantin, indra penglihatanku menangkap sosok lelaki yang aku cintai. Bersama yeoja, mesra sekali, ia memeluk pinggang yeoja itu, dan mereka tertawa bahagia. Sakit? Tentu saja! Rasanya perutku kenyang mendadak ketika melihatnya seperti itu. Air mataku.. akan segera keluar. Aku pun berlari dengan sekuat tenaga untuk menghindarinya, tidak peduli dengan cacian beberapa siswa yang mengeluh karna tingkahku. Akhirnya aku sampai ditempat yang sepi. Taman belakang sekolah. Setidaknya ditempat ini tidak ada yang orang yang akan mengetahuiku bahwa aku sedang menangis.

Drrrttt Drrrrtttt Drrrrtttt.

Ponselku bergetar tanda ada telepon. Aku tau pasti itu Lee. Aku pun mengangkatnya.

“Apa kau ada masalah?” tanyanya langsung sebelum aku mengatakan ‘Yeoboseyo?’

“Lee… Hikss..” ucapku.

“Eunyoung? Ada apa? Kau menangis?” tanyanya panik.

“Aku melihatnya”

“Melihatnya? Maksudmu Donghae?”

“Ya”

“Lalu kenapa kau menangis?”

“Aku melihatnya dengan yeoja lain Lee. Mereka mesra sekali”

“Uljima.. aku yakin ia hanya mencintaimu Young”

“Bagaimana bisa kau tau?”

“Karena  hanya aku yang mengerti kamu. Percayalah padaku. Ia hanya mencintaimu”

“Joengmal?”

“Hm”

“Gomawo Lee”

“Ne, ya sudah berhentilah menangis. Kalau ada apa-apa telpon aku, Arrasseo?”

“Ne”

Flashback End

Lalu setelah itu aku tidak pernah bertemu dengannya lagi. Aku membencinya. Tapi, aku juga mencintainya. Aku bingung dengan perasaanku sendiri.

Drrrrtttt Drrrrrttttt Drrrrrrtttttt.

Lee? Tumben Ia menelpon pada saat seperti ini.

“Yeoboseyo Lee?”

“Gwaenchana?”

“Eh? Ne, nan gwaenchana”

“Hhhhh…. Syukurlah”

“Ada apa Lee? Kau aneh! Bersyukur atas apa?”

“Tidak apa-apa. Kau sedang ada dimana sekarang?”

“Aku sedang berada di perpustakaan sekolah”

“Sendirian?”

“Tentu saja”

“Berhentilah menyendiri Young, sampai kapan kau akan seperti ini?”

“Mungkin sampai ia kembali padaku lagi”

“Jinjja?”

“Eh? A..aniyo.. aku..aku..”

“Aku mengerti! Kamu tidak sengaja mengucapkannya kan? Baiklah. Jika itu yang bisa membuatmu tersenyum, akan aku lakukan”

“Maksudmu?” KLIK

“Yeoboseyo? Yeoboseyo?” telponnya dimatikan? Aneh, ada apa dengannya? Tidak seperti biasanya.

***

Hari ini aneh. Semuanya aneh, sejak tadi aku hanya seorang diri di kelas. Songsaenim, dan murid-murid yang lainnya tidak ada, sedangkan bel sudah menggema di seluruh penjuru ruangan sekolah sejak tadi. Apa hari ini libur ya? Tidak. Aku dapat melihat beberapa namja ada di lapangan basket sedang bermain. Sebenarnya aku suka dengan keadaan yang sunyi, sepi dan senyap seperti ini. Karna itu dapat membuatku tenang sesaat. Aku pun merebahkan kepalaku diatas meja dan tertidur dengan pulas.

***

Kurasakan kehangatan menjalar diseluruh tubuhku. Seperti…. Dipeluk. Aku juga dapat mencium bau aroma parfume yang sangat familiar di Indra penciumanku. Tunggu! Aku tau siapa pemilik parfume ini. DIA! Walaupun sudah lama aku tidak berdekatan dengannya tapi aku masih ingat dengan bau ini. Aku pun membuka mata perlahan dan langsung terbelalak ketika sadar bahwa aku benar-benar sedang dipeluk seseorang. Aku mendongak dan melihat wajah yang selama ini aku rindu-rindukan. Tak terasa air mataku jatuh. Apa ini mimpi? Jika ini mimpi, jebal.. jangan bangunkan aku! Aku ingin tidur selamanya. Air mataku kembali terjatuh. Ia kembali? Maldo andwe. Kulihat ia membuka matanya dan tersenyum padaku. Senyumnya, tetap sama seperti dulu. Aku mencubit tanganku sendiri. Auuww, ini bikan mimpi! Air mataku pun jatuh lebih deras. Ya Tuhannn,, terima kasih banyak.

“Sudah bangun? Kenapa menangis?” Tanya Donghae.

“Aku.. Hiksss” ia memelukku lebih berat, sambil mengelus rambutku. Aku pun membalas pelukannya, dan menangis lebih kencang. Aku merindukannya.
“Uljimaa, mianhae jika selama ini tidak pernah menegurmu lagi, sudahlah jangan menangis. Sebenarnya aku mau membuatmu tersenyum, tapi kenapa kau malah menangis?” Tanyanya. Ia mencium puncak kepalaku.

“Jadi Lee itu kamu?” tanyaku.

“Hehehe” Ia hanya nyengir kuda

“Nappeun namja” gumamku, “Nappeun nappeun” seruku lagi seraya memukul lengannya.

“Uljimaaaa, mianhae..” serunya agak sedikit berteriak. Kali ini aku yang tertawa.

“Kenapa tertawa?” tanyanya.

“Aku merindukanmu pabo!”

“Pabo? YA! Tidak sopan! Kau harus dihukum..”

“Dihukum memangnya kau siapa?”

“Aku? Neo namjachingu”

“Nae Namjachingu? Cih” aku beranjak dan berjalan keluar kelas.

“YA! Park Eunyoung, sini” panggilnya.

“Shireo!” Kudengar derap langkah kaki yang mendekat lalu menarik tanganku hingga bibir kami bersentuhan. Ia melumatnya dengan kasar. Aku mencoba melepaskannya tapi tidak bisa. Hingga kami berdua kehabisan nafas. Ia pun melepaskan bibirnya dari bibirku. Kami mengambil udara hingga nafas kami kembali normal.

“Argh! Nappeun” teriakku didepan wajahnya.

“Eh? Ada apa Eunyoung?” tanyanya dengan wajah merasa bersalah. Kyieoptaaa…

“Kau jahat”

“Ma..maksudmu?”

“Kau jahat…. Sudah mengambil First kiss-ku” ucapku dengan wajah cemberut.

“Ya Tuhaaannn, aku kira aku melakukan kesalahan yang fatal”

“Hehehe kau kan selalu begitu. PA. BO.” Ucapku lagi dengan menekankan kata ‘Pabo’.

“Pabo? Kau mau dihukum lagi hah?”

“Aku tidak takut dihukum denganmu jika hukumanmu seperti itu” Ia melingkarkan tangannya pada pinggangku. Mata kami bertemu dan menatap secara intens masing-masing. Ia mendekatkan wajahnya padaku, hingga kurun waktu kurang dari 10 detik, kejadian beberapa menit yang lalu kembali terulang. Hangat.

END

Nb : Halo readers🙂 Ini Nisa Ayu Thayalisha Hadi (Nam Hyen Hyo) wkwkwk. FF ini adalah salah satu contoh/korban dari page aku yang How To Send Your FF wkwkwk

FF ini juga telah mengalami perombakan dari aku, dari mulai tanda baca sampai gaya penulisannya hehehehe. Authornya : @Hyukkie_Encum silahkan berbicang-bincang dengan dia di twitter^D^

Selamat malam~

One response »

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s