Love is Punishment Part 3

Standard

Author : Nisa Ayu Thayalisha Hadi (Nam Hyen Hyo)

Cast :

Lee Taemin

Choi Jinri

Nam Hyen Hyo

Cho Kyuhyun

Title : Love Is Punishment (PART 3)

Length : on going~

Genre : Romance, Angst

Rating : PG-13

Disclaimer : The casts are belong to God, and this Fan Fiction is belong to me kekekeke~ i own this plot ok?

Note : This is pure my imagination.

Credit Poster : cutepixie@darkreflection.so-pink.org

NB : FF ini aku buat karna aku terinspirasi oleh lagu ‘Love is Punishment’ yang dibawakan oleh K. Will di OST Brilliant Legacy. Setiap kalimat yang bergaris miring, itu adalah translate-an dari lagunya. Semoga ceritanya menyenangkan^^ happy reading heheh~

===============================================================

 

TAEMIN POV

Preview

“mau kemana kau?” saat ku dapati Jinri sudah berpakaian rapih dan sedang menuju pintu rumah.

“bertemu kyu oppa” jawabnya santai dan sambil tersenyum.

“mengapa kau jadi sering sekali bertemu dengannya diluar jadwal kita huh?” tanyaku terpancing emosi. Kenapa dia jadi sering bertemu Kyuhyun? Kenapa hatiku semakin hari semakin tidak rela?

“sebelumnya aku ucapkan terimakasih padamu Lee Taemin yang sudah mempertemukanku dengan seorang Cho Kyuhyun. Terima kasih padamu karna kau mempertemukanku dengan Cho Kyuhyun, aku jadi bisa merubah hidupku. Terima kasih. Kau memang baik sekali” katanya sambil tersenyum sinis dan menghilang dari pandanganku. Dia pergi. Dia bilang apa tadi? Kyuhyun sudah bisa merubah hidupnya? Jadi selama ini dia mendiamkanku itu karna Kyuhyun?

“kau…” aku mengepalkan kedua tanganku karna geram. Kenapa Kyuhyun bisa mendapatkan semua orang yang spesial bagiku?!

Hyenhyo. Sekarang Jinri.

Kenapa dia begitu sempurna?

PRANG! Aku memukul meja tamu yang sekarang berada di hadapanku.

Darah terus menetes dari tanganku tapi semuanya tidak sesakit yang ada dihatiku. Kehilangan Jinri yang dulu ternyata sangat menyakitkan. Kenapa aku baru menyadarinya sekarang?

___________

“itu kan mobilnya Kyuhyun” kataku saat mengintip dari jendela. Jadi benar apa yang baru saja Jinri katakan bahwa dia ingin pergi dengan Kyuhyun? Ternyata sekarang Kyuhyun sudah berani menjemput Jinri. Kenapa tidak dia urusi pacarnya itu? Kenapa dia sekarang malah lebih sering terlihat bersama Jinri dibandingkan Hyen Hyo?

“bukan kah itu bagus untukmu Lee Taemin?” tanpa sadar senyum sinisku pun menghiasi wajah tampanku “satu langkah lagi untuk mendapatkan Hyen Hyo” lanjutku lagi yang masih saja berbicara pada diri sendiri.

“lebih baik aku ke rumah Hyen Hyo” kataku. “tapi aku penasaran, sebenarnya apa sih yang mereka bicarakan dan lakukan jika sedang diluar akting seperti ini? Jangan-jangan mereka sudah dekat satu sama lain? Apa Jinri benar-benar menyukai Kyuhyun? Kenapa dia bisa menyukai cowok bejat seperti dia? Aish. Sepertinya kau telah salah jatuh cinta saengie. Aku ga akan membiarkan kau mencintai seorang namja yang tidak cocok untukmu” aku berjalan menuju dapur dan mencari kotak p3k untuk menyembuhkan luka di tanganku baru setelah itu aku akan pergi menemui Hyen-noona. Ah Jinri, kau membantu sekali ternyata saengie-ah~

 

HYEN HYO POV

Sebenarnya aku sedang menunggu Kyuhyun, berharap dia datang dan mengajakku jalan-jalan atau hanya bersantai dirumahku. Tapi kenapa malah anak ini yang datang? Tapi apa boleh buat, daripada aku tidak ada kerjaan dirumah, lebih baik aku menerima tawarannya untuk jalan-jalan.

Sebenarnya kyuhyun kemana sih? apa dia marah karna kemarin aku sempat mencuekkannya? Atau dia sedang asik dengan yeoja baru-nya itu? Huh, apa aku se-membosankan itu sampai-sampai Kyuhyun berselingkuh? Apa kyuhyun sudah tidak mencintaiku lagi? Kenapa dia begitu tega?

“noona, jangan melamun. Kau ingin kemana sekarang?” tanya anak kecil yang sekarang sedang menyetir di sebelahku.

“ah, aku tidak melamun. Aku ingin kita ke daerah itaewon saja. Kau mau mengantarku? Aku ingin makan makanan yang banyak” jawabku asal. Jika lagi stress seperti ini pasti bawaanku inginnya makan terus. Jadi mungkin akan asik jika kita ke Itaewon, disana banyak yang berjualan, dan lagi sekarang sudah malam bukan? Pasti akan lebih asik.

“ah ne noona” kata Taemin lalu memutar balikkan mobilnya karna sekarang kita sedang berlawanan arah menuju Itaewon.

“tanganmu kenapa?” tanyaku saat melihat tangan kanannya yang terbungkus perban. “terluka” jawabnya singkat. Ya iya lah terluka, kau pikir aku sebodoh apa? Maksudku kan kau terluka kenapa! Dasar. Aku akan jadi orang bodoh jika terus berbicara dengan orang bodoh seperti dia. Aish!

“hm mashita Taemin-ah, kita kesana yuk” kataku setelah habis melahap makananku dan mengajak taemin ke stan yang lainnya. Aku senang jika ke Itaewon, banyak sekali stan stan yang berdiri dan menyediakan makanan yang lezat. Mashita. Dulu aku sering kesini bersama Kyuhyun, dan ini baru pertama kalinya aku kesini bersama namja lain selain Kyuhyun. Lee Taemin. Ne, sekarang aku sedang bersama dengan Taemin. Ternyata dia anaknya menyenangkan sekali. Aku baru menyadarinya. Dia bisa membuatku melupakan Kyuhyun seketika.

Gomawo.

Setidaknya luka dihatiku sudah sedikit reda.

Walaupun hanya berlaku pada saat ini.

“kau mau mencobanya?” aku berusaha menawarkannya pada Taemin dan mengacungkan sumpit di depannya. Dia membuka mulutnya dan memakan makanan yang aku sodorkan tadi. “hm, mashita noona” kekehnya. Tuhan, kenapa senyumnya begitu tampan? Aigo aku baru tau kalau dia mempunyai senyum yang bisa menambah dosis ketampanannya ini.

“ne, memang ini enak sekali. Kau mau lagi?” aku mengacungkan ddeokbokki dengan sumpitku di depan wajahnya lagi. Tapi dia sedang tidak melihat ke arahku. Dan senyumannya pun sudah tidak menghiasi wajahnya lagi. Dia melihat siapa? Ke arah siapa? Aku mengikuti arah pandangannya dan membalikkan tubuhku, mencoba melihat apa yang dia lihat juga. “kyuhyun?” aku sontak kaget melihat kyuhyun yang sedang bersama dengan yeoja itu. Yeoja itu lagi. Mereka bersama lagi. Wae? Kenapa aku harus bertemu dia?

“taemin-ah, ayo kita pergi. Cari makanan lain” ajakku pada Taemin agar mengalihkan pikiranku darinya. Sekarang Kyuhyun sudah lebih berani. Dia mengumbar kemesraannya di depan umum dengan selingkuhannya itu tanpa memikirkan aku lagi. Apa aku ini sudah cukup sabar untuk menghadapi hal seperti ini? Tapi aku tidak ingin kehilangan Kyuhyun. Aku tidak mau dia meninggalkanku dan berpaling dengan yeoja itu. Lalu sekarang apa yang harus aku lakukan?

“itu.. namja-mu noona. Mengapa kau tidak kesana? Dia dengan siapa?” tanya Taemin yang sepertinya terkejut juga melihat Kyuhyun yang sedang menyuapi yeoja di depannya itu. Mereka terlihat sangat bahagia. Masih pantaskah aku tertawa tulus setelah melihat semua ini? Pantaskah?

“oppa… sini!” yeoja itu berjalan mendahului Kyuhyun dan dia membalikkan tubuhnya agar bisa melihat Kyuhyun dan menyuruhnya untuk menghampiri dia. Apakah ini yang dimanakan kutukan dari surga?

TAEMIN POV

Bisa melihat Hyen Hyo tertawa bahagia adalah mimpiku. Dan bisa memilikinya adalah kebahagiaanku. Aku senang hari ini dia bisa dekat denganku. Aku pikir dia sudah mulai melupakan Kyuhyun-nya itu. Dia sama sekali tidak membicarakan Kyuhyun hari ini. Dan kau tau? Aku cukup senang menerima kenyataan ini.

Aku sudah bisa membuktikannya sedikit demi sedikit janjiku bukan?

Aku sudah membuat Hyen Hyo lebih membutuhkanku daripada Kyuhyun-nya itu.

Berkali-kali Hyen Hyo mencoba untuk menyuapi ku, dan aku terima. Tidak mungkin kan jika aku menolaknya? Kau pikir aku itu sebodoh apa menolak kesempatan berharga seperti ini?

“ne, memang ini enak sekali. Kau mau lagi?” tawarnya.

“ne, noona” aku menyunggingkan senyum tulusku dan sedetik kemudian pandanganku beralih pada sepasang namja dan yeoja yang sedang bersuap-suapan juga. Jinri? Bersama Kyuhyun? Mengapa Jinri terlihat sangat bahagia? Apakah dia memang benar-benar menyukai Kyuhyun?

“oppa… sini!” kata Jinri yang sudah berjalan mendahului kyuhyun.

Senyummu… kenapa kau menyunggingkan senyum tulusmu itu? Apakah kau sekarang begitu bahagia? Apakah kebahagiaanmu sekarang sama dengan kebahagiaan yang sedang aku rasakan? Apakah kau memang benar menyukai Kyuhyun saengie? Jika semuanya benar, aku hanya butuh kau jawab pertanyaanku yang satu ini. Mengapa aku tidak rela melihatmu sebahagia itu dengan Kyuhyun?

Kau tau, aku tidak mau kau menunjukkan senyum manismu itu di depan orang lain. Senyummu itu hanya milikku. Kau adikku. Kau milikku. Tidak sepantasnya kau menunjukkan senyummu itu pada sembarang orang. Kau tau? Dengan senyummu itu saja, kau bisa meruntuhkan pertahanan para namja. Kau bisa membuat namja jatuh hati padamu dan aku tidak mau kau menjadi rebutan para namja itu. Kau sudah gila huh?

“itu.. namja-mu noona. Mengapa kau tidak kesana? Dia dengan siapa?” tanyaku yang berpura-pura tidak tahu bahwa itu adalah Jinri.

“kau ingin membuatku membencimu huh? Ayo pergi dari sini!” Hyen-noona menarik tanganku paksa dan bayangan Jinri pun segera hilang di dalam kerumunan orang.

Saengie kau….

Aku rasa kau terlalu indah.

Maka dari itu aku masih tidak rela melepasmu dengan namja lain. Ini kah alasan sebenarnya?

Kau kenal denganku sudah hampir 20 tahun, tapi kau jarang sekali menampakkan senyum tulusmu itu.

Kenapa kau begitu mudah menunjukkan senyummu itu di depan namja yang baru saja kau kenal?

KYUHYUN POV

“oppa, kita ke Itaewo saja yuk! Aku lapar sekali, aku juga ingin masak makanan stan disana” rayu Jinri yang sekarang sudah tepat berada di sampingku.

“ne Jinri yang manis” aku mencubit pipinya pelan dan dia tertawa kecil.

“oppa… kalau aku ini jahat, kau masih mau menunjukkan senyummu itu di depanku?” tanyanya tiba-tiba yang membuatku bingung apa maksud dari perkataannya.

“maksudmu?” tanyaku tidak mengerti yang masih fokus pada jalanan di depanku.

“ah tidak, lupakan saja. Pertanyaannya tidak penting” oh ya sudah. Tapi apa ya maksud dari perkataannya itu? Kenapa aku merasa ini semua berhubungan dengan hubunganku dengan Hyen Hyo?

Aish! Hyen Hyo! Aku belum berbicara dengannya hari ini! Dia masih belum mau mengangkat telfon dan membalas pesanku. Sebenarnya dia kenapa sih? sepertinya marah sekali. Apa dia melihatku bersama Jinri lalu dia salah paham? Tapi aku tidak pernah melihat ada Hyen Hyo di sekitar kita selama aku sedang bersama dengan Jinri. Ah, mungkin anak itu mood-nya sedang tidak baik atau saja sedang datang bulan. Wanita kan memang sering berubah-ubah tidak jelas seperti itu.

“oppa… aku juga mau” rengek Jinri saat aku memakan makananku. “kau seperti adikku” kataku sambil menyuapinya lalu dia tersenyum padaku. Benar-benar senyuman yang manis. Lega sekali rasanya aku hari ini tidak melihatnya menangis. Dia sangat manis jika tidak ada air mata yang menyusuri wajahnya. Lugu sekali.

“oppa… sini!” katanya yang sudah berlari dan berada jauh di depanku.

Aish! Kau membuatku gila dengan senyumanmu itu Jinri-ah. kau semakin mengingatkanku dengan Kyu Ra. Ah, ngomong-ngomong apa yang sedang Kyu Ra lakukan di sana ya? Apa dia baik-baik saja disana?

“kyu ra, bogoshippo” bisikku pada diri sendiri dan segera menyusul Jinri yang sudah berjalan didepanku.

“kau mau kemana lagi anak kecil? Hahaha” aku merangkul pundaknya dan mengikuti kemanapun dia mau. Yang aku harus lakukan sekarang adalah meyakininya bahwa namja yang dia cintai itu sudah tidak bersamanya dan dia harus melupakannya. Dia harus kembali ke kehidupannya yang normal tanpa ada bayangan namja-nya itu. Aku juga harus membuatnya yakin bahwa namja itu memang bukanlah seseorang yang di takdirkan untuk bersamanya. Misiku untuk saat ini hanyalah membuatnya terus tersenyum dan mengikis sedikit demi sedikit kenangan yang telah dia buat bersama namjanya itu.

JINRI POV

Terimakasih Kyu-oppa. Kau membuatku bahagia dan sedikit melupakan Taemin malam ini.

“oppa…. kamsha hamnida. Lain kali ajak aku pergi lagi ya^^” ucapku riang saat mobil Kyuhyun oppa sudah terparkir di depan rumahku. Ne, malam ini aku bisa pergi bersamanya karna Kyu-oppa mengajakku. Katanya dia sedang bosan. Tapi kenapa dia tidak mengajak Hyen-unnie? Apakah Hyen-unnie masih marah padanya? Aish! Kau terlalu jahat Jinri, kau sudah membuat orang yang baik dan berhati tulus seperti Kyu-oppa ini merasa sakit. Pasti sekarang Hyen-unnie sedang marah dengan Kyu-oppa. Memangnya tidak sakit apa ketika kita mengetahui bahwa orang yang kita cintai sedang marah dengan kita? Bukankah itu namanya sama saja seperti sedang dikutuk?

“ne, saengie-ah, masuklah. Orang tuamu pasti khawatir” katanya. Orang tua? Hahaha lucu sekali. Jadi selama ini Kyu-oppa mengira aku tinggal dengan orang tuaku? Kau tau Kyu-oppa? Sebenarnya aku ini tinggal dengan seorang namja yang setiap hari berhasil menancapkan pedangnya dihatiku. Orang yang bisa membuatku menangis karna tidak kuat lagi menahan rasa sakit yang ada dihatiku. Orang yang aku cintai sekaligus aku benci untuk saat ini. Orang yang mempunyai senyum kedamaian. Orang yang sudah membuatku tergila-gila dengan senyumnya itu, bahkan diriku sendiri selalu mendesak untuk melihat senyumnya itu walaupun aku harus terbunuh ditangannya sekalipun.

“pergilah oppa. Jangan sampai kau datang dirumahmu terlalu malam” kataku sambil tersenyum miris ke arah kyu oppa.

“sudah puas kau pergi dengan Kyuhyun?” tanya Taemin sambil melipat tangannya di depan dadanya.

“maksudmu?” tanyaku sambil mendongakkan wajahku.

“tch! Kau suka dengan Cho Kyuhyun itu? Namja yang sudah berhasil merubah hidupmu menjadi lebih buruk ini?” hah? Merubah hidupku menjadi lebih buruk? Hey! Kau lah Lee Taemin yang selalu membuat hidupku semakin buruk setiap harinya. Bahkan Kyu-oppa lah yang sedikit demi sedikit menghilangkan sifat burukku itu. Kau iblis. Dan Kyu-oppa adalah penolongku. Penolongku dari siksaan iblis sepertimu Lee Taemin!

“menjadi lebih buruk? Apa maksudmu? Tolong jaga ucapanmu itu Lee Taemin!” aku berbicara dengannya dengan nada yang lebih tinggi dari sebelumnya.

“ah, arasseo. Kau memang akan selalu membela dia sepertinya” jawabnya enteng sambil terduduk di sofa ruang tv. Aku selalu membelamu taemin. Aku selalu memilihmu. Aku selalu mendukung keinginanmu apapun itu, dari yang membuatku senang sampai membuatku tersiksa sekalipun. Aku selalu mengutamakanmu. Aku selalu mencintaimu dan tidak akan pernah berhenti sekalipun kau berubah menjadi iblis sekalipun!

“duduklah” suruhnya, lalu aku pun terduduk jauh dari tempat yang sekarang dia duduki. Entahlah, aku sedang tidak ingin dekat-dekat dengannya. Semakin aku dekat dengannya, semakin banyak pula pedang yang menancap di hatiku. Semuanya hanya akan membuatku semakin tersiksa.

“ada apa?” tanyaku.

“misi kita selanjutnya, besok kau…..” dia memberi tahu misi kita untuk selanjutnya. Hatiku semakin terbesit-besit saja rasanya.

Semoga hatiku akan kuat untuk menghadapi semuanya.

Semoga semuanya tidak akan berakhir seperti yang telah aku bayangkan.

Semoga semuanya akan menjadi terbalik.

Karna aku mencintaimu, melakukan hal paling menyakitkanpun aku mau.

Aku akan selalu mendukungmu, sekalipun itu akan membuatku mati hanya karna tersiksa.

Kapanpun kau butuh aku, aku bertekad akan selalu membantumu walaupun kau memintaku untuk terjun ke dalam jurang sekalipun.

 

TAEMIN VERSION

“i… itu.. itu kyuhyun kan noona?” kataku berpura-pura memergoki Kyuhyun dengan Jinri.

“bukan. Ayo kita pulang saja taemin-ah, kepalaku pening sekali” katanya sambil memegang pergelangan tanganku “chakkaman noona, kau harus melihat dengan mata kepala mu sendiri. Kau harus menghadapi kenyataan ini dengan tegar, kau tidak boleh terus menghindar” ucapku meyakinkannya, dia menunduk.

“baiklah jika itu maumu. Aku akan menguntit mereka. Melihat kenyataan bahwa Kyuhyun sedang selingkuh di depanku….” air mata perlahan menetes dari matanya menyusuri pipinya yang halus “aku akan menghadapinya..” dia mengusap air mata dengan punggung tangannya dan berbicara lagi “walaupun ini menyakitkan. Kajja, kita dekati mereka biar kita bisa mendengar pembicaraan mereka” Hyen-noona menarik tanganku mendekati mereka berdua. Aku tau ini tarikan paksa, pasti hatinya sekarang sedang terpukul sekali. Lihatlah noona, kau hanya punya aku sekarang, bukan Kyuhyun. Kyuhyun telah menyakiti hatimu. Apakah kau masih akan memaafkannya? Kau terlalu baik noona jika melakukan itu.

“hm, oppa…” panggil Jinri sambil menengok ke arah Kyu, dan karna Jinri memanggilnya, Kyu pun otomatis melihat ke arah Jinri dan terjadilah kecelakaan itu….

Chu~

Jinri membelalakkan matanya begitupun dengan Kyuhyun. Mereka membuang muka satu sama lain dan jadi salah tingkah “ah mianhae” ucap Kyuhyun memecahkan atmosfir aneh diantara mereka berdua.

Second kiss? Dengan Kyuhyun? Apakah semudah itu bagi Jinri mencium orang lain? Apakah karna dia sudah benar-benar mencintai Kyuhyun lalu dia dengan entengnya rela di apakan saja? Mengapa saengieku begitu bodoh?

“aish!” kataku sambil berbisik “wae taemin-ah, aku lihat tadi tidak? Romantis sekali ya mereka sampai berciuman seperti itu. Bagaimana jika sekarang kita cari jajangmyeon? Pengincaran kali ini sepertinya sudah cukup” ucapnya lirih dan disusul dengan tetesan air matanya lagi “tch! Air mata bodoh, kenapa kau mengalir terus? Ah, maaf ya Taemin. Mereka memang selalu begini, jatuh menyusuri pipiku padahal aku sedang tidak bersedih ha ha ha hahaha” dia memaksakan tawanya itu dan sedetik kemudian tangisnya mulai pecah.

“taemin-ah… susah sekali rasanya menyembunyikan rasa sakit yang ada dihatiku…” serunya ditengah-tengah tangisannya. Apa yang harus aku lakukan? Hatiku sakit. Bukan karna melihat Hyen Hyo menangis. Tapi karna kejadian barusan. Kenapa perasaanku semakin kacau saja setiap hari? Kenapa perasaanku meracau tidak jelas jika melihat Jinri berdekatan dengan Kyuhyun?

Aish. Ini semua terlalu membingungkan.

 

HYEN HYO POV

Chu~

Kedua kalinya? Kyu, kenapa begitu mudah kau mencium yeoja lain? Apa kah kau sudah melupakanku?

Tes. Air mataku terjatuh dan dengan segera ku elap dengan punggung tanganku.

Apakah berhubungan denganku membuatmu muak sampai-sampai kau berpikiran untuk mencari yeoja lain?

Tes. Lagi-lagi air mataku jatuh dan dengan sigap ku elap lagi dengan punggung tanganku.

Bibirmu sekarang sudah tersentuh dengan bibir yeoja lain. Apakah kau pikir tidak menyakitkan bagiku disini yang masih berstatus sebagai pacarmu?

Tes. Air mataku terjatuh lagi. Tes. Dan lagi. Terus terjatuh.

Aku tidak kuat lagi, sungguh. Taemin, bawa aku pergi dari sini. Ya Tuhan, kenapa kau membuat nasib-ku se-mengenaskan ini?

“aish” aku mendengar taemin berdesis kesal, dia kesal? Dengan siapa? Kyuhyun? Kenapa dia kesal dengan Kyuhyun? Bukankah jika dia memang berniat untuk merusak hubunganku dengan Kyu ini adalah sebuah kesempatan yang bagus? Jika taemin memang kesal dengan Kyu, berarti tidak ada sedikitpun cara licik yang ada diotaknya dong? Apa dia sedang berakting? “wae taemin-ah, kau lihat tadi tidak? Romantis sekali ya mereka sampai berciuman seperti itu. Bagaimana jika sekarang kita cari jajangmyeon? Pengincaran kali ini sepertinya sudah cukup” aku tersenyum menatapnya dan lagi air mataku ini jatuh menyusuri pipiku.

“tch! Air mata bodoh, kenapa kau mengalir terus? Ah, maaf ya Taemin. Mereka memang selalu begini, jatuh menyusuri pipiku padahal aku sedang tidak bersedih ha ha ha hahaha” aku memaksakan tertawa. Tapi ternyata aku tidak bisa. Aku tidak mampu. Hatiku terlalu sakit melihat namja yang kucintai sedang bermesraan dengan yeoja lain. Aku sudah tidak lagi ada di batas kesabaranku sekarang. Semuanya sudah cukup jelas untukku. Kyuhyun memang sudah tidak mencintaiku lagi. Apakah perlu aku melepaskannya sekarang juga. Yang akan menjadi pertanyaannya adalah, apakah aku sudah siap? Apakah aku mampu?

Taemin menghapus air mataku dengan jempolnya dan mendorong kepalaku agar ada dalam pelukannya. Hangat. Tapi tidak sehangat pelukan Kyuhyun. Wae Kyuhyunnie, wae? Kenapa kau berani menyakitiku? Apa salahku sampai kau sebegini jahatnya padaku? Mengapa kau tega melakukan itu semua?

“taemin-ah… susah sekali rasanya menyembunyikan rasa sakit yang ada dihatiku…” rintihku di sela tangisanku. Dia memelukku lebih erat ke dalam rengkuhannya dan dia menaruh dagunya di atas kepalaku “sudahlah noona, mungkin dia bukan orang yang baik untukmu” serunya. Bukan orang yang baik? Apakah ini masih masuk ke dalam aktingmu Lee Taemin? Atau Kyuhyun memang bukan orang yang baik untukku?

“ingin sekali rasanya sekarang aku musnah dari bumi ini. Menerima kenyataan seperti ini ternyata lebih menyakitkan dari apapun… hiks” aku masih menangis, dan tentunya masih dalam pelukannya. Dia memelukku dengan erat. Seperti tidak ingin melepaskan. Tes. Aku merasa puncak kepalaku tertetesi air. Apakah hujan? Bukankah sekarang sedang musim panas? Dan lagi, sekarang cuaca sedang sangat cerah sekali. Air apa?

“tenang noo..noona” sekarang aku dapat merasakan badan taemin juga bergetar, bukan hanya badanku. Menangiskah? Taemin menangis? Wae?

Aku mencoba untuk melepaskan pelukannya dan menatapnya, dia menunduk lalu mengalihkan pandangannya dariku. “kau… menangis?” tanyaku pada akhirnya.

“aniyo, wae?” tanyanya. Kau berbohong taemin-ah, ada bekas air mata di pipimu. Kau yakin tidak habis menangis?

“kau yakin tidak habis menangis?” tanyaku lagi.

“ne, sudahlah. Noona jangan menangis ya. Tadi kau ingin apa? Jajangmyeon? Yuk, kita cari jajangmyeon^^” dia memegang telapak tanganku erat dan membawaku kemobilnya. Telapak tangannya… lebar sekali. Membuatku nyaman dan meyakinkanku bahwa aku aman dalam genggamannya. Tapi… Kyuhyun lebih meyakinkanku walaupun dia sudah berhasil membuat dinding yang kita bangun mati-matian itu dirombak hanya dengan kelakuannya itu.

TAEMIN POV

Sungguh. Kenapa tiba-tiba hatiku rasanya seperti sedang di remas-remas. Sakit sekali.

Tes. Air mataku jatuh mengenai puncak kepala Hyen Hyo. Jinri-ah, kau sudah berhasil membuatku mengeluarkan air mata. Aku hanya takut kehilangan seseorang yang berharga bagiku. Aku tidak mau kehilangan seseorang yang selama ini selalu membuatku tenang. Kemana semua sikapmu yang dulu? Kenapa kau berubah? Baru dekat dengan Kyuhyun beberapa hari saja kau sudah merubah sikapmu. Apa yang telah Kyuhyun lakukan sampai kau bisa berubah secepat ini? Bukankah kamu bukan tipe orang yang selalu percaya pada orang yang baru saja kau kenal? Atau kau sudah merubah sifatmu itu? Mengapa begitu gampangnya bagimu mencium seseorang yang baru beberapa hari ini saja kau kenal? WAE?

Aku tau aku yang menyuruhmu. Tapi aku tidak pernah menyuruhmu untuk bertingkah melebihi ini. Kau menciumnya. Itu semua tidak ada dalam permainan kita. Kenapa kau melakukannya?

 

JINRI POV

“hm.. oppa” aku menengok ke arahnya dan chu~

Aigo! First kiss-ku! Omona… eotteoke? First kiss-ku…. kenapa first kiss ku terjadi karna kecelakaan seperti ini? Aish! Aku kan sudah membayangkan first kiss-ku ini akan aku lakukan dengan Taemin. Kenapa bisa… Kyu-oppa… kau mencuri semuanya. Kau mencuri first kiss-ku walaupun aku tau ini murni kecelakaan. Kau mencuri mimpiku. Ini mimpiku untuk bisa melakukan first kiss dengan Taemin, kenapa kau malah mengambilnya? Aish!!

“ah mianhae” kata Kyu oppa meminta maaf “aniyo oppa, ini salahku” kataku menyalahkan diriku sendiri. Seandainya tadi aku tidak memanggilnya, mungkin ini tidak akan terjadi.

Aku tau, sekarang Taemin dan Hyen Hyo unnie sedang melihati kita kan? Ini kan misi yang Taemin bicarakan semalam. Tapi kejadian ini, semuanya diluar dugaan. Kenapa bisa terjadi?

Hyen-unnie, maafkan aku…. aku tidak bermaksud. Semuanya murni kecelakaan.

Hyen-unnie, maafkan aku…. aku mencuri bibirnya Kyu-oppa sesaat.

Hyen-unnie, maafkan aku…. karna aku telah lancang mencium Kyu-oppa, tapi aku bersumpah, semua ini diluar dugaanku.

Taemin, bagaimana kau sekarang? Apakah kau sudah merasa menang huh?

Aku sedih harus tahu bahwa sekarang kau sedang melihatku, memperhatikanku. Aku tidak mau kau melihatku berciuman dengan Kyu-oppa. Aku tidak mau! Aku tidak mau kau berpikiran bahwa aku ini yeoja gampangan yang bisa mencium namja siapa saja kapan saja dan dimana saja. Aku tidak mau! Taemin, maafkan aku.. mungkin hari ini aku tidak akan menjalankan misiku dulu. Aku terlalu shock.

“hm, oppa. Mianhae. aku rasa aku harus pulang. Annyeong” aku beranjak dari kursi Taman dan segera pergi “biar aku antar” kata Kyu oppa yang menyusul dan menarik tanganku.

Maaf… memang tidak sepantasnya aku berciuman dengannya. Maaf.

KYUHYUN POV

“ah.. mianhae” ucapku memecahkan keheningan di antara aku dan dia. Kau bodoh Kyuhyun. Bagaimana bisa kau mencium bibir yeoja polos tadi? Kau pasti membuatnya sedih lagi karna dia pasti akan teringat dengan namja-nya lagi. Baboya kau Kyuhyun! Tidak seharusnya kau menengok saat dipanggil namanya tadi. Apa yang tengah kau pikirkan Kyuhyun sampai-sampai kau bisa mencium bibir Jinri? Aish!

“biar aku antar” aku memutuskan untuk mengantar Jinri sampai rumahnya agar aku bisa melihatnya baik-baik saja sampai dia masuk ke dalam rumahnya.

“kenapa dari kemarin hyen hyo tidak mengangkat telfonku sih? bahkan aku mengiriminya pesan berpuluh-puluh kalipun tidak ada satupun yang dia balas. Kenapa sih dia? Dia juga tidak masuk kerja. Dan saat aku mengunjungi rumahnya, aku langsung di tolaknya mentah-mentah saat baru saja memasuki langkahku menuju halamannya. Memangnya kesalahan apa yang telah aku perbuat?” tanyaku pada diri sendiri.

Sungguh 4 hari sudah Hyen Hyo mendiamkanku. Aku tidak bisa. Aku tidak kuat jika harus tetap seperti ini. Ini menyiksaku. Tolonglah, jangan membuatku merasakan bagaimana rasanya sakit saat mencintai. Jangan membuatku merasakan sakitnya tekanan cinta. Ku mohon. Angkat telfonku. Bicara padaku. Aku rindu suaramu.

Tut tut tut

Lagi-lagi dia mereject-nya. apa yang harus aku lakukan sekarang?

To : HyenHyo

Kau marah padaku, akhir-akhir ini aku selalu berpikir begitu. Apa salahku? Kenapa kau tidak mau berhubungan denganku? Apa yang kau inginkan? Kau muak menjadi pacarku? Apakah kau ingin hubungan kita berakhir? Itu maksudmu?

Send

Kuatkan mentalmu Cho Kyuhyun. Siapa tau kau akan mendapatkan kabar buruk setelah handphone-mu bergetar lagi.

From : HyenHyo

Semua pertanyaanmu hanya akan aku jawab dengan satu kata “aniyo”

Hah? Maksudmu? Kenapa kau semakin membuatku bingung? Jika kau memang tidak marah padaku, kenapa kau tidak ingin mengangkat telfonku? Jangan membuatku tersiksa seperti ini Hyen Hyo-ah, ku mohon…. aku mencintaimu.

To : HyenHyo

Maksudmu?

From : HyenHyo

Aku rasa kau mengerti. Pikirkanlah apa saja yang telah kau perbuat belakangan ini.

Belakangan ini? Dengan jinri. Ya, aku dengan Jinri. Apa jangan-jangan……..

HYEN HYO POV

Kau tidak sadar dengan apa yang sudah kau perbuat selama ini Cho Kyuhyun-ssi? Hebat sekali.

Prok prok prok.

Bahkan sekarang kau sedang selingkuhpun kau tidak mengakuinya. Bahkan tidak menyadarinya. Apakah selingkuh itu memang perbuatan biasa sampai-sampai kau tidak merasa bersalah padaku? Hebat sekali.

Apakah kau tidak sadar kalau kau telah menyakiti hatiku? Oh aku lupa, dipikiranmu sekarang kan hanya ada yeoja barumu itu. Mana mungkin aku akan dipikirkan lagi.

Selamat berbahagialah.

Tapi maaf, aku masih akan mempertahankan Kyuhyun untuk menjadi namja-ku sekalipun Kyuhyun mengajakku untuk berpisah.

TAEMIN POV

Cklek. Jinri datang.

“apakah semudah itu bagimu mencium orang yang baru kau kenal?” tanyaku sinis sambil menatapnya tajam yang baru saja menutup pintu rumah.

“maksudmu?” tanyanya sambil memicingkan matanya.

“jadi ini yang sudah namja itu ajarkan padamu? Berkata ketus dan dingin padaku? Iya? Jadi ini yang kau maksud kyuhyun bisa merubah hidupmu?” tanyaku lagi dengan nada menyindir.

“tch!” aku menyunggingkan senyum licikku.

“kau sedang berpikir apa sih? aku dekat dengan Kyu kan karna kau! karna kita sedang menjalankan misi kita! Karna aku ingin membantumu dekat dengan Hyen-unnie. Apa aku salah?” bentaknya.

“ne, kau salah. Karna kau berhubungan dengan kyuhyun melebihi batas dari kata ‘menggoda’ kau kan hanya aku suruh untuk menggodanya saja, bukan untuk dekat dengannya. Lagipula sepertinya kalian memang sudah benar-benar dekat” sindirku lagi.

“hah? Bukankah kau sempat bilang bahwa aku boleh dekat dengan kyuhyun? Itu kan akan memperlancar misimu” ucapnya lagi.

“sudahlah. Aku tidak suka kau jadi cewe gampangan seperti ini” ucapku dingin dan tegas.

“cewe gampangan? Maksudmu?” tanyanya sambil mengeluarkan air mata. Jangan tumpah kan air matamu bodoh. Itu jadi membuatku ingin memelukmu. Tapi aku tidak bisa. Memelukmu hanya akan membuat hatiku sakit. Sakit karna aku baru tahu bahwa kau tidak akan pernah memikirkanku lagi, sekarang yang kau pikirkan pasti hanyalah Kyuhyun-mu itu.

“mencium namja yang baru saja di kenal. Dan menghamburkan first kiss-mu kepada orang yang baru dikenal. Bukankah itu namanya sama saja dengan cewe gampangan?” desakku terus. Air matanya semakin banyak mengalir. Dia masih berdiri terpaku di dekat pintu dan sekarang berjalan mendekatiku.

“first kiss? APA PEDULIMU DENGAN FIRST KISS-KU LEE TAEMIN? HUH?” dia membentakku tepat di depan wajahku dan sambil menangis. Ku mohon Jinri, aku tidak sanggup melihatmu seperti ini. Bodoh! Kenapa mulut ini tidak bisa ditahan sekali?

“mungkin ini gila, tapi kau harus tau. Aku hanya ingin kau melakukan first kiss-mu denganku! Puas kau?!” bentakku lalu jalan meninggalkannya dan memasuki kamarku.

BRAK! Aku membanting pintunya dengan keras dan menyesali perbuatanku sejadi-jadinya di dalam kamar.

PRANG! Lagi-lagi aku memecahkan kaca. Sekarang yang kupecahkan adalah kaca yang berada dilemariku. Dan lagi bukan tangan kananku yang melakukannya, tetapi tangan kiriku. Lengkap sudah luka ditanganku karna terlalu emosi kepadamu Choi Jinri. Kau membuatku gila. Apakah dengan melukai kedua tanganku seperti ini tidak cukup membuktikan bahwa aku cemburu?

Apa?

Cemburu?

JINRI POV

“aku pulang” ucapku dengan malas lalu menutup pintu kembali.

“apakah semudah itu bagimu mencium orang yang baru kau kenal?” hah? Maksudmu? Kau bicara denganku? Apa yang baru saja kau katakan?

“jadi ini yang sudah namja itu ajarkan padamu? Berkata ketus dan dingin padaku? Iya? Jadi ini yang kau maksud kyuhyun bisa merubah hidupmu?” taemin.. kenapa kau bisa berbicara seperti ini padaku? Kenapa kau tega membuat hatiku sakit lagi? Kenapa kau tega meruntuhkan pertahananku yang baru saja kukumpulkan hari ini?

Apakah kau sudah membenciku sekarang karna ciuman tadi?

Aish. Jangan salah paham. Semuanya murni kecelakaan. Aku juga tidak mau ciuman itu terjadi. Kau pikir aku menyukainya? Aku malah tersiksa Lee Taemin. Tersiksa!

“kau sedang berpikir apa sih? aku dekat dengan Kyu kan karna kau! karna kita sedang menjalankan misi kita! Karna aku ingin membantumu dekat dengan Hyen-unnie. Apa aku salah?” kenapa aku jadi serba salah seperti ini? Kenapa akhir-akhir ini aku tidak pernah melihat senyum damai-nya itu? Telah kau buang kemana senyumanmu itu Lee Taemin? Senyum yang benar-benar bisa membuatku bangkit kembali. Jika kau tidak kunjung juga menunjukkan senyummu itu, bagaimana denganku? Senyummu itu bagaikan narkoba dalam hidupku. Aku kecanduan. Dan aku tidak bisa jika tidak melihatnya. Semuanya menyakitkan bagiku. Karna otak dan hatiku memaksaku untuk melihat senyummu itu, tapi kau tidak kunjung juga memperlihatkan senyumanmu itu. Bagaimana?

“ne, kau salah. Karna kau berhubungan dengan kyuhyun melebihi batas dari kata ‘menggoda’ kau kan hanya aku suruh untuk menggodanya saja, bukan untuk dekat dengannya. Lagipula sepertinya kalian memang sudah benar-benar dekat” ya! Menggoda Kyuhyun saja aku tidak mau! Apalagi berhubungan lebih dengannya! Yang aku inginkah hanyalah kau Taemin. Hanya kau. satu-satunya sesuatu yang aku inginkan dihidupku. Kenapa kau tidak bisa menyadarinya?

“mencium namja yang baru saja di kenal. Dan menghamburkan first kiss-mu kepada orang yang baru dikenal. Bukankah itu namanya sama saja dengan cewe gampangan?”

DEG! Kau membuat hatiku hancur Lee Taemin. Dengan mudah kau mengatakanku cewe gampangan. Apakah itu kata-kata yang memang kau siapkan untukku untuk membalas semua perbuatanku selama ini padamu? Setelah aku melakukan apapun yang kau pinta, kau hanya membalasnya dengan kata-kata ‘cewe gampangan’?

Kenapa kau selalu mempeributkan tentang ciuman ini sih?! waktu itu, di restoran. Dan sekarang juga. Memangnya apa pedulimu Lee Taemin? Kau pikir aku mau melakukan itu huh? Aku saja tidak tau ini akan terjadi! Kau pikir aku mau melakukan itu kalau bukan kau yang meminta huh?

“first kiss? APA PEDULIMU DENGAN FIRST KISS-KU LEE TAEMIN? HUH?” bentakku di depan wajahnya.

Tidak salah bukan jika aku menangis sekarang? Aku cukup dibuat sakit hati dengan perkataannya yang mengatakan aku cewe gampangan. Semudah itu kah bagi dia untuk mengatakan hal itu?

“mungkin ini gila, tapi kau harus tau. Aku hanya ingin kau melakukan first kiss-mu denganku! Puas kau?!” apa? Dia sudah gila? Dia ingin aku melakukan first kiss-ku dengan dia? Pikiran bodoh macam apa itu?

BRAK!

Taemin membanting pintu kamarnya dengan keras dan berhasil membuatku terjatuh ke lantai. Kakiku lemas. Sudah tidak bisa menopang tubuhku. Hatiku sakit. Sudah tidak bisa menahan semuanya. Umma.. appa.. mengapa mencintai seseorang membutuhkan pengorbanan yang begitu sulit bagaikan di jebloskan kedalam neraka? Umma.. appa.. apakah dulu kau juga seperti ini? Merasakan sakitnya jadi aku? Huh?

Aku menangis sejadi-jadinya di ruang tamu dengan keadaan terduduk di lantai. Tidak peduli lagi taemin bisa mendengar tangisanku atau tidak.

“kau gila…” ucapku lirih di sela tangisanku.

Apakah ini adalah kutukan karna aku tidak pernah bisa menyatakan perasaanku yang sebenarnya?

Apakah ini yang dinamakan orang hukuman dari surga? Inikah? Mengapa begitu menyakitkan?

Apakah mencintai Taemin adalah sesuatu yang salah?

Apakah hidup di dunia ini juga merupakan sesuatu yang salah?

Apakah bertemu dengannya hanya akan membuat hidupku hancur berantakan seperti ini?

Apakah dia memang sudah di takdirkan untuk menjadi pengacau di hatiku?

Atau dia memang seseorang yang sudah di tuntut sebagai pembunuhku?

Kau membunuhku perlahan dengan sikapmu Lee Taemin.

You’re a murderer!

Tbc—

One response »

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s