Love is Punishment Part 4

Standard

Author : Nisa Ayu Thayalisha Hadi (Nam Hyen Hyo)

Cast :

Lee Taemin

Choi Jinri

Nam Hyen Hyo

Cho Kyuhyun

Title : Love Is Punishment (PART 4)

Length : on going~

Genre : Romance, Angst

Rating : PG-13

Disclaimer : The casts are belong to God, and this Fan Fiction is belong to me kekekeke~ i own this plot ok?

Note : This is pure my imagination.

Credit Poster : cutepixie@darkreflection.so-pink.org

NB : FF ini aku buat karna aku terinspirasi oleh lagu ‘Love is Punishment’ yang dibawakan oleh K. Will di OST Brilliant Legacy. Setiap kalimat yang bergaris miring, itu adalah translate-an dari lagunya. Semoga ceritanya menyenangkan^^ happy reading heheh~

===============================================================

 

TAEMIN POV

“ya! Saengie-ah……..” aku berteriak di dalam rumah. Kemana perginya anak itu? Apa dia belum bangun? Tumben sekali. Biasanya kalau pagi seperti ini dia sudah menyiapkan makanan. 6 tahun sudah kita tinggal bersama, tapi sifatnya yang seperti ini barulah pertama kali aku lihat. Aku jadi semakin yakin bahwa Kyuhyun lah yang sudah merubah sifatnya itu. Dasar cowok bajingan!

Aku membuka pintu kamarnya tapi dia tidak ada. Loh? Apakah dia sedang mandi? Tapi tidak ada 1 kamar mandi pun yang tertutup di rumah ini. Apakah dia pergi? Lagi? Bersama Kyuhyun? Aish! Kau membuat hatiku menjadi tidak nyaman karna terus memikirkanmu saengie.

2 hari lagi memasuki musim gugur, tapi bunga-bunga sudah banyak yang berjatuhan. Sepertinya asik jika aku mengajak Hyen-noona jalan-jalan.

Aku mengambil kunci mobilku di kamar dan memainkannya di jari telunjukku.

KYUHYUN POV

Apa maksud dari perkataan Hyen Hyo di sms kemarin? Aku harus minta penjelasan. Sekarang juga, aku harus kerumahnya.

Tolonglah jagiya, jangan membuatku merasa kehilangan seperti dulu lagi, jangan buat aku tersiksa seperti dulu lagi.

Kalau kau memang tidak marah padaku, kenapa kau mencuekkan aku?

Kalau kau memang sudah tidak mau berhubungan lagi denganku, kenapa kau tidak mau putus dariku?

Aku tau kau sangat mencintaiku, iya bukan? Lalu kenapa kau seperti ini?

Aku tidak akan pernah melepaskanmu Hyen Hyo. Kau adalah penyemangat dalam hidupku. Jangan buat aku menderita lagi. Jangan diamkan aku seperti ini. Aku tau kau bukan tipe orang yang gampang terkena emosi, maka dari itu berarti ada hal khusus yang membuatmu menjadi seperti ini. Tapi apa? Aku tidak merasa membuat kesalahan. Kesalahanku yang aku sadari hanya lah satu, mencium Jinri. Itu saja sudah. Lagipula itu kan hanya kecelakaan. Tidak pernah sekalipun terpintas di otakku untuk melakukan ide gila seperti itu. Mencium Jinri. Aku sadar aku masih milikmu. Aku tidak akan melakukan itu kepada orang lain selain kau Hyen Hyo. Percayalah. Semuanya terjadi diluar dugaanku.

“annyeong…” aku mengetuk pintu rumahnya.

“ne, tunggu sebentar” pintu pun terbuka dan ku lihat Hyen Hyo sedang berusaha mengikat rambutnya, tapi rambutnya dia uraikan kembali saat melihat siapa yang sedang ada di depannya sekarang.

“jangan tutup pintunya, ikut aku” aku menarik tangannya paksa agar bisa membicarakan ini di dalam mobil saja. Aku tidak mau umma-nya tau kalau kita berdua sedang ada masalah.

“aish! Kyuhyun-ssi, lepaskan!” dia meronta-ronta minta dilepaskan, tidak akan Hyen Hyo. Sebelum kau menjelaskan padaku apa yang telah terjadi.

“saranghaeyo” aku menarik tangannya dan membawanya ke dalam pelukanku. “jangan diamkan aku seperti ini” lanjutku lagi. Dia masih tidak ingin memelukku balik. Aku masih belum merasakan tangannya berada di punggungku. Bahkan dia saja tidak ingin memelukku balik, apa kesalahan yang kubuat sudah fatal? Tapi kesalahan apa? Aku tidak mengerti.

“apa salahku Hyen Hyo? Kau membuatku bingung. Kau membuat hatiku sakit dengan sikapmu yang seperti ini. Jangan siksa aku” sambungku lagi. Masih tidak ada jawaban darinya.

“lepas Kyu!” dia mendorong tubuhku kuat agar pelukan ini terlepaskan dan berhasil saja, aku melepaskan pelukannya. “ikut aku” aku menggenggan tangannya “lepas! Aku tidak mau ikut!” dia menarik-narik tangannya yang berada dalam genggamanku.

Tin tin tin

Suara klakson mobil siapa itu? Kenapa mobil ini berhenti di depan mobilku? Kenapa mobil ini berhenti di depan rumah Hyen Hyo? Memangnya, dia kenal dengan Hyen Hyo.

“siapa?” tanyaku padanya.

“sudahlah Kyu. Lepaskan. Aku sudah di jemput” jawabnya lalu bergegas lari ke dalam rumahnya untuk mengambil tas “mau kemana kau?” tanyaku dengan semburat emosi di wajahku.

“aku ingin bekerja di kantormu Tuan Cho Kyuhyun. Aku ingin mengawasi para karyawanmu. Aku ini kan asisten yang baik dan selalu bekerja dengan benar. Sementara dia sudah menjemputku, jadi aku harus cepat. Bye” aku melihat Hyen Hyo masuk ke dalam mobil lalu pandanganku berhenti pada seorang namja yang sedang ada di alih kemudi mobil tersebut. Dia melayangkan senyum sinisnya.

Tin

Dia membunyikan klaksonnya lagi. Kurang ajar! Dia siapa? Apa jangan-jangan dia yang sudah membuat Hyen Hyo berubah seperti ini? Jadi semuanya karna namja itu? Aish! Bodoh kau Kyuhyun, sampai pacarmu sedang dekat dengan seseorang saja kau tidak mengetahuinya. Pacar macam apa kau?! kau terlalu bodoh!

Aku menendang ban mobilku lalu masuk ke dalam. “aku rasa aku harus menyelidiki namja itu. Aku tidak yakin bahwa dia adalah cowok baik-baik. Dia pasti… napeun namja!”

Hyen Hyo. Kau pasti akan menyesal pernah dekat dengan namja itu.

HYEN HYO POV

Kyuhyun bodoh! Kau masih berani menyentuhku huh? Setelah terang-terangan kau mencium yeoja lain di depanku, kau masih berani menyentuhku dan bilang bahwa kau mencintaiku?

“apa salahku Hyen Hyo? Kau membuatku bingung. Kau membuat hatiku sakit dengan sikapmu yang seperti ini. Jangan siksa aku” salahmu adalah kau bermain di belakangku. Tapi maaf, karna aku terlalu pintar, jadi kau sekarang bermain di depanku. Hanya saja kau tidak mengetahuinya. Kau juga membuatku bingung! Kau membuatku bingung apakah kau masih benar-benar mencintaiku seperti dulu? Kenapa kau berani-beraninya membagi perasaanmu kepada dua yeoja seperti ini? Kau.. apakah semua omonganmu ini tidak terbalik huh? Harusnya aku yang mengatakan ini! Apa salahku sampai kau menduakanku seperti itu Cho Kyuhyun? Kau membuat hatiku sakit dengan sikapmu yang seperti ini. Jangan siksa perasaanku. Aku terlalu mencintaimu. jangan buat aku kecewa padamu. Jangan buat aku merasa menyesal karna telah mencintaimu. jangan buat aku merasakan kepedihan ini Cho Kyuhyun.

Tin tin tin

Taemin? Kau? kau mau apa kesini? Kau datang di saat yang sangat tepat Taemin-ah.

Gomawo Tuhan, kau masih ingin melindungiku.

“sudahlah Kyu. Lepaskan. Aku sudah di jemput” sungguh sakit sekali rasanya menolak Kyuhyun seperti ini dan aku harus ikut dengan namja lain yang sudah ku yakini dia adalah penghancur hubunganku dengan Kyuhyun. Kyu, mianhae. semuanya aku lakukan karna aku masih butuh ketenangan. Aku masih sakit hati dengan sikapmu yang seperti itu. Tolong beri waktu untuk aku memikirkan semuanya. Maafkan aku.

“kau diapakan dengan pacarmu itu noona?” tanya Taemin memecahkan kesunyian. Dia juga berhasil membuyarkan lamunanku. “aniyo” jawabku.

“ceritalah noona, aku memang tidak bisa membantu apapun. Tapi mulai sekarang aku berjanji akan menjadi pendengar yang baik untukmu” katanya. Taemin, kau baik sekali. Sungguh.

“dia… dia minta penjelasan dariku kenapa selama ini aku bersikap dingin padanya. Memangnya harus aku menjelaskannya huh? Kau bisa menjawab Lee Taemin? Bukankah harusnya dia sadar dengan sendirinya bahwa dia sedang selingkuh? Apakah selingkuh bukan termasuk ‘kesalahan’ di dalam hidupnya?”

Hatiku sakit Kyuhyun saat aku harus menceritakan semuanya kepada orang lain.

Hanya kau tempatku berkeluh kesah. Kau sempurna. Kau bisa menjadi seseorang yang selalu mendengarkan curahanku. Kau bisa menjadi seseorang yang selalu menjagaku setiap saat. Kau bisa menjadi seseorang yang menghiburku ketika aku sedang ingat appaku yang sekarang mungkin sudah ada di surga. Kadang kau juga bisa menggantikan posisi appaku. Kau bersikap seolah kau adalah appaku. Kau bertanggung jawab dan kau juga bijaksana. Tapi kemana semuanya itu sekarang? Kau telah membagikannya kepada orang lain aku tidak bisa menerima itu. Aku mau kau hanya menjadi milikku. Apa semuanya yang sudah kulakukan untukmu kurang? Apa yang kurang? Beritau aku agar aku bisa memperbaikinya dan kau menjadi milikku seutuhnya.

Sakit rasanya harus menerima kenyataan bahwa kau sudah tidak bisa menenangkanku lagi. Sakit rasanya harus menerima kenyataan bahwa kau menenangkan seseorang padahal aku juga butuh ditenangkan olehmu.

Kyuhyun, mengapa kau begitu tega?

“noona, sampai kapanpun aku tidak akan pernah membiarkan air matamu itu menetes lagi. Kau membuatku sakit noona, kau tidak sadar huh?” Taemin mengelap air mataku dengan kasar.

“mianhae” ucapku lirih. “gomawo untuk selama ini” sambungku lagi.

“noona, berjanjilah kau tidak akan menangis lagi. Satu air mata yang menetes dari matamu itu sama saja dengan menambah satu belatung yang ada dihatiku. Belatung yang bisa membuat hatiku bolong dan busuk. Arasseoyo?”

“ne, arra” jawabku.

Terima kasih Tuhan. Mungkin Taemin tidak seperti yang ku kira selama ini.

Terima kasih Tuhan. Mungkin kau memang mengirim Taemin untuk menjadi seseorang yang bisa menenangkanku. Mungkin kau memang mengutus Taemin untuk memberikan ketenangan bagiku.

Terima kasih.

Tuhan.

Terima kasih.

Taemin.

JINRI POV

selamat tinggal Lee Taemin. Mungkin dengan kepergianku seperti ini bisa membuat hidupmu lebih tenang dan tidak emosian seperti beberapa hari belakangan.

Aku tidak sanggup melihat kau yang tiba-tiba berubah menjadi emosional seperti itu.

Setiap kata yang kau ucapkan telah mencabik-cabik hatiku.

Aku memang tidak pantas untukmu dan aku juga bukan seseorang yang ditakdirkan untukmu.

Bodohnya aku selalu berdoa dan meminta agar bisa menjadi satu-satunya orang yang selalu ada disisimu. Bagaimana bisa semua itu terwujud jika di otakmu hanya ada hyen-unnie? Jika kau tidak pernah memikirkanku dan tidak pernah terlintas namaku di otakmu, bagaimana semuanya bisa terjadi. Iya bukan? Aku hanya menganggu hidupmu. Aku pengacau. Maafkan aku.

Maaf, mulai sekarang aku tidak bisa membantumu lagi. Aku sudah tidak bisa menggoda Kyu-oppa lagi. Aku menyerah dalam permainan ini. Aku menyerah dan aku akan pergi. Aku tidak akan kembali sampai kau sendiri yang menemukanku. Aku tidak akan pergi jauh. Aku selalu mengawasimu, aku melihatmu dari jauh.

Selamat.

Ternyata kau sudah berhasil membuat Hyen-unnie lebih memilihmu daripada Kyu-oppa yang berstatus pacarnya itu. Kau hebat Taemin. Kau hebat.

Aku tidak bisa sepertimu yang mampu mempertahan sesuatu yang kau yakini adalah milikmu. Aku tidak bisa. Aku tidak mau memaksakan kau suka denganku. Aku hanya mau semuanya terjadi dengan sendirinya tanpa ada paksaan atau permintaan. Walau aku tau kemungkinan kau memikirkanku hanya 1%.

“jinri…” kyuhyun? Bodoh kau Jinri. Walaupun Taemin sudah pergi, tapi Kyuhyun kan belum! Bisa-bisanya kau keluar dari tempat persembunyianmu. Bodoh!

Satu-satunya cara, jangan menjawab.

Tin tin. “jinri..” panggil Kyu oppa lagi. Jangan menjawab Jinri. Jangan menjawab.

“ya! Kau!” katanya lagi. Cepat Jinri bodoh. Jalan yang cepat.

Satu, dua, tiga. Lari.

“ya! Jinri! Kalau kau berlari pun, aku masih bisa mengejarmu. Aku kan naik mobil hahaha” kekehnya. Jangan menoleh, jangan menoleh.

“ya! Kau kenapa?” Kyuhyun keluar dari mobilnya dan berhasil menangkap pergelangan tanganku.

“aniyo oppa, aku… hm aku.. aku hanya ingin olahraga saja” jawabku asal.

“olahraga katamu? Alasanmu terlalu bodoh. Ayo masuk!” katanya lalu menarikku masuk kedalam mobilnya.

Aish! Ini namanya bukan menghindar. Kau bodoh Jinri!!!!

TAEMIN POV

Kau datang disaat yang sangat tepat Lee Taemin. Kau hebat sekali.

Tapi tunggu! Itu kan Kyuhyun. Bukannya Jinri sedang pergi dengannya? Kalau Kyuhyun ada disini, berarti Jinri…. dia pergi kemana? Dengan siapa?

Aish! Jinri-ah, kau benar-benar membuatku khawatir sekarang. Kau pergi tanpa bilang kepadaku terlebih dahulu. Kau juga tidak mengabariku. Ponselmu juga tidak bisa dihubungi.

“noona, sampai kapanpun aku tidak akan pernah membiarkan air matamu itu menetes lagi. Kau membuatku sakit noona, kau tidak sadar huh?” kata-katamu bagus sekali Lee Taemin. Kau memang pandai berakting. Selangkah lagi menuju kehancuran hubungan kau dengan Kyuhyun-mu itu noona. Dan kau akan menjadi milikku. Rasanya menyenangkan sekali saat kita tau tujuan yang ingin kita capai ada di depan mata.

“noona, berjanjilah kau tidak akan menangis lagi. Satu air mata yang menetes dari matamu itu sama saja dengan menambah satu belatung yang ada dihatiku. Belatung yang bisa membuat hatiku bolong dan busuk. Arasseoyo?”

Jangan menangis lah noona. Kau membuatku repot saja! Kalau kau menangis, aku jadi mengkhawatirkanmu, apalagi kau menangisnya gara-gara cowok bajingan itu! Aku sekarang lagi mengkhawatirkan saengie-ku, kau jangan menambah beban di otakku dong noona. Berhentilah menangis. Aku tidak sanggup melihat yeoja secantik dan sebaik kau lemah seperti ini. Aish! Kyuhyun, kau benar-benar….

Jinri.

Hyen Hyo.

Semuanya kau buat menderita.

Kau penghasut Jinri.

Kau penghancur Hyen Hyo.

Sebenarnya apa sih tujuan dihidupmu?

Kau akan mati di tanganku Cho Kyuhyun! Nikmatilah hidupmu selagi kau masih bisa menghirup udara yang ada dibumi ini. Tapi jangan harap kau bisa menyiksa kedua yeoja yang kusayang jauh lebih parah. Kau akan berhadapan denganku cowo brengsek!

Kau apakan Jinri? Sampai dia bersikap seperti itu?

Kau bawa kemana dia? Sampai dia sudah berani pergi sepagi itu dan tidak mengabariku?

Kau menculiknya huh?

Dasar namja kurang ajar!

KYUHYUN POV

“kau kenapa sih seperti menghindar dariku tadi?” tanyaku pada Jinri yang sekarang sedang duduk terdiam di sebelahku.

“ah ani oppa. Hm aku, besok aku akan berangkat ke jepang” katanya. MWO? Ke Jepang? Ingin apa?

“mau apa? Kau punya keluarga disana?” tanyaku.

“tidak. Aku hanya ingin menenangkan diriku” jawabnya. Menenangkan diri? Di negara orang lain tanpa seorang pun yang mengenal dia? Kalau dia sampai nekat bagaimana? Aku tidak bisa membiarkannya pergi sendiri.

“aku ikut”

“m-m-MWO??” ucapnya kaget.

“aku ikut. Sekarang kita ke bandara ya untuk membeli tiket, setelah itu kerumahmu, kau harus packing, setelah itu, sambil menunggu besok, kau bisa menginap dirumahku” aku tidak akan pernah membiarkanmu sendirian seperti itu Jinri-ah, tidak akan. Aku sudah berjanji pada diriku sendiri untuk melindungimu. Maka dari itu aku tidak ingin melanggar janjiku, jadi aku harus ikut. Aku tidak mau kau macam-macam di negara orang.

“tapi oppa…” dia menolak. “sudahlah. Kalau aku tidak ikut, kau tidak boleh pergi” kataku memutuskan sepihak dan tidak mengizinkan dia untuk bicara lagi.

Seperti ini akan lebih aman. Aku bisa memantaumu.

Kau tidak akan bisa melakukan hal bodoh selama aku berada disampingmu bukan? Maka dari itu aku akan selalu berada disampingmu agar kau tidak melakukan hal bodoh yang bisa merenggut nyawamu.

JINRI POV

Besok aku akan ke Jepang. Hanya 3 hari. Aku butuh waktu untuk sendiri. Untuk menenangkan diriku sendiri. Itu adalah rencana awalku.

Tapi…

“aku ikut”

“m-m-MWO?” kau gila Kyu-oppa? Kau mau ikut? Maksudmu? Bukankah kau harus mengawasi perusahaanmu? Lagi pula jika kau ikut, ingin apa? Memangnya kau ada keperluan apa sampai ingin ke Jepang juga? Apa kau juga ingin menenangkan dirimu? Dalam hal apa? Kalau kau pergi bersamaku ke Jepang dalam waktu 3 hari, jangan harap setelah pulang ke Korea nanti Hyen Hyo-mu itu bisa kembali padamu. Taemin pasti akan merebutnya. Aduh, bagaimana ini?

 “tapi oppa…”

“sudahlah. Kalau aku tidak ikut, kau tidak boleh pergi”

Aduh…. bagaimana ini? Kalau kau ikut pasti Taemin akan leluasa mendekati Hyen-unnie oppa! Kau tidak mengerti masalahnya. Jika Taemin bisa merebut Hyen-unnie, yang sakit hati bukan hanya aku, tapi kau juga oppa. Aku memikirkan perasaanmu. Aku sudah terbiasa melihat Taemin bersama dengan yeoja lain. Aku sudah biasa sakit seperti ini. Tapi bagaimana denganmu? Oppa, aku tidak mau kau merasakan bagaimana sakitnya jadi aku yang harus menahan kepedihan melihat orang kita cintai bersama dengan orang lain. Tolonglah oppa, kalau begini berarti kau akan menyiksa dirimu sendiri.

___________

“ingin kemana kau?” tanya Taemin saat aku sedang membereskan baju-bajuku dan memasukkannya ke koper.

“apa urusanmu?” tanyaku dingin tanpa menatapnya.

“lihat aku bodoh! Kau ingin kemana?” dia memegang kedua pipiku kasar. Taemin, sejak kapan kau berubah menjadi kasar seperti ini? Sakit….

“aish! Lepaskan! Pipiku sakit Taemin!” kataku kasar sambil melepas kedua tangannya dari pipiku tidak kalah kasarnya dengan sikap Taemin.

“ingin kemana kau?” tanyanya lagi.

“jepang” jawabku santai dan menutup koperku.

“MWO? Memangnya kau berani ada di negara orang sendirian seperti itu? Huh, aku tidak percaya” jawabnya sambil berkacak pinggang. Aku menurunkan koperku dari kasur. Aku harus cepat. Kyu-oppa sudah menunggu. Sambil menunggu besok, Kyu-oppa menawarkan aku untuk tinggal di rumahnya saja.

“tidak. Karna aku tidak pergi sendirian. Ada Kyuhyun yang akan menjagaku selama 3 hari di Jepang sana Taemin sayang. Kau tidak usah khawatir” kataku santai lalu pergi meninggalkannya.

“tunggu!” dia memegang pundakku dan membalikkan tubuhku agar menghadapnya “aku ikut” sambungnya lagi. MWO? Dia ikut? Bagaimana aku bisa menenangkan diriku jika kau ikut? Aku pergi dari Korea kan untuk menghindarimu bodoh! Kenapa kau malah ikut denganku? Bisa-bisa rencanaku gagal! Bodoh bodoh! Tadi seharusnya aku tidak usah bilang ingin ke Jepang kalau tau akhirnya akan seperti ini!

“kau tidak usah ikut! Merepotkan saja!” kataku ketus.

“kau tidak ingin aku ikut? Kau takut aku menganggumu dengan Kyuhyun-mu itu? Tenang saja, aku tidak akan mengganggumu selama ada di Jepang nanti. Karna aku… akan mengajak Hyen Hyo” jawabnya lagi. MENGAJAK HYEN-UNNIE? Kau sudah gila???

“pergilah, kyuhyun-mu itu sudah menunggu di luar. Kasian jika dia harus menunggumu lebih lama lagi. Sampai bertemu besok di bandara Saengie” ucapnya penuh penekanan pada kata ‘saengie’ apa maksudmu? Apa aku harus pergi? Atau aku harus mengubah kemana aku akan pergi? Apa aku pergi ke China saja? Tapi bagaimana dengan tiketnya? Tadi kan baru saja aku telah membelinya dengan Kyu oppa! Sayang sekali dong! Buang-buang duit saja. Kalau aku tidak jadi berangkat ke Jepang… sama saja namanya aku telah menghamburkan uang kyu-oppa karna tadi membeli tiketnya kan pake uangnya. Ya Tuhan, eotteoke?

TAEMIN POV

Sampai kapanpun aku tidak akan pernah membiarkanmu pergi berdua saja dengan Kyuhyun saengie. Aku terlalu menyayangimu. Aku tidak ingin kau di sakiti oleh Kyuhyun. Dia itu cowok jahat! Kau bodoh sekali sih sampai sekarang tidak menyadarinya?! Memangnya matamu kenapa? Apakah kau sudah buta huh? Mungkin ini yang dibilang orang-orang bahwa cinta itu buta. Memangnya kau benar-benar mencintainya? Kenapa hatiku pedih?

“annyeongie” aku mengetuk pintu rumah Hyen-noona.

“eh, taemin. Ada apa? Masuk dulu” katanya mempersilahkanku untuk masuk. Aku duduk di sofa ruang tengahnya dan memulai pembicaraanku untuk mengajaknya ke Jepang.

“MWO? Ke Jepang?!” tanyanya kaget.

“ne noona. Kau mau kan? Aku akan menanggung semua biayanya. Aku berjanji” kataku meyakinkannya. Mudah-mudahan saja dia mau. Ayolah noona, kau harus menemaniku mengawasi Jinri. Kau juga jadi bisa mengawasi pacarmu itu kan? Atau tidak, kita kan bisa pergi berdua saja. Sekarang kan sedang musim gugur, pasti romantis sekali jika kita menghabiskan waktu kita di Jepang.

“aku harus izin dengan umma-ku dulu, lagipula… Kyu..” apa noona? Kyuhyun?

“kyuhyun? Jangan pikirkan dia noona. Apa kau tidak merasa sakit saat melihat dia selingkuh? Kau masih bisa memikirkannya? Jika aku menjadi kau, aku sudah buang dia jauh-jauh dari kehidupanku noona. Karna dia telah menyakitiku”

“ne, aku izin dengan umma-ku dulu”

Loh? Kemana foto di meja itu? Foto kau bersama Kyuhyun itu? Kenapa sudah tidak terpampang lagi? Apa kau telah membuangnya? Ya Tuhan, kau memang baik dan adil. Kau tau siapa yang terbaik untuk hyen-noona. Kau memudahkan jalanku Tuhan, terima kasih.

Aku akan mengikis memori Hyen-noona dengan Kyuhyun. Aku akan membuat hanya akulah satu-satunya orang yang ada dipikirannya. Aku akan berusaha. Tidak sepantasnya kau mendapatkan Kyuhyun noona, dia terlalu jahat untukmu. Dan kau terlalu baik untuknya.

“taemin-ah, bagaimana dengan tiketnya?” tiba-tiba Hyen Hyo sudah kembali ke ruang tamu dan menanyakan tentang tiketnya “ah, sekarang juga aku akan membelinya” kataku.

“ya sudah. Kau yang membelikannya kan? Kau bisa pulang sekarang, besok jemput aku ya^^ aku akan ikut denganmu ke Jepang” katanya sambil berjingkrak mengangkat satu kakinya ke belakang dan menaikkan kedua tangannya ke atas.

“kau bahagia sekali noona^^ aku pergi dulu ya, aku harus membeli tiketnya” kataku sekaligus pamit dengannya. Berhasil.

Kau tidak akan bisa melakukan hal apapun seleluasa yang kau bayangkan Jinri. Aku akan mengikutimu. Aku akan mengawasimu. Tenang saja, aku akan selalu menjagamu, aku menyayangimu. Aku tidak akan pernah membiarkan kau pergi berdua dengan Kyuhyun. Tidak akan.

HYEN HYO POV

Ke jepang? Tidak salah? Dia mengajakku ke Jepang? Tapi sepertinya bagus, mungkin saja disana aku bisa sejenak tidak memikirkan Kyuhyun. Aku akan menenangkan diriku disana tanpa ada gangguan dari orang yang bersangkutan karna Kyuhyun pasti tidak tahu kan kalau aku sedang berada di Jepang nanti?

Semoga hari-hariku di Jepang menyenangkan.

Semoga hari-hariku di Jepang bisa ku manfaatkan sebaik mungkin. Semoga dengan waktu yang singkat itu aku bisa memulihkan sakit di hatiku walaupun tidak maksimal, setidaknya aku sudah tidak akan terlalu sakit seperti sekarang.

Kau memang seseorang yang diutus untuk menjadi penenangku Lee Taemin.

Dengan idemu yang mengajakku ke Jepang saja, aku sudah yakin bahwa kau akan membuat hatiku sedikit lebih tenang. Terima kasih Tuhan atas apa yang sudah kau berikan padaku. Mungkin di balik semua ini, akan ada hikmahnya.

Kyuhyun… aku tidak akan pernah berhenti mencintaimu. aku berjanji. Apapun keadaannya, aku akan selalu dan tetap mencintaimu, walaupun kau menyiksaku sampai mati, aku tetap akan menjaga perasaan ini. Karna kau yang telah merubah hidupku. Kau yang telah memberitahuku bagaimana indahnya hidup, bagaimana bahagianya hidup. Kau juga telah mengajarkanku bagaimana indahnya di cintai dan mencintai. Kau yang sudah membuatku mengerti apa itu cinta, apa itu lelaki dan siapa ‘lelaki’. Terima kasih. Kau adalah sesuatu yang sangat berharga dalam hidupku setelah kedua orang tuaku. Kau adalah satu-satunya berlian dalam hidupku. Berlian manis yang sudah mengajarkan banyak hal padaku. Berlian indah yang sudah membuat hidupku menjadi lebih nyaman dari sebelumnya. Sesuatu yang memang Tuhan ciptakan untukku, adalah kau.

JINRI POV

Bagaimana bisa aku pergi ke Jepang dengan mereka?

Kyuhyun.

Taemin.

Hyenhyo.

Apa yang akan terjadi disana? Bukankan ini sama saja namanya dengan menyiksa diriku sendiri? Bukankah sekarang kata-kata yang pas untukku adalah ‘gagal kabur dari kenyataan’? kenapa aku tidak pernah bisa menghindari mereka?

Ya Tuhan, apa salahku sampai kau mengutukku seperti ini?

Tbc—

4 responses »

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s