Love Is Punishment Part 5

Standard

Author : Nisa Ayu Thayalisha Hadi (Nam Hyen Hyo)

Cast :

Lee Taemin

Choi Jinri

Nam Hyen Hyo

Cho Kyuhyun

Title : Love Is Punishment (PART 5)

Length : on going~

Genre : Romance, Angst

Rating : PG-13

Disclaimer : The casts are belong to God, and this Fan Fiction is belong to me kekekeke~ i own this plot ok?

Note : This is pure my imagination.

Credit Poster : cutepixie@darkreflection.so-pink.org

NB : FF ini aku buat karna aku terinspirasi oleh lagu ‘Love is Punishment’ yang dibawakan oleh K. Will di OST Brilliant Legacy. Setiap kalimat yang bergaris miring, itu adalah translate-an dari lagunya. Semoga ceritanya menyenangkan^^ happy reading heheh~

===============================================================

 

JINRI POV

“ya Tuhan, walaupun sekarang aku akan pergi ke Jepang bersama dengan Taemin dan Hyen-unnie, tolong jangan pertemukan kami dibandara ini. Semoga jadwal keberangkatannya pun berbeda. Aku mohon” gumamku dalam hati.

“wae jinri-ah? 30 menit lagi kita akan take off, masih ada waktu, kau ingin sarapan dulu?” tawar Kyu-oppa. Ne, kami mengambil tiket keberangkatan jam 6.45. semoga jadwalnya berbeda dengan Taemin.

“aniyo oppa, kita tunggu disini saja” kataku yang masih duduk santai sambil melayangkan pikiranku.

Bagaimana jika aku harus satu pesawat dengan Taemin?

Bagaimana jika nanti di Jepang kita bertemu?

Mudah-mudahan aku tidak berada dalam 1 kota yang sama dengan Taemin.

Hah.

“aku akan membelikan minum untukmu. Tunggu sebentar disini” kata Kyu oppa sambil meninggalkan aku sendiri di sini.

Aduh, bagaimana ini?

Kenapa kau mengutukku seperti ini ya Tuhan? Memangnya apa salahku? Apakah memendam perasaan ini adalah sebuah kesalahan yang fatal? Jinjjayo? Aish!

Tae… TAEMIN???

Tadi itu Taemin! Aku harus mengumpat!

Aku mengumpat di belakang tembok agar Taemin tidak bisa melihatku. Walaupun dia mungkin sedang tidak mencariku, tapi aku tidak mau dia melihatku. Ya Tuhan. Kau memang benar-benar sedang mengutukku.

Jadi taemin juga berangkat sekarang? Apa dia benar dengan keputusannya itu? Jadi apa yang sudah dia katakan tadi malam itu benar? Dia sedang tidak bercanda? Dia serius? Kau gila Lee Taemin!

Tapi… bukankah dia bilang bahwa dia akan membawa Hyen-unnie? Kenapa dia hanya berjalan sendirian saja? Apa Hyen-unnie menolak ajakan Taemin?

Baguslah, setidaknya kepedihan dihatiku ini sedikit berkurang, aku tidak usah repot-repot mempertahankan hatiku karna di jepang nanti saat aku bertemu dengannya, dia sedang tidak bersama Hyen-unnie bukan?

Ya tuhan, kau memang tidak pernah memberi hambamu cobaan diluar kemampuannya. Terima kasih.

TAEMIN POV

“noona, bisakah kita jalan lebih cepat lagi?” kataku sambil menarik tangannya kasar. Kita harus menemukan Jinri noona. Kau ini bodoh sekali tidak mengerti aku! Aku tau jinri berangkat pada keberangkat 6.45. aku tau! Maka dari itu kita cari dia dulu!

Kemana ya si Jinri dan cowok brengsek itu? Aku mengedarkan pandanganku keseluruh ruangan, tapi tidak juga kutemukan sosok Jinri. Kemana perginya dia?

“taemin-ah! lepas! Kau seperti memaksaku. Aku ingin beli minuman dulu, kau tunggu disini” kata Hyen Hyo lalu pergi meninggalkanku. Aish! Kalau aku terus mencari Jinri, nanti Hyen Hyo mencariku dong? Tapi… ah! jinri lebih penting!

Aish! Kemana sih anak itu?

“ah! apa dia tidak mengambil jadwal keberangkatan yang jam 6.45? kenapa tidak ada? Dari tadi aku cari-cari kok dia tidak ada? Aish!” aku mengacak-ngacakkan rambutku kesal. Bodoh Taemin! Kau bodoh! Bisa-bisanya kau melepaskan Jinri dengan Kyuhyun berdua seperti itu! Bukannya bertanya dulu pada jinri kalau dia berangkat jam berapa, malah asal tancep beli tiket saja. Bodoh!

“ah!” aku melepaskan kacamataku karna geram. Kemana si Jinri itu? Apa harus aku membatalkan penerbangan ini dan membeli tiket baru yang sama dengan Jinri? Jadi aku harus kembali menyusul Jinri gitu? Tapi dimana? Semalam Jinri menginap di mana saja aku tidak tahu! Apa mereka sudah berangkat sejak tadi malam? Bukankah Jinri bilang bahwa dia akan berangkat sekarang?

“Ya! Lee taemin! Kenapa kau begitu bodoh?!” kataku kesal sambil memukul-mukul kepalaku sendiri.

“ya! Bodoh! Kenapa kau menghilang? Aku mencarimu bodoh! Nih untukmu” kata Hyen-noona yang tiba-tiba saja sudah berada disampingku dan memberikan satu minumannya untukku. Aish! Apakah aku terlalu serius memikirkan Jinri sampai-sampai tidak menyadari keadaan sekitar? Ya ampun, Jinri-ah, kau memang membuatku gila!

“ah ne noona, gomawo” kataku.

Wae? Kenapa wajah Hyen-noona seperti panik sekali? Apa yang baru saja terjadi dengannya?

“wae noona?” tanyaku.

“a.. ah.. aniyo” katanya gugup. Aku jadi semakin yakin bahwa ada sesuatu yang baru saja terjadi dengannya. Apa? Apakah dia bertemu dengan…. Kyuhyun?

“ceritakan padaku noona! Kau kan sudah berjanji akan menceritakan apapun padaku” rayuku. Ayo noona, cepat katakan bahwa kau baru saja bertemu dengan Kyuhyun. Karna dengan begitu, berarti Jinri juga ada disini.

“hm.. aku.. Kyuhyun.. tadi aku bertemu dengannya” GREAT! Terima kasih noona.

“oh, aku kan sudah bilang, jangan pikirkan dia. Ayo kita kesana” ajakku pada hyen-unnie sambil mengalihkan pembicaraan. Setidaknya aku sudah tau sekarang bahwa Jinri juga berada disini. walaupun aku tidak bisa menemukannya, tapi dia ada disini. dekat denganku. Kau memang tidak akan pernah bisa menghindar dariku saengie. Karna kau memang telah diciptakan untuk menenangkanku. Mana mungkin seseorang yang telah diciptakan spesial untukku menghilang? Kau tidak akan pernah berada jauh dariku saengie. Kalau kau berada jauh dari hidupku, untuk apa Tuhan menciptakanmu jika kau tidak bisa menjalankan tugasmu dengan baik sebagai penenangku?

“hh” aku tersenyum sinis.

HYEN HYO POV

“ahjumma, minumnya 2” kataku sambil mengurak-arik tas agar menemukan dompetku. Tch! Kemana perginya dompet ini? Apa aku menaruhnya di koper ya? Tapi masa iya sih? masa iya aku menaruhnya di koper? Kenapa aku sebegini teledornya?

“ini ahgassi” kata ahjuma penjual minuman sambil menyodorkan 2 buah minuman yang barusan aku pesan. Aduh! Kemana dompetku?

“chakkaman ahjumma, sepertinya aku meninggalkan dompetku di koper” kataku lalu membalikkan badanku untuk menghampiri Taemin. Aku akan meminjam uangnya dulu.

“chakkaman nona, biar aku saja yang bayar” Kyu.. Hyun? Suara itu? Aigoo

“HYEN HYO?” kata Kyuhyun kaget saat menyadari bahwa orang yang baru saja di tawarinya itu ternyata adalah aku.

“kyu? Sedang apa kau?” tanyaku yang tidak tahu harus bertanya apa. Kenapa aku bisa bertemu Kyu dibandara? Memangnya dia ada keperluan apa? Apa dia juga ingin pergi? Kemana? Atau dia sedang mengantarkan kedua orang tuanya yang ingin ke luar negri? Setahuku sih, orang tuanya itu memang sering pergi ke luar negri.

“kau sendiri sedang apa ada di bandara? Bukankah seharusnya kau bekerja di kantorku?” tanyanya. Aish! Bodoh! Aku cuti 3 hari kan tidak izin dengannya. Aku hanya bilang pada Heechul-oppa dan menyuruh dia agar menyampaikannya ke Kyuhyun. Apa dia belum tau? Apa dia belum ke kantornya? Atau Heechul-oppa lupa dengan omonganku dan tidak memberitahunya? Ash!

“ah.. anu.. aku duluan” kataku lalu lari untuk menghindarinya. Cepat Hyen Hyo, lebih cepat lagi! Nanti Kyuhyun bisa mengejarmu. Kau tau sendiri kan Kyuhyun itu larinya cepat sekali.

“tunggu Hyen Hyo, ini minumanmu” kata Kyu memberhentikan aktivitasku –berlari- aku menerima kedua minuman itu dan mengucapkan tanda terima kasih padanya lalu pergi meninggalkannya lagi.

Semoga hari ini memang hari terakhir kita bertemu ya Kyu.

Setelah ini aku akan ke Jepang dan kita tidak akan bertemu dalam waktu 3 hari. Sedih sekali ternyata harus meninggalkanmu seperti ini.

Tapi aku berjanji, setelah aku pulang dari jepang nanti, aku akan kembali padamu dengan sikapku yang sudah kembali juga. Aku tidak akan mendiamkanmu lagi. Maka dari itu, izinkan aku pergi 3 hari ini hanya untuk menenangkan diriku dan membuang ingatanku tentang kau dengan yeoja itu. Aku masih bisa menerima semuanya asal kau tidak meninggalkanku demi yeoja itu. Aku rela kau menduakanku bahkan lebih dari itu. Asal jangan pernah kau mengakhiri hubungan kita. Aku tidak mau. Mimpiku adalah menjadi seorang pengantin, dan aku mau kau yang menjadi pengantin prianya. Seseorang yang benar-benar ku cintai sampai mati.

Ku mohon.

Jangan tinggalkan aku.

Kau boleh mencampakkanku, kau boleh selingkuh di depanku, kau boleh mencium yeoja lain di depanku. Bahkan aku juga akan menerima jika kau ingin mempunyai istri 2. Asalkan kau tetap bersamaku. Walaupun semuanya harus terbagi-bagi. Walaupun aku tau kau tidak mencintaiku sepenuhnya, tapi kau masih menyisakan sedikit perasaanmu padaku bukan? Semuanya sudah cukup.

Terima kasih.

“oh, aku kan sudah bilang, jangan pikirkan dia. Ayo kita kesana” ajak Taemin. Bodoh! Mana bisa aku tidak memikirkan dia. Namja yang sudah berada dalam hidupku selama 4 tahun belakangan ini. Kau memang selalu berbicara tanpa berpikir terlebih dahulu Lee Taemin. Bodoh sekali.

“omonganmu, tolong dipikirkan dulu!” aku menepak kepalanya pelan lalu mengikutinya pergi.

KYUHYUN POV

“chakkaman ahjumma, sepertinya aku meninggalkan dompetku di koper” aku mendengar samar-samar suara seorang yeoja yang sekarang tepat berada didepanku. Sepertinya aku tau, tapi siapa ya? Rambutnya… bentuk tubuhnya… aku seperti sering melihatnya. Sekarang aku berada disampingnya dan ingin melihat wajahnya, tapi dengan buru-buru dia berbalik badan dan hendak pergi, mengambil dompetnya mungkin.

“chakkaman nona, biar aku saja yang bayar” cegahku. Tidak ada salahnya bukan membantu orang? Lagipula kenapa aku merasa penasaran sekali ya siapa dia.

“HYEN HYO?” teriakku karna kaget. Jadi.. orang yang sedari tadi aku pikir seperti ‘pernah melihat’ itu hyen hyo? Kyu, kenapa kau begitu jahat sampai tidak mengenali pacarmu sendiri! Aish! Kyuhyun babo-ya. Kau bodoh sekali.

Aneh, kenapa dia bisa ada dibandara? Bukankah seharusnya dia sedang bekerja? Apa dia ada urusan? Tapi kenapa tidak mengabariku? Oh iya aku lupa, dia kan sedang marah padaku.

Ya! Hyen Hyo-ah, sampai kapan kau akan terus marah padaku?

Sampai kapan kau akan terus menyiksa perasaanku seperti ini?

Kalau kau terus seperti ini, jangan salahkan aku jika aku terus bersama Jinri, karna dengan berada disampingnya saja sudah membuatku nyaman.

Kemana sisi manismu yang dulu aku bangga-banggakan karna Cuma aku yang memiliki? Kenapa kau sekarang jadi dingin dan ketus seperti ini? Bahkan sepertinya kau membenciku. Baru kali ini aku melihatmu membenci seseorang. Bukan kah kau selalu baik kepada semua orang? Kenapa aku harus menjadi satu-satunya orang yang kau benci? Apa salahku? Mengapa kau memilih aku sebagai orang yang patut kau benci? Memangnya apa yang telah aku perbuat sampai membuatmu tidak ingin lagi bertatapan mata denganku huh?

“ah.. anu.. aku duluan” lagi-lagi kau menghindariku! Tch! Kau sudah berhasil membuat hatiku perih hyen hyo.

“tunggu Hyen Hyo, ini minumanmu” bersikaplah seperti biasanya Kyu. Jangan tampakkan bahwa kau lemah, kau harus tunjukkan padanya bahwa dia yang salah bukan kau! Aku tidak melakukan apapun! Dia telah salah membenci orang. Kenapa aku harus menjadi sasarannya? Hh, tidak masuk akal.

“wae oppa? Mukamu kecut sekali hahaha” tanya Jinri meledekiku. Ne, aku kesal dengan sikap Hyen Hyo barusan. Memangnya kenapa sih dia sepertinya anti sekali dekat-dekat denganku sekarang? Memangnya aku ini virus yang bisa membuatnya mati seketika? Bukankah aku ini obat penyembuh baginya?

“hah. Buruk sekali hari ini” aku menyandarkan tubuhku di kursi yang juga Jinri duduki. “wae?” tanyanya lagi sambil menyedot minumannya “entahlah, hey anak manis, kau sendirian disini tadi tidak takut diganggu orang?” tanyaku berusaha mengalihkan pembicaraan.

“ah? maksudmu?” tanyanya dengan raut wajah tidak mengerti. Kenapa kau lucu sekali Jinri-ah? aku gemas!!!

“aniyo, lupakan saja. Oh ya, hm.. itu di pipimu ada sesuatu” kataku berbohong.

“dimana oppa?” dia meraba-raba pipinya. “itu, ke kiri sedikit lagi..”

“mana oppa?”

“ke atas lagi, kanan” suruhku.

“mana oppa?!” tanyanya yang sudah termakan emosi.

“sini biar aku saja yang mengambilkan…” aku meraba pipinya dan “iiiih lucu banget sih kamu!!!!” aku mencubit pipinya keras dan dia hanya merintih kesakitan. “oppa! Sakit!!!” dia mengelusi pipinya yang lembut itu dengan pelan.

“kau marah denganku?” tanyaku karna dia membuang muka.

“ne aku marah denganmu! Kau pulang saja! Lagipula aku juga kan tidak mengajakmu ke jepang!” ucapnya ketus. Lucu sekali dia kalau sedang marah. Kau sedang apa saja lucu ya Jinri. Aku jadi ingat Kyu Ra.

“yasudah, kalau kau ingin aku pulang. Ayo!” aku berdiri dan menarik tangannya.

“kenapa kau menarik tanganku oppa?” tanyanya tidak mengerti.

“bukankah aku sudah pernah bilang bahwa kalau aku tidak ikut, maka kau tidak boleh ke Jepang!” kataku santai sambil melipat kedua tanganku di depan dada.

“tch! Kenapa kau sebegitunya mengaturku?” ucapnya dingin.

“karna kau sudah ku anggap adikku. Kajja! Mau pulang, atau ke Jepang?” tanyaku lagi meyakinkannya.

“ke Jepang lah!!” dia mengambil kopernya lalu menariknya.

Kau memang bisa membuatku tertawa saat sedang sakit seperti ini Jinri-ah.

Kau bisa membuatku nyaman.

Ya Tuhan, terimakasih kau sudah mempertemukanku dengannya. Seseorang yang akan menjadi bidadari di dalam hidupku.

Kau tidak akan pernah membiarkan hambamu terpuruk bukan?

Saat kau mengambil nyawa Kyu Ra, dengan cepat kau mempertemukanku dengan Hyen Hyo yang bisa membuatku melepaskan kerinduanku dengan Kyu Ra.

Saat aku sedang ada masalah dengan Hyen Hyo yang cukup membuat hatiku teriris dengan sikapnya, kau mempertemukanku dengan Jinri yang berhasil membuat pedih dihatiku pulih kembali.

Kau memang baik.

Semua yang kau berikan untukku adalah yang terbaik untukku.

Terima kasih.

TAEMIN POV

Itu JINRI! Dia sedang jalan bersama Kyuhyun mencari tempat duduknya di dalam pesawat ini.

Satu.. lewat! Dua.. lewat. Terus… tiga.. lewat! Empat.. lewat! Semoga ya Tuhan semoga.

Lima… SIP! GREAT! BAGUS! Mereka duduk tepat disebelahku dengan Hyen Hyo. Kau memang tidak akan pernah memisahkan kita jauh-jauh Tuhan, aku tahu itu.

“hai, saengie^^” sapaku pada Jinri yang membuat Jinri menjadi membeku seketika dan membelalakkan matanya. Begitupun dengan Kyuhyun. Dia melihatku sinis, mungkin karna waktu itu dia sempat melihat hyen hyo masuk ke mobilku.

Cho kyuhyun… sainganmu sekarang, ada di depan mata!

“noona, kau mau duduk di pojok? Silahkan” kataku mempersilahkan Hyen Hyo duduk di pojok dan memperlakukannya dengan manis dan berhasil membuat Kyuhyun geram. Hh, musuhmu menang Cho Kyuhyun.

“noona, kau ingat dengan kata-kataku bukan? Lupakan Cho Kyuhyun-mu itu. Apakah kau masih cukup sabar melihat pacarmu itu ternyata ingin pergi berdua dengan yeoja itu?” kataku mengacaukan suasana hatinya. Aku tahu perasaannya sekarang pasti sangat sakit sekali. Sudahlah noona, pacarmu itu hanya akan membawa luka dalam hidupmu! Kau ini bodoh atau apa sih? lebih baik kau dengan ku saja! Kau tidak cocok mendapatkan cowok brengsek seperti dia!

“diam taemin. Aku sedang tidak ingin diganggu” katanya lalu menyandarkan kepalanya ke jendela pesawat. Miris sekali hidupmu setelah mengenal Cho Kyuhyun noona.

Kyuhyun masih saja melihatku sinis dan menghampiriku, dia berdiri disebelahku dengan tatapan tidak suka. Mau apa kau?

“boleh aku pinjam hyen hyo-mu?” ucapnya ketus dan sedikit menyindir. Jadi kau sudah menyerahkan Hyen Hyo begitu saja kepadaku? Tuhan, kenapa kau memberikanku jalan yang SANGAT mudah sekali untuk mendapatkan Hyen Hyo? Apa ini adalah balasanku selama 2 tahun penantian ini? Sempurna.

“hyen hyo, namja-mu ini sudah mengizinkanku. Ayo kita bicara sebentar” katanya lalu menarik tangan Hyen Hyo paksa. Aku tidak akan membiarkanmu mengembalikan Hyen Hyo dengan mata memerah dan pipi yang basah Cho Kyuhyun.

Aku tidak akan pernah membiarkan Hyen Hyo-ku menangis lagi karna kau!

JINRI POV

Hah. Akhirnya duduk juga. TAE…. TAEMIN? Kenapa dia??

“hai, saengie^^” dia juga menyadari keberadaanku? Ya Tuhan, kenapa kau mengutukku lagi setelah aku merasa lega karna aku kira kau sudah mencabut kutukanmu itu. Ya Tuhan, apa aku ini satu-satunya orang yang kau kutuk? Kenapa? Apa yang harus aku lakukan agar aku bisa terbebas dari kutukan ini?

“noona, kau mau duduk di pojok? Silahkan” noona?! HYEN-UNNIE???? Jadi dia juga ikut? Bukankah tadi aku melihat Taemin berjalan sendiri? Kenapa bisa ada Hyen-unnie juga? Apa tadi aku sedang salah lihat? Ah! aku yakin tadi Taemin sedang berjalan sendiri kok.

Kyuhyun oppa, maafkan aku. Aku telah menyakitimu sejauh ini. Seandainya dulu aku tidak ingin mengikuti permainan Taemin yang gila ini, kau tidak akan pernah merasakan pedih seperti ini. Maafkan aku yang membawamu menjadi korban juga. Kau sama denganku oppa, hanya bisa melihat dan menikmati sesuatu yang menyakitkan tanpa berbuat apapun. Kau terlalu baik oppa, harusnya kau bisa merebut apa yang sudah sepantasnya menjadi milikmu. Kenapa kau diam saja? Kenapa kau hanya melihat sinis kepada Taemin? Kau tidak bertindak? Ayo oppa, cepat kau marahi Taemin!

“boleh aku pinjam hyen hyo-mu?” a-a-ap-APA? HyenHyo-mu? Oppa! Kau sudah gila? Dengan caramu yang seperti itu, berarti kau sudah membiarkan Taemin merasa menang! Memangnya kau rela kehilangan orang yang kau cintai? Oppa! Bukan kau saja nantinya yang akan sakit hati. Tapi aku juga. Oppa, tolong aku. Oppa, ayo kau rebut hyen hyo-mu lagi demi kau, dan aku. Oppa, aku sudah capek mendapat kutukan seperti ini dan hanya kaulah satu-satunya orang yang bisa membebaskanku.

“saengie-ah, ternyata kau memang benar-benar akan pergi dengan Kyuhyun ya? Ada hubungan apa kau dengannya?” tanya Taemin saat Kyuhyun dan Hyen Hyo sudah pergi. Haruskah aku menjawab dan menatap matanya Tuhan? Aku harus kuat.

“hubungan apa? Tidak ada apa-apa. Aku kan bukan kau yang selalu menghalalkan segala cara sekalipun itu harus merebut kekasih orang” ucapku sinis. Taemin, maafkan aku. Aku sudah keterlaluan. Lee Taemin… aish! Lagi-lagi aku menyakiti diriku sendiri dengan perkataanku barusan.

“hm, baguslah. Menghalalkan segala cara? Maksudmu?” apa? Aku harus jawab apa? Bagaimana ini? Aku terlalu gugup dan juga takut. Seseorang, tolong aku. Tolong bawa aku pergi dari sini!

“ini, hyen hyo-mu. Terima kasih ya sudah meminjamkannya padaku” tiba-tiba Kyu-oppa datang dan menghalangi pandanganku pada Taemin. Terima kasih oppa. Kau memang penyelamatku. Terima kasih.

“Jinri-ah, kenapa wajahmu murung sekali? Kau masih marah padaku?” tanyanya.

“aniyo”

“kau kenal dengan lelaki perebut kekasih orang itu?” bisik Kyu-oppa tepat di telingaku. Oppa! Dia memang perebut kekasih orang, tapi kau tidak boleh menjelek-jelekkannya. Bagaimana pun juga dia adalah penyemangat hidupku. Dengan senyumannya itu aku ingin terus hidup, walaupun aku harus tersiksa. Asal aku bisa melihat senyum damainya itu, aku rela hidup disiksa dan tersiksa.

“tidak” jawabku cepat lalu mengalihkan pandanganku dari kyu-oppa.

“oh, arasseo. Tidurlah, perjalanan ini pasti akan melelahkan” katanya lalu menyandarkan kepalaku ke pundaknya. Kenapa begitu nyaman oppa? Pundakmu membuatku nyaman. Pelukanmu membuatku tenang. Genggaman tanganmu membuatku yakin bahwa aku aman. Sentuhan bibirmu pun membuatku merasa seperti diperlakukan sebagai wanita. Kaulah satu-satunya orang yang memperlakukan aku sebagai wanita oppa. Kau membuatku merasakan bagaimana indahnya menjadi seorang ‘wanita’ kau… terima kasih.

KYUHYUN POV

Dia? HYEN HYO? Itu yeoja yang berada di belakangnya itu hyen hyo kan? Jadi… jadi benar Hyen Hyo memang ada hubungan dengan lelaki ini? Jadi aku.. mengapa kau begitu tega Nam Hyen Hyo? Apakah 4 tahun ini kau tidak puas dengan cinta yang telah aku berikan? Maaf, walaupun aku tidak mencintaimu sebagai wanita, tapi aku tulus mencintaimu sungguh. Apa namanya kalau bukan cinta jika saat aku melihatmu dengan namja lain hati rasanya seperti baru saja di ledakkan? Sakit sekali Hyen Hyo. Sakit!

“hai, saengie^^” sapanya. Kepada siapa? Jinri? Kenapa arah pandangnya ke Jinri? Apa dia memang sedang menyapa Jinri? Dia memanggilnya apa tadi? Saengie? Adiknya kah? Atau mereka memang sudah saling mengenal dengan baik? Kenapa semuanya berhubungan seperti ini? Aku baru merasakan bahwa dunia ini sempit sekali.

Dia melihatku sinis. Apa yang salah denganku? Tidak seharusnya kan dia melihatku sinis? Bukankah harusnya aku yang melihatnya sinis? Aku membalas tatapan sinisnya.

“boleh aku pinjam hyen hyo-mu?” tanyaku sambil menyindirnya. Hyen hyo-mu. Sakit sekali saat aku harus mengatakan ini. Ini sama saja seperti aku menyerahkanmu begitu saja untuknya. Kau senang huh? Kau senang?

“ada hubungan apa kau dengan namja itu?” tanyaku saat kita sudah berada di bagian belakang pesawat.

“tidak ada apa-apa. Sekarang aku yang tanya padamu. Ada hubungan apa kau dengan yeoja itu?” yeoja itu? Jinri maksudnya? Haha kau salah paham dengannya jagiya? Kau terlalu polos. Aku jadi ingin menciummu.

“aku tidak ada apa-apa dengannya hyen hyo hahaha katakan padaku, apakah selama ini kau mendiamkanku karna kau melihatku dengan Jinri?” kataku yang masih saja terkekeh.

“ne, kau selingkuh!” selingkuh? Hey…

“aku tidak selingkuh jagiya, dia itu baru saja kehilangan kekasihnya, aku menganggapnya sebagai adikku. Sekarang aku ingin menemaninya ke Jepang karna dia ingin menenangkan dirinya. Tidak mungkin kan aku membiarkan orang yang sedang depresi seperti itu sendirian di negara orang dan tidak mengenal siapapun? Kau sudah mengerti sekarang?” jelasku.

“ya, aku mengerti. Tapi tentang ciuman itu….” dia belum sempat menyelesaikan perkataannya tapi aku sudah membungkam mulutnya dengan bibirku. Biarkan seperti ini. Sebentar lagi. Kau sebegininya marah denganku sampai menolak ciumanku seperti ini?

“ya! Aku tidak mau kau menyentuh bibirku! Bibirmu itu bekas orang lain! Aku tidak mau!” ocehnya yang masih saja tidak mengerti dengan alasanku. Itu kan kejadian tidak sengaja! Jika kau melihatnya, apa kau tidak bisa menilainya?

“hah. Sepertinya kau masih marah denganku. Terserahlah, aku ingatkan saja. Kesalahpahaman ini adalah perbuatan seseorang dan aku mohon kau jangan terjebak” kataku mengingatkannya. Semuanya pasti gara-gara namja itu. Aku yakin. Pasti karna dia tahu hubunganku dengan Hyen Hyo sedang merenggang seperti ini, dia memanfaatkan semuanya. Dia menghasut Hyen Hyo. Aku tau bagaimana liciknya permainan seorang lelaki.

“ini, hyen hyo-mu. Terima kasih ya sudah meminjamkannya padaku” aku mengembalikan Hyen Hyo kepada namja itu dan duduk ke tempatku. Sesekali aku melihat ke arah Hyen Hyo, dia sepertinya masih marah denganku. Jika aku melihat ke arahnya, dia langsung membuang mukanya.

Sudahlah. Yang penting aku sudah tau apa alasannya dia mendiamkanku seperti itu. Ternyata semuanya hanyalah sebuah kesalah pahaman. Aku mengerti sekarang.

HYEN HYO POV

KYUHYUN? Kenapa dia bisa…. yeoja itu…. benar saja! Kau benar-benar selingkuh Cho Kyuhyun. Dan benar juga, ternyata selingkuh itu bukanlah apa-apa dalam hidupmu. Semuanya bukan masalah dan bukan kesalahan. Buktinya kau biasa saja dan malah menatap sinis Taemin. Kau tidak ingin menjelaskan semuanya padaku? Menjelaskan atau hanya hendak berkata ‘maaf’ atas perlakuanmu itu?

Kenapa jadi seperti ini?

Aku dengan taemin.

Kyuhyun dengan yeoja itu.

Kenapa semuanya begitu menyakitkan. Kyu, aku ingin berada disampingmu. Terus. Sampai aku mati. Jangan suguhkan aku pemandangan seperti itu. Aku tidak suka melihat ada yeoja lain yang berada di sisimu.

Kyuhyun menghampiri Taemin dan mengatakan sesuatu.

Hyen hyo-mu? Maksudmu? Kau sudah tidak menganggapku sebagai pacarmu? Kenapa kau mengatakan pada Taemin dengan sebutan ‘hyen hyo-mu’ aku masih milikmu kan? Benarkan? Kau belum membuangku bukan? Kyu, jangan usir aku dari kehidupanmu. Jangan!

“ada hubungan apa kau dengan namja itu?” sudah aku duga, pasti kau akan membicarakan hal ini. Ya Tuhan Cho Kyuhyun, aku tidak ada apa-apa dengan Taemin. Yang aku tanyakan adalah, kau ada hubungan apa dengan yeoja itu?

“aku tidak selingkuh jagiya, dia itu baru saja kehilangan kekasihnya, aku menganggapnya sebagai adikku. Sekarang aku ingin menemaninya ke Jepang karna dia ingin menenangkan dirinya. Tidak mungkin kan aku membiarkan orang yang sedang depresi seperti itu sendirian di negara orang dan tidak mengenal siapapun? Kau sudah mengerti sekarang?” benarkah? Apa sekarang aku bisa mempercayai kata-katamu Cho Kyuhyun? Tapi aku ingin sekali mempercayaimu, lagipula alasanmu pun masuk akal. Tapi…. kalau kau memang tidak mencintainya dan hanya menganggapnya sebagai adik, bagaimana dengan dia? Dia sedang terpuruk dan tiba-tiba kau menolongnya dan masuk ke dalam hidupnya, bagaimana jika dia menyimpan perasaan padamu? Bukankah itu sebuah kemungkinan untuk terjadi?

Bagaimana jika dia merebutmu dariku Cho Kyuhyun? Apakah kau tidak pernah berpikir sampai kesana?

Dan tentang ciuman itu….

“ya, aku mengerti. Tapi tentang ciuman itu….” mmph! Dia membungkam mulutku. Kyuhyun menciumku. Cho Kyuhyun, jangan membuatku sedih! Kau berani menciumku setelah bibirmu itu menyentuh bibir yeoja lain. Kau berani sekali Cho Kyuhyun!

“ya! Aku tidak mau kau menyentuh bibirku! Bibirmu itu bekas orang lain! Aku tidak mau!” ucapku cerewet dan mendorongnya ke belakang. Kau kurang ajar Kyu! Kau malah menambah jarum dihatiku. Kau membuatku sakit lagi. Setelah kau membuatku sedikit lebih tenang karna tau bahwa kau tidak selingkuh, kau hanya menganggapnya adik dan kau tidak mencintainya, kau malah pada akhirnya membuatku sakit lagi dan memikirkan yang bukan-bukan! Bodoh!

“hah. Sepertinya kau masih marah denganku. Terserahlah, aku ingatkan saja. Kesalahpahaman ini adalah perbuatan seseorang dan aku mohon kau jangan terjebak” maksudmu? Aku tidak akan pernah terjebak. Yang aku tau sekarang adalah, Taemin sudah berani menyusup ke kehidupanku dan berusaha untuk membuat hubungan kita semakin merenggang. Hanya itu. Tapi sepertinya, dugaanku sedikit salah, taemin anak yang baik. Tapi dia juga punya sisi licik yang akan menghancurkan hubungan ini. Aku tidak akan membiarkan tembok yang sudah aku bangun dengan Kyuhyun runtuh begitu saja. Aku tidak akan terjebak Kyu.

“ini, hyen hyo-mu. Terima kasih ya sudah meminjamkannya padaku” tolonglah Kyu, jangan berbicara seperti itu. Aku sakit. Hatiku terlalu sakit.

Jangan lihat aku, aku sedang tidak ingin menatap matamu.

Kenapa kau selalu ada? Aku memang mengharapkan kau ada, tapi kau ada disaat yang tidak tepat. Aku pergi ke Jepang karna aku butuh ketenangan, tapi bagaimana caranya aku menenangkan diriku sendiri jika kau juga ada disana? Bersama dengan yeoja itu pula!

“noona, apa dia baru saja menyakitimu?” tanya Taemin sambil berbisik kepadaku.

“aniyo” jawabku berbohong lagi.

“aku tau kau berbohong. Sudahlah, sepertinya dia baru saja menciummu, bibirmu jadi sedikit basah dari sebelumnya” katanya yang berhasil membuat hatiku seperti baru saja di tendang. Dia… bisa menebaknya hanya dari melihat bibirku yang sedikit basah? Aigo! Kau memang teliti sekali.

“aniyo, ini basah karna lidahku tadi…”

Chu~

Taemin mencium bibirku singkat.

“untuk hari ini. Untuk menghapus jejak bibir Kyuhyun di bibirmu” katanya dengan lancang! Taemin! Kau mencium bibirku! Kau… LANCANG!

PLAK! Aku menampar pipinya dan berhasil membuat Kyuhyun melihat ke arahku.

Kyu, singkirkan pandanganmu itu. Aku tidak akan bisa berkutik jika kau terus melihatku seperti itu. Aku urungkan niatku untuk memarahi taemin.

“mianhae, aku refleks” ucapku pada Taemin dan dia hanya tersenyum sinis ke arahku. “gwaenchana” katanya masih sambil memegangi pipinya kanannya.

Tbc—

2 responses »

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s