[Ficlet] Please Don’t Say (Kyu-Hyen Couple) – Alligiance

Standard

Author : Nisa Ayu Thayalisha Hadi (Nam Hyen Hyo)

Cast :

Cho Kyuhyun

Nam Hyen Hyo

Title : Please Don’t Say – Alligiance

Length : Ficlet

Genre : Romance, Angst

Rating : PG-13

Disclaimer : The casts are belong to God, and this Fan Fiction is belong to me kekekeke~ i own this plot ok?

Note : This is pure my imagination.

===============================================================

Hyen Hyo membawa langkah kakinya dengan berat. Langit cerah yang kini menghujam bumi tiada berpengaruh sedikitpun pada keadaan hatinya yang sangat mendung. Hatinya keruh bagaikan larutan koloid dan tentu saja yang menyebabkan hatinya menjadi sekeruh ini adalah pria yang sangat berbahaya baginya bagaikan sinar ultraviolet.

Saat pintu gedung mewah dengan bangunan yang menjulang tinggi ke atas bagaikan hampir mencakar cakrawala langit, Hyen tersenyum masam pada sang penjaga pintu yang sebenarnya bisa terbuka secara otomatis lalu mendesah dengan nafas berat. High heels 5 cm yang digunakannya semakin menghambat langkah kaki. Selama beberapa jam sebelum mendatangi tempat ini, Ia sibuk dengan beberapa merk alat make up yang dapat menutupi sembam dimatanya. Karena apa? Karena apa lagi jika bukan karena dia telah menangis.

Dia tidak pernah menyangka bahwa pria yang selama ini selalu dicintai dan ditunggunya ternyata sama sekali menganggapnya bukan siapa-siapa bahkan hampir melupakannya. Kesetiaan yang telah terjalin di dalam diri Hyen Hyo, kini seperti tercampakkan sia-sia dan tercabik. Kesetiaan yang baru pertama kali Hyen Hyo rasakan dalam hidupnya. Mencintainya, menunggunya dan terus percaya bahwa Ia tetap menjadi miliknya. Bodohnya, ternyata ini hanya merupakan salah paham. Salah paham yang telah Ia rubah menjadi paham selama 12 tahun lamanya. Good!

Flashback

“Kyuhyunnie, hari ini ada 3 orang yang menyatakan cintanya padaku!” bangga Hyen Hyo sambil berjalan pelan di samping Kyuhyun. Kyuhyun menengok kepada Hyen Hyo yang tengah menendang salju-salju kecil di pinggir jalan.

“Benarkah? Lalu?” tanya Kyuhyun sedikit penasaran. Rasa cinta yang sudah membuncah sejak pertama kali bertemu di hati Hyen Hyo tidak dapat lagi dibendung. Dalam hatinya Ia berdoa semoga strategi kali ini Ia bisa berhasil. Ternyata menjadi teman dekat memang menyenangkan, tapi akan merasa tersiksa pula saat salah satunya mempunyai rasa cinta yang berlebihan.

“Tidak ada satupun dari mereka yang aku respons” jawab Hyen Hyo sambil merapatkan jaket tebalnya.

“Kenapa? Kalau aku yang menyatakan cintanya padamu, apakah kau juga tidak akan merespons? Atau mungkin sebaliknya?” tanya Kyuhyun. Denyut jantung Hyen Hyo bekerja berkali-kali lipat. Tidak salah lagi, strateginya kali ini ternyata berhasil 100%! Ini dia kalimat pertanyaan yang sedang Hyen Hyo tunggu sedari tadi.

Hyen Hyo menggigit bibir bawahnya, semoga tidak ada kata-kata yang salah yang keluar dari mulutnya. “Hm, mungkin sebaliknya”

“Jadi kau menerimaku?”

“Hm” jawab Hyen Hyo. Ia menoleh ke kiri dan tersenyum selebar yang Ia bisa. Sementara Kyuhyun tetap menampilkan ekspresi datarnya. Hanya kepalanya saja yang manggut-manggut tidak jelas.

2 tahun berlalu, Hyen Hyo dan Kyuhyun memasuki Senior High School yang berbeda. Jadwal mereka untuk bertemupun tidak sepadat saat mereka masih satu Junior High School. Entah ada perasaan apa yang mengganjal dalam hati Hyen Hyo, tiap kali Kyuhyun tidak memberinya kabar lewat pesan, Ia selalu merasa gelisah.

“Donghae sunbae menyukaimu bodoh! Kau benar-benar tidak ingin menerimanya?” tanya Sun Mi pada Hyen yang tengah melamun. Hyen hanya menggeleng lemas karena otaknya sedang teracuni oleh beberapa kenangannya dengan Kyuhyun.

“Kenapa? Kau ini mengerti bersyukur tidak sih?! Berpuluh-puluh wanita mengantri ingin menjadi pacar Donghae sunbae, tapi kau yang sama sekali tidak ikut mengantri malah mendapatkannya begitu saja. Dan kau sama sekali tidak ingin menerimanya? Kau sudah gila?” marah Sun Mi sambil memukul kepala Hyen Hyo. tentu saja tindakan ini tidak dapat di biarkan. Hyen Hyo menangkis tangan Sun Mi dari kepalanya dan segera berdiri.

“Akan lebih gila lagi jika aku menerimanya! Aku sudah mempunyai pacar! Kau saja tidak tahu!” marah Hyen Hyo lalu meninggalkan Sun Mi yang masih terbengong-bengong. Selama Ia berteman dengan Hyen Hyo, Sun Mi sama sekali tidak pernah mengetahui bahwa Hyen Hyo telah memiliki kekasih.

3 tahun berlalu, Hyen Hyo telah tumbuh menjadi wanita dewasa yang cantik dan banyak merubah penampilannya dari segi manapun. Rambutnya terurus sehingga terbentuk sangat indah, wajahnya terlihat semakin cantik walaupun hampir sama seperti dulu. Dia tetap cantik. Dan terus menjadi cantik setiap harinya. Cara dia berpakaian pun sudah berbeda dari Hyen Hyo beberapa tahun yang lalu.

“Kau masih menjomblo huh?” berulang kali pertanyaan ini terlontarkan dari teman-teman di kampusnya. Dan tentu saja pertanyaan ini sudah bosan Hyen Hyo dengar. “Tidak. Siapa bilang aku menjomblo? Tidak usah sok tahu!”

“Tidak usah mengelak, kalau kau menjomblo, katakan sajalah! Kau ini cantik, sangat malah, pasti banyak pria yang ingin memilikimu!”

“Tapi aku sudah memiliki kekasih!”

“Jinjja?”

“Hm, aku berpacaran dengannya sejak aku menduduki kelas 2 di Junior High School”

“SAMPAI SEKARANG?!” kaget Ho Na.

“Hm, aku setia bukan?” bangga Hyen Hyo sambil nyengir lebar dan mengeluarkan ponsel yang dikantunginya dan mengirimkan pesan untuk Kyuhyun.

Beberapa tahun berlalu, Hyen asik berkutat dengan pekerjaan barunya menjadi arsitektur. Entah sejak kapan Ia jadi menyukai pekerjaan ini. Entah karena Ia memang ingin menjadi arsitektur atau karena Ia terobsesi dengan cita-cita Kyuhyun sehingga ingin menjadi sepertinya.

“Ne? Sebentar-sebentar. Hm, iya. Tenang saja, aku tidak mungkin telat. Iya, Baiklah!” seru Hyen Hyo di telfon sambil sibuk mengenakan bajunya. Setelah Ia memakai pakaian dengan lengkap, dengan cepat Ia berlari menuju basement apartemennya dan meluncur bersama mobil yang dikendarainya.

Kyuhyun berjalan memasuki gedung tempat dimana Hyen Hyo bekerja bersama seorang arsitektur lainnya dan mulai menuju ke dalam sebuah ruangan yang telah dijanjikan untuk melakukan meeting bersama dalam rangka membicarakan tujuan mengenai pembangunan sebuah menara setinggi 120 m di tengah-tengah kota.

“Annyeong” Kyuhyun dan temannya membungkuk sopan dan menempati dua bangku kursi yang kosong. Matanya masih belum terpaku pada Hyen Hyo yang tengah menatapnya dengan tatapan tidak percaya. Setelah mereka berdua lulus dari Senior High School, keduanya belum pernah lagi bertemu. Hanya saling bertukar pesan saja. Karena kesibukan yang menyerbu masing-masing dari mereka, maka mereka tidak pernah punya waktu luang untuk hanya sekedar minum-minum biasa di sebuah cafe.

Sampai meeting usai, Kyuhyun masih belum menyadari keberadaan Hyen Hyo karena memang Kyuhyun duduk jauh dari Hyen Hyo. Sebelum Kyuhyun benar-benar pergi dari tempat kerja Hyen Hyo, Ia menarik lengan Kyuhyun dan menatap matanya tajam. “Kyu” sorot matanya menandakan bahwa Ia sangat merindukan pria tertampan yang pernah ditemuinya yang sedang berhadapan dengannya kali ini.

“Hm, Hyen?” tanya Kyuhyun tercengang. Hyen segera mengangguk dan Kyuhyun tersenyum lebar. “Kau, apa kabar? Sudah hampir satu bulan kita tidak saling bertukar pesan. Maafkan aku karena tidak pernah membalas pesanmu belakangan ini, kau tau aku sesibuk apa bukan?” Dalam hati, Hyen Hyo mengeluh. Pekerjaan kita sama, tapi aku selalu menyempatkan waktuku untuk sebentar saja demi menghubungimu karena aku merindukanmu. Tidakkah kau merasakan hal sama kepadaku, Kyu? seru Hyen Hyo dalam hati.

“Hm, gwaenchana. Bisakah kita berbicara sebentar?”

Mereka berjalan dalam diam menuju kantin. Entah bagaimana awal mulanya ini terjadi, tapi Hyen Hyo merasakan canggung yang berlebihan.

“Ada apa, Hyen? Kau tumbuh semakin cantik saja. Sudah lama kita tidak bertemu. Berapa tahun? 6-kah?” tanya Kyuhyun mengira-ngira. Hyen Hyo hanya tersenyum ‘tipis sambil menjawab seadanya “Mungkin” ujarnya singkat.

“Hey, kau masih menjomblo?” Hyen membelalakkan matanya.

“Maaf?” seru Hyen Hyo meminta untuk diulangi.

“Kau masih menjomblo, huh? Aku tidak pernah mendengarmu mengeluh tentang pria lagi. Kau masih menjomblo atau sudah memiliki kekasih tapi tidak ingin berbagi kesenangan denganku?” ucap Kyuhyun sambil mengadung cappucinonya. Hyen mendundukkan wajahnya bingung. Bukankah….. Jika Kyuhyun berkata seperti itu, lalu… kejadian 11 tahun yang lalu merupakan apa?

“Kau bercanda?” tanya Hyen Hyo masih tidak percaya. “Sejak kapan aku sering bercanda Hyen? Mungkin dulu iya, tapi sekarang aku selalu melakukan segala sesuatunya dengan serius. Termasuk dengan niatku yang satu ini” kata Kyuhyun sambil tersenyum tiga jari. Senyuman yang selalu Hyen suka darinya.

“Niat apa?”

“Menikahi wanitaku” DEG! lagi-lagi jantungnya seperti baru saja digetuk dengan palu. Ia menatap mata Kyuhyun dengan nanar.

“Kau menangis? Hey, apa ada yang salah dengan ucapanku?”

“Kau ingin tahu kenapa sampai sekarang aku terus menerus menjomblo dan menolak puluhan pria di hadapanku dengan langsung tanpa berpikir? Itu semua aku lakukan karena aku setia denganmu! Kata-katamu dan pernyataanku 11 tahun yang lalu saat kita pulang bersama di bawah salju yang terus turun ke bumi, apakah bukan merupakan suatu pernyataan tidak langsung bahwa kita berdua menjalin sebuah hubungan? Aku rela tidak menerima satu pria pun dihatiku karena aku tahu bahwa aku memilikimu, tapi kau sama sekali tidak membahas itu huh? Bahkan kau sekarang sudah ingin menikah. Tidakkah kau memikirkan perasaanku yang selalu menunggumu dan setia padamu dengan tulus?” air matanya tidak dapat dibendung lagi, Hyen mengeluarkan air matanya dengan gampang. Segampang Kyuhyun meruntuhkan pertahanan yang telah dibangunnya selama ini.

“Hyen-ah… Ini hanya sebuah salah paham… saat itu, aku hanya melontarkan sebuah kata-kata pengandaian. Bukan sebuah pernyataan/pertanyaan sesungguhnya! Aish, jinjja. Kenapa kesalahpahaman ini bisa terjadi?”

“Baiklah. Kapan kau akan menikah Kyuhyun-ah? Aku akan menghadiri upacara pernikahanmu. Terima kasih sudah membuatku menunggumu dan menyimpan harapan kosongku kepadamu. Seandainya aku tidak sebodoh ini, mungkin aku tidak akan tersiksa juga seperti ini. Dulu aku berpikir, you’re too perfect to be ignored. Tapi sekarang, aku merubah segalanya. You’re too perfect to be hoped.”

Flashback End

Hyen Hyo mengisi kursi paling depan dan duduk disitu. Menikmati pemandangan altar yang masih kosong tanpa ada siapapun berdiri disana. Sementara itu, semakin lama, gedung mewah ini terdengar semakin ricuh, menandakan bahwa semakin banyaknya para tamu undangan yang hadir. Beberapa dari mereka telah Hyen kenal karena sama-sama seorang arsitektur. Setengah jam kemudian, jam besar berdenting dengan keras. Tepukan tangan meriah terdengar membahana dan menggema di dalam gedung. Hyen menengok ke belakang dengan takut, takut hatinya hancur lagi. Ia mendapati Kyuhyun tengah menggandeng seorang wanita dan berjalan menuju altar. Senyum kebahagiaan bertengger dengan tulus di wajah mereka berdua. Tidak butuh waktu lama, lagi-lagi air mata Hyen Hyo jatuh bertumpahan. Dengan cepat Ia menghapusnya dan fokus melihat kejadian sakral yang paling menyakitkan bagi dirinya. Saat Kyuhyun mengucapkan sumpah janji setianya, di dalam hati, Hyen Hyo terus mengatakan ‘Please dont say, please dont say…’

Hyen meninggalkan gedung tersebut lebih cepat dari yang Ia perkirakan dan membiarkan rambutnya terjatuhi bulir-bulir salju yang dingin. Kebodohan, membawa sakit yang berlebihan. Kesalah pahaman yang terjadi karena kebodohan, lebih membawa sakit yang berlebihan. Kebodohan hanya akan membawa harapan kosong. Kebodohan hanya akan membuat kita bertindak semakin bodoh dan bodoh setiap harinya. Karena kebodohan, bukanlah hal utama yang akan kita jadikan pegangan hidup kita. Kesetiaan lah yang seharusnya kita terapkan dalam hidup. Tapi kesetiaan yang muncul dari kebodohan sama saja seperti kita menyakiti diri kita sendiri. Mencintainya memang butuh kesetiaan, tapi bukan suatu kesetiaan karena kebodohan. Kesetiaan dan Kebodohan hanyalah berbeda tipis. Seharusnya dari awal kita selalu menyadari hal yang kita lakukan. Apakah kita sedang setia atau justru tengah melakukan kebodohan?

END

Nb : Halo! Saya datang lagi dengan FF Ficlet Please Dont Say saya!!!! hahahahhaha

Saya udah pernah bilang kan, kalau saya bikin Please Dont Say, itu pasti sad ending hehehe. Aku udah bikin 4 FF Please Dont Say nih :

1. Please Don’t Say (Hyuk-Young Version)

2. Please Don’t Say (Kyu Hyen Version)

3. Please Don’t Say – My Sad Ending Story

Dan yang terakhir ini deh Please Don’t Say – Alligiance hehehhee

Semoga suka dengan semua jenis FF Seri Please Don’t Say-nya NISA^^ Happy Reading!!!

*FF ini Nisa bikin ngebut kurang dari 20 menit loh, haha tiba2 kepikiran ide begini wkwk #kabur

23 responses »

  1. Hyennn… Yang ini bikin gue geger…. Faktanyaaa GUE JUGA DIGANTUNGIN ORANG SELAMA 5 TAHUN #capsjebol

    aduhkyukasianbangetdahsihyentauuuuulogapunyaperasaanbangetdahhh

    hyen ah?! Cemungud yak… Hahaha

  2. Pingback: [Ficlet] Please Don’t Say (KyuHyen Couple) – Discorded « Nisa Ayu Thayalisha Hadi's

  3. Pingback: [Ficlet] Please Don’t Say (KyuHyen Couple) – Discorded | FFindo

  4. Pingback: Sadness Part 8 « Nisa Ayu Thayalisha Hadi's

  5. Pingback: [FICLET] Please Don’t Say – Be Left (HaeNa’s Story) | FFindo

  6. Pingback: [FICLET] Please Don’t Say – Be Left (HaeNa’s Story) « Nisa Ayu Thayalisha Hadi's

  7. itu hyen-nya setia banget i, kereen!
    kyu-nya main-main sii, jadi kasian hyen punya harapan kosong, semoga di dunia nyata gada kisah cinta senyesek itu,

    good story
    #bener-bener dah, siang ini jadi galau gara-gara please don’t say ..

    • Keren dong^^
      Ada loooooh, temen akuuuu hahahahaha makannya aku bikin FF ini😀 digantungin 5 tahun~

      Makannya jangan baca please dont say^^ please dont say itu tidak akan pernah mengenal kata happy ending hahahha

  8. hello kak nisa!
    saya reader baru *sorak-sorak*
    saya udah baca please dont say yang lain sebenernya *langsung baca 3 sih*
    tapi yang bener-bener bikin mewek yang ini, menurut aku ceritanya berhasil banget, karena bikin aku tambah takut sama farewell hehe
    udah ngga tau lagi ngomong apa ㅠㅠ
    keep writing kak ㅇㅅㅇ

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s