Love Is Punishment Part 6

Standard

Author : Nisa Ayu Thayalisha Hadi (Nam Hyen Hyo)

Cast :

Lee Taemin

Choi Jinri

Nam Hyen Hyo

Cho Kyuhyun

Title : Love Is Punishment (PART 6)

Length : on going~

Genre : Romance, Angst

Rating : PG-13

Disclaimer : The casts are belong to God, and this Fan Fiction is belong to me kekekeke~ i own this plot ok?

Note : This is pure my imagination.

Credit Poster : cutepixie@darkreflection.so-pink.org

NB : FF ini aku buat karna aku terinspirasi oleh lagu ‘Love is Punishment’ yang dibawakan oleh K. Will di OST Brilliant Legacy. Setiap kalimat yang bergaris miring, itu adalah translate-an dari lagunya. Semoga ceritanya menyenangkan^^ happy reading heheh~

===============================================================

 

JINRI POV

“tsuini ya oppa^^” kataku berbicara sedikit basaha Jepang kepada Kyu.

“apa itu?” tanyanya “akhirnya, akhirnya kita sampai juga disini hehehe senangnya^^” kataku lalu berjalan meninggalkan Kyuhyun Oppa yang masih sibuk dengan barang bawaannya.

“taemin?!” ucapku kaget lalu memberhentikan aktivitasku –berjalan- aigooo aku lupa jika aku ke Jepang bersama Taemin dan Hyen-unnie. Bagaimana ini? Kyu oppa, kita harus pergi dari sini. Bagaimana jika kita ke Osaka saja naik kereta? Aduh, aku tidak mau ada di Tokyo dengan Taemin. Apalagi Taemin membawa Hyen-unnie. Kau dan aku akan sakit hati nanti melihat mereka berdua oppa, tapi kalau kita menghindari mereka, Taemin akan jadi leluasa dengan Hyen-unnie. Aigoo eotteoke?

“wae? Jadi kau memang kenal dengan namja itu?” Tanya Kyu-oppa yang sudah berada di sampingku dan menepak pundakku. Aish! Aku harus menjawab apa?

“lupakan oppa, kau mau tidak jika kita ke Osaka saja?” tanyaku “eh tidak tidak oppa, tidak usah, tidak jadi, jangan pedulikan omonganku barusan” aku menggigit jari telunjukku dan berkutik dengan pikiranku sendiri. Aduh, eotteokhajyo? Kalau kita pergi, aku senang tapi bagaimana dengan kyu-oppa? Kalau tidak pergi, aku tidak ingin sakit hati melihat Taemin dan Hyen-unnie. Hm, Kyu-oppa juga pasti ingin sekali mengawasi Hyen-unnie nya itu, berhubung dia kan kesini bersama Taemin.

“kalau kau mau ke Osaka, boleh. Kita tinggal naik kereta saja, kajja!” kata Kyu oppa lalu menarik tanganku. “jinjjayo oppa? Tidak usah” kataku menolak tawarannya “kalau kau tidak mau ada di Tokyo karna namja itu, aku juga tidak mau ada di tokyo karna ada Hyen Hyo” katanya yang masih saja menarik tanganku.

Dia tidak mau ada di satu kota dengan Hyen Hyo? Maksudnya? Apa… Kyu-oppa sudah benar-benar membenci Hyen Hyo? Ku mohon oppa, jangan lakukan itu. Jangan buat hatiku semakin sakit lagi…. oppa, bantu aku.

“Hyen Hyo?” ucapku pura-pura bego dan tidak tahu Hyen Hyo “yeoja yang kemarin duduk di sebelah kita. Yang bersama namja berambut merah itu. Dia pacarku. See? Dia mau saja pergi bersama namja berduaan ke luar Korea padahal statusnya masih sebagai pacarku. Tch!” jawabnya tanpa melihat ke arahku. Jadi kau sudah benar-benar membenci Hyen-unnie oppa? WAE? Kau tidak kasihan denganku? Aku butuh Taemin oppa…..

“kau  membencinya?” tanyaku berhati-hati. Ku mohon bilang tidak oppa, ku mohon bilang bahwa kau ingin segera merebut kembali Hyen-unnie ke dalam tanganmu. Jangan biarkan Taemin mendapatkan Hyen-unnie.

“aniyo. Aku hanya kecewa padanya. Kita harus beli tiket kereta dulu, kajja!” jawab Kyu-oppa sekaligus mengalihkan pembicaraan. Kau kecewa padanya? Tapi kau tidak membencinya? Tapi masih ada harapan bagiku kan untuk melihat kau merebut Hyen-unnie kembali? Benarkan oppa? Benarkan? Jawab oppa! Seandainya kau bisa mendengar setiap teriakan dihatiku, aku tidak usah repot-repot menanyakan semuanya. Aku hanya tidak mau kau tau bahwa aku mengenali Taemin, apalagi sampai tinggal berdua sama Taemin. Aku tidak mau kau membenciku oppa, kau satu-satunya orang yang bisa membuat hatiku sedikit lebih tenang. Kau bisa meredakan api yang berkobar di hatiku. Bahkan kau juga bisa mengurangi sayatan yang ada di hatiku. Aku tidak mau kau pergi oppa, aku menganggapmu kakak sendiri. Aku berjanji padamu tidak akan menyakitimu lebih jauh. Aku akan mundur dari permainan ini dan aku akan mengungkapkan semuanya. Demi kau, demi aku dan demi Hyen-unnie yang posisinya benar-benar menjadi korban.

“kita tidak usah ke Osaka oppa, ku mohon” ucapku memelas sambil berhenti  berjalan dan menelungkupkan kedua tanganku di depan muka sembari menutup kedua mataku. “baiklah jika itu maumu” katanya lagi “kita mencari hotel saja, kau mau hotel yang apa? Yang tidak berbintang. Berbintang atau berbintang 6,7,8 hahaha” candanya yang berhasil membuatku enek dengan candaannya itu. Aku memutarkan kedua bola mataku asal.

“terserah kau saja” jawabku sekenanya.

“aku yang membayar, aku kan sudah berjanji akan membayar semuanya” katanya lagi.

“hai, Kyuhyun-san!” kataku ketus “sepertinya kau bisa berbicara bahasa jepang” kata Kyu-oppa lalu memberhentikan taksi yang ada di hadapan kita. Aku dan Kyu-oppa pun memasukinya “aku dulu sempat tinggal di Jepang untuk pertukaran pelajar selama satu tahun” jawabku seadanya. Ne, waktu masih duduk di bangku Senior High School, aku ikut pertukaran pelajar ke Jepang, makannya aku bisa sedikit bahasa Jepang.

“waw, berarti kau pintar dong?” tanyanya lagi yang kelihatannya takjub sekali.

“entah lah” jawabku asal. Aku tidak pintar oppa, buktinya sudah tau ini salah tapi aku masih saja ingin melakukannya. Salah untuk menyakiti hatimu, hatiku dan hyen unnie. Salah karna selalu mendesak meminta senyum damai taemin. Salah karna terlalu menyakiti diriku sendiri. Aku tidak bisa berpikir jernih oppa jika semuanya sudah berhubungan dengan Taemin. Aku rela menyerahkan diriku sendiri untuk Taemin. Tapi dia pasti tidak akan mau karna dia sama sekali tidak mencintaiku. Jangankan mencintaiku, memikirkan aku saja tidak oppa. Kau bisa merasakan bagaimana sakitnya jadi aku? Huh?

TAEMIN POV

Selama ada di Jepang, aku tidak boleh kehilangan satu jejak pun dengan Jinri. Aku akan mengikutinya kemanapun mereka pergi.

“kajja noona, mereka naik taksi tuh” dan juga, Hyen-noona sangat mendukung sekali sekarang, dia juga ingin mengikuti Kyuhyun dan membuktikan apakah mereka benar-benar tidak ada hubungan atau Kyuhyun yang berbohong kepadanya. Noona, kau pantas jadi pengikutku. Hh.

“sepertinya mereka akan ke hotel” kataku yang masih melihati taksi yang ditumpangi Kyuhyun dan Jinri “acara untuk menenangkan diriku gagal” keluh Hyen-unnie sambil menyender di jok mobil “wae?” tanyaku yang masih saja tidak melepaskan pandanganku pada taksi itu.

“aku kesini ingin menenangkan diriku, tapi kenapa harus ada Kyuhyun? Dan lagi dia dengan yeoja itu. Bukankah ini berarti namanya aku tidak bisa menenangkan diriku? Ini namanya usaha untuk menyakiti hatiku lebih dalam” keluhnya terus sambil memandangi kaca mobil “sudahlah noona. Aku kan sudah bilang, lupakan Kyuhyun-mu itu. Memangnya dia masih pantas untukmu? Kau terlalu baik untuknya. Lagipula yang ingin melakukan pencarian ini kan kau, kau yang meminta bukan? Bukan aku” jawabku sambil melirik ke arahnya sekarang “entah lah Lee Taemin, aku hanya ingin meyakinkan hatiku saja” jawabnya yang sama sekali tidak dimengerti olehku. Meyakinkan apa? Maksudnya apa? Kenapa orang dewasa jika bicara terlalu berbelit-belit seperti itu dan seperti tidak ada maksudnya? Gr.

Aish! Jinri, kalau kau ke Hotel, kau tidak akan sekamar dengan Kyuhyun kan? Kau masih berpikiran normal kan? Kau masih waras bukan? Aku khawatir sekali, aku takut kau diapa-apakan dengan cowo brengsek itu. Kau terlalu polos. Semoga selama di Jepang ini kau menjadi pintar ya saengie, tidak mudah terhasut dengan Kyuhyun maksudku. Kalau kyuhyun berani kurang ajar padamu, dia akan berurusan denganku. Kau tenang saja, kau mempunyai seorang kaka (walaupun bukan kandung) yang sangat sayang padamu. Kau harusnya bersyukur.

“kenapa luka di tanganmu ada 2 seperti itu? Bukankah waktu itu hanya tangan kanannya saja?” tanya Hyen-noona yang sepertinya menyadari perban di kedua tanganku “aku melukai keduanya” jawabku seadanya.

“kau apakan tanganmu itu memangnya?” tanyanya lagi.

“pak, kau terus ikuti mobil itu ya? Jangan sampai kehilangan jejak” suruhku pada supir taksi, tentunya dengan menggunakan bahasa Jepang, dulu saat Jinri tinggal di Jepang, setiap bulan aku pasti bermain ke Jepang, makannya aku sedikit bisa berbahasa Jepang walaupun tidak fasih.

“aku memukul kaca, karna… ya aku hanya merasa kesal” ucapku lembut dan menyandar di jok mobil.

“wae?” dia bertanya lagi.

“entahlah, ada perasaan aneh di hatiku akhir-akhir ini” jawabku seadanya. Perasaanku memang aneh secara tiba-tiba. Apalagi jika aku melihat Jinri dengan Kyuhyun. Kenapa hatiku rasanya seperti terbesit-besit? Tidak mungkin kan jika aku menyukai Jinri? Sudah jelas bukan bahwa orang yang sangat aku cintai sekarang ini adalah Hyen Hyo, bukan Jinri.

“jangan sering-sering kau melukai dirimu seperti itu” katanya menyarankanku. Tidak salah noona kau menyarankanku? Bukankah seharusnya aku yang menyarankanmu? “kau menyarankanku? Bukankah seharusnya aku yang begitu? Luka ini tidak ada apa-apanya noona, urusi saja dirimu sendiri. Jangan sering-sering kau melukai hatimu seperti itu” kataku lalu berdecak kesal.

HYEN HYO POV

“kau menyarankanku? Bukankah seharusnya aku yang begitu? Luka ini tidak ada apa-apanya noona, urusi saja dirimu sendiri. Jangan sering-sering kau melukai hatimu seperti itu” Taemin benar, seharusnya aku tidak boleh menyakiti hatiku lebih dan lebih lagi. Semuanya hanya akan membawa luka. Tapi jika tidak begini, aku tidak akan pernah tau kebenarannya, apakah Kyu memang benar-benar tidak ada hubungan dengan yeoja itu, atau dia hanya berbohong padaku.

Kalau tidak salah, yeoja itu bernama Jinri. Ne Jinri. Nama yang bagus. Kalau aku harus jujur, dia cantik juga. Kulitnya putih sekali. Rambutnya panjang dan berwarna coklat, dia tinggi. Matanya pun bagus, jika sedang senyum matanya seperti hanya sebuah garis hitam saja. Aku suka cewe seperti itu. Dia memang lebih cantik dariku, apakah itu yang membuat Kyuhyun menyukainya?

“benar mereka ke hotel noona, apakah kita akan menginap disini juga?” tanya Taemin sambil mengambil tasnya yang dia taruh sembarangan di jok mobil.

“tentu, kajja kita keluar” ajakku. Aku tidak boleh terpisahkan sama mereka, aku harus tahu. Selama berada di Jepang, mungkin aku akan sakit hati melihat mereka terus seperti ini, tapi setelah ke Korea, aku akan lega karna aku sudah menemukan jawabannya. Aku senang jika ternyata Kyuhyun memang benar-benar menganggapnya adik, tapi jika mereka benar-benar memiliki hubungan, aku pun akan menerimanya karna aku sudah berjanji bukan? Aku tidak akan melepaskan Kyuhyun apapun yang terjadi.

“apa yang akan kita lakukan?” tanya Taemin sambil membawa kopernya. “kita tidak usah pesan kamar, mereka pasti akan berbeda kamarnya bukan? Aku dengan Jinri, kau dengan Kyuhyun” ucapku mengusulkan ide. Bagus bukan jika aku bersama Jinri? Aku jadi bisa tau semuanya, untung-untung aku bisa mendesak dia untuk menceritakan apa yang terjadi antara dia dan Kyuhyun. Tapi aku tidak berani, dia sepertinya terlalu polos dan tidak mengerti apa-apa.

“kau gila noona? Masa aku dengan kyuhyun?” tanya Taemin yang tidak suka dengan keputusanku.

“aku yang akan mengurusnya, kajja!” aku berjalan terus di depan Taemin, sementara Taemin masih saja mengeluh.

“kyuhyunnie, kau menginap di sini juga? Kenapa kita bisa bersama ya? Hahaha” seruku terkekeh palsu di depan Kyuhyun saat aku melihat Kyuhyun dengan Jinri sedang berada di resepsionis untuk mengurus penginapan.

“hyen? Kau menginap disini juga?” tanya Kyuhyun dengan raut wajah seperti tidak suka. “iya^^ aku senang sekali kita bersama. Hm, namamu Jinri ya? Kenalkan, aku Nam Hyen Hyo” kataku sambil mengulurkan tangan kananku “ne, Choi Jinri imnida^^” aigoo benar, senyumnya itu manis sekali. Pantas saja Kyuhyun terpincut seperti ini. Hh.

“kyuhyunnie, kalian pesan 2 kamar kan? Bagaimana jika aku menumpang di kamar Jinri?” tawarku sambil tersenyum manis di hadapan Kyuhyun tanpa menampakkan wajah bersalah atau apapun. “tanyakan saja pada Jinrinya. Oh ya, arigatou gozaimasu^^” jawab Kyuhyun santai lalu mengucapkan terima kasih pada orang yang berada di resepsionis itu.

“ah boleh unnie, lagi pula tidak enak rasanya kalau sendirian hehehe” jawab Jinri sambil tersenyum 3 jari. Matanya…. apa boleh aku meminta di tukarkan matanya dengan dia? Kenapa mata dan senyumnya begitu indah?

“kyunnie, aku boleh hehehe. Kau… kau tidak akan sendirian juga kan?” tanyaku yang membuatnya tidak mengerti “maksudmu? Aku sendirian kok, sebelah kamar kalian” jawab Kyuhyun polos sambil tersenyum hangat. “kau.. hm, Taemin. Ya! Kenapa kau terus berdiam diri di situ? Jangan memalukan aku! Kau seperti gembel, aish!” aku menyeret Taemin ke hadapan Kyuhyun “kau dengan taemin ya? Jaebal….” ucapku memohon sambil menunjukkan puppy-eyesku.

“oh, kalau dia mau ya tidak masalah” jawab Kyuhyun menarik kopernya dan meninggalkan kita bertiga di lobi utama.

“sana bodoh!” aku mendorong punggung Taemin dan berhasil membuat Taemin berjalan dibelakang Kyuhyun. Semoga mereka akur. Melihat sikap mereka di pesawat tadi pagi, rasanya menyeramkan sekali.

Kyuhyun… maafkan aku, aku tidak bisa menjelaskan apa yang terjadi kepadamu. Maaf, aku tidak ada hubungan apapun dengan Taemin, semoga kau mengerti. Maaf, aku menolak ciumanmu waktu itu, tidak sepantasnya aku seperti itu padamu. Kau pasti kecewa sekali padaku bukan? Tapi kenapa kau masih bisa menunjukkan senyum hangatmu itu padaku? Apa karna ada Jinri jadi kau bersikap manis? Atau itu memang tulus dari hatimu karna kau sudah memaafkan aku?

Aku tau, aku yang bersalah. Maafkan aku. Aku tidak pernah berniat untuk membuatmu kecewa. Aku tidak pernah berniat membuatmu bosan padaku, bahkan sampai kau dekat dengan yeoja lain saja tidak pernah terbayangkan olehku.

Ya Tuhan, maafkan aku.

KYUHYUN POV

Kenapa aku bisa sekamar dengan namja yang benar-benar aku benci? Namja yang sudah berani-beraninya merebut Hyen Hyo terang-terangan di depanku? Jika ini bukan permintaan Hyen Hyo, aku sama sekali tidak ingin. Kau beruntung bodoh, karna Hyen Hyo makannya kau bisa menginap disini. kalau Hyen Hyo tidak ada, pesan saja kamar yang lain. Memangnya kau semiskin apa sih? aku tau kau adalah orang berada.

“jika bukan Hyen Hyo yang menyuruh, aku tidak akan sudi sekamar denganmu” kata namja yang ku ketahui namanya Taemin itu membuka pembicaraan, sepertinya dia bisa membaca pikiranku “terserah apa katamu” kataku sambil berbaring di ranjang. Untung disini terdapat 2 ranjang, jika hanya 1 ranjang? Masa iya aku akan tidur sekasur dengan orang yang ku benci? Lebih baik aku terjun saja kalau begitu.

“ada hubungan apa kau dengan adikku?” tanyanya lagi.

“adikmu? Apakah dia benar-benar adikmu? Jika dia adikmu, kenapa dia terlihat seperti sangat membencimu?” ucapku balik bertanya tanpa mengalihkan pandanganku pada langit-langit kamar. Ya Tuhan, kau mengutukku lagi sekarang?

“bukankah kau yang sudah mempengaruhi adikku jadi seperti itu? Dia tidak pernah berkata ketus sebelumnya, tapi setelah bertemu denganmu, kenapa dia jadi berubah seperti itu? Memangnya kau bicara apa saja dengannya?” ucapnya kasar dan tidak ada celah untuk berhenti. Kau masih terlalu muda dan tidak mengerti apa-apa. Tapi kenapa kau bersikap seolah kau mengerti semuanya? Padahal pada kenyataannya kau adalah orang terbodoh yang ku kenal Lee Taemin.

“kau tidak akan pernah mengerti apa yang terjadi. Kau adalah namja bodoh yang tidak tahu apa-apa, apakah setelah aku menjelaskan semuanya padamu kau akan mengerti? Aku katakan sekali lagi, kau hanyalah namja bodoh. Aku malas berbicara pada orang bodoh seperti kau. dan satu lagi, adikmu? Jinri adikmu? Kenapa Jinri bernama Choi Jinri sementara kau Lee Taemin? Marga yang berbeda, muka yang berbeda, kepribadian yang berbeda dan aku yakin kalian berasal dari keluarga yang berbeda juga” kataku sambil berjalan menghampiri pintu dan pergi keluar. Malas sekali berada di dalam bersama iblis.

“ya! Dia memang bukan adik kandungku, tapi aku menganggapnya adik” teriaknya yang masih bisa di tangkap oleh telingaku. “………..” alah, apa yang kau katakan bodoh? Aku tidak mendengarnya -_-

HYEN HYO POV

“Jinri, kalau boleh tau, kau ada hubungan apa dengan Kyuhyun?” tanyaku sambil membereskan baju yang ada di koper. “aniyo unnie, kita hanya berteman” jawabnya.

“uhm, sejak kapan kau kenal dengannya?” desakku terus “baru sekitar 1 minggu yang lalu. Baru kenal kok unnie” jawabnya lagi. Sepertinya dia sedang tidak berbohong.

“kyuhyun memang selalu begitu, cepat akrab dengan orang, walaupun dia baru kenal 1 hari itu saja huh, membuatku kesal saja” keluhku sendiri sambil terus merapihkan baju-bajuku.

“mianhae unnie, kau pacarnya Kyu-oppa? Aku tidak ada apa-apa dengannya, sebenarnya aku bisa ke Jepang dengannya juga…”

“aku tau semuanya” potongku. Aku tidak ingin mendengar semua alasannya dari mulutmu, aku takut alasan darimu dan dari Kyuhyun itu berbeda. Aku hanya tidak ingin menyakiti hatiku lagi. Aku tidak mau melihat Kyuhyun berbohong di depanku hanya karna kau bodoh! Kalau ternyata alasan kenapa kalian berdua ke Jepang itu berbeda, aku tidak tau harus percaya siapa. Tapi yang pasti, Kyuhyun berarti berbohong padaku. Entah itu kau atau Kyuhyun yang berbohong, tapi kalian membohongiku. Aku tidak mau.

“maaf unnie…” ucapnya lemah dan menyandar di sofa “sudahlah, jangan di pikirkan. Aku mencintai Kyuhyun melebihi aku mencintai diriku sendiri. Aku hanya ingin kau menghargaiku, itu saja” seruku lembut dan sopan padanya lalu keluar dari kamarku. Menyakitkan rasanya kalau aku harus ada di dalam sana lebih lama lagi. Aku tau dia sama sekali tidak bersalah, tapi tetap saja menyakitkan rasanya bersama dengan yeoja yang sekarang memang sedang dekat dengan Kyuhyun.

“kyu…” panggilku saat mendapati Kyuhyun sedang berjalan menuju lift.

“wae?” balasnya dingin. “kau marah padaku? Mianhae” kataku sambil mengikutinya masuk ke dalam lift. “lupakan saja” ucapnya masih sedingin tadi. Aigoo apa yang harus aku katakan lagi ya? Jadi senyuman hangat yang tadi itu ternyata dia tunjukkan hanya karna ada Jinri ya? Bodoh kau Hyen, walaupun kau kekasihnya, tapi kan tidak semua hal manis yang dia lakukan itu untukmu bodoh. Dan tidak semuanya tulus, bisa saja karna paksaan seperti tadi. Hah. Kau terlalu berharap. Kenapa selama hidupku hanya bisa berharap dan berharap?

“kau mau kemana?” tanyaku yang bingung harus berkata apa. Aduuh bodoh, kenapa kau malah menanyakan ini? Harusnya kan kau membahas soal tadi, pastikan dulu apakah dia masih marah denganmu atau tidak. Aish! Aku bodoh sekali.

“mencari makan, kau sendiri?” dia bertanya balik “entahlah, tidak ada kerjaan” kataku sambil memasukkan kedua tanganku ke dalam kantong sweater-ku.

“cuaca sudah mulai dingin, sebaiknya kau masuk saja ke dalam” suruhnya saat pintu lift terbuka “hm? Aku ingin bersamamu” kataku menolak “aku akan membawakan makanan untukmu. Kembalilah” suruhnya lagi. Baiklah, sepertinya kau memang tidak ingin aku bersamamu. Kau sudah benar-benar membenciku? Aku tidak ingin membuatmu membenciku lebih jauh, lebih baik aku turuti apa maumu untuk kembali ke kamar.

Setengah jam kemudian

Dari tadi benar-benar sunyi, tidak ada yang berbicara antara aku dan Jinri. Kenapa jadi canggung seperti ini? Sepertinya Jinri merasa bersalah. Hanya suara televisi lah yang memecahkan atmosfir aneh di antara kita.

“Jinri, mandilah, hari sudah semakin gelap” suruhku padanya. Dari tadi dia hanya duduk terdiam dan memainkan handphone-nya saja. Apa yang dia lakukan sih? jangan-jangan dia kirim-kiriman pesan lagi dengan Kyuhyun.

“ah ne unnie” dia menaruh ponselnya asal di atas sofa dan bergegas ke kamar mandi.

Aish! Kau berpikiran yang macam-macam saja Hyen Hyo. Ternyata dia sedang bermain game.

Tok tok tok

“kyu?” ucapku kaget. Ada apa?

“ini makanannya” katanya sambil memberi 1 bungkus kantong plastik “bukankah nanti akan ada makanan dari pihak hotel?” tanyaku bingung “kau tau sendiri bukan kalau aku lebih suka makanan luar daripada makanan hotel?” tanya Kyu “ne, arra”

“Sudahlah, ini untukmu. Kalau kau tidak mau, berikan saja pada Jinri” katanya yang masih saja menyodorkan satu kantong plastik berwarna putih itu di hadapanku, aku menerimanya dengan senang hati dan seulas senyum di bibirku. Kau masih peduli dengan ku Kyu? Tuhan, terima kasih.

“makanlah, aku pergi dulu” katanya lalu menghilang dari hadapanku.

JINRI POV

Aaah kenapa Hyen-unnie menanyakan tentang itu sih? tapi sebenarnya wajar saja jika dia menanyakannya, dia juga kan harus tau. Tapi sungguh, aku tidak ada apa-apa dengan Kyu-oppa. Aku hanya menganggapnya sebagai teman terbaikku. Dia yang sudah menyemangatiku. Itu saja. Kau beruntung sekali memiliki kekasih setampan dan sebaik dia unnie.

Drrt drrt drrt

From : Kyuhyun-oppa

Siapkan barang-barangmu, besok kita akan ke Pulau Hateruma. Kau belum tahu kan? Itu pulau yang berada paling selatan di Jepang. Kemasi barang-barangmu, jangan sampai Hyen Hyo curiga, aku tidak mau kita diganggu lagi sama mereka

“aku tidak mau kita diganggu lagi sama mereka” WAE oppa? Bukankah bagus jika kita bisa ke pulau bersama-sama? Kau dekati Hyen Hyo-mu oppa, dan aku nanti akan bisa sedikit dekat dengan Taemin. Apakah kau tidak pernah berpikir sampai kesana?

To : Kyuhyun-oppa

Kalau kau tidak mau mengajak Hyen-unnie dan Taemin, aku tidak ingin pergi bersamamu oppa

Send

Semoga, ayolah oppa, kita bersama saja. Yayaya?

tapi bagaimana caranya aku bicara dengan Hyen-unnie? Aku takut nanti kita salah paham. Aku takut Hyen-unnie marah padaku lagi gara-gara Kyu-oppa tidak memberitahunya langsung tentang rencana ini. Aku tidak berani menyampaikannya. Aduuh kenapa jadi aku selalu serba salah seperti ini?

From : Kyuhyun-oppa

Kalau itu maumu, baiklah. Aku yang akan bilang sendiri dengan Hyen Hyo. Kau tidak usah repot-repot takut ada kesalah pahaman lagi

Kyu oppa, gomawoyo kau baik sekali padaku. Kau juga mengerti aku. Terima kasih.

Jika Taemin memiliki sifat yang baik seperti mu, sepertinya aku akan menjadi satu-satunya yeoja yang paling bahagia walaupun aku tidak bisa jadi kekasihnya, setidaknya aku kenal dan dekat dengannya.

Semoga suatu hari nanti, Taemin bisa berubah. Dia bisa mengerti perasaanku. Sungguh, aku berharap sekali.

“kemasi barangmu, Kyuhyun bilang besok kita akan ke pulau hateruma” kata Hyen-unnie yang sepertinya sudah di beritahu masalah ini oleh Kyu-oppa. Ne unnie, aku tahu.

KYUHYUN POV

Selama perjalanan menuju Pulau Hateruma, aku malah banyak menghabiskan mengobrol dengan Jinri ketimbang Hyen Hyo. Entahlah, rasa kecewa di hatiku masih belum bisa dibohongi. Aku kecewa sekali. Berkali-kali Taemin mencoba menghibur Hyen Hyo, tapi dia tidak menanggapi, dia hanya berdiam diri saja. Sebenarnya aku tidak sanggup melihatnya seperti itu, tapi mau bagaimana lagi? Hatiku sudah cukup sakit melihat tingkahnya yang semakin hari semakin buruk saja padaku.

“kyaa oppa, bagus sekali^^” ucap Jinri riang. Dia selama satu tahun di Jepang, belum pernah kesini? Hahaha kasihan sekali.

“sayang sekali ya kita tidak bawa baju renang” sambung Jinri lagi “kau mau berenang? Beli saja bajunya, aku belikan” ujarku menawarkan “tidak ah oppa, aku malu hehe” tolaknya. Kenapa harus malu? Oh ya, pakaian renang kan terbuka, hm.

“kyuhyunnie, kau mau membelikan baju renang untukku tidak?” tanya Hyen Hyo saat Jinri mulai menjauh dariku “tidak” jawabku dingin “wae?” tanyanya lagi. “aku tidak akan membiarkanmu memakai pakaian renang di depan namja lain selain aku. Ada Taemin disini. kau tidak bisa menghargaiku yang masih berstatus sebagai pacarmu huh?” ucapku sedikit kasar lalu meninggalkannya dan menyusul Jinri.

“mianhae” aku mendengar samar-samar suara Hyen Hyo. Sepertinya tadi dia bilang maaf, tapi karna suara ombak disini, aku jadi tidak begitu mendengarnya. Maafkan aku, bukan maksudku bersikap dingin seperti ini kepadamu. Aku hanya ingin menghilangkan rasa kecewa di hatiku dulu. Jangan ganggu aku.

“oppa, airnya dingin sekali” kata Jinri sambil mengindikkan bahunya, dia mengambil sebatang kayu dan mulai membuat-buat tulisan di pasirnya yang putih ini.

Choi Jinri

Dia menulisnya dalam hangul, aku mengambil tongkat kayu yang ada di tangannya dan menambahkan tulisan ‘Cho Kyuhyun’ Jinri melihat ke arahku dan tersenyum. “indah” ucapku asal yang aku sendiri tidak mengerti maksudnya.

Tiba-tiba Hyen Hyo datang dan mengambil kayu yang ada di tanganku ‘Nam Hyen Hyo’ dia menuliskannya di sebelah namaku ‘Lee Taemin’ dan nama namja itu, disebelah kiri Jinri. Hyen Hyo membuang kayu itu asal dan menghampiri Taemin lagi. Apa maksudnya?

Jinri mengambil kayu yang baru saja di lempar Hyen Hyo dan kembali lagi ke sampingku. Dia membentuk hati di tulisan ‘Lee Taemin’ lalu dia tersenyum miris. Wae Jinri-ah? “aku menyukainya” kata Jinri pelan tapi masih bisa di tangkap oleh telingaku. Dia meneteskan air matanya “kau menangis?” tanyaku “aniyo oppa, aku hanya sedih saja. Kenapa selama hidupku aku hanya memiliki air mata yang membawa luka?” ucapnya sambil terisak “aku juga hanya bisa melakukan hal-hal bodoh yang bisa membuat hatiku terluka” lanjutnya lagi. Apa maksudmu? Aku tidak mungkin memeluk jinri sekarang karna ada Hyen Hyo di belakang, aku tidak mau menyakiti Hyen Hyo lagi. Tapi jika aku tidak memeluk Jinri, bagaimana dia bisa tenang?

“sudahlah. Kau harus menikmati hidupmu” ucapku menyarankan “aku harus menikmati hidupku di atas kepedihan, itu maksudmu oppa?” tangisannya pecah lagi “maaf, aku tidak bisa menenangkanmu” kataku. Apa yang harus aku lakukan?

“aku tau, ada Hyen-unnie di belakang. Aku hanya ingin minta bantuanmu, tolong kau cepat rebut Hyen-unnie-mu itu kalau kau ingin melihatku bahagia oppa” serunya. Apa maksudnya?

“maksudmu? Memangnya kenapa?” tanyaku tidak mengerti.

“aku akan menjelaskannya nanti di Seoul” jawabnya lalu beranjak meninggalkanku. Aigo, setelah lama sudah aku tidak melihat tangisanmu, kau menangis lagi Jinri, wae? Ada apa denganmu? Apa maksudnya kau menyukai Taemin? Apa jangan-jangan kau memang benar menyukai Taemin? Bagaimana bisa kau menyukai namja lain padahal belum lama ini kau baru saja ditinggalkan oleh kekasihmu? Apakah semudah itu bagimu untuk jatuh cinta?

TAEMIN POV

Maksudnya apa sih si Kyuhyun itu mengajak kita ke Pulau Hateruma? Untuk menunjukkan kemesraannya dengan Jinri di depanku dan Hyen Hyo, begitu maksudnya? Aish! Kurang ajar dasar!

“sudahlah noona, kita pergi saja. Kalau tidak, hatimu nanti akan semakin sakit” ajakku pada Hyen-noona, tapi dia menolaknya “aniyo Taemin, kalau pergi, hatiku akan semakin sakit” semakin sakit? Apa hubungannya? Bukankah kalau kita pergi kita tidak akan melihat mereka? Kita bersenang-senang saja noona, kita lupakan mereka sejenak. Kita usir dulu perasaan gundah dihati kita.

“ayo lah noona, untuk apa berlama-lama disini” kataku lalu menarik tangan Hyen-noona paksa “apa-apaan sih kau Lee Taemin! Ya! Babo, sakit!” rengeknya.

“Lepaskan Hyen Hyo-mu, jangan sakiti dia atau aku akan merebut Hyen Hyo-ku kembali” kata Kyuhyun angkuh sambil memegang tanganku yang menggenggam tangan Hyen-noona. Sejak kapan dia ada disini? bukankah tadi dia masih di sana dengan Jinri? Kurang ajar! Kau pengganggu bodoh!

“untuk sementara ini, Hyen Hyo akan bersamaku dulu untuk menghindari siksaan darimu ya” kata Kyuhyun sinis lalu menarik tangan Hyen Hyo. Hyen Hyo mengikutinya. Aish! Kenapa bisa-bisanya Hyen-noona ikut dengan dia? Kau hanya akan menambah sakit di hatimu bodoh! Kenapa semua yeoja yang ada di dunia ini begitu bodoh?

“taemin, aku ingin bicara denganmu” kata Jinri yang sudah berada tepat di depanku “apa?” kataku masih terbawa emosi. “aku… mundur dari permainanmu” katanya sambil menunduk takut. Mundur? Apa maksudmu?

“MWO? Kau kan sudah berjanji ingin membantuku untuk mendapatkannya, kau tidak bisa mundur!” kataku kasar dan memarahinya “tapi aku tidak ingin menyakiti orang lain lagi, aku tidak ingin menambah dosaku” belanya.

“baiklah, aku juga tidak butuh usahamu. Kalau kau ingin mundur, ada satu syarat. Syaratnya adalah….” aku memberitahunya satu syarat agar dia tidak terikat lagi dalam permainanku. Aku bisa kok mendapatkan Hyen Hyo dengan usahaku sendiri, toh, si Jinri dan Kyuhyun sudah dekat bukan? Ini kan akan mempermudah jalanku untuk mendapatkan Hyen Hyo. Tch!

Jinri menolaknya.

Ya silahkan saja, kalau dia menolak dia masih harus ada dalam permainan ini. Tinggal pilih saja bukan?

“ne, aku akan mengikutimu. Tapi ini yang terakhir ya?” tanyanya polos.

“ne, ini yang terakhir. Kerjakan tugasmu dengan baik” suruhku.

Aku merangkulnya tapi dia menepiskan tanganku “tch!” decakku kesal. Sombong sekali kau! padahal dulu kau sama sekali tidak pernah seperti ini padaku. Kenapa kau sekarang jadi begini?

JINRI POV

“oppa, aku mau sebelum pulang, kita ke Kyoto dulu. Aku ingin ke Kuil Jishu. Aku punya permohonan” rengekku kepada Kyuhyun oppa yang sudah berkemas. Rencananya hari ini kita akan langsung pulang, tapi aku ingin ke Kuil Jishu dulu. Ayo dong oppa, aku mohon.

“baiklah anak kecil” kata Kyu oppa mengiyakan dan memberitahu Taemin dan Hyen Hyo

Di Kuil Jishu

Permohonanku….

“Ya Tuhan, berikan apapun yang menurutmu terbaik, tapi yang terbaik untukku hanya Taemin. Buat Taemin mencintaiku”

HYEN HYO POV

“kuil?” tanyaku bingung. “ne unnie, katanya di kuil itu, semua permohonan kita akan dikabulkan” jelasnya.

“wah, asik dong^^” aku melompat kegirangan. Aku bisa meminta permohonan. Mau mau!

Di Kuil Jishu….

“Ya Tuhan, buat kyuhyun kembali mencintaiku. Jangan buat dia membenciku. Aku hanya ingin dia terus berada di sampingku dan mencintaiku sepenuh hatinya”

KYUHYUN POV

Di Kuil Jishu………

“Ya Tuhan, yang aku harapkan saat ini hanyalah buat Hyen Hyo sadar bahwa lelaki itu tidak baik untuknya. Buat dia kembali padaku.”

Semoga permohonanku di kabulkan.

“ayo kita pulang” ajakku pada ketiga orang yang berada di belakangku “Taemin belum oppa” kata Jinri sambil melihat Taemin. Oh, jadi anak itu belum meminta permohonan? Kira-kira apa ya yang dia inginkan? Apa dia menginginkan Hyen Hyo? Jika Taemin menginginkan Hyen Hyo, sepertinya akan sulit bagi Tuhan untuk mengabulkan permintaanku atau Taemin.

TAEMIN POV

Kuil… permohonan… dikabulkan…

Apa yang harus aku pinta? Aku ingin hyen hyo, tapi aku juga ingin Jinri kembali. Perjanjiannya adalah, permohonan akan dikabulkan jika kita hanya meminta satu permohonan. Apa yang harus aku pinta?

Aku ingin Hyen Hyo menjadi milikku dan meninggalkan Kyuhyun.

Tapi aku juga ingin Jinri kembali seperti dulu dan terus mendukungku. Dan juga dia harus menjauhi Kyuhyun.

Apa yang harus aku lakukan? Apa yang harus aku ucapkan saat berdoa nanti?

“ayo kita pulang” seru Kyuhyun. Ne, lebih baik  kita pulang saja. Tidak usah pake permohonan segala. “Taemin belum oppa” kata jinri sambil melihatku. Jinri… kau polos sekali.

“taemin, ayo kau membuat permohonan” katanya sambil menggandeng tanganku.

Aigo, apa yang harus aku pinta? “aah ne” jawabku gugup.

“Ya Tuhan….” apa yang harus aku pinta sekarang?

Tbc—

Nb : KEEP RCL YA! Sorry kalau makin kesini ceritanya makin aneh aja -_- saya juga ngga tau kenapa bisa bikin FF seperti ini hahahaha

Oh iya, untuk para readers Sadness :

Sadness Part 8 udah aku bikin, entar tinggal aku publish aja. tapi hari rabu malem kamis. oke?

Untuk readers My Nightmare :

Tolong jangan katakan kapan saya akan mempublish My Nightmare Season II Part 1-nya. Soalnya saya masih bingung dengan urusan sekolah dan berniat untuk menyelesaikan Sadness dulu baru saya akan fokus lagi ke My Nightmare. Oke sayang? Sip! Terima kasih ya buat pengertiannya^^

Jangan lupa untuk membaca FF berseri saya  Please Don’t Say

*) WARNING : seluruh FF Please Don’t bergenre angst dan sad ending

1. Please Don’t Say (Hyuk-Young Version)

2. Please Don’t Say (Kyu-Hyen Version)

3. Please Don’t Say – My Sad Ending Story

4. Please Don’t Say – Alligiance

4 responses »

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s