[Ficlet] Please Don’t Say (KyuHyen Couple) – Discorded

Standard

Author : Nisa Ayu Thayalisha Hadi (Nam Hyen Hyo)

Cast :

Cho Kyuhyun

Nam Hyen Hyo

Title : Please Don’t Say – Discorded

Length : Ficlet

Genre : Romance, Angst

Rating : PG-13

Disclaimer : The casts are belong to God, and this Fan Fiction is belong to me kekekeke~ i own this plot ok?

Note : This is pure my imagination.

===============================================================

“Maafkan aku…” Hyen Hyo menundukkan kepalanya dalam. Kyuhyun menghampiri Hyen Hyo yang tengah terduduk di pinggir ranjang dan langsung membawa wanita yang sudah hidup bersamanya selama 3 tahun ini ke dalam pelukannya.

“Maafkan aku” seru Kyuhyun sambil merasakan penyesalan yang mendalam di hatinya.

“Seharusnya dari awal aku tahu bahwa ini akan menyakitimu. Seharusnya dari awal aku sudah menahan egoku untuk tidak mendekatimu dan menjadikanmu istriku” sesal Kyuhyun. Ia membenamkan wajahnya di puncak kepala Hyen Hyo. Mendesahkan nafasnya berkali-kali disana. Sementara Hyen Hyo sudah meringkuk dan bergetar hebat. Tangisannya semakin menjadi-jadi mengingat mulai besok Ia tidak bisa melihat pria yang sangat dicintainya ini.

“Aku terlalu mencintaimu Hyen, maka dari itu aku melawan kehendak orang tuaku untuk menikahimu. Tapi aku tidak pernah tahu bahwa ditengah-tengah kehidupan kita orang tuaku akan menghancurkannya begitu saja. Aku tidak tahu bahwa perjodohan itu tetap berlangsung dan menuntutku untuk menceraikanmu. Seandainya aku bisa, aku sudah menolaknya. Tapi maafkan aku, aku tidak bisa menolaknya. Maafkan aku yang sudah membuatmu menangis Hyen, maafkan aku” Kyuhyun menggosok tengkuk Hyen Hyo dengan lembut. Melihat wanitanya menangis seperti ini membuatnya tidak berdaya. Bagaikan Ia akan tercabut nyawanya sebentar lagi.

HYEN HYO POV

“Kyu..” panggilku di dalam pelukannya. Suaraku terdengar semakin parau. Badanku bergetar hebat. Tuhan, beginikah rasanya kehancuran? Aku baru merasakannya. Aku memeluk pinggang Kyuhyun erat dan semakin erat. Biarkan aku Tuhan, biarkan aku dapat memeluknya sebentar lagi saja sebelum akhirnya aku benar-benar tidak bisa melihatnya kembali berada disisiku, berada disampingku saat aku membukakan mata, berada di hadapanku saat aku hendak menutup mata dan selalu berada disekelilingku. Izinkan aku Tuhan, aku mohon. Untuk terakhir kalinya. Sebelum akhirnya aku dan dia terpisahkan. Sebelum akhirnya aku bisa menghirup udara bebas di negara yang berbeda dengannya. Biarkan aku menghirup aromanya dalam-dalam malam ini sebelum akhirnya aku tidak bisa lagi mencium aroma kesukaanku. Biarkan dia tertawa, aku ingin melihat tawanya Tuhan. Kau buang ke negeri mana tawanya? Sudah hampir satu bulan dia tidak tertawa. Aku rindu dengan senyuman tiga jarinya yang selalu membuatku merasa bahwa aku adalah wanita terbahagia yang pernah ada. Tuhan, aku mohon kembalikan Kyuhyun seutuhnya malam ini. Biarkan aku menikmati Kyuhyun ‘seutuhnya’ dalam waktu kurang dari 12 jam. Aku mohon Tuhan. Ini terlalu menyakitkan.

“Hyen-ah, aku akan tetap mencintaimu. Dimanapun kamu berada, apapun kondisimu, percayalah bahwa cintaku hanya untukmu. Sekalipun aku memiliki seorang wanita yang menjadi penggantimu untuk mengisi seluruh hidupku, aku tetap akan menganggapku sebagai pendamping hidupku selamanya. Selama darah di tubuhku masih mengalir dengan deras dan selama jantung di tubuhku masih berdetak seperti biasanya, kau tetaplah satu-satunya istri yang sangat aku cintai. Bagaimana bisa aku berhenti mencintaimu jika kau lebih tinggi derajatnya diatasku dimataku? Bagaimana bisa aku melupakanmu jika kau adalah duniaku? Bagaimana bisa aku mencampakkanmu jika kau dapat disamakan dengan oksigen-oksigen yang berkeliaran bebas di bumi?” jelas Kyuhyun mencoba menyakinkanku yang semakin terisak dengan kata-kata indahnya. Tuhan, tidakkah kau mengerti dengan Kyuhyun berbicara seperti itu membuatku semakin tidak bisa melepaskannya? Mengapa kau menakdirkanku untuk hidup bersamanya namun hanya setengah? Jika aku memang tidak ditakdirkan untuk mengisi hidupnya, mengapa kau membawaku untuk bertemu dengannya dan membiarkanku jatuh cinta padanya sedalam ini?

Karena lelah menangis, entah bagaimana ceritanya, aku mulai tertidur di dalam pelukannya.

                                                                        ***

Aku bersandar pada tembok. Kedua tanganku aku taruh di belakang punggung. Menyimak seluruh pekerjaan Kyuhyun pagi ini. Bukan pekerjaan yang biasanya selalu Ia lakukan dan aku lihat. Tapi suatu aktivitas untuk mempersiapkan keberangkatannya ke Swiss. Iya, hari ini dia akan terbang ke Swiss bersama calon istri barunya dan sanak keluarganya tanpa pernah kembali lagi ke Korea. Ini adalah pagi terakhir aku masih bisa melihat wajahnya.

Perlahan-lahan air mataku jatuh menelusuri pipi. Aku masih bersandar di tembok. Kyuhyun sibuk dengan berbagai pakaian yang akan Ia bawa ke Swiss nanti. Kopernya sudah ada 1 yang terisi penuh. Dan sekarang Ia sedang sibuk dengan koper satunya lagi.

Aku melirik ke arah jam. 6.45. Kyuhyun akan berangkat pukul 09.15 waktuku bisa bersama-sama dengannya hanya tinggal 2 jam 30 menit lagi. Tapi tidak mungkin aku bisa menghabiskan waktu bersamanya dalam bercanda jika Kyuhyun saja sedang sibuk seperti ini. Aku hanya bisa menghabiskan waktu bersamanya di sisa-sisa waktuku dengan memperhatikannya dalam diam. Sebentar lagi aku tidak bisa melihat raut wajah serius seperti ini lagi. Sebentar lagi aku tidak bisa melihat pria tertampan yang pernah mengisi hidupku. Sebentar lagi aku tidak bisa melihat pria yang memiliki mata tajam dan bibir yang kotak. Sebentar lagi aku tidak bisa melihat pria berhidung mancung sempurna dan gigi kecil-kecil yang tersusun rapih. Sebentar lagi aku tidak bisa menghirup aroma tubuh yang biasanya selalu tercium oleh indra pembauku. Sebentar lagi… aku kehilangan segalanya. Dari mulai orang yang aku anggap sebagai duniaku sampai ke dunia asliku sebenarnya.

“Hyen-ah, ini sudah hampir jam 7. Kau tidak ingin membantuku membereskan ini? Aish, ini masih banyak sekali” seru Kyuhyun sambil membawa masuk SELURUH barang-barang yang ada di rumah ini ke dalam koper miliknya. Aku menggeleng lemah dan dengan suara yang amat sangat serak, aku menjawab “Tidak”

Kyuhyun melihat ke arahku yang tengah menangis dalam diam. Wajahku basah hanya karena air mata yang mengalir sederas air hujan yang menjatuhi bumi sampai membuat banjir.

“Tch! Kau menangis lagi? Kau membuatku semakin tidak bisa untuk melepaskan dan meninggalkanmu Hyen! Tolong berhenti menyiksaku seperti ini” Kyuhyun berjalan menghampiriku. Alih-alih menatap matanya, aku malah menatap kakiku yang telanjang dan menautkan jempol-jempolnya. Saat aku sudah melihat ada sepasang kaki lagi berdiri di depan kakiku, tiba-tiba kepalaku terdongak ke atas. Tentu saja Kyuhyun yang melakukan ini. Ia mendongakkan kepalaku dan mencium bibirku lembut. Tidak ingin hilang kesempatan, akupun membalas melumat bibirnya dengan lembut.

“Uljima, arra?” ucap Kyuhyun sambil menghapus air mataku dengan jari jempolnya. Dalam satu hentakan, aku sudah terbawa masuk ke dalam pelukannya yang hangat dan selalu ku suka dan yang tentu saja tidak akan pernah aku rasakan lagi setelah ini.

Tiba-tiba ponsel Kyuhyun berdering. Ia langsung melepaskan pelukannya dan berjalan menjauhiku. Selang beberapa menit, pintu kamar kembali terbuka dan Kyuhyun masuk. “Appa dan Umma sudah menungguku. Aku harus cepat-cepat. Kau mau membantuku?” tanpa berpikir banyak, aku menggelengkan kembali kepalaku. Masih dalam posisi yang sama—bersandar ditembok—aku menjawab dengan suara serak yang sudah sedikit mereda “Tidak” jawabku lagi. Kyuhyun menghembuskan nafasnya kesal lalu membalas “Baiklah” lalu dia kembali berkutat dengan seluruh barang-barang yang akan Ia bawa pergi ke Swiss dan aku sibuk memperhatikannya.

Jam sudah menunjukkan pukul 08.00 dan seluruh barang bawaan Kyuhyun sudah siap. Aku melangkah ke dapur dan membuat makanan seadanya agar Kyuhyun bisa makan terlebih dahulu. Setelah Kyuhyun keluar dari kamar mandi, aku langsung memberikan satu mangkok berisikan mie instan padanya. “Makanlah, sebelum kau pergi. Ini adalah terakhir kalinya kau mencicipi masakanku, bukan? Maaf aku tidak bisa membuat masakan istimewa. Aku terlalu lelah” ujarku dengan nada yang rendah dan sedikit serak. Kyuhyun melahap makananku dengan cepat, berkali-kali dia berkata bahwa mie instan ini sangat enak dan rasanya berbeda dari biasanya. Bodoh, dengan kau berkata seperti itu, aku jadi semakin susah untuk lepas darimu!

“Hyen-ah, sudah jam setengah 9. Aku tidak bisa lama-lama lagi. Aku harus segera berangkat. Kau tidak ingin ikut berangkat bersamaku? Ayolah, ku mohon. Aku ingin melihatmu lebih lama lagi.” Aku menggeleng lemas, “Tidak. Aku disini saja”

Semua orang yang mengenalku pasti tahu bahwa aku telah kehilangan lebih dari setengah kepribadian asliku. Aku kini seperti orang-orang yang sudah tidak memiliki semangat untuk hidup lalu beberapa jam kemudian akan ditemukan tewas karena bunuh diri. Tapi aku tidak mungkin melakukan hal bodoh seperti itu, aku masih ingin melihat Kyuhyun sekalipun aku tidak bisa melihatnya secara langsung.

Kyuhyun menghampiriku dan lagi-lagi Ia memeluk tubuh mungilku. “Hyen, kumohon jangan benci aku. Aku mencintaimu. Sangat sangat mencintaimu. Kau adalah wanita terbaik yang aku tahu. Kau selalu membuatku bahagia dan kau selalu membuatku melupakan seluruh yang ada di sekitarku ketika aku bersamamu karena kau adalah fokusku. Percayalah, aku hanya akan mencintaimu” kali ini aku tidak membalas pelukan Kyuhyun dan tidak pula menjawab ucapannya. Aku sudah malas mendengar semuanya. Aku terlalu lelah. Dunia seperti tidak memihak padaku. Dunia seperti tertawa melihatku menangis.

“Baiklah. Aku berangkat sekarang. Sekalipun kita tidak akan pernah bertemu lagi, aku akan selalu mengingatmu karena seluruh barang-barangmu ada padaku. Jika kau merindukanku, kau bisa mengirim email padaku. Atau jika kau tidak ingin melihatku lagi, kau bisa memakai parfume-ku yang selalu kau suka aromanya. Aku meninggalkannya di kamar. Dan jika suatu saat kau membenciku, kau bisa membakar habis seluruh sisa barang-barangku yang sengaja aku tinggalkan untukmu. Tapi aku memohon satu hal padamu, sekalipun kau akan menikah dengan pria lain, tolong jangan tinggalkan rumah ini. Kau mengerti bukan? Ini adalah rumah dimana kau dan aku menjalin hubungan bersama. Kita membeli rumah ini dengan jerih payah kita sendiri. Rumah ini penuh dengan kenangan kita berdua. Jika kau mencintaiku sama persis seperti aku mencintaimu, seharusnya kau mengerti. Baiklah, Aku mencintaimu. Selamat tinggal” Kyuhyun menarik kedua kopernya menuju bagasi. Sementara aku masih berdiri mematung di dekat meja makan melihat kepergiannya. Tubuhnya hilang dibalik pintu depan dan tidak lama kemudian aku mendengar suara mobilnya yang melaju dengan cepat.

Dengan pertahanan yang sama sekali sudah tidak ada, aku terjatuh ke lantai. Air mataku menetes ke lantai, membuatnya basah. Air mata itu menggenang, menampilkan sebuah cahaya yang seperti mengejekku. Mengejekku karena tengah bersedih. Tuhan, seandainya aku boleh meminta satu saja permintaan, tolong jangan kau berikan hal sepedih ini padaku. Aku tidak sanggup hidup tanpa dirinya. Kumohon Tuhan, kembalikan Cho Kyuhyun-ku. Duniaku. Oksigenku.

“Kyu….” ringisku.

“CHO KYUHYUN!!!! Jaebal…..” aku semakin terisak dan menenggelamkan kepalaku di atas lantai. Menangis sejadi-jadinya, meluapkan semuanya.

                                                                        ***

Aku berlari menelusuri seluruh ruangan yang ada di bandara ini. Mataku aku fokuskan pada lelaki yang memakai jas hitam kemeja putih dan memakai kain bahan berwarna hitam. Setelah menemukannya, aku langsung mempercepat lariku dan berhenti saat tanganku sudah melingkar di perutnya.

“Kyu…” seruku kelelahan. Aku bernafas dengan tidak beraturan. Dadaku naik turun dengan cepat dan hembusan nafasku berderu dengan keras.

“Kyu…” ucapku lagi. Aku dapat merasakan sebuah tangan yang hangat memegang tanganku. “10 menit lagi Hyen-ah, ada yang ingin kau sampaikan padaku?” kata Kyuhyun dengan suaranya yang sedikit parau. Apa dia juga menangis seperti aku menangisinya?

“Kyu, kumohon. Jangan pernah lupakan aku. Jangan pernah membenciku. Jangan lupakan bagaimana kau mencintaiku dan jangan pernah bosan untuk menghubungiku. Kyu, aku akan selalu mencintaimu, tidak peduli dengan apapun. Aku tidak akan pernah melupakanmu karena kau adalah satu-satunya alasan yang membuatku masih ingin bertahan hidup. Aku tidak akan pernah lupa menyebutkan namamu di setiap doa-doaku agar Tuhan selalu melindungimu dan aku tidak akan pernah menikah dengan pria manapun demi menjaga kesetiaanku padamu. Demi menjaga cintaku yang murni untukmu. Aku…” aku mengatakan seluruhnya dengan cepat, tidak peduli jika Kyuhyun kurang paham dengan semua kosakataku. Aku mengambil nafas sebentar dan mencoba untuk mengatur nafasku kembali. Tangannya masih memegang tanganku yang melingkar diperutnya.

“Aku, aku akan selalu menganggapmu sebagai suamiku walaupun surat cerai masih tersimpan rapih di dalam lemari kita. Dan aku…” lagi-lagi nafasku tidak teratur.

“Aku tidak akan pernah membiarkan siapapun menginap di rumah kita. Aku akan menjaga rumah kita. Aku akan menjaga kenangan kita. Rumah kita hanyalah satu-satunya objek dimana aku bisa merasakan bahwa kau ada di sekitarku. Hidup di sampingku dan tidak akan pernah meninggalkanku. Saat aku berada di rumah, aku selalu melihatmu dimana-mana. Kau selalu ada di rumah, benarkan Kyu? Kau tidak akan pergi jauh dariku kan? Benarkan? Kyu.. Katakan bahwa semua itu benar, ku mohon!” tangisanku pecah. Membuat jas belakangnya basah karena air mataku.

Tiba-tiba tanda keberangkatan terumumkan dan menggema diseluruh ruangan. Aku semakin memeluk tubuh Kyuhyun erat, berharap Ia akan kembali padaku dan tidak pergi ke Swiss.

“Maaf Hyen-ah, aku harus pergi sekarang” Kyuhyun mencoba untuk melepaskan kaitan tangan diperutnya yang sangat erat.

“Kyu, kumohon Kyu. Kumohon” pintaku setengah berteriak.

“Hyen-ah, maafkan aku” seru kyuhyun saat berhasil melepaskan ikatan tanganku. Dengan mudah aku menjatuhkan diriku ke lantai. Saat aku mendongak, tubuh pria yang biasanya aku lihat kini sudah melangkah menjauhiku dan semakin menjauh.

“Kyu!” teriakku. Kyuhyun menoleh ke arahku. Dapat ku lihat dengan jelas di matanya terdapat air mata. Dia menangis. Tuhan, apakah dia juga menangisiku seperti aku menangisinya? Dia menangisi perpisahan ini? Tuhan, kumohon… Kembalikan Kyuhyun.

“Jaga dirimu baik-baik Hyen-ah! Aku mencintaimu!” teriak Kyuhyun dari kejauhan. Aku tetap pada posisi semula, menangisinya sambil terduduk di lantai.

“Nyonya, kau menghalangi orang lain untuk berjalan” dua orang satpam menarik tanganku dan membawaku berdiri, menjauhi Kyuhyun. “KYU!” teriakku lagi. Kyuhyun menoleh kembali dan tersenyum. Tuhan, setelah kau hilangkan senyuman Kyuhyun selama hampir sebulan, ternyata kau mengembalikannya lagi. Tapi kenapa kau malah mengembalikannya ketika aku berpisah dengannya?

“Lepas Satpam bodoh! Suamiku ingin pergi!!! Aku harus mencegahnya!” berontakku pada kedua satpam yang memegang tanganku erat.

“KYU!” teriakku lagi.

“Nyonya, anda mengganggu kenyamanan para orang”

“Persetan dengan semuanya!!! Cho Kyuhyun!!!” Kyuhyun tidak lagi menoleh ke arahku. Sudah tidak terdengarkah suaraku?

“KYUHYUN!!!” Aku mencoba untuk mengeluarkan suaraku lebih keras lagi. Namun Ia tidak juga menoleh. “Kyu…” lemasku. Tubuhku tiba-tiba melemas dan kembali terjatuh ke lantai walaupun dua orang satpam sudah memegangi lenganku.

Tuhan, kehilangan Kyuhyun seperti aku kehilangan kakiku. Aku tidak bisa lagi menopang tubuhku. Aku lemas Tuhan. Tolong kembalikan seseorang yang telah menjadi kaki dan penyemangat hidupku! Aku mencintainya dan aku membutuhkannya, Cho Kyuhyun.

END

Nb : Wah kalau bikin FF galau-galau begini, Nisa lancar bikinnya hahahaha

Jangan Lupa baca FF berseri Please Don’t Say yang Lainnya ya!

Please Don’t Say (Hyuk-Young Version)

Please Don’t Say (Kyu-Hyen Version)

Please Don’t Say – My Sad Ending Story (Kyu-Hyen Couple)

Please Don’t Say – Alligiance (Kyu-Hyen Couple)

24 responses »

      • tpi gtw knpa yg ni lebih kena ya.hehehe
        mgkin gra” si hyen bnr” frustasi, smpe sempet diseret satpam -.-”
        tpi km emg mantep bgt klo bwt ff galau ^^

  1. sumpah makin galau -,-
    awalannya mirip” sadness yak…tapi ini nyesek banget… jangan bikin sadness se nyesek ini dong thor ._.v
    jadi inget… sadness kapan muncul lagi? kkkkk

  2. Pingback: Sadness Part 8 « Nisa Ayu Thayalisha Hadi's

  3. Lagi2 baca d sana comment d sini,,,
    Emng ni author hobinya buat ornang mewek.
    Tp ttp aja ditunggu2in.
    Udah baca semua please don’t say ini yg paling galau.
    Udah ah ngebacot, mo lanjut bc sadness.

    • hehehe gpp kok santai aja:))
      bukan hobi bikin org mewek, tapi emang seneng bikin ff angst wehehehe

      Banyak yang bilang ini yg paling galau kok^^ thanks ya hehehe

  4. Pingback: [FICLET] Please Don’t Say – Be Left (HaeNa’s Story) | FFindo

  5. Pingback: [FICLET] Please Don’t Say – Be Left (HaeNa’s Story) « Nisa Ayu Thayalisha Hadi's

  6. miris banget jadi hyen, nyesek i.

    ini please don’t say yang paling dapet feelnya!
    author bebskey emang jago bikin readers terbawa suasana.
    lanjut!
    good story.

  7. aigoo…
    huft, aku plg jrg nangis loh..udh pny image tegar d mata tmn2.
    tapii, untung baca ni ff d kmr, nangis d kmr.
    sadness jg bikiin aku nangis, di kmr pula..satu2nya ff yg plg sering bikin aku nangis, ya ff kamu ini..😦
    tp wkt komen, aku baru inget kl Hyen Hyo itu kamu, jadi ketawa deh bayanginnya😀 *senyumlebar*

    • Huaaaaa berarti aku keren dong bisa bikin orang setegar unnie ngeluarin air mata??? hahaha *nari salsa*
      Jangan nginget-nginget aku. Hyen itu DO HWE JI. Nama Hyen Hyo itu cuma minjem dari nama Korea aku aja un :)) tapi yg meranin Hyen itu aslinya Do Hwe Ji hohoho. Itu loh, ulzzang temennya semua member SJ

  8. huaaaaaaaaahhh jadi endingnya sad ending ini tuh??
    di kira happly ever after😦 galauuu nyeseeekkkk ga rellla😦 bohongkan ? selsai nyampe sini? ahhh ada terusan yg happy ending ga ?
    ~frustasinya sama kya hyen~

    • Iya sad end😦
      Apanya yg bohong? Belum selesai tauuu ada satu ficlet lagi, yang Hyennya mati, belum baca ya? Ayo wajib baca!!!!!!!!!! #maksa hahahaha
      Kalau ga salah judulnya “Be Left” Ayo baca ayo baca!!!!!!!!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s