Sadness Part 8

Standard

Author : Nisa Ayu Thayalisha Hadi (Nam Hyen Hyo)

Cast :

Cho Kyuhyun

Nam Hyen Hyo

Jang Hye Ri

Lee Jonghyun (CN BLUE)

Title : Sadness Part 8

Length : on going~

Genre : Romance, Angst

Rating : PG-13

Disclaimer : The casts are belong to God, and this Fan Fiction is belong to me kekekeke~ i own this plot ok?

Note : This is pure my imagination.

Credit Poster : cutepixie@darkreflection.so-pink.org

Warning : FF ini bergenre angst, bagi yang tidak suka, lebih baik tidak usah baca daripada ngomel-ngomel di comment. Thanks.

===============================================================

 

Preview

Dan sekarang aku percaya satu hal : Saat kita memikirkan satu objek utama dengan seserius mungkin, percayalah dan jangan ragukan lagi hal itu bahwa dia akan muncul dengan sendirinya di dekatmu.

“Goodnight, My Cho”

“Silahkan duduk Tuan Cho. Sepertinya hari ini adalah hari kebahagiaanmu” seru sang Uisa sambil tersenyum ramah. “Maksudmu?”

“Istrimu telah mengandung. Selamat Tuan Cho”

“Mengandung?” tanya Hyen Hyo tidak percaya. “Hm, apakah dia adikmu, Nyonya?” Tidak bisa berkata-kata, Hyen Hyo akhirnya hanya mengangguk. Ia tidak mau status Kyuhyun yang memiliki dua istri ini ketahuan.

“Sudahlah Kyu, kau tidak salah. Aku yang salah disini, karna aku terlalu memikirkan egoku, kau berhak mendapat anak dari Hye Ri. Dia juga istrimu”

Tuhan, kau boleh memberiku kutukan sebanyak apapun, tapi bisakah kau membuat kutukan yang satu ini menjadi salah satu mimpi burukku? Bisakah kau mencabut kembali kutukan yang telah kau berikan padaku? Tuhan, aku mohon. Aku sudah terlalu lelah menghadapi semua cobaan yang engkau berikan. Kau membuatku harus terus berusaha melawan seluruh kesabaran dan batas emosiku. Seandainya kau memang tidak ingin aku hidup di dunia ini lagi, buat Kyuhyun menjadi tidak bernyawa. Karna setelah itu, dengan sendirinya juga, aku akan menghilang dari duniamu.

==========================================================

AUTHOR POV

“Hyen-ah, kau ingin terus terlelap seperti ini huh? Ini hari minggu, dan sudah jam 11 siang, kau masih tidak ingin bangun? Apa ini adalah kebiasaan baru bagi ibu-ibu yang tengah mengandung?” seru Kyuhyun pelan sambil menyibakkan rambut-rambut kecil yang ada di sekitar telinga Hyen Hyo. Bukannya Hyen Hyo tengah tertidur lelap ataupun tidak mendengar semua ucapan bahkan langkah-langkah kaki Cho Kyuhyun, suaminya. Ia hanya ingin pura-pura terlelap, menenangkan pikirannya akan kejadian buruk yang baru saja menimpanya siang lalu.

HYEN HYO POV

Terlalu banyak kenangan pahit di dalam diriku yang aku simpan sendirian tanpa berani membaginya pada orang lain. Bukannya aku ingin bersifat tertutup, hanya saja aku tidak mau orang-orang di sekitarku menjadi simpati padaku dan mencoba mengerti, merasakan juga apa yang aku rasakan. Ini terlalu sakit untuk dirasakan bagi orang-orang biasa. Hanya wanita kuat yang super kuat seperti aku saja yang hanya bisa merasakannya. Dengan menjadi wanita yang super kuat, bukan karna aku ingin bertahan hidup di dunia ini, tapi karna aku masih ingin mempertahankan diriku untuk tetap berdiri berdampingan dengan orang yang sangat aku cintai sampai mati, Cho Kyuhyun.

“Hyen-ah, kau marah padaku? Kau mendengar kata-kataku tidak? Ayo kita bangun dan pergi jalan-jalan. Aku mencintaimu” dia mengecup pipiku lembut dan menarik selimut yang tadinya hanya membatasi sampai pinggangku, kini tertarik sampai batas hampir leher. Aku merasakan turunnya Kyuhyun dari kasur disertai derap langkah kakinya dan beberapa detik kemudian bunyi knop pintu yang terbukapun terdengar olehku. Merasa Kyuhyun sudah keluar dari kamar, aku langsung membuka mataku dan menetesi beberapa puluh butir air mata yang aku pendam sedari tadi. Bukan karna aku tidak ingin terlihat lemah di hadapan Cho Kyuhyun, hanya saja aku tidak ingin membuatnya resah saat melihatku menangis.

“Oppa!” teriak Hye Ri entah darimana. Aku masih bisa mendengarnya. Mungkin jarak Hye Ri tepat ada di depan kamarku. Dan Kyuhyun pun masih ada di sekitar situ. Mungkin.

“Wae?” tanya Kyuhyun yang bisa kudengar dengan samar.

“Ada umma!”

“Umma? Umma-ku?” tanya Kyuhyun lagi.

“Umma-ku dan umma-mu!” terdengar jawaban suara wanita setelah pertanyaan Kyuhyun tadi. Jadi, umma Kyuhyun dan umma Hye Ri berkunjung? Kenapa penderitaanku semakin hari semakin bertambah? Dengan berkunjungnya Umma Kyuhyun ke rumah, sudah cukup membuatku semakin sakit. Karena apa? Karena pasti dia tidak akan menganggapku ada. Adanya aku di dunia ini ataupun  tidak, sama sekali tidak berpengaruh baginya. Dia tetap menjalankan aktivitasnya seperti biasa karna dia sama sekali tidak pernah menganggapku ada di dunia ini. Sehina itukah diriku sampai-sampai orang yang aku butuhkan untuk menganggapku ada agar aku bisa merasa tenang menjadi menantunya menganggapku tidak ada?

“Mau apa mereka datang kemari?”

“Nae molla”

“Yasudah, tunggu sebentar. Aku ingin membangunkan Hyen Hyo dulu. Kau cepat hampiri mereka dan suguhi minuman, jangan lupa!”

Knop pintu bergerak, dan perlahan-lahan pintu semakin terbuka lebar. Kaget dengan posisiku yang sudah terduduk di pinggir ranjang, Kyuhyun sempat terhentak namun kemudian Ia tersenyum dan menghampiriku.

“Hyen-ah, ada…”

“Aku tau. Ayo kita hampiri mereka” selaku sambil bangkit dan berjalan melalui Kyuhyun tanpa harus menatap matanya. Aku tidak mau Kyuhyun melihat mataku yang sedikit sembab dan masih berair akibat tangisanku beberapa menit lalu. Sekali lagi aku tegaskan, aku tidak mau membuat Kyuhyun resah hanya karna melihatku menangis.

                                                                        ***

“Kyuhyun-ah! Aigo, Umma rindu sekali denganmu, nak! Kau tumbuh semakin tampan saja setiap harinya” umma Kyuhyun langsung menghampiri Kyuhyun yang sedang berjalan beriringan denganku. Dia memang seperti itu, anakmu hebat. Semakin hari dia memang semakin tampan, jawabku dalam hati.

“Annyeong umma” ucapku sopan sambil membungkuk. Dia hanya melihatiku dari atas sampai bawah lalu menggait lengan Kyuhyun dan menariknya hingga Ia terduduk tepat disamping Hye Ri. Aku menaikkan satu ujung bibirku, merasa sakit pada hati bagian dalam. Lalu beralih pada umma Hye Ri yang tengah menatapku sambil tersenyum lembut, bak seorang ibu yang tengah tersenyum pada putri kesayangannya. Aku jadi teringat akan kasih sayang yang dulu aku rasakan dari seorang ibu. Tapi sekarang? Entahlah. Aku saja tidak tahu aku masih memiliki ibu atau tidak. Sepertinya ibu tidak ingin aku menganggapnya sebagai ibuku lagi.

“Annyeong” sapaku.

“Annyeongie, Hyen-ah. Kau baik, hm? Kemari!” ujarnya sambil menepuk-nepuk sofa di sebelahnya. Aku menurut dan menghampirinya.

“Aku baik umma, kau sendiri?” tanyaku. Dia hanya mengangguk menjawabnya.

“Kau terlihat pucat, apa kau sakit?”

“Aku? Ah, tidak. Aku hanya lemas karna semalam tidak makan. Terimakasih telah mengkhawatirkanku, umma”

“Kau anak yang baik” dia mengelus puncak kepalaku. “Seharusnya Tuhan memberimu banyak kebahagiaan” lanjutnya lagi sambil terus mengusap puncak kepalaku. Membuatku meneteskan satu bulir air mataku dari mata yang sebelah kanan. Dengan sigap aku menghapusnya dan mengangkat wajahku menatapnya.

“Aku sudah mendapatkannya umma. Memiliki Kyuhyun adalah kebahagiaanku, setiap hari dapat melihatnya saja aku sudah bersyukur” jawabku. Tidak peduli dengan umma Kyuhyun, Kyuhyun dan Hye Ri yang tengah berbincang-bincang.

“Kau tipe orang yang setia, ya? Yang selalu menseriusi sesuatu yang kau suka? Aku suka anak sepertimu. Orang tuamu pasti merasa beruntung mempunyai anak secantik fisik dan secantik hatinya seperti kau. Kau menerima Hye Ri menjadi istri Kyuhyun walaupun kau sangat mencintai Kyuhyun. Jika aku menjadi kau, aku tidak akan pernah ingin menerimanya. Bukankah itu terasa, umm sedikit menyakitkan?”

Aku tersenyum tipis dan menerawang. Sakit. Memang sakit, umma. Sakit sekali. Bahkan lebih sakit daripada apapun yang pernah aku rasakan selama hampir 24 tahun aku hidup.

“Memang sakit. Tapi jika semuanya hanya untuk melihat Kyuhyun tersenyum bahagia, apakah aku masih bisa menolaknya? Tidak, bukan? Aku mencintainya, jadi aku bergantung padanya. Apapun kehendak yang akan dia lakukan, aku hanya menurutinya tanpa harus mencegahnya. Jika aku mengambil satu langkah saja untuk mencoba mencegahnya, aku hanya takut….”

“Takut apa?”

“Aku takut Kyuhyun meninggalkanku”

“Hahaha, Kyuhyun tidak akan mungkin pernah bisa melepaskan wanita sepertimu!”

Aku tersenyum mendengarnya. Seolah-olah mendapatkan ketenangan dari seseorang yang masih berhubungan darah daging dengan wanita yang sedikit menghancurkan hidupku ini.

“Apakah Kyuhyun mencintai Hye Ri? Ah, maksudku, apakah Kyuhyun mencintai Hye Ri sama halnya seperti Kyuhyun mencintaimu?” bisik umma Hye Ri.

“Mungkin. Dia sangat mencintai Hye Ri, umma.” ucapku berbohong. Padahal aku tahu Kyuhyun sama sekali tidak mencintai Hye Ri. Tapi apa yang tidak bisa aku lakukan jika semuannya hanya untuk kebaikan Kyuhyun? Aku sedang dalam tahap melindungi Kyuhyun sekarang.

“Apa kau…”

“Nyonya Jang!” panggil umma Kyuhyun. Kami berdua sama-sama menoleh dan mendapati Umma Kyuhyun tengah melambaikan tangannya, menyuruh umma Hye Ri untuk menghampirinya.

“Sebentar ya!” aku mengangguk pasrah dan mulai memfokuskan diriku pada apa yang tengah mereka perbincangkan. Aku memberanikan diriku duduk mendekati Kyuhyun. Walaupun kami tidak bisa duduk bersebelahan, setidaknya aku bisa sedikit lebih dekat dengannya.

“Jadi, sekarang usia kandunganmu sudah berapa bulan, hm? Aku pikir kau tidak ingin cepat-cepat mengandung!” gurau umma Hye Ri pada Hye Ri yang tengah tersenyum. Kyuhyun menundukkan kepalanya pasrah. Sesekali dia menatapku dan aku hanya membalasnya sambil tersenyum.

“Nae molla, umma. Ya, aku ini juga kan wanita, pasti ingin cepat-cepat mempunyai anak!” balas Hye Ri dengan sedikit manja.

“Berapa lama usia pernikahanmu dengan Kyuhyun? Kau cepat mengandung, berarti aku tidak perlu waktu lama untuk melihat cucuku. Hey, Nam Hyen Hyo. Sudah berapa lama usia pernikahanmu dengan Kyuhyun? Aku menunggumu hampir 4 tahun untuk mengandung. Tapi sampai sekarang kau belum mengandung juga!” Hye Ri menoleh ke arahku, Kyuhyun mendongakkan kepalanya, melihat ke arahku dan ummanya secara bergantian. Sementara aku, menatap lurus pada mata umma Kyuhyun karena merasa kaget dengan pertanyaannya.

Aku juga sedang mengandung umma, seandainya lidahku berani melontarkan kata-kata ini, aku sudah mengatakannya sejak awal aku tau bahwa aku mengandung, jawab Hyen Hyo dalam hati.

“Umma! Hyen Juga…”

“Ah, sudah siang ya! Umma dan Nyonya Jang ada urusan dengan client dari Swiss. Tidak enak rasanya jika harus mereka yang menunggu kita, jadi tidak ada salahnya bukan untuk kita datang lebih awal?” sela Umma Kyuhyun. Umma Hye Ri segera mengangguk.

Aku tau arah pembicaraan Kyuhyun tadi, pasti dia akan memberitahu Ummanya jika aku juga sedang mengandung.

“Umma….” rengek Hye Ri manja dan mendapatkan pelukan dari ummanya.

“Kapan-kapan, aku akan kesini lagi! Kau kan sudah punya suami, hilangkan sifat manjamu itu, Hye Ri-ya!” Hye Ri hanya mengerucutkan bibirnya.

Kami bertiga—Kyuhyun, Hye Ri, aku—berdiri dan mengikuti langkah kaki umma Kyuhyun dan Umma Hye Ri ke luar rumah.

“Jaga kondisi kesehatanmu baik-baik ya Hye Ri-ya! Aku ingin menimang cucu darimu!!” seru Umma Kyuhyun. Hye Ri menyahutnya sambil melambaikan tangan. Akrab sekali mereka.

“Kyuhyun-ah! Kau harus menjaga Hye Ri dengan baik, jika tidak, umma akan buang semua PSP-mu di rumah!” ancam Umma Kyuhyun. Sementara Kyuhyun hanya menggaruk tengkuknya yang tidak gatal. Aku tahu Kyuhyun merasa tidak enak denganku.

Umma Hye Ri hanya tersenyum ramah dan menghampiriku. Tidak kusangka, dia malah berhambur memelukku. Membisikkan kata-kata yang membuatku tercengang.

“Jaga kondisi dan kesehatanmu dengan baik. Kyuhyun sangat mencintaimu, bukan? Dia pasti akan memperhatikanmu. Aku tahu kau juga sedang mengandung. Aku ini ibu, tahu bagaimana ciri fisik orang yang tengah mengandung. Jangan lupa makan dan atur porsi makanmu. Tidak boleh terlalu sedikit karna bayimu membutuhkannya. Usia kandungan dari 1-3 bulan adalah untuk pembentukan otak. Perbanyaklah gizi yang kau makan supaya bayimu terlahir dengan cerdas seperti ayahnya—Kyuhyun—dan secerdas ibunya dalam mengatur emosi hati” dia melepaskan pelukannya dan tersenyum hangat sembari memegang lenganku. Aku yang masih tidak bisa berkutik, hanya diam tidak merespon apapun. Tangannya perlahan-lahan lepas dari lenganku, kehangatan yang tadinya menjalar di sekitar lenganku, kini perlahan menghilang. Ia beralih pada Hye Ri, memeluknya kemudian menciumnya dan berlalu pergi bersama Umma Kyuhyun yang telah lebih dulu memasuki mobil.

Selang beberapa menit setelah Umma Kyuhyun dan Umma Hye Ri menghilang dari pandangan, Kyuhyun mencium bibirku hanya untuk menyadarkanku. “Kau kenapa?” tanyanya.

“Mianhae. Maafkan umma-ku Hyen. Apapun yang terlontar dari mulutnya, aku mohon jangan kau dengarkan. Dia ummaku, memang begitu sifatnya. Sekalipun dia mengatakan bahwa aku tidak mencintaimu, seharusnya kau akan tetap tahu bahwa aku tidak akan penrah berhenti mencintaimu. Apakah sudah jelas? Jadi, semua kata-kata yang dilontarkan ummaku hanyalah kata-kata yang membuat dirimu semakin lemas berhadapan dengannya. Dia hanya sedang mengetest kesabaranmu. Semakin kau sabar, semakin dia bisa menerimamu. Kau percaya padaku, huh?”

“Hm. Kyuhyun-ah, aku ingin makan yang banyak hari ini. Kau ingin menemaniku, bukan? Kau bilang sendiri tadi kalau kita akan jalan-jalan hari ini!” kataku mencoba untuk mengalihkan pembicaraan.

“Kemanapun kau ingin pergi, aku hanya akan menuruti. Karna aku mencintaimu, Hyen-ah!” dia mencium keningku dan merangkulku. Mengajakku masuk ke dalam rumah karna suhu di luar sudah mulai menurun.

                                                                        ***

Author POV

Hye Ri melangkahkan kakinya masuk ke dalam sebuah restaurant dimana Ia telah membuat janji dengan Jonghyun. Hubungan mereka memang masih belum membaik, dan mereka akan membicarakannya lebih lanjut kali ini. Setelah duduk selama beberapa detik, Hye Ri menatap mata Jonghyun intens dan kemudian tersenyum. Lelaki yang telah mengisi hatinya selama kurang lebih 3 tahun ini masih memiliki cinta yang sama banyaknya sejak dulu sampai sekarang tanpa adanya sedikit pengurangan.

“Apa kabar?” tanya Hye Ri setelah tidak bisa bertemu dengan Jonghyun beberapa hari tanpa ada komunikasi. Jonghyun memicing, tidak menjawab pertanyaan Hye Ri. Tentu saja ini menjadi hal yang begitu membingungkan bagi Hye Ri.

“Ah baiklah, lebih baik kita selesaikan saja urusan kita” ucap Hye Ri sambil menaruh kedua tangannya di atas meja. Lengannya Ia gunakan untuk menumpu badannya dan punggung tangannya Ia gunakan untuk menahan dagunya.

“Kau ingin kita menyelesaikan urusan kita atau menyelesaikan hubungan kita?” tanya Jonghyun sinis. Hye Ri membelalakkan matanya, dahinya berkerut, sedikit tidak percaya dengan perkataan Jonghyun barusan dan Ia berharap itu hanyalah kata-kata bercanda yang keluar dari dalam mulutnya.

“Maaf?”

“Kau ingin kita menyelesaikan urusan kita atau menyelesaikan hubungan kita?” Jonghyun mengulangi lagi kata-katanya. Sudah cukup membuat Hye Ri yakin bahwa pendengarannya memang baik, sedang tidak terganggu atau apapun.

“Maksudmu?”

“Seharusnya aku yang bertanya, apa maksudmu bisa-bisanya mengandung anak dari Cho Kyuhyun? Kau tidur dengannya? Kau buang ke negeri mana janji-janjimu sebelum menikah dengan Kyuhyun? Setelah di pikir-pikir, mengapa aku bisa begitu bodoh dengan merelakan wanita yang sangat aku cintai menikah dengan orang lain dan masih bisa menerima wanita itu berada di sisiku dan menjadi milikku sekalipun Ia sudah bersuami. Seharusnya aku melepaskanmu dari awal. Aku baru menyadarinya sekarang, tapi aku rasa ini belum terlambat”

Hye Ri tidak bisa mengatupkan mulutnya. Ia masih ternganga mendengar seluruh kata-kata yang keluar dari bibir tipis Jonghyun. Matanya yang memang tajam, kali ini berbeda. Serasa jauh lebih tajam beberapa kali lipat.

“Seandainya hari ini akan menjadi akhir dari hubungan kita, kau ingin mengucapkan apa kepadaku?” tanya Jonghyun lagi. Tanpa disadari, air mata Hye Ri jatuh begitu saja menelusuri pipinya. Dengan posisi yang masih sama, Hye Ri menghembuskan nafasnya panjang seraya menghapus seluruh air matanya.

“Percayalah Jong, aku memang tidur dengannya. Tapi Kyuhyun oppa waktu itu ada dibawah pengaruh alkohol. Saat dia sedang bingung mencari Hyen-unnie, dia marah besar dan tiba-tiba pergi sambil membanting pintu rumah. Ketika Ia kembali, ia langsung masuk ke dalam kamar dan menganggapku sebagai Hyen-unnie. Dia terus memanggilku dengan nama Hyen-unnie. Dia tidak sadar bahwa aku adalah Hye Ri dan sama sekali bukan Hyen. Kau tidak ingin mendengarkan penjelasanku? Apakah penjelasanku sudah cukup masuk akal? Jong, aku mencintaimu. Sangat. Janji-janji yang pernah aku ucapkan sudah dan akan tetap aku pegang di dalam hatiku. Kau mempercayaiku, huh?” jelas Hye Ri panjang lebar. Hatinya merasa panik dengan jawaban apa yang akan Jonghyun lontarkan.

“Aku mempercayaimu, tapi bukan berarti dengan mempercayaimu, aku akan merubah kembali keputusanku”

“Maksudmu?”

“Aku ingin kita tidak menjalin hubungan lagi, Hye Ri-ya. Aku sudah cukup bahagia bersamamu, tapi aku rasa aku akan lebih bahagia lagi jika aku tidak bersamamu. Setiap hari aku harus merasakan sakit yang berlebihan di hatiku saat aku menyadari bahwa kau sudah memiliki suami. Semakin hari rasa sakit ini semakin membuncah, dan sekarang, aku sudah tidak mampu lagi untuk merasakannya. Aku lelah, Hye Ri-ya!”

Lagi-lagi air mata menyusuri pipi Hye Ri. Semakin membuat hati Jonghyun yang sudah merasakan sakit, semakin sakit.

“Aku pikir aku datang kesini agar aku bisa menyelesaikan urusan kita beberapa hari lalu, ternyata aku datang kesini agar aku dan kamu bisa menyelesaikan seluruh urusan kita” ucap Hye Ri dengan penuh penekanan pada kata ‘seluruh’.

Jonghyun melambaikan tangannya memanggil pelayan. Sambil masih membiarkan Hye Ri menangis, Ia memesan satu coffee yang biasa Ia konsumsi. Setelah pelayan tersebut pergi. Jonghyun menatap Hye Ri yang tengah tertunduk sambil menangis. Kali ini Ia merasa, bahwa Ialah pria terjahat di seluruh dunia yang pernah ada. Jonghyun sama sekali tidak berusaha untuk menenangkan Hye Ri. Ia sibuk dengan menetralisirkan emosi di hatinya kali ini. Menetralisirkan rasa sakit yang menyeruak dengan dahsyatnya di dalam sana. Sambil menghembuskan nafas berkali-kali, Jonghyun akhirnya angkat bicara.

“Kenapa kau menangis? Bukankah seharusnya kau sedang berbahagia karena hendak memiliki anak dari suami sahmu?”

Hye Ri tidak menjawab. Masih terisak.

“Dengan berakhirnya hubungan kita, seharusnya kau bersyukur. Karena dengan begitu kau tidak usah repot-repot menumpuk dosamu setiap hari karena berselingkuh. Kau sudah menjadi seorang istri yang tidak patuh pada suami. Dan sekarang, sepertinya kau harus mulai mematuhi Kyuhyun dan mencintainya. Cintai dia seperti kau mencintaiku. Jika kau bisa, kau harus lebih mencintai Kyuhyun daripada kau mencintai aku. Dia suamimu Hye Ri-ya, ingat itu! Sementara aku, aku bukan siapa-siapamu. Aku hanyalah pria brengsek yang mengganggu kehidupan kalian!”

“Bukan kau yang mengganggu, tapi Kyuhyun-oppa! Kau datang lebih awal di hidupku, aku mencintaimu lebih awal, seharusnya kau tau itu! Kau tidak usah mengeluarkan seluruh kalimat-kalimat bodohmu disaat seperti ini!” tidak bisa menahan emosi, Hye Ri menyambar perkataan Jonghyun dengan cepat dan sedikit keras.

“Oh, baiklah. Aku minta maaf” jawab Jonghyun tenang—bersikap seolah tenang—sambil menyesap kopi yang baru saja diberikan oleh pelayan.

“Kau berkata seperti itu seperti kau tidak pernah mencintaiku”

“Aku berkata seperti itu justru karena aku sangat-sangat mencintaimu” sanggah Jonghyun.

“Jika kau memang mencintaiku, mengapa kau merelakanku begitu saja?”

“Karena aku tidak sanggup membayangkan bagaimana kau hidup serumah dengan pria lain selain aku”

“Begitukah? Jika mulai sekarang aku memohon agar dapat hidup serumah denganmu, apakah kau akan merubah keputusanmu?” tanya Hye Ri.

“Tidak”

“Wae?”

“Karena itu semua hanya akan menambah rasa sakit yang ada di hatiku. Dengan adanya kau lebih dekat denganku, semakin membuatku sadar bahwa kau bukan hanya milikku”

“Tapi kau sudah tahu bukan, bahwa aku dan Kyuhyun oppa hanya sebagai status suami-istri? Tidak lebih! Aku tidak mencintainya! Aku hanya menganggap dia seperti kakak lelakiku sendiri!”

“Hubunganmu dengan Kyuhyun oppa bukanlah lagi hanya sebagai status suami-istri jika ada anaknya terkandung di rahimmu. Tentu saja semua orang tahu itu!”

“Tapi ini hanya sebuah kecelakaan, Jong!”

“Kecelakaan atau bukan, tetap saja! Kyuhyun oppa adalah orang pertama yang merebut keperawananmu, bukankah begitu?”

Hye Ri diam. Tidak bisa berkata-kata. Mengapa semua kata-kata yang terlontar dari mulut Jonghyun semakin sakit saja? Sayatan di hatinya kini sudah tidak dapat terhitung. Sangat banyak sampai hampir membuat kulit hatinya robek.

“Kau tidak mengasihaniku?”

“Untuk apa aku mengasihanimu jika aku saja tidak bisa mengasihani diriku sendiri?”

“Kau benar-benar yakin dengan keputusanmu?”

“Yakin”

“Mengapa kau begitu yakin, Jong? Kau sudah tidak lagi mencintaiku seperti dulu? Aku mencintaimu masih sama seperti dulu aku mencintaimu. Cintaku padamu tidak pernah berkurang sedikitpun!”

“Aku masih mencintaimu. Bahkan semakin mencintaimu setiap harinya. Tapi semakin hari juga kau menyakitiku.”

“Mianhae…”

“Gwaenchana! Kau harus mulai bisa hidup tanpaku karna aku juga akan berusaha”

“Hm” jawab Hye Ri singkat sambil menyembunyikan tangisannya kembali.

“Sepertinya akan menyusahkan di awal” kata Jonghyun lagi sambil menahan air mata yang menggenang di pelupuk matanya. Dalam hati Ia bersyukur karena Hye Ri tengah tertunduk, jadi Hye Ri tidak bisa melihat Jonghyun juga tengah menangis.

“Hidup tanpamu rasanya seperti aku harus terlepas dari sesuatu yang sudah menjadi takdirku. Sangat sulit. Kau seperti elektron-elektron yang akan terus mengelilingi inti atom tanpa bisa terlepas. Sekalinya elektron itu terlepas, akan ada elektron baru yang datang. Seperti itulah banyaknya cintaku padamu. tidak akan pernah berkurang. Tapi entah setelah hari ini” parau Jonghyun. Matanya menerawang pada jendela bening yang berada di sebelah kirinya.

“Baiklah jika itu memang maumu, aku pulang. Terima kasih untuk segalanya dan telah mengisi hatiku. Aku bersumpah tidak akan mempertahankan cintaku padamu lebih lama lagi dan akan berusaha untuk mencintai Kyu oppa. Selamat kehilangan aku” ujar Hye Ri sambil berdiri dan mengulurkan tangannya. Jonghyun berdiri dan menyambut tangan Hye Ri dengan lembut. Memegangnya erat, matanya menatap mata Hye Ri dalam. Seolah tidak ingin kehilangannya. Beberapa pasang mata memandang mereka dengan lekat, seolah sedang panik akan nasib sang aktor utama yang sedang dihadapkan oleh bencana dan hendak menyelamatkan dirinya. Atau mungkin seperti menonton film romeo and juliet?

“Lepas Jong” ujar Hye Ri sambil menggoyangkan tangannya agar terlepas dari genggaman Jonghyun. Alih-alih melepaskan, Jonghyun malah menarik Hye Ri ke dalam pelukannya dan memeluknya erat. Air matanya tidak dapat dibendung lagi, kini mereka berdua sama-sama menangis. Dan beberapa pasang mata yang sedari tadi tengah memperhatikan, ikut merasa bersedih dan menghembuskan nafas sedih.

“Sama sekali tidak ada hal yang ingin kau ucapkan padaku?” tanya Jonghyun sambil menahan isakannya.

“Hm, rambutmu sudah mulai panjang. Aku tidak akan pernah bosan untuk menyuruhmu merapihkan rambutmu kembali!” jawab Hye Ri.

“Hanya itu?”

“Hm”

Jonghyun melepaskan pelukan mereka lalu membiarkan Hye Ri pergi menjauhinya sambil berjalan santai. Padahal Jonghyun tahu dan semuanya tahu bahwa Hye Ri tidak setenang seperti apa yang sedang Ia tunjukkan di dalam dirinya. Sorot matanya mengatakan bahwa Ia sedang mengalami sakit yang mendalam. Matanya menatap wanita yang telah dicintainya lumayan lama ini semakin mengecil dan tidak terlihat. Setelah tidak dapat melihat wanita yang menjadi titik fokus utama dalam hidupnya, Ia berjalan menuju kasir dengan gontai dan membayar bill-nya. Ternyata melepaskan seseorang yang sangat sangat aku cintai sama seperti aku membiarkan nyawaku di ambil oleh Tuhan begitu saja. Komentar Jonghyun dalam hati sambil menahan tangis.

Tbc—

Nb : Hello! Ini dia sadness yang telah saya janji-janjikan wkwkwk. Bagaimana? Menarikkah? Atau semakin rumit ceritanya? Atau malah membosakan? wkwkwk semua penilaian tergantung pada kalian sih.

Oh ya, di part2 kemaren yang pada complain gara2 narasinya kebanyakan, nih aku kurangin narasinya dan perbanyak dialognya walaupun aku kurang suka FF begini wkwkwkwk

Terus, dilihat dari judul aja kan judulnya SADNESS, pasti sedih kan ceritanya? Di keterangan juga udah tertulis dengan jelas bukan, bahwa genrenya adalah romance dan angst? Jadi, bagi yang tidak suka dengan genre angst, mending ngga usah baca hehehe

Lalu, untuk My Nightmare, aku mohon Commentnya  mengenai FF yang satu ini :

APAKAH KALIAN SETUJU APABILA SAYA MEMPUBLISH MY NIGHTMARE SEASON 2 PART 1 (INTRO)? Kalau setuju, Untuk part 1nya, aku mau lgsg dibikin ke adegan mereka yang udah nikah. Pokoknya ngga ada adegan mereka lagi nikah, berdiri di altar dan lain sebagainya. Soalnya, aku ngga bisa bikinnya wkwkwk

DAAAAAN, Nisa lagi seneng banget nih bikin FF berseri Please Don’t Say, mohon dibaca ya^^

1. Please Don’t Say (HyukYoung Version) (Eunhyuk-Shim Hyun Young)

2. Please Don’t Say (KyuHyen Version)

3. Please Don’t Say – My Sad Ending Story

4. Please Don’t Say – Alligiance

5. Please Don’t Say – Discorded

*) PLEASE DON’T SAY YANG KYUHYEN VERSION DENGAN DISCORDED ITU SEBENARNYA SATU CERITA, HANYA SAJA, YANG DI KYUHYEN VERSION, ITU AKU MENCERITAKAN HYEN YANG PERGI MENINGGALKAN KYUHYUN, KALAU YANG DI DISCORDED, ITU KYUHYUNNYA YANG PERGI MENINGGALKAN HYENHYO. MENGERTI? Coba deh baca FFnya, konfliknya sama. Tapi dialog dan narasinya SERTA endingnya yang berbeda hehehe.

Udah deh, kayanya terlalu banyak omong. Terima kasih telah mendukung Nisa sejauh ini! Tetap jadi readers yang baik yang menjadi penyemangat aku setiap saat! Love You~

65 responses »

  1. bener2 tambah dalem ini ceritanya.sedih bgt saeng ceritanYA.sampe nangis aku bacanya.ya ampun cuma pgn 1 hal dr cerita ini.semoga hyen hyo bisa bahagia.walaupun gk sama kyuhyun semoga hyen hyo bisa bahagia :’D

    Over all,ceritanya bener2 bagus.semua kalimatnya ngena dihati hehe keep writing!hwaiting!\m/

    • Waduh, terharu nih baca comment dari unnie hehehe. Makasih banyak ya unnie^^
      Hyen pasti bahagia kok! Kan pemeran utamanya hahaha
      Oke, keep writing Nisa!!! fighting! hehe

  2. Good, as always..
    Tapi kok perasaan ini ceritanya lebih pendek dari yang dulu ya, Nis? (reader sotoy) ^^
    Aku kirain Hye Ri cuma bo’ongan hamilnya, ternyata.. hiks T.T
    Itu Eomma Hyeri baiknya sungguhan kan? Nggak pura-pura? (reader suudzon + banyak nanya) Hahaha

  3. Demi Tuhan,,ff ni yg pling aku tunggu sblm komen pengen blang k author jgn sad ending plesah Hye Yo hrs ma Kyu…
    Hye Yo hati’a t’cipta dr emas ya kok sbr bgt aku yg bca aja nangis,,mama’a Hye Ri baik bgt…
    Tp gimana Hye Ri dah putus & dy m’cba m’cintai Kyu aduuuh makin ribet aja…
    Pokok’a ending’a Hye Ri jgn sama Kyu anak’a jga ga blh lahir…
    Pengen meluk Hye Hyo dy sabar bgt…
    Next part’a jgn lama2 ya Please…

    • Tenang say, nggak akan sad ending kok. aku ngga setega itu hahaha
      Engga ko, terciptanya dari tanah, sama kaya manusia lain, itu mah emg kemampuan Hyen buat ngejaga hatinya aja yang keren^^ wkwkwk
      Mamahnya Hye Ri emang baik, Hye Rinya aja baik kan?
      Masa anaknya nggak lahir? ._.
      Ayo ayo sini ke crb, peluk aku aja hahaha
      Oke, maaf ya kalau nunggunya kelamaan

  4. Gue berasa emanye hyeri itu sebenarnya nyokapnya hyen… Jauhhhh lebih perhatian sana hyen ketimbang sama hyeri… Nextpart.. Gue minta hyenjong dipertemukan kembali dongg.. Entah kenapa gue lebih tertarik sama jong.. Terus hyen… Buat hyeri eomma pov dong.. Itu kayanya jadi lbh seru deh…

    Oh right.. My nightmare.. Ill be wait for this.. Tesera vote yang banyak yang mau ky gmana aje.. And last..

    Gue mendukung semua yang ente lakukan.. Hyen ah… Hwaiting!!!

    • BUKAN!!!!!!!! ngarang lu kak -_-
      Oke, udah ada pikiran kesana kok mau mempertemukan Hyen sama Jjong wkwkwk
      Hye Ri umma POV? Buat apa? mau ceritain tentang apa ka? ._. kasih ide wuuy

      Asik, makasih ya ka^^

      • Buat negasin sebenernya ummanya hyeri punya maksud apa?? Kalo bisa tu dialog antar umma umma di adain.

        Sumpah demi donghae gue nungguin lanjutannya.. Kenapa hyen nga sama jong aja sii???? Gue pengen ngesot kalo hyen dijahatin sama kyu

      • kaga ada maksud apa2!!!! Dia emang aslinya baik, sama kaya Hye Rinya kan? hahaha

        Ngmgin apa umma-umma? Arisan? Wkwkwkwk, oke, siap, akan saya pertimbangkan kak, makasih yeee idenya hehehe

        Demi Donghae?! ITU SUAMI GUE WOOOY! *jambak* Kyu kaga jahat >< Dia cuma bego aja #eh #kabur ._.

  5. untung sebelum tidur mampir dulu kesini kkkkkkk
    tapi tapi tapi ini dikit g sih ‘porsinya’? klo boleh jujur sih, aku lbh suka yg kmren”,, byk narasinya… itu malah feelnya dpet bgt… klo yg ini *maaf* aku kurang nyesek wkwk feelny dapet tapi kurang dalem (?)
    maaf maaf lho ._.v

    SETUJU!!! ayo my nightmare dilanjutin… iya bener g usah ada adegan nikah, langsung terima jadi aja :p

    • cieeee nungguin ya? hahaha
      Emang sedikit muahahahahha^^ maaf ya udah bikin kecewa hehehe

      Noh kan, aku jadi bingung. Ada sebagian yg minta jangan kebanyakan narasi, ada lagi ini yg minta dibanyakin narasi. Tapi JUJUR ya, aku juga lebih seneng bikinnya kalau banyak narasi hahaha

      Gpp ko, santai aja. Aku juga ngerasa begitu kok wkwkw. Narasi tuh emg menguatkan perasaan pembaca untuk ikut berkecamuk di dalam cerita (sebenernya) tapi ada sebagian readers yg nggak suka, aku jadi galau -_-

      Oke!!!!

  6. eommax hyeri baek bgt,, eomma
    yg hebat
    Q nangis d part jong ma hyeri,
    nyeseek bgt jdi jonghyun😥
    btw tu da elektron” mengelilingi inti
    atom tu dpt ilham dri ujian n bljar
    fisika ya saeeng???hehhe

      • iya siiich, hye ri nyesek jga tpi Q ngerasa lbih ngena d jonghyunx.hehehe

        oiya see,awal pljrn kimia ya..
        tpi ntar klas 3 tu da d pljrn fisika jga kq.hehehe

      • kasian ya Jonghyun. Selingkuhan aku TT kalau Jonghyun bagi Hye Ri tuh selingkuhannya dari Kyuhyun (suaminya) kalau Jonghyun bagi aku tuh selingkuhan aku dari Donghae (suami aku) hahaha

        Ya pokoknya fisika kimia sama aja lah! wkwk

      • Q kirain suamimu tu kyuhyun bkan donghae,trnyataa slah nebak Q…
        klo Q selingkuhanx sesama rapper,hohoho

        hahaha, iyaa sama ja kq saeng. ntar jga nyambung” pljranx…

      • hahaha, sbnrx Q jga da bnyak tpi g enak klo dsbutin satu” hehehe
        da GD, junhyung, kwangmin, hangeng, chullie,changmin,dll (msi banyak) *lho?*

        klo inget nama trakhir yg km sebutinjdi inget ffmu yg please dont say,hehe

  7. Woaah authoor aku suka bgt ceritanyaaa. Jarang bgt ada author yg bikin cerita sedih tp sedihnya sedih bgt (-…-) aku sebel sm kyuhyun nya. Di ff ini dia terlihat seperti errr cowo berengsek ._,v sedihnya dapet bgt. Kepengen nangis pas baca penderitaannya hyen hyo huaaahh :”'(
    oiya author aku readers baru disini. Salam kenal🙂

    • Hai, kayanya readers baru ya? Baru liat nicknamenya hehehe salam kenal (sebelumnya)
      Makasih ya udah suka sama ceritanya hehehe
      ko sebel sama Kyu sih? Dia nggak berengsek kok >//< cuma bego aja #eh hahahaha

      eh ternyata kamu ngmg ya kalau kamu readers baru di bawah commentnya maaf ya nggak kebaca wkwkwk (Nisa imnida, 97 line)

  8. saia tau resiko baca ff angst .
    pasti antara dilema dan galau😄

    hmmm…
    oemma’a hyeri baik banget ^^
    coba oemma kyu kyk ghitu*tiup terompet*

    tenang jonghyun masih ada akku..
    klo butuh pengganti hyeri saia siap..
    *kaburr…sebelum dtimpuk boice😛

  9. part 8, angka favorit aku,
    tata bahasanya ga berubah,
    suka, tambah suka kalo hyen selalu sama kyu, he

    ummanya hyeri jadi ummanya kyu aja, tapi, kalo ummanya hyeri jadi umma kyu, ceritanya jadi happiness ya, bukan sadness. J

    good story,

  10. loh, kalau hye ri sama jonghyun putus , terus kalau hye ri mencoba mencintai kyuhyun , terus nasih hyen hyo gimna?

    Makin kesini makin geregetan bacanya

  11. makin gk jelas bwt nebak endingnya gimana..nisa hebat bikin reader penasaran…ahh…coment nya segini ajj deh,pengen buru” bc next partnya biar feelnya gk ilang lama”

  12. yaa. jonghyun saranghae! aku suka sm ketegasannya, hoho. nggak plin-plan gitu. keren-keren. konfliknya nggak abis-abis. jd gak boring bacanya. buat hyen pukpuk ya. kau harus tabah menjalani hidup yg telah digariskan oleh author. hehe

  13. Annyeong. .
    Aku readers baru, mian baru komen, fanfictionnya keren bnget, ah tp aku kesel, masa Hyeri ngandung anak Kyuhyun-_- Kasian Hyen😦
    aku suka cerita yg sad2 married life (y)😉 hahahh

    Ohya fanfiction Love Sigh juga seruh bnget, mian ga koment.
    Yang penting(?) ninggalin jejak aja kalo aku pernah baca^^ hehe

    Ditunggu kelanjutan ffnya ^_^

  14. Dr awal aku baca, ga bs berenti ni air mata😥 smpe sembab ni mata.. Sampe suara serak aahh ya ampun bner2 ‘sad’ ni ff

  15. Hey eonni, aku readers baru di sni. Slm kenal.
    Haduh, part in benar2 mnguras emosi. Sy hmpir nyerah bcnya krn gak kuat. Aku mewek2 bngt di sni. Aku ngerasa kyk jd hyen d sni dan aku benar2 bs rasa sakitnya. Sdangkan aku benar2 kcewa sm kyuhyun walaupun eonni sudh menjabarkan dngn rinci bgmn perasaan kyu yg bgitu kuat. Yh krn itu, aku ngerasa bngt klo aku yg di gituin sm kyu. D sni aku simpati sm hyen dan jonghyun. Aku suka bngt sm genre angst, walaupun aku emang gak kuat bcnya klo gak mewek. Keke~ intinya, ff eonni keren bngt.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s