Love Is Punishment Part 7

Standard

Author : Nisa Ayu Thayalisha Hadi (Nam Hyen Hyo)

Cast :

Lee Taemin

Choi Jinri

Nam Hyen Hyo

Cho Kyuhyun

Title : Love Is Punishment (PART 7)

Length : on going~

Genre : Romance, Angst

Rating : PG-13

Disclaimer : The casts are belong to God, and this Fan Fiction is belong to me kekekeke~ i own this plot ok?

Note : This is pure my imagination.

Credit Poster : cutepixie@darkreflection.so-pink.org

NB : FF ini aku buat karna aku terinspirasi oleh lagu ‘Love is Punishment’ yang dibawakan oleh K. Will di OST Brilliant Legacy. Setiap kalimat yang bergaris miring, itu adalah translate-an dari lagunya. Semoga ceritanya menyenangkan^^ happy reading heheh~

===============================================================

JINRI POV

Di Korea

Musim gugur menyambut kedatangan kami saat kami baru saja sampai di Incheon Airport. Mahkota bunga berjatuhan dan berterbangan dengan bebasnya di udara. Semuanya seperti terhempaskan begitu saja dari kelopaknya. Begitupun dengan para daunnya, mereka seperti diusir oleh para ranting yang selama ini selalu menemaninya tumbuh melebar dan memanjang setiap hari. Pada saat musim semi semuanya tumbuh, dunia bagaikan tersenyum. Bahkan pohon pun sepertinya yang merasa paling bahagia, tapi ketika musim gugur, semuanya seperti suatu kebencian yang meluap-luap. Para kelopak bunga melepaskan begitu saja mahkotanya hingga tidak terlihat keindahan sama sekali dalam bunga itu. Ranting pun sama. Mereka menghempaskan dan membiarkan para daun-daun indah itu rontok begitu saja tanpa mencegahnya. Benda yang selama musim semi selalu bersamanya, tapi ketika musim gugur mereka berpisah. Itu semua sama halnya denganku. Seseorang yang selama ini selalu bersamaku, selalu menemaniku, mengamati pertumbuhanku dari kecil hingga aku dewasa seperti ini, dia yang selalu baik dan memberi harapan padaku, pada akhirnya, pada waktunya dia menghempaskanku begitu saja. Dia mempunyai yeoja lain yang pasti jauh lebih segala-galanya dariku. Aku tau aku ini hanya ibarat daun kecil busuk yang tidak berarti, yang menurut dia -yang diibaratkan sebagai ranting- harus dibuang agar tidak menimbulkan kesan buruk baginya. Semuanya sama denganku.

Taemin menghempaskanku.

Dia bersama Hyen-unnie, tanpa menolongku yang sekarang sedang jatuh terpuruk.

“misimu, jangan sampai gagal” bisik Taemin lalu melewatiku begitu saja dengan Hyen-unnie. Aigo, masih ada satu tugas lagi yang harus aku kerjakan. Tugas untuk menyakiti orang lain, tugas untuk menambah dosa, tugas untuk menancapkan pedang di hatiku.

Sret! Tangan Kyu-oppa memegang tanganku dan jari-jarinya menyusup di antara jari-jariku. Kami saling menggenggam, lebih tepatnya dia yang menggenggamku terlebih dahulu “jangan menangis” kata Kyu oppa sambil menunjukkan senyum hangatnya.

Aniyo oppa, aku tidak menangis, aku tidak ingin menangis, aku hanya sedang meratapi dan menghayati nasib hidupku yang begitu buruk.

Aku membalas senyumannya sekilas lalu kembali berkutik dengan pikiranku. Apa yang harus aku lakukan untuk menjalankan misi terakhirku ini? Taemin, kau membawaku ke neraka lagi sekarang! Sudah terlalu banyak dosa, aku tenggelam dalam dosa-dosaku, aku selalu menyakiti orang lain demi kebahagiaanmu. Apakah orang sepertiku pantas masuk neraka? Kau yang telah membawaku hingga sampai di ujung neraka seperti ini. Kau yang telah menggiringku sampai kesini, kau yang telah membuatku bisa merasakan bagaimana panasnya api neraka walaupun aku baru sampai di tepinya. Aku kesakitan. Ada yang bisa menolongku terbebas dari neraka ini? Ku mohon~

Kyu-oppa semakin mengeratkan genggamannya, aku mendongak ke arahnya dan dia hanya menatap lurus ke depan dengan sebuah senyuman. Jika Kyu-oppa yang hatinya sedang sakit seperti itu saja bisa tersenyum, mengapa aku tidak?

“oppa maafkan aku” kataku memecahkan keheningan di antara kita berdua saat menaiki taksi. “wae?” tanyanya “aku… aku tidak jujur padamu kalau aku mengenal Taemin” bukan ini sebenarnya yang ingin aku katakan. Aku ingin meminta maaf karna aku akan menyakitimu sekali lagi. Maaf…

“oh, gwaenchana. Kau ada hubungan apa dengannya?” tanyanya. Apa aku jujur saja? Aku tidak ingin membohongi Kyu-oppa lebih dalam lagi. Aku harus jujur.

“dia temanku dari kecil. Sebenarnya aku tinggal serumah dengannya…” aku mengucapkan ini sambil tertunduk “apapun hubunganmu dengannya, kejadian ini sama sekali tidak ada hubungannya denganmu. Bahkan kau sepertinya tidak tau apapun. Lupakan saja. Mungkin dia memang yang ditakdirkan dengan Hyen Hyo. Bukan aku” serunya.

“maksudmu?” tanyaku tidak mengerti, “aku tidak akan melepaskan Hyen Hyo sekalipun ada 1000 namja yang merebutnya. Aku akan melepaskan dia ketika Hyen Hyo memang memintaku untuk melepaskannya. Aku tau kau menyukai Taemin. Akan ku buat dia menyesal karna telah menyakitimu. Masuklah, ini sudah sampai” kata Kyu oppa. Ah benar, ini sudah di depan rumahku. Aigo aku tidak sadar -_- aku membuka pintu taksi dan hendak menutupnya, tapi aku baru ingat, bayar taksi-nya bagaimana “hm oppa…” seolah bisa membaca pikiranku dia berkata “biar aku yang bayar” aku tersenyum malu karna Kyu-oppa seperti bisa membaca pikiranku. Aku melambaikan tangan kananku kepada taksi yang tadi kutumpangi.

Cklek.

“liburan ke Jepang menyenangkan sekali. Bukan kah begitu, saengie?” tanya Taemin yang sedang asik menonton TV tanpa melepaskan pandangannya. Aku hanya memandangnya tidak suka. Apa maksudmu berbicara seperti itu?

“ne” aku hanya menanggapinya sedikit lalu masuk ke dalam kamarku sambil membereskan barang-barang yang ada di koperku.

Surat?

Aku melihat ada sebuah note yang tertempel di kaca riasku. Aku mengambilnya dan membacanya.

“semoga apa yang kau bilang benar” hah? Apa maksudnya? Siapa yang menulis ini? Ah! pasti Taemin! Siapa lagi yang berani masuk ke kamarku tanpa izin selain dia?

“ya! Taemin-ah, ini tulisanmu?” aku mengacungkan kertas tadi di depan wajahnya yang sedang asik memakan snack “ne, wae?” tanyanya santai.

“apa maksudnya?” tanyaku bingung. “kau bingung? Hehehe, sini, duduklah.” Dia menyunggingkan senyum damainya itu. Ya Tuhan terima kasih, hatiku sedikit terobati lagi setelah sekian lama tidak melihat senyumnya, akhirnya sekarang aku melihatnya lagi.

“semua permohonan yang aku minta saat di jepang. Kan kau bilang bahwa semuanya akan terwujud, aku berharap begitu. Semoga omonganmu ku harap benar” katanya “oh, hanya itu? Memangnya apa permohonanmu? Pasti berhubungan dengan Hyen-unnie” desakku. Jangan bilang Lee Taemin. Kau pergi saja, atau alihkan pembicaraan ini! Aku tidak mau mendengar apapun darimu. Aku tidak mau mendengar bahwa semua doamu saat di jepang berhubungan dengan hyen-unnie.

“aniyo. Sama sekali tidak ada Hyen di setiap kata-kataku saat memohon kemarin” katanya lalu beranjak berdiri “istirahatlah” katanya sambil mengusap puncak kepalaku.

Aigo, Tuhan, kau telah mengembalikan Taemin yang dulu kepadaku lagi? Benarkah? Terimakasih.

Setelah aku merindukan senyuman hangatnya, sentuhan tangannya di kepalaku, kau mengembalikannya seperti dulu. Terima kasih kau telah membebaskan pedang-pedang yang ada di hatiku sementara Tuhan.

TAEMIN POV

Lupakan tentang kejadian hari terakhir di Jepang itu. Aku tidak terlalu percaya bahwa permohonanku akan dikabulkan. Semuanya kembali lagi padaku. Aku akan berusaha sendiri tanpa meminta permohonan bodoh seperti itu. Mempercayai hal bodoh yang tidak tahu kebenarannya. Aku lebih percaya kepada diriku sendiri. Semuanya akan ku lakukan sendiri sekalipun aku harus menghancurkan dunia ini.

“kau siap? Berangkat lah. Temui Kyuhyun dulu, aku akan mengajak Hyen Hyo. Di kedai Jajangmyeon ya saengie” suruhku saat tau hari ini dia harus menjalankan misi terakhirnya. Misi yang ku tetapkan sebagai syarat agar dia bisa benar-benar lolos dari permainanku. Tanpa dia meminta menyerah dari permainan ini pun, ini adalah misi terakhir. Aku yakin setelah ini aku akan mendapatkan jawabannya. Aku juga sudah yakin kalau Kyuhyun mungkin sudah sedikit tertarik dengan Jinri. Bukan hal sulit bagiku untuk melakukannya. Apa sih yang tidak bisa di lakukan oleh seorang Lee Taemin?

“ne” Jinri hanya membalasnya dengan tidak semangat. Aku tau Jinri sudah tidak mau lagi melakukannya. Tapi ini memang resikonya dari awal dia sudah mencampuri urusanku. Tapi walaupun dia tidak semangat dan tidak mau melakukannya, aku yakin dia bisa melakukan dan membuahkan hasil yang terbaik untukku.

“kita ke kedai jajangmyeon ya Noona, ada yang ingin ku bicarakan” kataku saat baru saja masuk ke rumah Hyen-noona. “ne, tunggu aku ganti baju dulu” katanya. Aku menunggunya 5 menit sambil terus memijati pelipis mataku. Aku hanya sedang berkutik dengan pikiranku, apa benar Jinri sudah jatuh cinta dengan Kyuhyun? Apa benar Jinri bersikap ketus dan dingin padaku karna kehadiran Cho Kyuhyun di dalam hidupnya? Kenapa aku tidak suka? Apa aku harus benar-benar merebut Hyen Hyo agar Jinri bisa leluasa dengan Kyuhyun? Kenapa jika di pikir-pikir lagi lebih baik aku membiarkan Jinri bersamaku daripada melihat Jinri bersama Kyuhyun? Kenapa aku jadi berpikir untuk menggagalkan rencana ini dan mengembalikan Hyen Hyo kembali kepada Kyuhyun? Kenapa aku merasa Jinri lah yang lebih berharga di dalam hidupku? Mengapa pikiranku sepertinya sudah terkontaminasi dengan Jinri? Jinri dan jinri saja yang ada di otakku. Hah. Aku rasa aku sedang tidak berpikir dengan jernih.

“taemin-ah! kau melamun? Wae?” tanyanya yang membuyarkan lamunanku “ah? aniyo, kajja noona!” aku menggandeng tangannya menuju mobilku dan membawanya pergi ke kedai jajangmyeon. Tempat yang sudah aku rencanakan dengan Jinri untuk melakukan misi itu. Jinri belum datang. Baguslah. Ini memang rencanaku. Jika dia belum datang, itu bagus. Jadi tidak terlihat bahwa aku memang sedang menjebak Hyen Hyo bukan? Kau memang pandai mengulur waktu saengie, pasti sekarang kau sedang mengajak jalan-jalan Kyuhyun dulu.

“ahjussi, jajangmyeonnya 2” pesanku pada ahjussi yang melayani. Aku berbincang-bincang ringan dan memberikan lelucon kepada Hyen-noona yang berhasil membuatnya tertawa kecil. Aku terus menyunggingkan senyum khasku, bersikap seolah aku ini namja polos tanpa dosa yang tidak tahu apapun. Dan saat makanan datang, Jinri dan Kyuhyun pun datang.

“taemin-ah…” ucap Hyen-noona sedikit berbisik, aku tidak menyadari kehadiran Kyuhyun dan Jinri karna sama sekali tidak ada suara, dan aku pun sedang konsentrasi menyantap jajangmyeon-ku.

“bisakah kita pergi dari sini? Cari kedai yang lain saja ya” kata Hyen-noona sambil menaruh sumpit asal di dekat mangkok jajangmyeonnya “Wae?” tanyaku yang masih asik memasukkan jajangmyeon ke dalam mulutku “kyuhyun… dia disini” katanya pelan sekali tapi masih bisa di dengar olehku. Huh? Jadi mereka sudah datang? Baguslah.

“tanggung sekali noona, aku sedang ingin jajangmyeon. Makanlah, nanti aku yang bayar. Masalah Kyuhyun, biarkan saja. Mungkin dia juga sedang ingin makan jajangmyeon makannya kita bertemu” kataku yang seolah-olah tidak tahu jika Kyuhyun datang bersama Jinri “tapi dia datang bersama yeoja itu lagi” aku pura-pura tersedak setelah Hyen-noona mengucapkan kalimat itu “jeongmalyo?!” selidikku tidak percaya. “tuh” tunjuk Hyen-noona kearah mereka. Aku mengerling kepada Jinri tanda agar dia segera memulai aksinya.

“oppa… Hyen Hyo itu yeoja chingumu?” bagus, walaupun tempatnya tidak terlalu dekat, tapi suaranya masih terdengar jelas sekali disini. aku pura-pura tidak peduli dan melanjutkan makan. “taemin-ah, sepertinya mereka akan membicarakanku. Aku tidak kuat ada disini! ku mohon!” rengeknya yang menarik-narik lengan bajuku “tunggu sebentar lagi noona, aku berjanji setelah jajangmyeon ini habis kita akan langsung pergi. Makanlah dan jangan pedulikan mereka” kataku berusaha menenangkan Hyen-noona yang sepertinya merasa gelisah dan sedih karna melihat Kyuhyun dengan yeoja lain.

“ne, wae jinri-ah?”

“apakah kau mencintainya?”

“ne aku mencintainya”

Dapat ku lihat Hyen Hyo sedang berkonsentrasi mengamati pembicaraan mereka, mendengarkannya dengan seksama dan tanpa melepaskan pandangannya dari mereka berdua. Gampang sekali meruntuhkan pertahanannya.

“kau pacaran memangnya sudah berapa lama?”

“4 tahun, 2 bulan lagi kami 5 tahun” MWOYA??! Jinjjayo? Sudah lama sekali! Kenapa mereka tidak segera menikah saja?! Aku pikir mereka baru jadian saat aku menemukan Hyen Hyo 2 tahun yang lalu.

“aish! Sudah lama sekali. Kenapa tidak menikah saja oppa?” aku pura-pura memakan jajangmyeonku padahal konsentrasiku beralih pada mereka. Hyen Hyo pun terus menatap mereka dengan serius.

“aniyo, aku bingung. Aku tau aku jahat. Selama ini, sebenarnya aku…. hanya menganggapnya adik..” kyuhyun berhenti sejenak dan melanjutkan kalimatnya “entahlah, aku merasa aku adalah namja terjahat yang pernah ada. Dulu aku mempunyai adik bernama Cho Kyu Ra, tapi dia meninggal dan aku merasa sangat terpuruk sekali, sama seperti waktu itu kau kehilangan namjamu, aku peduli padamu karna aku pernah merasakannya. Tapi saat itu, aku bertemu Hyen Hyo yang bisa membuat semangatku kembali naik. Bukan karna cinta atau apapun, tapi karna dia memang mirip sekali dengan adikku, aku menjalin hubungan dengannya, aku mencintainya, aku menyayanginya, tapi aku tidak bisa memberinya lebih. Aku hanya sekedar sedang melampiaskan rinduku dengan Kyu Ra, ku rasa kurang lebih seperti itu perasaanku, dan juga….”

Saat aku sedang serius memperhatikan pembicaraan mereka, aku melihat Hyen Hyo segera pergi dari sampingku. Dia berlari dan menangis, lantas aku membayar jajangmyeonku dan mengejarnya. Benar bukan? Kyuhyun itu bukan namja baik-baik yang pantas untuk yeoja sebaik Hyen Hyo! Kyuhyun telah mempermainkan Hyen Hyo! Apakah cowok seperti itu masih pantas di biarkan hidup di dunia ini? Seandainya aku boleh membunuh seseorang, aku ingin sekali membunuhnya! Memutilasi badannya dan membuang potongan-potongan badannya asal! Dan yang terakhir… mengirimnya ke neraka!

“noona!” aku memeluknya dari belakang, aku merasakan seluruh tubuhnya bergetar, dia terus menangis dan ku balikkan badannya agar aku bisa memeluknya “sudahlah. Maafkan aku tadi tidak menurutimu untuk pergi saja. Aku tidak tau jika akhirnya akan begini” kataku sambil memeluknya “sudahlah taemin-ah, tinggalkan aku! Aku sedang ingin sendiri!” katanya sambil melepaskan pelukanku dan berjalan pergi meninggalkanku.

Lalu misi ku selanjutnya? Tinggal mengalihkan perhatiannya, mencuri hatinya dan aku bisa mendapatkan Hyen Hyo dengan utuh. Good Job saengie-ah! terima kasih! Kau membantuku sekali~

Menangislah noona, akan kupastikan bahwa ini adalah tangisan terakhirmu untuk cowo brengsek sepertinya.

Menangislah selagi kau bisa merasakan bagaimana sakitnya di khianati, karna saat bersamaku nanti, aku berjanji tidak akan pernah mengkhianatimu.

Menangislah sepuasnya sampai kau merasa lega dan melupakannya. Lupakan dia, lihat aku disini yang selalu ada untukmu.

HYEN HYO POV

Kau benar tidak ada apa-apa kan Kyu dengan Jinri? Benarkan? Kau mencintaiku bukan? Ayo, katakan kau mencintaiku!!

“ne aku mencintainya”

Benarkah? Kau benar-benar mencintaiku? Jadi sikap yang selama ini aku berikan padamu itu salah? Kyu, maafkan aku. Aku salah paham, bukan maksudku untuk membuat hatimu pedih dengan sikapku yang dingin seperti ini. Tapi aku hanya butuh jawabannya. Aku sudah menemukannya. Maafkan aku, aku berjanji tidak akan pernah bersikap seperti ini lagi.

Satu mangkok jajangmyeon penuh tidak lagi dipedulikan olehku, yang sedang aku pedulikan sekarang adalah namjaku, Cho Kyuhyun yang sedang asik berbincang dengan err… temannya? Ne, temannya. Kyuhyun tidak menyadari kehadiranku disini sama sekali karna dia membelakangiku. Tidak apa-apa, lanjutkan pembicaraanmu, aku ingin mengikutinya lebih jauh. Dengan begini aku bisa menjawab semua pertanyaan di otakku secara tidak langsung.

“4 tahun, 2 bulan lagi kami 5 tahun” kau mengingat semuanya? Bahkan aku saja lupa jika 2 bulan lagi anniversary kita yang ke5. Kau begitu mencintaiku? Kenapa aku tidak peka? Kenapa aku tidak merasakannya? Jadi kau memang benar-benar sayang dan tulus cinta padaku? Maafkan aku yang selama ini tidak menyadari perasaanmu yang begitu besar. Tapi kenapa kau tidak pernah mengajakku menikah?

“sebenarnya aku…. hanya menganggapnya adik..” MWOYA?! Oppa….. benarkah.. kenapa kau membuat hatiku remuk seketika padahal kau baru saja membuat semangatku naik, tapi kau langsung saja menghempaskanku begitu saja! 5 tahun kau tega membohongiku! Apakah menurutmu sekarang aku baik-baik saja? Memangnya kau pikir aku ini patung yang tidak mempunyai perasaan dan bisa dipermainkan? Kenapa kau tidak bilang kalau tidak pernah serius denganku?! Jadi selama ini alasanmu tidak pernah mengajakku menikah karna ini? Oke oppa, aku baru tau semaunya. Terima kasih sudah menyadarkanku. Mungkin memang akunya saja yang bodoh terlalu mengharapkan sesuatu yang lebih padahal kau sendiri tidak mampu memberi semuanya.

Cukup oppa! Cukup! Aku tidak mau dengar lagi!!

Dengan segera aku bangkit dari kursi dan meninggalkan kedai itu sambil berlari dan menangis. Aku tidak kaut lagi. Apa yang harus aku lakukan? Tubuhku seakan mati kaku. Ya Tuhan, kenapa kau menyiksaku? Kenapa kau tidak ambil nyawaku saja daripada aku harus menerima kenyataan seperti ini? Aku terlalu sakit Tuhan! Bantu aku!

5 tahun sudah aku mencintai seseorang, seseorang yang kuyakini sebagai malaikat pelindungku. Seseorang yang sempurna yang membuatku mengerti akan cinta. Seseorang yang sudah mengubah hidupku sedikit demi sedikit. Seseorang yang sudah dengan mudahnya mencuri hatiku. Seseorang yang membuatku bisa melupakan keadaan sekitar jika aku melihatnya tersenyum. Seseorang yang bisa membuat semangatku kembali naik jika aku sedang bad mood. Seseorang yang sudah mengajarkanku bagaimana harus menjalani hidup. Seseorang yang sudah memberitahuku bagaimana indahnya hidup. Bagaimana indahnya di cintai dan mencintai. Seseorang yang selalu bisa membuatku menambah rasa cintaku padanya setiap hari. Aku mencintainya lebih dari aku mencintai diriku sendiri. Aku memikirkannya lebih dari aku memikirkan diriku sendiri. Rintik hujan yang jatuh dibumi ini tidak ada apa-apanya dengan rasa cintaku yang sudah sebesar itu padanya. Tapi kenapa dia menghempaskanku? Kenapa dia membuatku merasa bahwa aku ini hanya cewe murahan yang gampang di permainkan? Kenapa dia membuatku berpikir ‘mengapa aku tidak mati saja’?

Aku lebih baik di terkam oleh harimau, lebih baik tenggelam dalam api neraka yang berkobar-kobar daripada harus mengalami kenyataan pahit seperti ini. Apakah selama hidupku aku hanya bisa membuat dosa? Jadi ini adalah balasan dari dosa-dosaku yang sudah bertumpuk banyak? Apakah ini hukuman dari surga karna aku selalu mengharapkan sesuatu yang lebih?

Kenapa aku harus mengalami rasa sakit yang begitu hebat dihatiku? Kenapa aku bisa mencintai Kyuhyun?

Ya Tuhan, jika dia memang tidak mencintaiku, lalu perasaan apa yang dia tunjukkan padaku selama ini? 5 tahun aku mencintainya, 5 tahun juga dia mempermainkanku. Apakah waktu 5 tahun itu tidak cukup baginya untuk mempermainkan aku? Apakah kesabaranku kali ini masih tersisa?

Aku sudah bertekad tidak akan melepaskan Kyuhyun apapun yang terjadi sekalipun dia yang meminta. Aku akan membuatnya mencintaiku tidak peduli apapun caranya. Aku akan menghalalkan seribu cara sekalipun agar bisa membuatnya mencintaiku. Aku hanya ingin, di dalam hidupku ini, aku hanya ingin dia membalas perasaanku. Dia hanya menganggapku sebagai adik! Permainan macam apa itu?!

Aku merasakan tangan yang hangat memelukku dari belakang dan membuatku berhenti berlari. Tapi aku tidak bisa memberhentikan tangisanku. Hatiku terlalu sakit. Apa yang harus ku lakukan? Aku tau ini Taemin. Pergilah, aku ingin sendiri!

Dia membalikkan badanku dan merengkuhku ke dalam pelukannya. Hangat. Tapi tidak akan pernah sehangat pelukan Kyuhyun. Aku merindukan pelukannya. Aku merindukan semuanya. Aku rindu bibirku di sentuh oleh bibirnya. Aku rindu dia mengusap puncak kepalaku. Kapan semuanya akan terjadi lagi? Bahkan sekarang saja dia selalu menyibukkan dirinya untuk berjalan-jalan dengan Jinri. Tidak pernah sekalipun dia menghubungiku. Apakah dia memang benar-benar menganggapku sebagai adik? Kenapa dia begitu tega?

Aku melepaskan pelukan Taemin dan berlari meninggalkannya. Aku ingin sendiri. Aku ingin menghilang. Aku tidak ingin hidup dengan penuh kesakitan seperti ini. Tolong aku. Maafkan aku Tuhan, aku tidak mau kau terus menghukumku seperti ini. Bebaskan aku dari kutukanmu. Maafkan aku!

Cho Kyuhyun. Namja tampan yang selama ini selalu aku cintai, selama 5 tahun aku bertepuk sebelah tangan. Itu menyakitkan. Karna dia yang menyatakan cintanya terlebih dahulu. Tapi ternyata dia tidak benar-benar cinta padaku. Aku sudah menaruh harapan besar padanya, tapi kenapa dia tetap menganggapku sebagai adik? Kenapa aku tidak pernah sadar kalau dia tidak benar-benar mencintaiku?!

“sebenarnya aku…. hanya menganggapnya adik..”

Kata-kata itu selalu terngiang-ngiang di kepalaku. Aku terus berlari berusaha untuk menghilangkan kata-kata itu dari kepalaku. Kata-kata itu berkelebatan hebat di kepalaku. Kepalaku pusing….. aku memegangi kepalaku dan berhenti sebentar. Pusing sekali… kenapa dunia seperti berputar?

“hanya menganggapnya adik..”

“Tapi saat itu, aku bertemu Hyen Hyo yang bisa membuat semangatku kembali naik. Bukan karna cinta atau apapun, tapi karna dia memang mirip sekali dengan adikku”

“Bukan karna cinta atau apapun, tapi karna dia memang mirip sekali dengan adikku”

“Bukan karna cinta atau apapun”

“tapi aku tidak bisa memberinya lebih. Aku hanya sekedar sedang melampiaskan rinduku dengan Kyu Ra”

“tidak bisa memberinya lebih”

“melampiaskan rinduku dengan Kyu Ra”

Semuanya buram. Semuanya berputar dengan cepat. Kakiku…. kenapa lemas sekali? Kakiku tidak bisa menopang tubuhku lebih lama lagi… semuanya semakin hitam dan… BRUK!

Aku tersungkur tak berdaya di pinggir jalan dengan kondisi badan yang tidak memungkinkan.

KYUHYUN POV

“aniyo, aku bingung. Aku tau aku jahat. Selama ini, sebenarnya aku…. hanya menganggapnya adik..” aku berhenti sejenak sebelum melanjutkan kata-kata ku  “entahlah, aku merasa aku adalah namja terjahat yang pernah ada. Dulu aku mempunyai adik bernama Cho Kyu Ra, tapi dia meninggal dan aku merasa sangat terpuruk sekali, sama seperti waktu itu kau kehilangan namjamu, aku peduli padamu karna aku pernah merasakannya. Tapi saat itu, aku bertemu Hyen Hyo yang bisa membuat semangatku kembali naik. Bukan karna cinta atau apapun, tapi karna dia memang mirip sekali dengan adikku, aku menjalin hubungan dengannya, aku mencintainya, aku menyayanginya, tapi aku tidak bisa memberinya lebih. Aku hanya sekedar sedang melampiaskan rinduku dengan Kyu Ra, ku rasa kurang lebih seperti itu perasaanku, dan juga….” aku mendengus dan berdecak kecil lalu menyandarkan tubuhku ke kursi yang sedang ku duduki “entahlah Jinri-ah, tapi melihat dia selalu dengan Taemin. Hatiku pedih sekali. Sepertinya aku sudah benar-benar mencintainya. Aku merasa tidak bisa kehilangannya. Aku selalu merasa seperti sesak bernapas jika dia sudah bersikap dingin denganku. Bahkan aku merasa seperti kehilangan nyawaku waktu dia bilang kalau dia benci padaku. Aku benar-benar mencintainya. Aku baru menyadarinya. Tapi sikapnya yang sekarang, Taemin yang selalu berada di sampingnya… itu membuat hatiku merasakan sakit yang begitu dalam. Kau bisa merasakannya bukan? Sangat sakit. Aku tidak tahu harus melakukan apa” jelasku panjang lebar pada Jinri. Aku hanya ingin mengeluarkan semua unek-unek yang ada di hatiku selama belakangan terakhir ini. Jinri adalah orang yang tepat menurutku.

Tidak lama kemudian jajangmyeon pesanan kami datang dan kita pun menyantapnya dalam diam. Jinri mendengarkan ceritaku dengan diam dan tanpa bertanya. Sepertinya dia benar-benar menyimak sekali. Tapi ada raut gelisah di wajahnya. Ada apa ya? Tidak seperti biasanya. Apa dia terlalu menghayati ceritaku?

“maafkan aku” serunya sambil mengelap mulutnya “kenapa?” tanyaku bingung lalu meminum minumanku.

“maafkan aku….” dia mengucapkannya lirih lalu menitikkan air mata. Kenapa lagi dia? Kenapa dia senang sekali membuatku bingung?

“wae jinri-ah?” tanyaku sambil mendongakkan kepalanya.

“aku jahat oppa, maafkan aku”

“maksudmu?”

“aku bersekongkol dengan Taemin untuk menjauhkanmu dengan Hyen-unnie oppa! AKU JAHAT! KENAPA KAU MASIH SAJA BAIK PADAKU? INI SEMUA BOHONG! AKU TIDAK PUNYA NAMJA! AKU TIDAK DITINGGAL NAMJA YANG KUCINTAI! SEMUANYA HANYA REKAYASA TAEMIN! WAKTU ITU, KEMARIN, KEMARIN DAN KEMARIN DAN HARI INI JUGA, SEMUANYA HANYA REKAYASA! AKU MENDEKATI OPPA AGAR BISA MEMBUAT HYEN-UNNIE CEMBURU DAN DENGAN BEGITU TAEMIN BISA LELUASA BERSAMA DENGAN HYEN-UNNIE! AKU JAHAT! Maafkan aku…..” dia menangis sejadi-jadinya dan berteriak-teriak di dalam kedai ini. Dia seperti tidak mempedulikan lagi orang-orang yang sekarang sedang memperhatikannya. Semua orang melihat ke arah kita. Lebih tepatnya melihat aneh. Aku jadi seperti orang jahat yang sedang ingin menculik jinri.

“duduklah, tenang dulu” ucapku coba menenangkannya, tapi dia menggubris tanganku dan berlalu pergi. Aish! Jinjja!

“Ya! Kau bicara apa sih!” aku menarik tangannya dan sedikit membentaknya. “bentak aku oppa! Terus saja bentak aku! Aku memang pantas! Aku ini jahat!” dia terus berteriak tidak peduli lagi ini sedang berada di pinggir jalan. Suaranya yang lantang berhasil membuat orang yang sedang berlalu lalang menglihkan perhatiannya kepada kita berdua.

“kau bicara apa sih?!” aku menarik tangannya dan mendekap tubuhnya. Dia menangis di pelukanku tanpa berkata apapun. Aku juga hanya diam. Aku hanya ingin membuatnya sedikit lebih tenang saja.

“maafkan aku” ucapnya lirih masih dengan isak tangis yang mengirinya “aku tau kau hanya korban” kataku sambil terus mengelus lembut rambut panjangnya “aku jahat…” sesalnya terus “tidak. Kau tidak jahat. Buktinya aku menyukaimu” kataku pada akhirnya. “maaf…” sesalnya terus tiada henti “aku sudah menganggapmu sebagai adikku. Aku tidak marah padamu. Aku tau kau adalah korban. Sudahlah” aku menenangkannya, berharap dia bisa berhenti menangis. Aku tidak sanggup melihatnya menangis seperti ini. Aku tau selama ini pasti bebannya berat sekali. Pasti batinnya selalu berteriak-teriak tersiksa karna mengikuti permainannya. Aku tau dia tidak mau melakukannya. Aku bisa melihatnya dari matanya.

“maafkan aku…” katanya terus. Aish! Aku sudah memaafkanmu Jinri-ah “begini saja, sekarang bantu aku merebut Hyen Hyo kembali dan aku akan memaafkanmu” kataku pada akhirnya. Dia melepaskan pelukanku dan menghapus air matanya dengan kedua telapak tangannya “baik oppa” dia tersenyum walaupun air mata masih tampak di wajahnya. Aku tersenyum hangat membalas senyumannya. Seperti ini lebih baik “aku tau kau pasti akan senang. Karna kau bisa mengambil Taemin-mu kembali. Sekarang semuanya akan diuntungkan satu sama lain^^ berjuanglah!” kataku menyemangati “ne, fighting!!” ujarnya gembira.

“tapi oppa…” mukanya kembali kusut “sebenarnya tadi aku memancingmu! Tadi saat kau bilang kau hanya menganggapnya adik, ada Hyen unnie disitu. Tapi kau duduk membelakanginya”

“JOENGMALYO?!” kataku tidak percaya. Pasti Hyen Hyo salah paham! Itu kan hanya perasaanku waktu dulu saja!

“aish! Jinjja!” aku menjambak rambutku sendiri karna kesal “oppa… aku stress… aku tidak bisa lepas dari permainan bejat ini! Oppa, bawa aku ke kedai bir!!!” pinta Jinri yang diikuti dengan tangisannya lagi.

“kenapa kau tidak bilang?! Sebentar lagi pasti aku akan kehilangan hyen hyo! Jinjjayo!!!” aku menyesali semuanya sendiri. Bagaimana ini?

“bawa aku ke kedai bir oppa!” teriaknya. Hah, baiklah. Yang penting dia bisa tenang dulu. Eotte? Hyen pasti akan marah sekali denganku. Kenapa disaat aku merasa bahwa aku sudah benar-benar mencintai Hyen Hyo, dia harus mengetahui semuanya? Itu kan hanya perasaanku waktu dulu. Untuk sekarang, aku yakin sekali bahwa aku tidak bisa kehilangannya. Bagaimana caranya untuk menjelaskannya padanya? Dia itu kan jika sudah marah tidak mau mendengarkan penjelasan apapun!

“tambah bodoh! Kau memberiku sedikit sekali!” racau Jinri tidak jelas pada si Bartender. Dia sudah terlalu banyak minum. Mungkin dia sedang menghilangkan penatnya, aku tau saat ini dia pasti sedang stress sekali.

Sang Bartender itu memberi minuman lebih banyak lagi ke gelas Jinri, lalu dia menawarkanku “hey tuan, kau diam saja? Tidak mau? Pacarmu saja sudah teler seperti ini” aku ingin sekali! Sebenarnya dari tadi aku sudah tergoda sekali, aku memang doyang minum. Tapi jika aku mabok juga, bagaimana kita bisa pulang? Aku kan membawa mobil, aku hanya takut nanti tidak bisa menyetir dengan baik. Apalagi kalau harus sampai mengantar sampai rumahnya Jinri. Kalau rumahku sih dekat dari sini. Di tempuh dengan jalan kaki juga bisa sebenarnya. Jadi bagaimana ini? Aku juga ingin menghilangkan rasa stress yang sedari tadi menghantuiku.

“eung, satu kali saja” sang bartender pun tersenyum puas lalu memberikan satu gelas kecil berisi wine ke arahku. Aku meneguknya habis. Awalnya aku hanya berpikir satu kali saja. Tapi aku ketagihan.

“tambaaah!!” racau Jinri dari tadi “aku juga” kataku yang sudah sedikit kehilangan rasa sadarku.

Kami semakin parah. Kami sudah terlalu banyak minum, dan aku merasa pusing sekali di kepalaku. Akhirnya aku menuntun Jinri dengan linglung sampai ke rumahku. Aku mendorong tubuh Jinri ke kasurku agar dia bisa tiduran, tapi dengan tidak sengaja aku juga malah tertidur di sebelahnya. Aku menengok ke arahnya dan menelan air liurku. Kenapa dia terlihat menggiurkan sekali?

“oppa…” dia masih saja meracau tidak jelas lalu memelukku. Aigo…

HYEN HYO POV

“eung? Aku dimana?” kataku saat menyadari ada infus yang menancap di tanganku. Kenapa bau rumah sakit “akhirnya kau siuman juga noona” Taemin?! Kenapa dia bisa ada disini?

“kau?” kataku tidak yakin karna penglihatanku yang masih buram “kau pingsan. Kata dokter, kau hanya kecapekan dan banyak pikiran. Lupakanlah Kyuhyun” ucapnya yang terdengar jelas di telingaku. Lupakan Kyuhyun? Kau pikir gampang melupakan dia begitu saja? Aku terlalu mencintainya! Ini belum ada apa-apanya! Bahkan jika Kyuhyun menusukku juga aku akan memaafkan dia, aku tidak akan marah, aku tidak akan melupakannya apalagi membencinya!

“umma-mu sebentar lagi akan datang” katanya lagi. Aku masih diam tidak ingin menjawab pertanyaannya. Kepalaku pusing sekali. Sekali lagi aku melihat infus yang menancap di kulitku. Jika Kyuhyun mengetahui ini, akan bagaimana ya reaksinya? Apa dia mengkhawatirkan aku karna dia tidak ingin kehilangan seseorang yang di anggapnya adiknya lagi?

“aku menelfon Kyuhyun lewat handphone-mu tapi dia tidak mengangkatnya. Aku sudah mencobanya berkali-kali tapi tetap sama dan tidak ada jawaban”

‘aku tau’ gumamku dalam hati. Dia pasti sedang sibuk dengan Jinri dan tidak mau mengangkat telfonku. Apakah aku ini benar-benar orang yang tidak penting dimata bahkan hidupnya? Wae? Apakah 5 tahun mencintainya tidak cukup membuktikan bahwa aku serius dan benar-benar menganggapnya orang spesial di hidupku? Apakah aku harus melakukan lebih? Tapi aku tidak bisa melakukan apapun. Eotte?

Lagi-lagi air mataku mengalir. “kenapa kau menangis lagi sih noona?!” taemin sedikit membentakku, aku menatapnya tajam dan sinis dan dia malah mengernyitkan dahinya “aku tidak suka kau menangis! Aku kan pernah bilang, jangan menangis di hadapanku!” teriaknya lagi. Aish! Bisa tidak kau tidak mengganggu aku?!

Aku memencet bel tanda memanggil perawat, lebih baik jika aku sendiri dan tanpa ada Taemin disini. tidak lama kemudian, satu perawat masuk ke kamarku “ada yang bisa saya bantu nyona Nam?” tanyanya ramah “usir bocah kecil ini sus” kataku pada perawat rumah sakit itu. Dia tersenyum ramah pada Taemin dan berbicara baik-baik padanya. “aish! Kalau noona tidak suka aku ada disini kenapa harus memanggil perawat segala?! Aku bisa pergi sendiri! Aku ingatkan sekali lagi, lupakan Kyuhyun! Dia cowok brengsek!” teriaknya lagi saat perawat membawanya keluar.

Dia bukan cowok brengsek. Dia memang jahat, tapi dia bukan cowok brengsek. Aku mencintainya! Jangan pernah menjelek-jelekkannya di depanku…. ku mohon TT_TT

Cho Kyuhyun, aku membutuhkanmu sekarang, bukan siapa-siapa. Hanya kau. ku mohon datanglah.

JINRI POV

Huaah~ sinar matahari pagi membangunkanku. Kepalaku pusing sekali, ingin muntah, aku segera menyibakkan selimutku dan segera turun dari kasur. HOEK. Aku muntah di lantai. Wait… ini rumah siapa? Kenapa aku bisa ada disini? dan aku…. KENAPA AKU NAKED?

Aku membalikkan kepalaku melihat siapa yang ada di kasur OPPA?!!!

“OPPA?!” ucapku kaget “AAAAAAAAAA” teriakku.

Eotteoke?!

Tbc—

Nb : Hayoooo udah keliatan belum konfliknya? ngebetein ya ceritanya? #kabur

6 responses »

  1. huuuuaaaaaaaa, knpa mkin runyaam?????
    knpa jga hyenx lari sblm kata”x selesai. didengerin dlu napa mbak…
    trus knpa si kyuu ikutan mabuk??? trus knpa si hyen naked?????
    aaaaaarrgghhh, trllu bnyak pertanyaan d kepalaQ….
    ikutan pusing nich mikirin masalah mreka g slsai” -.-”
    tpi jujur Q lbih suka liat jin ri ma taem.hehehe

    • Runyam banget ka, aku aja bingung pas baca ulang kenapa aku bisa bikin cerita sampe segininya -__-
      itu yg naked jinri kali kak, bukan hyen -_-
      Jinri sama Taemin chemistrynya lebih dapet hahahahha

      • menggalau bgt dah.hebat bsa gni…
        oiya ya, jinri yg naked. saking ikut bingungx smpe salah nulis -.-”
        iyaa chemistryx lbih dpt klo jinri ma taem.
        klo kyk gini mah wajar ja klo hyen stress. dbkin mati ja dech saeng.hwahahahaha *evil laugh*

  2. Nisaaa aiiissshh aku udah seneng banget pas si jinri udh ngaku kalo dia tuh cuma bohong tapi kenapa ada konflik baru lagi yg lebih rumiittt!!!?!?? Aigoo…. Aku penasaran bgt kenapa jinri bisa naked? Kyuhyun sm jinri ngelakuin ‘this and that’ yaa?? Terus hyen yo gimanaaaa?!! Kalo taemin sih bodo amat-_- kesel bgt ihh sm bocah kecil itu.
    Next part nya jgn lama-lama yaa nisa hehehe *kicked*

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s