Sadness Part 9 (Special 25th Feb^^)

Standard

Author : Nisa Ayu Thayalisha Hadi (Nam Hyen Hyo)

Cast :

Cho Kyuhyun

Nam Hyen Hyo

Jang Hye Ri

Lee Jonghyun (CN BLUE)

Title : Sadness Part 9

Length : on going~

Genre : Romance, Angst

Rating : PG-13

Disclaimer : The casts are belong to God, and this Fan Fiction is belong to me kekekeke~ i own this plot ok?

Note : This is pure my imagination.

Credit Poster : cutepixie@darkreflection.so-pink.org

===============================================================

Preview

“Kau ingin kita menyelesaikan urusan kita atau menyelesaikan hubungan kita?” tanya Jonghyun sinis.

“Seharusnya aku yang bertanya, apa maksudmu bisa-bisanya mengandung anak dari Cho Kyuhyun? Kau tidur dengannya? Kau buang ke negeri mana janji-janjimu sebelum menikah dengan Kyuhyun? Setelah di pikir-pikir, mengapa aku bisa begitu bodoh dengan merelakan wanita yang sangat aku cintai menikah dengan orang lain dan masih bisa menerima wanita itu berada di sisiku dan menjadi milikku sekalipun Ia sudah bersuami. Seharusnya aku melepaskanmu dari awal. Aku baru menyadarinya sekarang, tapi aku rasa ini belum terlambat”

“Aku mempercayaimu, tapi bukan berarti dengan mempercayaimu, aku akan merubah kembali keputusanku”

“Aku ingin kita tidak menjalin hubungan lagi, Hye Ri-ya. Aku sudah cukup bahagia bersamamu, tapi aku rasa aku akan lebih bahagia lagi jika aku tidak bersamamu. Setiap hari aku harus merasakan sakit yang berlebihan di hatiku saat aku menyadari bahwa kau sudah memiliki suami. Semakin hari rasa sakit ini semakin membuncah, dan sekarang, aku sudah tidak mampu lagi untuk merasakannya. Aku lelah, Hye Ri-ya!”

“Kau tidak mengasihaniku?”

“Untuk apa aku mengasihanimu jika aku saja tidak bisa mengasihani diriku sendiri?”

“Mengapa kau begitu yakin, Jong? Kau sudah tidak lagi mencintaiku seperti dulu? Aku mencintaimu masih sama seperti dulu aku mencintaimu. Cintaku padamu tidak pernah berkurang sedikitpun!”

“Aku masih mencintaimu. Bahkan semakin mencintaimu setiap harinya. Tapi semakin hari juga kau menyakitiku.”

Ternyata melepaskan seseorang yang sangat sangat aku cintai sama seperti aku membiarkan nyawaku di ambil oleh Tuhan begitu saja. Komentar Jonghyun dalam hati sambil menahan tangis.

==========================================================

AUTHOR POV

Hyen Hyo menggeser tempat duduknya menjadi tepat di sebelah Kyuhyun. Tangannya Ia gelayutkan manja pada lengan kiri Kyuhyun. Sementara tangan Kyuhyun, Ia pakai untuk menyuapkan makanannya.

“Kenapa Hye Ri belum pulang? Bukankah Ia sudah keluar sejak pagi tadi, hm?” tanya Hyen Hyo merasa sedikit khawatir. Bagaimanapun juga, Hye Ri sama-sama tengah mengandung. Sama sepertinya. Itu yang membuatnya merasa sekhawatir ini.

“Nanti juga dia pulang. Tunggu saja” jawab Kyuhyun tenang sambil meraih puncak kepala Hyen dan mendekap kepala istri tercintanya. Sementara mulutnya masih sibuk mengunyah makanan.

“Tapi, aku tidak bisa menghubunginya sedari tadi. Ini kebiasaan baru atau dia memang sengaja?”

“Sudah, tunggu saja. Dia sudah besar Hyen-ah, pasti dia akan kembali. Dia bukan kucing yang baru dipelihara 2 hari sehingga tidak tahu dimana rumahnya” Hyen mengangguk di dada Kyuhyun. Tangan Kyuhyun melingkar di lehernya sekaligus menguncinya agar tidak kabur.

“Lepas Kyuhyun-ah! Aish! Badanmu bau!” Hyen mendorong badan Kyuhyun hingga terdengar bunyi decitan akibat gesekan kaki kursi pada lantai.

“Aku belum mandi dari tadi pagi, kau melupakannya? hahaha. Aku malas mandi Hyen-ah, Tapi badanku masih tetap wangi. Kau berbohong saja. Aku tidak mau nanti anakku jadi sering berbohong sepertimu” Hyen mencubit pipi Kyuhyun keras disertai dengan erangan Kyuhyun yang kesakitan.

“Ibu hamil cepat marah loh”

“Kau marah?”

“Iya aku marah”

“Kau marah????” bisik Kyuhyun manja sambil melakukan aksinya. Menyusupkan tangan dan melingkarkannya di perut Hyen. Kepalanya masuk menyusup ke antara sela-sela rambutnya dan menghembuskan nafasnya di leher Hyen, membuatnya menggelinjang kegelian namun Ia selalu suka jika Kyuhyun memperlakukannya seperti iu.

“Lepas Kyu-ah!” Hyen mencoba untuk melepaskan lingkar tangan Kyuhyun di perutnya. Namun Kyuhyun malah mendekapnya semakin erat dan menggiringnya menuju ruang televisi.

“Kau masih marah padaku? Kalau kau marah padaku, aku tidak akan melepaskan pelukannya” ancam Kyuhyun.

Bodoh, kalau begitu. Aku pura-pura marah saja terus. Seru Hyen dalam hati. Tanpa Kyuhyun ketahui, Hyen sudah mengembangkan senyumnya. Tangan Hyen yang semula berusaha untuk melepaskan eratan tangan Kyuhyun, kini tidak lagi. Ia mulai mengelus tangan Kyuhyun dan menyandarkan kepalanya pada kepala Kyuhyun yang tengah bertumpu pada bahunya.

“Kau manja”

“Bukankah ini salah satu tujuan para pria untuk menikah? Untuk dimanjakan oleh wanita tercintanya?” seru Kyuhyun. Dagunya Ia tumpukan pada pundak Hyen. Mulutnya sibuk meniup-niup rambut Hyen Hyo yang berada di sekitarnya. Sesekali Hyen Hyo merapatkan batas antara bahu dan kepalanya—bergidik—karena merasa geli.

“Begitukah? Jadi kau menikahiku hanya sekedar ingin dimanja?” tanya Hyen Hyo bercanda.

“Ya tidaklah bodoh! Bukan hanya karna itu. Aku menikahimu karena banyak alasan. Salah satunya adalah karena aku tidak bisa hidup jauh-jauh darimu” jelas Kyuhyun. Hyen hanya mengangguk mengerti. Tiba-tiba satu pertanyaan terbesit di otaknya.

“Kyu-ah, bagaimana jika anak ini lahir? Kau jadi tidak bisa bermanja-manja denganku lagi bukan?”

“Tentu saja tidak!” sela Kyuhyun cepat.

“Aku tidak akan membiarkan anak kita tumbuh dengan manja..” ujar Kyuhyun. Kini tangannya mengelus perut Hyen yang mulai terasa sedikit berubah. Sedikit condong ke depan. Tidak rata seperti biasanya.

“Karena hanya aku yang boleh dimanjakan olehmu hahaha” Kyuhyun tertawa kecil. Hyen menepak puncak kepala Kyuhyun dengan salah satu tangannya sekaligus menjambak rambutnya.

“Ah, Hyen!” pekik Kyuhyun.

“Lepas!” Hyen Hyo memukul lengan Kyuhyun dengan sedikit keras, membuat Kyuhyun melepaskan pelukannya dan berkacak pinggang. Menatap Hyen ganas seolah-olah ingin mengeluarkan amarahnya atau hanya sekedar menakut-nakuti? Alih-alih memasang raut wajah bingung, Hyen malah menjulurkan lidahnya dan berjalan cepat menuju ruang tamu.

“Kyu-ah, ini sudah malam sekali. Apa tidak sebaiknya kita mencari Hye Ri saja?” tanya Hyen Hyo sambil melihat ke luar rumah melalui jendelanya. Kyuhyun masih berdiri di ruang televisi. Kini Ia memasukkan kedua tangannya ke dalam kantong celana.

“Mau mencari kemana? Sudah malam. Mungkin saja dia sedang menginap di apartemen Jonghyun. Atau mungkin Ia pulang ke rumah ibunya” jawab Kyuhyun santai. Langkahnya berderap menghampiri Hyen Hyo dan lagi-lagi pria berwajah mendekati sempurna ini memeluk wanita di hadapannya dari belakang.

“Sudahlah. Tidak baik bagimu untuk tidur terlalu malam dan merasakan dingin dalam waktu yang lama. Lebih baik sekarang kau masuk ke kamar, tertidur dan menenangkan pikiranmu. Biar aku nanti yang menghangatkan badanmu, aracchi?” Kyuhyun mengecup pipi Hyen Hyo mesra, bukannya dibalas dengan apa yang seperti Kyuhyun harapkan, Hyen malah menyikut perut Kyuhyun menggunakan sikutnya. Otomatis hal ini membuat Kyuhyun melepaskan pelukannya dan sedikit menghindar ke belakang. Tangannya Ia gunakan untuk memegangi perutnya sambil setengah membungkuk, merintih kesakitan. Namun Hyen sama sekali tidak memperdulikan.

“Hah, aku lelah menunggu Hye Ri. Ayo tidur suami jelek” Hyen Hyo menyikut lengan Kyuhyun dan membawanya ke dalam kamar. Kyuhyun masih menggunakan tangannya untuk memegangi perut, ternyata rasa sakitnya tidak bisa mereda dalam waktu yang relatif cepat seperti yang Kyuhyun bayangkan.

“Hyen-ah, masih sakit! Kau menyikutku keras sekali, aish”

Tidak ada respons. Hyen masih diam dan mereka tetap berjalan dalam diam. Sesekali Hyen melirik Kyuhyun menggunakan ekor matanya dan sekarang kepalanya menoleh ke arah Kyuhyun. Membuat langkah kaki mereka berdua terhenti seketika.

“Masih sakit?” tanya Hyen Hyo merasa sedikit bersalah. Kyuhyun mengangguk. Dahinya berkerut.

Hyen Hyo setengah berjinjit dan mencium pipi Kyuhyun singkat. “Kalau seperti ini? Masih sakit juga?” Kyuhyun tetap mengangguk. Hyen menghembuskan nafasnya kesal. “Serius, Kyu!”

“Aku serius! Kau cium bibirku dulu biar aku tidak sakit lagi!”

“Tidak ada hubungannya bibir dengan perutmu yang sakit karena ku sikut. Kalau kau memang ingin mendapatkan bibirku malam ini, tinggal bilang saja” seru Hyen gemas.

“Memangnya kau mengizinkan?”

“Ya tentu saja iya. Memangnya kau siapa? Temanku? Kau ini suamiku, bodoh! Tanpa kau meminta izin pun aku tidak akan marah kau perlakukan seperti itu.” Hyen melanjutkan jalannya menuju kamar dan Kyuhyun mengikuti dari belakang.

                                                                        ***

Hyen Hyo terbaring pada ranjang empuk miliknya. Badannya Ia hadapkan pada tubuh Kyuhyun yang sedang terlentang. Kedua tangan Kyuhyun Ia taruh di belakang kepala. Matanya menatap tepat ke arah atas. Dan bibirnya bergerak untuk melontarkan beberapa patah kata.

“Mencintaimu sama halnya seperti aku menatap langit-langit kamar. Terus terfokus. Semakin lama aku menatap, semakin tidak rela pula aku mengalihkan pandanganku dari fokus tersebut” Hyen memajukan badannya, kepalanya Ia taruh tepat di atas dada Kyuhyun. Menghadap ke leher Kyuhyun.

“Begitukah? Aku rasa kau terlalu gombal” seru Hyen sambil mengusap pipi Kyuhyun dengan lembut.

“Coba saja sekarang kau tatap langit-langit kamar. Semakin lama kau menatap, semakin sulit bagi matamu untuk mengalihkan pandanganmu”

“Aku percaya kata-katamu tanpa harus melakukannya” ujar Hyen. Ia bangkit setengah terduduk. Tangan kanannya menjadi tumpuan bagi badannya yang setengah terangkat, menatap Kyuhyun. Jarak wajah mereka sekarang hanya tinggal beberapa senti lagi saja. Hyen tersenyum menatap Kyuhyun dan Kyuhyun terdiam menatap mata Hyen. Hyen semakin mendekatkan wajahnya pada wajah Kyuhyun. Sengaja, Ia menempelkan hidung mancung milik mereka berdua dan memainkannya. Kepalanya kini Ia turunkan lagi hingga bibirnya bertemu dengan bibir Kyuhyun. Ternyata, malam ini terasa hangat bagi mereka berdua. Padahal udara di luar terasa begitu dingin.

Kyuhyun memeluk pinggang Hyen Hyo, membuat Hyen Hyo melepaskan kaitan di bibir mereka karena takut Kyuhyun terbawa nafsu dan melanjutkan aktivitas mereka ke dalam sesuatu yang jauh lebih dalam. Ingat karena ada bayi di dalam rahimnya, Hyen Hyo jadi tidak tega walaupun mereka masih bisa melakukannya dalam kondisi kandungan yang masih muda. Tapi Hyen Hyo rasa, tidak perlu.

“Goodnight, My Cho. Sleep Tight” Hyen menjatuhkan badannya tepat di samping Kyuhyun. Tangannya memeluk pinggang Kyuhyun dan Ia menurunkan tubuhnya. Kini, bagian kepala Hyen Hyo menempel pada dada Kyuhyun dan tangan Kyuhyun yang besar melindungi badan mungil Hyen Hyo sehingga tetap berada di dekapannya dan terus merasa hangat.

“Goodnight Mrs. Cho” Kyuhyun mengecup puncak kepala Hyen yang sudah terlelap sebelum mematikan lampu samping tempat tidur mereka dan membuat padam ruangan tersebut tanpa ada cahaya sedikitpun kecuali cahaya yang masuk melalui celah jendela dan cahaya yang mereka buat sendiri. Cahaya kasat mata yang terbuat dari cinta mereka masing-masing.

                                                                        ***

Hyen berjalan mondar-mandir dari dapur menuju ruang makan demi menata makanan yang sudah Ia masak dari pagi tadi. Dan disaat Kyuhyun keluar dari kamar pun, Ia masih sibuk untuk menata meja makannya.

“Hari ini kita makan apa Nyonya?” seru Kyuhyun sambil menarik kursinya.

“Lihat saja sendiri. Haruskah aku menyebutkannya satu persatu? Aish Kyu, kau ingin meminum apa huh?” Hyen mencuci tangannya di wastafel dapur dan berjalan menghampiri Kyuhyun setelah itu. Melingkarkan tangannya di leher Kyuhyun lalu bertanya lagi “Hm? Ingin apa?” Kyu tidak menanggapi, Ia malah sibuk dengan berbagai makanan lezat yang ada di hadapannya kali ini. Merasa kesal karena dicampakkan, Hyen akhirnya memukul pipi Kyuhyun. Seperti menampar namun bukan sebuah tamparan.

“Teh hangat?” tanya Kyuhyun.

“Kopi hangat?” Hyen bernegosiasi.

“Teh hangat saja” seru Kyuhyun.

“Kopi hangat saja” seru Hyen tidak  ingin kalahnya. Sebenarnya bukan karena alasan Hyen tidak mau Kyuhyun meminum teh hangat, hanya saja persediaan teh hangat mereka sudah habis sejak kemaren. Namun Hyen tidak berani mengatakannya karena Ia juga sudah akan berniat untuk belanja siang ini.

“Hyen.. aku ingin kau yang hangat saja”

“Oppa!” Hyen menepuk kepala Kyuhyun lumayan keras dan Kyuhyun tertawa kemudian.

“Kau tidak makan huh?”

“Aku ingin pergi sekarang oppa, aku sudah makan tadi. Percayalah. Bayi kita sudah mendapat asupan gizi yang baik. Nanti dia pasti akan terlahir dan tumbuh menjadi wanita cantik seperti ibunya”

“Dan pria tampan seperti ayahnya” lanjut Kyuhyun sigap diikuti dengan senyuman mengembang Hyen Hyo.

“Kau ingin kemana?” tanya Kyuhyun saat menyadari bahwa Hyen tadi berkata bahwa Ia ingin pergi.

“Belanja kebutuhan kita di supermarket. Tenang saja, tidak jauh. Tidak usah khawatir. Aku sudah menyiapkan seluruh pakaianmu di atas kasur. Aku sudah menyiapkanmu makanan juga, Kau hanya tinggal mandi dan mengganti pakaianmu lalu pergi ke kantor. Arra? Ah, dan jangan lupa untuk minum sebelum makan. Aku belum menyiapkanmu minum hehe” jelas Hyen sambil mengusap-usap pipi Kyuhyun dari belakang. “Baiklah, aku pergi dulu Tuan” Hyen melangkah menjauhi kursi Kyuhyun. Namun Kyuhyun menarik lengan Hyen dan menariknya hingga Hyen kini berdiri di dekat Kyuhyun.

“Morning Kissnya?” Ujar Kyuhyun dengan senyuman evil terpampang di wajahnya.

“Morning Kiss itu apa ya Tuan? Aku tidak mengerti” canda Hyen Hyo dengan memasang raut wajah seperti orang polos yang tidak tahu menahu tentang apapun.

“Morning Kiss itu seperti ini..” Kyuhyun bangkit dari mejanya. Tangannya menyusup ke pinggang Hyen Hyo dan menariknya hingga tubuh mereka menempel. Mereka mendekatkan wajah mereka masing-masing dan saling menelengkan kepalanya berlawanan arah. Lalu saat bibir mereka sudah bertemu, Kyuhyun langsung melumatnya dalam dan ditanggapi oleh Hyen Hyo.

“Kau sudah mengerti morning kiss?” tanya Kyuhyun setelah melumat bibir Hyen Hyo cukup lama.

“Sudah. Terima kasih Tuan sudah mengajarkanku morning kiss. Besok pagi aku akan memberimu morning kiss lagi. Baiklah, aku pergi sekarang ya Tuan Iblis!” Hyen nyengir selebar mungkin sambil berjalan mundur menjauh dan melambaikan tangannya.

“MWOYA?! Jadi sedari tadi kau memanggilku Tuan itu maksudnya Tuan Iblis? Sial!” Setelah itu Kyuhyun mendengar suara tawa meledak di dalam ruangan mereka. Alih-alih memasang raut wajah kesal, pria berumur 24 tahun ini malah tersenyum sambil mengacak-acakkan rambutnya gemas. Ia merasa, Hyen sudah kembali seperti dulu. Seperti disaat mereka masih hidup berdua tanpa ada orang ketiga. Disaat Kyuhyun masih melihat tawa manis Hyen setiap saat. Bukan tangisan. Disaat Hyen selalu membuatnya tersenyum tanpa pernah membuatnya gelisah. Dan tentunya disaat… Disaat Kyuhyun belum menyakitinya terlalu dalam seperti sekarang.

                                                                        ***

Hyen memencet bel pintu apartemen Jonghyun beberapa kali, tapi sama sekali tidak ada jawaban dari dalam. Iya, alih-alih berbelanja seperti apa yang telah Ia katakan pada Kyuhyun saat berpamitan, Ia malah mendatangi apartemen Jonghyun demi mengetahui keberadaan Hye Ri sekarang. Ia hanya khawatir akan terjadi yang aneh-aneh pada Hye Ri.

“Jonghyun-ah!” lagi-lagi Hyen memencet bel sambil meneriaki nama Jonghyun. Setelah menunggu beberapa menit dan akhirnya putus asa, Hyen Hyo memutuskan untuk pulang dan pergi berbelanja untuk memenuhi kebutuhannya dan Kyuhyun di rumah.

“Mwoya? Nugusaeyo?” Hyen membalikkan badannya dan mendapati kepala Jonghyun dengan mata yang masih terpejam tersembul dari balik pintu. Dengan senyum mengembang yang menghiasi wajahnya, Hyen mendekati Jonghyun dan menepak kepalanya karena gemas.

“Kau membuatku harus menunggu lama disini! Dasar Jonghyun menyebalkan!” Tanpa meminta izin lagi, Hyen sudah masuk ke dalam apartemen Jonghyun. Jonghyun segera menyadari bahwa ini adalah Hyen Hyo karena Ia hapal betul bagaimana suara wanita ini saat sedang setengah berteriak.

Jonghyun mengacak-ngacakkan rambutnya gusar dan menjatuhkan diri di sofa ruang tamu. “Ige Mwoya noona? Kau ada masalah lagi dengan Kyuhyunmu?” tanya Jonghyun sambil menguap. Ia melanjutkan lagi tidurnya walaupun tidak terlalu dalam dan masih setengah tersadar.

“Tidak. Aku baik-baik saja dengannya. Aku kesini malah karena aku ingin bertanya sesuatu padamu” Jonghyun membenarkan posisi duduknya menjadi semakin bersandar pada sofa. Kakinya Ia luruskan di atas sofa, posisinya sekarang benar-benar seperti Ia sedang tertidur di atas ranjang.

“Ya! Kau bawa kemana adikku?”

“Musun soriya??” tanya Jonghyun dengan rasa kantuk yang masih melindungi seluruh tubuhnya. Matanya terasa sulit untuk dibuka, bukan, bukan terasa sulit untuk dibuka karena Ia masih merasa mengantuk. Tapi karena Ia merasa sakit saat harus membukakan mata. Ia menangis semalaman. Tentu saja hal ini yang menjadi alasan utama mengapa ada lingkar hitam di bawah mata Jonghyun.

“Hye Ri, dia kemana? Tidak ada disini? Dia tidak pulang sejak kemarin. Aku pikir dia ada disini. Apa mungkin Ia pulang ke rumahnya? Kenapa tidak izin kepadaku?” Hyen menggaruk kepalanya dengan bingung. Jonghyun dalam posisi terbaring menaikkan pundaknya dan mulai angkat bicara dengan suara serak.

“Kau percuma datang kesini kalau hanya untuk menanyakan keberadaan Hye Ri. Karena aku juga tidak tahu dia ada dimana. Dia bukan lagi menjadi tanggung jawabku. Aku dan dia sudah tidak ada hubungan. Aku sudah tidak tahu bagaimana kabarnya bahkan keberadaannya sekarang dimana. Aku sudah tidak memikirkan lagi hal itu. Itu sama sekali bukan urusanku, bukan?”

“A-ap-apa?!” kaget Hyen Hyo. Jonghyun mengangguk dan menegakkan badannya hingga terduduk. Punggungnya masih menyandar pada tumpuan sofa. “Memangnya kenapa? Apa ada yang salah? Aku sudah lelah harus selalu terjaga setiap malam demi memikirkannya, keadaannya dan keberadaannya. Aku lelah selalu terjaga setiap malam untuk berdoa pada Tuhan agar cintanya padaku tidak pernah berkurang. Tetapi aku tersadar, untuk apa aku harus selalu terjaga setiap malam jika aku tau bahwa semua usahaku selama ini tidak akan membuahkan hasil apapun? Sebanyak apapun aku berdoa, aku tidak akan melawan takdirnya. Aku tidak akan pernah bisa menariknya kembali untuk menjadi milikku seutuhnya. Dia sudah menjadi milik suamimu, noona. Bukan lagi milikku. Bahkan disaat aku memikirkannya pun aku kadang merasa sangsi apakah dia juga memikirkanku sama halnya seperti aku memikirkannya. Tch! Aku tau aku bodoh, tapi aku tidak terlalu bodoh bukan untuk memutuskan hal ini? Aku sudah terlalu banyak memikirkan hal ini dan…. ya, ini lah keputusanku. Kehidupanku akan lebih baik jika aku terlepas darinya”

Hyen menganga selama beberapa detik mendengar seluruh curahan hati Jonghyun. Dan dengan kesadaran yang penuh, Hyen dapat melihat sebulir air mata keluar melewati ujung mata Jonghyun yang tengah terpejam.

“Bisa kau buka matamu?” dengan cepat Jonghyun menggeleng.

“Terlalu sakit untuk dibuka”

“Kau menangis semalaman?”

“Kau pikir bagaimana, huh?”

“Kau bukan pria lemah seperti ini. Aku tahu kau adalah pria yang kuat yang akan selalu menghadapi seluruh masalahmu dengan bijak. Tapi kenapa sekarang kau malah menangis?” tanya Hyen Hyo.

“Jika aku menyuruhmu untuk menceraikan Kyuhyun demi dia hidup dengan Hye Ri berdua, apakah kau juga tidak akan menangis?” Hyen Hyo terdiam. Menundukkan kepalanya dan mengiyakan dalam hati. Ia menelan air liurnya dengan sulit lalu mendongak kembali.

“Aku menyerahkan mantan kekasihku kepada suamimu. Jaga saja dia dengan baik. Dengan begitu juga sudah bisa membuatku merasa lega dan sedikit bahagia”

“Aku mohon buka matamu, Jong” parau Hyen Hyo. Entah bagaimana awalnya, Hyen juga sekarang ikut menggenangkan air mata. Rasanya akan sangat sakit saat Ia harus berada di posisi Jonghyun. Tapi Ia juga sakit mendengar seluruh penjelasan Jonghyun yang mengatakan secara tidak langsung bahwa Kyuhyun harus memberikan perhatiannya lebih pada Hye Ri.

“Aku bilang aku tidak bisa, noona. Mata ini terlalu sakit dan berat untuk dibuka” lagi-lagi air mata mengalir dari ujung mata Jonghyun. “Kau menangis” seru Hyen dengan suara yang sudah sedikit terisak.

“Aku tidak menangis. Ini hanya air yang keluar dari mataku, tapi bukan air mata. Air ini muncul karena aku merasa sakit di mataku”

“Dan di hatimu” lanjut Hyen Hyo langsung. Jonghyun menghembuskan nafasnya “Akuilah, Jong” dan kemudian Jonghyun mengangguk. Ia menggigit bibir bawahnya, merasa sangat lemah sebagai pria saat ini.

“Jaga Hye Ri baik-baik untukku noona, apa kau bisa? Bukannya aku ingin semakin menyulitkanmu dan menambah beban di hatimu, tapi…”

“Aku mengerti” sergap Hyen Hyo. “Baru saja aku berpikir bahwa kau sangat egois dan menyakiti dua hati. Hye Ri dan aku. Dengan kau mengakhiri hubunganmu dengan Hye Ri, kau sudah pasti akan menyakitinya yang sudah mencintaimu sama dalamnya seperti aku mencintai Kyuhyun. Dan dengan tidak langsung pula kau menyakitiku lagi. Kau membuatku mendapat setengah perhatian Kyuhyun. Tidak lagi sepenuhnya karena Ia juga harus memperhatikan Hye Ri. Tapi baru saja aku berpikir lagi, jika kau tidak mengakhiri hubunganmu dengan Hye Ri, kau akan tersakiti semakin dalam. Bahkan mungkin lebih dalam daripada yang pernah aku rasakan. Aku tahu rasanya seperti apa. Menyakitkan. Sangat. Maka dari itu aku tidak tega untuk menyuruhmu sama-sama merasakan hal sepahit itu di dalam hidupmu. Kau masih terlalu muda untuk mendapatkan hal sepahit itu. Kau masih layak mendapatkan kebahagiaan dan… selamat berbahagia dengan yang lain” Hyen bangkit dari kursinya dan menepak pundak Jonghyun.

“Gomawo, noona. Maafkan aku jika aku harus menyakitimu secara tidak langsung. Aku tidak bermaksud”

“Aku mengerti. Aku akan pulang sekarang dan mencari Hye Ri sampai ketemu. Dan… tentunya akan menjaganya untukmu”

Jonghyun mengangguk menanggapi dan membiarkan Hyen Hyo pergi dari apartemennya. Melangkah dengan cepat dan menangis. Tuhan, kenapa aku harus merasakan hal pahit lagi disaat kau sudah memberikanku tanda-tanda kebahagiaan di dalam hidupku? Kebahagiaan yang aku rasakan hanya bagaikan sebuah trailer dalam film-film. Hanya sebentar dan berakhir menggantung. Membuat semua orang penasaran seperti aku merasakan penasaran yang mendalam kali ini. Penasaran bagaimana dengan kebahagiaanku yang sesungguhnya. seru Hyen Hyo dalam hati sambil menahan tangis.

                                                                        ***

“Annyeong, aku pulang” Hyen Hyo yang tadinya sedang sibuk menonton acara televisi favoritenya segera menghampiri Kyuhyun dan merangkul pundaknya. “Kau pulang? Aku kesepian! Kau lama sekali! Ini sudah hampir jam 12” Hyen bergelayut manja pada leher Kyuhyun. Kyuhyun yang awalnya merasa lelah di sekujur tubuhnya kini mulai tersenyum dan memeluk pinggang Hyen Hyo. “Begitukah? Jadi kau menungguku? Hey, ibu hamil tidak boleh tidur larut malam!” Kyuhyun menyentuh ujung hidung mancung Hyen. Wanita ini hanya mengerucutkan bibirnya dan berjalan mendahului Kyuhyun menuju ruang televisi.

“Arra, aku tidak akan tidur selarut ini lagi. Tapi dengan satu syarat!” Hyen membalikkan badannya menghadap Kyuhyun. Kyuhyun tengah berkacak pinggang dan menaikkan dagunya bermaksud mengatakan ‘apa?’ hanya saja mulutnya terlalu lelah untuk berbicara. Kepalanya pening dan sekujur tubuhnya merasa lelah yang berlebihan hari ini.

“Kau tidak boleh pulang selarut ini lagi. Mulai sekarang, aku hanya akan tidur jika kau pulang. Aracchi?” Kyuhyun mengangguk lemah dan mengibas leher Hyen Hyo hingga berada pada sikutan lengannya, menggiring wanita yang sudah kembali ceria ini masuk ke dalam kamarnya tanpa membiarkan Ia mematikan televisi terlebih dahulu.

“Televisinya Kyu!” Hyen mencoba memperingatkan, namun Kyuhyun cukup menggeleng “Sudahlah, biarkan saja. Aku lelah sekali Hyen, Ingin cepat-cepat menempel dengan kasur dan terlelap” Hyen mengangguk mengerti dan mereka berdua berjalan menuju kamar mereka dalam diam.

Sesampainya di pinggir kasur, Kyuhyun langsung membanting tubuhnya dan tidur terlentang, menghembuskan nafasnya dengan cepat dan memejamkan mata. Hyen yang melihat Kyuhyun masih mengenakan sepatu, langsung dilepasnya. Dasi yang masih menempel di leher Kyuhyun, Ia longgarkan. Jas yang masih dipakai Kyuhyun, Ia lepaskan dengan perlahan agar Kyuhyun tidak terganggu dalam lelapnya. Ia selalu tahu, saat Kyuhyun sedang merasa sangat kelelahan seperti ini, Ia pasti akan langsung menghempaskan tubuhnya di kasur dan beberapa detik kemudian dia sudah terhanyut dalam dunia mimpinya. Memang cepat. Cepat sekali bukan?

Setelah jas, dasi dan sepatu tanggal dari badan Kyuhyun, Hyen sekarang melepaskan gesper Kyuhyun dan melepaskan celananya. Berjalan ke arah lemari, mencari celana yang pas untuk Kyuhyun. Layaknya seorang bayi, Kyuhyun hanya diam dalam tidurnya sementara Hyen Hyo menggantikan seluruh pakaiannya. Setelah beres dengan urusan celana yang membuatnya berpikir setengah mati untuk dapat memakaikan celana Kyuhyun dalam posisi dia yang tidak sadar, kini Hyen melepaskan kemeja Kyuhyun dan menggantinya dengan kaos longgar berwarna putih polos milik Kyuhyun. Hal ini tentu saja sama sulitnya seperti saat Hyen memakaikan celana Kyuhyun. Lelah setelah menggantikan baju Kyuhyun, Hyen mendorong badan Kyuhyun agar dapat tertidur di tempatnya. Ia merapatkan selimut yang digunakan Kyuhyun. Alih-alih tertidur karena sudah beres dengan semuanya, Hyen malah memijatkan kaki Kyuhyun. Sesekali Ia melontarkan kata-kata aneh yang hanya dimengertinya sendiri.

Baru saja beberapa menit Hyen memijati kaki Kyuhyun, tiba-tiba Ia merasa perutnya mual. Dengan cepat Ia langsung beranjak dari kasur dan berlari menuju kamar mandi. Muntah semu. Ya, itulah yang dilakukan Hyen Hyo di dalam kamar mandi. Perutnya mual, namun tidak ada sesuatu apapun yang keluar dari mulutnya. Semakin susah Ia mengeluarkan sesuatu dari mulutnya, semakin terasa mual juga di dalam perutnya.

Setelah merasa mereda, Hyen memegang ujung wastafel kamar mandi sambil berkaca di hadapannya. Tiba-tiba sebuah senyuman bertengger di wajahnya. “Kau membuatku mual. Kau menginginkan apa huh?” tanya Hyen. Tangan satunya Ia gunakan untuk mengusap-usap perutnya.

“Meminta sesuatunya besok saja, aracchi sayang? Appa-mu sudah tidur. Umma tidak mau membangunkannya. Kasihan, dia terlalu lelah malam ini. Kau anak yang pintar dan baik, bukan? Kau mengerti umma? Baiklah, tertidurlah di dalam dalam kehangatan. Umma akan selalu menjagamu agar tetap hangat di dalam sana” Hyen masih berbicara pada anak yang tengah dikandungnya. Ia meraih keran wastafel dan mematikannya lalu kembali pada kasur dan tertidur tepat di sebelah Kyuhyun. Ia sempat membisikkan sesuatu di telinga Kyuhyun sebelum akhirnya Ia pun ikut memejamkan matanya.

“Maaf aku tidak bisa membuatmu tersenyum. Sekalipun kau tersenyum tadi, aku tau masih banyak aura kelelahan yang tampak di wajahmu. Maafkan aku tidak bisa mengusir rasa lelah itu jauh-jauh dari badanmu malam ini. Aku mencintaimu. Jeongmal” Hyen mengecup pipi Kyuhyun lembut dan menarik selimut untuk menyelimuti tubuhnya hingga batas leher.

                                                                        ***

Hyen Hyo mengerjap-ngerjapkan matanya samar. Bukan, bukan karena matahari yang menyinari masuk lewat celah jendelanya. Tapi karena suara berisik yang tertangkap oleh telinganya. Ia sedikit menggeser tidurnya lebih dekat dengan Kyuhyun, tangan kanannya memukul-mukul tangan Kyuhyun, bermaksud membangunkannya. Matanya tidak terlepas dari bawah pintu, jaga-jaga barangkali ada seseorang. Entah kenapa, suasananya terasa sangat tegang sekali. Hyen merasa takut dengan suara ketukan pintu yang keras bak seorang maling yang memaksa mereka untuk membuka pintunya.

Hyen melirik pada jam dinding lalu kembali pada bawah pintu. Ini masih jam 2 kurang 15 menit dini hari. Siapa orang yang mau bertamu jam segini? Dengan ketukan pintu yang sangat keras pula.

“Aish, dasar Kyuhyun! Kenapa tidak bangun-bangun juga?! Padahal ketukan pintunya keras sekali, aku takut” beralih dari tatapannya pada bawah pintu, kini Ia membangunkan Kyuhyun sambil berbisik-bisik. Pikirannya sudah kalang kabut. Hyen hanya takut itu adalah orang jahat yang akan menyandera mereka dan merebut seluruh harta mereka atau mungkin sampai menyakiti salah satu dari mereka.

“Oppa, Ireona” Hyen menepuk pipi Kyuhyun. Bukannya bangun, Kyuhyun malah merubah posisi tidurnya karena merasa terganggu.

“Oppa!!! Ireona!” Merasa kesal, Hyen memukul lengan Kyuhyun. Kyuhyun menghadap Hyen dan mulai membuka sedikit matanya. Mulutnya menggumam mengatakan ada apa dan dengan cepat Hyen langsung membisikkan sesuatu padanya.

“Aku takut”

“Takut apa?” tanya Kyuhyun. Langsung, Hyen menutup mulut Kyuhyun karena suaranya yang terlalu keras.

“Jangan bicara keras-keras. Ada seseorang di rumah kita, aku takut”

Kyuhyun kaget, Ia langsung merubah posisinya menjadi setengah duduk dan mencoba untuk tenang. “Nugu?”

“Mollayo” Hyen menggigit ujung selimut dengan wajah panik. Melihat Hyen yang panik, Kyuhyun langsung memeluknya, membenamkan kepala istrinya itu di dalam dadanya sambil membisikkan sesuatu yang bisa membuat Hyen tenang.

“Tidak apa, Hyen. Tenang dulu, aku masih bersamamu. Sekalipun orang itu akan mencoba untuk menyakiti kita, aku pasti akan melindungimu walaupun aku harus tercabik-cabik oleh mereka” Hyen mulai menangis seiring dengan ketukan pintu yang terdengar semakin keras. Bukan ketukan, lebih tepatnya geduran. Hyen menggeleng-gelengkan kepalanya di dada Kyuhyun. Kyuhyun mengelus rambut coklat ikal panjang Hyen Hyo dengan tenang lalu melepaskan pekukannya.

“Kau tunggu disini, arra? Aku akan mengecek rumah kita” Dengan cepat dan refleks, Hyen langsung menarik baju Kyuhyun dan menggeleng. Ia mulai terisak. Melihat Hyen yang sepertinya sangat ketakutan, akhirnya Kyuhyun membawa Hyen bersamanya untuk keluar kamar. Ia sudah berjanji di dalam hatinya bahwa Ia akan melindungi wanitanya.

Kyuhyun merangkul Hyen Hyo, sementara kepala Hyen Hyo mengumpat di dada Kyuhyun. Dengan pelan, mereka membuka pintu kamar mereka dan tidak mendapati seorang pun ada disana. Merasa sedikit aman, akhirnya Kyuhyun melanjutkan jalannya menuju ke ruang tamu. Sama sekali tidak ada orang.

Setiap kali geduran pintu itu terdengar dengan keras, maka pada saat itu pula Hyen akan meloncat kekagetan dan Kyuhyun akan memeluknya dengan erat sambil mencoba menenangkan. Jujur, jantung Kyuhyun juga sama berdebar cepatnya seperti Hyen. Tapi untuk melindungi wanita yang sangat dicintainya, Ia harus rela berkorban. Apalagi untuk masalah yang seperti ini.

Jarak mereka dengan pintu utama sudah tinggal beberapa meter lagi. Suara geduran terdengar semakin nyaring ditelinga mereka. Membuat Hyen ketakutan dan sedikit gelisah. Ia mengumpat di balik badan Kyuhyun dan memegang ujung bajunya dengan erat.

“Aku akan membuka pintunya. Kau berdiri disini saja, arra?” bisik Kyuhyun. Hyen akhirnya mengangguk. Giginya sibuk menggigiti ujung jarinya.

Kyuhyun memutar knop pintu dengan sangat hati-hati setelah membuka kuncinya, sesekali Ia melihat ke arah Hyen Hyo yang sudah bersandar pada tembok dan wajahnya pucat. Ia tahu istrinya sangat takut dalam hal ini. Tidak bisa dipungkiri, sebenarnya Kyuhyun juga takut. Jika ini memang penjahat, akankah pagi ini menjadi hari terakhir Ia bisa melihat istri tercintanya lagi? Hanya itu yang ada dipikiran Kyuhyun sedari tadi.

“Aku takut” bisik Hyen Hyo pada Kyuhyun. “Gwaenchana, Hyen” dalam sekali hentak Kyuhyun membuka pintu rumah.

“Ah” pekik Hyen. Bukan kaget karena penjahat yang sedang menodong pistol atau senjata lainnya, tapi kaget karena tiba-tiba ada sekujur tubuh yang jatuh tepat di bawah kaki Kyuhyun. Hyen membelalakkan matanya. Mulutnya Ia tutup menggunakan telapak tangan. Walaupun orang ini jatuh dalam posisi tengkurap. Tapi Hyen hapal betul siapa pemilik rambut sebahu berwarna hitam kelam yang sedang berada di dekat kaki Kyuhyun ini.

“HYE RI-YA?!” teriak Hyen Hyo.

Alih-alih menolong Hye Ri, Hyen malah sibuk dengan pikirannya.

Jika Hye Ri kembali, mungkin detik ini adalah detik terakhir Hyen bisa mendapatkan perhatian utuh seutuh-utuhnya dari seorang Cho Kyuhyun. Dan penderitaan yang sudah biasa dirasakannya itu, mungkin akan kembali menyeruak lagi. Demi Jonghyun, demi pria yang sudah berani mengeluarkan air mata di hadapannya, mungkin Hyen akan menjaga amanah pria itu. Mulai sekarang. Hatinya gelisah, tapi Ia mencoba untuk meyakinkan hatinya sendiri bahwa Ia bisa. Kyuhyun pasti masih akan memperhatikannya juga. Walaupun setengah.

Tbc—

Nb : Heyaaaaaaaaaaaaaaaaaaaa selamat umur 15 tahun ya Nisa *ngmg sama diri sendiri* wkwkwk

Ini FF special aku bikin ngebut biar bisa di publish hari ini, buat para readers nih aku persembahkan hahahaha

gimana ceritanya? Udah nggak pendek lagi kan? wkwkwkwk

maaf ya kalau alurnya ngebingungin dan cerita/setting latar tempatnya disitu-situ aja. abis nggak ada ide sih tempatnya dimana aja -_-

ya udah, semoga selalu mengikuti karya-karyaku^^ makasih ya para readers *salam kecup dari Cirebon* hahahaha

47 responses »

  1. aaaaaaaa keren(y)
    Bagus bgt nisa.tptp akhirnya gantung bgt ya.ada apa dgn hye ri ya?
    Penasaran :$
    Kerjamu dalam membuat ff semakin hari semakin bagus saja.daebak!😀

  2. Nisaaa nanggung bgtttt!!! Bikin penasaran nihh… Aihh. Kasian sm jonghyun tp keputusan dia mutusin sih hyeri malah bikin hyen tambah sakit. Duuuhh rumiiit -_-”
    Nisa ulang tahun?? Happy birthdaayy :–) semoga bisa menghasilkan karya yg lebih bagus lagi

    • wkwkwkwk ya gpp dong, kalau penasaran kan entarnya jadi kepengen baca part selanjutnya wkwk
      Tapi kasian juga Jonghyunnya kalau Hye Ri nggak diputusin ._.

      Iya wkwkwk, waaah makasih ya atas ucapan dan doanya hehehe

      • Okee..
        Aduh, itu Hye Ri kenapa? Kasihan Hyen Hyo, banget. Hyen Hyo kuat banget, aplg kalau baca Sadness di part awal-awal itu, paling ngenes.
        Oiya, FF kamu yang Love is Punishment itu publish tiap malam minggu kah ?

      • Kenapa yaaaa hahaha tebak dong
        Awal2 mah kerasa banget ya sadnessnya? tambah kesini tambah nggak kerasa wkwkwk

        Iya setiap malem minggu🙂

  3. saengil chukkae saaeeeng,, hebat bkinx ngebut ^^
    akhirnyaa kyu-hyen romantis lgii Q ikut bahagia,hohoho
    jonghyun kasian bgt smpe nangid semalaman😥
    klo baca ff sadness tu sllu 1 sisi bahagia 1 sisi jdi sedih.ikutan galau -.-“

    • ngebut doooooooong demi para readers. Dan demi kelangsungan hidup aku juga. Kalau nggak ngebut, entar ditagih2 bahkan sampe digentayangin. Kasian idup gue kesiksa mulu dah. Hina banget kayanya -_-

      Galau bae, sud sud jangan galau lagi!

  4. ooooww smpe digentayangin ya saeeng…
    sabar yaaaa tpi brrti bnyak yg suka ma karyamu ^^
    hehehe, terlalu mendalami cerita saeng.hohoho

    ditunggu lanjutanx ^^

    • iya…. kasian tiap hari nggak tenang~ hahaha amin amin, alhamdulillah kalau banyak yg suka mah hehehe
      oke, selamat menunggu ya unnie^^ kayanya lanjutannya bakalan lama lagi deh wkwk. Mau selesai di part 12/13 aja. Mudah2an bisa. Doakan!

  5. neee~
    sabar menanti kq,hohoho
    waaah, brrti bntr lgi dah mw ending..
    mga ja dri sadness bsa jdi happiness trus dpt free hug *emgx mvx suju?*

    hahha, semangat semangat ^^

  6. Wah cerita’a tambah seru tp kok aku bca msh aja nangis klo mikirin nasib’a Hye Yo…
    Kasihan Jonghyun ya udah deh Jonghyun balikan aja ma Hye Ri…
    Wah konflik’a mantap tp jgn sad end ya Hye Yo hrs ma Kyu…PLEASE…

  7. uwaaaa ada yg baru… baru ngecek hari ini… dan selamat ulang taunnn *meski telat* oh masih 15 th? kkkk kirain udah lebih senior (?)drpada saya :p
    ahhh jinjja… itu hyeri kenapa nongol lagi? udah bersyukur ngilang bberpa hari eh… malem” malah ngegangguin hyen ._.
    jonghyun kasiaaaan… hyen kasiaaaan…kyu kasian *apa ini ???*
    yasudah.., next part ditunggu!! kalo cepet begini terus saya suka😀 *maunya :p

    • ah kamu kaya afika “ada yang baru loooohh” hahaha
      Makasih yaaaa hehehe. iya dong 15, masih muda kan? wkwk

      Eh, jahat banget deh ya Allah -_-
      semuanya kasian hahaha

      oke, selamat menunggu ya^^ yaaa kamu suka, saya capek bikinnya -__-

  8. meskipun udah lewat…
    HBD y…
    wish u all the best ^^

    cup…cup…jonghyun jgn nangis
    *kasih jonghyun permen #plakk
    saia cuma mau bilang ‘KASIHAN’ sma cast disini…*sabar y,tepok pantat (lho?)
    capcus ke part brikut’a ^^

  9. latarnya itu-itu aja, gpp..
    yg penting ceritanya, dan ceritanya bagus, latarnya jadi ga terlalu diperhatikan,

    banyak romantisnya, special ultah toh,🙂
    tapi, jong oppa! semangat! he,

    good story ..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s