Love Is Punishment Part 9 (All Version)

Standard

Author : Nisa Ayu Thayalisha Hadi (Nam Hyen Hyo)

Cast :

Lee Taemin

Nam Hyen Hyo

Choi Jinri

Cho Kyuhyun

Title : Love is Punishment Part 9 (Full Part : All Version)

Length : on going~

Genre : Romance

Rating : PG-15

NB : Maaf, untuk yang di part kemarin. Sini aku mau jelasin lebih lanjut ya.

Kenapa Jinri bisa tiba-tiba hamil? Atau langsung hamil? KARENA…. saat melakukan itu dengan Kyuhyun, kebetulan sekali si Jinri sedang masa subur. Dan saat sperma Kyuhyun bertemu dengan punyanya Jinri, maka terjadilah pembuahan secara langsung (eh bener ga sih?) ya pokoknya begitu lah.

Maaf sekali lagi, aku rasa cerita aku yang ini sama sekali ga pas dengan karakternya. Si Kyuhyun yang biasanya dingin, cuek, ga peduli sekitar, jahat, sinis dll disini malah jadi orang baik, perhatian, cengeng dll -_- taemin yang biasanya polos, baik, mudah tersenyum malah jadi jahat, galak dll.

Mianhae, jeongmal mianhae. aku juga MERASA sekali kalau sudah salah memilih cast *deep bow*

Ya udah, langsung baca aja ya Love is Punisment Part 9 (Full Part : All Version)nya ya~ kekeke

Baca Dulu : Love is Punisment Part 9 (INTRO : Kyu-Hyen Version)

__________

AUTHOR POV

Dari beratus-ratus yeoja yang sedang berjalan beriringan ini, hanya ada satu yeoja yang bisa membuatnya tertarik. Bukan tertarik karna penampilan, karisma ataupun kecantikannya. Dari beratus-ratus yeoja ini, hanya dialah yang tidak memiliki cahaya, sayapnya pun terluka, seandainya dia adalah seorang burung, dia tidak bisa terbang lagi, dia sudah cacat. Seandainya dia adalah sebuah lilin cantik yang berdiri tegak, api yang sedari dulu selalu menyala untuk menerangi suatu ruangan, kini meredup kembali dan semakin lama api itu tidak terlihat.

“jinri-ah!” panggil namja berambut merah itu, sang yeoja yang dipanggil sama sekali tidak menoleh. Kupingnya serasa tuli dan semua urat sarafnya seakan mati sehingga dia tidak bisa menoleh. Yang dia rasakan saat ini hanyalah sebuah kepedihan, otaknya terus berkutik, bagaimana caranya dia harus jujur dengan appa dan umma, berbicara baik-baik dengan taemin, menjauhi taemin dan harus kehilangan taemin. Kehilangan semua mimpinya bahkan jantung hidupnya.

“jinri!” namja berambut merah itu menarik pergelangan tangannya dan mendekapnya sedetik kemudian. Air matanya perlahan turun menyusuri pipi indahnya, dia berusaha untuk tidak mengeluarkan isakannya. Tapi apa daya, semakin lama tangisnya semakin pecah. Kenapa Taemin harus memeluknya disaat seperti ini? Sungguh, ini hanya membuatnya semakin sakit. *dibagian taemin meluk Jinri kalau dibikin slow motion asik tuh, coba bayangin hahaha*

“jangan berkutik!” marah Taemin saat Jinri ingin mencoba untuk melepaskan pelukannya. Dia hanya bingung bagaimana harus mengutarakan perasaannya pada Jinri. Semua orang berpandangan aneh pada mereka, ya tentu saja. Bagaimana tidak? Mereka berpelukan di pinggir jalan, bahkan menghalangi para pejalan kaki untuk berjalan.

“mianhae” ucap Taemin lembut tepat di sebelah telinga Jinri. Jinri hanya diam tidak merespon. Dia hanya sedang menikmati pelukannya ini, menikmatinya seandainya ini memang pelukan terakhir yang akan dia dapatkan. Kehangatan terakhir yang akan dia rasakan. Seandainya ada keajaiban yang datang, dia hanya meminta tolong berhentikan waktu sampai disini dan jangan pernah jalankan kembali. Kebahagiannya adalah sesuatu bentuk yang seperti ini. Tapi dia sadar, jika dia terus seperti ini, rasa kehilangannya pada Taemin pasti akan semakin besar. Taemin menambah Jinri semakin mencintainya dan tidak ingin lepas. Dia juga takut jika dia benar-benar sudah tidak bisa melepaskan Taemin lalu pada kenyataannya dia harus melepaskan Taemin. Semua perbuatan bodoh yang tidak disadarinya ternyata membawa malapetaka bagi hatinya yang telah rapuh sekarang. Seandainya Jinri bisa memohon pada Tuhan, hanya satu permohonannya, tolong putar kembali waktu. Dia tidak ingin sore itu terjadi, sore dimana dia berada di kedai bir dengan Kyuhyun. Seandainya itu tidak terjadi, walaupun Taemin mencintai Hyen-unnie, harapan baginya untuk mendapatkan Taemin masih ada celah. Walaupun hanya sebesar kerikil. Setidaknya, masih ada Kyuhyun yang bisa membantunya untuk membuat Taemin kembali padanya. Tapi sekarang, apa yang bisa diandalkan lagi? Semuanya tinggal menghitung waktu, waktu dimana Jinri dan Taemin harus benar-benar dipisahkan.

Tangan Jinri benar-benar kaku, sedari tadi, dia sama sekali tidak memeluk taemin. Tangannya lemas terguntai ke samping tubuhnya, sebenarnya dia ingin, tapi tangannya serasa kaku. Dan dia juga takut jika tidak bisa melepaskan tangannya saat dia memeluk Taemin. Karna seluruh raganya ada pada Taemin, dan dia tidak ingin kehilangannya.

***

JINRI POV

Tolong Tuhan, berhentikan waktu sampai disini. ini adalah kebahagiaanku. Tuhan, tapi aku juga ingin, tolong lenyapkan Taemin sekarang juga, aku tidak ingin menambah luka di hatiku lagi. Jika Kyuhyun oppa yang sekarang sedang menungguku dengan pasti, mengapa aku tidak ke dia saja? Kenapa aku harus terus menaruh hati pada Taemin? Padahal aku tau setelah dia mengetahui bahwa aku hamil, dia pasti akan membuangku bahkan mungkin tidak akan pernah ingin lagi mengenalku. Tuhan, tolong rahasiakan semua ini.

Aku mencintainya. Dan saat aku tidak bersamanya, tolong jaga dirinya Tuhan, jangan pernah kau biarkan satu orangpun menyakitinya. Jika Taemin tersakiti, maka aku akan mati karna tersiksa.

Taemin adalah Jantungku, jika kau melukai Jantungku, aku akan mati.

Taemin adalah segala-galanya bagiku, bisakah kau mendengar teriakan hatiku sedari tadi Tuhan? Satu permohonanku padamu, jaga Taemin.

Untuk seluruh yeoja yang nanti akan bersamanya, tolong jaga dia. Jantungku.

Tuhan, tolong ampuni semua perbuatan liciknya selama ini, bagaimana pun dia adalah orang yang baik, seseorang yang bisa membuatku menaruh hati padanya sampai mati. Seseorang yang membuatku tergila-gila dengan senyumannya. Seseorang yang bisa membuat hatiku semakin hari semakin rapuh karna kenyataan pahit yang selalu kuterima dari mulutnya. Tapi Tuhan, aku bersyukur kau bisa menciptakan Taemin kedunia ini dan mengenalkannya padaku. Hanya saja mungkin dunia yang sekarang telah menghempaskanku. Semuanya tidak ingin melihatku bersamanya.

Tuhan, saat dia tidak bersamaku lagi nanti, tolong kau beritahu aku apa saja yang telah dia lakukan. Kau sampaikan pada bulan dan bintang.

Tuhan, jika aku merasa aku sangat rindu dengannya, tolong gerakan hatinya, sadarkan dia bahwa aku memang benar-benar mencintainya.

Sampai saat ini, yang bisa kuandalkan hanyalah kau Tuhan, bisakah kau membantuku sekali saja? Membantuku untuk menjaga jantungku.

Sebisa mungkin, tolong matikanlah aku sebelum dia mati. Seandainya ajalnya lebih dulu dibanding aku, aku hanya meminta, matikan aku setelah dia mati. Sehari setelah dia mati. Aku tidak bisa hidup tanpa jantungku, kau tau bukan Tuhan? Kau bisa mendengar semua yang aku katakan dalam hati kan? Kau bisa mendengar semua jeritan dalam hatiku kan Tuhan?

Tuhan…

“jangan diamkan aku jinri” Taemin… suaramu terdengar begitu jelas ditelingaku, suaramu menggema dan terus terputar di otakku. Tapi semuanya tidak bisa dicerna dengan baik. Apa yang kau katakan hari ini adalah ucapan terakhir. Tolong jangan terlalu banyak kata yang kau keluarkan, karna dengan begitu, aku tidak bisa hidup dengan tenang tanpa kau di sisiku.

“aku mencintaimu” DEG! Tuhan, aku tau kau telah melumpuhkan seluruh permukaan hati dan jantungku, tapi kenapa aku merasa jantungku berdetak kembali sekarang? Kau sedang tidak membawaku dalam mimpi bukan?

“aku.. aku ingin kau…”

“Jinri-ah! ireona!” hm? Aku tersadar dan terbangun. Aish! Semua itu hanya mimpi? Tuhan, kenapa kau memberiku mimpi seperti itu? Aku lebih baik bermimpi di telan ular hidup-hidup daripada mimpi seperti tadi. Kau membuatku tidak bisa kehilangan Taemin.

“ne oppa” gumamku pada Kyuhyun-oppa. Ne, aku ada dirumahnya sekarang. Kedua orang tuanya sudah merestui hubungan kita karna mengetahui aku yang hamil. Kedua orang tuanya menerima alasannya karna ini memang terjadi di luar dugaan kita berdua. Tinggal menunggu keluarganya datang ke keluargaku. Lalu di setujui. Dan terjadilah hari pernikahan itu.

ANDWAEEEE!!!!

Tuhan, apakah teriakan yang begitu keras di hatiku kau masih tidak bisa mendengarkannya? Jika kau bisa, kenapa kau tidak bisa membantuku? Apakah kau terlalu membenciku? Tuhan, beritahu aku apa yang harus aku lakukan agar aku bisa kembali pada Taemin dan berlari dari kenyataan yang ada?! Tuhan….

Air mata mengalir dari ujung mataku dengan tidak sadar, Kyu-oppa mengelus rambutku pelan dan membawaku ke dalam pelukannya “aku tau kau masih mencintai Taemin. Memangnya kau pikir aku tidak? Aku rela meninggalkan Hyen Hyo demi kau! aku hanya tidak mau melihatmu semakin menderita. Aku ingin bertanggung jawab. Tapi semuanya bukanlah sebuah kebahagiaan bagimu bukan?” tanyanya.

“ne” jawabku lemah. Bahkan Kyu-oppa yang sangat mencintai Hyen-unnie saja sudah bisa melepaskan Hyen-unnie, kenapa aku tidak bisa melepaskan Taemin? Bahkan Taemin saja bukan siapa-siapa bagiku, ah tidak. Aku bukanlah siapa-siapa bagi Taemin. Tapi kenapa aku benar-benar tidak bisa melepaskannya?

“jika kau tidak ingin pernikahan ini berlangsung, katakan padaku” katanya lagi.

Aku tidak bisa oppa. Bagaimanapun aku butuh seseorang yang bisa menjadi ayah saat anak ini lahir. Jika bukan kau, siapa lagi?! Taemin bahkan pasti akan jijik padaku saat mengetahui semuanya. Melihatku berciuman denganmu saja dia bilang aku murahan. Bagaimana jika dia tahu kalau aku hamil di luar nikah denganmu?!

“oppa, mengapa menggapai kebahagiaan bagiku sangat sulit? Semuanya nyata dan ada, tapi saat aku ingin menggenggamnya, dia berlari menjauhiku dan menghilang. Itu selalu terjadi dalam hidupku. Aku bagaikan ingin menggenggam api oppa, tidak akan bisa ku genggam, tapi panasnya bisa kurasakan. Sakit” ucapku sambil terisak.

“tadi malam aku memimpikan Taemin. Mengapa begitu sulit untuk melepaskannya dari hatiku oppa?” tanyaku. “apakah aku memang akan selalu merasakan siksaan seperti ini di dalam hatiku seumur hidup? Apakah itu adil? Kenapa Cuma aku yang merasakan seperti itu oppa? Wae?!” teriakku sedikit kasar.

Semua yang ku lakukan semuanya sia-sia. Apapun yang ku lakukan tidak ada satupun yang berhasil. Semuanya hanya membawa hatiku semakin pedih dan pedih.

Cinta memang tidak bisa dipaksakan, tapi itu menyakitkan. Dan saat cinta dipaksakan pun itu menyakitkan. Lalu apa yang tidak menyakitkan di dunia ini? Apakah masih tersisa suatu perilaku yang bisa tidak menyakitkan hati?

Apakah semua tindakan yang berhubungan dengan cinta hanya bisa membuat hati kita semakin busuk setiap harinya?

Mengapa cinta itu menyakitkan?

***

HYEN HYO POV

Kenapa kyuhyun tega meninggalkanku? Apa aku sudah melakukan kesalahan? Ah! kau ini terlalu banyak melakukan kesalahan Hyen! Kau yang sudah membuat Kyuhyun meninggalkanmu! Apalagi asalan dia meninggalkanmu adalah…

AAAH! Bahkan Kyuhyun saja belum pernah meniduriku!!!!

Tuhan, apakah semua kepedihan ini hanya aku yang merasakan?

Aku terus menatap langit malam yang indah. Kenapa hatiku tidak bisa seindah langit malam? Seperti dulu saat aku belum mengenal Taemin dan Kyuhyun belum mengenal Jinri!

Aku tersenyum sinis dan tidak sadar, air mataku mulai mengalir lagi. Bodoh! Kenapa kau terus mengalir?! Apakah hidupku begitu miris? Kenapa mengenal Kyuhyun adalah sebuah kesalahan besar dalam hidupku? Seandainya aku tidak mengenalnya, mungkin semuanya tidak akan semenyakitkan ini!

Apakah Kyuhyun tidak bisa merasakan cintaku yang benar-benar tulus selama 5 tahun ini? Atau aku kurang menunjukkannya? Apakah sikapku yang cemburu padanya tidak bisa dijadikan sebagai salah satu petunjuk baginya, bahwa aku memang benar-benar mencintainya?

Apakah air mata yang aku keluarkan kemarin sore saat dia meninggalkanku tidak bisa menyadarkannya bahwa aku tidak ingin dan tidak bisa kehilangannya? Kenapa dia terus berlari dan menghilang di tembus hujan? Kenapa dia tidak kembali padaku atau hanya sekedar berbalik melihat keadaanku? Bahkan dia hanya meninggalkan jas-nya. UNTUK APA HUH? UNTUK APA?!

Aku mengambil jasnya yang tergeletak di atas kasurku, lalu aku duduk di pinggir kasur.

Wanginya… apakah setelah ini aku masih bisa menciumnya lagi? Semoga wanginya di jas ini terus menempel sampai aku tidak bisa menciumnya lagi. Wanginya… wangi ini lah yang selalu menemaniku selama 5 tahun ini. Wangi yang begitu khas. Kyu, aku ingin dirimu yang nyata. Bukan hanya sekedar jas saja.

Hangat pelukanmu sudah mulai pudar ku rasakan Kyu, apakah kau mau kembali lagi kesini dan memelukku sekali lagi? Memberikanku kesempatan untuk merasakan kehangatan tubuhmu untuk terakhir kalinya. Kenapa kau tidak pernah berbicara padaku terlebih dahulu bahwa kau ternyata akan meninggalkanku? Jika akhirnya akan seperti ini, kenapa dulu kau memilihku? Kenapa tidak yeoja lain saja yang lebih kuat daripada aku? Aku sudah terlalu rapuh Kyu. Kau jangan membuatku semakin rapuh lagi.

Neomu apadeo Kyuhyun-ah! apa!! Sakit…

“kyuhyun…” aku mendekap jasnya erat dan menetesinya dengan air mataku. Tuhan, tolong kembalikan Kyuhyun. Bangunkan aku dari mimpiku kali ini. Katakan padaku bahwa ini hanya mimpi Tuhan, ini hanya mimpi kan? Benar kan?

“tuhan, ini mimpi kan?” gumamku sambil tertawa pelan. Hahaha ini mimpi, benar ini hanya mimpi. Hyen Hyo, ayo kau segera bangun dari mimpi burukmu sebelum air matamu kembali keluar semakin banyak. Tuhan, ayo bangunkan aku! Tuhan, kenapa aku tidak kunjung bangun juga? Tuhan, aku sedang bermimpi kan sekarang? Benar bukan? Mana mungkin kyuhyun meninggalkanku. Haha mustahil. Kyuhyun sangat mencintaiku kan Tuhan? Aku juga sangat mencintainya Tuhan, mana mungkin kau memisahkan kami berdua, iya bukan? Ayo bangunkan aku dari mimpi yang kau berikan padaku Tuhan. Bangunkan aku. Cepat!

“INI MIMPI KAN TUHAN?!” teriakku lagi.

“AAAH!” teriakku menumpahkan semua kekesalanku “TUHAN, KENAPA KAU TEGA PADAKU?! KENAPA KAU TEGA MEMBUATKU SEPERTI ORANG SEKARAT SEPERTI INI?!” teriakku lagi. Aku melempar jas Kyuhyun asal dan aku merengkuh diriku di pojok ruangan, menelengkupkan kepalaku di lututku.

“kenapa? Wae? Kyuhyun-ah..” isakku.

“aku masih bisa memanggilmu jagi kan? Kau masih milikku kan? Iya kan?” tanyaku terus entah pada siapa.

Aigo aigo Hyen, kenapa kau terus menangis? Kenapa kau tidak hampiri Kyuhyun dan mengajaknya kembali padamu? Toh dia juga masih mencintaimu. ne, lebih baik aku ke Kyuhyun saja!

=============================

“kyuhyun!” panggilku, dia menoleh. Kyuhyun, ayo peluk aku seperti biasa. Aku tersenyum manis melihatnya. MWO? Kenapa dia mengalihkan pandangannya dan malah terus berjalan? KYUHYUN! AKU DISINI! teriakku dalam hati.

“KYUHYUN!” teriakku lagi. Aish! Kenapa kendaraan disini ramai sekali? Aku jadi susah menyebrang!

“Kyuhyun!” aku terus memanggilnya. Kyuhyun, ini aku Hyen Hyo. Cepat kemari, peluk aku dan katakan padaku bahwa kemarin kau bercanda.

Ini sudah jam 11 malam, tapi aku tidak mau kehilangan Kyuhyun sedetik saja. Kyuhyun, lihat aku. Aku disini! kenapa kau malah memalingkan wajahmu?!

Aish! Ayo cepat menyebrang Hyen!

Aku sudah menyebrang dan tinggal mengejar Kyuhyun. Aish, kemana ya tadi dia? Ah itu, itu dia punggung Kyuhyun. Aku hapal sekali. Bahkan parfumnya saja bisa ku cium dari sini. Hm, wangimu…. Kyuhyun, sebentar lagi. Sebentar lagi aku bisa meraihmu. Kyuhyun, jangan terus berjalan.

“kyuhyun!” panggilku terus. Kenapa dia tidak menoleh? Kenapa kupingnya seperti tuli dan tidak bisa mendengar sesuatu? Padahal dari tadi aku teriak-teriak.

Hah, sedikit lagi dekat Hyen, cepat! Jarakmu dengannya hanya tinggal 30 m saja. Cepat Hyen, lari lebih cepat lagi.

“jinri-ah, sudah kau tebus obatnya?” kyuhyun berhenti disebuah apotek dan mengumbar tawanya saat melihat yeoja yang baru saja keluar dari sana. Jinri?

Kyu, apakah kau memang benar ingin meninggalkanmu? Kenapa tidak ada raut sedihpun yang bisa aku lihat di wajahmu? Apa kau menikmati kejadian ini? Kau memang benar-benar ingin pergi dariku Kyu? Kenapa kau masih bisa tersenyum bahkan tertawa di depan yeoja lain? Apa kau telah melupakan kejadian kemarin sore? Wae kyu?

“kyuhyun…” ucapku lemah saat aku sudah bisa meraih punggungnya, tapi dia malah berlalu pergi dan tanganku bukannya meraih punggungnya malah merasakan hampanya udara. Kyuhyun… jangan pergi. Kau meninggalkankan aku lagi sekarang?

Kyuhyun… aku terlalu mencintaimu. jangan tinggalkan aku!

“kyuhyun…” kataku sambil berlutut di jalan. Aigo, lagi-lagi kakiku terlalu lemah untuk menahan badanku dan lagi-lagi terjatuh. Lututku berdarah karna aku memakai hot pants.

“hahaha. Tidak apa-apa. Tadi itu pasti bukan Kyuhyun, Hyen. Masa iya Kyuhyun tuli seperti itu? Di panggil sama sekali tidak menengok? Hahaha itu bukan Kyuhyun. Ayo jangan permalukan dirimu Hyen, bangun! Jangan duduk di jalan seperti ini haha. Ne, ayo bangun Hyen” seruku sambil terus terkekeh sendiri. Aku sudah persis dengan orang gila.

“ah lututku berdarah. Ah, tidak apa-apa. Ayo kau cari Kyuhyun lagi Hyen. Tadi itu bukan Kyuhyun. Kyuhyun itu telinganya normal kok. Kalau tadi mungkin jelmaan Kyuhyun. Masa dia budek? Hahaha ayo Hyen, kau harus semangat cari Kyuhyun! Fighting!” aku menyemangati diriku sendiri dan segera bangkit.

Baru beberapa langkah saja aku berjalan, air mataku kembali merebak.

Aku tidak bisa membohongi diriku. Tadi itu Kyuhyun. Aku tau Kyuhyun. Cara berjalannya, punggungnya, tengkuk lehernya, rambutnya, dan bau parfumnya. Tadi itu Kyuhyun. Tapi dia mengacuhkan aku. Kyuhyun… kenapa kau begitu tega?

Tadi Kyuhyun. Tuhan, tadi Kyuhyun!!!

“AAAAAAAAAH” teriakku kesal. Tadi Kyuhyun….

Tuhan, kenapa kau biarkan Kyuhyun menyakitiku lagi saat semangatku sudah di ambang udara?

***

KYUHYUN POV

“Kyuhyun!” Hyen Hyo? Itu suara Hyen Hyo! Aku menoleh ke arah sebrang dan mendapati Hyen Hyo ada disana sambil tersenyum padaku. Aish! Bahkan sampai saat ini pun kau masih bisa berhalusinasi ya Cho Kyuhyun. Kau selalu berhalusinasi bahwa Hyen Hyo ada di sekitarmu. Bodoh! Kau dan dia sudah tidak ada hubungan apa-apa. Dan mungkin setelah kejadian kemarin pun, dia sudah membencimu Kyuhyun. Sadarlah. Dia bukan siapa-siapamu lagi.

Aku terus berjalan “Kyuhyun!” aish! Bahkan aku masih bisa mendengar suaranya.

Tuhan, tolong hapus jejak Hyen Hyo di hidupku, jika terus begini, mana bisa aku meninggalkannya.

“kyuhyun!” “KYUHYUN!” aish! Kenapa suaranya begitu keras terdengar di telingaku. Mana mungkin ada Hyen disini. lagipula ini sudah malam. Dia kan tidak berani keluar malam sendirian. Dulu, saat dia ingin keluar malam, aku selalu menemaninya. Aish! Kyuhyun, persetan dengan masa lalumu!

“kyuhyun!” AAAH TUHAN!!! KENAPA SUARANYA BEGITU DEKAT DAN JELAS KU DENGAR? TUHAN, JANGAN TERUS SIKSA AKU! TOLONG LENYAPKAN SUARANYA ITU TUHAN!!!!

Oke Kyuhyun, ini hanya halusinasi-mu. Ayo Kyuhyun, kau harus bangkit. Lihat masa depanmu, walaupun itu suram karna tidak penuh dengan kebahagiaan. Tapi kau harus menanggungjawabkan seluruh perbuatanmu Kyu. Ayo Kyuhyun, kau harus bisa. Lupakan Hyen Hyo sekalipun dia adalah seseorang yang paling tidak bisa kau lupakan! Lupakan Hyen Hyo, buat dia seakan dia tidak pernah datang ke dalam hidupmu. Jika kau terus memikirkannya, mana bisa kau melangkah lagi Kyuhyun. Cho Kyuhyun, sejak kapan kau menjadi lemah seperti ini? Kemana sisi tegarmu yang dulu? Ayo Kyuhyun, kau harus bisa.

Aku mengangkat kepalaku ke atas menatap langit. Langit yang indah, pasti Hyen sedang memandangi langit ini sekarang.

Ah, sudah sampai.

“jinri-ah, sudah kau tebus obatnya?” tanyaku saat mendapati Jinri keluar dari apotek itu. “ne oppa” jawabnya datar.

“kyuhyun…” aigo Tuhan, setelah tadi kau memberikanku sebuah suara Hyen Hyo yang berteriak-teriak, kenapa sekarang kau malah menginjak hatiku? Kenapa suaranya jadi begitu lemah? Tuhan, sudahlah. Jangan uji aku lagi! Aku sudah cukup rapuh sekarang Tuhan!

Halusinasi ini kenapa begitu kuat? Ah, Kyu. Kau bodoh sekali. Mana mungkin Hyen sekarang ada di dekatmu. Dia pasti sudah membencimu karna kejadian kemarin. Apa kau tidak sadar?

“hah” aku menghempaskan tubuhku di atas kasur.

Aish! Wajahmu yang sedang tersenyum selalu terbayang-bayang di otakku hyen. Wae? Kenapa kau tidak bisa hilang? Sekali saja Hyen. Aku butuh ketenangan. Tolong pergi dari hatiku. Kau pasti bahagia dengan yang lain, aku hanya bisa menyakitimu. Ayo pergi hyen.

Aku membukakan mataku dan lagi-lagi aku berhalusinasi ada Hyen Hyo di depanku sekarang “hyen, aku merindukanmu” ucapku pelan dan rada sedikit berbisik.

“mianhae”

Tuhan, kenapa jalan takdirku tidak bisa sebahagia orang-orang diluar sana? Kenapa kau pertemukan aku dengan Hyen Hyo jika akhirnya takdir hidupku adalah dengan Jinri? Kenapa kau buat aku jatuh hati padanya padahal yeoja yang harus aku cintai seumur hidupku itu Jinri. Tuhan, kenapa kau membuatnya semakin berkelit-kelit?

Hyen Hyo, aku mencintaimu. sungguh. Jangan pernah benci aku.

***

TAEMIN POV

Jinri hamil? Dengan Kyuhyun? Bodoh! Kenapa itu bisa terjadi?!

“dimana kau sembunyikan Jinri huh?” tanyaku pada Kyuhyun kasar.

“dirumahku. Dan aku tidak menyembunyikannya” katanya santai sambil membayar barang yang baru saja dibelinya tanpa melihatku sama sekali. Yap! Aku tidak sengaja bertemu dengannya di kedai jajangmyeon. Kebetulan sekali. Jadi aku tidak usah susah-susah bertemu dengannya.

“ya! Aku berbicara denganmu!” aku berjalan di belakangnya, sungguh, kenapa aku jadi seorang yeoja yang sedang dicuekkan oleh pacarnya. “bodoh! Kau membodohiku Cho Kyuhyun!” BUGH! Aku menonjok pipi kirinya, darah keluar dari hidungnya. Dia tersungkur dan bangun lagi lalu menonjok perutku. Sungguh, wajahku sudah cukup memar akhir-akhir ini karna namja brengsek yang satu ini.

“aku tidak akan pernah main kasar jika kau tidak memulai. Kita akan lebih tenang jika kau mau diam! Kita selesaikan masalah ini besok saja. Sekarang aku sibuk!” ucapnya angkuh.

Ah shit! Dia sembunyikan Jinri dimana sih?!

===============================

“ada apa? Silahkan bicara” tanya Kyu membuka pembicaraan antara kami berdua.

“dimana Jinri?” tanyaku mencoba untuk santai walau hatiku geram sekali.

“dirumahku”

“sedang apa dia? Kenapa bisa dirumahmu?”

“dia kan calon istriku. Aku hanya sedang membuatnya sedikit lebih tenang, karna jika dia masih satu rumah denganmu, yang bisa dia lakukan hanyalah menangis” jawabnya sambil menyesap kopi hangatnya.

Hah? Apa maksudnya?

“maksudmu?”

“jadi selama ini kau tidak sadar bahwa Jinri mencintaimu huh?”

MWOYA? Dia mencintaiku? Dia bilang dia cinta dengan Kyuhyun. Loh loh, ini mana yang benar?

“maksudmu?”

“kau tidak tahu dengan caramu yang menyuruh Jinri untuk menggodaku lalu kau leluasa dengan Hyen Hyo membuatnya sakit hati? Bahkan kau dengan tega menjebloskannya ke dalam neraka”

Aku hanya melongo mendengar penjelasannya. Apakah dia sedang menjebakku atau bagaimana?

“selama dia ada bersamaku, yang kau maksud sebagai ‘menggoda’ itu, dia selalu menceritakan semuanya. Bahkan diapun selalu memujimu, padahal aku dan dia tau bahwa kau itu busuk” aku menahan rasa kesal yang ada di hatiku. Aku harus mendengar penjelasannya lebih mengenai Jinri.

“tentang ciuman, semuanya sebuah kecelakaan, bahkan kau berani memanggilnya wanita murahan, apakah menurutmu itu akan membuat Jinri baik-baik saja?”

Aigo, aku terlalu banyak salah paham.

“dan tentang mabok, dia selalu ke kedai bir itu jika dia stress. Stress karna kau”

“dia mencintaimu sejak dulu. Tapi kau sama sekali tidak pernah menganggapnya. Apapun yang dia lakukan selama ini hanya untuk membelamu, padahal dia sadar betul tindakannya itu akan membuat hatinya tertusuk lebih banyak pedang lagi. Tapi satu yang membuatku tersentuh akan kata-katanya saat dia berbicara seperti ini padaku “Taemin memiliki senyuman abadi bagiku. Dia memiliki sesuatu yang lebih yang membuatku bisa mencintainya tanpa henti walaupun dia sudah menjadi iblis sekalipun. Dia memiliki senyum itu oppa, senyum yang selalu membuatku ingin melihatnya setiap hari. Senyum yang bisa membuatku rela terluka bahkan mati ditangannya. Dan dia, dia adalah jantungku. Senyumnya bagian utama dalam hidupku. Kau bisa merasakannya kan oppa? Tapi kenapa Taemin tidak bisa?” aku selalu mendengar curahannya setiap hari. Aku juga tau jika selama ini kau menjebakku. Kau mencintai Hyen Hyo dan kau ingin merebut Hyen Hyo dari tanganku. Aku membiarkannya karna aku ingin lihat sejauh mana usahamu untuk merebut Hyen. Apakah akan berhasil? Semuanya kembali pada hati kalian masing-masing. Disini aku hanya menjelaskan dan menegaskan padamu sekali lagi. Jangan pernah hempaskan orang yang mencintaimu dengan tulus. Kau tidak ingin kehilangan akal sehatmu bukan?” jelas Kyuhyun panjang lebar dan mampu membuatku tidak bisa berkutik.

Jinri mencintaiku?

Dia mencintaiku dari dulu?

Dia rela berkorban untukku walaupun itu hanya akan membuat hatinya sakit?

Dia rela mati ditanganku asal melihat senyumanku?

Senyumku adalah bagian utama dalam hidupnya?

Aku jantungnya?

Bagaimana bisa aku tidak menyadari hal seperti itu selama ini. Dan lagi, dia bilang bahwa aku tidak pernah menganggapnya. Aigo, apakah hatimu sekarang masih bisa dipulihkan saengie-ah?

“aku yang akan bertanggung jawab…” kataku sambil menggebrak meja dan menarik nafas sedikit sebelum melanjutkan kata-kataku “aku yang akan bertanggung jawab, aku yang akan menikahinya dan aku yang akan bicara pada kedua orang tuanya bahwa aku yang menghamilinya” ucapku mantap lalu beranjak dari kursiku “dan satu lagi, anak yang ada dikandungannya, akan menjadi milikku seutuhnya. Dan KAU…” kataku penuh penekanan pada kata ‘kau’ “takkan pernah ku biarkan kau menyentuh anakku” sambungku lagi lalu meninggalkan kedai kopi itu.

Tuhan, bantu aku.

Tuhan, kenapa kau buat mataku buta? Kenapa aku tidak bisa melihat Jinri?

Tuhan, kenapa kau buat telingaku tuli? Kenapa aku tidak bisa mendengar semua jeritan hati Jinri selama ini?

Tuhan, kenapa kau buat hatiku mati rasa? Kenapa aku tidak bisa merasakan cinta Jinri yang ternyata sudah begitu besar bagiku?

Apakah doa ku yang pernah ku ucapkan di Kyoto itu akan terwujud?

“tuhan, aku mohon padamu tolong kembalikan Jinri padaku”

Apakah doa itu masih bisa berlaku lagi sekarang? Atau ini adalah awal dari perwujudan doaku? Tuhan, berikan aku petunjuk.

___________ TO BE CONTINUED

Nb : Maaf yaaaa aku ga sempet ngpost LIP ini tadi malam. Aku nungguin ibu sampe ketiduran hehehehehe. MAAAAAAF banget m(_ _)m dan maaf juga ya kalau ceritanya makin kesini makin ngebosenin hehehehe….

selamat membaca dan menunggu part selanjutnya^^

18 responses »

  1. saaaaaaeng Q malah makin cinta ma ff ni.
    akhirx taem tw klo jinri cinta ma dy (meskipun hrus dbri tw kyu jga)..
    hyen kasian, smpe kyk gtu. kyu jga kasian😦
    ikutan galau deech, ni happy end ato sad end???

    • Sama aku makin cinta engga? hahahha

      Semuanya kasian. kasian juga dong sama authornya sampe harus nguras otak bikinnya. Aku bingung bikin FF ini. Kok perasaan konfliknya berat + aneh banget ya? -_-

      Insya Allah happy hehehhee *belum bikin endingnya*

  2. Akhir.ny jadi juga FF.ny ,
    Saeng ,
    eonnie bca.ny jadi tambah sedih ,

    ini akhir.ny ,
    gimana saeng ,
    gimana sama Hyen Hyo ,
    saeng ,
    kita sama* ,
    #PRAY FOR HYEN HYO ,

  3. Yaallah eonniiiiiii astaghfirullaahhh aku makin kesel sama taemin yang bego. Aku maunya Taemin sama jinri. Trus kyu-hyen. Walaupun aku kesel, tapi aku tetep suka FF ini. Eonn banyakin quote2nya yaaa. I like this! Heheh

  4. ahh jam 12 malem cuma sampe part ini, 1 part lg,
    huh saengi miris bgt ceritanya, gak tega..
    Bener alur jinri hamil aneh sh, tp its okay..
    Jangan pisah in kyuhen dong, biar taemtaem ja yg tanggung jawb, kasian hyen gak disini gak di sadness apes melulu. . .hehe

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s