Love Is Punishment Part 10 (Full Part)

Standard

Author : Nisa Ayu Thayalisha Hadi (Nam Hyen Hyo)

Cast :

Lee Taemin

Choi Jinri

Nam Hyen Hyo

Cho Kyuhyun

Title : Love Is Punishment (PART 10-FULL PART)

Length : on going~

Genre : Romance, Angst

Rating : PG-13

Disclaimer : The casts are belong to God, and this Fan Fiction is belong to me kekekeke~ i own this plot ok?

Note : This is pure my imagination.

Credit Poster : cutepixie@darkreflection.so-pink.org

NB : FF ini aku buat karna aku terinspirasi oleh lagu ‘Love is Punishment’ yang dibawakan oleh K. Will di OST Brilliant Legacy. Setiap kalimat yang bergaris miring, itu adalah translate-an dari lagunya. Semoga ceritanya menyenangkan^^ happy reading heheh~

===============================================================

AUTHOR POV

Hyen Hyo berjalan berdesakan di pinggir jalanan. Begitu banyaknya orang yang berjalan tapi matanya tetap pada satu pandangan lurus. Kyuhyun. Dia tidak sengaja melihatnya saat dia sedang berada dalam sebuah toko yang berkaca. Hyen langsung keluar dan mengikutinya terus tanpa kesadaran seseorang yang diikutinya. Air matanya terus menggenang di pelupuk matanya seiring dengan langkah kaki dan derapan langkahnya.

Dari beratus-ratus orang yang kini berjalan, hanya satu yang bercahaya baginya. Hanya satu orang yang dia yakini adalah penyemangat hidupnya di dunia. Air matanya jatuh begitu saja sesuai dengan langkahnya yang juga terhenti karna sosok yang sedang diikutinya kini merangkul seorang yeoja yang dia hapal betul lekuk tubuhnya.

“berbahagialah” gumam Hyen Hyo sambil membalikkan badannya untuk menjauhi mereka berdua. Air matanya terus mengalir membasahi wajahnya. Sama sekali tidak terbendung dan tak di bendung. Hyen Hyo membiarkan semuanya jatuh begitu saja, berharap masalahnya akan hilang dengan sendirinya seperti sebuah air mata yang bisa kering tak berbekas saat lama kelamaan terkena udara.

Di tempat lain, seorang namja yang kini tengah tersenyum, merasakan sesuatu hal yang aneh. Seperti mengusik hatinya kali ini. Berkali-kali Ia menengok ke belakang memastikan benar-benar tidak terjadi apapun, dan feelingnya tepat. Benar. Sama sekali tidak ada apa-apa. Tidak ada sesosok orang yang kini tengah Ia bayangkan. Sesosok orang yang sangat dirindukannya sampai mati, bahkan sampai membuat dadanya merasakan sakit yang amat sangat.

Dia merangkul yeoja yang sudah di jadikan kewajibannya saat ini dengan gemetar, tangannya tidak kuasa memegang pundak yeoja itu. Sesekali Ia menatap nanar pada yeoja yang ada di sebelahnya dengan penuh penyesalan. Seandainya waktu itu Ia tidak melakukan hal bodoh, mungkin semuanya tidak akan seperti ini. Tapi kadang Ia juga berpikir, apakah garis hidupnya memang seperti ini? Terlalu buruk. Pikirnya.

Ia melepaskan rangkulannya pada yeoja di sebelahnya dan membuat yeoja itu mendongak dan nyengir kaku. Hatinya makin tersayat saat membayangkan ada janin di dalam rahimnya. Anak yang sudah Ia buat dengan tidak sengaja.

Kyuhyun menggigit bibir bawahnya dan memejamkan matanya. Tangannya Ia kepal dengan erat dan beberapa detik kemudian Ia membalikkan tubuhnya dan segera berlari. Hatinya berteriak mengatakan bahwa ada Hyen Hyo disini. di dekatnya. Di tempat yang benar-benar bisa di jangkau olehnya.

Seorang yeoja yang sedang meringkuk di hadapannya benar-benar menarik perhatiannya. Kyuhyun langsung mendekap yeoja itu dari belakang dengan berjongkok, mengetahui yeoja itu pun tengah berjongkok di antara para orang yang sedang berlalu lalang.

Kyuhyun mendekap yeoja itu dengan erat. Getaran tubuhnya bisa sangat Kyuhyun rasakan. yeoja itu menangis. Yeoja yang selama ini sudah benar-benar membangun semangat dalam hidupnya.

“Maafkan aku” gumam Kyuhyun yang juga mengeluarkan air mata. Dia tidak ingin munafik, sekarang kondisinya memang benar-benar sakit. Sakit yang amat dalam di dalam hati. Sangat dalam.

“Hyen Hyo, aku mencintaimu. jangan benci aku” seru Kyuhyun lagi berbisik di telinga Hyen Hyo. sementara yang dipeluk hanya bisa menangis semakin deras saat merasakan tangan hangat dan besar Kyuhyun menyusup di lingkar perutnya.

Satu hal yang dia pikirkan saat ini. Jika Kyuhyun akan terus begini, ini akan menjadi semakin sulit untuk dirinya melepaskan Kyuhyun dengan semua tanggung jawab yang di pegangnya.

“Kau harus pergi Kyu, aku tidak apa-apa” isak Hyen Hyo yang masih tidak bisa mengontrol semuanya.

“Aku mencintaimu Hyen, aku mencintaimu…. aku… aku… maafkan aku” Kyuhyun terus menggumam dengan sederet air mata yang terus membasahi pipinya dengan sempurna. Jantungnya nyeri. Perutnya mual.

“Hyen, aku ingin kau tidak membenciku”

“Aku tidak membencimu Kyu, aku akan selalu mencintaimu sampai gila” ucap Hyen Hyo lemah sambil tertawa miris lalu berdecak. Ia melepaskan tangan Kyuhyun yang melingkar di tubuhnya dan segera berdiri. Matanya yang betam membuat hati Kyuhyun benar-benar tersayat lebih dalam lagi.

“Aku.. Nam Hyen Hyo, akan terus mencintaimu Cho Kyuhyun. Sungguh, aku tidak akan pernah melupakanmu. Pergilah, Jinri sudah menunggu kan? Pasti. Kau harus menikahinya, bagaimanapun juga anak yang ada dalam rahimnya adalah anakmu” Hyen Hyo berusaha berbicara dengan sekuat tenaganya. Pertahanan yang sudah di bangunnya dengan susah payah berhasil ambruk begitu saja saat ini. Hyen Hyo terus berjalan mundur, terus melangkah sampai badannya menabrak seorang namja tua. Ia segera membungkuk dan menatap Kyuhyun sambil tersenyum lemah.

“Selamat tinggal. Semoga ini bukan benar-benar garis hidupku” gumamnya lalu berlari sambil mendekap mulutnya yang berbicara terlalu banyak dan juga lancang. Dengan Kyuhyun yang tiba-tiba datang seperti tadi entah akan membuatnya hidup dalam keadaan apa. Tapi cukup bisa membuatnya gila karna tidak bisa menghilangkan Kyuhyun dari pikirannya.

***

Taemin berjalan menyusuri sebuah gang kecil di dekat rumahnya. Jalanan malam ini cukup gelap, tapi tidak pernah bisa segelap hatinya saat ini.

Wajahnya terus di tundukkan selama berjalan. Tangannya di masukkan kedalam kantong celananya dan mulutnya tidak berhenti-berhentinya untuk berdecak.

Entah sudah berapa decakan yang kini keluar dari mulutnya, tapi decakkannya itu mampu membuat gema di gang yang pengap nan sempit itu.

“Bodoh! Aku tidak tau rumah Kyuhyun! Mana bisa aku menjemputmu!” dumel Taemin seorang diri. Kakinya menendang sebuah kaleng kosong dan berhasil membuat suara bising di gang.

Taemin menyandarkan tubuhnya di tembok dan kepalanya yang awalnya terus menunduk, kini di dongakkannya. Matanya menangkap sebuah bintang yang terus bersinar terang dari celah genteng rumah yang satu dan yang lain.

“Terang sekali. Kapan hatiku akan seterang itu?” guraunya sambil tertawa miris mengingat nasib cintanya yang benar-benar tidak memihak padanya kali ini.

Dia mengeluarkan sebatang rokok dan korek dari kantongnya dan segera merokok. Ia mengeluarkan kepulan-kepulan asap yang Ia buat sekarang. Taemin memutar-mutar rokoknya di antara jari telunjuk dan tengahnya lalu melihatinya dengan pandangan yang kabur. Ia membuang rokok itu dengan asal lalu di injaknya karna geram.

“AAAAAAH” teriak Taemin. Penat yang ada dihatinya benar-benar tidak bisa di hilangkan dengan cara apapun jika Jinri tidak ada di sampingnya.

“Saeng, aku butuh kau sebagai penenangku disini” suaranya terdengar lirih. Matanya berkaca-kaca, terlihat begitu terang di antara suasana gelap yang ada di gang ini. Bulir-bulir kristal itu perlahan terjatuh membasahi pipinya tapi sedetik kemudian namja itu mengusap pipinya dengan kasar dan menjambak rambutnya sendiri sampai Ia terjatuh dan duduk bersandar di sebuah tembok yang sedari tadi memang menjadi sandarannya.

Sementara yeoja yang sedang di pikirkannya sekarang sedang dalam kondisi yang amat membingungkan. Di satu sisi Ia sangat mencintai Taemin dan ingin terus berada di dekatnya, tapi di sisi lain dia memang harus menikah dengan Kyuhyun setelah apa yang telah di perbuatnya. Secara tidak sengaja tentunya.

Tangan Kyuhyun yang tiba-tiba merangkul pundaknya membuatnya semakin gelisah, dan saat tangan Kyuhyun turun dari pundaknya dan Kyuhyun segera berlari meninggalkannya, Ia rasa hal ini cukup baik. Setidaknya, Jinri bisa bernapas dengan lega saat sedang tidak berada di dekat Kyuhyun.

Kakinya terus melangkah mengikuti sebuah jalan yang terus lurus tanpa henti, sampai sebuah belokan yang Ia hapal betul yang memberhentikannya. Sebuah jalan yang sudah lama sering Ia lalui semenjak Ia tinggal di Seoul. Sebuah jalan yang akan membawanya ke dalam sebuah perumahan mewah yang menjadi rumahnya beberapa tahun ini bersama namja yang dicintanya. Lee Taemin.

Entah ada dorongan apa, kakinya melangkah masuk ke dalam jalan yang besar itu dan terus melangkah dipinggir jalan mengikuti orang yang juga sedang berjalan. Matanya terus menatap ke depan, namun kosong. Jinri melamun, sampai sebuah tempat sampah yang di tabraknya lah yang membuyarkan lamunannya.

Ia mengelus lututnya dengan pelan namun ekor mata sebelah kirinya menangkap sesosok bayangan yang Ia yakin kenal betul dengannya. Lee Taemin. Itu Taemin. Namja yang saat ini sangat dicintainya dan harus ditinggalinya demi pertanggung jawaban dari sesuatu hal bodoh yang telah di lakukannya.

Ia menangkap sesosok bayangan itu yang tengah berjongkok sambil menunduk. Jinri terus memicingkan matanya agar dapat memperjelas apa yang Ia lihat sekarang. Kakinya terus berderap menyusuri gang yang sempit nan kecil itu sampai Ia berada di hadapannya. Kakinya perlahan-lahan mulai tertekuk dan ikut berjongkok di depan Taemin.

Tangannya refleks Ia gunakan untuk mengelus puncak kepala namja itu, membuat namja itu mendongak dan harus menatap wajah nanarnya.

“Taemin, kenapa ada disini? pulanglah” suruh Jinri dengan nada parau, Ia mengalihkan mukanya agar Taemin tidak bisa melihat mukanya yang terlalu mengenaskan menurutnya. Menangis. Jinri menangis.

“Jinri-ah? aku menunggumu! Kau datang?!” seru Taemin girang, Ia langsung mendekap Jinri kedalam pelukannya dan tidak ingin lepas, membuat Jinri semakin meraung-raung.

“Taemin-ah, sesak” bisik Jinri. Suaranya tidak keluar, hanya sebuah bisikkan yang bisa Ia keluarkan, namun semuanya masih bisa di tangkap oleh telinga Taemin, Ia melepaskan pelukannya dan menatap Jinri nanar. Jinri menunduk dan bergumam “Aku… Aku mencintaimu. aku harap kau tidak membenciku karna perbuatanku” Jinri segera berdiri dan berlari keluar gang meninggalkan Taemin yang masih penuh dengan tanda tanya dalam benaknya.

“bodoh” Taemin tersenyum sinis dan segera berdiri “Jika kau mencintaiku, kau pasti akan mau berada disisiku selamanya bukan?” omong Taemin entah pada siapa.

“Aku akan mewujudkannya” gumamnya lagi sambil tersenyum lebar seolah telah melupakan semua sakit yang menderanya saat ini.

***

“Ayo di makan dulu sayang” entah sudah berapa kali umma-nya membujuk Hyen Hyo untuk makan. Namun anak satu-satunya itu tetap terduduk bersandar di ranjang tidurnya sambil menatap lurus kedepan. Ani, dia tidak menatap. Matanya kosong. Tidak ada bayangan apapun dalam bola hitamnya. Bibirnya pucat, badannya panas.

Umma-nya membenarkan letak selimut yang menyelimuti setengah badan Hyen Hyo. Sesekali Hyen Hyo sempat tersenyum lalu menangis lagi. Tidak menangis, tidak sesenggukan, juga tidak ada isakan. Hanya sederet air mata yang terus keluar membasahi wajahnya. Mulutnya bungkam. Kupingnya serasa tuli untuk mendengar semua celotehan yang ada di sekitarnya.

“Aku selalu berharap tidak pernah di pertemukan dengan Kyuhyun. Mungkin itu akan jadi lebih baik” gumamnya sendiri. Suaranya terdengar lemah, bahkan seperti bisikan.

“Kyuhyun, terima kasih kau telah menancapkan luka dihatiku” gumamnya lagi. semua gumamannya yang sedari tadi di lontarkannya, membuat hati umma-nya sesak. Umma-nya ikut menangis sambil terus menyemangati anaknya, mengelus puncak kepala anaknya dan memeluknya. Namun anaknya tetap bergeming, tidak ada perubahan. Tidak mendengar sekitar, tidak merasakan apapun. Matanya terus menerawang jauh entah kemana. Padahal di depannya sudah ada tembok yang menghalangi, tapi dari manik matanya, seolah dia bisa menembus tembok itu. Melihat sesuatu di balik tembok itu tiada ujung.

“Nak, di makan dulu” kini ibunya menyuap satu sendok bubur dan di paksakannya masuk. Namun bibirnya tetap mengatup. Tidak terbuka sama sekali. Cairan dari hidungnya perlahan turun, ibu-nya mengelapnya, begitupun dengan air matanya.

“Sudah nak, sudah” seru ibunya sedikit berteriak. Keadaannya terpuruk sekarang, Ia sudah tau semua masalah anaknya. Ini bukan sepenuhnya salah Kyuhyun, Ibunya memaklumi dan bisa menangkap alasan Kyuhyun dengan logika. Ne, beberapa hari yang lalu Kyuhyun ke rumah Hyen Hyo dan menceritakan semuanya pada ibunya saat Hyen Hyo sedang tidak ada dirumah. Waktu itu keadaan Hyen Hyo masih baik-baik saja. Tapi sekarang? Perubahan drastis terjadi pada dirinya.

“Kyuhyun bilang aku tidak boleh membencinya” bisiknya lagi, lalu dia tersenyum miris. “Kau tau? Bahkan aku tidak bisa membencinya. Sehari tidak memikirkannya saja rasanya hidupku hampa” ocehnya lagi. ibunya menutup kedua mulutnya dan berhambur keluar dari kamar Hyen Hyo. Ia sungguh sudah tidak sanggup lagi melihat anaknya yang sudah sama seperti orang gila yang berada di rumah sakit jiwa.

“Bagaimana ya kehidupanku setelah kau menikah dengan Jinri?” Hyen Hyo tertawa dalam sakit, menahan sakit yang terus-menerus mendera hatinya. Bersamaan dengan itu, air matanya terus mengalir deras dan kini isakannya mulai terdengar.

“Kyu…. kau mencintaiku kan?” gumamnya lagi. kakinya Ia pijakkan ke lantai dan mulai berjalan dengan gontai menuju lemarinya. Mengambil sebuah jas yang selama ini sudah menjadi temannya saat Ia menangis. Menumpahkan seluruh air matanya kedalam jas tersebut kemudian memeluknya dengan erat.

“Kyuhyun, aku rindu kau yang selalu menghampiri meja kerjaku saat kita di kantor”

“Kyuhyun, aku rindu kau yang selalu menggait tanganku. Menyusupkan jari-jari tanganmu yang besar ke antara jari-jari tanganku”

Hyen Hyo mengelus bagian jas Kyuhyun mulai dari kerah menuju bagian dada jas.

“Kau sering sekali menyuruhku memegang dadamu hanya untuk membuktikan bahwa kau juga sama berdebarnya denganku saat kita bersama” suaranya semakin tidak jelas diiringi dengan isakan tangisnya yang mendominan.

“telapak tanganmu yang besar, bisa melindungiku” kini tangan Hyen Hyo memegang bagian ujung lengan jas. Seolah-olah ada tangan Kyuhyun disana yang siap menggenggamnya.

Air matanya perlahan menetes membasahi jas Kyuhyun. Ia memeluk jas Kyuhyun dengan sangat erat walaupun rasanya hampa. Wangi badan Kyuhyun terus menempel di jas itu walaupun jas itu sudah berhari-hari berada di tangan Hyen Hyo. Wanginya tidak pernah hilang, dan ini yang menyebabkan halusinasi Hyen Hyo berjalan. Seolah-olah ada Kyuhyun disini. Dipelukannya.

“Kyuhyun, sesalah apapun dirimu. Secacat apapun dirimu, disaat kau tidak memiliki siapa-siapa lagi, aku siap menjadi satu-satunya orang yang mencintaimu” gumamnya lagi. semakin erat memeluk jas Kyuhyun yang sama sekali tidak terasa.

Ibu-nya kembali masuk dan segera memeluk anaknya. Tidak kuasa melihat anaknya yang begitu tersiksa, ibunya sengaja menyuruh Kyuhyun untuk datang, namun dengan kedatangan Kyuhyun kesini, semakin membuat Hyen Hyo stress. Hyen Hyo berjalan menjauhi pintu kamarnya sampai sebuah tembok menghalanginya. Ia melempas jas Kyuhyun asal. Kyuhyun menitikkan air matanya. Menutup mulutnya dengan tangannya, berharap pemandangan yang kali ini sedang dilihatnya bisa lenyap begitu saja.

“Hyen-ah…” isak Kyuhyun. Ia semakin berjalan mendekat pada Hyen Hyo. Hyen Hyo menundukkan kepalanya dalam, tidak ingin melihat Kyuhyun. Dalam sekali hentakan, badannya sudah berada di dalam pelukan Kyuhyun.

“Hyen-ah, percaya padaku aku hanya mencintaimu!” air matanya merembes menyusup ke dalam rambut Hyen Hyo, membuat rambut gadis itu sedikit basah. Sementara Hyen Hyo hanya bisa diam bergeming di dalam pelukan Kyuhyun. Isakannya kini hilang lagi.

“Hyen-ah… aku siap jadi gila karna kau” desis Kyuhyun. Hyen Hyo memejamkan matanya, menikmati setiap inchi keharuman yang menusuk hidungnya. Wangi ini, wangi ini yang sudah menemaninya selama 5 tahun belakangan ini dengan semangat hidup yang baru. Namun sekarang, semangat hidupnya telah hilang begitu saja kala kejadian yang tidak pernah terbayangkan ini datang menyusup ke dalam kehidupan mereka berdua.

“Kau makan ya” Kyuhyun memegang kedua pipi Hyen Hyo dengan bergetar, menatap Hyen Hyo yang terus tertunduk, Ia mendongakkan wajah Hyen Hyo, namun matanya menolak untuk bertatapan dengan Kyuhyun.

Hyen Hyo menggeleng lemah, membuat Kyuhyun semakin merasa sakit lagi. ibunya yang sedari tadi berdiri di ambang pintu menyaksikan drama tragedi mengenaskan yang nyata ini hanya bisa menangis. Sesekali ia memegang gagang pintu atau tembok untuk pertahanannya. Ia tidak pernah menyangka anaknya akan mengalami kisah cinta seburuh ini. Dan reaksi seperti ini.

“Cinta adalah tekanan Kyuhyun-ah, di dalam hatiku… seperti ada beberapa orang yang sedang menghancurkannya. Sakit. Sakit sekali. Sungguh” ucap Hyen Hyo mencoba untuk tegar, suaranya terdengar datar tanpa isakan dan tanpa emosi.

Kyuhyun menggigit bibirnya dan segera meraih mangkok yang berada di samping kasur Hyen Hyo, tidak menggubris pernyataan pacarnya barusan karna itu bisa membuatnya sakit bahkan gila seketika jika Ia sudah kehilangan akal sehatnya.

“Makanlah” suruh Kyuhyun sambil mengacungkan satu sendok berisi bubur penuh. Hyen Hyo menjauhi tangan Kyuhyun dari bibirnya “Hey, aku masih bisa hidup jika tidak makan” gumam Hyen Hyo lalu tersenyum. Senyuman yang bisa membuat Kyuhyun gila. Senyumannya sudah bagai candu baginya.

“Tapi aku tidak bisa hidup jika tanpamu Kyuhyun-ah, jangan salahkan aku jika aku nanti tiba-tiba gila bahkan mati haha” Ia memaksakan tawanya untuk keluar, namun air matanya malah ikut keluar seiring dengan tawa yang dikeluarkannya.

“Lihatlah, ini airmataku. Aku masih punya air mata, aku masih waras” ucapnya ngelantur, Kyuhyun menundukkan kepalanya. Tidak bisa lagi menahan semua perasaan yang ada di dalam benaknya. Ingin sekali Ia berteriak saat ini juga melepaskan semua penatnya. Kyuhyun menoleh ke belakang menatap ibu Hyen Hyo yang sudah terduduk di lantai sambil menangis sesenggukan.

“Umma, kenapa kau menangis? Aish, jinjja! Aku sudah berjanji pada appa untuk tidak membuatmu menangis” kata Hyen Hyo, ia berjalan melewati Kyuhyun namun Kyuhyun mencegahnya dan membawa Hyen Hyo kembali ke dalam pelukannya.

“Percaya padaku. Cinta bukan tekanan. Percaya padaku, aku hanya mencintaimu. Percaya padaku. Aku akan kembali untukmu. Percayalah padaku Hyen, percayalah. Percaya padaku. Aku akan segera kembali membawa kebahagiaan untukmu. Tunggu aku” Kyuhyun melepaskan pelukannya dan segera berjalan dengan cepat meninggalkan rumah Hyen Hyo, melewati ibu Hyen Hyo tanpa mengucapkan satu patah katapun. Hyen Hyo berjalan lemah menuju ibunya dan memeluknya.

“Umma, wae? Aku baik-baik saja. Kyuhyun itu orang yang baik, jadi mana mungkin aku sedih karenanya, dia tidak pernah menyakitiku umma” ucap Hyen Hyo lemah. Ibunya memeluk anaknya erat. Sangat erat. Sampai anaknya merasa sedikit sesak namun senang.

***

Lagi-lagi lagu yang ke-shuffle di iPod-nya adalah lagu Memories. Kini Jinri tidak lagi berusaha untuk mengganti lagunya. Ia ingin tahu apa yang telah Tuhan kirimkan ‘lagi’ untuknya. Liriknya yang begitu dalam….

We used to love during the many days we were together
We used to hurt together- making each other’s pain our own

Where are you? Can’t you hear my voice?
My pained heart is looking for you
Is calling out to you- crazily

 

Air matanya perlahan jatuh menelusuri setiap inchi wajahnya, menikmati setiap alunan nada yang mengalir indah. Menikmati setiap percikkan keluar yang keluar dari para penyanyinya. Mengamati liriknya yang begitu dalam dan juga semua yang ada tentang lagu itu.

My heart, my tears, my memories of you
Drop by drop, they are falling against my chest
Though I cry and I cry, the memories won’t erase
And again today, I drench my empty heart

 

Tuhan, ini benar. Lagi-lagi kau menyadarkanku akan semua harapan kosongku. Aku memang tidak bisa lepas darinya. Aku terus memikirkannya, memikirkan dia dari ujung kepala sampai telapak kakinya. Mengingat setiap inchi organ tubuhnya. Raut wajahnya dengan berbagai ekspresi. Senyumannya yang menjadi candu bagiku. Senyuman yang telah membuat hidupku seburuk ini. Jika aku tidak egois untuk tidak memaksa diriku sendiri agar tidak melihat senyumannya, mungkin semuanya sekarang tidak akan seperti ini. Ya kan Tuhan?

Semuanya benar, walaupun aku terus menangis sampai aku membuat sungai sendiri yang mengalir dengan seluruh air mataku, semua kenangan tentang aku dengannya tidak akan mungkin dan tidak akan pernah terhapus. Aku sedih Tuhan, aku mencintainya, sangat mencintainya. Tapi kau malah membuat garis hidupku jauh dari perkiraanku. Aku munafik, telah membohongi perasaanku sendiri demi ego.

Hatiku lagi-lagi hampa, sama seperti apa yang telah di lukiskan oleh lagu ini. Aku mencintainya tapi dia tidak ada dalam hatiku Tuhan, dia lari. Lari jauh dari jangkauanku. Aku pun menghindarinya. Kita tidak akan pernah bersatu Tuhan, aku tidak bisa meraihnya. Dia bagaikan bintang, jauh di atas sana. Tanpa bisa di raih oleh tanganku sendiri. Hatiku hampa mencintai tanpa dicintai. Aku mencintainya, tapi kau seolah memaksaku untuk mencintai Kyuhyun, aku mana bisa Tuhan. Hidupku ada padanya. Seluruh ragaku ada padanya. Aku hanya akan merasa ‘hidup’ jika aku bersamanya. Bukan seperti ini!!!!

We used to like each other- you laughed at my smile
We used to cry together- you were pained by my tears

Where are you? Can’t you see my tired body?
My pained heart is looking for you
Is calling out to you – crazily

 

Senyumnya… tawanya… lekukan-lekukan kecil dimukanya… kerutan-kerutan di pinggir matanya yang begitu indah dilihat saat dia tertawa… mulutnya yang terbuka lebar, bibirnya yang tipis, hidungnya yang mancung, semuanya yang ada di raut wajahnya, aku menyukainya Tuhan. Dia begitu sempurna bagiku. Tidak ada celah. Benar-benar makhluk paling sempurna yang pernah aku tau. Melebihi apapun.

Kita pernah menangis bersama saat itu. Dia mengelap air mataku lalu memelukku. Menangis di dalam pelukanku. Kita menangis bersama, dia terisak, aku terisak. Dia mengelus rambutku lembut, menyusupkan butiran-butiran kecil air matanya ke dalam rambutku. Aku menyandarkan mukaku di bahunya, membasahi bajunya dengan air mataku. Setelah itu kami saling tertawa dan menghapus air mata masing-masing. Menyadari bahwa kami berdua sama-sama terlihat anehnya saat menangis. Kenangan itu… aku tidak bisa melupakannya Tuhan.

Dimana dia sekarang Tuhan? Walaupun aku baru saja bertemu dengannya, tapi apakah sekarang aku sudah berada jauh lagi dari sisinya? Jangan buat aku jauh darinya Tuhan walaupun aku memang ingin jauh darinya agar bisa membuatku tidak sedih lagi, tapi aku baru sadar kalau aku membutuhkannya. Sangat membutuhkannya. Dia bagaikan oksigen bagiku.

Aku lelah, aku terlalu mengejarnya yang sudah berlari jauh. Hatiku terus-menerus mencarinya entah sampai kapan. Tidak peduli betapa tersiksanya aku saat ini. Aku lelah atas semua siksaan yang kau berikan Tuhan, aku lelah karna perasaan ini yang tidak kunjung pudar. Aku lelah karna kau memberikanku banyak sekali air mata yang bisa kutumpahkan setiap saat. Aku lelah memikirkannya, menangisinya. Aku gila!! Tidak bisakah kau bikin aku hidup dengan normal kembali? Membawaku kembali hidup pada dunia yang aku inginkan? Tanpa tangisan, tanpa kesedihan, tanpa kebimbangan, tanpa keraguan, tanpa semua perasaan yang persetan.

Aku ingin seperti dulu. Melihat senyumnya setiap hari, tertawa bersamanya, bergandengan tangan dengannya, dirangkul olehnya, makan di meja makan berdua dan saling mengejek, semuanya. Semua hal yang sudah terjadi di rumah itu saat kami berdua tinggal bersama. Semuanya tanpa ada yang terlewati. Bisakah kau mengembalikanku ke dalam dunia itu lagi Tuhan? Ku mohon…..

Please come back to me- I call out your name every night
And in my exhausted waiting, I wander around and look for you

 

Buat dia kembali padaku Tuhan, buang janin ini. Sadarkan aku dari mimpiku. Katakan padaku bahwa ini hanya mimpi burukku.

Bisa kan kau dengar teriakanku setiap hari yang selalu menyebut namanya dari yang bersuara sampai tidak bersuara karna tidak sanggup mengeluarkan kata-kata? Kau bahkan bisa mendengar jeritan dalam hatiku bukan? Lalu kenapa kau tidak pernah mengabulkan permintaanku? Kau tau aku sangat membutuhkan Taemin dan sama sekali tidak membutuhkan Kyuhyun, bukan? Tapi kenapa kau malah buat aku hidup dengan Kyuhyun? Seolah aku hanya butuh Kyuhyun di hidup ini. Kau salah besar Tuhan, aku butuh Taemin. Bukan Kyuhyun!

“Buka pintunya Jinri-ah!!” teriak seseorang dari luar, membuat pikiranku yang telah ngelantur kemana-mana kembali buyar. Aku menghapus air mataku dan melepas headset yang melekat di telingaku dan segera berjalan mendekati pintu. Membuka pintunya secara perlahan. Aku tidak bisa mendengar suara siapa tadi, tidak jelas. Tapi yang pasti, itu pasti Kyuhyun. Karna sekarang aku berada di apartemen Kyuhyun.

“Jangan pergi lagi!” dalam sekali hentakan Taemin langsung memelukku. Memelukku erat. Dengan…. isakan. Dia menangis! Tuhan, dia menangis. Bukankah aku sudah bilang padamu jangan sakiti dia? Kenapa dia menangis???

Aku terus berdiri mematung, tidak tahu apa yang harus ku lakukan sekarang. Semuanya terjadi seperti mimpi. Ini pasti mimpi. Aku baru saja memikirkannya, jadi ini pasti masih menjadi sebagian dari halusinasiku.

Namja ini pasti Kyuhyun, bukan Taemin.

Tapi pelukan ini… ini pelukan Taemin Tuhan….

“Jinri-ah, jangan pergi dari aku lagi. ku mohon. Kau tidak tahu betapa tersiksanya aku harus hidup tanpa kau huh?” bentak Taemin yang masih memelukku. Ia menopangkan dahunya pada bahuku. Aku menelan ludahku dengan susah payah. Masih tidak bisa berkata-kata. Seandainya ini memang mimpi, aku terima Tuhan, ini memang seperti mimpi.

Taemin melepaskan pelukannya dan menatapku tajam. Kedua tangannya Ia tempelkan di pipiku. Matanya yang merah karna baru saja menangis membuat sayatan kecil di hatiku semakin bertambah. Hidungnya yang merah dan mengeluarkan cairan membuat pedang di dalam hatiku semakin bertambah. Bibirnya yang basah terkena air matanya sendiri membuat lubang di hatiku semakin lebar.

“Aku mencintaimu Jinri. Aku tidak mencintai Hyen Hyo. aku telat menyadari ini, tapi aku tidak menyesal. Ini belum terlambat. Aku mohon kali ini jangan lari dariku lagi. dengarkan aku, aku mencintaimu. aku membutuhkanmu saengie-ah”

Deg! Tuhan, aku sedang tidak salah dengar bukan? Ini bukan karna efek telingaku baru saja di sumpel dengan headset kan Tuhan? Ini nyata kan Tuhan?

Air mataku kembali menetes, dan dalam sekejap Taemin mengelapnya dengan jempol tangannya. Membuatku kembali mengingat masa-masa dulu dimana Ia sering mengusap air mataku saat aku menangis.

“Aku mohon kali ini ikut aku” pintanya. Aku hanya mengangguk. Kali ini aku tidak mau munafik, aku mencintainya. Tuhan, see? Dia mencintaiku! Ubahlah jalan takdirku Tuhan. Jangan kau buat hamba-hambamu merasa menyesal telah dilahirkan. Ini seperti tidak adil bagi kami  berdua.

Taemin membawaku masuk ke dalam mobilnya. Aku hanya bisa duduk tanpa bergerak. Mataku terus memandang lurus ke jalanan. Tidak ada sepatah katapun yang keluar dari mulutku. Aku terlalu tegang. Aku sedang bersama Taemin. Taemin baru saja menyatakan cintanya padaku. Aku senang, aku bahagia. Tapi sebentar lagi aku pasti akan terhempaskan lagi. aku tidak mungkin bisa bersama Taemin, bahagia bersama Taemin, menjalani hidup bersama-sama lagi bersama Taemin.

Semua pikiranku buyar seketika saat aku merasa aku mengenali jalanan ini… ini kan… ini jalanan menuju bandara.

“taemin-ah, kita ingin kemana?” satu pertanyaan yang telah merombak suasana hening di antara kami berdua.

“bandara. Kita harus pulang Jinri-ah, aku akan menjelaskan semuanya pada orangtuamu. Aku mencintaimu. aku akan mengakui bahwa itu anakku” ucap Taemin tanpa melihat ke arahku. Aku membelalakkan mataku kaget.

“Ini… aku sedang bermimpikah?” tanyaku ragu.

“ini anak Kyuhyun Taemin-ah, bukan anakmu!” bentakku.

“Aku mencintaimu Jinri. Apa kau tidak bisa merasakan hatiku sekarang?”

“apa kau pernah merasakan hatiku selama ini huh? Kau bahkan tidak peduli dengan perasaanku yang begitu tersiksanya seperti apa. Lalu sekarang kau datang disaat kau sudah menghancurkan hatiku seperti atom dan membangkitkan semangatku dengan cara seperti ini? Mengakui hak orang lain? Ini anak Kyuhyun, bagaimanapun ini anak Kyuhyun!”

“secara biologis itu memang anak Kyuhyun, tapi aku akan bertanggung jawab. Ini salah satu permintaan maafku karna selama ini aku tidak pernah melihatmu dan menganggapmu sebagai bagian penting bahkan sangat penting dalam hidupku!”

“Aku tidak ingin kehilanganmu lagi Jinri, apa kau tidak merasakan hal yang sama? Atau kau mau ini menjadi pertemuan terakhir kita? Aku akan bunuh diri setelah ini jika kau menolakku. Maka aku mohon, kali ini turuti aku” pinta Taemin memelas sambil memperlambat laju mobil. Aku menundukkan kepalaku, menimang-nimang perkataan taemin barusan. Semuanya terdengar begitu mustahil saat Taemin bilang Ia akan bertanggung jawab. Ia akan menikahiku, itu kan bahasa gampangnya? Benar bukan? Apa kali ini lagi-lagi aku sedang mengigau? Tch!

***

Kyuhyun membanting ponselnya karna kesal ke jalanan. Tidak peduli dengan ponselnya yang kini terlindas mobil dan hancur berkeping-keping. Berkali-kali Ia menelfon Jinri tapi tidak di angkat. Jinri meninggalkan ponselnya di kamar saat Taemin memaksanya untuk ikut. Tidak ada waktu, tidak sempat, Jinri tidak sempat untuk hanya sekedar mengambil ponselnya, bahkan teringat akan ponselnya saja tidak.

Kyuhyun menyetop taksi dan segera meluncur ke apartemennya, Ia mendapati hp Jinri tergeletak di kasur dengan headset yang masih terpasang dan terdengar sebuah lagu yang masih mengalun indah. Tapi, Kyuhyun sama sekali tidak mendapati Jinri berada di kamarnya, bahkan di setiap sudut rumahnya. Berkali-kali Kyuhyun teriak memanggil nama Jinri, namun Jinri tidak ada. Beberapa pikiran buruk merasuki pikirannya.

Sebenarnya ada hal yang sangat penting yang ingin dia bicarakan dengan Jinri. Mengenai keputusannya bahwa mereka akan menikah. Entah ada angin apa, tapi saat melihat Hyen Hyo yang begitu tersiksa tadi, Kyuhyun jadi semakin tidak tega. Ia jadi ingin membunuh dirinya sendiri atas semua kesalahan ini. Ia ingin bicara pada Jinri bahwa Ia ingin membatalkan semua pernikahan ini, demi Hyen Hyo, demi perasaannya, tapi bagaimana dengan Jinri???

Aishhh!! Kyuhyun menjambak rambutnya kuat. Merasa kesal dengan semua pikiran bodoh yang sedari tadi menggelayutinya.

Taemin… ya Taemin! Tiba-tiba Kyuhyun teringat akan Taemin. Akan janjinya saat itu di kedai jajangmyeon.

“aku yang akan bertanggung jawab…”

“aku yang akan bertanggung jawab, aku yang akan menikahinya dan aku yang akan bicara pada kedua orang tuanya bahwa aku yang menghamilinya”

“dan satu lagi, anak yang ada dikandungannya, akan menjadi milikku seutuhnya. Dan KAU…”

“takkan pernah ku biarkan kau menyentuh anakku”

Kyuhyun menjetikkan jarinya dan segera berhambur lari ke kamar Jinri, mengambil ponselnya dan segera mencari kontak Taemin di ponsel Jinri.

“Yeobosaeyo Taemin-ah” sapa Kyuhyun dengan tergesa-gesa.

“Siapa kau?” tanya Taemin bingung.

“Kyuhyun. Hm, kau ingat janjimu saat di kedai jajangmyeon beberapa hari yang lalu? Kau akan bertanggung jawab akan kehamilan Jinri bukan? Ku mohon bantu aku, bukannya aku tidak ingin bertanggung jawab…”

“Aku tidak ingin menolongmu. Aku disini sedang tidak menolongmu, tapi memperjuangkan cintaku. Tinggalkan Jinri mulai detik ini” Taemin memotong pembicaraan Kyuhyun. Kyuhyun hanya mendesahkan nafas lega, setidaknya masalah ini tidak akan menjadi serumit apa yang telah dibayangkannya. Kyuhyun hanya mengangguk tidak menjawab dan segera memutuskan sambungannya.

Ia berlari ke garasi dan segera melajukan mobilnya menuju rumah Hyen Hyo.

“Jagiya, aku membawa janjiku. Aku membawa kebahagiaan untukmu…” gumam Kyuhyun selama diperjalanan.

Tbc

Nb : Holla~*~*~*~*~*~*~*~*~*~*~* bagaimana malam minggunya??? hehehe

Oh iya, aku mau konfirmasi terlebih dahulu nih, kayanya untuk minggu depan aku ga bisa posting LOVE IS PUNISHMENT PART 11 – ENDING deh dikarenakan beberapa hal hehehe. Tapi kalau ternyata bisa yaaa insya Allah aku sempetin ya🙂 jadi tongkrongin aja FFindo atau Blog pribadi aku burningjonghyun.wordpress.com

Ada yang ingin ditanyakan masalah FF ini? Comment aja langsung dibawah ya^^

Tapi kalau ada yang mau ditanyain lebih detail sedetail2nya tentang aku, tentang SELURUH FFaku, tentang apapun yang tidak ada hubungannya dengan comment FF ini, bisa langsung buka blog aku dan comment di salah satu pagenya🙂 gomawo^^

Ini bukan promosi, cuma hanya sekedar memberitahu hehehe

Oh iya, sadness 1 part lagi ending, LIP juga 1 part lagi ending. My Nightmare juga cuma tinggal ficlet2 aja. Huaaah rasanya ga rela ninggalin mereka begitu aja. Mau bikin FF baru, tapi aku takut ga bisa publish cepet karena waktu aku semakin sibuk aja di sekolah. jadi ya ya ya, liat aja nanti ya^^ kalau aku bikin FF baru, aku AKAN LANGSUNG memberitahu kalian VIA TWITTER atau VIA Handphone. Oke??? See ya^^

38 responses »

  1. ya ampun hyen hyo hampir gila~~
    feelnya dapet bgt.. aku paling kasihan ma si hyen~ cinta mati ma si kyu
    semua pihak saling tersakiti huhu sedih bgt baca nich ff :(…
    aku sich berharap kyu ma hyen aja hehe trus taemin ma jinri…
    lanjut ya nisa.. overall keren^^ ..
    fighting ya ngelanjutin ff nya😀

  2. Huah ,
    eonnie nangis beneran nie di bagian hyen hyo yang kyak orang gila .
    # tanggung jawab saeng .

    Tpi akhir.ny happy ending ,
    mkin seru saeng ,

    oh iya ,
    ntar kalo ff LIP sm Sadness.ny tamat ,
    mw bwt ff Lgy gak saeng ?

    • Banyak yang nangis dibagian itu ya. Heran:/

      Thanks ya unnie:) hehehe

      Niatnya sih bikiiiiin tapi insya Allah bukan FF angst hehehehe
      Sore ini teasernya release loooh^^ teaser loh ya un, bukan prolog wkwkwk

  3. Nisaaaaa!!! GUE NANGIS NIH BACANYAA!!! TANGGUNG JAWAB HIKS ;—( *ganyante* aaaa hyen-hyo jangan syediiihh kan masih ada akuu😄 MWOYA?! Tinggal 1 part lagi? BIKIN SEKUEELLL!! YAYAYA ;;)

  4. Huaaaaa !!!! (╥﹏╥)
    Unnie tanggung jawab nie. Airmataku telah menghabiskan 1 lembar tissue yg dikarenakan membaca ff unnie #loh

    Taemin aaaa ~
    Menikahlah dengan jinri

    Kyuhyun aaaaa ~
    Kembalilah dengan hyen hyo

    Waaaa, kok endingnya barengan un ? Yg LIP tnggal 1 part lg, sadness juga tnggal 1 part lagi.. Unnie, dtnggu ya sadness nya.. Ntar baca sadness nangis lagi deh, hahaha ~

    Uri unnie hwaiting !!🙂

    • Wah yang tanggung jawab si Kyuhyun aja tuh suruh nikahin kamu😀

      Hahaha doain aja mudah2an aku cepet dapet pencerahan buat bikin Endingnya Sadness wkwkwkwk

      Thanks ya Ga^^

  5. Aigoo
    Gak bisa bayangin gimana kalo jadi hyen…
    Udah nyoba ngerelain tapi tetep gak bisa
    Pokoknya jadi hyen nyesek banget sih

    Kyu juga nih
    Galaaaau
    Kesel deh sama kyu disini
    Kesannya tuh kayak cowo bimbang gak bisa nentuin arah tujuan *alah bahasanya
    Diawal awal udah yakin sama jinri
    Tapi diahkir akhirnya malah kesannya pengen buang jinri
    Huhh keseeeel banget

    Tapi sekesel apapun gak bakal bisa mengurangi rasa suka ku ke kamu kok chokyu ^^

    Taeeeem???
    Ngerokok??????
    Gak bisa bayangin dehh
    Kok lama lama tambah cinta ya saia sama karakter taem
    Pokoknya taem muach

    Jinri?
    Bingung mau koment apa buat dia
    Dipikiranku cuma satu kata
    Kasian…..

    Tapi karakter kyu sama taem kayak ketuker yah
    Bodo amat yang penting

    Sukaaaaa
    Seruuuuu
    Kereeeeen

    ^-^

    • Kyuhyun kan bukan kompas, jadi ga bisa nentuin arah deh un😀 hahahahahhahahahahhahahahahahahahhaha LOL =))

      Ga bisa ngebayangin? Loh aku malah bisa ngebayangin loh un si Taemin ngerokok. Coba deh bayanginnya dengan Taemin berambut merah. Itu taemin manly abis pas rambut meraaah RAWR ><

      Emang ketuker😀 hahahahhaa

      Thanks a lot ya un^^

  6. akhirnya publish juga yg full part. jd ceritanya kyu mau kabur ma hyen dan jinri ma taemin gt?? asik2 di tgu next partnya saeng. btw kapan sadness ending??? eh klo ini ending trz sadness ending nti sisanya tgl nightmare sama yg project baru itu yahh.
    saeng sms sori masih blm bs di bales ni. klo bls jg bls apa ya?? biasanya stlh bc sms lgsg buka blog trz lgsg komen di blog jd binggung mau bls sms apa… lagian lg mau irit pulsa nii.. ;3

    • Yaaa sepertinya begitu un:D
      Sadness endingnya kapan???? hahahahhahha belum aku bikin un ^^v *peace*

      Gpp kali un, santai aja hehehehe smsnya juga bukan sms penting ini :p

      • penting bgt mnurut ku soalnya stiap kamu sms aku lgsg aku open ni blog.

        eh jgn lama2 sadnessnyaaaaa

  7. Sbnr na yg plg tragis nasib na tu s jinri, d awal cinta na brtepuk sblh tngn, dhamili org, org na g cnta pula ma dy, tp untung aja taemin akhir na sadar …
    Ayo cpat dpublish part ending na saeng…

  8. Huaaaaaahhhh lega eonn liat certia ini. 9 part terakhir kemaren itu bener2 nguras emosi sm air mata aku!!! (?) *lebaayy -…..- *skip
    eonn, sumpah aku bahagia banget. Tau ga eonn? Kalo aku baca ff eonn tuh serasa aku yang meranin!! Dapet feel nya bgt!! Eonni, itu lirik lagu apa? Aaaaaaa aku mau doonng dikasih tauuuu. Itu lagunya aku bangeettss *hahhaa alay.–.*
    gimana sama project novel eonn? Diterimakan? Aaahh aku udah penasaran bgt nih, seorang nisa eonni bikin novel russian. Aahh aku penasaran!! Hehe
    okeh ini cukup panjang komen nya. Terus lanjutin semua FF keren eonn yah! Fighting!

  9. huh tarik napas dulu deh, saeng kau bener2 bakat buat cerita sadness, bikin aku kalang kabut baca nya, miris bgt,
    apalagi hyen, kasian dia ya tuhan,
    but at least dia ama kyu lagi hehe,
    ditunggu next part nya🙂

  10. iiiiiiiii susah banget perjalanan cinta mereka!! kasian banget hyenhyo kayak orang gila dia…
    yeah akhirnya kyuhyun sama hyenhyo bersatu juga!!!!
    gx sabar nunggu ending!! cepat2 publish ya chingu

  11. kerennkerennkerenn….:)
    aq jdi dugeun” bacanya….O.O…
    ngga tega pas baca bagian hyen’a….T_T
    sampee frustasiii gtoo…
    tpi aq suka pas taemin bilang mo nikahin jinri ngakuin itu anak’a trus ngga bolehin kyuhyun ganggu” anak’a lgii…..kyk’a taemin’a dewasa kaleee…:)…

    waaa next chap dah end….:'(
    ditunggu ya~~…

  12. Haaahhh, kenapa itu jinri d buat hamil si saeng?
    kan rasax tetep nyesek aja kalo kyu pux anak dr orang lain, sumpah nyesek deh. part 11 uda end ya? hiks, mg2 pas kyu datengin Hyen hyo, dianya sakit parah trus kyu ngerasa salah, n jinri keguguran #lho doax sadis
    haha, biar kyu gajadi pux anak m orang lain.

  13. Sudah baca dr prolog smp part 10, tp sorry aku cm comment di part 1 sm part ini, penyakit kalo nemu ff yang menarik dan ceritanya udah dibuat beberapa part ato malah sdh ending part pasti commentnya diawal dan diakhir, jd maaf karna buru2 lanjut jd ga comment.
    Km bener2 master nya angst story, tp aku kali ini kok santai aja yah, apa karna konflik puncaknya sama ky sadness, ada orang ke3 trs kyu mabuk, ga sadar pas lg berhubungan sicewe hamil pula.
    Aku tggu LIP ending story versi km yah.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s