SADNESS Part 12 [ENDING]

Standard

Author : Nisa Ayu Thayalisha Hadi (Nam Hyen Hyo)

Cast :

Cho Kyuhyun

Nam Hyen Hyo

Jang Hye Ri

Lee Jonghyun (CN BLUE)

Title : Sadness Part 12 (ending)

Length : on going~

Genre : Romance, Angst

Rating : PG-13

Disclaimer : The casts are belong to God, and this Fan Fiction is belong to me kekekeke~ i own this plot ok?

Note : This is pure my imagination.

Credit Poster : cutepixie@darkreflection.so-pink.org

===============================================================

Hyen’s Quotes

“Mencintai orang yang kita cintai dengan tulus itu tidak sesederhana dengan kita mengucapkan ‘Aku mencintaimu’. Sekuat apapun kita menahan pahitnya jatuh cinta pada akhirnya akan terjatuh juga.”

 

Kyuhyun’s Quotes

“Tidak ada kata ‘sempurna’ dalam hidup yang dapat mengalihkan diriku dari apapun, tetapi kesempurnaan kau dalam mencintaiku telah berhasil mengalihkan diriku dari hal apapun. Termasuk duniaku.”

 

Hye Ri’s Quotes

“Aku mencintaimu bukan karena semua kelebihanmu. Aku mencintaimu bukan karena bagaimana caranya kau untuk cinta padaku. Aku mencintaimu bukan karena semua kata-kata indah darimu untukku. Tapi aku mencintaimu karena aku menyukai bagaimana caranya kau membuatku jatuh cinta padamu.”

Jonghyun’s Quotes

“Mencintaimu sama halnya seperti aku sedang berjalan di atas sebuah papan balok yang sempit dan panjang. Harus dapat mengimbangi diri. Dan terfokus padamu. Maka sekalinya aku membuang pandangan, pada akhirnya yang aku rasakan hanyalah rasa sakit sakit dan sakit.”

Author’s Quotes

“Mencintai, adalah satu kata bermakna kompleks yang dapat mengubah seluruh hidup manusia. Mencintai adalah aku dan kamu. Dia atau orang lain. Mencintai seseorang adalah suatu rasa yang mana disaat kau mendengar nama orang kau cintai disebut, maka senyum mengembang akan terukir di wajahmu.”

~*~*~*~*~*~*~*~*~*~*~*~* SADNESS – ENDING ~*~*~*~*~*~*~*~*~*~*~*~*~

Flashback

07. 13 AM

@Jonghyun’s Apartemen

“Ada apa lagi kau kemari?” Ketus pemilik rumah dengan perubahan mimik wajah saat menyadari bahwa wanita yang ada di hadapannya adalah wanita yang sudah hampir Ia lupakan. Melupakannya, bagaikan dia harus melewati 1000 rintangan. Dan disaat dia sudah hampir mencapai rintangan yang ke-900, wanita ini muncul lagi di hadapannya? Oh mungkin Tuhan benar-benar tidak menyetujui akan rencana pria ini untuk melupakannya.

Wanita bertumbuh ramping dengan perut yang membulat besar masuk begitu saja tanpa persetujuan dari pemilik rumah. Dia menghempaskan tubuhnya di atas sofa, membuat perutnya sedikit terguncang dan dia merintih tertahan lalu tertawa saat menyadari ada sesuatu yang menendang perutnya dari dalam.

“Anakku sebentar lagi akan lahir” ucapnya bangga. Namun pria yang diajak bicara hanya memasang wajah acuh dengan badan yang Ia sandarkan di tembok.

“Lalu? Ada hubungannya denganku? Kau pikir dia anakku?” lagi-lagi perkataan yang terlontar dari mulut pria ini menyayat hati sang wanita. Tapi wanita itu hanya bisa tersenyum demi menutupi semua sakit yang ada di hatinya.

“Kau tau bagaimana hancurnya hidup keluarga kami—wanita itu-Kyuhyun-Hyen Hyo—saat kau membuat keputusan untuk memutuskan hubungan kita? Kau tidak tahu kalau ternyata Hyen unnie menggugat cerai Kyuhyun oppa dan Kyuhyun oppa menyanggupi? Kau tau karena apa? KARENA ORANG YANG SELAMA INI SEHARUSNYA MENJAGA DAN MELINDUNGIKU SUDAH PERGI DARI SISIKU!!!!” teriak wanita mungil di hadapannya dengan frustasi.

“Apa peduliku jika begitu? Apa aku harus kembali ke sisimu dan merujukkan kembali Kyuhyun dan Hyen Hyo, begitu?”

“Jonghyun-ah, tidak pernahkah kau berpikir bagaimana perasaanku saat kau meninggalkanku begitu saja?”

“Aku memikirkannya. Tapi kau tidak pernah memikirkan bagaimana perasaanku saat mengetahui bahwa kau harus hamil anak Kyuhyun!” teriak Jonghyun tidak kalah kerasnya. Wanita yang ada di hadapannya kini menyenderkan punggungnya ke sofa dan menangis. Menggigit bibir bawahnya agar tidak terlalu keras isakan yang ditimbulkannya.

“Aku memikirkannya… aku tidak pernah menyangka ini akan terjadi, Hyun~ah!” suaranya melemah, bagaikan seorang drummer yang memukul alatnya tanpa ada tenaga.

“Jangan pikirkan masa lalu. Jangan pikirkan mengapa kau bisa hamil. Yang kau pikirkan sekarang adalah masa depanmu. Bagaimana kau harus menghidupi anakmu dengan Kyuhyun berdua dan melupakan aku. Motifmu untuk datang kesini apa? Kau ingin aku kembali padamu? Sekalipun aku masih mencintaimu, aku tidak akan mungkin kembali padamu! Kembali padamu sama halnya seperti aku menceburkan diriku sendiri ke dalam api neraka!”

“Masih ada yang ingin kau bicarakan lagi? Atau sudah tidak ada? Jika sudah tidak ada, aku rasa kau bisa pergi” Jonghyun berjalan ke arah pintu rumahnya dan membukanya lebar-lebar. Bersandar pada daun pintunya seolah-olah menunggu wanita yang masih terduduk itu untuk pergi dan meninggalkannya.

“Kau…. Setega itukah kau padaku, Hyun~ah? Kau membenciku?” tanya Hye Ri dengan nada naik turun tidak seimbang. Matanya menyipit dengan tajam menatap mata tajam Jonghyun. Air matanya menggenang banyak sampai sampai mata aslinya sudah tertutup dengan air mata.

“Jika tidak begini, kapan lagi aku bisa melupakanmu? Kau pikir mudah?”

PLAK! Satu tamparan mendarat dengan mulusnya di atas pipi pria berdada lapang berkulit putih susu itu. Dia memegangi bekas tamparannya dan tersenyum sinis pada wanitanya. Wanita itu berjalan meninggali Jonghyun dengan langkah berat.

“Baguslah. Terima kasih atas oleh-olehnya. Aku harap kau tidak akan pernah kembali lagi” Seru Jonghyun seolah-olah dia menyenangi hal ini. Wanita itu berbalik menatapnya dan menjatuhkan satu tetes air mata dari dagunya. Jujur, hal ini membuat Jonghyun tidak tahan untuk tidak menangis juga. Tapi selama masih ada wanita ini di hadapannya, tidak mungkin dia menangisinya. Untuk apa? untuk membuat wanita itu semakin berharap padanya? Tidak mungkin! Sekalipun pria ini harus hidup seorang diri sampai tua dan ajal menjemputnya, Ia rela. Karena tidak ada wanita manapun yang bisa menggantikan posisi wanita ini di hatinya.

“Maafkan aku” gumam Jonghyun sambil menghembuskan nafasnya panjang saat wanita itu sudah masuk ke dalam lift yang tidak jauh dari pintu rumah Jonghyun. Seberusaha apapun untuk pria ini melupakan wanita itu, Ia baru menyadarinya sekarang bahwa hal itu tidak akan pernah terjadi. Jika dibilang dia sangat mencintainya, sudah tentu. Tapi jika dibilang dia tidak bisa hidup tanpa wanitanya, bukan itu alasan sebenarnya. Hanya saja, pria ini terlalu menaruh hati dan minatnya pada wanita itu. Jang Hye Ri. Wanita yang telah mengisi hari-harinya menjadi cerah. Secerah matahari menyinari dunia saat musim panas.

 

07. 29 AM

“AWAS!!!!!!”

Now, at Seoul Hospital

“Kau serius? Dia ada dimana sekarang?” pria bertubuh menyerupai mannequin itu menghampiri pria satunya yang memasang wajah tidak kalah paniknya dengan dia. Sementara wanita yang sedari tadi mengikuti langkah besar kaki suaminya hanya bisa mengatur nafasnya dengan pelan dan merasakan sedikit nyeri pada bagian perutnya.

“Aku tidak tahu jika ini akan terjadi!”

“Apa yang terjadi? Dia mendatangimu?” dia hanya mengangguk dan Kyuhyun menghembuskan nafasnya. Sementara itu, suara nafas wanita di belakangnya masih berderu dengan kencangnya.

“Gwaenchana!” Kyuhyun merengkuh tubuh kecil istrinya ke dalam pelukannya. Mengelus rambut coklat panjangnya sekaligus menenangkannya dengan cara mengusap punggungnya pelan dan berkali-kali.

“Keluarga Jang Hye Ri?” tanya sang dokter yang baru saja keluar dari ruang UGD. Wajahnya benar-benar mengekspresikan bagaimana dia mengecewakan dirinya sendiri. Tampak ada raut wajah tidak senang yang tampak jelas dari sorotan matanya. Jonghyun, pria pertama yang menghampirinya dan bertanya bagaimana kondisi wanita yang sudah hampir membuatnya gila itu.

“Aku suaminya” seru Jonghyun berbohong, Ia menoleh pada Kyuhyun dan Kyuhyun hanya mengangguk. Berbinar, mungkin itu satu kata yang bisa menggambarkan bagaimana kondisi mata Jonghyun saat ini. Bukan berbinar karena dia senang, tapi berbinar karena perlahan-lahan air di matanya mulai keluar dan membuat matanya berkilau, bercahaya.

“Maafkan kami. Kami sudah berusaha dengan kemampuan kami. Tapi istri anda…” Jonghyun memegang lengan pria paruh baya di depannya dengan mimik wajah aku-mohon-jangan-katakan-hal-buruk.

“Hanya bayinya yang dapat kami selamatkan, selebihnya, kami mohon maaf atas kegagalan kami” Satu bulir air mata jatuh begitu saja dari matanya langsung menuju lantai yang jaraknya sekitar 180 cm. Mulut pria ini menganga tidak percaya. Matanya fokus pada lantai putih yang kini sedang Ia pijak. Pria paruh baya ini merasakan sakit di lengannya akibat genggaman Jonghyun yang terlalu menekan. Ia mengelus bahu pria muda yang sedang shock ini dengan lembut, memberinya sedikit ketenangan. Namun pria ini langsung berlutut di lantai tanpa mengeluarkan sepatah katapun. Lagi-lagi air matanya menetes. Pipinya tidak basah. Setiap air mata yang keluar dari matanya, langsung terjatuh ke permukaan lantai tanpa harus melewati pipinya dulu untuk disusuri.

“Kami mohon maaf yang sebesar-besarnya. Dan saya mewakili pihak rumah sakit turut berduka cita” karena Jonghyun tidak mungkin lagi mendengarkan kata-kata yang terucap dari mulut siapapun, pria paruh baya ini berbicara pada Kyuhyun yang sama-sama sedang shocknya dengan pria yang kini masih berlutut di dekat pintu UGD. Wajah wanita di sampingnya basah karena air mata. Hal seperti ini memang tidak pernah mereka perkirakan sebelumnya. Bagaimana seorang Jang Hye Ri akan meninggalkannya terlalu cepat. Secepat dia masuk ke dalam keluarga mereka tanpa adanya persetujuan dari dua pihak yang ingin direcoki—Kyuhyun dan Hyen Hyo—dan kini, Ia juga harus pergi secepat mungkin tanpa adanya persetujuan dari semua pihak yang menyayanginya. Terutama dari 3 orang yang kini sedang sama-sama merasakan culture shock yang berlebihan.

Hyen berlari ke arah Jonghyun. Berlutut di hadapannya dan memeluknya erat. Tangannya semakin Ia eratkan pada bagian leher Jonghyun saat Jonghyun mengeluarkan sepatah kata yang membuat hatinya seperti tersayat. “Dia masih ada” seru Jonghyun tanpa isakan. Namun air matanya tetap terjatuh deras. Sederas bagaimana rasa cintanya untuk wanita itu mengalir.

“Jonghyun-ah, sudahlah” Hyen mencoba menenangkan. Sementara Kyuhyun hanya bisa terduduk di kursi tunggu sambil mencoba untuk menghubungi keluarganya dan keluarga Hye Ri.

“Dia datang ke rumahku pagi ini”

“Sudah sudah” isak Hyen Hyo sedikit berteriak. Masih memeluk pria itu.

“Dan aku memarahinya tanpa ampun” lanjutnya lagi.

“Jonghyun-ah, ku mohon. Berhenti”

“Dia menangis di hadapanku. Karenaku”

“Dia bilang padaku anaknya akan lahir”

Hyen mengelus rambut Jonghyun dengan lembut, memberikan rasa kasihnya pada pria ini. Mencoba untuk menenangkannya. Namun pria ini tetap bergeming. Terdiam dengan posisinya dengan mulut yang terus bergumam mengatakan sesuatu yang telah terjadi pada mereka berdua pagi ini.

“Dan aku katakan padanya bahwa aku tidak peduli”

“Dia tersenyum. Dan aku sinis padanya”

Jonghyun mencoba untuk melepaskan pelukan Hyen Hyo yang erat. Matanya berkaca-kaca. Dan bibirnya terangkat untuk membuat seulas senyum yang menampilkan lesung pipitnya.

“Aku menangisinya sedetik sebelum dia pergi meninggalkanku sendiri. Dan sekarang apa yang dapat aku lakukan? Meminta maaf? Dimana kesempatanku? Tidak ada!!” teriaknya frustasi. Ia menjambak rambutnya sendiri dan berlari menuju ruang UGD, menemui mayat wanitanya yang sudah pucat dan berlumuran darah. Perutnya sudah tidak sebesar beberapa jam yang lalu. Dan wajah riangnya sudah tidak bisa lagi bertengger di wajahnya. Bekas air matanya masih terlihat di ujung matanya. Dan ini benar-benar pemandangan yang membuat pria di sampingnya ini berpikir untuk tidak pernah hidup dan bertemu dengan wanita ini.

                                                                        ***

JONGHYUN POV

Jang Hye Ri. Wanita yang aku temui 3 tahun lalu di seberang jalan. Wanita dengan baju berwarna putih polos dan celana jeans hitam pekat. Hanya dengan fashion sesimpel itu, entah kenapa mataku terus terfokus padanya dan mengikuti arah jalannya juga dari seberang. Dengan fashion sesimpel itu, entah sejak kapan aku menilai seorang wanita sebagai wanita. Dengan fashuon sesimpel itu, aku tidak tahu bagaimana caranya aku dapat mendeskripsikan wanita itu. Dengan fashion sesimpel itu, aku jatuh cinta. Wanita yang simpel dengan kecantikan wajah yang kompleks. Itu menurutku.

Jang Hye Ri. Hanya dengan melihatnya saja satu waktu itu, aku baru mengerti bagaimana kompleksnya mencintai. Mencintai seseorang ternyata tidak semudah yang aku pikirkan. Hanya mengatakan ‘Aku mencintaimu’ kemudian kita merasa puas. Bukan itu. Mencintai seseorang itu butuh sesuatu yang lebih. Saat aku menahan rindu untuk bertemu dengannya. Saat aku menahan siksaan batinku karena tidak bisa mengutarakan hal apa yang ingin sekali diutarakan. Saat aku harus merasa gemas setiap kali melihat wanita itu dekat dengan pria lain. Rasanya aku ingin memukul wajah pria itu sampai hancur. Saat aku harus menguntitnya demi dia bisa melihat diriku secara utuh. Saat aku harus merasakan gelombang-gelombang aneh yang bergerak di perutku setiap kali dia menampilkan senyumnya padaku. Saat aku harus terus menatapnya lekat karena aku khawatir dia tidak ada disisiku lagi sedetik saja aku membuang fokusku.

Mencintainya sama halnya seperti aku sedang berjalan di atas sebuah papan balok yang sempit dan panjang. Harus dapat mengimbangi diri. Dan terfokus padanya. Maka sekalinya aku membuang pandangan, pada akhirnya yang aku rasakan hanyalah rasa sakit sakit dan sakit. Begitulah definisi cinta menurut pengertianku. Lebih tepatnya, defisini cintaku untuk wanita itu. Jang Hye Ri.

Setiap hari aku memikirkannya? Tidak. Aku tidak memikirkannya setiap hari. Tapi aku memikirkannya setiap saat. Di setiap aku menghembuskan nafasku. Setiap kali aku sedang melakukan sesuatu. Apapun. Dan pada saat itulah aku selalu berpikir ‘apa yang sedang di lakukan gadis cantik itu?’ yang pada akhirnya harus membuatku lagi-lagi keluar apartement dan menunggunya di depan universitas terkenal di Seoul.

Pengangguran? Tidak. Aku bukan pengangguran. Aku menamatkan kuliahku 2 tahun lebih cepat dari yang diperkirakan. Pekerjaan? Aku mempunyai pekerjaan. Karena aku mahasiswa seni, aku selalu melukiskan bagaimana setiap lekukan wajah gadis itu. Yang pada akhirnya, aku harus memajang kanvas itu di dinding kamarku.

Mencintainya butuh perjuangan? Hahaha, semua orang tahu bahwa mencintai adalah sebuah perjuangan. Tapi perjuanganku untuk mencintainya itu berbeda. Berbeda dengan yang lain. Kau tanya aku mengapa bisa begitu? Apa aku harus menjawabnya secara mendetail bahwa aku selalu diam-diam mengikutinya setiap hari dan mengawasinya? Mengetahui rumahnya dan aku selalu terjaga di  depan rumahnya saat malam hari? Saat jendela kamarnya masih terbuka dan menampilkan sisi kanan wajahnya yang indah? Mungkin kau berpikir bahwa aku sangat berlebihan. Tapi ini memang mencintai. Jika kau hanya diam, kau bukan sedang mencintai, melainkan hanya sebatas mengagumi.

Lucu. Ini lucu saat aku mengingat babagimana caranya aku mengajak dia berkenalan.

Hujan. Karena aku selalu mengikutinya kapanpun. Aku heran saat itu mengapa tidak ada mobil mewah panjang berwarna hitam terparkir di kampusnya. Mungkin, belum datang. Itu pikirku. Tapi sampai akhirnya dia keluar, mobil itu belum datang juga. Baru kali ini aku melihatnya harus menunggu seperti ini. Dan hari pun sudah mendung. Hujan mengguyur, iya, hujan datang. Dan dia berlindung di halte depan kampusnya. Menunggu mobil jemputannya? Mungkin. Merasa ini adalah kesempatan yang tidak boleh untuk dilewatkan, aku menghampirinya sambil berdeham agar dia menoleh padaku.

“Sendiri saja?” dia mengangguk, membuatku harus menahan senyum karena ingin cepat-cepat memeluknya. Dosis kebahagiaanku sudah over saat ini.

“Tidak pulang?” tanyaku lagi. Motor sportku terparkir di bawah halte, tidak terkena hujan tentu saja. Ini sudah rencanaku untuk mengantarkannya pulang, tapi aku rasa tidak mungkin dia ingin dengan cepat akrab pada seseorang.

“Supirku belum datang” jawabnya singkat.

“Kau tidak menelponnya? Tidak biasanya kau menunggu” dia mendelik padaku. Aku menarik nafasku dan menahannya, mencoba untuk mencari alasan yang sekiranya bisa masuk akal.

“Maksudku, biasanya jika orang yang mempunyai supir itu tidak pernah diperlakukan untuk menunggu seperti ini”

“Oh” dia mengangguk dan mengeluarkan ponsel dari tas berwarna merahnya. Setelah memencet beberapa tombol, ponsel itu Ia taruh di telinga kirinya. Menunggu sambungannya tersambung oleh lawan bicaranya.

“Jinjja? Jadi? Aku harus pulang naik apa?” Satu kalimat itu yang keluar dari mulut wanita, tidak pernah aku sangka bahwa hal itu adalah hal yang paling membahagiakan. Baru kali ini aku merasakannya. Aku menggerakkan kepalaku ke arah kanan, bermaksud merapihkan poniku yang sudah hampir menutupi mata. Dengan senyuman termanis yang aku rasakan disertai lesungan di dua pipiku yang selalu aku damba-dambakan karena selalu bisa memikat hati wanita, aku memainkan mata padanya. Dia hanya mengeluarkan ekspresi datarnya. Aku ragu pada awalnya, tapi saat aku bangkit berdiri dan mendekati motorku, dia mengikutiku.

                                                                        ***

Tidak butuh waktu lama untukku memikat hatinya. Hampir setiap hari aku Mengantar jemputnya. Dia yang memintaku. Dia bilang, dia ingin merasakan hal yang baru yang sebelumnya tidak pernah Ia rasakan. Yaitu naik motor. Yang awalnya aku merasa malu karena berani mendekati putri dari pengusaha terkenal dengan kekayaan dimana-mana dan merasa harus bisa mempunyai mobil sendiri agar merasa sedikit pantas untuk mendekatinya, ternyata pemikiran itu salah. Wanita ini memintaku untuk Mengantar dan menjemputnya dengan motorku. Bukankah itu seperti sebuah penghargaan? Ya, bagiku.

Jang Hye Ri. Wanita ini selalu bisa membuatku semakin gemas padanya hanya karna tingkah laku. Satu-satunya wanita yang bisa membuatku tersenyum bahagia sembari memandang langit-langit kamar saat membayangkan bagaimana wajahnya, mereview ulang hal-hal yang telah kita berdua lakukan hari itu, atau bahkan mengingat wajah cemberutnya yang membuatku ingin mencium pipinya.

Jang Hye Ri. Wanita dengan rambut coklatnya yang sebahu dan kacamata frame putih bertengger di matanya, selalu bisa memunculkan inspiraku untuk melukis. Apa saja, entah itu melukis matanya saja dalam satu kanvas besar, atau hidungnya, bibirnya, seluruh badannya, dan yang paling indah adalah satu kanvas besar dengan wajahnya. Bagaimana matanya yang memicing, hidung tegas yang menunjukkan kemancungannya, bibir tipis yang seksi, rambut coklat yang jatuh tergerai menutupi keningnya, semuanya terasa sempurna saat aku sudah menggambarkannya di atas kanvas.

Saat wanita ini merengek padaku untuk dibelikan es krim, aku berpikir bahwa dia adalah wanita yang manja. Wanita dengan hartanya yang berlebihan, dia pasti akan selalu bisa mendapatkan apapun yang dia minta tanpa harus berusaha lebih. Tapi dengan sifat manjanya itu, entah kenapa, bukannya benci, aku malah semakin menaruh minatku padanya. Baiklah, aku akui, diriku sudah berubah. Aku muak dengan wanita manja. Tapi itu dulu, sebelum minatku tersedot habis oleh wanita ini.

Saat aku mengatakan bahwa aku menyukainya sejak awal aku melihatnya, dia hanya tersenyum tidak percaya dan melanjutkan jalannya. Meninggalkanku. Disinilah aku mulai sadar bahwa keinginan untuk memiliki orang yang kita cintai itu tidak semudah dengan kita menyatakan bahwa kita mencintainya. Putus asa? Tentu saja tidak! Aku tidak merasa sudah ditolak. Aku tahu persis bagaimana perasaannya terhadapku, aku hanya sedang menunggu waktu. Waktu yang pas agar dia juga menyatakan perasaannya. Setakut apapun aku untuk tidak dapat memilikinya, tidak akan pernah setakut saat aku membayangkan bahwa dia akan meninggalkanku. Seperti sekarang.

Setiap hari aku selalu melakukan hal-hal yang sekiranya dapat membuat dia tersenyum bahagia. Baiklah, aku akui, aku memang egois. Aku membuatnya tersenyum bukan karena aku ingin membuatnya bahagia, tapi aku hanya ingin membuat diriku puas karena telah melihat senyuman indahnya.

Hari itu, saat aku membawanya ke suatu tempat yang sepi dan dia memotret kita berdua sebegitu banyaknya. Entah itu foto yang serius, saling tertawa, fotoku yang sedang tersenyum malu-malu dengan lesung pipit dalam yang bertengger di pipiku, bahkan foto saat aku tidak sengaja mencium pipinya. Dia mengarahkan kameranya untuk fokus pada kami, dan saat dia menghitung untuk yang ketiga, dengan cepat aku mencium pipinya. Setelah itu, dia hanya diam dan melihat hasil fotonya. Aku mengacak-ngacakkan rambutnya sembari meminta maaf, tapi dia tersenyum dan mencubit lenganku.

“Cium aku lagi, kita ambil satu foto lagi!” dia menyikut leherku dan membawa kepalaku dekat dengan pipinya. Dapat dengan jelas saat itu bagaimana hidungku menyesap aroma lehernya yang menggiurkan. Dan saat detik itu pula, rasanya jantungku berhenti berdetak. Saat dengan tidak sengaja dia menolehkan kepalanya dan ujung bibirnya mengenai bibirku. Dengan tidak adanya jarak antara wajah kami, mata kami hanya saling memandang tidak percaya dengan apa yang sekarang terjadi. Dia menjauhkan kepalanya dariku dan berjalan menjauh lalu tersenyum. Walaupun itu bukan sebuah ciuman, tapi ujung dari bibirnya tetap saja menyentuh bibirku. Tidak tahu ini kesengajaan atau kebetulan semata, tapi ini benar-benar ciuman pertamaku. Dengan wanita yang pertama kali aku anggap sebagai wanita selain ibu dan kakak perempuanku.

Kebahagiaan yang tiada tara adalah saat dia menelponku malam-malam dan memintaku untuk menjemputnya. Membawanya ke Han River. Hanya diam, itu yang dia lakukan sejak aku menjemputnya, selama perjalanan dan setelah kita sampai tujuan. Setiap kali aku bertanya, dia hanya diam. Sampai akhirnya aku merasa mungkin dia butuh ketenangan, aku pun mendiamkannya. Dia menoleh padaku dan menyandarkan punggungnya pada batas besi di sekitar Han River.

“Tidak ada yang ingin kau sampaikan padaku?” tanyanya.

“Apa?”

“Dengan pemandangan romantis seperti ini, tidak ada yang ingin kau sampaikan padaku? Lagi” jelasnya. Namun aku masih tidak mengerti dengan perkataannya saat itu. Dia marah padaku? Jelas saja iya! Aku merasa bodoh disitu. Merasa bodoh selama hitungan detik. Dan selanjutnya, merasa mati bahagia menggantikan rasa bodoh di dalam diriku. Malam yang indah. Dengan wanita yang indah pula. Jatuh cinta benar-benar membuatku mengerti betapa indahnya dunia ini. Setelah akhirnya aku melewati 21 tahun hidupku dengan hati yang hampa, wanita ini datang dan mengisi hatiku dengan begitu cerahnya. Bukankah itu terlihat mengesankan?

                                                                        ***

“Jonghyun-ah” ada yang berbeda darinya hari ini. Dari caranya dia menatapku. Berbicara padaku. Selalu membuang pandangannya saat aku menatapnya. Mendecakkan lidahnya berkali-kali saat keheningan mulai menyelimuti kami berdua di dalam mobil baruku. Dan hal-hal aneh lainnya.

“Seperti ada yang ingin kau sampaikan padaku. Apa?” tanyaku penasaran.

Dia menjelaskan semuanya. Dari awal bagaimana dia harus mendengar kata-kata menyakitkan masuk ke telinganya lalu di simpan di hatinya. Sampai akhirnya dia harus menangis seharian di kamar akibat tamparan ayahnya yang sama sekali tidak setuju dengan pendapatnya. Hal yang bisa aku lakukan disini apa? Marah? Apakah pantas aku memarahinya disaat dia sedang terpuruk seperti ini? Walaupun hal yang membuatnya terpuruk adalah hal yang membuat nyawaku hampir tercabut dari tubuhku. Pasrah? Kau pikir aku pria dengan hati baja yang hanya bisa pasrah tanpa ada perlawanan? Kau pikir aku pria yang bisa menahan emosiku dengan baik? Kau pikir aku pria brengsek yang akan membawa lari wanita yang aku cintai? Tidak!

Memanfaatkan waktu yang tersisa bersamanya, adalah jalan terbaik. Sembari menyusun rencana. Itu memang yang terbaik.

                                                                        ***

Aku merasakan sakit. Memang. Tapi aku lebih tidak tega lagi saat harus melihat ada satu orang lagi yang merasakan sakitnya sama denganku. Aku pria. Tapi dia wanita. Aku ingin melindunginya. Tapi aku tidak memiliki hak. Aku ingin merusak semuanya. Tapi aku bukan pria brengsek. Aku ingin mencoba untuk pasrah dan melupakan kejadiannya. Tapi aku bukan pria munafik yang bisa membohongi diriku sendiri. Tapi pada ujungnya, pilihan terakhir menjadi pilihanku untuk hidup. Hidup dengan pasrah dan melupakan semua kejadiannya. Tetap menjalin hubungan, walaupun ini membuatku terlihat seperti bajingan.

Menjalani hubungan 2 tahun dengannya, memang tidak pernah membuatku bosan untuk hidup. Mengenalnya sejak 3 tahun  yang lalu, tidak pernah membuatku bosan untuk pergi ke toko seni hanya demi membeli beberapa kanvas untuk aku lukis. Melukis wajahnya. Tentu saja. Sebelumnya, aku tidak pernah melukis apapun setelah aku lulus kuliah. Hanya saja rasanya, sejak aku melihatnya, sayang sekali jika aku tidak memanfaatkan bakat melukisku untuk tidak melukisnya. Walaupun aku tidak bisa memilikinya seumur hidupku, tapi dengan melihat puluhan lukisanku terpampang di hadapanku saja sudah membuatku merasa bahwa dia tetap milikku sampai kapanpun. Itu yang membuatku hidup. Hidup di tengah-tengah rasa hatiku yang sudah mulai mati.

                                                                        ***

Tentu saja aku sudah memikirkan ini sejak lama. Melepaskannya memang tidak mudah, tapi aku juga sudah tidak bisa menahan hatiku lagi untuk tetap tidak membusuk. Puncak emosiku muncul hari itu. Saat aku mendengar berita dari ibunya yang bicara  langsung padaku bahwa dia akan segera mempunyai cucu. Oh, begitukah? Bunuh aku saja jika begitu.

Aku kejam? Ya, memang. Aku bukan tipe pria yang bisa menahan emosiku. Aku menjadi tidak mudah marah karena wanita itu masuk ke dalam duniaku. Tapi disaat dia sudah mulai sedikit-sedikit mengkhianatiku, walau itu semua bukan benar-benar kehendaknya sifat burukku yang satu itu muncul lagi. Berhenti untuk mencintainya? Tidak. Aku tidak memilih option yang itu saat aku harus memutuskan hubungan kita berdua. Membencinya? Option ini juga tidak aku pilih, karena aku selalu tahu bahwa aku tidak akan pernah bisa membencinya. Melupakannya? Tidak juga. Lalu apa? Kau ingin tahu? Aku hanya ingin menghindar. Tidak bertemu dengannya untuk waktu yang lama sebelum akhirnya perasaanku padanya akan biasa saja. Walaupun aku tau itu mustahil. Aku sudah terlanjur mencintainya terlalu dalam. Tidak mudah untukku menghapus rasa itu. Tapi ini benar-benar pilihan. Disaat aku jatuh cinta pada wanita untuk pertama kali, untuk kali pertamanya juga aku merasakan bagaimana sakitnya jatuh cinta. Mungkin bisa dibilang, aku telat masuk ke dalam kehidupannya. Kadang aku merutuk diriku sendiri, kenapa aku harus dipertemukan dengannya tidak sejak kecil saja? Kenapa harus sejak 3 tahun yang lalu? Aku sadar, waktu ini sangat pendek.

                                                                        ***

Menatap peti hitam berisikan wanita tercantikku di hadapanku, tetap saja tidak bisa membuatku mengeluarkan air mata. Walaupun rasanya sangat sakit, tapi entah mengapa aku selalu merasa dia tetap hidup. Hidup di sisiku. Hidup di hatiku. Dan tetap hidup di duniaku. Di dalam lukisan-lukisanku.

“Kau tidak menangis? Kau tidak bersedih?” tanya Kyuhyun berbisik. Tanpa harus menoleh, aku tersenyum dan menjawab dengan tenang.

“Tidak. Karena dia selalu ada” Aku tahu Kyuhyun ingin menyangkal dan memberitahuku untuk jangan terlalu banyak menghayal atau berharap, tapi aku juga tau bahwa Kyuhyun tidak akan mungkin mengatakannya. Dia adalah pria yang baik, pria yang tidak akan mematahkan semangat pria lainnya yang sedang terpuruk. Bukankah itu terlihat cool? Ya, begitulah penggambaran mengenai Cho Kyuhyun, menurutku.

Upacara pemakaman ini selesai, seiring dengan terakhir kalinya aku melihat wanita tercantikku.

“Aku dengar, selama anakku menikah dengan Cho Kyuhyun, kau tetap menjalani hubungan dengannya?” tiba-tiba saja ibu Hye Ri menghampiriku dan menghentakkanku kaget dengan pertanyaannya. Aku menghembuskan nafasku dan angkat bicara setelahnya.

“Iya” jawabku singkat.

“Aku tau dia sangat mencintaimu. Aku jadi menyesal kenapa harus memaksanya untuk memutuskan hubungan denganmu. Maafkan aku karena sudah merusak hubunganmu dengannya” seru ibu Hye Ri. Menyesal kau bilang? Tidak usah katakan itu! Ini sudah benar-benar terlambat!

“Bukan kau yang membuat aku harus mengakhiri hubungan kami. Tapi karena dia sendiri” jawabku. Sebelum akhirnya dia harus berbicara lagi, aku melanjutkan perkataanku.

“Terima kasih sudah melahirkan wanita tercantikku” Setelah tersenyum, aku melangkahkan kakiku pergi, menjauh darinya. Menghindari beberapa pertanyaan lagi darinya. Menghindari munculnya kenanganku dengan Hye Ri yang akan menyeruak dengan hebatnya di otakku. Sepintar apapun aku memunafikkan diri sendiri dengan mengatakan bahwa wanita itu masih hidup, tetap saja pada akhirnya aku harus kembali pada dunia nyataku, bahwa tidak mungkin lagi ada wanita itu di hidupku.

Dan aku mengerti sekarang, mungkin aku akan mulai menjalani pengalaman baruku. Hari-hari baruku tanpanya. Menerangi lagi hatiku dengan sesuatu. Walaupun akhirnya tidak akan secerah matahari menyinari bumi. Sama halnya seperti dia yang menyinari hatiku seperti itu.

                                                                        ***

AUTHOR POV

“Hye Ri-ya! Kemarikan bolanya” Seru Kyuhyun sambil menunggu putri kecilnya melempar bola ke arahnya. Alih-alih melempar, Hye Ri kecil ini malah berlari ke arah Kyuhyun dan memeluknya yang tengah berjongkok.

Hyen yang melihat itu hanya bisa tersenyum. Sembari membawa anaknya yang tengah di gendong, Ia menghampiri Kyuhyun dan menurunkan anaknya yang berusia 4 tahun itu di depan Kyuhyun.

“Na Hyun-ah, ayo peluk appamu” seru Hyen Hyo.

“Ya ya ya, Na Hyun-ah, jangan peluk aku terlalu erat. Kau mencekikku” Hyen tertawa mendengarnya. Disaat Hye Ri berumur 4 tahun ini menoleh ke arahnya, terlihat sekali bahwa wajah Hye Ri terlihat sangat kental di wajahnya. Membuat dia mau tidak mau harus melayangkan pikirannya lagi pada Hye Ri.

“Umma, aku ingin tanya!” Seru Hye Ri setelah melepaskan pelukannya pada Kyuhyun. Kyuhyun bangkit berdiri sembari menggendong Na Hyun dan mendekati Hyen Hyo.

“Aku menemukan foto appa dan wanita lain di kamarmu. Apa dia jahat? Wanita itu menggunakan gaun pengantin. Tapi itu bukan kau, umma!” Hyen Hyo dan Kyuhyun saling menatap, dan akhirnya Kyuhyun angkat bicara.

“Oh, bukan begitu Hye Ri-ya, wanita itu namanya Jang Hye Ri” jelas Kyuhyun.

“Jang Hye Ri? Namanya hampir sama sepertiku. Aku Cho Hye Ri. Kenapa aku diberi nama sama seperti tante itu?”

“Karena kami berdua sangat mencintai Jang Hye Ri, maka kami berdua memberimu nama Cho Hye Ri” kali ini Hyen Hyo yang menjawab. Hye Ri hanya mengangguk mengerti.

“Aku ingin bertemu dengannya!! Dia cantik ya umma, appa?”

“Tidak bisa Hye Ri-ya. Dia sudah tidak ada” jawab Hyen Hyo.

“Jadi, dia sudah meninggal ya umma? Kasihan sekali ya dia umma. Aku akan mendoakannya. Sebentar ya!” dia langsung menelengkupkan tangannya di depan dada. Matanya terpejam. Dan mulutnya bergerak sesuai dengan kata-kata yang dikeluarkannya. Kyuhyun menaruh tangannya di bahu Hyen Hyo, mengelusnya dengan lembut. Ia tahu Hyen akan menangis sebentar lagi. Bagaimana pun juga, naluri seorang ibu memang sangat peka.

“Sudah. Aku sudah mendoakannya umma!”

“Kau anak yang baik!” Hyen langsung memeluknya dengan erat sekaligus mengeluarkan air matanya melihat bagaimana anak kandung dari Jang Hye Ri mendoakan ibunya sendiri. Ibu kandungnya yang Ia sendiri tidak tahu bahwa Jang Hye Ri ini adalah ibu kandungnya.

“Hari ini, kita jalan-jalan. Bagaimana?” Kyuhyun menurunkan Na Hyun yang sudah berontak dari gendongannya. Putra laki-lakinya itu loncat kegirangan berkali-kali.

“Hye Ri-ya! Ayo kita jalan-jalan!!” ucap Na Hyun dengan pelafalannya yang masih kurang jelas.

“Jalan-jalan!!! Ayo appa!! Cepat! Umma, ayo! Jalan-jalan!!” girang mereka berdua. Kyuhyun menaruh tangannya di puncak kepala Hyen Hyo dan mengelusnya. Mengacak-ngacakannya sedikit. Kemudian beralih ke bahu Hyen Hyo dan sedikit menariknya agar lebih dekat dengannya.

“Kau lihat? Hye Ri mirip sekali dengan Jang Hye Ri” ujar Kyuhyun.

“Mereka berdua itu anakmu. Lihatlah!” Jawab Hyen Hyo yang sama sekali tidak sesuai dengan perkataan Kyuhyun sebelumnya.

“Gantikan baju anakku, kita akan pergi hari ini!” suruh Kyuhyun pada Hyen Hyo. Tanpa menjawab apa-apa lagi, Hyen langsung mengajak kedua anaknya ke kamar mereka untuk menggantikan bajunya.

Kyuhyun melihatnya sambil tersenyum. Tidak pernah menyangka bahwa dengan umur yang semuda ini, Ia sudah mempunyai 2 orang anak.

 

                                                                        END

Nb : Pertama-tama, saya ingin mengatakan maaf maaf maaf dan maaf karena mungkin bagi sebagian dari kalian ada yang udah rela netesin air matanya hanya karena baca cerita yang menjijikan seperti ini. Kedua, mohon maaf juga apabila dari prolog sampe part 12 ini ada kata-kata yang kurang berkenan, atau mungkin beberapa kesalahan dari penulisan yang sudah saya berbuat. Atau mungkin gaya penulisan saya yang lebih suka membuat narasi yang begitu panjang sehingga membuat kalian malas untuk membacanya (Bagi yang lebih menyukai dialog)

Kedua, saya juga mau ngucapin makasih buat kalian yang udah mau ngikutin cerita ini dari awal sampe akhir. Walaupun saya sering baca di comment beberapa dari readers mencoba untuk mengundurkan diri dan ga mengikuti cerita ini lagi karena telalu sedih, saya sih baik-baik aja. Mau baca mau tidak, silahkan. Hak kalian.

Ketiga, saya tau cerita ini udah kelewat batas sedih dan sampai pada ending pun saya membuatnya dalam aura sedih, dan saya juga meminta maaf kalau ternyata akhirnya tidak memuaskan atau kurang terasa happy endingnya atau mungkin tidak seperti yang kalian inginkan, ini saya. Kemampuan saya juga Cuma segini. Saya ga bisa lagi untuk buat yang lebih, saya juga ga mungkin nurutin semua keinginan kalian. Karena keinginan kalian itu beda-beda (alur cerita untuk endingnya) akhirnya saya memutuskan untuk membuat ending dengan pemikiran saya sendiri. Yang mungkin saya tau saya mengecewakan kalian dengan ending yang tidak memuaskan. Tapi saya juga meminta maaf atas semuanya. Setiap manusia juga kan pasti punya salah. Saya juga ga bisa jadi sempurna sesempurna para novelis di luaran sana. Umur saya juga masih dibilang baru seumur jagung untuk bisa nulis cerita tentang kehidupan pernikahan seperti ini. Jadi yaaa inilah kemampuan saya. Hanya segini. Belum ada apa-apanya. Saya hanya mohon pengertian dari kalian ajaJ

Keempat, mungkin banyak dari kalian yang kesel sama saya karena saya selalu lama dalam memposting FF-FF saya. Tapi jujur, saya bener-bener ga punya waktu luang lagi untuk menulis. Kadang saya juga curi-curi kesempatan. Entah itu ngetik di mobil saat saya berangkat sekolah, pulang sekolah, memikirkan jalan cerita lanjutannya saat sedang makan, saat sedang istirahat di sekolah, dan kadang-kadang (jujur aja) saya sering membawa hp saya ke kamar mandi hanya untuk meneruskan FF FF saya yang masih menghutang di kalian. Untuk nonton tv aja saya ga punya waktu. Liburan? Ga ada kata libur di dalam kamus kehidupan aku. Setiap liburan, aku pasti akan keluar dari rumah pagi hari dan sampai rumah maghrib. Untuk apa? Kalian mau tau apa yang aku lakuin di luaran sana? Cuma les! Atau ga ngerjain tugas kelompok. Atau kadang-kadang ngerjain tugas bareng.

Kelima, untuk semua cerita saya yang membosankan, saya mohon maaf ya sekali lagi. Dan untuk fan service (membalas semua comment kalian) yang kurang memuaskan juga saya memohon maaf, saya sudah mencoba untuk seramah mungkin dengan kalian, tapi kalau ternyata saya dinilai kurang ramah, saya mohon maaf. Karena sejujurnya, saya bukan orang yang bisa ramah pada orang yang sama sekali belum saya kenal.

Wah, ternyata permohonan maaf ini udah 1 page sendiri aja ya😀 hahaha maaf ya saya terlalu banyak omong. Intinya saya Cuma mau minta maaf sama kalian kalau kalian ga suka sama ceritanya. Dan terima kasih bagi kalian-kalian yang tetep mau baca walaupun kalau ga suka sama ceritanya. Makasih makasih makasih. Untuk sadness, ini terakhir ya! Kangen ga sama ceritanya? Jujur aku sih bakalan kangen sama ceritanya😀

 

Naaah ini nih, ada beberapa readers yang suka sms/comment di blog pribadi kasih usul kalau katanya sadness di bukuin aja. Awalnya hanya satu orang yang ngomong, jadi saya masih biasa aja. Tapi setelah beberapa orang mengusulkan hal yang sama, saya jadi pikir-pikir lagi untuk melakukannya. Karena cerita ini udah selesai, saya jadi berpikir untuk mengirimkan naskahnya ke Penerbit Haru. Ada yang tau? Itu Penerbit buku-buku khusus cerita berlatar belakang korea. Ga Khusus juga sih, Cuma memang buku yang mereka terbitin itu koreaan semua. Nah, mungkin kalian juga mikir “Alah dibukuin, ngapain beli. Mahal. Toh saya masih bisa baca ulang lewat hp/laptop” agar tidak merasa dirugikan, dibuku itu akan saya tambahkan cerita HyunRi side (Jonghyun HyeRi) dari awal mereka bertemu sampai akhirnya Hye Ri harus meninggal.

Syarat dan ketentuannya itu cerita harus maksimal 150 page, tapi FF Sadness ini kalau disatuin lebih dari 150 page, belum ditambah dengan FF HyunRi side. Aku jadi bingung harus gimana. Mau tanya2 dulu. Kalau ternyata ga boleh, yaaa sudahlah. Ga jadi deh ngebukuinnya😀 gitu aja sih. Yaudah, dadaaah thanks ya buat semuanya! Sampai jumpa di FF FFku selanjutnya! 

120 responses »

  1. huahh nisa endingnya keren dan memuaskan..
    aku sampai nangis nich T.T gag nyangka hye ri bakalan meninggal
    tp seneng krn kyu bersatu lg ma hyen dan kedua anaknya =D

    pokoknya puas bgt \^.^/
    makasich ya udah buat crita bagus kyk gini😀
    pokoknya km harus keep writing🙂
    overall SADNESS DAEBAK🙂

    • Nangis dibagian mana un? Perasaan ga ada yang sedih -_-
      Iya doooong kemudian kalian semua kan unutk KyuHyen tetap bersatu #gigitbantal

      Hohoho makasih banyak ya un^^ jadi malu nih kekekeke

  2. Aaaaa jang hye ri meninggal :”””” walaupun kesel sm jang hye ri tapi kalo dia meninggal agak gak rela juga. Tapi, gapapa YANG PENTING kyuhyun-hyen hyo happy ending!!!😀 ciee ff ini mau dibukuin yaa?? Semoga berjalan lancar yaa nisaa hehe🙂 aku tunggu ILP-nyaa. Jangan lama-lama oke ;;) ._.v

    • Noh kan, terbukti kalau sebenernya kalian tuh sayang semua sama Hye Ri -_- Hye Ri kan baik lalalalallaa~~

      Amin amiiiin makasih ya^^ Untuk ff-ffku yang lain, selamat menunggu wkwkwk

  3. Waaa,…nangiss deh bacanya,..TT____TT,…
    kasiaan sama jonghyun,….
    ngebayangin anaknya hye ri, jadi gimana gitu,..:'(
    dapet banget feelnya,…
    tapi untunglah happy ending……

    yaaa,..sadness udah kelar,…agak ga rela ni,…

    kalo sadness mau dibukuin aku setujuu bangett,…

    • Alhamdulillah kamu nangis, berarti aku udah berhasil mainin emosi kalian wkwkwk
      Udah, jangan kasian sama Jonghyun, dia udah bahagia sama aku kok :p

      Makasih ya Jae Han^^ dan thanks juga buat supportnya hehe

  4. Antara sedih ama seneng grgr hyeri meninggal(?),bagus bgtbgt ceritanyaaaa dan pasti aku bakalan kangen bgtbtbgtparah~ sumpah garela kalo ceritanya selesai garela bgt!!bikin lagi dong epilognyaaaa tapi ganti judul jd happiness kan si hyenhyo ama kyuhyun udah bahagia wkkwkw :’D tapi tapi aku seneng mereka jd bersatu lagi (hyenhyo-kyuhyun),aku juga berpikir kalo mau ngebuat tokohnya bahagia pasti mesti ada yang dikorbanin kalo ga kyu ama hyenhyo pisah kaloga kyu-hyeri pisah tapi ternyata pikiran author malah membuat si hyeri metong wkwkw bagus dan menguras air mata :’))) udahya komennya kayanya kepanjangandeh!!!ditunggu epilognya “happiness* yaaaa ;;;;;;)

  5. Omooo aku sedih ternyata hyeri nya meninggal kasihan jonghyun… :””””
    Tapiii aku suka di ending hyen and kyu bersatu lagi dannnnn mereka hidup bahagia punya 2 anakkk…
    OENN SADNESS DAEBAK!!!!! ;;)

  6. Huaaaa.. Alurnya suprise bangeeeet..
    Ak pikir endingnya hyeri bakalan kembali sama jonghyun, huaaaa..
    Dan ketika baca hyeri malah akhirnya meninggal jadi banjir deeeeh airmata kuuu (╥﹏╥)

    Kalau dibukuin bagus juga un ツ ak setuju tuh..
    Pasti bakalan laris deh haha, tapi harus stock tissue khekhekhe ~

    Kalau penerbi-penerbit kayak gitu ak kurang tw deh un ?
    Coba aja ke toko buku terderkat liat novel korea terus lihat penerbitnya. Klw ad alamatnya coba dihubungi klw gak da coba search di google atw web lainnya..

    Hwaiting un !!😀

  7. Bener” di luar dugaan. Trnyata Hyeri hrus prgi secepat itu. Yah, walaupun di part” sblumnya suka kesel ma Hyeri, tp di part ini bener” sukses hujan air mata krna nasibnya Hyeri yg semalang itu.
    Woiii udah sedihnya woi #plak
    finally kyu ma hyen bisa brsatu tu…wah senengnya liat mreka bahagia….:D
    nice ff saeng…….:D
    wah saengie daebakkkkkk!!!

  8. nisa aku aku aku ga tau mau ngomong apa tp ini keren dan memuaskannnn.. hoahhhhhhhhh… jonghyun ma aku ajaaa (?) kasian si burningggg.. v.v

    aku ga nyangka hyeri bkal mati tp sbnernya di coment ku yg part brp gt.. yg blg hyerinya ilangin aja tp bukan berarti meninggal sii.. tutuh si emaknya kyu gmn? masih jahat ma hyen?? trz jonghyunnya nti kesepian dong.. nis gmn buat sequel jonghyun ma aku??? *plak* >.<

  9. hollaaa eonnie ^^ buset! bener bener keren akhirnya. jonghyun pasti sedih bgt :’) waaa anaknya cewe ama cowo waaaaaa lucu pasti :3 oya eonn yang project itu aku uda coba ampe ampir 2 jam kaga bisa bisa masuk gimana nih? aaaa aku mau baca😥 hehe

  10. Horee ,
    akhir.ny happy ending ,
    hyeri meninggal ,eonnie gak nangis ,
    tpi kok ,
    kalo hyen hyo ,
    eonnie nangis yaa .
    #aneh .

    Tpi seneng deh ,
    akhir.ny selesai juga .
    Udah gak sbar ,
    mw bca FF “LOVE SIGH” .

  11. Nyempetin buka wp mu, eh ternyata ini part ending udah publish ^^
    kasian bgt jadinya hyeri, kirain bkal cerei eh gak taunya meninggal u.u

    tinggal nunggu endingnya LIP terus new ff, gak sabar T.T
    HWAITING SAENGIE❤

  12. hahaha
    aku kok senang ya hye ri meninggal ?? -_-”

    wah..endingnya happy, sukasuka
    qan gini enak,kyu nya ama hyen aja.hihihi

    sa,nasib jonghyun gimana setelah ditinggal hyeri??tidak dapat penggantikah?
    sequel…sequel..sequel🙂

    • Dasar gila lu kak –_– Hye Ri meninggal malah seneng

      Dapet pengganti kok kak, aku^^ wkwkwk
      Ga ada sequel dan kejelasan lebih ka. Sequel + kejelasan lebih ada dibuku sadness entar^^

  13. Waaaa kayak perkiraan aku kalo hyeri meninggal
    Yah sadness nya udah abis yaa?
    Jadi ikutan sedih nih

    Tapi endingnya kereen deh
    Pas bagian hyeri doain hyeri tuh ngena banget
    Jadi ikutan nangis

  14. Waaaa kayak perkiraan aku kalo hyeri meninggal
    Yah sadness nya udah abis yaa?
    Jadi ikutan sedih nih

    Tapi endingnya kereen deh
    Pas bagian hyeri doain hyeri tuh ngena banget
    Jadi ikutan nangis
    Huweeeeee

  15. Eonniiiiiiiiiiii yasallaaaaaaaammm sedih bgt hyeri meninggal. Aku emang kesel waktu dia ada di hidup kyu-hyen. Tapi kenapa hyeri ga hidup sm jong aja? Trus anaknya kyu hidup sama jong? Haaaaaa yaudah yang penting aku sukaaaa!!😀 eonn, quote nya dalem banget loh, thanks eonni udah bikin aku jleb seketika wkwkwk😀 overall, daebak!! (y)

  16. Epilognya terlalu singkat#ditabok#
    Sadness emang bener2 sadness story, dr awal sm akhir dominan sm kesedihan.
    Tp bagus deh sampe akhir ttp KyuHyen krna emng cm mereka ending yg aku mau.
    Setelah hyerinya ga ada, gmna ibunya kyu apa tetep ga suka?
    Tp kalo ttp ga suka keterlaluan deh.

  17. akhirnya bisa happy ending :’)
    Makasih ya nis udh mau buat akhir yang happy ending🙂
    Dibukukan?sebagai pembaca setia kamu aku sih seneng2 aja \=D/
    gak sabar nih nunggu love sigh😀

  18. T.T
    g nyangka klo hyeri bakal mati. kasian jonghyun,Q dah g bsa ngomong pa” dech ma ff ni. ttp ff daebak lah pokokx mskipun hrus bersedih” ria (?)
    keren lah pokokx, apalagi Quotex d atas. mantep bgt ^^)b

    ywdh, smga saeng bsa ttp bagi wktu n sklahx g keganggu. fightiiing, ditunggu ff laenx ^^

      • iyaaa, apalagi smpt da part yg Q baca wktu ujan plus mati lampu d rumah. rasax nyeeseeeeek bgt bacax >__<
        hahaha, bagus kq Quotex. Q pling suka ma author's Quotes *cieee*

        iya sayang fightiiiing ^o^)/

  19. Kyaaaaa Hye Ri nya???
    huf huft !!
    terntaya endingnya begini???
    sungguh nyesek jdi jonghyun .. sabar yah oppa … keep on spirit.. i”m behind you *lebe sumpah*
    keren Hyen !!!

  20. bener2 menguras emosi bacanya..
    apalagi endingnya.. kenapa hyerinya mati??
    kenapa jonghyun ngak terima dy kembali aja..
    jdnya kan tragis amat nasibnya hyeri..
    setidak2nya ada yg happy ending.. kyu gak jd cerai ama hyen..
    kirain sesuai judul bakal sad ending pl..
    waduh. tissue ku udah habis berapa bungkus nih..
    author yg nulis nih ff tanggung jawab donk, beliin tissue gih.. wkwkwkkw…

    • Kenapa? Karena aku yang berkuasa untuk membuat ceritanya un^^ hahahaha

      Hahaha emang udah abis berapa tissue un? Maaf ya udah sering bikin nangis^^ wkwk, thanks a lot for being my good readers since the first part of this fan fiction^^ and wait for the next fanfiction^^

  21. akhirnyaa, sampai juga di ending story.

    bacanya sedih,
    setelah berkesal-kesal ria dengan hyeri, baru sekarang ngerasa kasian,,
    terharu sama kisah hidup mereka,
    paling terharu pas hyeri kecil berdoa buat *wanita yang berfoto dengan appa memakai baju pengantin*
    mau nangis sih, tapi di tahan-tahan, (malu)
    semoga hidup jong kembali bahagia,

    semoga di dunia nyata tidak ada kisah hidup sedramatis mereka,

    tapi lega, endingnya ga gantung + baikbaik aja.

    terimakasih untuk ffnya, aku terkesan ,, memuaskan, tapi yaa cuma bisa kasih komen,

    bingung mau komen apa lagi,
    tetep good story,

    #see you di LIP …

    • Hehehe alhamdulillah ya wkwk

      Iya nih pada benci Hye Ri, jahat banget sih T_T itu kan OC aku huwww
      Yah ga seru nih kalau ga nangis mah hahaha

      Alhamdulilah deh kalau dinilai ga gantung mah wkwk

      Oke, thanks juga for being my good readers!^^ kamu mau baca aja aku udah seneng banget, ditambah kamu kasih comment, bener-bener apresiasi yang amazing! Thanks ya!

      See you too^^

  22. aaahh ini endingnya? aigoo… bener2 sesuai dg judulnya ‘sadness’ feel sadnya juga dapet banget🙂
    author jjang! terus berkarya author🙂 fighting!!

  23. “Terima kasih sudah melahirkan wanita tercantikku” nyesek banget y si Jonghyun! Gak nyangka Hyeri bakalan meninggal😥 meski gak suka sama hyeri tapi kasihan juga…. kyu-hyen happy ending nih yee…. Bagus! Bagus! Keep writing y! D tunggu ff slanjutnya🙂

    • Hah… bagus kan kata-katanya???? hahahahaha
      Kenapa sih pada ga suka sama Hye Ri? Hye Ri kan baik tauuuuuu

      Oke deh, thanks ya udah mau ngikutin keseluruhan ceritanya^^

  24. Akhirnya udah ada juga-.- dari kemaen mondar mandir dipikir belum ada ternyata udah ada -.- *telat Daebak chingu…^^ Ditunggu FF yang lainnya ~.~

  25. baca rapelllll….3 hari akhirnya selese juga
    dengan pengorbanan nyolong nyolong waktu kerja….hahahaha…daripada kerja gak fokus dan malah penasaran..

    sumpah ini ff sinetrooooon bangetttt…….(tp yaaa bukan kayal sinetron yg di layar kaca sekarang ituuuu)
    konfliknya gak selese selese dan suuupeer berat…
    yakin deh semua yg baca pasti pada kebawa emosi dan gregetan….

    kalo dibilang jangan benci hyeri….malah saya kadang sebel sama hyen….uuggghhhhh….gemes pokoknya deh…

    ini ff bener2 rumit..harus hati hati bacanya….

    intinya adalah..cerita keren….alurnya jelas…walopun kadang sampe capek karna part yang super panjang tapi karna penasaran tetep pengen baca terussss….

    keep writingggg

  26. mianhae nisa aku melewatkan koment dbbrapa part sblumya,karna ku mengabiskan setengah hri bwt bc ff ini.jd yahh…menghemat waktu dgn koment dakhir part ini.jeomal mianhea^

    ending yg bgus sesuai harapan para readers yg berharap happy ending bwt kyuhyen couple yg mikir bakal sad ending kyk judul…ini daebak menurutku,tp kyknya part ini terlalu cpat ya alurnya..kyk dpaksain or prasaan ku ajj…krna part ini gk da feel yg kurasa.tp ini bgus…daebak udah bwt part” sbelumya smpe keluar air mata.annyeong~

    • Hehhee iya gapapa unnie, santai aja yaaa😀

      Tadinya mau sad ending unnie, tapi kan tanya2 dulu tuh sama readers tetap, eh meraka pengennya happy ending. Kalau aku bikin sad ending bisa-bisa aku didemo entar un hahahhaa
      Oh ya? Waaah maaf deh un kalau alurnya terkesan buru-buru gitu😦 Makasih ya unnie udah mau baca sampe selesai ^^

  27. Finish😥
    Idenya bner2 daebak
    Bner2 gak nyangka bklan serumit n setertekan itu,
    Ini mesti menghayati bner2 pas baca biar bisa ngerasain perasaan hyen😥
    Daebakk..
    Maaf y bru coment n brongan di part ini

    • Huaaaaa jangan nangis dong orihimeindiiii~
      Gapapa kok baru comment juga^^ ga comment pun menurutku ga masalah, dengan kamu udah mau baca ceritaku aja itu udah berharga banget buat aku😀 heheheh
      Salam kenal yaa😉 kayanya readers baru nih hehehe
      oh iya, sequel Sadness ada bukunya loooh judul bukunya Sadness, aku jual online di NulisBuku.com, minat?😀

    • Heheheh masa sih? Puas ga sama ceritanya?😀 makasih ya udah mau ngikutin ceritanya sampe ending.
      Oh ya, mau tau ceritanya pasca ending gaaa? Aku bikin bukunya loh, judulnya Sadness, aku jual online di NulisBuku.com, bisa dicek silahkan😉

    • Hehehehe maaf ya kalau endingnya tidak memuaskan😦
      masih penasaran ga sama lanjutannya?😀 lanjutannya ada di buku Sadness loh^^ bukunya aku jual online di NulisBuku.com, berminat?;)

  28. pas awal baca chapter ini aku mbatin “jonghyun loh cuek” hehe, tp dibalik itu semua lukanya dalem banget ya. judul ff ini bener2 nggak melenceng, malah terkesan bener2 menghayati judul. tak ada satu chapter pun yg ga ada aura sedihnya. bener2 keren! suka deh akhirnya happy ending, walau sad ending untuk jonghyun. love you dah onn😄

    • Iyaaaa yaaa😦 kasian jonghyunnie (⌣́_⌣̀) (╥_╥)

      Huwaaaaa makasih yaaaaa ce el!!!!!! Love you more ƪ(♥ε♥)ʃ jangan bosen-bosen yaaa baca ff aku xD /promosi hebat/ /digampar bibir Eunhyuk/

  29. aku baca ulang lagi tpi tetep aja sedih,tetep kerasa bgt sadnessnya :’)
    tpi dgn umur yg udah gak terlalu ababil(?) bisa ambil hikmah dri cerita ini saeng..
    ttp bakal bilang “good job” :’)

  30. Eonni !!!!
    Aish jinjja. . Aku hampir nangis baca FF buatanmu ini >_<😥
    Jarang2 lohh ada cerita kek gini, biasanya peran yang ditempatin Hyeri itu kan jahat & egois gitu, tp ini malah kebalikannya baik bnget dia. Yaa walaupun aku tau dia pasti ada rasa err sama Kyuhyun. . Elleh-elleh pokoknya mah FF & Author nya KERENN (y)

  31. beneran ini udda ending ???!!!
    agak gg rela seh tp ya rela jga *plinplan :p
    yang penting kan. happy ending , kyu am hyen gg jd cerai kan , itu udda cukup deh😀
    ehh tp gimana am hubungan kyu hyen am ortu kyuhyun , beneran deh aq penasaran , hehehe
    bakal ada sequel kah atau after story gtu , /telat nanya jga/ kkkkk
    ff nya kerena aq suka >.<

  32. kasian hyeri nyaaaaa :” ff nya ga ngecewain ko… tapi konflik sama ibunya kyuhyun & ortunya hyenhyo ga diungkap ya? aturan dibikin happy juga tuh para orang tua._.v
    good job thorrr. makasih buat ff nya😉

  33. eonni~ Thanks banget udah bikin ff ini dan ga tetep nerusin ff ini sampe akhir:)

    Aku suka banget ff ini dalam segala hal! Bahasanya, alurnya dan lainnya.
    Kalo liat dari sudut padang Hyen Hyo, Hyeri emang keliatan annoying hehe, jadi penasaran sama Hyeri side-nya

    Dan aku kagum pas tau kalo eonni mau bikin ff ini jadi novel tanpa ngehapus ff disini

    I’m ur fans now, eonni-yaaa♡

  34. sesuai sama judulnya. duh isinya sedih. beneran nguras airmata. aku udh nebak msti antara hyen atau hyeri mnggal. itulah keadilan(?) dalam dunia fanfic T.T

    aku suka banget sama kata-katanya. beneran mancing kelenjar airmata jebol. di sini happy ending tp buat jonghyun nya? duh T.T …sini jonghyun sama ku aja*eh

  35. Jang hyeri nya knp d matikan(?) … :3 kasian jonghyun. Knp ga anak’y aja yg mninggal *upss hihi
    .itu.. Gmana hbungan hyen sama metuanya.. Orng tua hyen ny jg..gmana?

  36. Aku pengunjung baru nih di FF ini baru Sadness yg selesai ku baca hari ini… Ya ampun mataku berkaca2 baca ini cerita😦
    Hye RI nya meninggal…
    Kyu hyen banyak konflik banget tapi akhirnya Happy Ending
    Buat jong move on move on… Semoga titisan hye RI masih ada luaran sana,,,,

    Emang sih disayangkan hye RI meninggal cuma kalo gak di bikin meninggal nanti kebanyakan konflik… Jadi ini judul Sadness mencakup semua peran yang benar2 Sadness juga hiiiiiiii——– pokoknya ngenaaaaa banget feel sad nya…

  37. Ga nyangka kalo Hyeri bakalan meninggal😥
    Aku kira dia bakalan cerai sama Kyuhyun,trus nikah sama Jonghyun
    Akhir’y Hyen Hyo bahagia juga🙂
    Ff ini bikin aku nangis,dari part awal sampe akhir
    Keren thor !!!!!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s