Love Sigh [Sigh~Prolog]

Standard

Author : Nisa Ayu Thayalisha Hadi (Nam Hyen Hyo)

Cast :

Cho Kyuhyun

Nam Hyen Hyo

Title : Love Sigh Prolog

Length : Chaptered on Going

Genre : Romance

Rating : PG-13

Disclaimer : The casts are belong to God, and this Fan Fiction is belong to me kekekeke~ i own this plot ok?

Note : This is pure my imagination.

Credit Poster : cutepixie@darkreflection.so-pink.org

===============================================================

St. Petersburg, Moscow, Russia

Gadis keturunan Rusia—dari ibunya—dengan wajah Korea telaknya kini hanya mendengarkan penjelasan ayahnya yang tidak tahu arah. Tidak ada inti. Hanya basa-basi. Benar-benar basa-basi. Entah itu berbicara tentang temannya yang sangat kaya raya di Korea, bahkan sampai anak prianya yang sekarang sudah menjadi pengusaha muda di Korea.

“Dad, can you going up to the topic, please?” sela anak semata wayang kesayangannya. Ibunya hanya tersenyum sambil menepuk-nepuk pundak anaknya.

“Yeah. We have been thought about this since a long time ago for entrust you to my friends for 8 months in Korea”

“Hai?! Sorry?”

“Kami akan pergi ke luar Russia karena ada urusan mendadak selama 8 bulan. Karena urusan kuliahmu di Russia sudah selesai, so dad and your mom berpikir untuk menitipkanmu pada halmeoni. Tapi rasanya tidak mungkin, halmeoni dan abeoji pasti sudah tidak sanggup mengurusimu yang tidak ingin diam dan selalu membuat hancur ruangan-ruangan. Maka dari itu, because of my friend offered me to bring you in his family, yaaah… what should i do? Nothing. It’s a good chance, rite? So, i didn’t have to rent the apartement or anything else”

“Dan aku harus hidup di dalam keluarga baru yang sebelumnya belum aku kenal sama sekali salah satu dari merekanya, begitu?”

“Karena ada beberapa hal yang tidak bisa mereka beritahu padaku, mungkin kau akan tinggal berdua saja dengan anak bungsu mereka”

“Jadi, aku akan tinggal dengan seorang pria yang belum pernah aku kenal? Dan aku harus berbaik hati padanya? Kau pikir aku mudah bersahabat?” emosinya sedikit memuncak mendengar penjelasan dari ayahnya yang selalu saja seenaknya sendiri dalam membuat keputusan tentang dirinya tanpa terlebih dahulu meminta persetujuannya.

“Just for 8 months, Honey. I begged you!” Just?! Suara ibunya yang lembut membuat gadis keras kepala di sebelahnya ini harus menghembuskan nafas panjang dan akhirnya mengangguk pasrah menerima. Mungkin dengan begini, kesempatan untuknya bertemu dengan pria yang sudah Ia rindukan hampir mati akan semakin besar.

Korea? Sudah hampir 21 tahun gadis ini tidak menginjak negara kelahirannya itu. Sejak umur 1 tahun, Ia memang sudah tinggal di Russia. Dan pria berkebangsaan Korea yang dia temui di Russia beberapa tahun lalu sekaligus sudah menarik perhatiannya sampai ke pusat itu….. rasanya tidak akan mudah untuk mencari pria itu di seluruh Seoul.

“What are you thinking about?” tanya ayahnya bingung dengan perubahan kondisi anaknya yang mendadak tidak berkomentar apa-apa lagi.

“Nothing. So, can you tell me what’s his name?”

“Who? The boy who will be the one you lived with?” Gadis itu mengangguk. Dalam hatinya, dia selalu berharap nama yang akan disebut oleh ayahnya ini adalah nama pria yang sudah Ia damba-dambakan selama beberapa tahun belakangan ini. Walaupun dia selalu tahu perbandingan peluang kesempatannya adalah 1 dari sekian juta kemungkinan.

“Cho Kyuhyun”

“Bisa kau ulangi siapa namanya?”

“Cho Kyuhyun”

“Cho Kyuhyun? Jadi, nama ini adalah nama seorang pria yang akan menghidupiku, begitu?”

Kecewa. Mungkin hanya itu satu-satunya kata yang pas untuk mendeskripsikan bagaimana perasaan gadis ini. Bukan, bukan nama pria itu yang akan menghidupinya selama 8 bulan. Sekalipun dia sangat berharap akan bertemu dengannya lagi di Korea, tapi dia tidak yakin kalau-kalau dalam 8 bulan ini Ia bisa sehari saja bertemu dengan pria itu. Tidak ada alat komunikasi yang bisa menghubungkannya dengan pria itu. Tidak ada petunjuk. Tidak ada tanda-tanda. Dan rasanya bukan hal yang mudah untuk mencari pria itu walaupun gadis ini harus berputar-putar Seoul selama 8 bulan demi mencarinya.

“Ini bukan perjodohan, bukan?” tanya gadis ini memastikan.

“No,” ayahnya menggeleng dengan pasti membuat anak perempuannya itu juga ikut merasakan kepastian yang sesungguhnya.

“Baiklah, aku benci perjodohan.”

                                                                        ***

Daejon, Seoul, South Korea

“Tidak ada penolakan, Kyu! Lagipula kau hanya harus berbagi rumah, bukan untuk dijodohkan!” sela pria paruh baya yang kini berjalan meninggalkan anak bungsunya yang masih dengan aura tidak percaya.

“Rumah itu aku beli dengan jerih payahku sendiri! Aku sengaja membelinya dekat perusahaan appa dan sekarang aku harus berbagi rumahku dengan seorang gadis yang benar-benar belum aku kenal? Kau serius, umma?” kini emosinya teralihkan pada wanita paruh baya yang masih bersamanya dengan radius jarak yang tidak terlalu jauh. Sementara kakak perempuannya sudah lari menaiki tangga untuk mencari biodata lengkap gadis yang akan menjadi ‘tamu-tidak-diundang’ adiknya itu.

“Iya, serius” jawab ibunya singkat. Demi Tuhan, masalah seperti apa lagi ini yang akan menghampiri hidup pria bertubuh menyerupai mannequin dan berwajah hampir mendekati malaikat?

“Bagaimana kalau nanti……”

“Korean Name Nam Hyen Hyo. Western Name Fershiannie Nam. Wanita. 25 Februari 1991. Tinggi 168 cm dan berat 47 kg. Rambut coklat ikal dengan bola mata berwarna coklat kemerahan. Hidung mancung. Kulit putih susu. Gigi rapih. Dan… aigo, dia cantik sekali, kyunnie~!” kakak perempuannya ini tiba-tiba saja muncul dari atas tangga dan menyela perkataan gantung Kyuhyun yang belum sempat terselesaikan. Kyuhyun menghampiri kakaknya yang sedang membawa 2 carik kertas berisikan biodata dan foto gadis yang dimaksud.

“Kau tidak salah dengan pilihanmu? Wanita dengan tinggi 168 cm dan berat 47  kg? Kau ingin aku mengurusi orang anorexia?” dengus Kyuhyun sebal.

“Diam dan terima! Atau appa-mu akan marah besar!” perempuan di hadapannya merebut kertas yang sempat direbut Kyuhyun darinya dan menjadikan itu sebagai senjata untuk memukul kepala adiknya yang dia rasa cukup lancang dalam berbicara.

“Bukan urusanku!” teriak Kyuhyun kesal.

“Gadis ini cantik! Kau pasti tidak akan menyesal!” goda kakak perempuannya yang sudah jalan lumayan jauh meninggalkannya yang masih berdiri dengan tangan berkacak pinggang di bawah tangga.

“Aku tidak suka wanita!” ucap Kyuhyun asal sambil menaiki tangga menuju kamarnya. Iya, kamar saat dia masih tinggal di rumah ini. Kamar yang selalu Ia tempati sebelum Ia harus pindah ke rumah barunya seorang diri. Kamar yang sudah memberikannya sejuta kenangan. Kamar yang sudah mendidiknya dan selalu menjadi saksi bisu bagaimana sikapnya sesungguhnya. Dan sebuah kamar yang sudah menjadikannya mengerti bahwa sebuah ruangan dengan bentuk persegi bukan hanya sesimple itu, tetapi mengandung makna yang lebih dari hanya sekedar ‘kamar-kotak-bentuk-persegi’.

“Cantik juga gadis itu” gumam Kyuhyun setelah membanting pintu kamarnya cukup keras sebagai pertanda gertakan untuk kakak, ibu dan ayahnya bahwa dia tidak suka dengan kehadiran gadis itu 2 minggu kemudian di hidupnya. Walaupun sesungguhnya dia tidak menolak gadis itu sebegitu kerasnya, setidaknya bersikap sedikit tidak suka adalah jalan terbaik untuk menyembunyikan rapat-rapat ekspresi yang sesungguhnya. Dikatakan sangat tidak suka, ya tidak. Dikatakan suka pun, pria ini tidak bisa menjawab. Bimbang.

                                                                        ***

2 weeks later

Incheon Airport, Seoul, South Korea

Ini mungkin adalah awal bagaimana dia bisa merasakan bangganya menginjak tanah kelahirannya sendiri. Matanya mengedar keseluruh penjuru di sekitar menikmati semuanya yang ada, bukan malah mencari pria yang sudah dia tahu akan menjemputnya.

Kakinya terus melangkah berderap, suara ketukan ujung heelsnya dengan lantai menimbulkan suara berirama yang lain dengan musik. Berdetak seperti jantung, namun terdengar lebih nyaring dan kental. Sambil terus menimbulkan irama beraturan dari ujung heelsnya dengan lantai, tangannya bergerak, pergelangan tangannya yang sengaja Ia hiasi dengan berbagai pernak-pernik berwarna-warni yang cantik seolah berputar, membuat strap handphonenya selalu bergerak kemana-mana karena pergerakkan yang ditimbulkan dari tangannya.

Gadis ini menyingkup kacamatanya ke atas kepala, melihat negara Korea dengan lebih terang daripada sebelumnya yang tertutup dengan kacamata hitam. Tersenyum, hanya itu yang Ia bisa lakukan. Bukan, bukan karena Ia berharap dapat segera bertemu dengan pria yang akan menghidupinya selama 8 bulan itu. Tapi kesempatan untuknya menemukan pria yang sudah disukainya hampir 3 tahun itu kini terasa semakin dekat.

“Fershiannie Nam?” sebuah papan putih berukuran sedang menggantung di depan wajahnya lengkap dengan nama Western Namenya. Gadis ini buru-buru mendongak dan menatap wajah sang pelaku yang tiba-tiba saja menghalangi pemandangan yang sedang dinikmatinya.

“Cho Kyuhyun” Pria ini mengulurkan tangannya demi sekedar basa-basi untuk mengajaknya berkenalan. Gadis di hadapannya menyambut dengan ramah sambil tersenyum tipis dipaksakan.

“Fershi” dia memperkenalkan Western Namenya. Kyuhyun segera berbalik meninggalkan gadis yang baru saja menghancurkan meetingnya karena jadwal keberangkatan dari Russia yang mendadak maju. Tentu saja hal ini membuat Kyuhyun harus segera meninggalkan meeting yang belum selesai karena paksaan dari orang tuanya yang tidak ingin membuat gadis yang seharusnya disambut dengan baik di Korea itu menunggu lama.

“Kau tidak ingin membawakan koperku?” Kyuhyun membalikkan badannya dan memicing, sementara wanita kurus yang baru saja bertanya itu hanya tersenyum sambil melipat kedua tangannya di depan dada. Menunjukkan sifat angkuhnya yang selama ini selalu Ia pelihara.

“Kau menyuruhku?” tanya Kyuhyun tidak percaya dan gadis itu hanya mengangguk sambil berjalan mendekati Kyuhyun meninggalkan kopernya berdiri sendiri di tempat semula.

“Kau gila meninggalkan kopermu begitu saja disana?”

“Hartaku ada di tas ini…” seru gadis itu sambil menjinjing tinggi-tinggi tas berwarna hitam yang sedang dibawanya. “Bukan di koperku! Itu hanya baju!” lanjutnya lagi. Melihat gadis-pemilik-koper-yang-tidak-bertanggung-jawab itu melanjutkan langkahnya dan semakin menjauh, akhirnya Kyuhyun menyuruh petugas untuk membawakannya koper gadis-gila-yang-baru-saja-turun-dari-Russia.

Oh tidak, walaupun gadis ini hanya dibalutkan dengan pakaian berwarna putih sederhana dengan celana jeans biru yang ketat melekat di kakinya, dan tambahan kacamata hitam yang bertengger di matanya, gadis ini tetap terlihat memukau, menyilaukan dan selalu tampil mengesankan. Layaknya masa depan, setiap pria yang melihatnya selalu ingin memandanganya lebih jauh dan tidak ingin terlepas dari bayang-bayangnya. Begitupun dengan pria yang kini hanya bisa memandang gadis ini dari belakang.

                                                                        ***

“Nam Hyen Hyo. Selamat datang di keluarga barumu sekarang” sambut ayah Kyuhyun sedetik setelah membukakan pintu yang sebelumnya telah diketuk oleh Kyuhyun. Gadis yang kaget mendengar penyambutan keluar dari mulut pria paruh baya itu hanya bisa tersenyum canggung dan langsung melangkah masuk saat pria berumur itu menyingkir untuk memberikannya jalan masuk.

“Kau tidak membungkuk pada ayahku? Kau tidak punya sopan santun?” tanya pria di belakangnya dengan geram. Gadis ini memberhetikan langkahnya dan menaikkan satu alis.

“Apa? Membungkuk? Di Rusia tidak ada tradisi seperti itu”

“Kau sekarang ada di Korea, bukan di Russia!!” dengus Kyuhyun sebal. Wanita ini menggembungkan pipinya kesal dan menatap Kyuhyun tajam. Namun siratan mata Kyuhyun yang memang sudah tajam membuat gadis ini tidak tahan untuk menatapnya dan langsung membuang tatapan.

“Maafkan aku. Aku tidak tahu jika di Korea ada tradisi saling membungkuk. Aku tinggal di Korea hanya sampai umur 1 tahun dan setelahnya aku tinggal di Russia” jelasnya dan langsung dimaklumi oleh pria lawan bicaranya. Gadis itu tersenyum, merasa menang. Pria yang tingginya sekitar 15 cm di atasnya pura-pura tidak peduli dan langsung meninggalkan gadis itu dengan ayahnya di ruang tamu.

“Waw, jadi ini gadis cantik jelmaan bidadari yang akan menjadi keluarga baru kita?”

“Astaga… Ini benar-benar seperti bidadari. Ya kan, umma?” dua wanita yang muncul dari dalam rumah menghampiri Hyen Hyo dan tercengang kaget dengan wajah asli sang pemilik foto yang mereka punya.

“Tidak usah memujiku sampai seperti itu. Aku tidak secantik yang kau katakan…..”

“Masih banyak gadis lain yang jauh lebih cantik daripada dia, umma, noona, tidak usah memujinya terlalu berlebihan!” seru Kyuhyun yang memotong kalimat Hyen Hyo entah darimana. Tubuhnya tiba-tiba muncul lengkap dengan sebuah benda berwarna hitam di tangannya. Matanya terfokus pada benda itu tapi mulutnya terus saja bercuap, membuat gadis yang mempunyai sifat temprament tinggi ini merasa gemas dan ingin menjambak rambutnya.

“Sudahlah, Kyuhyun. Kau selalu saja seperti ini. Tidak tertarik dengan wanita” protes ibunya dengan sedikit menyinggung.

“Enak saja! Aku memiliki banyak wanita! Apanya yang tidak tertarik dengan wanita?” balas anak lelaki satu-satunya itu yang tidak ingin kalah. Tangannya melepaskan benda hitam yang sedari tadi selalu digenggamnya dan menjadi fokusnya. Kakinya yang jenjang bagaikan mannequin terlihat begitu indah dengan balutan celana kain hitam mewah yang melekat. Dan badannya yang berisi terlihat begitu menonjolkan bagaimana tubuhnya memiliki tubuh layaknya seorang pria dengan kemeja ketat yang dipakainya. Tentu saja hal ini baru disadari oleh gadis yang sedang menatapnya lekat-lekat, saat bertemu di bandara dan selama perjalanan, pria ini tidak kunjung juga melepaskan jasnya.

“Sudah sudah! Aku kakak perempuan Kyuhyun yang cantik. Walaupun tidak bisa menyaingi kecantikanmu, tapi aku harap aku bisa menjadi wanita semenarik kamu” tangannya mengulur dan langsung disambut oleh Hyen Hyo sambil tersenyum.

“Nam Hyen Hyo” jawabnya singkat.

“Hati-hati saja ya, adikku itu gampang sekali jatuh cinta pada wanita. Aku takut kalau nanti dia jadi jatuh cinta padamu. Sepertinya sekarang kau ada di garis kuning. Hati-hati saja!” bisik kakak perempuan Kyuhyun. Gadis ini hanya bisa tertawa sambil menutup mulutnya mendengar lelucon lucu dari kakak perempuan pria itu. Ibu Kyuhyun yang kebetulan duduk tepat di sebelah Hyen Hyo dan mendengar sedikit dari bisikan anak perempuannya itu, kini ikut tersenyum sembali mengelus halus pundak gadis yang baru saja datang dan dinobatkan sebagai anggota baru keluarga mereka.

“Kalian membicarakan aku, ya?” tanya Kyuhyun tidak terima.

“Mari kita makan siang dulu. Sepertinya gadis cantik ini sudah merasa lapar. Dan sangat disayangkan juga jika dia harus tidak makan makanan spesial dari keluarga ini”

                                                                        ***

“Jadi, bagaimana kabar kedua orang tuamu di Russia?” tanya ayah pria yang kini duduk di sampingnya. Hyen Hyo mencoba untuk menelan makanannya terlebih dahulu sebelum menjawab.

“Baik” jawabnya singkat lalu meminum air putih yang ada di dekat piringnya. Sumpitnya mengambil lagi beberapa makanan yang terhidangkan di tengah-tengah meja dengan piring besar. Mulutnya masih mengunyah sesuatu, walaupun begitu, gadis ini tetap saja tidak mau diam dan terus menyumpitkan makanan masuk ke dalam mulutnya.

“Kau suka? Ayo ditambah lagi, ini untukmu!” Gadis ini tersenyum kaku sambil menjilati sumpit besi miliknya. Sebentar dia melirik pria di sampingnya yang tengah menatapnya ganas seolah-olah hiu yang sedang rindu akan santapan favorite-nya.

“Thanks”

“Gadis macam apa dengan perawakan sekurus ini tapi memiliki nafsu makan yang besar?” celetuk Kyuhyun. Dua buah sumpit besi mengetuk kepalanya cukup keras, membuatnya harus merintih kesakitan akibat perlakuan gadis di sebelahnya yang dengan sengaja memukul kepalanya dengan sumpit.

“Lihatlah umma, appa, noona, aku harus mengurusi makhluk seperti ini selama 8 bulan? Kenapa dia tidak tinggal disini saja?”

“Tidak bisa Kyu, dia harus tinggal denganmu, kau tidak keberatan kan gadis cantik?” tanya ayah Kyuhyun dengan ramah. Gadis ini segera menggeleng sambil tersenyum memperlihatkan kerut-kerut manis di ujung matanya. Bukannya dia mengharapkan sesuatu yang akan terjadi padanya dengan pria itu saat mereka tinggal bersama, hanya saja, rasanya akan terasa aneh dan canggung jika dia harus tinggal bersama keluarga Cho. Tinggal berdua saja dengan anak bungsunya mungkin memang pilihan yang terbaik. Jadi gadis ini bisa melakukan apa saja yang dia inginkan tanpa harus ada yang melarang. Pria itu di matanya hanyalah bagaikan plankton kecil yang bisa dia injak kapanpun dia mau.

“Menyusahkan saja! Baru hari pertama bertemu dengannya saja, aku harus membatalkan meeting dengan klien pentingku!”

“Kau batal meeting? Kau bilang aku menyusahkan?” sergap sang gadis.

“Bukankah memang begitu kenyataannya? Kau memang menyusahkan!”

Setelah menarik nafas panjang demi menetralisirkan hawa emosi di dalam dirinya dan menaruh sumpit di atas mangkuk nasinya, Ia menggeser tubuhnya untuk duduk mengadap pada pria di sampingnya dan mencoba untuk tersenyum semanis mungkin.

“Wait! I wanna ask you something. Did i have ask you to pick me up in the airport today morning?” tanyanya dengan aksen Inggrisnya yang sangat lancar. Kyuhyun hanya bisa diam mengingat bahwa bukanlah gadis ini yang membuat meetingnya hancur berantakan, tapi ayahnyalah yang melakukan ini.

“No, you didn’t. Tapi karena ada kau, aku harus batal meeting!”

“Is that so? I think there’s no reason for you to broke up the meeting with your client. Just for your information, i didn’t need you anymore!”

“Sudah, sudah! Kyu, bukan dia yang membuat kau harus batal meeting pagi ini. Apa artinya kehilangan satu clientmu dibandingkan dengan kau harus kehilangan satu anggota keluargamu? Gadis ini adalah anggota keluarga kita mulai sekarang!” Hyen Hyo mengangguk mantap, merasa alasannya telah didukung oleh pihak keluarga pria ini, sifat keangkuhannya tiba-tiba saja muncul kembali.

“Ya Tuhan, ini seperti dalam drama Teen Romance. Kedua remaja lawan jenis saling bertemu kemudian berdebat dan saling membenci yang pada akhirnya harus sama-sama jatuh ke dalam kubangan cinta yang sama dan mulai menjalin suatu hubungan yang baru. Itu terlihat memuakkan jika aku harus menonton dramanya secara langsung seperti ini”  komentar kakak perempuan Kyuhyun yang ikut berhenti makan hanya karena perdebatan kedua makhluk iblis yang—sepertinya—akan menghancurkan dunia untuk ketiga kalinya.

“Lebih menjijikan lagi jika kau harus mendeskripsikan seperti itu lengkap dengan ciri khasmu yang selalu berlebihan, noona” balas Kyuhyun dan langsung bangkit berdiri. Suara gesekan kaki kursi dengan lantai yang terdengar nyaring dan membuat linu pada gigi menandakan bagaimana kerasnya pria ini menggeser tempat duduknya hanya untuk dia berdiri saja. Tidak mau kalah, gadis ini juga ikut berdiri dan berkacak pinggang. Pipinya Ia gembungkan, bibirnya yang berwarna pink cerah mengerucut ke depan. Lengkap dengan dahi yang mengerut dan mata yang memicing, dia menginjak kaki Kyuhyun dengan heelsnya sebelum akhirnya meninggalkan pria itu yang sedang mengaduh kesakitan.

                                                                        ***

“Ya! Kau, bantu aku angkat koper ini!!”

“Aku? Kau bicara padaku? Angkat saja sendiri! Kau pikir aku peduli padamu?” Ketus Kyuhyun dan kemudian berlalu pergi meninggalkan seorang gadis yang tengah memandangnya heran setelah menghilang dari pintu utama rumah yang baru saja dipijaknya pagi ini. Ya, mereka baru saja pindah ke rumah Kyuhyun setelah bermalam di rumah keluarga Kyuhyun. Sial, kesan pertama menginjak rumah ini saja rasanya sudah menyebalkan.

“Cho Kyuhyun gila! Dasar jelek! Menyebalkan!!” sambil mengeluarkan semua kopernya dari bagasi mobil Kyuhyun, mulutnya tidak pernah berhenti untuk menyumpahi Kyuhyun apapun, seperti ‘sial kau, mati saja’ ‘aku jamin kau akan suka padaku’ ‘awas saja kalau kau jatuh cinta padaku, akan aku manfaatkan’ ‘dasar cho kyuhyun menyebalkan, akan aku pukul kau nanti’ dan sebagainya.

“Kau lama sekali di luar!” Kepala pria itu keluar dari balik pintu, membuat gadis yang tadinya masih memaki Kyuhyun dengan bahasa ibunya, harus berhenti berbicara dan menatap Kyuhyun tajam. Sorotan matanya seolah bisa melumpuhkan niat Kyuhyun yang ingin mengabaikannya.

“Baiklah, akan aku bantu!” Pria ini melangkahkan kaki jenjangnya mendekati seorang gadis yang tengah sibuk mengangkat 3 koper besar dari mobilnya.

“Kau peduli padaku? Aku tidak butuh kepedulianmu!” caci Hyen Hyo dengan penuh penekanan pada setiap kata yang Ia lontarkan. Kyuhyun menatap gadis di hadapannya dengan mimik wajah yang-benar-saja.

“Apa kau bilang? Peduli? Aku bahkan sama sekali tidak ada minat untuk peduli terhadapmu!” Kyuhyun yang semula ingin membantu gadis ini dalam mengangkat kopernya masuk ke dalam rumah, mulai mengurungkan niatnya dan digantikan dengan rasa kesal yang mendalam di hati.

“Lalu tadi?” teriak Hyen Hyo. Wajahnya sengaja Ia dekatkan pada Kyuhyun, matanya menatap Kyuhyun tajam dan hidungnya Ia naikkan. Kyuhyun menghela nafasnya panjang dan tersenyum picik. Tangannya Ia lipat di depan dada dan kakinya mundur satu langkah untuk memperluas jarak di antara mereka yang sebelumnya semakin menyempit.

“Kau tidak pernah diperlakukan seperti itu di negaramu?” tanya Kyuhyun saat gadis itu melewatinya begitu saja sambil menarik sebuah koper besar berwarna merah miliknya. Gadis itu terhenti, membalikkan tubuhnya menghadap pria di belakangnya.

“Russia? Hahaha, kau pikir Russia negara apa??? Republik? KOMUNIS! Dasar bodoh! Masing-masing hidup sendiri!” serunya angkuh.

“Yasudah” Acuh Kyuhyun tidak peduli.

“Jadi begini kehidupan di Korea? Saling peduli?” Gadis itu menjatuhkan tubuhnya di atas kasur saat sudah sampai di kamar. Kyuhyun menyenderkan tubuhnya pada sisi pintu dan menatap gadis di hadapannya dengan kesal.

“Menurutmu? Dasar gadis gila!” Ucapnya datar. Tangannya masih Ia lipat di depan dada. Dengan senyum piciknya yang khas, menghiasi wajah tampannya untuk beberapa saat.

“Baguslah! Setidaknya aku akan mulai merasa diperdulikan setelah selama 21 tahun aku hidup dengan kekejaman dimana-mana” Gadis itu beralih pada kopernya dan mengeluarkan semua barang yang ada di dalamnya. Tidak peduli dengan Kyuhyun yang masih terus menatapnya dengan tajam. Ia akui, wanita ini memang sangat cantik. Tidak mungkin ada pria yang bisa menolak pesonanya. Tapi jika dilihat dari keangkuhan yang dia punya. Ow, sepertinya menikah dengan gadis ini diperlukan otak untuk berpikir sebanyak-banyaknya jika tidak ingin semua peralatan dapur mengenai tubuh sang suami setiap harinya.

“Tapi jangan harap aku akan peduli padamu!” Jawab Kyuhyun sambil meninggalkan gadis itu sendiri di dalam kamar.

“Tidak. Akan. Pernah.” Tekan Hyen Hyo sambil menyibakkan poninya ke atas.

“Tch! Menyebalkan!” dengus Hyen Hyo sebal sambil melepas kacamata hitam yang sempat melekat di matanya selama beberapa menit yang lalu.

Tbc—

Nb : Wahahaha gimana gimana? Jujur aja ya, awalnya aku pengen bikin cerita perjodohan (jujur banget) tapi setelah membaca comment, kok banyak yang tahu ya? Dan saya juga tipe orang yang ga suka kalau ide saya ketauan, jadi setelah saya berkutat sekian lama, saya milih untuk tidak membuat ini sebagai perjodohan, tapi cuma tinggal serumah bareng aja, gitu hehehehe

Oh ya, awalnya aku janji bakalan ngepost ini setelah LIP dan Sadness ending kan? Tapi sampai sekarang, LIP belum ada endingnya ya LOL. Serius deh aku stress banget sama ending LIP, aku bingung bikinnya:/

Maaf ya untuk KETERLAMBATAN dalam mempublish seluruh FF karya saya. Semuanya dikarenakan tugas yang mulai menjunjung tinggi lagi di dalam kehidupan saya (lebay). Mengingat bulan depan saya sudah akan naik ke semester 4, jadi tugas makin banyak deh gara-gara mau semesteran😀

Ditambah lagi, ini sekarang saya kan sudah semester 3, ya you know lah, semester 3-5 itu nilai yang berpengaruh untuk kita bisa ikut SNMPTN Undangan, ya kan? Mudah2an saya bisa masuk ke PTN lewat jalur undangan ya amiiiin, mohon doa semuanya^^

Ps : Untuk Sadness Book Version, terlalu banyak kendala saat saya ingin mempublish naskah saya di nulisbuku.com, saya masih ga ngerti ada kesalahan dimana sampai-sampai gagal terus. Jadi, entah bakalan dijadiin buku atau tidak, saya masih belum tau. Kalau sampai bulan Juni masih tetap ga bisa upload naskah saya ke penerbit, mungkin epilognya akan saya publish saja di FFIndo maupun di blog pribadi, owkey^^ Bye bye~

77 responses »

  1. nisa.. keren bgt
    gag sabar nunggu part selanjutnya =)
    pasti nanti kyu jatuh cinta m hyen…

    overall keren bgt😀.. lanjut ya ^^~

  2. Waah benci bisa jadi cinta nih hehehehehe oya, lanjutin chinguu. Tapi Love is Punishment belum kelar ya? Penasaran nii huhu;D

  3. Wuhuuuu
    Akhirnya keluar juga prolognya
    Hyen seharusnya kamu juga hati hati deh tinggal sama kyu
    Kan tau sendiri sifatnya chokyu itu gimana
    Kyu baik sedikit napa sama hyen

  4. Wah..wah… Blum apa” udah berantem terus nih dua orang. Hati hati lho kyu nnti bisa jatuh cnta?????
    Ceritanya seru saeng, trus jga gak ngebosenin. Next part, ditunggu ya…:D

  5. Huaaaa unnie !!
    Penasaran bangeeet sama kelanjutan crita ini..
    Mungkin gak ya, selama 8 bulan mereka tnggal disatu tempat ntar jadi saling mencintai kan kereeeeen un kkkkk ~

    Hwaiting un untuk sekolahnya.😀

    Dtnggu ya next partnya ┐(‘⌣’┐) (┌’⌣’)┌

  6. annyeong~~
    keren!
    gak bisa ngabayangin mereka berdua tinggal serumah, pasti tiap hari kerjaannya berantem terus.
    chapter 1 nya cepetan yeeeeee ;;)

  7. bakalan seru nih..
    si hyen agak belagu ya.. hhahaha
    21 tahun di Rusia soalnya..
    mungkin nantinya kyu juga bakal kebiasa..
    eh, yg disukai hyen tu sp?
    donghae? siwon?
    oke, aku tunggu lanjutannya yaaa

  8. bebs sorry baru baca. sms nya bukan aku yg buka. jd aku gak tau. baru tau barusan pas ngubek2 inbox. keren. kelakuannya jadiin mirip my nightmare season 2 aja. biar seru xD

  9. aiiihhhh baca karakter kyu disini sambil ngebayangin mukanya kyu waktu SS4 kemaren >,<
    aigooooo~ bikin melting aja
    Kyu~aaahhhhh, kmrn kita eye contact (?)
    ahahah *malah curcol*

    ditunggu kelanjutannya saeng🙂
    kyu kyu kyu im yours lah. wkwkwkwk *kecup mesra*

  10. waaah, trnyata ganti ide. kirain tu ttp ja akhirx jdi perjodohan..
    d sni mereka msi gengsi”an ya, dlm hati muji tpi kenyataanx ngejek”. lucu bgt..
    suka kyuhyen klo blm trllu so sweet,,

  11. Akh jadi kyuhyun mania neh gw, ,

    Ntn ss4 kmrn g saeng??
    Kyu ganteng yakh, smw’a unyuunyu,
    Jonghyun ma jaejoong bibir’a pgn gw lumat, ,
    #colaps #halahmakinngawur

  12. Oennnnn gak sabar sama lanjutannyaaa..
    Mereka brantem trus deh -_-
    Tpi mdh2an aja nnt saling suka😀 kkkkkkk

  13. Pingback: Love Sigh [Fight~3] « Nisa Ayu Thayalisha Hadi's

  14. Pingback: Love Sigh [Fight~3] | FFindo

  15. Pingback: Love Sigh [Fight~5] | Nisa Ayu Thayalisha Hadi's

  16. Sebenernya aku udah comment karna udah bca tapi berhubung aku lupa id aku dan emailnya dan ada update.an bru jadi comment lg dh..

  17. Bagus chingu…
    Aku suka scene waktu kyu menutup pintu kamarnya yg lama dgn keras dan dibalik pintu dia bilang ‘cantik jg gadis itu’ wkwkwkkk…
    Diam2 menghanyutkan
    wah wah.. Br ketemu udh berantem. Siapa namja yg dicari cari oleh hyen hyo? *bikin penasaran…
    Lanjut ya

  18. bagus banget kaaa
    ya mungkin emang bukan married life tp agak nyeremet sedikit la/? xD
    kyu sma hyen hyo, baguss sih sama sama angkuh + gengsi/?
    izin baca chapter selanjutnya ya^^

  19. Ih keren yak…kirain bakal dijodohin, iya sih perjodohan tuh tema yang pasaran banget. Atau kontrak2an gitu. Tapi kan setiap cerita punya ke-khasan sendiri dan cerita yg menarik. Jadi aku suka sama ini FF. Meskipun sifat tokohnya sama kayak di FF laen, kan emang udah pasaran juga saling ejek tuh, tapi sukaaaaaaaa banget. Apalagi pas Hyen dipanggil anorexia. Wkwkwk gerem banget pengen nabok bibir Kyu. Ciyeeeee siapa tuh cowok yg disukain Hyen di Korea yak. Ugh…..mau baca lanjutannya deh. Oyaa, salam kenal yak😀 aku readers baru-mu hehe😄

  20. Hai, aq new readers. Salam kenal😀

    Kayakny kyu& hye hyo bakalan gencat senjata(?)terus tuh?
    Jadi gak sabar baca part2 B-)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s