[LIP ENDING CONTEST] Love Is Punishment Part 11 (ENDING) by Jin Jihye

Standard

LIP Ending Contest

Author : Jin Ji Hye

Cast :

Lee Taemin

Choi Jinri

Nam Hyen Hyo

Cho Kyuhyun

Title : Love Is Punishment (PART 11 – ENDING)

Length : on going~

Genre : Romance, Angst

Rating : PG-13

Disclaimer : The casts are belong to God, and this Fan Fiction is belong to me kekekeke~ i own this plot ok?

Note : This is pure my imagination.

Credit Poster : cutepixie@darkreflection.so-pink.org

=======================================================================================

Author POV

 

Hati Kyuhyun diliputi rasa senang memikirkan segala yang terjadi hari ini. Betapa ia mensyukuri hal yang sebelumnya bagaikan hukuman neraka yang sangat menyiksa batinnya. Senyum di wajahnya tak kunjung hilang sejak ia terakhir menghubungi Taemin melalui ponsel Jinri yang tertinggal di kamar.

Aku disini sedang tidak menolongmu, tapi memperjuangkan cintaku. Tinggalkan Jinri mulai detik ini.

Untaian kalimat yang Taemin ucapkan sebelum mengakhiri pembicaraan mereka terus terngiang di kepala Kyuhyun. Bagaimana tak perlu bersusah payah ia meyakinkan pernyataan Taemin di kedai jajangmyeon beberapa hari lalu.

Tak terhitung sudah beberapa waktu terakhir ini ia telah menyakiti seseorang bahkan dua orang sekaligus. Bagaimana penyesalannya yang tanpa ia sadari bahkan tidak diinginkan terjadi begitu saja ketika ia mabuk dan menodai kesucian seorang gadis yang sudah ia anggap sebagai adik kesayangannya, padahal ia sendiri yang berjanji untuk selalu memberikan uluran tangan menyemangati hidupnya yang tersiksa oleh ‘cinta’.

Nam Hyen Hyo. Gadis yang sudah menjadi oksigen baginya -yang karena tindakan bodohnya itu- telah membuat gadis itu terus menangis, entah sudah berapa banyak airmata yang keluar dari matanya yang terlihat begitu indah bagi Kyuhyun.

Dan sekarang adalah saat yang tepat untuk menebus itu semua, kembali membawa cintanya pada Hyen Hyo. Kyuhyun tersenyum saat dirinya kembali mengingat saat mereka menghabiskan waktu berdua, saling berbagi kebahagiaan di tengah rasa cinta yang sudah terpatri begitu kuat di hati mereka masing-masing.

Namun sayang, kebahagiaan itu sepertinya belum ditakdirkan untuk mereka berdua. Kisah Kyuhyun dan Hyen Hyo seakan dipermainkan, cinta mereka yang seakan diuji kembali.

Entah bagaimana kronologi kejadian itu secara tepat, Kyuhyun mendapati sebuah sinar terang yang teramat sangat menyilaukan bahkan ia harus mengangkat sebelah tangannya untuk menutupi sinar itu mengenai matanya.

 

~*~*~*~

 

Tampak seorang gadis yang terengah-engah. Nafasnya yang memburu karena habis berlari begitu ia mendapati kabar mengenai keadaan Kyuhyun. Walaupun gadis itu memang tidak mencintainya tapi terbesit rasa kekhawatiran yang teramat sangat di hatinya. Bagaimana perlakuan seorang Kyuhyun yang sudah ia terima selama ini baik sebelum atau sesudah kejadian itu.

Gadis itu berhenti di depan sebuah ruangan yang bertuliskan UGD, disusul seorang lelaki yang nafasnya hampir menyerupai gadis itu karena dirinya –secara terpaksa- harus berlari mengejarnya. Walaupun ia tak menyukai sosok Kyuhyun tapi ia sendiri tak bisa menutupi bahwa dirinya masih memiliki rasa iba.

“Jinri-ah, mengapa kau berlari secepat itu? Hal itu bisa mempengaruhi keadaan kandunganmu.” Sebuah pertanyaan yang terlintas cepat di kepalanya begitu lelaki itu sudah bisa mengatur nafasnya yang tentu langsung membuat gadis itu cukup terkaget dan langsung memegang perutnya yang masih terlihat rata.

Jinri benar-benar melupakan bahwa sekarang tubuhnya bukan hanya miliknya sendiri melainkan sudah ada jiwa lain yang bersemayan di perutnya. Sebuah nyawa kecil yang tidak diinginkan namun sudah terlanjur ia sayangi. Ia cukup merasa lega bahwa tubuhnya tidak mengalami kondisi yang buruk namun sebuah sentuhan yang menepuk pundaknya membuatnya langsung mengangkat kepalanya yang tertunduk.

“Kau ingin memastikan keadaannya? Kutemani kau menemui dokter kandungan.” Ucap Taemin penuh kelembutan yang dijawab dengan anggukan kepala Jinri.

Taemin pun mengantar Jinri menemui dokter kandungan namun ia tidak ikut masuk. Ia hanya berdiam di luar menunggu gadis itu selesai diperiksa. Dalam keadaan duduk di kursi yang ada sambil menyandarkan tubuhnya, menengadahkan kepala menatap langit-langit rumah sakit, ia merenungi kejadian ke belakang.

Bagaimana dulu ia hanya menganggap Jinri hanya sebagai yeosaengnya, bagaimana usaha dia yang berusaha merebut perhatian Hyen Hyo dan segala rencana yang keluar dari pikirannya untuk memisahkan Hyen Hyo dari kekasihnya yang bernama Kyuhyun, bagaimana ia bisa tak menyadari bahwa selama ini Jinri menaruh hati padanya dan bagaimana bisa dirinya baru menyadari betapa berartinya sosok Jinri bagi hidupnya.

Dalam lamunannya itu, Taemin membuka matanya saat mendengar gumanan Jinri yang membuatnya kembali tersadar. Ia sekarang terlihat seperti sosok seorang suami yang begitu gembira karena mengetahui keadaan kandungan istrinya yang baik-baik saja. Ya walaupun Jinri memang belum resmi menjadi istrinya namun hal itu akan terwujud tak lama lagi, tentunya setelah ia mengakui bahwa janin yang berada di dalam tubuh Jinri adalah anaknya, bukan anak Kyuhyun.

DEG

Setelah mengingat kembali nama seseorang yang baru saja terlintas di kepalanya, ia langsung mengalihkan pandangan menatap Jinri. “Jinri-ah, apa Hyen Hyo sudah mengetahui keadaan Kyuhyun?”

 

__.__.__.__

 

Hyen Hyo POV

Tubuhku terasa sangat lemas bahkan terlihat begitu lemah. Ya setelah kehilangan Cho Kyuhyun, lelaki yang telah merebut hatiku dan membawa separuh jiwaku pergi bersamanya. Hatiku terasa begitu hampa, tidak ada tujuan, tidak ada hal yang ingin kulakukan.

Aku hanya terus berbaring di ranjangku bahkan untuk mengurus tubuhku dan mengisikan tenaga ke dalamnya saja aku sudah tak berminat. Apa mungkin aku akan pergi meninggalkan dunia ini sebentar lagi?

Tidak, tentu saja itu tidak boleh terjadi. Bagaimana pun diriku begitu tersiksa, aku tetap harus bertahan jika memang masih ingin dapat melihat Kyuhyun, suplai oksigen yang entah masih bisa kudapatkan atau tidak karena ia sudah bukan milikku lagi. Ia akan menjadi milik orang.

Aku mencintaimu Hyen, aku mencintaimu..maafkan aku.’

Nafasku kembali tercekat mengingat ucapannya saat kami berpisah. Hatiku kembali terasa sakit mendapati kenyataan ini. Aku masih belum siap kehilangan Kyuhyun dan sampai kapanpun aku tak akan pernah siap.

Berbagai pikiranku tentang masa depan yang akan kurancang bersamanya hilang seketika. Kenangan saat kami berdua menghabiskan waktu bersama seakan menguap begitu saja dan membuat perasaanku menjadi tak enak.

Drrttt_Drrttt_

Terdengar bunyi ponselku yang menyala karena ada panggilan masuk. Aku berusaha mengabaikan ponselku yang terus bordering, sungguh aku tak ingin diganggu saat ini. Aku membutuhkan waktuku sendiri untuk merenungi segalanya.

Namun usahaku itu gagal karena ponselku terus tak berhenti bordering. Entah siapa yang menghubungiku begitu rajin dan berusaha mengambilnya dipenuhi rasa malas terutama setelah mendapati nama LEE TAEMIN di layar ponselku.

Ada apa ia menghubungiku sekian kali. Tak cukup kau menghancurkan hubungan kami berdua. Tak cukup kau memisahkan kami seperti ini. Kau pasti terlihat begitu bahagia mendapati kabar mengenai hubungan kami yang sudah hancur lebur.

Jika aku tak mengangkatnya, mungkin ponselku ini akan mati kehabisan sumber daya karena dirinya yang terus menghubungiku.

“Yeoboseyo?” jawabku parau karena sudah seharian ini menghabiskan waktu hanya dengan menangis.

“Hyen-ah, mengapa kau lama sekali mengangkat teleponku? Aku sudah berulang kali-”

“Apa yang ingin kau bicarakan?” aku memotong ucapan Taemin dengan sedikit ketus. Sungguh itu bukan sifatku tapi ini semua karena salah kau sendiri.

“Baiklah, aku tak akan banyak bicara. Aku berharap kau kuat mendengarkan semua yang akan kukatakan ini.”

“Bisakah kau tak bertele-tele, Lee Taemin.” Aku semakin ketus menjawab teleponnya. Jujur aku sedang malas berbicara denganmu dan sekali lagi jangan salahkan aku jika sikapku ini terlampau dingin.

“Kyuhyun kecelakaan. Ia sekarang berada di rumah sakit-” Tunggu. Apa yang baru kau katakan, Lee Taemin? Pendengaranku ini masih sehat dan apa aku tak salah dengar? Kyuhyunku kecelakaan?

“Yeoboseyo? Hyen-ah, apa kau masih berada disana?”

“Ne. Bisa kau ulangi lagi ucapanmu barusan?” Aku ingin memastikan bahwa semua ini hanya mimpiku. Ya, pasti barusan aku salah dengar atau mungkin Taemin sedang berusaha membohongiku lagi. Tidak, aku tak akan terjebak lagi dalam permainanmu itu, Taemin.

“Kyuhyun kecelakaan dan sekarang ia berada di Seoul Hospital.” Jantungku serasa berhenti berdetak. Tidak mungkin, apa yang barusan aku dengar tadi sungguh nyata.

“Kau pasti berbohong, Lee Taemin.” Ucapku sedikit terbata-bata, berusaha tetap tegar membalas candaannya.

“Jika kau tak mempercayai ucapanku, mungkin kau akan mempercayai ucapannya.” Terdengar di seberang telepon ia berbicara dengan seseorang dan itu membuatku semakin penasaran, yang katanya ucapan orang itu akan membuatku percaya akan permainanmu lagi.

“Eonni, ini aku Jinri. Kau masih ingat padaku?” Nafasku kembali tercekat begitu ia menyebutkan namanya. Seorang gadis yang sudah merebut kebahagianku, merebut Kyuhyun dari sisiku karena janin yang berada dalam kandungannya.

“Eonni, aku hanya ingin mengatakan bahwa Kyuhyun oppa kecelakaan. Kurasa kau berhak tahu. Datang saja ke Seoul Hospital jika kau tidak percaya.”

Tutt_Tutt_Tutt_

Aku langsung mengakhiri sambungan telepon itu. Sungguh aku tak ingin mendengar lanjutannya, pasti itu semua hanya kebohongan mereka. Ya, pasti ini adalah rencana mereka untuk semakin menyakitiku.

Datang saja ke Seoul Hospital jika kau tidak percaya.’

Perkataan Jinri tadi benar-benar mengusik pikiranku. Aku pun bergegas bangun dari tempat tidur, melupakan tubuhku yang sebelumnya terasa begitu lemas dan lemah. Kurapikan diriku yang memang sudah terlihat acak-acakan secepat kilat dan seadaanya dan langsung menuju rumah sakit.

 

__.__.__.__

 

Jinri POV

Aku berada di dalam ruang dokter kandungan itu sendirian karena Taemin oppa lebih memilih menunggu di luar. Aku merasa sangat gelisah. Apa mungkin bayi ini bisa merasakan keadaan ayah kandungnya?

“Kandunganmu baik-baik saja dan terlihat sehat. Sebagai dokter, aku hanya bisa menyarankan kau tidak boleh terlalu lelah bahkan mengalami stress karena itu akan mempengaruhi perkembangan bayimu.”

Setelah dokter itu memberitahu hasil pemeriksaan dan memberiku berbagai resep yang terlihat seperti vitamin untuk perkembangan kesehatan janinku, aku pun membungkuk mengucapkan terimakasih dan berjalan keluar.

Kulihat Taemin oppa sedang menutup matanya. Apa ia sedang memikirkan Hyen eonni atau mungkin ia sedang memikir ulang ucapannya yang ingin menikahiku? Sungguh aku tak bisa berpikir tenang sekarang ini.

“Kandunganku baik-baik saja, oppa.” Akhirnya aku kembali memanggilnya oppa setelah sekian lama. Terlihat jelas di wajahnya yang memberiku senyuman. Ah, senyuman itu selalu membuatku ketagihan. Senyuman yang memancarkan kebahagiaan layaknya seorang suami pada istrinya.

Namun senyumannya itu hilang seketika dan berganti menjadi raut muka yang tidak bisa kuartikan sampai ia menanyakan hal itu. “Jinri-ah, apa Hyen Hyo sudah mengetahui keadaan Kyuhyun?”

“Aku tak tahu karena kita mengetahuinya saja dari seseorang yang menghubungimu.”

Kulihat Taemin oppa menganggukkan kepala sekali dan berjalan menjauh. Sepertinya ia sedang menghubungi Hyen eonni dan raut mukanya terlihat begitu kesal dan dapat kudengar gumanannya dalam volume kecil sekalipun bahwa Hyen eonni yang tidak mengangkat teleponnya itu.

Kulihat dari jauh dirinya yang sudah mulai berbicara dengan seseorang di seberang telepon dan mungkin itu adalah Hyen eonni. Namun tiba-tiba Taemin oppa datang menghampiriku dan menyuruhku berbicara di telepon.

Aku sempat menolak karena tak tahu apa yang ingin kubicarakan dengannya namun Taemin oppa terus mendesakku dan tentu saja hal itu berhasil. Sampai kapan pun aku tak akan pernah bisa menolak permintaannya bukan.

“Eonni, ini aku Jinri. Kau masih ingat padaku?” Sepertinya Hyen eonni masih marah padaku karena ia terus saja diam tak merepson ucapanku. Tentu saja karena aku telah merebut kekasihnya itu.

“Eonni, aku hanya ingin mengatakan bahwa Kyuhyun oppa kecelakaan. Kurasa kau berhak tahu. Datang saja ke Seoul Hospital jika kau tidak percaya.” Ucapku lanjut yang diikuti bunyi telepon yang terputus begitu aku selesai berbicara.

Bagaimana pun juga aku punya andil disini dan aku sudah memberitahunya mengenai keadaan Kyuhyun oppa yang sebenarnya. Kuharap Hyen eonni percaya dan segera datang kemari karena kuyakin Kyuhyun oppa membutuhkan dukungan dan support darinya dalam menghadapi maut.

“Bagaimana, apa dia percaya padamu?” Pertanyaan Taemin oppa kubalas dengan gelengan kepala.

“Aniyo, aku tak tahu karena eonni langsung mematikannya setelah aku selesai berbicara. Ia pasti sangat marah padaku, oppa.” Aku kembali terisak karena rasa bersalah kembali menghampiriku. Taemin oppa langsung merengkuhku ke dalam pelukannya seraya tuk meredakan isak tangisku yang malah semakin membesar.

“Uljima, Jinri-ah. Yang penting kau sudah berusaha memberitahunya.” Taemin oppa berbisik di telingaku, berusaha menenangkanku sambil terus mengelus kepalaku. Kuharap semua perlakuannya saat ini bukanlah mimpi, tidak akan hilang setelah aku kembali membuka mata.

Kami berdua kembali berjalan menuju ruang UGD karena Kyuhyun oppa masih berada di dalam. Apa keadaannya begitu buruk hingga mereka semua belum keluar? Kenapa hatiku terasa begitu resah dan sepertinya bakal terjadi sesuatu yang buruk. Tidak, ini hanya perasaanku saja, semua pasti akan baik-baik saja.

Tak lama kemudian muncul seseorang yang berlari kearah kami dan ternyata sosok itu tak lain adalah Hyen eonni. Syukurlah eonni akhirnya datang dan bersamaan dengan itu, seorang dokter keluar dari ruang operasi. “Apa kalian keluarga korban?”

Belum sempat aku menjawab pertanyaan dokter itu, Hyen eonni sudah terlebih dahulu menjawabnya dan sang dokter mengajaknya untuk berbicara mengenai keadaan Kyuhyun oppa. Semakin lama perasaanku semakin tak enak. Ini tidak ada hubungannya dengan dipanggilnya Hyen eonni ke ruangan dokter itu kan?

 

__.__.__.__

 

Author POV

Hyen Hyo berjalan mengikuti dokter tersebut memasuki ruangannya, mempersilakan duduk pada Hyen Hyo sebelum dokter itu juga duduk menempati kursi kerjanya. “Keadaan Tuan Cho memiliki dua sisi.”

Perkataan singkat dokter itu membuat Hyen Hyo kebingungan, tidak mengerti maksud yang ingin disampaikan dokter tersebut namun hatinya berkata lain dan ia merasa ada sesuatu yang buruk yang akan terjadi. “Apa maksud Anda, uisa?”

“Seperti yang kukatakan sebelumnya. Kabar baiknya keadaan Tuan Cho sudah terlewat dari masa kritis dan tinggal menunggu masa pemulihan. Dan kabar buruknya..” Dokter tersebut menghentikan ucapannya sebentar sebelum kembali melanjutkannya. “Tuan Cho mengalami retrograde amnesia. Ia akan kehilangan sebagian memori ingatannya.”

Otak Hyen Hyo bagaikan tersambar petir. Ia sungguh tak menyangka kalau Kyuhyun akan mengalami amnesia. Beruntung jika Kyuhyun kehilangan ingatan mengenai masalah mereka namun bagaimana jika yang dilupakannya itu mengenai dirinya sendiri? Hatinya begitu gelisah. Ia merasa sangat takut jika itu benar-benar terjadi.

Hyen Hyo berjalan gontai dan berjalan menuju ruang Kyuhyun yang sudah dipindahkan ke kamar biasa. Ia dapat melihat wajah pucat seorang lelaki yang sangat pucat terbaring di atas ranjang. Disaat bersamaan, Jinri yang menyadari kehadiran Hyen langsung mengalihkan wajahnya memandang Hyen Hyo.

“Eonni, bagaimana keadaan Kyuhyun oppa? Tidak ada sesuatu yang buruk kan?” Pertanyaan itu kembali mengingatkannya pada ucapan sang dokter bahkan tanpa sadar airmata sudah mengalir membasahi pipinya. Jinri yang melihat Hyen Hyo menangis bahkan badannya terlihat bergetar langsung menariknya duduk di sofa terdekat yang masih berada di ruangan itu.

“Eonni…” panggil Jinri lirih yang masih tidak ditanggapi Hyen Hyo karena dirinya yang terlarut dalam tangisannya.

“Kyuhyun sudah melewati masa kritisnya tapi..” Jinri turut senang mengenai keadaan Kyuhyun namun keraguan dalam kata-kata Hyen Hyo membuat Jinri cemas.

“Ia akan melupakan sebagian ingatannya tapi tidak dapat dipastikan bagian mana yang dia lupakan.”

Keresahan dan ketakutan yang Jinri rasakan sejak ia menginjakkan kaki di rumah sakit ini menjadi kenyataan. Perasaan buruknya semakin menjadi-jadi dan membuat dirinya terlihat cukup pucat.

 

__.__.__.__

 

Kyuhyun POV

Aku berjalan di tengah kegelapan yang tidak kuketahui. Tempat ini terasa begitu asing dan bagaimana caranya agar aku bisa keluar dari kegelapan ini. Aku terus mencoba berjalan berharap segera menemukan pintu keluar. Cukup lama kutelurusi dan aku menemukan secercah cahaya kecil di ujung sana. Aku berjalan mendekati sumber cahaya yang makin lama terlihat membesar yang akhirnya membuatku harus mengangkat tanganku untuk menahan cahaya yang begitu menyilaukan dan…

Mataku terbuka secara perlahan, berusaha menyesuaikan dengan cahaya yang datang. Badanku terasa cukup kaku dan kusadari keadaan sekelilingku yang bernuansa putih serta bau obat-obatan yang sudah sangat kuyakini dimana diriku berada.

Mataku tiba-tiba menangkap sosok seorang gadis yang tertidur di samping ranjangku ini dan tanganku berusaha ku angkat tuh mencoba mengetahui identitas dirinya. Niatku itu kembali kuurungkan begitu mendapati dirinya yang sudah terlebih dahulu bangun.

“Kyuhyun, kau sudah sadar?” ucapnya dengan ekspresi yang tidak dapat kuartikan. Aku terdiam tak membalas pertanyaannya. Yang kulakukan hanyalah terus menatap lekuk wajahnya yang berparas cantik di sudut mataku ini. Gadis itu kemudian menghampiri dua orang yang tertidur di sofa dan terlihat membangungkannya.

Masih dapat kutangkap dengan mataku sendiri ekspresi kekagetan mereka dan salah satunya terlihat keluar ruangan yang tak lama kemudian kembali masuk dengan sosok seorang lelaki berjas putih yang datang memeriksaku.

“Kondisimu baik, Tuan Cho. Kurasa tak membutuhkan waktu lama lagi kau bisa segera pulang.” Dokter itu kemudian keluar meninggalkan kamarku dan mataku kembali memandang sosok yang sedari tadi ingin kutuju.

“Jinri-ah, siapa mereka?”

 

__.__.__.__

 

Taemin POV

Aku merasa ada seseorang yang mengguncangkan tubuhku secara perlahan. Kubuka mataku dan merenggangkan sendi-sendi tubuhku yang terasa kaku karena semalaman tidur di sofa. Ya, aku menemani Jinri menunggu lelaki bernama Kyuhyun itu tersadar padahal aku sudah membujuknya untuk pulang ke rumah karena sudah ada Hyen Hyo nuna yang menemaninya.

Ya, aku tak akan mengganggu hubungan Hyen Hyo dengan kekasihnya itu karena aku telah menyadari kepada siapa orang yang pantas kuberikan rasa cintaku ini. Jinri. Gadis yang selama ini selalu kuanggap sebagai dongsaengku sendiri namun itu semua berubah setelah aku mengetahui kebenarannya dari mulut lelaki itu.

Dan sekarang aku berada disini karena aku takut terjadi sesuatu yang buruk pada Jinri dan juga janin yang berada di kandungannya. Sebuah jiwa kecil yang nanti akan kuakui sebagai anakku sendiri.

Akhirnya aku kembali tersadar dari lamunanku setelah Jinri memanggilku berulang kali karena tidak mendapatkan respon dariku. Dia menyuruhku memanggilkan dokter karena Kyuhyun yang telah tersadar. Aku pun berjalan keluar dan tak lama kembali bersama seorang dokter yang langsung memeriksa kondisinya.

“Kondisimu baik, Tuan Cho. Kurasa tak membutuhkan waktu lama lagi kau bisa segera pulang.” Ah, aku begitu senang mendengarnya. Itu pertanda bahwa Jinri akan bisa pulang bersamaku menemui kedua orangtuanya dan mengajaknya menikah. Sungguh hal yang sangat membahagiakan.

Dokter itu pun berjalan keluar dan tangan yang sebelumnya ingin kugunakan tuk menarik Jinri bersamaku tergantung di udara begitu saja setelah mendengar ucapannya. “Jinri-ah, siapa mereka?”

Hey, apa maksud ucapanmu itu barusan? Apa kau sedang bermain-main dan berniat membawa Jinri dariku? Hal itu tentu tidak akan kubiarkan. Bukankah seharusnya kau kembali bersama kekasihmu semula karena aku sudah tak mengejarnya lagi.

Kulihat Jinri dan Hyen Hyo nuna yang saling bertatapan dan rasa cemas terlihat jelas di wajah mereka. Sepertinya mereka mengetahui sesuatu yang tak kuketahui.

“Oppa, apa kau tak mengenal gadis ini?”

Apa aku tak salah lihat, Jinri bertanya pada Kyuhyun perihal mengenai Hyen Hyo dan Kyuhyun menggelengkan kepalanya serta Hyen Hyo yang matanya terbelalak kaget bahkan sudah berkaca-kaca. Sebenarnya apa yang sedang terjadi disini? Daripada aku semakin bingung, aku langsung menarik tangan Jinri. Membawanya keluar kamar dan bertanya padanya.

“Jinri-ah, mengapa Kyuhyun hanya mengenalmu?”

“Dia..dia..” Perkataan Jinri begitu terbata-bata dan membuatku semakin tak sabar mendengar penjelasannya.

“Dia kenapa, Jinri-ah?” tanyaku lagi.

“Kyuhyun oppa mengalami amnesia.” Aku langsung menangkap tubuh Jinri yang hampir terjatuh ke lantai. Kubawa dirinya duduk di salah satu kursi panjang yang ada di koridor ini.

“Jelaskan padaku secara perlahan.”

 

__.__.__.__

 

Author POV

Sudah setahun lebih waktu berlalu sejak kecelakaan yang menimpa Kyuhyun. Dokter  yang memeriksanya mengatakan bahwa kemungkinan ingatan yang hilang itu adalah hal yang menyakitkan baginya dan tentu saja hal itu membuat Hyen Hyo langsung lemas, Jinri yang merasa bersalah dan juga Taemin yang tidak dapat dijelaskan bagaimana perasaannya.

Dan sekarang Hyen Hyo sering menghabiskan waktu dengan melamun dan menangis bahkan ia sudah tak memikirkan kondisi tubuhnya lagi. Taemin yang semakin banyak menghabiskan batangan rokok yang dihisapnya.

Keadaan Jinri pun tak berbeda jauh dengan Hyen Hyo dan Taemin. Kondisi fisiknya memang terlihat baik-baik saja namun tidak dengan hatinya. Di saat dirinya yang seharusnya sudah mendapatkan kebahagiaan karena Taemin yang sudah membalas cintanya itu harus hilang begitu saja karena kondisi Kyuhyun yang sangat tidak mendukung.

Kyuhyun yang hanya mengenal dirinya bahkan mengingat bahwa mengingat masih ada janin yang berada di dalam perutnya. Kyuhyun yang sama sekali tak mengingat Hyen Hyo yang jelas-jelas gadis itu adalah orang yang teramat dicintainya. Semua itu membuat Jinri merasa serba salah. Pernikahan Kyuhyun dan Jinri tetap dilangsungkan sebulan kemudian setelah Kyuhyun keluar dari rumah sakit bahkan seminggu setelahnya keduanya pergi meninggalkan Korea.

Baik Hyen Hyo maupun Taemin sudah kehilangan suplai oksigen mereka. Sebagian jiwa mereka yang seakan turut terbawa terbang. Kekosongan hati. Kehampaan jiwa. Entah harus bagaimana menggambarkan perasaan mereka sekarang. Entah bagaimana cara mereka berdua melanjutkan hidupnya yang cukup berantakan.

~*~*~*~

 

Tampak seorang lelaki berambut coklat, bertubuh tinggi dan terlihat tampan dengan kacamata hitam yang dikenakannya. Tak lupa seorang gadis berambut panjang dengan seorang bayi perempuan yang terlihat sangat tenang dalam pelukannya. Keluarga yang terlihat sempurna saat berjalan di tengah keramaian aktivitas bandara.

Keduanya berjalan berdampingan, menuju salah satu taksi yang berada disana yang tak lama kemudian melaju setelah lelaki itu mengucapkan sebuah alamat pada supir. Dua orang tersebut terlihat memandang keramaian kota Seoul yang sudah setahun lebih tak mereka lihat.

Mereka berdua keluar dari taksi tersebut setelah sampai di tempat tujuan dan berjalan masuk ke dalam sebuah rumah setelah membayar ongkos perjalanan. Lelaki itu membawa dua buah koper –miliknya dan milik gadis itu- yang disimpan begitu saja di ruang tengah dan langsung duduk di sofa.

“Akhirnya kita bisa kembali ke Korea.” Guman lelaki itu sambil menengadahkan kepala sambil merentangkan kedua tangannya di atas sandaran sofa. Tak lama kemudian disusul kedatangan seorang gadis yang duduk di sebelahnya.

“Aku bahkan tak menyangka kepulangan kita lebih cepat dari yang direncanakan, oppa.” Balas gadis itu yang masih tetap memeluk seorang bayi di tangannya.

“Sudah saatnya oppa kembali padanya. Gadis yang sangat oppa cintai melebihi hidup oppa sendiri.” Lanjutnya sambil menyunggingkan senyuman di wajahnya.

“Begitu juga denganmu, Jinri-ah.”

Ya, mereka berdua tak lain adalah Kyuhyun dan Jinri. Tak lupa bayi perempuan yang berada di dalam dekapan Jinri yang memang adalah darah daging keduanya. Mereka berdua kembali tak lama setelah ingatan Kyuhyun yang pulih secara tak terduga.

“Pergilah, oppa. Kurasa Hyen eonni akan senang melihat kedatanganmu.” Kyuhyun pun menganggukkan kepala dan beranjak keluar menuju rumah gadis itu. Rasa lelah yang menghampiri tubuhnya karena duduk berjam-jam lamanya kursi pesawat terasa hilang begitu saja saat mengingat nama gadis itu, Hyen Hyo. Gadis yang sempat terlupakan setahun terakhir ini.

Setelah sampai di tempat tujuan, Kyuhyun lama memandang rumah yang sering ia singgahi untuk menghapus kerinduannya. Senyuman tampak di wajahnya dan ia berjalan menuju sebuah pintu dan mengetuknya.

“Annyeong, eomonim. Apa Hyen Hyo ada di rumah?” Seorang wanita paruh baya membuka pintu tersebut dan tercenggang mendapati Kyuhyun yang berdiri di hadapannya, tak lama senyuman terlihat di wajah wanita yang tak lain adalah ibunda dari Hyen Hyo.

“Lama tak melihatmu. Hyen Hyo berada di kamarnya.” Kyuhyun membungkukkan badannya sebelum ia beranjak untuk menemui Hyen Hyo. Ia mengetuk pintu kamar itu namun tak kunjung mendapat jawaban dari dalam. Ia pun mencoba mengetuknya kembali sampai akhirnya pintu kamar itu terbuka secara perlahan.

Kyuhyun kembali tersenyum melihat wajah yang dirindukannya setelah ingatannya itu pulih. Ia langsung berhambur memeluk erat tubuh gadis itu dan menikmati aromanya yang masih diingatnya yang sudah lama tak dirasakannya sedangkan gadis itu masih menatap tak percaya pada penglihatan matanya.

“Kyuhyun?” gumannya masih tak percaya.

“Ne, aku Kyuhyun. Cho Kyuhyun. Seorang lelaki yang sangat mencintai seorang gadis bernama Nam Hyen Hyo.” Hyen Hyo sontak melepaskan pelukan Kyuhyun dan menatap intens lelaki di depan matanya itu.

“Kyuhyun-ah, kau..”

“Ingatanku sudah kembali. Maafkan jika selama ini sudah membuatmu menderita karena aku yang dengan lancang melupakanmu. Jeongmal mianhae, Hyen-ah.” Ucapan Kyuhyun itu membuat tangisan Hyen Hyo pecah, kristal bening itu secara perlahan turun membentuk sungai kecil. Bukan tangisan kesedihan yang terkadung di dalamnya melainkan tangisan bahagia karena cintanya yang telah kembali.

“Bagaimana dengan istrimu?” Tenggorokan Hyen Hyo serasa tercekat mengucapkannya. Rasa ragu masih tersimpan di dalam hatinya. Walaupun ia senang –bahkan terlampau senang- karena Kyuhyun yang kembali padanya, tentu Hyen Hyo tak bisa egois karena status lelaki itu yang sudah berkeluarga bahkan sudah memiliki anak dari gadis yang sekarang menjadi istrinya itu.

“Kami akan segera bercerai.” Ucap Kyuhyun singkat.

“Tapi bagaimana dengan..” ucapannya terhenti setelah Kyuhyun meletakkan jari telunjuknya di bibir Hyen Hyo.

“Ssttt, kau tak usah memikirkan hal itu. Kami sudah memutuskan akan bergantian merawat Hyunri. Kau juga akan menjadi ibu baginya, Hyen-ah.”

“Menjadi ibunya? Maksudmu apa, Kyuhyun-ah?” balas Hyen Hyo yang memang masih belum bisa mencerna ucapan Kyuhyun terutama kalimat terakhir yang baru saja ia dengar.

“Ya, menjadi ibunya dengan menikah denganku. Apa kau bersedia mendampingiku, menemaniku hingga akhir hayatku?” Tiba-tiba Kyuhyun berlutut dengan salah satu lutut yang bertumpu di lantai. Tak lupa ia mengeluarkan sebuah kotak beludru berwarna merah dimana di dalamnya terdapat sebuah cincin bermata berlian.

“Kyuhyun-ah, apa perlu kau mengeluarkan pertanyaan yang kau sendiri sudah tahu bagaimana jawabanku? Sampai kapan pun aku mencintaimu.” Kyuhyun kemudian berdiri dan memasangkan cincin tersebut di jari Hyen Hyo. Ia kembali memeluk Hyen Hyo sambil terus mengucapkan terima kasih karena masih mencintainya walaupun ia telah melupakan dirinya.

 

~*~*~*~

 

Setelah kepergian Kyuhyun menemui Hyen Hyo, Jinri pergi ke sebuah café setelah berhasil menghubungi seseorang. Tak lupa sebelumnya ia sudah menitipkan anaknya pada ibu Kyuhyun. Ia duduk sambil menatap keramaian kota dari sudut kaca yang berada di sampingnya. Suasana yang sudah lama tak dijumpainya sejak kepindahan dirinya ke luar negeri.

Seseorang yang ditunggunya pun tak lama datang dan duduk di depannya. Lelaki yang bernama Taemin terus menatap Jinri. Ia sungguh sangat merindukan sosok gadis itu. Bagaimana hatinya yang berbuncah senang ketika mendapati telepon dari Jinri. Rasa rindu yang terlampau lama ia rasakan seakan ingin langsung ia lampiaskan dengan memeluknya jika saja ia tak mengingat status gadis itu yang sudah menjadi istri orang.

“Bagaimana keadaanmu, oppa? Baik-baik sajakah?” terdengar keraguan dalam ucapan Jinri saat bertanya pada Taemin.

“Apa aku memang terlihat baik-baik saja?” balas Taemin dengan nada yang datar. Hal itu membuat Jinri takut untuk melanjutkan perkataannya yang menjadi inti dari pertemuan mereka.

“Kurasa kau tak perlu bertanya seperti itu karena kau pasti tahu bahwa aku sangat tersiksa selama ini karena kehilangan dirimu, Jinri-ah.” Lanjut Taemin dengan suara yang lebih lembut dari sebelumnya.

Setelah ucapan Taemin, keduanya sekarang terdiam tak bersuara seakan tenggelam dalam pikirannya masing-masing. Taemin yang terus menerka tujuan Jinri menghubunginya dan juga Jinri yang berusaha memilih kata-kata yang tepat memberi tahu sesuatu padanya.

Cukup lama mereka terdiam sampai akhirnya Taemin memutuskan untuk bersuara lebih dahulu, memecah keheningan yang tercipta di antara mereka. “Ada apa kau memanggilku kemari? Apa suamimu tak mencarimu?”

Jinri langsung menegak air liurnya. Ia benar-benar merasa semakin gugup terutama mendengar pertanyaan terakhir. Ia hanya bisa terdiam padahal jawaban yang akan ia berikan sangat mudah.

Jinri yang belum merespon pertanyaannya itu membuat Taemin kembali terdiam. Ia menunggu jawaban yang akan Jinri berikan walau mungkin ucapannya itu hanya akan menambah luka di hatinya.

“Aku akan bercerai dengan Kyuhyun oppa.” Taemin mengerutkan keningnya mendengar ucapan Jinri. Apa pendengarannya itu sudah terganggu atau karena ada hal lainnya yang masih membuat ia tak mempercayai ucapan Jinri.

“Waeyo? Bagaimana dengan anak kalian? Kurasa ia masih membutuhkan kasih sayang dari kedua orangtuanya.”

“Kami memutuskan akan bergantian merawatnya, dengan bantuan Hyen eonni tentunya.” Taemin masih belum bisa menangkap ucapan Jinri.

“Maksudmu?”

“Aku akan melepas Kyuhyun oppa agar ia bisa kembali pada Hyen eonni. Ingatannya sudah pulih dan karena alasan itulah kami kembali ke Korea.” Taemin hanya meresponnya dengan anggukan kepala. Hal itu sempat membuat harapan Jinri akan cintanya pada Taemin menjadi mengkerut. Ia menganggap bahwa mungkin Taemin tidak bisa memaafkan perbuatannya yang lebih memilih Kyuhyun dibanding dirinya namun semua sudah terjadi dan itu tidak dapat diulang kembali.

“Kapan kalian bercerai?”

“Secepatnya, oppa.” Hati Taemin kembali membuncah mendengar panggilan yang sudah lama tak didengarnya namun ia masih memasang wajah datar agar ekspresi kebahagiaan yang tengah dirasakannya tidak terlihat.

“Lalu apa yang akan kau lakukan setelah bercerai dengannya?” Jinri tak sanggup menjawabnya, ia hanya bisa menggelengkan kepala sebagai tanda ketidaktahuannya. Harapan cintanya untuk kembali pada Taemin semakin menipis. Itulah kesimpulan yang diambil olehnya dalam percakapan yang dilakukannya sekarang.

“Kalau begitu, menikahlah denganku.” Sontak Jinri langsung membelalakan matanya terkaget mendapati ucapan Taemin. Ia bahkan mencubit tangannya sendiri memastikan bahwa sekarang ia tidak sedang bermimpi.

“Jadilah Lee Jinri dengan menikah denganku.” Taemin kembali berkata-kata seakan mengerti akan ketidakpercayaan Jinri akan ucapannya.

“Sudah kukatakan dari dulu bahwa aku bersedia menjadi ayah untuk anakmu sejak ia masih berada di dalam kandungan. Tentu kau masih mengingatnya bukan?”

“Tentu saja, oppa. Aku masih mengingat semuanya.” Tangisan Jinri pecah setelah Taemin beranjak dari kursinya, beralih memeluk tubuh Jinri yang memang sedari tadi ingin ia lakukan. Jinri pun membalas pelukan Taemin, keduanya tak memperdulikan posisi mereka yang berada di tempat umum. Keduanya terlampau bahagia melepas segala kerinduan yang sudah terpendam lama.

 

~*~*~*~

 

Epilog

Apa kalian bisa membayangkan dua buah keluarga tinggal dalam satu rumah? Mungkin terlihat aneh karena itu bukan hal yang lumrah namun ini semua memang benar terjadi karena setelah Kyuhyun dan Jinri bercerai, mereka berdua kembali membangun sebuah keluarga yang baru dengan pasangan masing-masing yang terdapat perasaan cinta di antaranya.

Kyuhyun dengan Hyen Hyo, begitu juga Taemin dengan Jinri. Mereka menikah secara bersamaan dan memutuskan untuk tinggal dalam satu rumah agar memudahkan dalam mengurus Hyunri yang sekarang sudah berumur 5 tahun. Walaupun Hyunri masih kecil dan belum mengerti apa-apa, ia merasa sangat bahagia karena memiliki dua orang ayah dan dua orang ibu yang sangat menyayanginya bahkan ia mendapatkan sepasang adik sekaligus.

Cho Kyujong. Anak lelaki dari pasangan Kyuhyun dan Hyen Hyo.

Dan..

Lee Minri. Anak perempuan dari pasangan Taemin dan Jinri.

 

THE END

Nisa : Haloooo maaf ya udah vacuum 2 minggu tanpa kabar hehehehe ini dia LIP Ending Contestnya^^ kalau suka, silahkan comment ya🙂 Comment kalian menentukan siapa pemenangnya🙂 Kalian boleh kok comment sebanyak2nya kalau merasa karya Jin JiHye ini pantas untuk jadi pemenang hehehe gomawo🙂

35 responses »

  1. Baguuuuuuus (^^)d
    Tpi boleh gak aku sedikit mmberi kritikan ???
    Hmmmm… Alur ceritanya terlalu cepet, nd klimaksnya terlalu dikit … Gak greget maksimal~

    Tpi… Over all bagus kok.. Ceritanya menarik ;D

    ***
    Ohhhh ya Hyen sibuk ye???
    Beberapa minggu ini aku tengok ke blog kamuuu gak ada posan baruuuu .. Jdi kesepian😀 …
    Ohhh ya My Nightmare gimana tuuuh ..
    Heheheheheheh … #penasaran ..

    • tentu aja bole trutama bwt pemula ky aku ini..hehehe🙂
      klo bole jujur sih mmg kecepetan, bingung bikin klimaksnya jd ya bgini de >.<
      makasi y kritiknya #bow

  2. Waaaah daebak!
    Pertamanya sih kesel ngeliat kyu kecelakaan terus lupa sama hyen! Lah malah ingat sama jinri terus kawin deh! Huaaah bacanya penuh emosi saat itu. Tapi lama” meredam setelah baca kyu udah ingat sama hyen terus ngelamar hyen. Huhuhu terharu baca yg terakhirnya :’)
    Nama anak kyuhyen lucu yaa, cho kyujong =)) hehehe :3
    4 jempol deh buat jin jihyee \(◦ˆ⌣ˆ◦)/

    • terharu? duh ga nyangka bgt lho~
      tdny mw bikin sad ending tp krn sy ga suka yg sedih2, jd dibikin happy..hehehe🙂
      lucu? sy sndiri jg gtw dpt dari mana itu nama #plak
      gomawo komennya ^^

  3. kyaaaaa nyesek bgt diawal. happy diakhir. aku nungguin ini dari sebelum ukk. tapi baru keluar sekarang. tp gapapa. puas bgt. good job author! ^.^b

  4. Setuju ama komen diatas ,,
    cerita ny udah bagus kok ,,
    tapi aku mau kasih kritikan dikit ya🙂
    alur ny terlalu cepat ,, jadi feel ny kurang dpt ,, kalo tiap bagian ny diceritakan secara perlahan pasti ngena deh dihati🙂

    dari gimana mereka bisa ttap melangsukan pernikahan , dari segi pov ny hyen , taemin , jinri ,, gimana perasa’an mereka masing” ,, gimana bisa kyu ny ingat semua ny ,, kalo dicerita’in secara perlahan pasti ff ny jadi kereen bangeett🙂 udah deh segitu aja ,, hehe mian jadi panjang (-,-“) .

    ¥~¥~¥~¥

    • waaa, masukan yg mengena banget..
      mmg setelah dibaca dsini ternyata mmg kecepetan banget, beneran ga kepikiran smpe kesana..mian ya >.<
      gomawo komen+kritikannya ^^

  5. bagus ko tapi menurut aku ini alur’y kecepetan trus ada bbrapa bagian yg bkin bngung trutama yg kyu kecelakaan, tpi overall bagus ko ^^

  6. Epilognya kecepetan kayanya….

    well.. Overall ceritanya patut diberi jempol.. Ide gila sekaligus aneh bin ajaib..

    Kalo bisa sebelom epilog dibikin sequelnya lagi..

    Ya meskipun gue juga kalo bikin cerita suka kecepetan alurnya.. Tapi keren sumpah.. Idenya nga ketebak

  7. kalo boleh ngasih nilai dari 1 sampe 10, aku kasih 8,5 deh hehe..
    inti ceritanya bagus, tapi kalo menurut aku, pengolahan kata nya terlalu berbelit belit
    maaf yaa, bukan ngemaksud nge bash atau apa.. ;D

    • huweee, terharu banget itu poinnya >///< pdhl kepikirannya ga smpe segitu lhooo~
      berbelit2 ya? duh, mian ya chingu..mmg msh harus byk belajar🙂
      gomawo komennya ^^

  8. alur’a rada kecepetan,
    trz perpindahan plot’a rda t’buru2

    tp over all bgus ko’

    kl semakin dilatih ky’a bkal jd author yg bgus,

  9. ini lip ending contest yg pertama ku baca loh ~ *gada yg nanya* *abaikan

    agak kecepetan ini krng gmanaaa gtu jadinya._.
    pdhl aku ngarepnya yg di inget kyu itu hyen aja, biar hyen gausa galo lagi soalnya aku gatega bgt sm hyen kesiksa teruss huhu tapi yauda lah toh intinya happy ending aku suka ;;)

    • huweee, terharu T-T
      duh, mian sekali lagi klo mmg kecepetan..
      iy tu, salahin kyu kenapa yg diinget malah jinri #eh
      gomawo komenny ^^

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s